cover
Contact Name
Juster Donal Sinaga
Contact Email
donalsinaga@usd.ac.id
Phone
+6285228753500
Journal Mail Official
solutionJCPD@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Bimbingan dan Konseling,Universitas Sanata Dharma Kampus III, Paingan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta, 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
SOLUTION, Journal of Counseling and Personal Development
ISSN : -     EISSN : 26847655     DOI : -
Core Subject : Education,
SOLUTION, Journal of Counseling and Personal Development adalah jurnal ilmiah akses-terbuka peer-review yang dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Jurnal ini terbit pertama kalai pada Juni 2019. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan berbagai hasil penelitian dan tinjauan literatur di bidang bimbingan dan konseling, pendidikan, psikologi dan pengembangan diri. Artikel-artikel dalam jurnal ini diharapkan mampu menjadi gagasan-gagasan baru yang berdayaguna bagi guru, dosen, peneliti, dan praktisi bimbingan dan konseling, serta praktisi pengembangan diri.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2025)" : 5 Documents clear
Kebermaknaan Hidup Pemimpin Organisasi Mahasiswa Yang Mengalami GAP Year Sugiharto, Bagas; Purbaning Tyas, Prias Hayu
SOLUTION Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sol.v7i1.12336

Abstract

This research aims to (1) identify the various ways to interpret the dynamics of personal development for organizational leaders who have experienced a Gap Year, (2) understand the different perspectives of organizational leaders who have experienced a Gap Year regarding suffering in finding meaning in life, (3) determine the various influences felt by organizational leaders who have experienced a Gap Year as a result of their search for meaning in life, and (4) identify the various obstacles in the process of finding meaning in life within each dynamic of the organization led by organizational leaders who have experienced a Gap Year. This research employs a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection was conducted through observation and interviews with two research subjects who are organizational leaders who experienced a Gap Year due to working before attending university. The research results indicate that both subjects were able to find meaning in life as organizational leaders who had experienced a Gap Year. The data obtained shows that both (1) subjects had their own ways of finding meaning in their lives. (2) Although some events within the organization evoked negative emotions such as anger and disappointment, both subjects tried to accept and be grateful for them as part of the journey. (3) Age differences with their members also influenced the emergence of problems that hindered the discovery of meaning in life, although both subjects were ultimately able to overcome them. (4) Various problems present in the organization served as a form of maturation and supported self-actualization as organizational leaders.
Efikasi Diri Karier Sebagai Prediktor Kematangan Karier Siswa Kelas XI SMA Pangudi Luhur Sedayu Pah, Andri Anggun; Setyandari, A.
SOLUTION Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sol.v7i1.12805

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat efikasi diri karier siswa kelas XI SMA PL Sedayu; 2) Untuk mengetahui seberapa tinggi kematangan karier siswa kelas XI SMA PL Sedayu; 3) Untuk mengetahui pengaruh efikasi diri karir terhadap kematanagan karir pada siswa kelas XI SMA PL Sedayu. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA PL Sedayu. Instrumen penelitian menggunakan skala efikasi diri karier dan kematangan karier. Jumlah item skala efikasi diri sebanyak 36 item dengan nilai Alpha Cronbach sebesar 0.910. Pada skala kematangan karir jumlah item sebanyak 42 dengan nilai Alpha Cronbach sebesar 0,915. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat efikasi diri karier siwa kelas XI SMA Pangudi Luhur Sedayu berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar  48%; 2) Tingkat kematangan karier siswa kelas XI SMA Pangudi Luhur Sedayu berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 59%; 3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara efikasi diri karier terhadap kematangan karir. Efiaksi diri karier menyumbang sebesar 53,8% terhadap kematangan karier.
Hubungan Antara Nomophobia Dengan Perilaku Phubbing Pada Mahasiswa UNY Pengguna Media Sosial TikTok Eliasa, Eva Imania; Mahendra, Ody Setya
SOLUTION Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sol.v7i1.12869

Abstract

This study aims to determine the relationship between Nomophobia with Phubbing behavior in 2021 UNY students who use TikTok social media. The method used is quantitative using a correlational design. This research was conducted at Yogyakarta State University. The sample in this study amounted to 385 people obtained using the Proportionate Cluster Random Sampling technique. Data collection in this study was in the form of a questionnaire via google form. The instrument used is the Nomophobia scale with a Cronbach's Alpha value of 0.911 and the Phubbing Scale with a Cronbach's Alpha value of 0.909. Data analysis techniques using pearson product moment correlation tests. The results showed that there is a significant relationship between Nomophobia with Phubbing behavior in 2021 UNY students who use TikTok social media, indicated by a significance value of 0.000 0.05. In conclusion, individuals with high levels of nomophobia find it difficult to control their mobile phone usage, making them more prone to phubbing in social situations
Hubungan Fanatisme Sepak Bola Dengan Perilaku Agresi Verbal Pada Suporter Mahasiswa di Kota Yogyakarta Isnawan, Gabriel David; Arswimba, Bernardinus Agus
SOLUTION Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sol.v7i1.12290

Abstract

Abstract: This study aims to determine the relationship between fanaticism towards football clubs and verbal aggression behavior among student supporters in Yogyakarta City.This research uses a quantitative method with a correlational approach.The research subjects consisted of 63 students who were members of the PSIM Yogyakarta supporter group (Brajamusti).The instrument used was a questionnaire with a Likert scale to measure the level of fanaticism and verbal aggression.The research results show that there is a positive and significant relationship between football fanaticism and verbal aggression behavior with a Pearson correlation coefficient value of 0.785 0.248.The level of fanaticism and verbal aggression among respondents mostly falls into the very high category.These findings indicate that the higher the level of fanaticism towards a football team, the greater the tendency for an individual to exhibit aggressive verbal behavior.This research is expected to serve as a reference for supporter organizations, security personnel, and related parties in understanding and managing the emotional dynamics that arise in the context of support for the football club being supported. Keywords: Verbal Aggression, Fanaticism, Students, supporters Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fanatisme terhadap klub sepak bola dengan perilaku agresi verbal pada suporter kalangan mahasiswa di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian berjumlah 63 mahasiswa yang tergabung sebagai anggota kelompok suporter PSIM Yogyakarta (Brajamusti). Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dengan skala Likert untuk mengukur tingkat fanatisme dan agresi verbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara fanatisme sepak bola dengan perilaku agresi verbal dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,785 0,248. Tingkat fanatisme dan agresi verbal responden sebagian besar berada pada kategori sangat tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat fanatisme terhadap tim sepak bola, semakin besar pula kecenderungan seseorang untuk menunjukkan perilaku agresif secara verbal. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi organisasi suporter, pihak keamanan, dan pihak terkait dalam memahami dan mengelola dinamika emosi yang muncul dalam konteks dukungan terhadap klub sepak bola yang didukung. Kata kunci: Agresi Verbal, Fanatisme, Mahasiswa, Suporter
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI ANAK TUNAGRAHITA DI SEKOLAH INKLUSI MENENGAH PERTAMA Primahani, Nisa Calmia; Setiowati, Arum; Nuryanto, Iis Lathifah
SOLUTION Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sol.v7i1.11460

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Layanan Bimbingan dan Konseling Bagi Anak Tunagrahita di SMP. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dengan mengambil obyek penelitian di SMP Muhammadiyah 1 Sleman dan SMP Muhammadiyah 2 Mlati. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian ini berupa faktor penghambat pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling adalah layanan yang dilaksanakan setelah pembelajaran berakhir hal tersebut yang menjadikan peserta didik menjadi malas untuk mengikuti layanan bimbingan dan konseling kemudian kurangnya guru bimbingan dan konseling. Guru bimbingan dan konseling hanya ada dua, sedangkan guru tersebut harus mengampu beberapa kelas. Layanan bimbingan dan konseling yang diberikan adalah layanan bimbingan dan konseling belajar dan layanan bimbingan klasikal yang dilaksanakan oleh guru bimbingan dan konseling. Faktor pendukung yakni adanya dorongan dari bapak dan ibu guru, adanya motivasi dan dukungan dari teman sebaya yang ada di dalam kelas pada saat pelaksanaan bimbingan dan konseling.

Page 1 of 1 | Total Record : 5