cover
Contact Name
Miftahul Falah
Contact Email
healthcare.journal@umtas.ac.id
Phone
+6287833430640
Journal Mail Official
healthcare.journal@umtas.ac.id
Editorial Address
Jl. Tamansari KM 2,5 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat 46196
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Healthcare Nursing Journal
ISSN : -     EISSN : 26556812     DOI : -
Core Subject : Health,
Healthcare Nursing Journal merupakan salah satu Journal Elektronik yang dikelola oleh Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Jurnal ini terbit secara berkala, dan merupakan fasilitas bagi civitas akademika pada bidang kesehatan dan keperawatan. Memuat berbagai karya tulis ilmiah hasil penelitian, pengabdian, kajian pustaka, dan praktikum dengan ruang lingkup ilmu keperawatan. Healthcare Nursing Journal mewadahi hasil karya Dosen, Mahasiswa, dan pakar kesehatan lainnya sebagai sarana publikasi secara ilmiah.
Articles 554 Documents
PENERAPAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TEKANAN DARAH PADA KLIEN HIPERTENSI DI SUKAMAJUKALER KOTA TASIKMALAYA Dhiya Fauziyyah; Nina Pamela; Asep Mukhsin
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi telah menjadi masalah yang umum terjadi di dunia kesehatan. Tekanan darah tinggi dan tidak terkontrol bukan hanya menyebabkan kerja jantung meningkat, namun dapat merusak pembuluh darah dan kematian. Salah satu pendekatan yang dilakukan ialah pemberian Terapi Relaksasi Otot Progresif. Terapi ini bermanfaat mengurangin kekakuan otot-otot didalam tubuh dan membuatnya rileks, keadaan yang berpengaruh terhadap perubahan penuruan sekresi Corticotropin Releasing Hormone (CRH) dan Adrenocorticotropic Hormone (ACTH) di hipotalamus. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Sukamajukaler Kota Tasikmalaya. Subjek pada studi kasus ini adalah Tn. D yang menderita hipertensi. Sumber data yang digunakan adalah SOP Terapi Relaksasi Otot Progresif. Hasil penerapan menunjukkan bahwa hasil pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan menunjukkan adanya berubahan, dengan penurunan rata-rata tekanan sistolik sebesar 6 mmHg dan diastolik sebesar 4 mmHg. Hal ini disebabkan karena saat rileks tercapai, maka aksi hipotalamus akan menyebabkan penurunan aktifitas sistem saraf simpatis. Kerja saraf simpatis biasanya dapat meningkatkan rangsangan, serta menimbulkan penyempitan pembuluh darah perifer dan pembesaran pembuluh darah pusat. Dari hasil asuhan ini dapat disimpulkan bahwa Terapi Relaksasi Otot Progresif dapat diterapkan sebagai terapi non farmakologis untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
PEMBERIAN TERAPI JUS BUAH NAGA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI SINDANG LENGO RT/RW 03/011 KELURAHAN SETIAMULYA KECAMATAN TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA Lina Yuliana; Hana Ariyani
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode:Penerapan inovasi intervensi jus buah naga merah terhadap hipertensi pada Ny. N yang mempunyai riwayat hipertensi. Tujuan: Penerapan intervensi ini adalah untuk mengetahui penerapan jus buah naga merah terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Hasil:Penerapan inovasi menunjukan bahwa setelah diberikan intervensi tekanan darah pasien mengalami penurunan, rata-rata tekanan darah sebelum diberikan intervensi yaitu 200/100 mmHg dan rata-rata tekanan darah sesudah diberikan intervensi menjadi 190/100 mmHg. Kesimpulan: Dari hasil penerapan intervensi dapat disimpulkan bahwa intervensi pemberian jus buah naga dapat menurunkan tekanan darah pada pada penderita hipertensi.
PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA Ny. T PASCA STROKE DI PASEH KOTA TASIKMALAYA Haifa Noviyanti; Rossy Rosnawati
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah serangan yang terjadi secara tiba-tiba atau mendadak pada aliran otak yang menyebabkan aliran darah dan oksigen ke otak terhambat, stroke juga merupakan penyakit kedua yang mematikan setelah jantung karena menyebabkan kematian jiga tidak segera ditangani. Terapi komplementer atau non-farmakologi yang bisa digunakan pada pasien stroke karena mengalami hambatan mobilitas fisik dengan cara latihan Range Of Motion (ROM). Subjek pada studi kasus ini yaitu Ny.T yang mengalami kelemahan kekuatan otot karena pasca stroke. Hasil studi kasus menunjukan sebelum dilakukannya latihan Range Of Motion (ROM) kekuatan otot 2 dan setelah dilakukan Range Of Motion (ROM) menjadi 4. Kesimpulan dari penerapan latihan Range Of Motion (ROM) pada pasien pasca stroke ada kenaikan kekuatan otot, oleh karena itu teknik non-farmakologi ini dapat diterapkan sebagai asuhan keperawatan pada pasien stroke
PENERAPAN SENAM KAKI DENGAN MENGGUNAKAN KORAN TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA Ny. E DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RT.04 RW.15 PERUM CISALAK KOTA TASIKMALAYA Evan Nabil Nur Arifin; Aida Srirachmawati
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit metabolic yang ditandai dengan hiperglikemia yang menyebabkan gangguan metabolisme sekresi insulin, kerja insulin ataupun keduannya. Terapi non farmakologi yang bisa digunakan untuk penderita diabetes mellitus untuk menurunkan kadar gula darah sewaktu salah satunya dengan senam kaki menggunakan koran. Tujuan penulisannya adalah untuk mengatahui penerapan senam kaki dengan menggunakan koran untuk menurunkan kadar gula darah untuk pasien diabetes mellitus tipe II. Metode penulisan karya tulis ilmiah ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus. Subjek dalam penelitian yaitu Ny.E dengan diagnosa diabtes mellitus. Hasil penelitian menunjukkan pemberian senam kaki yang dilakukan 2x dalam seminggu sebelum dilakukan intervensi kadar gula darah 248mg/dL dan setelah dilakukan intervensi terjadi penurunan menjadi 235mg/dL, dengan rata- rata penurunan kadar gula darah sewaktu sebesar 13mg/dL. Kesimpulan menunjukan bahwa melakukan senam kaki pada pasien diabetes mellitus dapat menurunkan kadar gula darah karena senam kaki meningkatkan pemakaian glukosa oleh otot yang aktif yang dimana otot mengubah simpanan glukosa menjadi energi secara langsung sehingga dapat menurunkan kadar glukosa darah. Teknik non-farmakologi senam kaki ini dapat diterapkan dalam asuhan keperawatan pada pasien diabetes mellitus.
PENGARUH TERAPI RENDAM KAKI DENGAN AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA SAGULING SUMBER JAYA RT/RW 003/009 KOTA TASIKMALAYA Reni Anisa; Lilis Lismayanti
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Penggunaan air hangat sebagai terapi bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi edema, relaksasi otot menjadi meningkat, menyehatkan jantung, menghilangkan stres, meringankan kekakuan otot, nyeri otot, meringankan rasa sakit, meningkatkan permeabilitas kapiler, memberikan kehangatan pada tubuh sehingga sangat bermanfaat untuk terapi penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh Terapi Rendam Kaki Dengan Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi . Metode Penelitian : Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi yaitu dengan menggunakan terapi rendam kaki dengan air hangat. Intervensi menggunakan terapi rendam kaki dengan air hangat membutuhkan beberapa alat dan bahan, diantaranya Baskom yang berisikan air hangat, handuk sphygmo-manometer dan stetoskop.Prosedure pelaksanaan pada terapi komplementer ini diantaranya 1) Persiapkan 1baskom atau ember, yang memungkinkan dapat merendam kaki secara leluasa kemudian duduklah diatas kursi. 2) Air hangat dengan suhu 38 derajat Celsius 3)Isilah baskom atau ember dengan air hangat kira-kira setinggi mata kaki. 4)Merendam kaki selama 20-30 dalam air hangat, dalam baskom atau ember tidak boleh didiamkan tetapi harus berusaha menggerak-gerakan jari-jari kakinya intervensi ini rutin dilakukan setiap pagi dan sore.Hasil Penelitian : Menunjukan bahwa ada penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi setelah diberikan terapi rendam kaki dengan air hangat. Kesimpulan : Bahwa adanya pengaruh antara terapi rendam kaki dengan air hangat terhadap penurunan tekanan darah pasien jika dilakukan secara rutin setiap pagi dan sore selama 30 menit. Saran : Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada pasien yang menderita hipertensi untuk melakukan terapi rendam kaki secara rutin setiap pagi dan sore dengan waktu selama 30 menit guna mendapatkan hasil yang masksimal dalam penurunan tekanan darah .
PENERAPAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PERUM ARJAMUKTI RT 002/007 BLOK D3 NO. 22 Sultan Rahdiyana; Neni Nuraeni
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi hipertensi di Indonesia saat ini meningkat terus dari tahun ke tahunnya dari 23,3 % menjadi 26,5 %. Dampak bila hipertensi tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan angka kematian yang tinggi dan angka penyakit hipertensi menjadi tinggi. Banyak faktor yang dapat menimbulkan hipertensi baik faktor yang dapat diubah atau tidak dapat diubah. Salah satu upaya untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan pemberian nonfarmakologi yang dapat menrunkan tekanan darah pada penderita hipertensi adalah bawang putih tunggal (Allium Sativum). Tujuan laporan ini untuk mengetahui penerapan bawang putih terhadap penurunan tekanan darah. Subjek laporan ini seorang penderita hipertensi. Metode yang digunakan dengan memberikan rebusan bawang putih berdasarkan literatur review melalui search engine google scholars sebanyak 1 gelas, diminum dua kali sehari, masing-masing ¼ cangkir setiap pagi dan sore hari selama 7 hari dan di evaluasi 2 (dua) kali dalam 2 (dua) minggu. Tekanan darah di ukur sebelum dan sesudah tindakan dengan menggunakan spignomamometer. Hasil studi kasus menunjukan bahwa rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 5 mmHg dan diastolik 4 mmHg. Kesimpulan pemberian bawang putih dapat menurunkan tekanan darah karena pada bawang putih terdapat kandungan Allicin, Allyl methyl thiosulfonate, 1-propenyl allyl thiosulfonate, Y l_glutamyl-s-alkyl-l-cysteine yang mampu menurunkan hiperetnsi. Disarankan bagi keluarga dapat melanjutkan terapi menggunakan bawang putih tunggal sebagai pengobatan alternatif yang mudah dalam menurunkan tekanan darah.
PENERAPAN JUS SEMANGKA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Atria Nurwahyu Adegita; Bayu Brahmantia
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v4i2b.2589

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal, sehingga menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Akibat komplikasinya dapat menyerang organ dalam tubuh dan menyebabkan 4.444 stroke, 4.444 gagal jantung, dan gagal ginjal. Salah satu terapi nonfarmakologi untuk menurunkan tekanan darah adalah penggunaan buah semangka 4.444 buah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan jus semangka untuk menurunkan tekanan darah. Subyek studi kasus ini adalah Ny. E dengan hipertensi. Sumber data yang digunakan adalah standar operasional prosedur dan hasil wawancara. Hasil dari perlakuan didapatkan rerata tekanan darah sistolik sebelum pemberian jus semangka adalah 170 mmHg, dan rerata tekanan darah responden menurun menjadi 130 mmHg setelah intervensi berupa jus semangka selama 3 hari. Tekanan darah diastolik sebelum pemberian jus semangka, tetapi rata-rata adalah 100 mmHg, dan setelah 3 hari intervensi dalam bentuk jus semangka, rata-rata tekanan darah diastolik responden menurun menjadi 80 mmHg. Penelitian ini menunjukkan bahwa tekanan darah turun setelah pemberian jus semangka. Oleh karena itu, penderita tekanan darah tinggi harus menggunakan terapi semangka untuk menurunkan tekanan darahnya
PENERAPAN TERAPI REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RT 001 RW 004 DESA JAYARATU WILAYAH KERJA PKM SARIWANGI Ita Parwati; Sri Mulyanti
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan atau sering disebut sebagai silent killer yang memerlukan perhatian khusus. Rebusan salam adalah pengobatan alternatif tanpa efek samping. Menggunakan rebusan daun salam merupakan salah satu pengobatan yang dapat menurunkan tekanan darah. Hal ini karena kandungan senyawa dalam daun salam dapat berperan sebagai vasodilator pembuluh darah, merangsang aliran darah dalam tubuh hingga mencegah penyumbatan pembuluh darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan terapi rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Subjek studi kasus ini adalah Ny. N. Sumber data yang digunakan adalah standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan rebusan daun salam untuk hipertensi di desa RT 001/RW 004 Jayarats wilayah kerja Puskesmas Sariwangi. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan rebusan daun salam dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Pembahasan: berdasarkan hasil penelitian dengan mengkonsumsi rebusan daun salam secara rutin mampu memberikan manfaat terhadap penderita hipertensi, tetapi penderita hipertensi juga harus memperhatikan pola makan diimbangi dengan olahraga yang cukup. Saran : diharapkan agar ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan penderita darah tinggi, sehingga air rebusan salam dapat diberikan sebagai obat alternatif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita darah tinggi.
PEMBERIAN REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA TN.J DENGAN HIPERTENSI Elsa Syifa Fauziah; Usman Sasyari
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama penyakit kardiovaskuler yang angka kejadiannya terus meningkat di masyarakat sehingga bisa menimbulkan dampak yang cukup serius hingga menyebabkan kematian atau sering juga disebut sebagai silent killer (pembunuh diam-diam). Salah satu terapi non farmakologi adalah pemberian rebusan daun salam. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui pemberian rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah. Subjeknya dilakukan pada 1 orang lansia yaitu Tn.J berusia 81 tahun mempunyai riwayat hipertensi dengan klasifikasinya hipertensi derajat 1 atau kategori ringan. Hasil menunjukkan bahwa sebelum diberikan intervensi pada hari pertama yaitu 160 mmHg dan diastolik 100 mmHg dan setelah diberikan intervensi pada hari kedua mengalami penurunan tekanan darah yaitu sistoliknya menjadi 150 dan diastoliknya 90 mmHg sedangkan pada hari ketiga mengalami penurunan yang signifikan menjadi tekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan darah diastolik 80 mmHg. Hal ini terbukti setelah diberikan intervensi selama 3 hari tekanan darah sistolik dan diastoliknya mengalami penurunan dibandingkan dengan sebelum pemberian rebusan daun salam. Kesimpulannya menunjukkan bahwa pemberian rebusan daun salam efektif untuk menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Diharapkan pemberian rebusan daun salam dapat menjadi salah satu terapi non farmakologi yang dapat digunakan untuk penanganan pasien hipertensi dalam menurunkan tekanan darah.
PENERAPAN JUS SEMANGKA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Gilang Wangsa Permana; Miftahul Falah
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg, berdasarkan hasil pemeriksaan dengan sphygmomanometer atau alat digital. Akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak diobati adalah tekanan darah meningkat terus menerus dalam jangka waktu yang lama, yang dapat merusak pembuluh darah, stroke, ginjal, jantung, dan mata. Dalam hal ini, tekanan darah tinggi dapat merusak bagian dalam arteri dan membentuk bekuan darah. Penyakit ini merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Saat ini, orang lebih memilih obat alami untuk mengobati tekanan darah tinggi. Salah satu tanaman yang dapat mengobati tekanan darah tinggi adalah semangka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan jus semangka untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan Kp. Cipadanan RT. 007RW. 002 Desa Cibanteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya. Subyek studi kasus ini adalah Ny. E dengan hipertensi. Prosedur operasi standar dan hasil wawancara digunakan sebagai sumber data. Hasil dari perlakuan didapatkan rerata tekanan darah sistolik sebelum pemberian jus semangka 160 mmHg, dan rerata tekanan darah responden turun menjadi 130 mmHg 3 hari setelah intervensi berupa jus semangka. Rata-rata tekanan darah diastolik sebelum pemberian jus semangka adalah 100 mmHg, dan setelah 3 hari intervensi dalam bentuk jus semangka, rata-rata tekanan darah diastolik responden menurun menjadi 80 mmHg. Intervensi yang diberikan berupa jus semangka dengan dosis 200 cc selama 3 hari berturut-turut, diberikan satu kali sehari. Hasil studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dan sumber untuk mengembangkan pengetahuan tentang penerapan 4.444 inovasi intervensi keperawatan untuk menurunkan tekanan darah.