Healthcare Nursing Journal
Healthcare Nursing Journal merupakan salah satu Journal Elektronik yang dikelola oleh Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Jurnal ini terbit secara berkala, dan merupakan fasilitas bagi civitas akademika pada bidang kesehatan dan keperawatan. Memuat berbagai karya tulis ilmiah hasil penelitian, pengabdian, kajian pustaka, dan praktikum dengan ruang lingkup ilmu keperawatan. Healthcare Nursing Journal mewadahi hasil karya Dosen, Mahasiswa, dan pakar kesehatan lainnya sebagai sarana publikasi secara ilmiah.
Articles
211 Documents
Penerapan Jus Semangka Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Kampung Tamansari Rt 01 Rw 07 Kelurahan Mandalahayu
Yoga Laksana;
yuyun solihat;
zainal muttaqin
Healthcare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.625 KB)
Tingginya angka kejadian hipertensi dimasyarakat yang dapat mengakibatkan dampak yang serius salah satunya kematian. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan di dunia tak terkecuali Indonesia. Oleh karena itu, membutuhkan penangan yang baik. Salah satu penatalaksanaan non farmakologi jus semangka yang bisa menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan jus semangka untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di Kampung Tamansari Rt 01 Rw 07 Kelurahan Mandalahayu. Hasil penelitian pada Ny.E setelah pemberian jus semangka sebanyak 100 gram dalam 2 kali sehari selama 7 hari di dapatkan penurunan tekanan darah dengan tekanan systolik 110 mmHg dan tekanan diastolik 80 mmHg. Semangka mempunyai kandungan yang bermanfaat bagi penderita hipertensi yaitu diantaranya kalium, air, vitamin C, vitamin A (karetenoid), vitamin B6, vitamin K, licopein dan asam amino sitrulin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada pengaruh jus semangka terhadap perubahan tekanan darah pada Ny.E dengan penyakit hipertensi. Peneliti menyarankan dalam melakukan penatalaksanaan penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dapat melakukan dengan cara mengkonsumsi jus semangka.
PENERAPAN RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RT 001 RW 002 DESA LEUWIBUDAH WILAYAH KERJA PKM SUKARAJA
Indah Rahmawati,;
indra gunawan
Healthcare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.718 KB)
Hipertensi merupakan suatu keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik dan diastolic, dimana sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolic lebih dari sama dengan 90 mmHg. Penderita hipertensi yang tidak melakukan pengobatan akan meningkatkan terjadinya komplikasi diantaranya stroke, penyakit jantung, gangguan penglihatan, dan penyakit ginjal. Salah satu terapi komplementer yang bisa menurunkan tekanan darah adalah terapi rendam kaki air hangat. Tujuan pemberian intervensi untuk mengetahui efektivitas terapi rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode pemberian intervensi ini yaitu dengan memberikan rendam kaki air hangat dengan suhu 37-40ºC selama 15-20 menit. Subyek dalam intervensi ini satu responden yaitu Ny.H berusia 56 Tahun dengan penyakit hipertensi.. Hasil didapatkan bahwa terapi rendam kaki air hangat efektif untuk menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolic pada penderita hipertensi, dan dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh dari terapi rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi, Terapi rendam kaki menggunakan air hangat pada beberapa kasus yang menjadi kontraindikasi, yaitu pada kasus penyakit jantung dengan kondisinya yang parah, orang yang memiliki tekanan darah rendah, serta penderita diabetes. Saran untuk perawat dan penderita hipertensi untuk selalu mengontrol tekanan darah, jika terjadi peningkatan tekanan darah dapat menggunakan terapi rendam kaki air hangat untuk menurunkan tekanan darah, sebagai bentuk terapi komplementer yang mudah dilakukan dan dengan harga murah.
PENERAPAN RELAKSASI BENSON TERHADAP PASIEN HIPERTENSI DI DESA SUKAPADA KECAMATAN PAGERAGEUNG
Rizal Mahardian;
Saryomo Saryomo
Healthcare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.458 KB)
Hipertensi diartikan sebagai penyakit silent killer karena penyakit ini pada awal mulanya tidak menimbulkan gangguan ataupun indikasi. Namun bila tidak diatasi, hipertensi hendak menimbulkan komplikasi hingga dengan kematian. Cara menanggulangi hipertensi bisa dilakukan dengan pengobatan nonfarmakologi salah satunya ialah pengobatan relaksasi benson yang berguna menyejukkan stress pada penyakit darah tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pengobatan relaksasi benson terhadap penurunan tekanan darah pada penderita dengan hipertensi di RT 01 RW 06 Desa Sukapada Wilayah Kerja Pkm Pagerageung. Subjek dalam penelitian ini adalah Ny.S dengan hipertensi di RT 01 RW 06 Desa Sukapada Wilayah Kerja PKM Pagerageung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekakan darah setelah diberikan terapi relaksasi benson. Terapi ini memberikan dampak vasodilatasi pada pembuluh darah serta membetulkan perputaran yang hendak merendahkan tekanan darah. Diharapkan dengan penelitian ini menjadikan terapi relaksasi benson bisa jadi intervensi keperawatan untuk merendahkan tekanan darah pada pengidap hipertensi.
PENERAPAN JUS TOMAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI
Indra Gunawan;
Yuyun Solihat
Healthcare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.996 KB)
Hipertensi merupakan penyakit dengan prevalensi yang masih tinggi di berbagai Negara termasuk Indonesia, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi penyakit jantung dan stroke, oleh karena itu diperlukan penanganan yang baik. Salah satu terapi yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah adalah terapi tomat karena kaya akan likopein, kalium, dan bioflavonoid. Penelitian bertujuan menganalisis penerapan jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Subjek pada studi kasus ini adalah satu pasien hipertensi. Hasil asuhan menunjukkan bahwa terjadi penurunan tekanan darah setelah diberikan terapi jus tomat selama 3 hari yaitu sebelumnya 170/100 mmHg menjadi 130/80 mmHg. Kesimpulan dari hasil asuhan bahwa terapi jus tomat dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, hal ini disebabkan karena dalam buah tomat terdapat beberapa kandungan yang dapat menurunkan tekanan darah diantaranya adalah likopein sebagai antioksidan, kalium sebagai vasodilatasi, dan bioflafonoid untuk melancarkan keluarnya air seni (sebagai deuritika). Untuk itu penderita hipertensi diharapkan dapat menerapkan penggunaan terapi jus tomat sebagai terapi alternatif untuk menurunkan tekanan darah.
PEMANFAATAN KLINIK VCT OLEH KELOMPOK BERESIKO DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN
Marlinda Muspardi;
Tiara Tiara;
rizky wijayanti
Healthcare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.083 KB)
Pendahuluan: VCT merupakan entrypoint untuk memberikan perawatan, dukungan dan pengobatan bagi penderita HIV/AIDS. Pelaksanaan VCT dapat dipengaruhi faktor pengetahuan,dukungan keluarga dan sikap petugas kesehatan. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antarapengetahuan, dukungan keluarga dan sikap petugas kesehatan terhadap pemanfaatan klinik VCT. Metode: Desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian merupakan kelompok beresiko terhadap HIV/AIDS, jumlah sampel 79 orang diambil dengan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisa data dengan uji Chi-Square. Hasil dan Pembahasan: Karaktersitik responden sebagian besar jenis kelamin laki-laki, berstatus LSL, pengetahuan kategori kurang, dukungan keluarga baik dan sikap petugas baik. Analisia bivariate didapat ada hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan klinik VCT (p-value 0,007, ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan klinik VCT (p-value 0,002) namun tidak ada hubungan sikap petugas dengan pemanfaatan klinik VCT (p-value 0,419). Pengetahuan dan dukungan keluarga sangat penting untuk meningkatkan perilaku kelompok beresiko memanfaatkan klinik VCT. Simpulan dan Saran: Pengetahuan dan dukungan keluarga menjadi domain penting dan perluditingkatkan agar seluruh kelompok beresiko dengan status apapun dapat meningkatkan perilaku pemanfaatan klinik VCT. Diharapkan sikap petugas kesehatan dan pelaksanaan pendidikan kesehatan secara terstruktur kepada masyarakat tentang pentingnya manfaat klinik VCT dapat ditingkatkan.
PENERAPAN JUS MENTIMUN TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS PEMBANTU SUKAMENAK
Tanti Suhartini;
Neni Nuraeni
Healthcare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.064 KB)
Angka prevalensi hipertensi di Indonesia bahkan di dunia saat ini sangat tinggi dan terus meningkat Hipertensi ditandai dengan tekanan darah yang tinggi. Dampak bila tekanan darah tinggi akan mengakibatkan stroke salah satunya bahkan bertambahnya angka kematian. Salah satu upaya untuk mencegah tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi dengan pemberian jus mentimun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan jus mentimun terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Subjek dalam studi kasus ini seorang pasien hipertensi. Metode yang digunakan dengan memberikan jus mentimun berdasarkan literatur review melalui search engine google scholar, dalam sehari 1 gelas selama 7 hari berturut-turut divalusi 2 kali dalam 2 minggu. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah diberi tindakan dengan menggunakan spignomanometer. Hasil menunjukan penurunan tekanan sistolik rata-rata 4 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik rata rata 3 mmHg. Kesimpulan pemberian jus mentimun dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Disarankan bagi anggota keluarga dapat memberikan jus mentimun sebagai salah satu upaya terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah.
PENERAPAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TEKANAN DARAH PADA KLIEN HIPERTENSI DI SUKAMAJUKALER KOTA TASIKMALAYA
Dhiya Fauziyyah;
Nina Pamela;
Asep Mukhsin
Healthcare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.761 KB)
Hipertensi telah menjadi masalah yang umum terjadi di dunia kesehatan. Tekanan darah tinggi dan tidak terkontrol bukan hanya menyebabkan kerja jantung meningkat, namun dapat merusak pembuluh darah dan kematian. Salah satu pendekatan yang dilakukan ialah pemberian Terapi Relaksasi Otot Progresif. Terapi ini bermanfaat mengurangin kekakuan otot-otot didalam tubuh dan membuatnya rileks, keadaan yang berpengaruh terhadap perubahan penuruan sekresi Corticotropin Releasing Hormone (CRH) dan Adrenocorticotropic Hormone (ACTH) di hipotalamus. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Sukamajukaler Kota Tasikmalaya. Subjek pada studi kasus ini adalah Tn. D yang menderita hipertensi. Sumber data yang digunakan adalah SOP Terapi Relaksasi Otot Progresif. Hasil penerapan menunjukkan bahwa hasil pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan menunjukkan adanya berubahan, dengan penurunan rata-rata tekanan sistolik sebesar 6 mmHg dan diastolik sebesar 4 mmHg. Hal ini disebabkan karena saat rileks tercapai, maka aksi hipotalamus akan menyebabkan penurunan aktifitas sistem saraf simpatis. Kerja saraf simpatis biasanya dapat meningkatkan rangsangan, serta menimbulkan penyempitan pembuluh darah perifer dan pembesaran pembuluh darah pusat. Dari hasil asuhan ini dapat disimpulkan bahwa Terapi Relaksasi Otot Progresif dapat diterapkan sebagai terapi non farmakologis untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
PEMBERIAN TERAPI JUS BUAH NAGA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI SINDANG LENGO RT/RW 03/011 KELURAHAN SETIAMULYA KECAMATAN TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA
Lina Yuliana;
Hana Ariyani
Healthcare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.672 KB)
Metode:Penerapan inovasi intervensi jus buah naga merah terhadap hipertensi pada Ny. N yang mempunyai riwayat hipertensi. Tujuan: Penerapan intervensi ini adalah untuk mengetahui penerapan jus buah naga merah terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Hasil:Penerapan inovasi menunjukan bahwa setelah diberikan intervensi tekanan darah pasien mengalami penurunan, rata-rata tekanan darah sebelum diberikan intervensi yaitu 200/100 mmHg dan rata-rata tekanan darah sesudah diberikan intervensi menjadi 190/100 mmHg. Kesimpulan: Dari hasil penerapan intervensi dapat disimpulkan bahwa intervensi pemberian jus buah naga dapat menurunkan tekanan darah pada pada penderita hipertensi.
PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA Ny. T PASCA STROKE DI PASEH KOTA TASIKMALAYA
Haifa Noviyanti;
Rossy Rosnawati
Healthcare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.271 KB)
Stroke adalah serangan yang terjadi secara tiba-tiba atau mendadak pada aliran otak yang menyebabkan aliran darah dan oksigen ke otak terhambat, stroke juga merupakan penyakit kedua yang mematikan setelah jantung karena menyebabkan kematian jiga tidak segera ditangani. Terapi komplementer atau non-farmakologi yang bisa digunakan pada pasien stroke karena mengalami hambatan mobilitas fisik dengan cara latihan Range Of Motion (ROM). Subjek pada studi kasus ini yaitu Ny.T yang mengalami kelemahan kekuatan otot karena pasca stroke. Hasil studi kasus menunjukan sebelum dilakukannya latihan Range Of Motion (ROM) kekuatan otot 2 dan setelah dilakukan Range Of Motion (ROM) menjadi 4. Kesimpulan dari penerapan latihan Range Of Motion (ROM) pada pasien pasca stroke ada kenaikan kekuatan otot, oleh karena itu teknik non-farmakologi ini dapat diterapkan sebagai asuhan keperawatan pada pasien stroke
PENERAPAN SENAM KAKI DENGAN MENGGUNAKAN KORAN TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA Ny. E DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RT.04 RW.15 PERUM CISALAK KOTA TASIKMALAYA
Evan Nabil Nur Arifin;
Aida Srirachmawati
Healthcare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.519 KB)
Diabetes mellitus adalah penyakit metabolic yang ditandai dengan hiperglikemia yang menyebabkan gangguan metabolisme sekresi insulin, kerja insulin ataupun keduannya. Terapi non farmakologi yang bisa digunakan untuk penderita diabetes mellitus untuk menurunkan kadar gula darah sewaktu salah satunya dengan senam kaki menggunakan koran. Tujuan penulisannya adalah untuk mengatahui penerapan senam kaki dengan menggunakan koran untuk menurunkan kadar gula darah untuk pasien diabetes mellitus tipe II. Metode penulisan karya tulis ilmiah ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus. Subjek dalam penelitian yaitu Ny.E dengan diagnosa diabtes mellitus. Hasil penelitian menunjukkan pemberian senam kaki yang dilakukan 2x dalam seminggu sebelum dilakukan intervensi kadar gula darah 248mg/dL dan setelah dilakukan intervensi terjadi penurunan menjadi 235mg/dL, dengan rata- rata penurunan kadar gula darah sewaktu sebesar 13mg/dL. Kesimpulan menunjukan bahwa melakukan senam kaki pada pasien diabetes mellitus dapat menurunkan kadar gula darah karena senam kaki meningkatkan pemakaian glukosa oleh otot yang aktif yang dimana otot mengubah simpanan glukosa menjadi energi secara langsung sehingga dapat menurunkan kadar glukosa darah. Teknik non-farmakologi senam kaki ini dapat diterapkan dalam asuhan keperawatan pada pasien diabetes mellitus.