cover
Contact Name
Dr. Purnama Budi Santosa
Contact Email
-
Phone
+62274520226
Journal Mail Official
jgise.ft@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Grafika No.2 Kampus UGM, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JGISE-Journal of Geospatial Information Science and Engineering
ISSN : 26231182     EISSN : 26231182     DOI : https://doi.org/10.22146/jgise.51131
Core Subject : Engineering,
JGISE also accepts articles in any geospatial-related subjects using any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. The primary, but not exclusive, audiences are academicians, graduate students, practitioners, and others interested in geospatial research.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2024): June" : 10 Documents clear
Assessment of Land Capability and Zoning for Sustainable Urban Development in Ambon City Lasaiba, Mohammad Amin
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.84015

Abstract

The optimization strategy replaces ability-useful land with conservation-source power land, which may help with problem degradation. Investigate this to determine the level of land ability and the function area designation for good protection and cultivation in the Satuan Wilayah Pengembangan (SWP). The research method is descriptive and quantitative, with stepwise data collection and processing. Data collection is carried out through studies and literature from several agencies. Temporary spatial data analysis was conducted using Geographic Information System (GIS) software. The research findings underscore a significant aspect regarding land analysis, specifically about allocating areas for settlement purposes. The documented 3687.35 hectares identified as suitable for settlement development, alongside the approximately 11755.27 hectares allocated as buffer zones, highlight a limited portion of land deemed suitable for urban expansion within the studied region. This observation underscores the challenge of finding suitable and adequate spaces for urban development initiatives in Ambon City. Identifying such a confined area underscores the need for strategic urban planning that considers land constraints, such as the predominantly hilly terrain, to ensure balanced development, efficient land use, and the preservation of environmental integrity. Efforts toward optimizing these available areas for urban growth while concurrently focusing on conservation and ecological sustainability become imperative for Ambon City's future urban development trajectory. They created a barrier to physical land where hilly areas dominate the characteristics of the Ambon City area
Analisis Genangan Banjir Terhadap Penutup Lahan di Wilayah Tangerang Menggunakan Data Citra Sentinel-1 dan Sentinel-2 Kenranto, Rizky Aga; Hidayat, Husnul; Bioresita, Filsa
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.87579

Abstract

Banjir mempunyai pengaruh yang besar terhadap kondisi masyarakat baik secara sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Terkait pengaruh terhadap lingkungan, banjir memiliki dampak yang dapat mempengaruhi kondisi penutup lahan. Salah satu upaya mitigasi yang dapat dilakukan terkait banjir adalah dengan pemanfaatan data citra satelit penginderaan jauh, yakni menggunakan satelit Synthetic Aperture Radar (SAR). Pemetaan banjir dapat menggunakan data citra satelit SAR karena data SAR bebas awan dan dapat beroperasi siang dan malam. Dalam proses pemetaan genangan banjir diperlukan informasi mengenai jenis penutup lahan yang terdampak banjir untuk analisa dampak banjir terhadap lingkungan. Oleh karena itu banjir sangat berkaitan dengan penutup lahan. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai pemetaan banjir wilayah Tangerang pada tanggal 23 Maret 2022 dan hubungannya dengan penutup lahan pada area tersebut. Pengolahan data citra SAR Sentinel-1 dengan  metode change detection dan threshold digunakan untuk pemetaan genangan banjir, sedangkan data citra Sentinel-2 level 2 dengan metode supervised classification, algoritma Classification and Regression Tress (CART) digunakan untuk klasifikasi penutup lahan. Berdasarkan pengolahan klasifikasi penutup lahan didapatkan hasil berupa peta penutup lahan dengan nilai Overall Accuracy sebesar 94,84% dan nilai Kappa sebesar 93,17%, yang diklasifikasikan ke dalam beberapa kelas penutup lahan yaitu badan air, lahan terbangun, vegetasi, lahan kosong dan sawah. Selanjutnya, berdasarkan pengolahan sebaran genangan banjir pada tanggal 23 Maret 2022 dengan nilai threshold 1,20 didapatkan hasil confusion matrix sebesar 94,34%, dan luas genangan banjir sebesar 14.987 ha. Berdasarkan pengolahan overlay diketahui bahwa kelas tutupan lahan yang terkena dampak banjir paling tinggi yaitu kelas lahan terbangun dan kelas vegetasi, dengan masing-masing luas sebesar 5.179,427 ha dan 5.164,562 ha.
Analisis Potensi Kawasan Industri dengan Fuzzy Analytical Hierarchy Process Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kabupaten Madiun) Bastrianto, Regina Widya; Wijaya, Arwan Putra; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.90691

Abstract

Kabupaten Madiun merupakan kabupaten di Jawa Timur yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Lokasi yang strategis menjadikan Kabupaten Madiun sebagai wilayah incaran para investor untuk menanamkan modal serta mendirikan industri. Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Disnaker menanggapi dengan positif kebutuhan tersebut dengan menyusun Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) tahun 2023-2043 dan memetakan sektor industri guna penentuan kawasan industri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan menilai potensial lokasi kawasan industri di Kabupaten Madiun serta dapat digunakan sebagai data pendukung dalam perencanaan dan pengembangan kawasan industri berkelanjutan bagi pemerintah. Penelitian ini menggunakan bantuan sistem informasi geografis melalui proses overlay pada setiap parameter penyusunnya dengan scoring dan pembobotan. Adapun parameter yang digunakan, meliputi penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, jalan utama, fasilitas umum, jaringan sungai, dan kerawanan banjir. Pembobotan pada setiap parameter dilakukan dengan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process dan analisis kesesuaian potensi lahan dengan RTRW dilakukan dengan menggunakan analisis intersect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan yang berpotensi menjadi kawasan industri di Kabupaten Madiun adalah Kecamatan Pilangkenceng, Balerejo, Saradan, Mejayan, Wonoasri, Madiun, Sawahan, Jiwan, Wungu, Geger, Dolopo, dan Dagangan. Tingkat kesesuaian kelas SS “sangat sesuai” sebesar 2 %, kelas S “sesuai” sebesar 14 %, kelas CS “cukup sesuai” sebesar 60 %, kelas KS “kurang sesuai” sebesar 24 %, dan kelas TS “tidak sesuai” sebesar 0 %. Kawasan dengan kesesuaian tertinggi sebagai kawasan industri yang mengacu terhadap pola ruang industri dalam RTRW Kabupaten Madiun terletak di Kecamatan Pilangkenceng.
Penerapan Metode Hedonic Price Modeling dan Model Kota LOD 1 dalam Penilaian Tanah dan Properti sebagai Dasar Pengenaan Pajak Atsilah, Annisa Nasywa; Aditya, Trias
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.90776

Abstract

Meningkatnya harga properti di kawasan perkotaan dipengaruhi oleh pesatnya urbanisasi di kawasan perkotaan. Pola spasial terkait nilai tanah dan properti yang kompleks akibat pembangunan gedung-gedung tinggi belum dipahami dengan baik. Secara umum, penilaian tanah dan properti dipengaruhi oleh aspek lokasi, lingkungan, dan fisik. Pembangunan yang terus berkembang menyebabkan perubahan spasial yang signifikan dalam dimensi vertikal. Faktor 2D yang saat ini digunakan tidak dapat mewakili perubahan informasi spasial pada dimensi vertikal. Oleh karena itu, penting untuk memperhitungkan faktor 3D dalam proses penilaian tanah dan properti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor 3D pada penilaian tanah dan properti sebagai dasar penentuan pajak dengan menerapkan metode Hedonic Price Modeling (HPM). Metode HPM dikembangkan untuk penilaian tanah dan properti 3D menggunakan regresi berganda dengan pembelajaran mesin (machine learning). Hasil dari penelitian, menunjukkan bahwa penambahan faktor 3D pada model memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai tanah dan properti. Hal ini didukung oleh hasil validasi menggunakan uji independen t, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara rata-rata nilai pasar dan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Selain itu, penyajian model kota LoD 1, dinilai efektif dalam menggambarkan pola distribusi spasial terkait klasifikasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang tersebar di area studi. Pola yang tergambar dalam model kota tersebut dapat mempermudah pemangku kepentingan dalam memahami tren PBB dalam konteks spasial, sekaligus memudahkan dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan pajak dan perencanaan kota.
Pengembangan Sistem Informasi Lokasi Kejahatan Jalanan di Daerah Istimewa Yogyakarta Diyono, Diyono
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.91254

Abstract

Kejahatan jalanan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan masalah serius di tengah status DIY sebagai kota pelajar dan tujuan pariwisata. Dibangunnya sistem informasi yang menyajikan data kejahatan jalanan di DIY merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah ini. Penyusunan sistem ini terdiri dari tahap perencanaan, analisis kebutuhan, desain konseptual, pengembangan sistem, pengujian, dan pemeliharaan. Sistem informasi ini menyimpan data kejahatan jalanan yang bersumber dari kepolisian pada perangkat manajemen basisdata. Penyusunan konsep create, read, update, dan delete (CRUD) dalam sistem ini memungkinkan data pada basisdata dapat ditambahkan, disunting, dan dihapus oleh pengelola sistem. Hasil pengujian terhadap 5 aspek kebergunaan sistem pada pengguna menghasilkan persentase tingkat persetujuan sebesar 89,51%, sehingga tanggapan pengguna terletak di daerah “setuju” terhadap kebergunaan sistem informasi ini. Sementara itu, hasil pengujian pada pengelola menghasilkan persentase tingkat persetujuan sebesar 90%, sehingga tanggapan pengelola terletak di daerah “setuju” terhadap kebergunaan sistem informasi ini. Dengan demikian, pembuatan sistem informasi ini telah berhasil mendapatkan tanggapan yang baik dalam menyajikan informasi persebaran kejahatan jalanan di DIY.
Ekstraksi Permukiman dari Kombinasi Citra Sentinel-2 dan Sentinel-1 dengan Pendekatan Object-Based Image Analysis Eramudadi, Dias; Rokhmana, Catur Aries
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.91380

Abstract

Informasi yang akurat dan termutakhir mengenai data spasial permukiman skala menengah dibutuhkan berbagai bidang seperti agenda pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana. Namun, ekstraksi informasi spasial untuk permukiman selalu menjadi tantangan karena heterogenitas spasial permukiman yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengekstraksi permukiman dari kombinasi citra Sentinel-2 dan Sentinel-1 menggunakan metode Object-Based Image Analysis (OBIA) dengan platform Google Earth Engine (GEE). Dataset ekstraksi permukiman dibentuk dari 33 fitur kombinasi saluran spektral, indeks spektral dan tekstur. Sementara itu, dataset segmentasi terdiri dari kombinasi indeks spektral UI–NDVI-MNDWI hasil perhitungan Optimum Index Factor (OIF). Segmentasi diproses menggunakan Simple Non-Iterative Clustering (SNIC) dan diklasifikasi dengan algoritma Random Forest (RF). Secara visual, hasil ekstraksi permukiman menunjukkan pola distribusi yang konsisten dengan permukiman peta Rupabumi Indonesia (RBI) skala 1:25000, tetapi memiliki karakter geometri yang berbeda. Oleh karena itu, hasil ekstraksi permukiman belum dapat digunakan secara langsung sebagai data masukan pembuatan peta RBI skala menengah, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai panduan digitasi dan mendukung kontrol kualitas. Selain itu, nilai penting fitur dalam klasifikasi RF juga dianalisis dengan hasil fitur polarisasi VV memiliki kontribusi paling tinggi. Uji akurasi menghasilkan nilai overall accuracy dan F-score sebesar 92%. Hasil ini menunjukkan bahwa model klasifikasi dan metode OBIA di GEE mampu menghasilkan data ekstraksi permukiman dengan akurasi yang tinggi di wilayah dengan landskap yang beragam.
Analisis Laju Erosi di Sub DAS Serayu Hulu Pada Tahun 2022 Menggunakan Sistem Informasi Geografis Salma, Channana Nadiya; Sukmono, Abdi; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.91925

Abstract

DAS Serayu merupakan salah satu dari 108 DAS yang ditetapkan sebagai DAS prioritas pada tahun 2020 – 2024 dikarenakan mengalami penurunan daya dukung. Penurunan daya dukung tersebut salah satunya ditandai dengan peristiwa erosi yang disebabkan oleh aktivitas eksploitasi lahan di bagian hulu DAS Serayu terutama di Sub DAS Serayu Hulu. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan informasi mengenai persebaran laju erosi di Sub DAS Serayu Hulu pada tahun 2022 menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Penentuan laju erosi tersebut memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis raster dengan menggunakan lima parameter meliputi erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), pengelolaan tanaman (C) dan tindakan konservasi lahan (P). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub DAS Serayu Hulu memiliki nilai laju erosi terendah sebesar 0,0169 ton/ha/tahun dengan tutupan lahan sawah di Kecamatan Selomerto sedangkan nilai laju erosi tertingginya sebesar 5.842,6042 ton/ha/tahun yang berada pada tutupan lahan pemukiman di Kecamatan Kejajar. Sub DAS Serayu Hulu didominasi oleh laju erosi >15-60 ton/ha/tahun dimana termasuk ke dalam kelas tingkat bahaya erosi ringan dengan luasan sebesar 5091,359 ha atau sekitar 36,96% dari total luas sub DAS Serayu Hulu. Laju erosi >480 ton/ha/tahun yang masuk ke dalam kelas tingkat bahaya erosi sangat berat memiliki luasan paling kecil sebesar 928,906 ha atau 6,74%.
Pergerakan Vertikal Titik GNSS CORS Pantai Utara Jawa Tengah dan Sekitarnya Tahun 2021-2023 Menggunakan Pengolahan Metode Precise Point Positioning (PPP) Sitaningrum, Alya; Widjajanti, Nurrohmat
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.95957

Abstract

Penurunan tanah di Pantai Utara Jawa Tengah dan sekitarnya menimbulkan kerugian dan berdampak negatif. Mitigasi seperti pemantauan fenomena penurunan tanah di Pantai Utara Jawa Tengah diperlukan khususnya untuk pemantauan pergerakan vertikal dan kecepatannya. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan yaitu Global Navigation Satellite System (GNSS). Saat ini, pengolahan data GNSS dengan metode Precise Point Positioning (PPP) telah banyak digunakan untuk analisis pergerakan vertikal. Berdasarkan koordinat hasil pengolahan data GNSS beberapa tahun dapat ditentukan kecepatan pergerakan vertikalnya. Tujuan penelitian ini untuk menentukan nilai pergerakan vertikal dan kecepatannya pada titik Continuously Operating Reference Stations (CORS) di Pantai Utara Jawa Tengah dan sekitarnya dengan metode PPP. Pemantauan pergerakan vertikal dilakukan pada delapan titik GNSS CORS tahun 2021 s.d. 2023 di Pantai Utara Jawa Tengah yaitu CPKL (Pekalongan), CSMG (Semarang Genuk), CSEM (Semarang), dan CJPR (Jepara) dan di sekitarnya yaitu CBJN (Banjarnegara), CMGL (Magelang), CSLO (Solo), dan CPWD (Purwodadi). Pengolahan data GNSS dengan metode PPP menggunakan perangkat lunak PRIDE PPP-AR sehingga diperoleh estimasi nilai koordinat harian dan simpangan baku. Pergerakan vertikal dan simpangan bakunya diolah dengan metode linear least square sehingga diperoleh nilai kecepatan pergerakan vertikal dan simpangan baku setiap titik CORS kemudian dilakukan uji statistik t-student dengan tingkat kepercayaan 95%. Penurunan tanah tahun 2021 s.d. 2022 terjadi pada titik CPKL, CPWD, CSEM, dan CSMG sedangkan CBJN, CJPR, CMGL, dan CSLO terjadi kenaikan tanah. Tahun 2022 s.d. 2023 dan 2021 s.d. 2023 terjadi penurunan tanah di titik CMGL, CPKL, CPWD, dan CSMG sedangkan CBJN, CJPR, CSEM, dan CSLO mengalami kenaikan tanah. Nilai kecepatan pergerakan vertikal selama tiga tahun berkisar -4,39 s.d. -94,03 mm/tahun sedangkan kenaikannya -4,39 s.d. 96,32 mm/tahun. Penurunan tanah terjadi pada titik CMGL, CPKL, CPWD, dan CSMG. Kenaikan tanah terjadi pada titik CBJN, CJPR, CSEM, dan CSLO berturut-turut sebesar 54,24 mm/tahun, 96,32 mm/tahun, 3,23 mm/tahun, 26,6 mm/tahun.
Pengembangan Sistem Manajemen Data Spasial Aset Jalan Tol (Studi Kasus Ruas Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar) Setyadi, Wawan; Nurhadryani, Yani; Hermadi, Irman
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.97651

Abstract

Jalan tol merupakan infrastruktur yang memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sehingga aset-aset yang terkait dengan jalan tol perlu dikelola dengan baik. Kini, pengelolaan aset jalan tol dinilai sulit karena masih dilakukan secara manual dengan data yang sangat banyak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan Road Asset Management System (RAMS) yang dapat mempermudah pengelolaan aset secara digital. Data yang digunakan merupakan data spasial dan non-spasial aset jalan tol ruas Bakauheni-Terbanggi Besar. Sistem dikembangan menggunakan Y-Model Webgis Methodology (YWDM) dengan bahasa pemrograman HTML, PHP, JavaScript, dan CSS. RAMS yang dikembangkan berupa berupa sebuah WebGIS yang dapat menampilkan visualisasi aset jalan tol pada peta online OpenStreetMap, menambahkan aset baru menggunakan file GeoJSON, mencari dan melihat rincian aset, serta melihat rekap aset dalam bentuk grafik. Data aset seperti identifikasi jalan, ramp, akses, rambu jalan, lampu jalan, dan lainnya dengan total 51 tabel data spasial dan 31 tabel data non-spasial tersimpan dalam basis data PosgreSQL. Pengguna yang dapat mengakses sistem ini terbagi atas dua peran, yaitu admin yang dapat mengelola aset dan publik yang hanya dapat melihat aset. Pengujian fungsionalitas yang dilakukan menunjukkan bahwa sistem dapat berjalan dengan baik.
Analisis Kriteria Jamak dan AHP untuk Evaluasi Kesesuaian Lokasi Pengembangan Kawasan Industri di Kabupaten Wonogiri Salsabila, Fadiya; Santosa, Purnama Budi
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.98131

Abstract

Kabupaten Wonogiri merupakan kabupaten yang menempati urutan kelima sebagai kabupaten/kota terluas di Provinsi Jawa Tengah dengan area seluas kurang lebih 1800 km². Namun, pertumbuhan industri di wilayah ini belum begitu pesat sehingga perlu adanya pengembangan kawasan industri yang memenuhi standar dan arahan tata ruang wilayah. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan lokasi yang sesuai untuk pengembangan kawasan industri kemudian mengevaluasi kesesuaiannya terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Metode yang digunakan adalah analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) serta pengambilan keputusan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kriteria penentuan lokasi yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Perindustrian Nomor 40/M-IND/PER/6/2016 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Kawasan Industri. Proses analisis AHP dilakukan untuk mengetahui nilai bobot masing-masing kriteria. Pembobotan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Expert Choice 11 dan menghasilkan rasio konsistensi sebesar 0,08. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat lahan seluas 1356,806 ha yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan industri. Sedangkan overlay dengan RTRW menunjukkan bahwa lahan paling potensial terletak di Kecamatan Ngadirojo dengan luas 276,756 ha dan proporsi 99,240% dari seluruh kawasan peruntukan industri di wilayah tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 10