cover
Contact Name
Dr. Purnama Budi Santosa
Contact Email
-
Phone
+62274520226
Journal Mail Official
jgise.ft@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Grafika No.2 Kampus UGM, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JGISE-Journal of Geospatial Information Science and Engineering
ISSN : 26231182     EISSN : 26231182     DOI : https://doi.org/10.22146/jgise.51131
Core Subject : Engineering,
JGISE also accepts articles in any geospatial-related subjects using any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. The primary, but not exclusive, audiences are academicians, graduate students, practitioners, and others interested in geospatial research.
Articles 145 Documents
Perancangan Aplikasi Augmented Reality untuk Visualisasi 3D Informasi Pertanahan dan Tata Ruang di Wilayah Urban Yogyakarta Pamungkas, Adrian Nugroho; Aditya, Trias
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.102702

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong inovasi dalam berbagai bidang, termasuk visualisasi data geospasial. Dalam konteks pertanahan dan tata ruang, informasi yang disajikan dalam format 2D sering kali tidak cukup untuk menggambarkan kompleksitas dan dinamika yang terjadi, terutama di daerah urban. Masyarakat umum sering mengalami kesulitan dalam membaca dan menginterpretasikan informasi pertanahan dan tata ruang, yang mengakibatkan minimnya perhatian terhadap proses perencanaan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi Augmented Reality (AR) yang dapat memvisualisasikan informasi pertanahan dan tata ruang dalam bentuk 3D di Kelurahan Terban dan Kotabaru, Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis kebutuhan pengguna hingga pengujian black-box untuk memastikan fungsionalitas aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi yang dirancang mampu menyajikan informasi secara interaktif dan realistis, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pengguna terhadap informasi pertanahan dan tata ruang yang kompleks. Berdasarkan pengujian black-box, dari 13 fitur yang diuji, 12 fitur berhasil berfungsi dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, aplikasi AR ini memiliki potensi yang baik dalam menyampaikan informasi pertanahan dan tata ruang. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi AR di Indonesia, khususnya dalam konteks pertanahan dan tata ruang, serta membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut dalam penerapan teknologi serupa di bidang lainnya.
Deteksi Penurunan Muka Tanah Menggunakan Data SAR (Synthetic Aperture Radar) Sentinel-1 di Kota dan Kabupaten Tegal Priambodho, Gagah Agung; Panuntun, Hidayat
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.102952

Abstract

Fenomena penurunan muka tanah (PMT) pada beberapa tahun terakhir kerap terjadi di daerah-daerah yang terletak di pesisir pantai utara Jawa seperti Jakarta, Semarang, dan Demak. Kota Tegal merupakan wilayah yang terletak di pesisir pantai utara Jawa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tegal. Fenomena PMT yang terjadi di Kota Tegal telah diamati menggunakan metode GNSS pada titik stasiun CORS CTGL. Namun, metode GNSS kurang efektif digunakan untuk melakukan pengamatan PMT dikarenakan metode ini melakukan pengukuran berbasis titik sedangkan PMT terjadi secara areal. Salah satu metode pengamatan berbasis satelit radar yaitu InSAR dapat digunakan untuk melakukan pengamatan PMT dengan hasil cakupan spasial yang luas. Metode ini dapat dikombinasikan menggunakan teknik SBAS untuk meningkatkan akurasi hasil pengolahan. Pengolahan menggunakan metode ini dapat dilakukan dengan perangkat lunak LiCSBAS yang memanfaatkan data interferogram dari LiCSAR pada arah orbit ascending dan descending. Dilakukan ekstraksi 2,5D untuk memperoleh nilai komponen vertikal yang lebih merepresentasikan penurunan maupun kenaikan muka tanah.  Kegiatan ini dilakukan untuk mendeteksi penurunan muka tanah yang terjadi di Kabupaten Tegal dan mencakup Kota Tegal yang selanjutnya disebut sebagai daerah Tegal. PMT yang terjadi diamati berdasarkan hasil analisis deret waktu InSAR dan ekstraksi 2.5D menggunakan perangkat lunak LiCSBAS. Hasil pengolahan berhasil mendeteksi penurunan muka tanah yang terjadi di area sebelah utara dan kenaikan muka tanah terjadi di area sebelah selatan daerah Tegal. Nilai penurunan yang terjadi mencapai -207,78 mm dan nilai kenaikan yang terjadi mencapai 88,91 mm. Nilai penurunan dan kenaikan yang disajikan merupakan nilai cumulative vertical displacement yang didapatkan dari periode hasil pengolahan.
Evaluasi Pembangunan Konstruksi Jalan Tol Menggunakan BIM Design dari Gambar Konstruksi dan BIM As-Built dari Survey Fotogrametri Pratiwi, Dasita Meygan; Andaru, Ruli
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.104154

Abstract

Penerapan Building Information Modelling (BIM) di Indonesia masih terbatas digunakan pada proyek besar dan tahapan pra konstruksi saja. BIM seharusnya diterapkan secara menyeluruh dari perencanaan hingga pemeliharaan aset dengan terintegrasi untuk memastikan kualitas dan akurasi hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pembangunan konstruksi melalui perbandingan BIM design dan BIM as-built. BIM design dibuat berdasarkan data rencana (shop drawing) dan topografi awal, sedangkan BIM as-built dibuat berdasarkan data pemotretan objek terbangun dengan teknik fotogrametri SfM-MVS dan pengukuran lapangan. Evaluasi konstruksi dilakukan secara geometrik dengan membandingkan dimensi, posisi dan bentuk model berdasarkan nilai RMSE dan secara semantik berdasarkan perbandingan kelengkapan informasi pada perencanaan dan realisasi terbangun. Penelitian ini mengkaji pembangunan konstruksi overpass pada proyek jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung (KAPB) STA 71+429 yang berlokasi di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian pada aspek geometrik antara perencanaan dan realisasi terbangun yaitu perbedaan dimensi sebesar 2,4 cm pada 35 sampel data, perbedaan posisi sebesar 10 cm pada 40 sampel data dan perbedaan bentuk struktur dengan eror sebesar 20 % pada 10 sampel data. Pada aspek semantik menunjukkan BIM as-built memiliki kualitas informasi yang lebih lengkap dan terperinci dibandingkan hasil BIM design. Hasil Level of Detail (LoD) dan Level of Information (LOI) berdasarkan evaluasi aspek geometrik dan semantik menunjukkan bahwa LoD BIM design dan BIM as-built berada pada level yang sama, sedangkan LOI pada BIM as-built lebih tinggi 2 tingkat dari BIM design. Penelitian ini menegaskan bahwa penting adanya integrasi dan evaluasi menyeluruh pada proses BIM untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi konstruksi. 
Oil Palm Plantation Expansion: Changes in Agrarian Structure and Food Security of Rural Households in Kanamit Village Suprojo, Baskara; Affandi, Muhamad Irfan
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.108086

Abstract

Oil palm is the leading cash crop with the and most extensive cultivation in the tropics, especially in Indonesia. The area of oil palm plantations in Pulang Pisau Regency covers 17,031.63 ha, with 2,762.32 ha allocated to smallholders and the remainder to private estates. The expansion of oil palm plantations is of interest to conduct a study in Kanamit Village, which is adversely affected by the agrarian structure and its impact on food security. This research employs a mixed-methods approach, combining quantitative methods to assess food security and qualitative methods to describe changes in agrarian structure. The results show that there have been changes in land ownership, control, use, and utilization due to the entry of private estates. The food security of the community is mainly in the vulnerable category, with the proportion of food expenditure >60%, while the level of energy consumption (TKE) is <80%. The integration of agrarian structure and food security decision-makingin this research can serve as a decision-making tool for stakeholders to take action in protecting the community's needs in Kanamit Village or other areas.
Elevation Accuracy Assessment of Aerial LiDAR against Total Station for Topographic Mapping under Diverse Terrain Conditions Azizi, Iqbal Hanun; Santosa, Purnama Budi; Sobasita, Fadila; Widjajanti, Nurrohmat
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.111637

Abstract

Topographic mapping requires precise three-dimensional (3D) coordinates for geospatial applications. Conventional terrestrial surveys using Total Station (TS) and GNSS-RTK provide reliable accuracy but are time-consuming. Aerial LiDAR offers a faster alternative by generating high-density point clouds with wide coverage, although its accuracy must be evaluated. This study assesses the elevation accuracy of LiDAR compared to TS across six terrain categories: open ground surface, vegetation-covered surface, road section, sparsely populated settlement, densely populated settlement, and river. Data acquisition employed a 1 m grid to align horizontal coordinates and focused on elevation values. The evaluation included descriptive statistics, elevation difference histograms, Root Mean Square Error (RMSE), and linear correlation analysis. Results indicate that LiDAR achieved high accuracy in open ground and road sections, with low RMSE and correlation values equal to one. Accuracy decreased in settlements due to roof and wall reflections, and in dense vegetation where laser pulses were blocked by canopy. Despite these limitations, LiDAR effectively represented contour patterns after filtering, classification, and breakline addition. In rivers, LiDAR produced the largest deviations caused by water reflectivity, while TS remained precise for riverbed elevations. This study demonstrates that LiDAR is highly effective for mapping open areas and roads, applicable in settlements with further processing, and still useful in vegetated terrain through its multiple-return capability. However, water bodies require TS validation as a precision reference. Overall, LiDAR provides efficient wide-area data acquisition, while TS continues to serve as the precision standard in complex conditions under ISO/IEC 17025. The application of ISO/IEC 17025 is essential to ensure that measurement, calibration, and data validation comply with principles of accuracy, traceability, and uncertainty control, thereby making topographic mapping results accountable.