cover
Contact Name
Dr. Purnama Budi Santosa
Contact Email
-
Phone
+62274520226
Journal Mail Official
jgise.ft@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Grafika No.2 Kampus UGM, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JGISE-Journal of Geospatial Information Science and Engineering
ISSN : 26231182     EISSN : 26231182     DOI : https://doi.org/10.22146/jgise.51131
Core Subject : Engineering,
JGISE also accepts articles in any geospatial-related subjects using any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. The primary, but not exclusive, audiences are academicians, graduate students, practitioners, and others interested in geospatial research.
Articles 136 Documents
Analisis Laju Erosi di Sub DAS Serayu Hulu Pada Tahun 2022 Menggunakan Sistem Informasi Geografis Salma, Channana Nadiya; Sukmono, Abdi; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.91925

Abstract

DAS Serayu merupakan salah satu dari 108 DAS yang ditetapkan sebagai DAS prioritas pada tahun 2020 – 2024 dikarenakan mengalami penurunan daya dukung. Penurunan daya dukung tersebut salah satunya ditandai dengan peristiwa erosi yang disebabkan oleh aktivitas eksploitasi lahan di bagian hulu DAS Serayu terutama di Sub DAS Serayu Hulu. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan informasi mengenai persebaran laju erosi di Sub DAS Serayu Hulu pada tahun 2022 menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Penentuan laju erosi tersebut memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis raster dengan menggunakan lima parameter meliputi erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), pengelolaan tanaman (C) dan tindakan konservasi lahan (P). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub DAS Serayu Hulu memiliki nilai laju erosi terendah sebesar 0,0169 ton/ha/tahun dengan tutupan lahan sawah di Kecamatan Selomerto sedangkan nilai laju erosi tertingginya sebesar 5.842,6042 ton/ha/tahun yang berada pada tutupan lahan pemukiman di Kecamatan Kejajar. Sub DAS Serayu Hulu didominasi oleh laju erosi >15-60 ton/ha/tahun dimana termasuk ke dalam kelas tingkat bahaya erosi ringan dengan luasan sebesar 5091,359 ha atau sekitar 36,96% dari total luas sub DAS Serayu Hulu. Laju erosi >480 ton/ha/tahun yang masuk ke dalam kelas tingkat bahaya erosi sangat berat memiliki luasan paling kecil sebesar 928,906 ha atau 6,74%.
Pergerakan Vertikal Titik GNSS CORS Pantai Utara Jawa Tengah dan Sekitarnya Tahun 2021-2023 Menggunakan Pengolahan Metode Precise Point Positioning (PPP) Sitaningrum, Alya; Widjajanti, Nurrohmat
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.95957

Abstract

Penurunan tanah di Pantai Utara Jawa Tengah dan sekitarnya menimbulkan kerugian dan berdampak negatif. Mitigasi seperti pemantauan fenomena penurunan tanah di Pantai Utara Jawa Tengah diperlukan khususnya untuk pemantauan pergerakan vertikal dan kecepatannya. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan yaitu Global Navigation Satellite System (GNSS). Saat ini, pengolahan data GNSS dengan metode Precise Point Positioning (PPP) telah banyak digunakan untuk analisis pergerakan vertikal. Berdasarkan koordinat hasil pengolahan data GNSS beberapa tahun dapat ditentukan kecepatan pergerakan vertikalnya. Tujuan penelitian ini untuk menentukan nilai pergerakan vertikal dan kecepatannya pada titik Continuously Operating Reference Stations (CORS) di Pantai Utara Jawa Tengah dan sekitarnya dengan metode PPP. Pemantauan pergerakan vertikal dilakukan pada delapan titik GNSS CORS tahun 2021 s.d. 2023 di Pantai Utara Jawa Tengah yaitu CPKL (Pekalongan), CSMG (Semarang Genuk), CSEM (Semarang), dan CJPR (Jepara) dan di sekitarnya yaitu CBJN (Banjarnegara), CMGL (Magelang), CSLO (Solo), dan CPWD (Purwodadi). Pengolahan data GNSS dengan metode PPP menggunakan perangkat lunak PRIDE PPP-AR sehingga diperoleh estimasi nilai koordinat harian dan simpangan baku. Pergerakan vertikal dan simpangan bakunya diolah dengan metode linear least square sehingga diperoleh nilai kecepatan pergerakan vertikal dan simpangan baku setiap titik CORS kemudian dilakukan uji statistik t-student dengan tingkat kepercayaan 95%. Penurunan tanah tahun 2021 s.d. 2022 terjadi pada titik CPKL, CPWD, CSEM, dan CSMG sedangkan CBJN, CJPR, CMGL, dan CSLO terjadi kenaikan tanah. Tahun 2022 s.d. 2023 dan 2021 s.d. 2023 terjadi penurunan tanah di titik CMGL, CPKL, CPWD, dan CSMG sedangkan CBJN, CJPR, CSEM, dan CSLO mengalami kenaikan tanah. Nilai kecepatan pergerakan vertikal selama tiga tahun berkisar -4,39 s.d. -94,03 mm/tahun sedangkan kenaikannya -4,39 s.d. 96,32 mm/tahun. Penurunan tanah terjadi pada titik CMGL, CPKL, CPWD, dan CSMG. Kenaikan tanah terjadi pada titik CBJN, CJPR, CSEM, dan CSLO berturut-turut sebesar 54,24 mm/tahun, 96,32 mm/tahun, 3,23 mm/tahun, 26,6 mm/tahun.
Pengembangan Sistem Manajemen Data Spasial Aset Jalan Tol (Studi Kasus Ruas Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar) Setyadi, Wawan; Nurhadryani, Yani; Hermadi, Irman
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.97651

Abstract

Jalan tol merupakan infrastruktur yang memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sehingga aset-aset yang terkait dengan jalan tol perlu dikelola dengan baik. Kini, pengelolaan aset jalan tol dinilai sulit karena masih dilakukan secara manual dengan data yang sangat banyak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan Road Asset Management System (RAMS) yang dapat mempermudah pengelolaan aset secara digital. Data yang digunakan merupakan data spasial dan non-spasial aset jalan tol ruas Bakauheni-Terbanggi Besar. Sistem dikembangan menggunakan Y-Model Webgis Methodology (YWDM) dengan bahasa pemrograman HTML, PHP, JavaScript, dan CSS. RAMS yang dikembangkan berupa berupa sebuah WebGIS yang dapat menampilkan visualisasi aset jalan tol pada peta online OpenStreetMap, menambahkan aset baru menggunakan file GeoJSON, mencari dan melihat rincian aset, serta melihat rekap aset dalam bentuk grafik. Data aset seperti identifikasi jalan, ramp, akses, rambu jalan, lampu jalan, dan lainnya dengan total 51 tabel data spasial dan 31 tabel data non-spasial tersimpan dalam basis data PosgreSQL. Pengguna yang dapat mengakses sistem ini terbagi atas dua peran, yaitu admin yang dapat mengelola aset dan publik yang hanya dapat melihat aset. Pengujian fungsionalitas yang dilakukan menunjukkan bahwa sistem dapat berjalan dengan baik.
Analisis Kriteria Jamak dan AHP untuk Evaluasi Kesesuaian Lokasi Pengembangan Kawasan Industri di Kabupaten Wonogiri Salsabila, Fadiya; Santosa, Purnama Budi
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.98131

Abstract

Kabupaten Wonogiri merupakan kabupaten yang menempati urutan kelima sebagai kabupaten/kota terluas di Provinsi Jawa Tengah dengan area seluas kurang lebih 1800 km². Namun, pertumbuhan industri di wilayah ini belum begitu pesat sehingga perlu adanya pengembangan kawasan industri yang memenuhi standar dan arahan tata ruang wilayah. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan lokasi yang sesuai untuk pengembangan kawasan industri kemudian mengevaluasi kesesuaiannya terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Metode yang digunakan adalah analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) serta pengambilan keputusan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kriteria penentuan lokasi yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Perindustrian Nomor 40/M-IND/PER/6/2016 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Kawasan Industri. Proses analisis AHP dilakukan untuk mengetahui nilai bobot masing-masing kriteria. Pembobotan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Expert Choice 11 dan menghasilkan rasio konsistensi sebesar 0,08. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat lahan seluas 1356,806 ha yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan industri. Sedangkan overlay dengan RTRW menunjukkan bahwa lahan paling potensial terletak di Kecamatan Ngadirojo dengan luas 276,756 ha dan proporsi 99,240% dari seluruh kawasan peruntukan industri di wilayah tersebut.
Analisis Pemodelan Genangan Banjir Akibat Luapan Sungai Kupang Hasyim, Faisal Ammar
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.90748

Abstract

Banjir sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Pekalongan. Kajian InaRISK BNPB menyatakan bahwa semua kecamatan di Kota Pekalongan memiliki potensi bahaya banjir dengan tingkat sedang hingga tinggi. Keberadaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kupang merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap banjir di Kota Pekalongan. Seiring berjalannya waktu, DAS Kupang mengalami perubahan penggunaan lahan yang dapat mengurangi kemampuannya sebagai daerah resapan air. Genangan banjir sering terjadi saat Sungai Kupang meluap akibat hujan deras dan pasang air laut. Data dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa Sungai Kupang telah meluap dan menyebabkan banjir sebanyak delapan kali dari tahun 2016 hingga 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap debit puncak di DAS Kupang melalui pemodelan debit menggunakan program HEC-HMS dengan metode Soil Conservation Services yang diterapakan pada kondisi penggunaan lahan tahun 2019, 2021, dan 2023. Debit hasil pemodelan digunakan dalam pemodelan banjir menggunakan program HEC-RAS. Analisis hasil pemodelan banjir didasarkan pada perbedaan data debit dan tinggi air laut yang digunakan dan dampaknya terhadap penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap debit puncak di DAS Kupang. Hasil pemodelan banjir menunjukan bahwa luapan Sungai Kupang tetap terjadi pada kondisi debit dan tinggi air laut minimum namun akan meluas pada kondisi debit dan tinggi air laut maksimum. Luapan Sungai Kupang paling banyak melanda Kecamatan Pekalongan Utara, khususnya terhadap badan air atau tambak dan pemukiman.
Sentinel-2 Satellite Image Processing using Machine Learning Algorithms of the Manombo Nature Reserve Tsaramanana, Valerien Eugene
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.94152

Abstract

This paper is based on the fields of satellite image processing and analysis using Sentinel-2 satellite images with machine learning algorithms under Google Earth Engine for the study of land cover evolution in the Manombo Madagascar, nature reserve. The objectives of the study are to identify the elements that occupy the land in the reserve. During our experiments, we compared the best machine learning algorithm using CART, Random Forest, Naive Bayes, SVM to determine the best machine learning algorithm for our Sentinel-2 data. So, we have proposed a methodology to do the treatment and in the end we have treatment results. From our treatments, we can conclude that the use of Random Forest classifier gave the most accuracy on the correct classification.  
Low-cost alternative flood modeling using CHIRPS data in the Way Garuntang Catchment, Bandar Lampung, Indonesia Sahid, Sahid; Nana, Yanto Putri; Fahmi, Aziz; M Gilang, Mardika Indra; Ferial, Asferizal; Syukry, Zein Akbar; Wiedad, Diyaulhaq; Devi, Yunida
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.94307

Abstract

Floods are hydro-meteorological events that could impact economic losses and threaten human life. Floods are events where water overflows in potential areas due to exceeding the river's capacity. Flood modeling is the key in reducing the impact of losses resulting from flood disasters. Satellite-based rainfall data provides data with spatial and temporal distribution that has the potential to be an alternative as input in flood modeling. The availability of satellite rainfall data as input for flood modeling certainly requires an assessment of the modeling results' accuracy level. This research aims to investigate the performance of flood inundation modeling using CHIRPS data. The accuracy value of flood modeling results is calculated by comparing flood modeling results through Snyder-Alexejev synthetic unit hydrograph discharge calculations, which are then applied to 2D flood hydraulic modeling using HEC-RAS. The findings indicate that as an alternative to rainfall station data to model flood inundation, Chirps data have a level of accuracy that can be considered. Even though there are differences in the extent and depth of flood inundation between CHIRPS data and observation rainfall stations data, the results of modeling with CHIRPS data can contribute to mapping potential flood-prone areas.
Pemetaan Laju Erosi Daerah Aliran Sungai Serayu Terhadap Pendangkalan Waduk Mrica Tahun 2018-2022 Berbasis Citra Satelit Sentinel-2 Surya Laksana, Matias Ronaldo Dimas; Azzuhdi, Muhammad Rofid; Hadi, Firman; Qoyimah, Shofiyatul
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.95299

Abstract

Waduk Mrica merupakan infrastruktur vital yang berperan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), sumber irigasi, pengendali banjir di bagian hilir, dan perikanan. Kemampuan waduk untuk menjalankan fungsinya tergantung pada kapasitas penyimpanannya, yang dipengaruhi oleh tingkat sedimentasi akibat erosi pada Daerah Aliran Sungai (DAS). Untuk mengatasi masalah pendangkalan dan dampak erosi tanah, diperlukan pemahaman mendalam mengenai tingkat bahaya erosi dan nilai sedimentasi dalam periode waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai laju erosi di DAS Serayu dan dampaknya terhadap pendangkalan Waduk Mrica dalam rentang waktu 2018-2022 dengan memanfaatkan citra satelit Sentinel-2. Penelitian meliputi prediksi laju erosi DAS Serayu menggunakan metode Universal Soil Loss Equation, kemudian dilakukan estimasi kedalaman Waduk Mrica dengan algortima Random Forest yang dikalibrasi dengan data perekaman batimetri in situ. Hasil penelitian ini menunjukkan estimasi kedalaman menggunakan citra Sentinel-2 mampu memberikan informasi kedalaman 0-25 m di Waduk Mrica pada periode 2018-2022, dengan nilai R2 pada rentang 0,83-0,92, MAE pada rentang 0,367-0,593, RMSE pada rentang 0,819-1,401 m. Hasil penelitian menunjukkan tren penurunan total volume Waduk Mrica dari tahun 2018 hingga 2022, menandakan berkurangnya kapasitas penyimpanan waduk. Terjadi variasi laju erosi, total erosi, dan sediment yield di DAS Serayu selama periode tersebut. Sub DAS Serayu Hulu secara konsisten menjadi kontributor terbesar terhadap total erosi dibanding Sub DAS lainnya. Terdapat hubungan antara sedimen hasil erosi DAS Serayu dan pendangkalan Waduk Mrica pada tahun 2019 dan 2020, tetapi pada tahun 2021 dan 2022 terjadi ketidaksesuaian di mana sedimen DAS meningkat sedangkan sedimen waduk menurun yang disebabkan adanya tindakan pengendalian sedimen waduk.
Pendefinisian Koordinat Titik Stasiun GMU2 pada International Terrestrial Reference Frame (ITRF) 2020 Menggunakan Titik Ikat International GNSS Service (IGS) Kresnawan, Dicky Satria; Panuntun, Hidayat
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.98257

Abstract

Universitas Gadjah Mada memiliki dua titik stasiun Continuous Operating Reference System (CORS) dengan nama GMU1 dan GMU2. Titik GMU2 belum memiliki koordinat definitif karena stasiun tersebut masih baru dan belum dilakukan pengolahan data untuk mendapatkan koordinat definitifnya. Titik GMU2 tidak bisa dimanfaatkan untuk kegiatan penentuan posisi apabila koordinat definitif titik tersebut belum didefinisikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan koordinat definitif dari titik GMU2. Penelitian ini menggunakan data pengamatan GNSS selama 30 hari tanggal 6 Januari hingga 4 Februari 2024 atau Day of Year (DOY) 6 s.d. 35. Pengecekan kualitas data pengamatan menggunakan perangkat lunak TEQC. Pengecekan kualitas data dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari multipath dan delay yang disebabkan oleh ionosfer. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak GAMIT & GLOBK 10.71. Pengolahan titik GMU2 menggunakan 10 titik ikat IGS yang diolah sesuai standar orde 0. Hasil pengecekan kualitas data menunjukkan bahwa nilai MP1 dan MP2 titik GMU2 di bawah 0,5 meter. Nilai tersebut mengindikasikan pengaruh multipath di titik GMU2 minimal. Nilai IOD slips mengindikasikan bahwa data hasil perekaman tidak terpengaruh delay ionospher. Hasil pengolahan dengan menggunakan titik ikat 10 stasiun IGS menghasilkan nilai koordinat kartesius tiga dimensi (X, Y, Z) untuk titik GMU2 berturut-turut beserta simpangan bakunya adalah –2200143,9034 m +5,5 mm; 5924784,8966 m +12 mm; –857058,0378 m +3,4 mm. Nilai koordinat geodetik (φ, λ, h) beserta simpangan bakunya berturut-turut adalah –7,7740809854o +0,000101”; 110,3722668808o  +0,000108”; 201,9747 m +12,9 mm. Nilai koordinat UTM zona 49S (E, N, U) berturut-turut adalah 430785,4293 m +3,3 mm; 9140626,4215 m +3,1 mm; 201,9692 m +12,9 mm.
Pemetaan Tingkat Keparahan Area Kebakaran Hutan di Gunung Lawu Menggunakan Citra Landsat 9 Salsabella, Rachmanita Isna; Arrofiqoh, Erlyna Nour
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 7, No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.100721

Abstract

Kebakaran hutan merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di Indonesia dan memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan, ekosistem, serta kehidupan masyarakat sekitar. Pada tahun 2023, total luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan di Indonesia mencapai 994.113,18 hektar yang tersebar di berbagai provinsi, termasuk kawasan Gunung Lawu yang terletak di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hutan di Gunung Lawu sering terjadi kebakaran. Tahun 2023 terjadi kebakaran di hutan Gunung Lawu pada 30 Agustus hingga 29 September 2023. Kebakaran hutan yang terjadi di Gunung Lawu menyebabkan kerusakan ekosistem, termasuk hilangnya vegetasi, terganggunya habitat flora dan fauna, serta berisiko bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, diperlukan informasi yang akurat sebagai referensi untuk upaya mitigasi, rehabilitasi, pemulihan dan evaluasi pasca kebakaran hutan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat keparahan kebakaran hutan di Gunung Lawu dengan menggunakan citra satelit landsat 9. Pada penelitian ini pengolahan citra dilakukan dengan metode Normalize Burn Ratio (NBR). Proses NBR melibatkan analisis terhadap nilai reflektan dari dua saluran spektral yaitu NIR (Near Infrared) dan SWIR (Shortwave Infrared) yang memungkinkan identifikasi perubahan signifikan pada area yang terbakar. Perhitungan dilakukan terhadap citra sebelum dan sesudah kebakaran untuk mendapatkan nilai selisih (ΔNBR) yang digunakan untuk mengklasifikasikan area kebakaran berdasarkan tingkat keparahannya. Hasil penelitian ini yaitu peta tingkat keparahan kebakaran hutan tahun 2023 di Gunung Lawu. Luas total area kebakaran di Gunung Lawu mencapai 3.043,83 hektar. Perhitungan akurasi menggunakan metode matriks konfusi menghasilkan akurasi keseluruhan sebesar 76,92%.