cover
Contact Name
Gede Pasek Putra Adnyana Yasa, SST., M.Sn.
Contact Email
pasekputra@std-bali.ac.id
Phone
+6285792402926
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Tukad Batanghari No 29 Panjer, Denpasar, Bali, Indonesia 80225
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Da Moda
ISSN : 27150607     EISSN : 27150585     DOI : https://doi.org/10.35886/damoda
Core Subject : Art,
Ruang lingkup artikel dalam Jurnal Da Moda meliputi ontology ilmiah, epistemology dan aksioma Desain Mode (DM), yang meliputi: (a) semiotika visual, (b) ikonografi, (c) ilustrasi, (d) (e) fotografi, (f) Tata Busana (g) Desain Fashion, (h) strategi branding, (i) Fashion Jurnalis, (j) Fashion produt, (k) fashion busines (l) visual mercandhising, (m) desain aksesoris (n) fashion Stylish, (o)Fashion marketing, (p)Desain Tekstil , (q) Tekstil (r) Fashion event, metode pendidikan dalam pengajaran Desain Mode , (t) masalah budaya terkait dengan Desain fashion.
Articles 56 Documents
TRANSFORMASI FOTO MANEKIN MENJADI FOTO MODEL MENGGUNAKAN AI
Jurnal Da Moda Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Da Moda Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v5i2.703

Abstract

The use of AI has revolutionized processes in various industries, including in the fashion industry. This article discusses how to transform a photo of a clothing mannequin into a realistic AI model. This article was compiled through trial using weshop and photoshop applications. The result: 1) Detail prompt; 2) Mannequin photo or pose reference: 3) Mannequin type (half body, full body, static, movable); 4) The placement of mannequins (indoor or outdoor) greatly influences AI results. Business-wise, these AI images can be used for clothing presentations, or as an alternative to photos of social media content, providing an unlimited variety of models. This article is expected to provide a brief overview of the benefits of AI for clothing photos.
PERAN NARASI DALAM MEMBENTUK ELEMEN VISUAL DISTINCTION PADA DESAIN PAKAIAN PANGERAN FREYJADOUR FALENAS DI GAME SUIKODEN V
Jurnal Da Moda Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Da Moda Oktober 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v5i1.737

Abstract

Pada setiap proses perancangan desain karakter, terdapat 3 elemen yang perlu diperhatikan serta dipastikan penerapannya ke dalam rancangan karakter. 3 elemen tersebut yakni: inner life, visual distinction, serta expressive traits. Dalam kaitan ini, visual distinctionatau perbedaan visual dapat diartikan sebagai perbedaan visualisasi antara satu karakter dengan karakter lainnya, melalui wujud visual seperti postur tubuh serta pakaian yang dikenakan oleh karakter tersebut. Lebih lanjut, setelan pakaian dari karakter utama dari gameSuikoden V, Pangeran Freyjadour Falenas. Dapat dinilai sebagai penerapan elemen visual distinction. Melalui metode penelitian kualitatif, tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana narasi membantu membentuk penerapan visual distinction pada setelan pakaian yang dikenakan oleh karakter pangeran Frey. Kata Kunci: Desain karakter, Visual distinction, Suikoden V
PAKAIAN PENGHULU SUKU TANJUNG DI NAGARI LIMAU MANIH KOTA PADANG
Jurnal Da Moda Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Da Moda Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v5i2.969

Abstract

The background of this study is the cultural diversity in Minangkabau. Currently, headman clothes are not well understood by the community, especially the young generation, who is the successor of Mingkabau culture, one of which is regarding the shape and meaning contained in headman clothes. This study aims to describe the shape and meaning contained in headman clothes. The method used in this study was a qualitative descriptive method. The data collection techniques were observations, interviews, and documentation. Data used were primary data, including the shape and meaning of headman clothes, and secondary data including books, journals, and references related to the study. The instrument of the study was the researcher herself. The data analysis techniques in collecting data were data reduction, data presentation, and drawing conclusions. For the validity of data, data were obtained by triangulation. The results of the study showed that Haeadman clothes in Nagari Limau Manih are black shirts with wide sleeves, wide necks, and no buttons, and black trousers with wide legs and no pockets. Saluak, sisampiang, shawl, and cawek are made from songket cloth, which is a typical Minangkabau cloth. The headman wears accessories in the form of keris, cawek, and stick. (2) Meaning reflects the personal behavior of the headman and becomes a source of pride for the local community, which can be seen from their clothing. Penelitian ini dilatar belakangi dengan keberagaman kebudayaan di Minangkabau. Pakaian Penghulu pada saat ini kurang dipahami oleh masyarakat khususnya generasi muda yang merupakan penerus dari budaya Minangkabau salah satunya tentang bentuk dan makna yang terkandung dalam pakaian Penghulu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna yang terkandung dalam pakaian penghulu di Nagari Limau manih Kota Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang digunakan adalah data primer meliputi bentuk, dan makna pakaian adat Penghulu di Nagari Limau Manih Kota Padang.dan sekunder meliputi buku, jurnal atau referensi yang berkaitan dengan penelitian. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data yang dilakukan dalam pengumpulan data yaitu dengan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk keabsahan data diperoleh melalui triangulasi. Hasil penelitian yang ditemukan yaitu (1) Pakaian penghulu di Nagari Limau manih memiliki bentuk baju hitam yang memiliki lengan lebar, bagian lehernya lebar dan tidak menggunakan kancing. celana hitam yang pada ujung kakinya lebar dan tidak menggunakan saku. Saluak,sisampiang, selendang dan cawek yang terbuat dari kain songket yang merupakan kain khas Minangkabau. Menggunakan aksesesoris berupa keris, cawek dan tongkat. (2) Makna yang mencerminkan tingkah laku pribadi seorang penghulu dan menjadi kebanggaan identitas bagi masyarakat setempat yang dapat dilihat dari bentuk busananya.
THE USE OF TYPES OF KUPNAT IN ADULT WOMEN'S CLOTHING TO EXPLORE COOPERATIVE METHODS AND PATTERN BREAKING EXERCISES IN PATTERN AND SEWING LECTURES
Jurnal Da Moda Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Da Moda Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v5i2.992

Abstract

This study aims to improve the teaching process to students, in this study cooperative methods and exercises are used. The selection of this method is very suitable to facilitate the learning process and improve the easy way of teaching with this method. This method will improve student learning outcomes, because by working together to design a pattern of difficulties faced will be easily solved together in the group, after that it is expected to be able to carry out exercises to facilitate, and their abilities will continue to increase in accordance with the competencies and targets that have been set. The pattern breaking method applied is the pivot method and the slash method. The pivot method is a pattern breaking method, by moving the cupnats to various corners following the design, so that they become decorative lines such as cup, princess, empire, yoke and so on. While the slash method is a polishing / pattern breaking design system by cutting certain parts to increase the distance that is useful for making wrinkles, smooth pleats or decorative lines. Like the model in the pivot method. In addition to data on the value of learning outcomes, interviews were also conducted, to strengthen the answers to the positive tendencies that have been obtained in learning using cooperative methods and exercises. This learning target and the results of the interviews have mutually supported the success of learning during the research. Key words : Design pattern, pivot method, slash method
PERANCANGAN BUSANA WANITA DEWASA DENGAN MENGKLASIFIKASIKAN BENTUK BADAN SESUAI JENIS
Jurnal Da Moda Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Da Moda Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v5i2.1050

Abstract

Penampilan dalam berbusana merupakan modal yang utama dalam menunjukan jati diri seseorang terutama bagi seorang wanita. Berpenampilan bersih, cantik dan sempurna merupakan harga mutlah untuk perempuan dalam berpenampilan, namun berpenampilan yang dikatakan sempurna sering diidentikan dengan wanita dengan bentuk badan ideal. Memiliki pinggang yang kecil, badan dan panggul yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil akan selalu terlihat sempurna menggunakan jenis busana apapun. Stigma tersebut membuat perempuan terkadang tidak percaya diri akan bentuk badannya yang tidak sempurna. Berbagai literature fashion menggolongkan bentuk badan wanita menjadi beberapa jenis, dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Setelah diperhatikan perempuan hanya memandang kekurangan dari bentuk badannya saja, lalu menganggap dirinya tidak dapat berpenampilan sempurna layaknya wanita dengan bentuk badan ideal. Padahal setelah di amati dengan menutupi kekurangan yang dimiliki dan menonjolkan kelebihan dalam tubuh dapat membuat wanita dengan berbagai bentuk badan berpenampilan sempurna. Menggunakan potongan busana yang tepat sesuai dengan jenis bentuk badan dan bagian badan yang baik untuk ditonjolkan dapat mengalihkan perhatian orang yang melihat. Selain itu memilih jenis kain, ketebalan kain, warna dan motif kain juga harus diperhatikan ketika ingin berpenampilan sempurna dengan bentuk badan yang kurang sempurna. Pemilihan busana dengan potongan dan bahan yang tepat juga beriringan dengan style yang baik sehingga penampilan tidak terkesan berantakan. Memahami kelebihan dan kekurangan setiap bentuk badan menjadi kunci seorang wanita akan dapat berpenampilan sempurna dan terlihat ideal. Kata kunci: penampilan, bentuk badan, busana
CO-BRANDING FASHION DAN GAME SEBAGAI STRATEGI KREATIF PEMASARAN BERKELANJUTAN
Jurnal Da Moda Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Da Moda Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v5i2.1060

Abstract

Sebagai sebuah industri di era digital yang terus berkembang, brand fashion perlu untuk tetap relevan dalam mempromosikan produk fashion-nya kepada masyarakat. Co-branding menjadi salah satu strategi pemasaran kreatif dalam membangun sebuah brand. Kolaborasi terbuka lebar tatkala kebutuhan dalam menghasilkan revenue bersinggungan dengan aspek mendasar pemasaran hijau yang menuntut pola minim karbon dalam industri terkait. Melalui co-branding yang juga efektif meningkatkan kepekaan brand pada kepentingan konsumen, game sebagai salah satu industri yang turut melesat valuasinya dalam satu dekade terakhir memiliki peran signifikan. Hal ini menjadi solusi dalam penerapan co-branding bagi industri fashion dan industri game sebagai strategi promosi terkini yang memanfaatkan ruang virtual yang tentunya memberi dampak positif pada penurunan emisi karbon seperti yang digaungkan dalam pemasaran berkelanjutan atau pemasaran hijau. Penelitian ini akan berfokus pada co-branding antara kolaborasi brand fashion dan game Balenciaga dengan Fortnite, H&M dengan Animal Crossing dan Nikeland dengan Roblox serta implikasi positif bagi brand dan konsumen yang dihasilkan dari co-branding dua lini produksi ini. Kata kunci : co-branding, desain mode, game, pemasaran berkelanjutan, pemasaran hijau