cover
Contact Name
Gede Pasek Putra Adnyana Yasa, SST., M.Sn.
Contact Email
pasekputra@std-bali.ac.id
Phone
+6285792402926
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Tukad Batanghari No 29 Panjer, Denpasar, Bali, Indonesia 80225
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Da Moda
ISSN : 27150607     EISSN : 27150585     DOI : https://doi.org/10.35886/damoda
Core Subject : Art,
Ruang lingkup artikel dalam Jurnal Da Moda meliputi ontology ilmiah, epistemology dan aksioma Desain Mode (DM), yang meliputi: (a) semiotika visual, (b) ikonografi, (c) ilustrasi, (d) (e) fotografi, (f) Tata Busana (g) Desain Fashion, (h) strategi branding, (i) Fashion Jurnalis, (j) Fashion produt, (k) fashion busines (l) visual mercandhising, (m) desain aksesoris (n) fashion Stylish, (o)Fashion marketing, (p)Desain Tekstil , (q) Tekstil (r) Fashion event, metode pendidikan dalam pengajaran Desain Mode , (t) masalah budaya terkait dengan Desain fashion.
Articles 56 Documents
TEKNIK TRENCANDIS MOZAIC ART NOUVEAU BERTEMU DENGAN JALAK BALI DENGAN METODE ATUMICS Devanny Gumulya; Eleonora Jovita Halim Lam
Jurnal Da Moda Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Da Moda Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v3i1.199

Abstract

Mempelajari sejarah adalah hal yang penting dalam proses desain, karena bila ingin menciptakan kemajuan maka perlu mempelajari hal yang sudah ada. Art Nouveau adalah gaya yang ingin membawa seni baru di tengah paska revolusi industri yang diawali di Paris di tahun 1880. Art Nouveau dengan semangatnya ingin menciptakan kebaruan maka Art Nouveau banyak mengambil elemen dari berbagai budaya seperti Jepang, Seni Moorish, alam, dan eksplorasi material. Gaya ini tersebar se dan cara internasional dan masuk ke Spanyol yang dikenal dengan nama modernism dan salah satu tokohnya adalah Antonio Gaudi yang mengeksplorasi teknik trecandis,eksplorasi mosaic dari material sisa dari pabrik dan bangunan. Metode dari jurnal ini adalah ATUMICS, metode yang menjelaskan bagaimana menurunkan inspirasi dari artefak secara terstruktur per elemennya technique, utility, material, icon, concept dan shape. Kebaruan jurnal ini ada pada penggabungan dua artefak yaitu teknik trecandis Gaudi dan fauna Bali yaitu Jalak Bali, dimana dari interaksi dari keduanya dihasilkan karya desain produk berupa fesyen aksesoris dengan inspirasi Jalak Bali dibuat dengan teknik trecandis dari limbah CD. Dari proses ini disimpulkan bahwa untuk merancang desain dengan hybrid budaya dengan metode ATUMICS, elemen yang berperan adalah technique, icon relasional dan concept. Dimana pada ketiga elemen, hubungan timbal balik antara artefak pada level makna saling memberikan inspirasi pada perancang.
APLIKASI ORIGAMI BATIK PEKALONGAN SEBAGAI DECORATIVE TRIMS PADA BUSANA PESTA Nur Ilmi Shobriyah; Astuti Eman
Jurnal Da Moda Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Da Moda Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v3i1.216

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengaplikasian teknik origami yang diterapkan pada busana pesta dalam bentuk tiga dimensi menggunakan kain batik pekalongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan serta mengembangkan kreatifitas yang telah diperoleh selama masa perkuliahan. Tujuan lainnya yaitu mampu merancang dan membuat produk busana dengan menggunakan teknik melipat yaitu teknik origami dalam membuat decorative trims pada busana pesta yang terinspirasi dari kain batik pekalongan serta motif pada batik pekalongan sebagai sumber ide ragam hias origami. Metode penelitian ini menggunakan metode kajian literature yaitu, dengan mengumpulkan hasil kajian pustaka berdasarkan permasalahan yang dikaji. Metode Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) yaitu metode yang dilakukan dengan pemecahan masalah dalam penelitian. Metode ini dimulai dari penentuan sumber ide tema, membuat desain sesuai tema, membuat produk serta mengevaluasi hasil karya produk. Hasil penelitian dengan melakukan kajian terhadap mengaplikasikan dengan teknik origami sebagai decorative trims pada busana pesta menggunakan kain batik sebagai media dalam pembuatan origami dengan ragam hias bungga azalea dan origami kupu-kupu.
Desain Padi dan Ilalang dengan Kombinasi Teknik Batik dan Teknik Celup pada Busana Pesta Rani Pebriani
Jurnal Da Moda Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Da Moda Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v3i1.220

Abstract

Party Dress is a sewing technique and the finishing uses fine techniques and the materials used are quality materials. Party dress models are freer than everyday clothes, but are still within the boundaries of personality (Arifah A. Riyanto, 2000: 203). Occasion party clothing adapting motifs from rice and thatch using written batik techniques. The purpose of making this scientific work is to provide innovation in party clothing using written batik techniques. For readers, this scientific work is useful as a reference in the process of adapting a motif using batik techniques on party clothes. The method used in writing this scientific paper is Project Based Learning (PBL) or Problem Based Learning (PBM) with the following stages: determining the theme or source of ideas, knowing and studying natural visualization with figures of rice and grass motifs, making moodboards, making designs and product manufacturing.
AKTIVITAS PEMASARAN ZALORA INDONESIA MENGHADAPI #LEBARANDIRUMAHAJA 2021 Susi Hartanto
Jurnal Da Moda Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Da Moda Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v3i1.221

Abstract

Artikel ini menggunakan metode analisis deskriptif dari data internal Zalora Indonesia, studi literatur, dan studi mandiri terhadap influencer dan brand. Ada 8 bentuk kampanye yang dilakukan pada masa Lebaran, yaitu pemasaran online, in-app exposure, e-event dan jumpa pers, media sosial dan KOL (Key Opinion Leader), fitur sosial, partnership, gamification dan engagement, dan pemasaran offline. Aktivasi media sosial dan influencer tetap menjadi kampanye utama yang dipilih Zalora untuk menggaungkan momen Lebaran ini. Kombinasi lebih dari 50 selebriti, influencer makro, mikro, dan hijab dipilih untuk memastikan Lebaran Zalora mendapatkan awareness yang seluas-luasnya. Zalora juga lebih mengedepankan influencer wanita, berhubung sebagian besar penjualan Zalora berasal dari kategori produk wanita.
VISUALISASI MELALUI PENDEKATAN METAFORA PADA POSTER NORTH meet SOUTH = UNITY Eston Kamelang Mauleti
Jurnal Da Moda Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Da Moda Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v3i1.224

Abstract

Poster is a two-dimensional visual media with large format that is useful for conveying commercial, social, cultural, political messages. Large format is used to display messages through images. Images on a poster are generally large and have a strong appeal so that it can attract the attention of the public immediately see it. The development of posters began in the late 17th century until now. European countries have an excellent poster tradition. Germany is one of them, the growth of posters in the country became part of the life of its modern society. Many moral and social messages that inspire reason are delivered routinely. Plaque-Sozial e.V. und vom Bund Mitteldeutscher Grafdesigner or social poster association and graphic designer Germany regularly holds competitions and exhibitions on an international scale. In the middle of 2016, a competition and exhibition was held for the third time with the theme "Vision". Participants consisted of artists and poster designers from all over the world. Poster works by the author were also selected by the jury and exhibited at The Association of German Museums for Galvanotechnik e. V. Leipzig, Germany takes place from August 13-25, 2016. The author displays poster visualization through a metaphorical approach. Key words : poster, visual metaphor
EKSPLORASI TEKNIK LEKAPAN PADA BUSANA PESTA DENGAN SUMBER IDE RUMAH BOLON DAN BUNGA ANGGREK TIEN Dita Bella; Winwin Wiana
Jurnal Da Moda Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Da Moda Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v3i2.214

Abstract

Indonesia is known as a country with abundant wealth, including the wealth of traditional houses and flora. Traditional houses and flora are part of the natural wealth and culture of Indonesia, including a system of tools and living equipment and technology. The traditional house of Bolon is a work of cultural heritage that still exists today, as a residence for kings and has a philosophy and noble meaning contained in every corner of the building. Tien orchid (Cymbidium hartinahianium) is an endemic plant of North Sumatera,which lives in groups and was first discovered in 1976. As a source of archipelago ideas from the North Sumatera region, the traditional house of Bolon and the Tien Orchid flower can represent a symbol of the natural and cultural wealth of the people of North Sumatera, is one of the largest provinces in Indonesia. The curved design of the party dress that will be made is inspired by the shape of Bolon traditional house and Tien Orchid flower. The materials used for the curls are Ulos Sadum woven cloth, embroidery threand, pearls, and organza ribbon flowers. The method used is Project Based Learning (PBL). The result of this exploration study are aimed at preserving Indonesia’s natural and cultural wealth which is starting to become extinct and forgetten, through making a amatching and beautiful party dress. Key words: Lekapan technique, Rumah Bolon, Tien Orchid
EKSPLORASI TUGU KERIS SIGINJAI PADA BUSANA PESTA SIANG Siti Alpiana; Cucu Ruhidawati
Jurnal Da Moda Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Da Moda Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v3i2.219

Abstract

Tugu Keris Siginjai adalah salah satu monumen terbaru yang berasal dari Jambi. Sampai saat ini tugu tersebut telah menjadi ikon Jambi dalam sudut pariwisata dan juga budaya. Monument tersebut merupakan simbol yang menggambarkan kenangan kota jambi. Keris Siginjai menjadi pusaka secara turun temurun yang diwariskan oleh Kesultanan Jambi. Tugu keris siginjai memiliki sembilan struktur besi pipa galvanis berbentuk spiral yang saling merangkai membentuk satu kesatuan. Penopang keris siginjai dan menyelimuti patung angsa. Serta terdapat beberapa motif batik khas jambi pada tugu keris siginjai. Tujuan artikel ini adalah untuk melakukan eksplorasi tugu keris siginjai dalam membuat inovasi baru berupa busana pesta siang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Project Based Learning yang didalamnya berisi pemilihan tema, analisis, rancangan produk, proses pembuatan, dan evaluasi untuk mendapatkan produk yang diinginkan. Kata Kunci: eksplorasi, tugu keris siginjai, busana pesta siang
REVITALISASI PENGGUNAAN KAIN MOTIF TORAJA SEBAGAI PARTY DRESS FEMINIM ROMANTIC STYLE Nuratul Ikramah; Feni Puspitasari
Jurnal Da Moda Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Da Moda Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v3i2.222

Abstract

ToraJa adalah salah satu daerah yang ada di Indonesia terletak di provinsi Sulawesi Selatan. Disetiap daerah atau suku yang ada di Indonesia pasti ada adat istiadat atau budaya sendiri yang berbeda beda. Toraja juga merupakan salah satu daerah yang ada di Indonesia dengan adat istiadat dan budaya yang sangat unik. Salah satu ciri khas Toraja terdapat pada kain tenun khas Toraja. Kain tenun khas Toraja memiliki berbagai bentuk motif dan warna, setiap motif dan warna pada kain tenun Toraja terdapat arti dan maknanya tersendiri. Bukan hanya kain tenun saja yang menjadi bagian dari keunikan Toraja namun, juga terdapat rumah adat Toraja, tarian adat, upacara adat dan lain lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan revitalisasi penggunaan kain motif Toraja sebagai inovasi baru dalam menciptakan busana pesta Dengan look feminim romantic style. Menciptakan busana dengan desain modern yang terbuat dari kain daerah merupakan salah satu cara untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia. Karena dengan terciptanya terciptanya busana tersebut banyak yang akan mengunakan dan tertarik untuk memakainnya. Kain yang dipakai untuk menciptakan busana pesta adalah kain tenun khas Toraja dan menggunakan desain seperti siluet dan hiasan yang terinspirasi dari adat istiadat, budaya dan keunikan yang ada di daerah Sulawesi Selatan (Toraja).
TRANSFORMASI RITEL FESYEN MELALUI TEKNOLOGI & DATA Susi Hartanto
Jurnal Da Moda Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Da Moda Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v3i2.317

Abstract

Omnilytics is a technology and data-based fashion market insight provider that power decision making through a complete view of market demand, such as: 1) Competitor benchmarking, 2) Trend performance, 3) Ageing analysis, 4) Calendar, and 5) Visual Merchandising. This article is written using descriptive analysis method, with support of internal data of Omnilytics and several literature studies. The aim of this article is to provide insights on how Omnilytics works, and its functions for fashion industry players and academics, especially for those who have not understood the use of big data and its concrete benefits. Key words : retail, fashion, data, technology Omnilytics adalah sebuah platform intelegen pasar ritel fesyen yang memberikan informasi menyeluruh menggunakan data dan teknologi seperti: 1) Tolok ukur terhadap kompetitor, 2) Performa tren, 3) Analisa produk berumur, 4) Kalendar, dan 5) Visual merchandising. Artikel ini disusun menggunakan metode analisis deskriptif dari data internal Omnilytics dan studi literatur. Artikel ini bertujuan memberikan paparan mengenai cara kerja Omnilytics dan manfaatnya secara ringkas bagi para pelaku di industri fesyen dan akademisi, terutama bagi yang belum mengenal penggunaan big data dan manfaatnya secara konkrit. Kata Kunci: fesyen, ritel, data, teknologi
EKSPLORASI MATERIAL INSPIRASI GAYA ART NOUVEAU BERTEMU DENGAN IKON INDONESIA DENGAN METODE ATUMICS Devanny Gumulya
Jurnal Da Moda Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Da Moda Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v3i2.319

Abstract

History is very essential in design process because to create progress. It requires an understanding of what has already been accomplished. This paper is a learning outcome of history of product design courses in product design of Pelita Harapan University. Art Nouveau is a style that aimed to introduce new art during the 1880s post-industrial revolution in Paris. With its obsession with novelty, Art Nouveau incorporates elements from a variety of cultures, including Japan, Moorish art, nature, and numerous material explorations. Emile Galle, one of the Art Nouveau figures in Paris. He explored and invented numerous new glass techniques such as wheel cutting, acid etching (frosted glass), and glass casing layering. The journal uses of ATUMICS, a method for deriving structured inspiration from artifacts that incorporate technique, utility, material, icon, concept, and shape. The novelty of this journal stems from the combination of two artifacts: the cameo glass technique and an Indonesian icon, the national monument and the rafflesia Arnoldi flower, where the interaction of the two resulted in product design works in fashion accessories. This process demonstrates that the elements that play important role when two artefacts are interacting using the ATUMICS method are technique, relational icon, and concept. Whereas the reciprocal relationship between artifacts on a symbolic level inspires each other in all three dimensions.