cover
Contact Name
Gede Pasek Putra Adnyana Yasa, SST., M.Sn.
Contact Email
pasekputra@std-bali.ac.id
Phone
+6285792402926
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Tukad Batanghari No 29 Panjer, Denpasar, Bali, Indonesia 80225
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Da Moda
ISSN : 27150607     EISSN : 27150585     DOI : https://doi.org/10.35886/damoda
Core Subject : Art,
Ruang lingkup artikel dalam Jurnal Da Moda meliputi ontology ilmiah, epistemology dan aksioma Desain Mode (DM), yang meliputi: (a) semiotika visual, (b) ikonografi, (c) ilustrasi, (d) (e) fotografi, (f) Tata Busana (g) Desain Fashion, (h) strategi branding, (i) Fashion Jurnalis, (j) Fashion produt, (k) fashion busines (l) visual mercandhising, (m) desain aksesoris (n) fashion Stylish, (o)Fashion marketing, (p)Desain Tekstil , (q) Tekstil (r) Fashion event, metode pendidikan dalam pengajaran Desain Mode , (t) masalah budaya terkait dengan Desain fashion.
Articles 56 Documents
EKSPLORASI BORDIR MOTIF BUNGA SEBAGAI DECORATIVE TRIMS PADA BUSANA PESTA Varisa Permata Rizqi; Mally Maeliah
Jurnal Da Moda Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Da Moda Oktober 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v2i1.106

Abstract

Ragam hias bordir dikenal sebagai salah satu elemen untuk mengubah penampilan kain, baik yang dihasilkan oleh tangan, mesin jahit ataupun mesin bordir. Istilah “bordir” diambil dari istilah Inggris embroidery (im-broide) yang berarti sulaman. Pengerjaan kerajinan hias ini berawal hanya dengan bantuan alat berupa jarum dan benang. Dengan menggunakan jari-jemari tangan, kedua alat ini ditusuk-tusukkan pada kain, lalu munculalah berbagai istilah jenis tusuk yang disebut dengan istilah sulam. Dengan berkembangnya teknologi, pengerjaan bordir ini meningkat dengan memakai alat bantu berupa mesin jahit (mesin bordir), sehingga hasil pekerjaanya menjadi lebih baik. Hiasan bordir bunga ini dapat digunakan sebagai garniture pada kesempatan busana pesta. Busana pesta adalah busana khusus yang digunakan untuk kesempatan pesta dan memiliki karakteristik istimewa mulai dari desain hingga berbagai macam garniture nya untuk menambah kesan indah dan mewah pada busana pesta. Manfaat hiasan bordir yaitu sebagai decorative trim pada busana pesta wanita. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini yaitu Project Based Learning
TEKNIK DISTRESSED MANIPULATION PADA ART FASHION Diva Azzahra Nurul Fahnny; Suciati Suciati
Jurnal Da Moda Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Da Moda Oktober 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v2i1.108

Abstract

Fashion yang memiliki sifat dinamis, menghasilkan berbagai busana yang bersifat imajinatif dan berkembang sesuai zaman kini merupakan seni dari busana kontemporer. Distressed manipulation merupakan suatu pengembangan busana kontemporer yang ada. Didapatkan melalui berbagai cara penghancuran tekstil secara basah dan kering pada stuktur atau konstruksi sebuah tekstil. Teknik distressed manipulation dibuat dengan tujuan memunculkan suatu art fashion yang mana suatu busana memiliki nilai estetika yang cukup tinggi melalui berbagai teknik tersebut. Metodologi yang digunakan yaitu kajian literatur, ekperimen, dan berbandingan tekstil yang mengalami teknik distressed. Sehingga teknik distressed manipulation menghasilkan suatu art fashion berupa sebuah dress yang memiliki distressed pada bagian kontruksi tekstil dan aplikasi distressed pada struktur sebuah jas.
BENJANG HELARAN SEBAGAI MOTIF BUSANA READY TO WEAR DENGAN TEKNIK HAND PAINTING Sifa Herlina Nurfirdausiah; Katiah Katiah
Jurnal Da Moda Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Da Moda Oktober 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v2i1.110

Abstract

Kondisi seni tradisional di Indonesia yang sudah mulai terjadi krisis budaya dimana generasi muda lebih menyenangi budaya luar , berakibat juga pada keberadaan Benjang yang ada di Jawa Barat. Benjang adalah seni tradisional yang berkembang di wilayah Bandung dari abad ke-7. Benjang diketahui terbagi menjadi 3 jenis yakni Benjang Gelut, Benjang Helaran dan Tari Topeng Benjang. Keberadaan Benjang yang sudah mulai tersisihkan menginspirasi untuk mewujudkan menjadi motif hias busana dengan teknik hand painting. Hand painting merupakan teknik melukis yang dilakukan dengan bermediakan kain yang telah menjadi busana. Penerapan motif hias yang terinspirasi oleh Benjang akan diterapkan pada busana ready to wear berupa jaket dan celana berbahan denim. Jenis busana siap pakai ini mudah menembus berbagai kalangan dengan berbagai usia dan jenis kelamin. Tujuan dari akifitas yang dimaksud adalah menganalisis produk busana dari hasil pengembangan kreatifitas dan inovasi mahasiswa di bidang busana, dalam kontek melestarikan seni tradisional bejang. Tahapan yang dilakukan di awali dengan perancangan, pembuatan busana dan menganalisi produk Penulis melakukan kajian pada produk busana ready to wear dengan permukaan kain yang dilukis motif hias yang merupakan pengadaptasian dari seni Benjang dengan teknik hand paintingm , sebagai focus inovasi.
INFLUENCER SEBAGAI ALAT PEMASARAN PRODUK FESYEN Susi Hartanto
Jurnal Da Moda Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Da Moda Oktober 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v2i1.112

Abstract

This articles applies descriptive analysis method from internal Zalora Indonesia data, literature studies, and studies on influencers and brands. Case studies in this article are collaboration between Zalora and well-established brands (local and international) which are more solid in terms of capital. Influencer selection for both regular endorsement and trip package are categorized based on influencer’s character (personality) as well as their number of followers. Multiple characters are chosen for brands to reach the right audience. Influencer type per campaign are divided equally from mega to micro influencers, to allow more budget-friendly campaign. Mega influencer is limited to 1 person. Regular endorsement can only be sponsored by 1 brand. But many brands collaborated to sponsor a single trip campaign. Zalora prioritizes women influencers, as major sales come from women category. Key words : influencer, Zalora, endorsement, brand Artikel ini menggunakan metode analisis deskriptif dari data internal Zalora Indonesia, studi literatur, dan studi mandiri terhadap influencer dan brand. Studi kasus artikel ini adalah kerjasama Zalora dengan brand ternama (lokal dan internasional) yang sudah atau lebih mapan dari segi modal. Seleksi influencer baik untuk endorsement biasa ataupun untuk kampanye perjalanan dibagi berdasarkan karakter influencer dan jenis influencer (berdasarkan jumlah pengikut). Berbagai karakter dipilih agar cocok bagi brand dan agar dapat menjangkau audience yang tepat. Jenis influencer per kampanye juga dibagi rata mulai dari mega hingga micro influencer agar lebih bersahabat dari sisi biaya. Biasanya mega influencer hanya akan dibatasi cukup 1 orang. Jumlah brand yang menjadi sponsor juga biasanya hanya satu jika tipe endorsement biasa. Namun jumlah brand dimaksimalkan banyak jika tipe kampanye adalah kampanye perjalanan. Zalora juga lebih mengedepankan influencer wanita, berhubung sebagian besar penjualan Zalora berasal dari kategori produk wanita. Kata kunci: influencer, Zalora, endorsement, brand
PERANCANGAN LAMPU LANTAI DENGAN INSPIRASI GAYA DESAIN MEMPHIS DI ERA TAHUN 1981 DENGAN METODE MORPHOLOGICAL CHART Clemencia Gloriana Sharon; Devanny Gumulya
Jurnal Da Moda Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Da Moda Oktober 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v2i1.113

Abstract

Desain produk adalah sebuah proses menghasilkan ide, mengembangkan konsep, mengevaluasi ide, hingga merealisasikan ide tersebut menjadi produk. Produk yang dipilih dalam rancangan ini adalah lampu lantai. Lampu telah menjadi kebutuhan hidup manusia dan selalu digunakan untuk setiap kegiatan manusia karena adanya penerangan yang diberikan. Namun, saat ini lampu bukan hanya sekedar alat penerangan biasa tetapi juga menjadi tambahan nilai estetika dalam desain yang digunakan. Salah satu gaya desain yang kembali diminati sekarang adalah gaya desain era post-modern tahun 1981 yaitu Memphis. Gaya desain Memphis merupakan gaya desain tahun 1981-1987 yang berasal dari Italia yang bertentangan dengan desain-desain modern yang minimalis, simpel, dan tidak mencolok. Proses desain perancangan ini menggunakan metode morphological chart yaitu metode diagram yang dapat digunakan untuk menghasilkan ide dan konsep desain baru dengan menggabungkan desain produk Memphis dan preferensi pribadi penulis. Metode ini menghasilkan 5 ide desain baru dengan 1 desain pilihan dari gabungan antara ide produk Memphis yang sudah ada dengan bentuk-bentuk dari preferensi pribadi penulis.
EKSPLORASI SULAM USUS LAMPUNG PADA EVENING DRESS Annisa Dwiartha pangestuti
Jurnal Da Moda Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Da Moda Mei 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v2i2.161

Abstract

Sulam usus Lampung merupakan salah satu warisan budaya berupa busana khas Lampung. Teknik pembuatannyapun memiliki teknik tersendiri dan memerlukan waktu yang cukup lama dalam penyelesaiannya. Pembuatan yang sulit membuat masyarakat lampung meninggalkan kerajinan ini sehingga di khawatikan eksistensi sulam Usus Lampung turun dan tidak diminati oleh generasi muda. Tujuan artikel ini adalah untuk melakukan eksplorasi sulam usus Lampung dalam bentuk membuat inovasi baru guna memperkenalkan dan memberikan daya tarik pada masyarakat. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Project Based Learning yang didalamnya berisi pemilihan tema, analisis, rancangan produk, pelaksanaan pembuatan dan evaluasi guna mendapatkan produk yang diinginkan.
EKSPLORASI BIOMORDAN PADA PEWARNA ALAMI DAN APLIKASINYA PADA MAINAN ANAK – ANAK Devanny Gumulya
Jurnal Da Moda Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Da Moda Mei 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v2i2.170

Abstract

Pewarna sintetis mendominasi dalam pewarnaan tekstil memiliki limbah air dengan kandungan kimia yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Salah satu alternatif yang lebih ramah lingkungan dan aman digunakan adalah pewarna alami. Pewarna alami dapat memberikan variasi warna yang beragam. Namun, pewarnaan alami saat ini dalam prosesnya terkadang masih menggunakan mordan logam yang tidak aman. Metode penelitian yang digunakan berupa eksplorasi material antara lain menggunakan metode aqueous dalam ekstraksi warna dan metode pre, simultaneous, post untuk proses mordanting. Sedangkan media yang digunakan adalah kain serat alami. Serta Sebagai pengganti mordan logam, mordan alami (biomordan) yang digunakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa warna yang dihasilkan sangat beragam dan cenderung ke arah warna pastel. Perlakuan dengan mordan alami dapat membantu penyerapan warna yang lebih baik pada kain. Serta salah satu aplikasi produk yang dapat diterapkan adalah mainan bayi.Penelitian menunjukan bahwa perlakuan mordan paling baik adalah pre mordanting dengan garam. Sedangkan jenis kain yang paling baik dalam penyerapan dan kerataan warna adalah rami. Dari sumber-sumber yang digunakan, kulit dan biji alpukat, kunyit, dan bunga telang yang paling baik dalam memberikan warna primer. Selain itu dikarenakan bahan-bahan yang digunakan natural, maka proses dan limbahnya pun juga aman.
PEWARNAAN ALAMI DAN SINTETIS LIMBAH SISIK IKAN SEBAGAI POTENSI PERHIASAN/ AKSESORIS MODE Susi Hartanto
Jurnal Da Moda Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Da Moda Mei 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v2i2.173

Abstract

Result from interview with Manado fish scale handicraft industry stakeholder states that wantex is commonly used as colorant for fish scales, resulting in rather vivid and plastic-like colors. Through a series of experiment using natural and synthetic colorants, turmeric (yellow), red yeast rice (red), and synthetic food colorant (Brilliant Blue FCF) are most applicable colorants, producing good results on fish scales. Combinations of these three colorants produce many good secondary colors with new and mild gradations and translucency, very potential to be developed for fashion jewelry explorations which use snapper fish scale as the main material. Key words : colorant, natural, synthetic, fish, scale, snapper Dari hasil wawancara industri kerajinan sisik ikan Manado, wantex tekstil digunakan sebagai zat pewarna sisik ikan sehingga hasil warna yang didapat cenderung pekat dan seperti plastik. Melalui berbagai uji pewarna alami dan sintetis, kunyit (kuning), angkak (merah) dan pewarna makanan sintetis biru (Biru Brilliant FCF) merupakan pewarna yang paling mudah untuk diaplikasikan dan juga menghasilkan warna yang baik pada sisik ikan. Pencampuran ketiga warna tersebut menghasilkan banyak warna sekunder dengan gradasi dan translusensi sisik ikan yang baru dan berwarna lembut sehingga potensial digunakan untuk eksplorasi perhiasan mode berbahan dasar sisik ikan kakap. Kata Kunci: pewarna, alami, sintetis, sisik, ikan, kakap
KAJIAN ESTETIKA SANDAL GUNUNG SEBAGAI TREND MASA KINI I Gede Yudha Pratama
Jurnal Da Moda Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Da Moda Mei 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v2i2.188

Abstract

Sandal gunung kini menjadi trend di lingkungan masyrakat khususnya dalam kalangan anak muda. Hal ini dikarenakan muculnya lifestyle baru bagi sebagian besar kalangan anak muda sebagai seorang pendaki untuk menunjukan jati dirinya mereka dengan mengikui trend zaman sekarang, yaitu mendaki gunung. Sandal gunung merupakan salah satu dari sekian banyak perlengkapan dalam pendakian gunung yang wajib dibawa maupun digunakan oleh seorang pendaki. Dilihat dari posisinya didalam daftar perlengkapan pendakian, sandal gunung masih berada di bawah posisi sepatu gunung. Dalam pengamatan objek pada Sandal Gunung ini akan berpedoman pada fenomena membenda suatu objek dalam teori estetika, ada sembilan unsur atau aspek pemandu dalam fenomena desain yang terdiri dari material, teknik/ skill/ tools, energy/ daya, socio culture spiritual, psycho, bio physics, status symbol, artistic, dan fungsi praktis utiliter. Serta didukung dengan teori mayall yang memaparkan objek mulai dari sisi essence, important, desirable, perpomance, ergonomics dan aesthetic. Sandal Gunung di kalangaan anak muda menjadi produk yang sangat memperhatikan muatan yang bersifat fungsi praktis utiliternya beserta kaidah-kaidah efisien, efektif dan health safety dengan berorientasi pada desain masa kini cenderung berorientasi ke arah muatan yang bersifat rasa dan menggugah emosi penggunanya.
BISNIS KREATIF DI ERA DIGITAL DENGAN MENGANGKAT KEARIFAN LOKAL Ni Made Sri Wahyuni Trisna; Farriz Fardani Zulkifli
Jurnal Da Moda Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Da Moda Mei 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v2i2.198

Abstract

Creative business in this digital era is one of the ways to bring in fixed income as well as side income, but many people also can't see that creative business in this digital era is very easy to do and there are many ways, especially by raising local wisdom products that are is all around us. Many cannot see the potential of local wisdom products that are around us, especially in Bali. even these products can be marketed on a national and international scale very easily in this digital era. The appeal of products containing local Balinese wisdom is very popular with many circles, and can be a new hope for many people who want to be involved in creative business in the digital era.