cover
Contact Name
Yoga Tri Adhi
Contact Email
yogatriadhi@ulm.ac.id
Phone
+6289654539797
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Komplek Unlam, Jl. Brigjen H. Hasan Basri No.87, Pangeran, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL TUGAS AKHIR MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : 26562022     DOI : -
Arah riset yang dilakukan antara lain menyentuh ranah kebahasaan, kesastraan, keterampilan berbahasa, serta bahasa dan sastra Indonesia secara umum.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA" : 12 Documents clear
KERUSAKAN LINGKUNGAN DALAM ANTOLOGI PUISI “GEMURUH PUISI” DARI KALIMANTAN KARYA ALI SYAMSUDIN ARSI: ENVIRONMENTAL DAMAGE IN POETRY ANTHOLOGY RUMBLING POEMS FROM KALIMANTAN BY ALI SYAMSUDIN ARSI Achmad Zulkifli Altinus; Ahsani Taqwiem; Faradina
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kerusakan lingkungan yang direpresentasikan dalam puisi Ali Syamsudin Arsi dengan melihat penggunaan pilihan kata (diksi) dan citraan, serta mendeskripsikan pembelaan penyair terhadap kerusakan lingkungan. Pendekatan ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan ekokritik sastra yang merupakan cabang dari ekologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data struktural dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) kerusakan lingkungan yang direpresentasikan melalui pilihan kata (diksi) dan citraan di dalam puisi bukan hanya khayalan, melainkan cerminan nyata kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar. (2) Puisi dapat menjadi media yang tepat untuk melakukan pembelaan terhadap kerusakan lingkungan seperti menyuarakan sikap protes, keprihatinan, imbauan, perlawanan, serta mengajak pembaca pada kesadaran untuk peduli dan membenahi apabila terjadi kerusakan lingkungan, yang disampaikan baik secara tersurat maupun tersirat. Kata Kunci: Kerusakan Lingkungan, Puisi, dan Ekokritik This research aims to know and describe the environmental damage represented in Ali Syamsudin Arsi's poetry by looking at the use of word choice (diction) and imagery, and describe the poet's defense of environmental damage. This approach uses descriptive qualitative research with a literary ecocriticism approach which is a branch of literary ecology. The data collection technique used is literature study technique. Data analysis was carried out using structural and descriptive data analysis techniques. The results of this study show that, (1) environmental damage represented through word choice (diction) and imagery in poetry is not just a fantasy, but a real reflection of environmental damage that occurs around. (2) Poetry can be the right media to defend environmental damage such as voicing protests, concerns, appeals, resistance, and inviting readers to awareness to care and fix when environmental damage occurs, which is conveyed both explicitly and implicitly. Keywords: Environmental Damage, Poetry, and Ecocriticism
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL “SANTRI PILIHAN BUNDA” KARYA SALSYABILA FALENSIA : LANGUAGE POETTY IN THE NOVEL SANTRI PILIHAN BUNDA BY SALSYABILA FALENSIA Pebrianti, Marisa; Jumadi; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dalam novel Santri Pilihan Bunda karya Salsyabila Falensia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya wujud pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa. Wujud pematuhan maksim kebijaksanaan berupa tuturan ramah, tidak menyalahkan orang lain, nasihat, dan pandangan positif. Wujud pematuhan maksim kedermawanan berupa tuturan menawarkan bantuan dan memberi sesuatu kepada orang lain. Wujud pematuhan maksim pujian berupa tuturan pujian. Wujud pematuhan maksim kesederhanaan berupa tuturan kesederhanaan. Wujud pematuhan maksim kemufakatan berupa tuturan kesetujuan. Wujud pematuhan maksim kesimpatian berupa kepedulian kepada orang lain. Wujud pelanggaran maksim kebijaksanaan berupa tuturan sindiran, memaksa, dan tuduhan. Wujud pelanggaran maksim kedermawanan berupa tuturan mengancam, perintah, dan mengutamakan diri sendiri. Wujud pelanggaran maksim pujian berupa celaan. Wujud pelanggaran maksim kesederhanaan berupa tuturan membanggakan diri sendiri. Wujud pelanggaran maksim kemufakatan berupa tuturan ketidaksetujuan. Wujud pelanggaran maksim kesimpatian berupa ketidakpedulian kepada orang lain. This research aims to describe the forms of compliance and violation of the principles of language politeness in the novel Santri Pilihan Bunda by Salsyabila Falensia. This research is a qualitative descriptive study. The research results show that there are forms of compliance and violation of the principles of language politeness. The form of compliance with the maxim of wisdom is in the form of friendly speech, not blaming others, advice and a positive outlook. A form of compliance with the maxim of generosity is in the form of speech offering help and giving something to others. The form of compliance with the maxim of praise is in the form of praise. The form of compliance with the maxim of simplicity is in the form of simplicity speech. The form of compliance with the maxim of consensus is an expression of agreement. The form of compliance with the maxim of sympathy is caring for others. The forms of violation of the maxim of policy are in the form of sarcasm, coercion and accusations. Violations of the maxim of generosity include threatening speech, orders, and prioritizing oneself. The form of violation of the maxim of praise is in the form of blame. A form of violation of the maxim of modesty is in the form of boasting about oneself. The form of violation of the maxim of consensus is in the form of speech of disagreement. The manifestation of violation of the maxim of sympathy is in the form of indifference to other people.
WACANA ARGUMENTASI DALAM DEBAT PUBLIK CALON WALI KOTA BANJARBARU Hilmina, Rina; Sabhan; Faradina
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.181

Abstract

Penelitian ini mempunyai maksud untuk menguraikan bentuk wacana argumentasi yang dikemukakan oleh setiap paslon atau pasangan calon dalam debat terbuka terkait pemilihan umum sebagai wali kota Banjarbaru tahun 2020 pada kanal YouTube. Penelitian ini mengaplikasikan deskriptif-kualitatif sebagai model pendekatannya. Penelitian ini menerapkan teknik dokumentasi untuk mengumpulkan data. Penelitian ini mengimplementasikan deskriptif analitik sebagai teknik untuk menganalisis data yang sudah terkumpul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa argumentasi yang dituturkan oleh setiap paslon atau pasangan calon dalam debat terbuka terkait pemilihan umum sebagai wali kota Banjarbaru tahun 2020 pada kanal YouTube memuat bentuk yang beragam, yakni argumentasi berbentuk tanggapan, argumentasi berbentuk pernyataan, dan argumentasi berbentuk pertanyaan. Argumentasi yang dikemukakan oleh setiap paslon atau pasangan calon pada debat tersebut juga mempunyai berbagai sifat, yakni mengklaim, menyerang, dan bertahan.Kata kunci: wacana, argumentasi, dan debat
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PEMBELAJARAN MENYIMAK BERITA KELAS VIII-B SMPN 10 BANJARMASIN: IMPROVING STUDENT LEARNING OUTCOMES USING AUDIO VISUAL MEDIA LEARNING TO LISTEN TO NEWS CLASS VIII-B SMPN 10 BANJARMASIN Nabilla; Muhammad Rafiek; Mohammad Fatah Yasin
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menyimak berita dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa menggunakan media audio visual pada pembelajaran menyimak berita siswa kelas VIII-B SMP Negeri 10 Banjarmasin. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas, dengan empat tahap pelaksanaan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian dilakukan dengan teknik observasi dan tes/ujian. Data yang terkumpul berupa lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, kemampuan menyimak dan hasil belajar siswa. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan rumus persentase dan hasil belajar siswa minimal mencapai nilai 75 dengan nilai persentase 75%-100% siswa yang tuntas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran menyimak berita menggunakan media audio visual terlaksana dengan baik. Pada siklus I hasil belajar siswa memperoleh hasil 72,27% siswa yang mendapatkan nilai tuntas. Siklus II hasil belajar siswa memperoleh hasil 88,00% siswa yang mendapatkan nilai tuntas. Sehingga, peningkatan hasil belajar siswa menggunakan media audio visual berhasil mencapai indikator keberhasilan. Kata kunci: peningkatan, hasil belajar, dan media audio visual The study is intended to describe the practice of listening to the news and describe the increased results of students' learning using visual audio media on the VIII-B Junior High School 10 Banjarmasin. The study is conducted using class action research methods, with the four stages of execution of planning, action, observation and reflection. Research is done with observation techniques and tests. The data collected is a teacher activity observation sheet, a student activity, the ability to pay attention and the student's learning results. The data collected is analyzed using the percentage formula and students' learning achieves a minimum of 75 with a 75%-100% student completed. Studies indicate that the practice of listening to the news using visual media is well accomplished. On the I cycle the results of student study earn 72.27% of the students who get the grade. The class ii cycle results from student study results from 88.00% of students who get a complete score. Thus, the increased results of students' learning using audio visual media have succeeded in reaching success indicators. Keyword: improvement, learning outcomes, and audio visual media
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA INTERAKSI PESERTA DIDIK MAN 2 TAPIN : CODE SWITCHING AND CODE MIXING IN THE INTERACTION OF STUDENTS OF MAN 2 TAPIN Rega Praditya Muhammad Noor Asruri; Mohammad Fatah Yasin; Rusma Noortyani
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.199

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk menjabarkan bentuk, faktor pemicu, dan manfaat terciptanya alih kode dan campur kode pada interaksi antara peserta didik dengan peserta didik maupun peserta didik dengan tenaga pendidik di MAN 2 Tapin. Penelitian ini mengaplikasikan deskriptif-kualitatif sebagai model pendekatannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alih kode dan campur kode sering tercipta dalam interaksi antar peserta didik maupun peserta didik dengan tenaga pendidik di MAN 2 Tapin. Alih kode mempunyai bentuk berupa pergantian unsur kalimat. Adapun campur kode memiliki bentuk berupa penyisipan unsur kata dan frasa. Terciptanya alih kode dan campur kode dipicu oleh berbagai faktor, seperti peserta didik, tenaga pendidik, kebiasaan, dan topik pembicaraan. Alih kode dan campur kode yang tercipta mengandung beberapa manfaat, seperti menambah keakraban antar peserta didik maupun dengan tenaga pendidik, memudahkan peserta didik untuk memahami makna tuturan tenaga pendidik, dan meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran. Kata kunci: interaksi, alih kode, dan campur kode. This study aims to describe the forms, triggering factors, and benefits of the creation of code switching and code-mixing in interactions between students and students and students and educators at MAN 2 Tapin. This research applies descriptive-qualitative as its approach model. The results of this study show that code-switching and code-mixing are often created in interactions between students and students with teaching staff at MAN 2 Tapin. Code switching has a form in the form of changing sentence elements. The code mix has the form of insertion of word and phrase elements. The creation of code switching and code mixing is triggered by various factors, such as students, teaching staff, habits, and topics of conversation. Code switching and code mixing that are created contain several benefits, such as increasing familiarity between students and educators, making it easier for students to understand the meaning of educators' speech, and increasing students' understanding of the subject matter. Keywords: interaction, code switching, and code mixing
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN FILM KAPAL GOYANG KAPTEN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X MA AL-MUHAJIRIN ANTANG: THE EFFECTIVENESS OF USE OF THE FILM "KAPAL GOYANG KAPTEN" ON THE ABILITY TO WRITE ANECDOTE TEXTS IN STUDENTS CLASS X MA AL-MUHAJIRIN ANTANG Rizkiyah Aulia Rahma; Muhammad Rafiek; Faradina
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.201

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui efektivitas penggunaan film Kapal Goyang Kapten terhadap kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X MA Al-Muhajirin Antang dengan menilai berdasarkan aspek struktur dan kebahasaan. Menggunakan metode kuantitatif jenis penelitian kuasi eksperimen. Sumber data, yaitu kelas 10-2 dan kelas 10-3, data diperoleh dari hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum menggunakan film Kapal Goyang Kapten terdapat 3 siswa berkategori tuntas (19%) dan 13 siswa berkategori tidak tuntas (81%), sedangkan setelah menggunakan film Kapal Goyang Kapten terdapat 14 siswa berkategori tuntas (93%) dan 1 siswa berkategori tidak tuntas dengan (7%). Hasil uji paired sample t test diketahui nilai Sig. (2-tailed) kelas eksperimen sebesar 0,000 < 0,05. Hasil uji independent sample t test diketahui bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,001 < 0,05. Tingkat efektivitas penggunaan film Kapal Goyang Kapten terhadap kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X MA Al-Muhajirin Antang berkategori cukup efektif dengan nilai rata-rata N Gain (%) 73,40. Kata kunci: efektivitas, film, dan teks anekdot This study was conducted with the aim of knowing the effectiveness of using the film “Kapal Goyang Kapten” on the ability to write anecdotal texts in class X MA Al-Muhajirin Antang by assessing based on structural and linguistic aspects. Using quantitative methods of quasi experimental research type. Data sources, namely class 10-2 and class 10-3, data obtained from pretest and posttest results. The results showed that before using the film “Kapal Goyang Kapten” there were 3 students categorized as complete (19%) and 13 students categorized as incomplete (81%), while after using the film “Kapal Goyang Kapten” there were 14 students categorized as complete (93%) and 1 student categorized as incomplete with (7%). The paired sample t test results show that the Sig. (2-tailed) experimental class of 0.000 <0.05. The independent sample t test results show that the Sig. (2-tailed) is 0.001 <0.05. The level of effectiveness of using the film “Kapal Goyang Kapten” on the ability to write anecdotal texts in class X MA Al-Muhajirin Antang students is categorized as quite effective with an average N-Gain (%) value of 73.40. Keywords: effectiveness, film, and anecdote text
PENERAPAN STRATEGI REKONSTRUKTIF DALAM MENCERITAKAN KEMBALI CERITA FANTASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 ANJIR MUARA kalsum, ummi; Jumadi; Cahaya, Noor
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.202

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan strategi rekonstruktif dalam menceritakan kembali cerita fantasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Anjir Muara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif-deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah guru Bahasa Indonesia dan 32 siswa kelas VII B. Data penelitian ini berupa pelaksanaan strategi rekonstruktif dalam pembelajaran bercerita hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kelengkapan RPP dan pelaksanaan pembelajaran guru Bahasa Indonesia dengan materi menceritakan kembali cerita fantasi dengan menggunakan strategi rekonstruktif Sangat Baik, (2) hasil belajar siswa materi ini rata-rata mendapat nilai 82. Guru disarankan menggunakan strategi rekonstruktif dalam pembelajaran bercerita.Kata kunci: strategi rekonstruktif, menceritakan kembali, cerita fantasi AbstractThis study aims to describe The Implementation of Reconstructive Strategy in Retelling The Fantasy Story at 7TH Grade Student in SMP Negeri 1 Anjir Muara. This research used a quantitative-descriptive research. The data source of this research is from Bahasa Indonesia teacher and 32 students in VII B class. This research data is in the form of implementing reconstructive strategy and student learning outcomes. The researcher collected the data using interviews, observations, and tests. The data were analyzed by using description analysis. The research results showed: (1) the complete lesson plan and Bahasa Indonesia teacher’s implementation of retelling fantasy story using reconstructive strategy is Very Good, (2) Students' learning outcomes for this material achieved an average score of 82. Teachers are advised to use reconstructive strategy in storytelling learning.Keywords: reconstructive strategy, retelling, fantasy story
KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL “SI ANAK KUAT” KARYA TERE LIYE : SOCIAL CONFLICT IN THE NOVEL THE STRONG CHILD BY TERE LIYE Susiani Dwi Damayanti; Dwei Wahyu Candra Dewi; adminlocana, Lita Luthfiyanti
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan penyebab konflik sosial dalam novel Si Anak Kuat karya Tere Liye. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data penelitian, yaitu kutipan teks berupa kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf yang mengandung makna berupa bentuk dan penyebab konflik sosial. Sumber data berupa novel Si Anak Kuat karya Tere Liye. Instrumen penelitian human instrumen dan instrumen pendukung, yaitu penanda buku, tanda kurung siku [] yang di dalamnya terdapat nomor, dan kartu data. Teknik pengumpulan data berupa teknik studi pustaka, baca, dan catat. Teknik analisis data berupa analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) ada dua bentuk konflik sosial, yaitu konflik realistis yang terbagi lagi menjadi unsur permusuhan dalam diri seseorang (hostile feeling) dan unsur perilaku bermusuhan (hostile behaviour), dan konflik nonrealistis. (2) Penyebab yang melatarbelakangi terjadinya konflik sosial adalah perbedaan pendirian, keinginan, pendapat, keyakinan, dan kepentingan. Kata kunci: konflik sosial, novel, sosiologi sastra. This research aims to describe the forms and causes of social conflict in the novel Si Anak Kuat by Tere Liye. This research is a type of qualitative research with a literary sociology approach. Research data, namely text quotations in the form of words, phrases, clauses, sentences and paragraphs which contain meaning in the form and causes of social conflict. The data source is the novel Si Anak Kuat by Tere Liye. Human research instruments and supporting instruments, namely bookmarks, square brackets [] containing numbers, and data cards. Data collection techniques include library study, reading and note taking techniques. The data analysis technique is content analysis. The research results show that, (1) there are two forms of social conflict, namely realistic conflict which is divided into elements of hostility within a person (hostile feeling) and elements of hostile behavior (hostile behavior), and non-realistic conflict. (2) The underlying causes of social conflict are differences in stance, desires, opinions, beliefs and interests. Keywords: social conflict, novel, sociology of literature.
MANIFESTASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT KALIMANTAN SELATAN SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR : MANIFESTATION OF CHARACTER EDUCATION VALUES IN SOUTH KALIMANTAN FOLK STORIES AND ITS RELEVANCE AS TEACHING MATERIAL Dinda Ayu Nurkamila; Sainul Hermawan; Dewi Alfianti
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.204

Abstract

         Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai pendidikan karakter cerita rakyat Kalimantan Selatan serta memberikan referensi bahan ajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Analisis data menggunakan teknik content analysis model Endraswara. Sumber data penelitian, yaitu delapan buku cerita rakyat dengan data berupa kutipan yang menunjukkan tujuh nilai karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rasa hormat terdapat pada 6 cerita, tanggung jawab pada 8 cerita, kejujuran pada 5 cerita, toleransi pada 4 cerita, kebijaksanaan pada 5 cerita, tolong-menolong pada 8 cerita, dan demokrasi pada 4 cerita. Cerita rakyat yang diteliti selaras dengan nilai pendidikan karakter, kecuali nilai tolong-menolong yang terdapat pada salah satu kutipan di buku Asal Mula Tajau Pecah dan Beramban, dan nilai tanggung jawab yang terdapat pada salah satu kutipan di cerita Utuh Gariwai dan Tombak Pusaka. Penelitian ini menunjukkan relevansi sebagai bahan ajar berbasis pendidikan karakter.                                Kata kunci: Nilai pendidikan karakter, cerita rakyat, bahan ajar  This research aims to describe the values of character education in South Kalimantan folklore and provide references as teaching materials. This research uses a qualitative approach and descriptive methods. Data analysis uses content analysis techniques with the Endraswara model. The data source for this research is eight books of South Kalimantan folklore with data in the form of quotes showing the seven character values contained in the folklore. The research results show that the character education component is contained in folklore. The value of respect is found in 6 stories, responsibility is found in 8 stories, honesty is found in 5 stories, tolerance is found in 4 stories, wisdom is found in 5 stories, mutual help is found in eight stories, and democracy is found in 4 stories. The folklore studied is in line with the value of character education, except for the value of helping which is found in one of the quotes in the book Asal Mula Tajau Pecah and Beramban, as well as the value of responsibility which is found in one of the quotes in the story Utuh Gariwai and Tombak Pusaka. This research shows its relevance as a teaching material based on character education. Keywords:The values of character education, folklore, teaching materials  
NOVELISASI GAME ASSASSIN’S CREED UNITY (KAJIAN INTERTEKSTUAL) : NOVELIZATION OF THE GAME ASSASSIN'S CREED UNITY (INTERTEXTUAL STUDY) Muhammad Hafiz Ansari; Sainul Hermawan; Dewi Alfianti
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan antara unsur pembangun dari novel dengan versi gamenya. Fokus utama penelitian ini ialah permainan video dan novelisasi Assassin’s Creed Unity sebagai kajian penelitian dengan mengkaji persamaan dan perbedaan yang terdapat pada keduanya. Perbedaan dan persaman yang dimaksud ialah pada unsur intrinsiknya terdiri atas tokoh penokohan, latar, alur, dan sudut pandang pada gim dan novel. Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif, yaitu mendeskripsikan dan membandingkan. Hasil pada penelitian ini terdapat persamaan dan perbedaan yang disebabkan oleh adanya penambahan dan pengurangang pada setiap unsur intrinsiknya. Kata kunci: intertekstual, novelisasi, dan gim The purpose of this study is to describe the similarities and differences between the elements of the novel and the game version. The main focus of this research is the video game and novelization of Assassin's Creed Unity as a research study by examining the similarities and differences found in both. The differences and similarities in question are in the intrinsic elements consisting of characterization, setting, plot, and point of view in the game and novel. The method used is descriptive comparative, which is describing and comparing. The results in this study are similarities and differences caused by the addition and subtraction of each intrinsic element. Keywords: intertextual, novelization, game

Page 1 of 2 | Total Record : 12