JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles
34 Documents
Search results for
, issue
"Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018"
:
34 Documents
clear
ANALISIS PENGARUH LUBANG PADA BALOK KASTELA TERHADAP DEFLEKSI DAN LATERAL-TORSIONAL BUCKLING DENGAN METODE ELEMEN HINGGA
Royki Royki;
Leo S Tedianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2252
Balok kastela merupakan sebuah profil baja yang dibentuk dengan cara memotong profil baja berbentuk I lalu melakukan pengelasan untuk mendapatkan sebuah profil yang memiliki sifat mekanis yang lebih baik. Pada beberapa kasus, bukaan atau lubang tersebut ditutup baik untuk mencapai tujuan estetika maupun kekuatan. Serangkaian ujicoba dilakukan dengan metode elemen hingga menggunakan program Abaqus untuk menemukan hubungan antara penutupan lubang bukaan terhadap kapasitas beban yang dapat dipikul dan defleksi yang terjadi. Hasil percobaan menunjukkan adanya perubahan terhadap defleksi yang terjadi dan peningkatan terhadap kapasitas beban yang dapat dipikul pada kondisi tekuk torsi-lateral seiring dengan dilakukannya penutupan lubang pada balok kastela.
ANALISIS KORELASI FAKTOR-FAKTOR PENERAPAN K3 TERHADAP TINGKAT KECELAKAAN DAN TINGKAT KEPARAHAN PADA PROYEK KONSTRUKSI
Daniel Wynalda;
Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2257
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu faktor utama dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Kesehatan dan keselamatan kerja itu sendiri sangat mempengaruhi tingkat kecelakaan dan tingkat keparahan kecelakaan yang terjadi. Rendahnya penerapan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja disebabkan oleh rendahnya pemahaman terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja yang sangat dipengaruhi oleh kualitas manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Kualitas manajemen kesehatan dan keselamatan kerja itu sendiri lebih kurang dapat menentukan bagaimana penerapan faktor-faktor K3 yang dilakukan di proyek. Penerapan kesehatan dan keselamatan kerja tersebut berhubungan dengan tingkat kecelakaan dan tingkat keparahan kecelakaan. Oleh karena itu, dalam penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui penerapan faktor-faktor K3 yang berpengaruh signifikan atau berkorelasi faktor-faktor penerapan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap tingkat kecelakaan dan tingkat keparahan. Dalam penelitian digunakan metode Pearson Product Moment sehingga didapatkan korelasi antara penerapan kesehatan dan keselamatan kerja yang ditunjukan dengan nilai r. Sebelum melakukan analisis menggunakan metode Pearson Product Moment data diambil dengan menyebarkan kuesioner terhadap para responden yang merupakan pekerja di proyek konstruksi. Hasil dari analisis metode Pearson Product Moment tersebut menghasilkan 12 variabel yang berkorelasi signifikan terhadap tingkat kecelakaan dengan faktor yang paling berpengaruh membuang material sisa/sampah dan 11 variabel yang berkorelasi signifikan terhadap tingkat keparahan dengan faktor yang paling berpengaruh ketersediaan APD dan alat pemadam kebakaran.
APLIKASI MATERIAL GEOSINTETIK PADA KONSTRUKSI TIMBUNAN DI ATAS TIANG (PILED EMBANKMENT)
Tommy Adam;
Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2262
Timbunan di atas tanah lunak merupakan tantangan bagi insinyur geoteknik karena karakteristik tanah yang tidak diinginkan. Perkuatan geosintetik dengan dukungan tiang adalah salah satu cara yang bisa menyelesaikan karakteristik tanah yang tidak diinginkan ini. Skripsi ini akan membandingkan kuat tarik geosintetik dengan menggunakan metode BS 8006 dengan metode elemen hingga dua dimensi dan bagaimana geosintetik mempengaruhi timbunan. Skripsi ini membahas mengenai perbedaan antara perhitungan kuat tarik geosintetik dengan metode BS 8006 dengan metode elemen hingga karena metode perhitungan BS 8006 tidak memperhitungakan tanah dasar dalam memperhitungkan kuat tarik geosintetik. Skripsi ini juga membahas mengenai peningkatan nilai faktor keamanan sebesar 20% yang disebabkan oleh pemasangan geosintetik pada dasar timbunan.
ANALISIS DAYA DUKUNG TIANG AKSIAL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN POTENSI LIKUIFAKSI
Randy Dewangga Lokananta;
Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2268
Likuifaksi yang terjadi menyebabkan kerugian materiil dan non-materiil yang sangat besar. Kerusakan dapat berdampak pada infrastruktur yang berada di permukaan, seperti bangunan, jalan, bendungan, jembatan, dan sebagainya. Analisis potensi likuifaksi menggunakan metode Tsuchida (1970), “Chinese Criteria”, Seed et al (2003), dan Bray & Sancio (2004). Selain itu digunakan rasio tegangan siklik (CSR) dan rasio hambatan siklik (CRR) untuk analisis potensi likuifaksi. Perencanaan bangunan pondasi sebaiknya memperhitungkan faktor likuifaksi karena dapat mempengaruhi daya dukung tiang. Dengan factor keamanan 2.5, dilakukan analisis dengan mengabaikan friksi pada selimut tiang dan menambahkan beban akibat gesekan selimut negatif. Maka daya dukung yang didapatkan sebesar 395.327 ton per satu tiang. Daya dukung dari hasil analisis lebih besar dari daya dukung yang didapat dari perencana, yaitu sebesar 350 ton.
KAJIAN TEKNIS TIANG PANCANG KONSTRUKSI PILE SLAB PADA PROYEK JALAN TOL JKC STA 37+816.7 – 38+016.7
Dovi Adiwijaya;
Aniek Prihatiningsih;
Josephine Aristiti Setyarini
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2237
Pemancangan tiang pada konstruksi pile slab dengan fondasi tiang pancang ukuran diameter 0.6 meter dapat dilakukan dengan sistem preboring ataupun tanpa preboring dikarenakan alasan faktor sosial dan lingkungan. Fondasi tiang pancang harus berada pada kedalaman tanah keras dan mampu mendukung beban sampai batas keamanan yang telah ditentukan, termasuk mendukung beban maksimum yang mungkin terjadi. Proses pemancangan tiang menghasilkan data berupa jumlah pukulan dan final set dari hasil kalendering. Analisis daya dukung tiang pancang menggunaka metode statis dalam tulisan ini yaitu Meyerhof 1976 dengan menggunakan data SPT dan metode dinamik antara lain Modified ENR, Danish Formula, Janbu’s Formula, dan Michigan State Highway Commission Formula dengan menggunakan data kalendering. Terdapat tes PDA serta program Allpile sebagai data untuk memverifikasi daya dukung tiang pancang. Kajian secara teknis konstruksi pile slab dengan fondasi tiang pancang pada STA 37+826.7-STA 38.016.7 jalan Tol Jakarta – Kunciran – Cengkareng sehingga fondasi tiang tersebut dapat dikatakan efisien dan aman dilihat dari kedalaman tiang dan kapasitas daya dukung tiang.
OPTIMASI PRODUKSI BETON READY MIX DENGAN METODE LINEAR PROGRAMMING
Andaru Salim;
Iwan B Santoso
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2243
Pabrik beton adalah elemen penting dalam setiap proses konstruksi yang berkaitan dengan beton. Banyaknya proyek konstruksi baik skala kecil maupun besar menjadikan industri beton sangat dibutuhkan. Studi ini menganalisa masalah pengoptimalan produksi beton untuk mendapatkan keuntungan yang maksimum. Metode Linear Programming merupakan teknik matematika yang dirancang untuk membantu dalam merencanakan dan membuat keputusan dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai tujuan. Linear Programming terdiri dari decision variable, objective function, dan constraint. Penelitian ini menggunakan metode Linear Programming yang diterapkan pada pabrik beton ready mix dan berlokasi di Jakarta Barat. Penelitian menggunakan 29 jenis beton siap pakai. Data yang telah didapat diolah dengan program Lingo. Setelah mengolah data, diperoleh hasil produksi yang dapat memenuhi permintaan konsumen dan mendapat keuntungan maksimum sebesar Rp. 4.035.130.000,-. Adapun kondisi produksi tidak dapat memenuhi permintaan konsumen, dengan metode ini akan mendahulukan produksi yang memiliki nilai keuntungan yang lebih besar terlebih dahulu.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN DI PROYEK SUPERBLOCK ASC DENGAN PROGRAM @RISK
Kevin Setiawan;
Oei Fuk Jin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2248
Terdapat beberapa faktor risiko yang berpengaruh pada keterlambatan suatu proyek dan faktor-faktor risiko ini sangat penting untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang ada di proyek ASC berikut penyebabnya. Data penelitian ini diperoleh dengan penyebaran kuesioner untuk mendapatkan frekuensi dan dampak keterlambatan. Program @RISK digunakan untuk membantu peringkat faktor risiko yang ada. Sementara itu, wawancara terhadap 5 site manager yang ada dilakukan untuk melakukan validasi dari penelitian ini. Dari hasil analisis, diperoleh 10 faktor risiko yang signifikan mempengaruhi keterlambatan proyek, diantaranya adalah : terjadi perubahan desain dari pihak Owner, pendetailan gambar yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan, cuaca yang berpengaruh pada aktifitas konstruksi, ketidaktepatan waktu pemesanan material, kerusakan peralatan saat dibutuhkan, kekurangan alat saat dibutuhkan, terjadi perubahan jadwal & biaya rencana dari pihak Owner, masalah longsoran saat galian tanah, kerusakan struktur pada kolom beton dan adanya retak struktur pada retaining wall.
ANALISIS PENGARUH PANJANG ELEMEN TERHADAP KUAT TEKAN DARI BAJA RINGAN PROFIL KANAL DENGAN METODE ELEMEN HINGGA
Denny Stevens;
Leo S Tedianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2253
Cold-formed Steel atau sering disebut baja ringan adalah material yang akhir-akhir ini sering digunakan karena harganya lebih ekonomis dibanding dengan baja konvensional. Profil ini memiliki titik leleh yang lebih tinggi dibanding baja konvensional dengan tebal yang lebih tipis. Karena tebalnya yang sangat tipis, profil-profil baja ringan sangat rawan terjadi tekuk lokal. Oleh karena itu profil baja ringan kebanyakan didesign memiliki pengaku pada web dan flensnya untuk memperkecil kemungkinan terjadinya tekuk lokal. Tekuk lokal sendiri dipengaruhi oleh panjang elemen. Semakin pendek elemen, kecenderungan terjadinya tekuk lokal akan semakin besar. Analisis ini bertujuan untuk mencari pengaruh panjang elemen terhadap kuat tekan kritisnya dan melihat tekuk yang terjadi dengan cara teoritis dan metode elemen hingga. Profil yang digunakan adalah 75mm x 35mm x 5mm x 0,65mm dengan pengaku pada badan dan flensnya. Perhitungan metode elemen hingga dilakukan dengan program Abaqus. Pemodelan panjang yang digunakan adalah 500, 1000, 1500, 2000, 2500 dengan perletakan tetap sendi-sendi, arah beban sejajar dengan batang (aksial). Hasilnya adalah semakin panjang elemen kuat tekan batang akan semakin kecil dan deformasi yang dihasilkan akan semakin besar. Tekuk yang terjadi adalah tekuk lokal pada bagian flens yang menunjukan kurangnya pengaku pada bagian flens.
KAJIAN DUA KELOMPOK DATA TANAH DARI HASIL UJI BOR DALAM PADA PROYEK JALAN TOL JKC
Stephen Edmon Wiyana;
Aniek Prihatiningsih;
Josephine Aristiti Setyarini
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2258
Pembangunan proyek konstruksi selalu diawali dengan soil investigation. Studi skripsi ini didasari pada pertanyaan berupa berapa lamakah hasil soil investigation itu bisa valid untuk digunakan sebagai dasar perhitungan konstruksi? Pada proyek Jalan Tol Jakarta Kunciran Cengkareng didapati dua data bor dalam dengan selisih 8 tahun. Klasifikasi jenis tanah pada proyek Jalan Tol Jakarta Kunciran Cengkareng mainroad, melalui kajian nilai N – SPT dari hasil bor dalam pada kedua data yang terdapat pada proyek tersebut. Nilai N – SPT pada kedua data dikaji berdasarkan faktor waktu selama 8 tahun, komposisi tanah berdasarkan data kedua bor dalam akan diperoleh kajian berupa, perubahan nilai N – SPT yang terjadi akan ditinjau berdasarkan lokasi mainroad, perubahan kedalaman tanah keras berdasarkan kedua data bor dalam pada lokasi mainroad juga akan diperoleh. Korelasi nilai Cu dan f berdasarkan data laboratorium pada lokasi ramp akan diperoleh berdasarkan hasil contoh tanah yang diperoleh dari proyek serta stratigrafi dari lapisan tanah berdasarkan kedua hasil bor dalam. Metode matematika sederhana akan diaplikasikan untuk memperoleh perbandingan komposisi dan perubahan nilai N – SPT, nilai korelasi akan diperoleh berdasarkan plot nilai kepada grafik Sowers dan Peck, kekuatan daya dukung akan diperoleh melalui perhitungan Meyerhoff 1976 dan program Allpile. Hasil yang diperoleh adalah data bor dalam lama sudah tidak valid setelah periode 8 tahun
PENGARUH PENAMBAHAN GIPSUM TERHADAP KUAT TEKAN BEBAS TANAH LEMPUNG EKSPANSIF AKIBAT SIKLUS BASAH – KERING
Bunyamin Andreatama;
Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2263
Perubahan kedalaman muka air tanah merupakan masalah utama yang membuat tanah ekspansif memiliki sifat merusak. Kedalaman tanah dimana sering terjadi perubahan kedalaman muka air tanah inilah yang disebut active zone karena tanah ekspansif hanya aktif pada kedalaman tersebut. Salah satu cara yang sudah banyak diterapkan di lapangan untuk mengatasi tanah ekspansif ini adalah stabilisasi tanah menggunakan kapur. Namun saat ini dilakukan berbagai penelitian untuk mencari material lain yang lebih mudah diperoleh. Gipsum memiliki unsur kalsium yang juga terdapat di dalam kapur. Oleh karena itu gipsum dipertimbangkan sebagai pengganti kapur. Dalam penelitian sebelumnya diketahui bahwa gipsum dapat meningkatkan kuat geser tanah. Pada penelitian ini tanah yang dicampur gipsum diuji kuat tekan bebasnya terhadap siklus basah-kering sebagai gambaran active zone. Pengambilan sampel tanah dilakukan di Jl. Science Timur 2 Jayamukti, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat. Penambahan gipsum yang digunakan adalah 0%, 4% dan 8% dengan waktu pemeraman sampel 0 hari, 3 hari dan 7 hari. Pemeraman sampel dilakukan dengan menaruh sampel pada desiccator selama waktu peemraman. Jumlah siklus basah-kering yang dilakukan adalah tanpa siklus, 1 siklus dan 2 siklus dengan pengertian 1 siklus adalah sampel direndam hingga keadaan jenuh, lalu dikeringkan hingga kembali ke kadar air optimumnya. Dari penelitian ini diperoleh hasil sampel yang tidak melalui siklus basah-kering kuat tekan bebasnya meningkat pada pencampuran gipsum 8% namun menurun untuk kadar gipsum 4%. Tetapi setelah melalui siklus basah-kering tidak diperoleh suatu kecenderungan umum pada penambahan kadar gipsum terhadap kuat tekan bebas tanah.