cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Volume 2, Nomor 1, Februari 2019" : 23 Documents clear
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA MANAJER PROYEK KONSTRUKSI Felix Julian; Jane Sekarsari Tamtana
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3036

Abstract

Keberhasilan suatu proyek konstruksi dipengaruhi oleh kinerja manajer proyek konstruksi tersebut. Salah satu cara mengukur kinerja manajer proyek konstruksi dapat melalui kinerja waktu proyek yang dikerjakannya. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa motivasi dan disiplin kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja seseorang. Oleh karena itu, studi ini ingin melakukan penelitian pengaruh motivasi dan disiplin kerja secara bersamaan terhadap kinerja manajer proyek konstruksi. Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada sejumlah responden yang meliputi manajer proyek, manajer lapangan, manajer teknik, dan manajer-manajer lainnya. Teknik analisis data menggunakan bantuan program SPSS. Analisis data dilakukan mulai dari uji validitas dan uji reliabilitas, uji asumsi klasik (meliputi uji normalitas, linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas), uji koefisien determinasi, uji t, dan uji F. Hasil dari analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa motivasi dan disiplin kerja memberikan pengaruh sebesar 56,3% terhadap kinerja manajer proyek konstruksi. Berdasarkan uji t dan uji F, dapat diketahui bahwa motivasi dan disiplin kerja memiliki pengaruh yang signifikan secara individual maupun secara bersamaan terhadap kinerja manajer proyek konstruksi. Pada kelompok motivasi kerja, faktor yang paling berpengaruh adalah memiliki hubungan baik antar sesama rekan kerja dalam proyek dan dapat diajak bekerja sama. Sedangkan pada kelompok disiplin kerja, faktor yang paling berpengaruh adalah merasa bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan.
ANALISIS PERBANDINGAN JEMBATAN PELAT CONTINUOUS SPAN BENTANG PENDEK DENGAN SISTEM KONVENSIONAL DAN PRATEGANG Timotius Timotius; Edison Leo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3416

Abstract

Jembatan merupakan sarana konstruksi yang cukup penting bagi kelancaran ekonomi dan aliran perjalanan. Jembatan memiliki fungsi sebagai sarana konstruksi untuk menghubungkan suatu tempat dengan tempat lainnya yang sulit untuk dijangkau. Salah satu jenis jembatan bedasarkan bentuk strukturnya adalah jembatan pelat. Jembatan pelat atau slab bridge  tersusun dari pelat monolit, dengan bentang dari tumpuan menuju ke tumpuan tanpa didukung oleh balok melintang ataupun balok girder atau balok gelagar, sehingga pelat tersebut hanya ditopang oleh abutment jembatan Dalam perencanaannya, penulangan jembatan dapat didesain dengan sistem konvensional ataupun prategang. Beton konvensional adalah beton normal yang tidak mengalami tegangan pra layan. Beton prategang merupakan beton yang dimana tulangan bajanya ditarik terhadap betonnya atau dengan kata lain diberikan tegangan pra-layan. Penelitian ini akan menganalisis perbandingan antara sistem konvensional dan prategang pada jembatan pelat dari segi ketebalan pelat dan lendutan. Analisis ini menggunakan bantuan program finite element untuk membuktikan hasil perhitungan manual dengan metode garis pengaruh. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan menggunakan sistem konvensional dan prategang akan menghasilkan ketebalan yang sama, walaupun lendutan yang dihasilkan lebih kecil dikarenakan batas lendutan ijin untuk beban live load yang sama untuk keduanya yaitu sebesar L/800. Sehingga apabila dimensi tebal-nya diperkecil, maka lendutan beban live load yang terjadi tidak memenuhi syarat lendutan ijin.
ANALISIS KARAKTERISTIK TRANSPORTASI ANAK-ANAK PADA USIA 6 HINGGA 12 TAHUN DI JABODETABEK Ferline Fransisca; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3421

Abstract

Transportasi adalah usaha memindahkan, menggerakkan, mengangkut atau mengalihkan suatu objek dari suatu tempat ke tempat lain dimana di tempat lain ini objek tersebut lebih bermanfaat atau dapat berguna untuk tujuan-tujuan tertentu. Kita mengetahui kawasan Jabodetabek merupakan sebuah kawasan metropolitan yang masyarakatnya memiliki kesibukan yang cukup tinggi. Penelitian dilakukan di kawasan ini karena kepadatan penduduk yang tinggi dan membutuhkan prasarana atau sarana transportasi untuk bermobilitas. Berbagai jenis transportasi seperti transportasi umum (angkot, bus Transjakarta, bus Transjabodetabek, KRL Commuter Line dan lain-lain) dan transportasi pribadi (mobil dan sepeda motor) sudah tersedia, namun belum tentu sesuai dengan kebutuhan anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun. Bagi para orangtua, ini merupakan hal yang penting untuk memutuskan jenis tranportasi yang baik digunakan oleh anak mereka. Kuesioner dibagikan kepada 108 responden. Kuesioner terbagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama berisi tentang data umum responden seperti jenis kelamin, umur, pengeluaran perbulan, jenis kelamin anak, dan usia anak. Bagian kedua adalah butir-butir pertanyaan untuk menilai karakteristik anak dan kesiapan anak untuk menggunakan berbagai jenis transportasi. 50 responden akan diminta untuk mengisi kuesioner langsung dan sisanya akan mengisi kuesioner online. Data akan dianalisis menggunakan analisis korelasi pearson untuk mengetahui korelasi antara karakteristik anak (kemandirian anak, keaktifan dan kemampuan fisik, emosional anak, kemampuan mengambil keputusan dan hubungan orang tua dengan anak) terhadap kesiapan anak untuk menggunakan berbagai jenis transpotasi. Berdasarkan hasil penelitian, para orang tua di Jabodetabek umumnya memberikan anaknya untuk menggunakan transportasi pribadi dan layanan antar-jemput.
KAJIAN EFISIENSI SISTEM WAFFLE SLAB TERHADAP PELAT KONVENSIONAL Paula Paula; Edison Leo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3426

Abstract

Pelat dengan pelat tipis dan kumpulan balok rusuk berbentuk T yang saling menyilang dikenal dengan nama Waffle Slab. Di antara berbagai sistem pelat, sistem waffle slab masih jarang sekali digunakan, padahal sistem waffle slab memiliki keuntungan yaitu dengan ketebalan pelat yang sangat tipis dan pemakaian besi tulangan yang cukup hemat pada pelatnya dikarenakan pelat waffle slab memiliki kekakuan yang besar pada pelat sehingga lendutan pada pelat relatif kecil. Selain itu, penggunaan sistem waffle slab juga dapat mempengaruhi tata letak kolom. Semakin kecilnya lendutan pada balok maka jarak antar kolom pada portal bisa lebih jauh dari struktur yang biasa. Tujuan dari studi ini adalah untuk membandingkan sistem waffle slab dengan sistem pelat konvensional ditinjau dari segi kekakuan, ketebalan pelat, jarak antar kolom dan penggunaan material beton serta tulangan. Metode untuk analisis struktur menggunakan equivalent frame method dan menggunakan finite element program. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pada sistem waffle slab, jarak antar kolom dapat lebih panjang dibandingkan dengan sistem pelat konvensional dan dengan tebal pelat yang lebih tipis, sistem waffle slab lebih kaku dibandingkan dengan sistem pelat kovensional. Hasil analisis tulangan menunjukan perbandingan penggunaan volume beton dan tulangan baja pada sistem waffle slab bisa lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan sistem pelat konvensional.
EVALUASI KEBUTUHAN PENGGUNA JASA KONSTRUKSI DENGAN PENDEKATAN BUILDING INFORMATION MODELING Mario Andrew; Basuki Anondho
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3032

Abstract

Dalam industri konstruksi, pengguna jasa konstruksi membutuhkan informasi yang baik atas prasyarat kebutuhannya. Di lain sisi, terdapat pengembangan model pengambilan keputusan melalui pendekatan Building Information Modeling yang merupakan alat bantu pengambilan keputusan untuk memudahkan kapabilitas dari suatu produk untuk berinteraksi yang dibutuhkan dalam proses perancangan dan pelaksanaan antara para pemangku kepentigan. Dalam penelitian ini, Building Information Modeling bertujuan untuk membantu pengguna jasa konstruksi mendapatkan jenis rumah tinggal yang sesuai dengan kebutuhannya. Identifikasi kebutuhan-kebutuhan rumah tinggal diberlakukan berbasis Value Engineering mendapatkan variabel kebutuhan dari fungsi rumah tinggal yaitu: faktor perlindugan, faktor keamanan, faktor kenyamanan, faktor aksesibilitas, faktor ekonomis, faktor kesehatan, faktor konservasi energi, dan faktor privasi. Kebutuhan-kebutuhan tersebut dimasukan ke dalam kuisioner dan didistribusikan kepada orang yang mempunyai rumah tinggal. Selanjutnya hasil dari kuisioner tersebut diolah dengan metode Relative Importance Index untuk mendapatkan bobot dari nilai kepentingan masing-masing kebutuhan. Faktor keamanan mempunyai bobot tertinggi dengan nilai RII sebesar 0.9644 dan faktor konservasi energi mempunyai bobot terendah dengan nilai RII sebesar 0.7289. Bobot-bobot tersebut di input didalam Building Information Modeling untuk dijadikan matriks keputusan beserta jenis-jenis rumah tinggal. Pengguna jasa konstruksi dapat memberikan skor kedalam matriks keputusan sesuai dengan kebutuhan yang sudah didapatkan dari studi literatur untuk mendapatkan total nilai untuk menentukan jenis rumah tinggal. Hasil evaluasi dari Building Information Modeling yang memperoleh input bobot kebutuhan yang dijadikan parameter terukur dalam penelitian ini dan di input skor dari pengguna jasa konstruksi menghasilkan total nilai tertinggi yang menjadi output dari Building Information Modeling yang dijadikan pilihan terbaik.
ANALISIS KUAT GESER TANAH CLAY SHALE YANG TERENDAM DAN TIDAK TERENDAM DENGAN UNCONFINED COMPRESSION TEST Hans Tantra; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3037

Abstract

Tanah di Indonesia terdiri dari berbagai macam jenis dan karakteristik yang berbeda–beda. Sehingga di setiap proses konstruksi, kita perlu mengidentifikasi terlebih dahulu jenis dan karakteristik tanah apa yang menjadi dasar konstruksi tersebut dibangun. Salah satu jenis tanah yang ada di Indonesia yang sering menyebabkan masalah selama pembangunan, yaitu tanah clay shale. Tanah clay shale memiliki karakteristik mudah mengalami pelapukan tanah jika terus menerus terekspos dengan udara, pelapukan tanah dapat mengakibatkan penurunan kuat geser tanah yang dapat menyebabkan terjadinya longsor di daerah konstruksi bangunan. Melalui tes unconfined compression test kita dapat memperoleh nilai kuat tekan dan kuat geser. Dalam penelitian ini, lokasi sampel yang akan di uji berasal dari Jl.Babakan Sirkuit Tangkil, Citereup, Bogor, Indonesia. Pengetasan unconfined compression test akan dilakukan pada laboratorium tanah Universitas Tarumanagara. Untuk sampel yang akan diuji terdiri dari dua kondisi sampel dengan keadaaan berbeda. Sampel akan diuji dalam kondisi rendam dan tidak rendam dengan masing–masing durasi sampel di rendam dan tidak rendam selama 0 minggu, 1 minggu, 3 minggu, 5 minggu, dan 7 minggu. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat tekan terbesar pada sampel yang tidak di rendam berada pada durasi 5 minggu pendiaman sebesar 1133.2275 kN/m2 dan mulai menurun pada sampel dengan durasi 7 minggu. Untuk sampel dengan kondisi terendam, kuat tekan terbesar berada pada sampel 1 minggu perendaman dengan nilai sebesar 11.635 kN/m2 dan nilai kuat tekan mulai menurun pada sampel dengan durasi 3 minggu rendaman. Nilai kohesi pada percobaan ini berbanding lurus dengan nilai kuat tekan sehingga untuk sampel tidak rendam, nilai kohesi terbesar berada pada kondisi pendiaman 5 minggu dan untuk sampel rendam nilai kohesi terbesar berada pada kondisi perendaman 1 minggu.
KARAKTERISTIK TRANSPORTASI SAAT LIBURAN HARI RAYA IDUL FITRI PADA RESPONDEN DI JABODETABEK YANG SUDAH TIDAK MEMILIKI ORANG TUA Tedy Tedy; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3417

Abstract

Pulang kampung merupakan kegiatan perantau atau pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya, dan identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaannya misalnya menjelang Idul Fitri. Tujuan utama pulang ke kampung halaman yaitu untuk bertemu dengan sanak saudara dan orang tua di kampung halaman dikarenakan sudah merantau atau bekerja di luar kampung halaman selain itu untuk melepaskan rasa penat setelah bekerja di kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik transportasi saat liburan hari raya idul fitri pada responden di jabodetabek yang sudah tidak memiliki orang tua. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner online (36 orang) dan offline (38 orang) terhadap para perantau di Jabodetabek yang sudah tidak memiliki orang tua. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis selisih rataan dan tabel silang untuk melihat perbedaan signifikan antara karakteristik responden terhadap waktu tempuh, waktu berangkat ke kampung halaman serta durasi lama di kampung halaman untuk mengetahui karakteristik dari responden yang memenuhi syarat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para perantau yang sudah tidak memiliki orang tua lebih memilih untuk memakai moda transportasi umum yaitu pesawat terbang dikarenakan pesawat terbang lebih efisien dalam waktu dibandingkan mobil pribadi dan lebih memilih untuk mempersingkat waktu ketika berada di kampung halaman.
ANALISIS STRUKTUR JEMBATAN GANTUNG SELF-ANCHORED Ivan Sebastian; F.X. Supartono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3422

Abstract

Jembatan merupakan struktur yang dibuat untuk menyeberangi jurang atau rintangan seperti sungai, rel kereta api, ataupun jalan raya. Jembatan sering menjadi komponen kritis dari suatu ruas jalan,karena sebagai penentu beban maksimum kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut. Jembatan memiliki banyak jenis berdasarkan fungsi, lokasi, bahan konstruksi, dan tipe struktur. Salah satu jenis jembatan adalah suspension bridge, dimana gelagar jembatan digantung menggunakan hanger yang akan menyalurkan gaya melalui kabel utama yang kemudian disalurkan ke tanah lewat pondasi. Suspension bridge memiliki variasi dimana angkur jembatan tersebut diletakkan pada gelagar jembatan, jenis jembatan ini dinamakan self-anchored suspension bridge. Self-anchored suspension bridge adalah jembatan gantung yang pengangkurannya pada jembatannya sendiri. Tipe pengangkuran ini tidak bergantung pada kondisi tanah yang ada. Kabel utama akan diangkur di deck jembatan sehingga deck jembatan menerima gaya tekanan horizontal dari kabel utama. Gaya tekan horizontal ini menyebabkan resiko terjadinya tekuk global pada deck jembatan. Selain itu deck jembatan tetap harus menahan gaya vertikal dari kendaraan-kendaraan di atas. Program MIDAS CIVIL 2019 memiliki fitur untuk memodelkan serta menghitung gaya-gaya jembatan gantung secara detil. Maka dalam jurnal ini peneliti dengan program MIDAS CIVIL 2019 menganalisis gaya-gaya yang terjadi akibat kombinasi pembebanan ASD beban mati dan beban lalu lintas pada self-anchored suspension bridge dan membandingkan gaya-gaya tersebut  pada suspension bridge dengan angkur luar.
ANALISIS POTENSI PENERAPAN SISTEM RAINWATER HARVESTING PADA KAMPUS I UNIVERSITAS TARUMANAGARA Jonathan Putra; Wati Asriningsih Pranoto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3033

Abstract

Indonesia merupakan wilayah dengan curah hujan yang tinggi dan cenderung terdistribusi secara merata sepanjang tahun tanpa ada perbedaan yang mencolok antara musim hujan dan kemarau. Potensi sumber air bersih alami ini, apabila di manfaatkan dalam bentuk sistem Rainwater Harvesting di lokasi Kampus I Universitas Tarumanagara dapat menghemat air bersih per harinya sekitar 27,0497% pada hari hujan dari kebutuhan air harian menurut perhitungan SNI 03-7065-2005. Sedangkan menurut data tagihan bulanan air, sistem Rainwater Harvesting apabila diterapkan dapat menghemat air hingga 87,1169% pada hari hujan. Biaya air PAM yang dapat dihemat per tahun sebesar Rp 234.195.703,-. Kemudian bak penampung yang dibutuhkan untuk menampung air hujan total sebesar 168,2924 m3.
ANALISIS PERILAKU TANAH DISPERSIF TERHADAP DINDING PENAHAN TANAH DALAM PEKERJAAN DEWATERING KONSTRUKSI BASEMENT Arya Febrian; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i1.3038

Abstract

Skripsi ini menganalisis tentang metode pelaksanaan dalam pembuatan basement 3 lantai menggunakan sistem dewatering dengan dinding penahan tanah pada tanah dispersif. Tanah dispersif adalah tanah yang mudah tererosi dan terurai apabila berinteraksi dengan air, sehingga dapat menyebabkan banyak kerusakan. Perilaku tanah dispersif terhadap dinding penahan tanah juga sangat berpengaruh pada pekerjaan konstruksi dan dapat mempengaruhi kriteria desain suatu struktur. Tujuan dari analisis ini adalah untuk memberi peringatan pentingnya memahami perilaku tanah di lokasi konstruksi, terutama untuk tanah sensitif yang sangat memerlukan keberhati-hatian desain dan juga desain yang bersifat koservatifKemudian, analisis dilanjutkan dengan pengecekan kestabilan dinding penahan tanah dengan menggunakan bantuan program. Dalam simulasi program, syarat angka keamanan dan batas deformasi dinding penahan tanah ditingkatkan untuk mencegah kemungkinan terburuk terjadi karena kondisi lapangan dan simulasi pada program tidak sepenuhnya sama. Analisis pada program menunjukkan bahwa kondisi drained (SF=2.3394) memiliki angka keamanan lebih kecil dari kondisi undrained (SF=3.5499). Hal ini membenarkan teori bahwa pada kondisi drained, tanah memiliki permeabilitas tinggi sehingga air dapat dengan mudah mengalir keluar masuk pada tanah.

Page 2 of 3 | Total Record : 23