JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles
36 Documents
Search results for
, issue
"Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020"
:
36 Documents
clear
ANALISIS KASUS PENURUNAN PONDASI JARINGAN TRANSMISI 150KV KALIMANTAN TIMUR
Ray Prosper Intan;
Gregrorius Sandjaja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8306
ABSTRACTElectricity is undeniably a primary need for all human beings in the world after water, land, and air. The more developed a country is, the higher the need for electricity will be. To keep up with the demands, power plants which are built, mostly in rural areas. The generated electricity is then delivered to consumers through transmission networks. A transmission network is needed to deliver the electricity from plants to consumers. Electricity generated by the power plants is channeled through electricity transmission, which is connected by using electric towers. The terrain of the construction of the electric transmission tower is very diverse; and the soil types upon which the towers are built greatly affect the stability of the tower’s foundation. The tower’s foundation should be able to withstand the weight of the transmission networks, so that towers stability should not interfere with electricity distributions process. This study aims to analyze the foundational decline that occurred in the transmission tower in East Kalimantan that was built on peat soil. ABSTRAKListrik tidak dapat dipungkiri sudah menjadi kebutuhan primer bagi seluruh umat manusia di dunia setelah air, tanah, dan udara. Semakin maju sebuah negara maka kebutuhan akan listrik negara tersebut akan semakin tinggi, oleh karena itu negara harus mampu untuk menyediakan kebutuhan listrik itu. Kebutuhan listrik tersebut dapat dipenuhi dengan membangun pembangkit-pembangkit listrik, pada umumnya pembangkit listrik dibangun di daerah pinggiran kota. Ketika pembangkit-pembangkit listrik tersebut yang telah dibangun dan telah menghasilkan listrik maka diperlukan jaringan transmisi listrik untuk menyalurkan listrik yang telah dihasilkan tersebut. Jaringan transmisi listrik tersebut melalui tower-tower listrik. Medan pembangunan tower tower transmisi listrik tersebut sangat beragam, kondisi alam, jenis tanah sangat mempengaruhi dalam pembangunan pondasi tower listrik. Pondasi listrik tersebut harus mampu untuk memikul beban yang akan dibebani pada pondasi dan tidak terjadi kegagalan agar tower transmisi tetap kokoh dan tidak menganggu proses penyaluran transmisi tersebut akibat pondasi yang tidak mampu memikul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penurunan yang akan terjadi pada pondasi tower transmisi yang telah dibangun di Kalimantan timur yang mempunyai kondisi tanah gambut dan mengalimi penurunan setelah pondasi selesai dibangun.Kata Kunci: listrik, kebuthan listrik, jaringan transmisi listrik, tower listrik, pondasi, tanah gambut
ANALISIS PENGARUH KEDALAMAN FONDASI DAN SUDUT GESER TERHADAP DAYA DUKUNG FONDASI DANGKAL PADA TANAH HOMOGEN
Albert Kurniawan;
Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8309
Well-constructed foundation must be able to resist forces that given by the structure. Foundation bearing capacity affected by some parameters and can be measured by various methods. Some methods that used in this study is Terzaghi, Meyerhof and finite element. The purpose of this study was to compare the bearing capacity value generated by these methods and the effect of parameters value variety against foundation bearing capacity. The parameters is foundation footing, friction angle and foundation depths. The highest value of foundation bearing capacity is generated by the finite element method. Bearing capacity that generated by finite element method experiences the biggest difference up to 41% compared to Terzaghi method and up to 26% biggest difference compared to Meyerhof method. Bearing capacity with friction angle 25o is 70% greater compared to 20o. Meanwhile with 30o increased to 220% compared to 20o. The value of bearing capacity differs according to the depths used. Within 1,5m depth the value of the bearing capacity is increased 35% compared to 1m depths with square footing, Meanwhile with rectangle footing only increased by 32%. The bearing capacity value also varies depends on the footing type. Rectangle footing was increased 9 – 14% compared to square footing. Sebuah fondasi yang baik harus bisa menahan gaya yang diberikan oleh strukturnya. Daya dukung fondasi dipengaruhi oleh beberapa parameter tanah dan dapat diukur dengan berbagai metode. Metode yang digunakan penulis adalah Terzaghi, Meyerhof dan elemen hingga. Dalam penulisan ini penulis ingin membandingkan daya dukung yang dihasilkan oleh metode-metode tersebut dan pengaruh dari variasi nilai parameter terhadap daya dukung fondasi. Parameter tersebut adalah jenis tapak, sudut geser dan kedalaman fondasi. Daya dukung terbesar dihasilkan oleh metode elemen hingga. Daya dukung yang dihasilkan oleh metode elemen hingga mengalami perbedaan terbesar hingga 41% jika dibandingkan dengan metode Terzaghi dan 26% perbedaan terbesar jika dibandingkan metode Meyerhof. Daya dukung dengan sudut geser 25o lebih besar 70% jika dibandingkan dengan sudut geser 20o. Sedangkan pada sudut geser 30o daya dukung mengalami kenaikan sebesar 220% jika dibandingkan dengan sudut geser 20o. Daya dukung juga berbeda tiap kedalaman fondasi. Pada kedalaman fondasi 1,5m daya dukung mengalami kenaikan 35% jika dibandingkan pada kedalaman fondasi 1m pada fondasi bujur sangkar dan pada fondasi persegi panjang mengalami kenaikan 32%. Daya dukung juga berbeda tergantung jenis tapaknya. Pada jenis tapak fondasi persegi panjang, kapasitas daya dukung mengalami kenaikan 9 - 14% jika dibandingkan dengan jenis tapak fondasi bujur sangkar.
STUDI LITERATUR PENCAMPURAN MATERIAL TANAH LEMPUNG DAN PASIR BATU DENGAN STEEL SLAG
Stefi Kurniawan;
Inda Sumarli;
Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8376
ABSTRACTThe use of steel slag has been widely used to increase soil strength. Steel slag is solid material from the process of refining molten iron in making steel which in the process uses furnace and using fuel from the air blown. The steel slag must be utilized cautiously because this material is categorized as B3 which is dangerous and toxic. The application that will be discussed in this research is “Literature Study of Mixing Clay and Sandstone with Steel Slag”. This analysis will be conducted by comparison of the data from research findings. The data used are primary and secondary. For primary data, the mixing of steel slag material is fulfilled by sandstone while this material is mixed with clay for secondary data. The experimet carried out from the data obtained are the CBR test, optimum moisture content (OMC), spesific gravity, maximum dry density, and atterberg limit. The results of data comparison; in addition of certain steel slag consist of a maximum number increase of CBR value. In addition, the growth of steel slag content can also increase spesific gravity of soil, and reduce plasticity, liquid limit and moisture content.ABSTRAKPenggunaan limbah baja telah banyak digunakan untuk peningkatan kekuatan tanah. Limbah terak baja merupakan limbah padat dari proses pemurnian besi cair dalam pembuatan baja yang dalam prosesnya memakai tungku dapur dan menggunakan bahan bakar dari udara yang ditiupkan. Limbah baja ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya karena bahan ini termasuk kedalam limbah B3 yang Bahan Berbahaya dan Beracun. Pemanfaatan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah Studi Literatur Pencampuran Material Tanah Lempung dan Pasir batu dengan Steel Slag. Di dalam penelitian ini, dilakukan dengan perbandingan data-data dari hasil penelitian. Data-data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Untuk data primer, pencampuran material limbah baja dilakukan dengan pasir batu sedangkan untuk data sekunder material ini dicampurkan dengan tanah lempung. Pengujian yang dilakukan dari data-data yang didapat adalah pengujian CBR, kadar air optimum, berat jenis butir, berat jenis tanah, dan batas-batas atterberg. Hasil dari perbandingan beberapa data yang didapat, pada penambahan kadar steel slag tertentu terdapat pertambahan nilai CBR paling maksimum. Selain itu, pertambahan kadar slag juga dapat meningkatkan berat jenis butir, dan mengurangi plastisitas, batas cair, dan kadar air.
ANALISIS CARA PENINGKATAN DAYA DUKUNG FONDASI DANGKAL PADA KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT
Feric Antonius;
Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8278
ABSTRACTThe construction of high rise buildings requires a strong foundation. High rise building construction usually requires a deep foundation which requires a large cost. Therefore, shallow foundation can be used as an alternative to replace deep foundation. The main problem that arise is the low bearing capacity of the foundation which unable to carry the load. This research conducts is to find out how to increase the bearing capacity of a square footings with several reinforcement materials for high rise buildings. The analysis bearing capacity of shallow foundation is carried out manually using the Terzaghi method and the Meyerhof and Hanna method. The results of the analysis using these two methods show that soil reinforcement materials such as stone column, crushed stone, crushed limestone, construction and demolition can increase the bearing capacity of shallow foundations. The conclusions of this research with Terzaghi method obtained that the greater the value of the friction angle and unit weight of soil from the reinforcement materials, the bearing capacity of the foundation will be even greater, while the Meyerhof and Hanna method obtained that the stronger material does not always get the greatest value of bearing capacity because it depends on the type and consistency of the soil under the reinforcement layer.Keywords: bearing capacity; stone column; crushed stone; crushed limestone; construction and demolitionABSTRAKDalam perencanaan pembangunan seperti gedung bertingkat tentunya memerlukan sebuah fondasi yang kuat. Pembangunan konstruksi gedung bertingkat biasanya memerlukan fondasi dalam tetapi memerlukan biaya yang besar. Oleh karena itu, fondasi dangkal dapat digunakan sebagai alternatif untuk menggantikan fondasi dalam. Masalah utama yang timbul dari penggunaan fondasi dangkal untuk gedung bertingkat adalah daya dukung fondasi yang rendah sehingga tidak mampu memikul gaya luar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cara peningkatan daya dukung fondasi telapak persegi dengan beberapa material perkuatan tanah untuk gedung bertingkat. Analisis daya dukung fondasi dangkal dilakukan secara perhitungan manual menggunakan metode Terzaghi dan metode Meyerhof dan Hanna. Hasil analisis menggunakan kedua metode tersebut menunjukkan bahwa material perkuatan tanah yaitu stone column, crushed stone, crushed limestone dan construction and demolition yang digunakan dapat meningkatkan daya dukung fondasi dangkal. Kesimpulan dari penelitian ini antara lain menggunakan metode Terzaghi didapatkan bahwa semakin besar nilai sudut geser dalam dan berat jenis tanah dari material perkuatan yang digunakan maka nilai daya dukung fondasi akan semakin besar sedangkan metode Meyerhof dan Hanna didapatkan bahwa semakin kuat material belum tentu berpengaruh untuk mendapatkan nilai daya dukung yang paling besar karena dipengaruhi dengan jenis dan konsistensi tanah yang berada dibawah lapisan perkuatan tersebut.Kata kunci: daya dukung; stone column; crushed stone; crushed limestone; construction and demolition
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEMBANGUNAN GEDUNG DAN PERUMAHAN
Steven Steven;
Mega Waty
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8324
Indonesia as a developing country in the Asian region is a country that has a lot of development. Occupational safety and health management systems are part of an organization's management system that is used to develop and implement Occupational safety and health policies and manage risks. In this study, researchers will discuss the application of occupational safety and health management systems and supporting facilities for occupational safety and health management systems applied by construction companies to the construction of high rise buildings and housing developments. The method used to determine the successful implementation of the Occupational Safety and Health Management System is to use quantitative methods and Univariate analysis. Later the results of the percentage calculation will be compared with Minister of Public Works Regulation No.9 / 2008 concerning Management and Work Safety Systems. Application of Occupational Safety and Health Management System in high rise buildings is 97% (Good), and for housing is 35% (less). The supporting facilities in the high rise building project are 88% (Good) and 40% (less) for housing.ABSTRAKIndonesia sebagai salah satu negara berkembang di kawasan Asia merupakan negara yang banyak melakukan pembangunan. Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja merupakan bagian dari sistem manajemen organisasi yang digunakan untuk mengembangkan dan menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan mengelola risiko. Dalam penelitian ini, peneliti akan membahas penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dan fasilitas pendukung sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang diterapkan perusahaan konstruksi terhadap pembangunan gedung bertingkat dan pembangunan perumahan. Metode yang digunakan untuk mengetahui keberhasilan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah dengan menggunakan metode kuantitatif dan analisis Univariat. Kemudian hasil perhitungan persentase tersebut akan dibandingkan dengan Peraturan Menteri PU No.9/2008 tentang Sistem Manajemen dan Keselamatan Kerja. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada gedung bertingkat didapat 97% (Baik), dan untuk perumahan didapat 35% (kurang). Fasilitas pendukung yang ada pada proyek gedung bertingkat didapat 88% (Baik) dan untuk perumahan didapat 40% (kurang).
ANALISIS BANJIR KELURAHAN TANJUNG DUREN SELATAN
Natanael Tadeus Sutanto;
Wati Asriningsih Pranoto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8429
Flood is one of the natural disasters that occur due to various factors and causes many losses. Tanjung Duren Selatan village was recorded as having floods in January 2020. This research aims to determine the causes of the flood in the area as well as the solution. The data obtained were taken from BMKG, West Jakarta City Water Resources Department, and direct measurements in the review area. This research analyzed rainfall, channel capacity, channel condition dan topography in Tanjung Duren Selatan village. Rainfall is tested for data compatibility using Chi-Square and Kolmogorov-Smirnov methods. Rainfall intensity is calculated using the Mononobe formula. The capacity of the existing channels is analyzed using Manning formula that will be compared with the planned discharge calculated using Rasional method. The analysis included secondary channels and tertiary channels, based on the calculation of 8 of the 48 channels reviewed that were unable to accommodate the planned discharge. After the analysis, it can be concluded that the flooding in Tanjung Duren Selatan village was caused by the lack of existing channel capacity, contours, and rubbish that blocked the water flow. Floods that occurred on January 1, 2020 due to rainfall that occurred exceeded the planned rainfall.ABSTRAKBanjir merupakan salah satu bencana alam yang terjadi akibat berbagai faktor dan menimbulkan banyak kerugian. Di Kelurahan Tanjung Duren Selatan tercatat mengalami banjir pada bulan Januari 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya banjir pada daerah tersebut serta solusinya. Data-data yang didapat diambil dari BMKG, Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Jakarta Barat, serta pengukuran langsung di daerah tinjauan. Pada penelitian ini dianalisis curah hujan, kapasitas saluran, kondisi saluran, serta topografi di Kelurahan Tanjung Duren Selatan. Curah hujan di uji kecocokan datanya menggunakan metode Chi-Square dan Kolmogorov-Smirnov. Intensitas curah hujan di hitung menggunakan rumus Mononobe. Kapasitas saluran eksisting di analisis menggunakan rumus Manning yang akan dibandingkan dengan debit rencana yang dihitung menggunakan metode Rasional. Analisis yang dilakukan mencakup saluran sekunder dan saluran tersier, berdasarkan perhitungan 8 dari 48 saluran yang ditinjau tidak mampu menampung debit rencana. Setelah analisis dilakukan dapat disimpulkan bahwa banjir di Kelurahan Tanjung Duren Selatan disebabkan oleh kurangnya kapasitas saluran eksisting, kontur, serta sampah yang menghalangi aliran air. Banjir yang terjadi pada tanggal 1 Januari 2020 dikarenakan curah hujan yang terjadi melebihi curah hujan rencana.
ANALISIS TINGKAT KETEPATAN WAKTU KRL COMMUTER LINE LINTAS TANAH ABANG-RANGKASBITUNG (STUDI KASUS: STASIUN JURANGMANGU)
Felix Jonathan Christy;
Dewi Linggasari;
Hokbyan Angkat
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8411
One of the modes of transportation that are of interest to the Jabodetabek community is the Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line. The title of this research is the Analysis of the Level of Late Departure of the Green Line KRL Against GAPEKA at Jurangmangu Station. The purpose of this study is to identify the timeliness of Green Line KRL departures by scheduling them at Jurangmangu Station and to classify the delay level of Green Line KRL departures and determine solutions that can be applied to reduce the level of KRL Green Line late departures, especially at Jurangmangu Station. The research method used to collect data on passenger characteristics and train delays is to online survey using a questionnaire and research at the station. Delay is analyzed by Gap Analysis by comparing the time in the field and the GAPEKA. The time difference is assessed based on the tolerance of delay from the Ministerial Regulation and passenger tolerance at Jurangmangu Station. Delay tolerance according to Ministerial Regulation is 6 minutes and according to passengers is 10 minutes. The results showed that the delay of train departures at Jurangmangu Station was still below the tolerance limit for delays. ABSTRAKSalah satu moda transportasi yang diminati masyarakat Jabodetabek adalah Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line. Judul penelitian ini adalah Analisis Tingkat Keterlambatan Keberangkatan KRL Green Line Terhadap GAPEKA di Stasiun Jurangmangu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi ketepatan waktu keberangkatan KRL Green Line dengan penjadwalannya di Stasiun Jurangmangu serta mengklasifikasikan tingkat keterlambatan keberangkatan KRL Green Line dan menentukan solusi yang dapat diterapkan untuk mengurangi tingkat keterlambatan keberangkatan KRL Green Line terutama di Stasiun Jurangmangu. Metode Penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data karakteristik penumpang dan keterlambatan kereta adalah dengan survei secara online dengan menggunakan kuesioner dan penelitian langsung di stasiun. Keterlambatan dianalisis dengan Gap Analysis dengan membandingkan antara waktu di lapangan dan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA). Kemudian perbedaan waktu tersebut dinilai berdasarkan toleransi keterlambatan dari Peraturan Menteri dan toleransi penumpang di Stasiun Jurangmangu. Toleransi keterlambatan menurut Peraturan Menteri adalah 6 menit dan menurut penumpang adalah 10 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan keberangkatan kereta di Stasiun Jurangmangu masih di bawah batas toleransi keterlambatan.
STUDI PENGARUH KEMIRINGAN, JARAK, DAN PANJANG SOIL NAILING TERHADAP STABILITAS LERENG
Melin Ester Simorangkir;
Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8754
A landslide happened at a slope in South Sulawesi. The slope has 4 soil layers with a height of 15 m and a slope angle of 69,86°. Stability of the slope needs to be analized with a program based on limit equilibrium to know the value of its safety factor. After being analyzed, the safety factor of the slope is 0,883, which is less than 1,5. It shows that the slope need a soil reinforcement. For this analysis, soil nailing is being used to be the soil reinforcement. With using soil nailing, the stability of the slope needs to be analyzed again with a program based on limit equilibrium . In each analysis, there are some variations. The first analysis is a variety of nail inclination. The second analysis is a variety of nail spacing. The third analysis is a variety of nail length. The result of the safety factor of all analysis is more than minimal, 1,5. Pada suatu lereng di daerah Sulawesi Selatan, terjadi longsor. Lereng yang mengalami longsor tersebut memiliki 4 lapisan tanah dengan ketinggian lerengnya 15 m dan kemiringan lerengnya 69,86°. Stabilitas lereng perlu dianalisis menggunakan sebuah program berbasis metode kesetimbangan batas untuk mengetahui nilai keamanan lereng tersebut. Setelah dianalisis, diketahui nilai keamanan lereng di bawah 1,5, yaitu 0,883. Nilai keamanan lereng tersebut menunjukkan bahwa lereng tersebut membutuhkan sebuah metode perkuatan tanah. Pada analisis ini, metode perkuatan tanah yang digunakan pada lereng adalah soil nailing. Dengan menggunakan soil nailing, dilakukan analisis stabilitas lereng kembali menggunakan program berbasis metode kesetimbangan batas untuk memperoleh angka faktor keamanan lereng. Di setiap analisis menggunakan soil nailing, digunakan beberapa variasi nail. Analisis stabilitas lereng pertama menggunakan variasi kemiringan nail. Analisis stabilitas lereng kedua menggunakan variasi jarak antar nail. Analisis stabilitas lereng ketiga menggunakan variasi panjang nail. Hasil akhir faktor keamanan lereng setelah dilakukan semua analisis adalah lebih dari 1,5.
EFEK MODEL TANAH DENGAN BOUNDARY ELASTIC TERHADAP KAPASITAS LATERAL TIANG
Leon Yulio;
Hendy Wijaya;
Amelia Yuwono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8596
Foundation is the most important part in building construction. Foundation has ability to hold axial force and lateral force. Foundation could be used for any kind of soil, for example like sandy soil and soft soil, etc. One kind of foundation that easy to use in practice is driven pile. Each foundation has its own strength to withstand load that occurs on surrounding soil. To be able to determine the capacity of the pile on the surrounding soil it is necessary to design a pile in accordance with the design requirements of SNI 8460:2017. The capacity of driven pile is really determined by lateral shear that works on surrounding soil. By giving boundary elastic around sandy soil, can be evaluated how much model of sand soil that should be modeled and determine its effect on the soil and pile. To be able to know that, it is necessary to analyze the numerical model using PLAXIS 3D program. The result obtained by giving a boundary elastic around sandy soil affect the behavior of the soil and piles analysed. Fondasi adalah bagian terpenting dalam konstruksi sebuah bangunan. Fondasi memiliki kemampuan untuk menahan beban gaya aksial dan gaya lateral. Fondasi dapat digunakan dalam berbagai jenis tanah, seperti tanah pasir, tanah lunak, dll. Salah satu jenis fondasi yang mudah untuk digunakan dalam pelaksanaannya adalah tiang pancang. Setiap fondasi memiliki kekuatan masing-masing untuk menahan beban yang terjadi pada tanah disekitarnya. Untuk dapat mengetahui kapasitas tiang pada tanah disekitarnya perlu dilakukan perancangan tiang pancang yang sesuai dengan persyaratan desain SNI 8460:2017. Kapasitas fondasi tiang pancang sangat dipengaruhi dari tegangan lateral yang bekerja pada tanah disekitarnya. Dengan memberikan boundary elastic disekitar tanah pasir dapat dievaluasi seberapa besar model tanah pasir yang harus dimodelkan serta mengetahui pengaruhnya terhadap tanah dan tiang. Untuk dapat mengetahui hal tersebut maka perlu dianalisis dengan model numerik menggunakan program PLAXIS 3D. Hasil yang diperoleh dengan memberikan boundary elastic di sekitar tanah pasir mempengaruhi perilaku tanah dan tiang pancang yang dianalisis.
PENGUJIAN TANAH EKSPANSIF DENGAN SKALA MODEL MENGGUNAKAN KAYU DOWEL SEBAGAI PENGGANTI DINDING PENAHAN TANAH
Richard Samuel;
Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8749
Foundation is one of the most important thing in a construction. The frequently used foundation in construction is pile foundation. In Indonesia the used of pile is adapt by the condition and quality of the soil. Indonesia had many types of soil, and one of them is expansive soil. Expansive soil is a type of clay that had a swelling and shrinkage potential where the swelling happen when the water content is increase and shrink when the water content decreased. One of the mineral that can cause swelling is montmorillonite mineral in expansive soil. The chemical chain between particles that influenced by the increase of water content is causing montmorillonite mineral to swell. The focus of this research is lateral movement that happened to pile as an effect of the swelling properties in expansive soil. This analysis will also inform the effectiveness on using different size and number of pile in expansive soil. Fondasi merupakan salah satu bagian terpenting dalam suatu konstruksi. Salah satunya yang sering digunakan pada proses pelaksanaan konstruksi adalah fondasi tiang pancang. Di Indonesia sendiri penggunaan fondasi tiang pancang disesuaikan dengan kondisi dan kualitas dari tanah yang ada. Indonesia memiliki berbagai macam tipe dan jenis tanah yang berbeda, salah satunya adalah tanah ekspansif. Tanah ekspansif merupakan jenis lempung yang memiliki daya pengembangan dan penyusutan dimana pengembangan tersebut terjadi jika adanya penambahan kadar air dan menyusut ketika terjadi pengurangan kadar air. Salah satu yang dapat menjadi penyebab terjadinya pengembangan adalah kandungan mineral montmorillonite yang terdapat pada tanah ekspansif. Ikatan kimia antar partikel yang dipengaruhi oleh adanya peningkatan kadar air tanah menyebabkan mineral montmorillonite pada tanah ekspansif tersebut akan mengembang. Analisis yang dilakukan akan berfokus pada pergeseran lateral yang terjadi pada tiang pancang sebagai akibat dari dampak pengembangan yang terjadi pada tanah ekspansif. Analisis ini juga menghasilkan efektivitas pada penggunaan ukuran dan jumlah tiang pancang ditanah ekspansif.