cover
Contact Name
Hery Fajeriadi
Contact Email
heryfaje@gmail.com
Phone
+6285332834301
Journal Mail Official
bioinoved@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. H. Hasan Basry, Gedung Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan
ISSN : 26849062     EISSN : 27149803     DOI : -
Core Subject : Education,
Bio-Inoved: The Journal of Biology-Educational Innovation [p-ISSN 2684-9062] publishes scientific articles on the results of biology education research and innovations (Focus and Scope). Articles are written by following the manuscript writing rules (Author Guidelines). This journal is published twice a year, in April and October.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2022): October 2022" : 17 Documents clear
Improving student biology learning outcomes through guided inquiry assisted mind mapping Uswatun Hasanah; Miza Nina Adlini
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 4, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v4i3.13699

Abstract

Guided inquiry can make students active in solving problems with the skills and knowledge that students have. This supports the improvement of student learning outcomes and fosters student creativity in understanding learning materials through mind mapping. The purpose of this study was to examine the guided inquiry model with the aid of mind mapping on the biology learning outcomes of class X high school students. This type of research uses a quasi-experimental with Pre-test and Post-test Non Equivalent Control Group Design. The population of the study was class X students as many as 3 classes with a total of 108 people. The sample consisted of 2 classes, namely X IPA1 as the control class and X IPA2 as the experimental class. Samples were taken using purposive sampling technique. The data was taken using a test instrument in the form of multiple choice questions 20 questions. Data analysis was carried out using the t test, the results obtained were tcount> ttable  so H0 was rejected and Ha was accepted. The conclusion of this study is that there is an effect of guided inquiry model with mind mapping on biology learning outcomes. This guided inquiry learning model with mind mapping can help students participate in the learning process and observation and can make students understand the subject matter better.Abstrak Inkuiri terbimbing dapat membuat siswa aktif dalam memecahkan masalah dengan keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki siswa. Hal ini mendukung peningkatan hasil belajar siswa dan menumbuhkan kreatifitas siswa dalam memahami materi pembelajaran melalui mind mapping. Tujuan penelitian ini untuk melihat model inkuiri terbimbing berbantuan mind mapping terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA. Jenis penelitian menggunakan quasy experimental dengan Pre-test and Post-test Non Equivalent Control Group Design. Populasi dari penelitian adalah siswa kelas  X  sebanyak 3 kelas dengan jumlah 108 orang. Sampel terdiri atas 2 kelas yakni X IPA1 sebagai kelas kontrol dan X IPA2 sebagai kelas eksperimen. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data diambil menggunakan instrumen tes berupa soal pilihan berganda berjumlah 20 soal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t, diperoleh hasil thitung> ttabel jadi H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh model inkuiri terbimbing dengan mind mapping  terhadap hasil belajar biologi. Model pembelajaran guided inquiry dengan mind mapping  ini bisa membantu siswa berpartisipasi dalam proses pembelajaran maupun pengamatan serta dapat membuat siswa lebih memahami materi pelajaran.
The effect of guided inquiry learning model on students' critical thinking skills in biology learning Anggrian El Ritli; Miza Nina Adlini
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 4, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v4i3.13841

Abstract

The quality of education in preparing students to have critical thinking skills has not been optimal. Guided inquiry stimulates the thinking ability of students. This study analyses the guided inquiry learning model's effect on students' critical thinking skills on the body's defence system material. This research is quasi-experimental. The population in this study were four classes with a sample consisting of two classes, namely XI IPA A as the experimental class and XI IPA B as the control class. The sampling technique used random cluster sampling. Data collection techniques using multiple choice questions. The results showed: that the calculation of the paired sample t-test in the guided inquiry learning model got a significant value (sig) of 0.00, which means that the sig value is smaller than 0.05 (0.00<0.05). This result shows a probability of less than 0.05, meaning the guided inquiry learning model between the experimental and control classes is not the same. The pre-test and post-test values are more significant than 0.05 (sig>0.05), so it concluded that the data in this study are homogeneous. There is a significant difference in the use of this learning model that educational institutions should follow up. Teacher qualifications need to be improved in innovating and implementing this learning model to optimize students' critical thinking skills.Abstrak Kualitas pendidikan dalam mempersiapkan peserta didik agar memiliki kemampuan berpikir kritis belum optimal. Inkuiri terbimbing merangsang kamampuan berpikir peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem pertahanan tubuh. Penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah empat kelas dengan sampel terdiri atas dua kelas yaitu XI IPA A sebagai kelas eksperimen dan XI IPA B sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan soal pilihan berganda. Hasil penelitian menunjukkan: perhitungan paired sampel t test pada model pembelajaran inkuiri terbimbing mendapatkan nilai signifikan (sig) sebesar 0,00 yang artinya nilai sig lebih kecil dari 0,05 (0,00<0,05). Ini menunjukkan probabilitas kurang dari 0,05 yang berarti model pembelajaran inkuiri terbimbing antara kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak sama. Nilai pre-test dan post-test lebih besar dari 0,05 (sig>0,05) maka dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini bersifat homogen. Adanya perbedaan signifikan dengan penggunaan model pembelajaran ini hendaknya ditindaklanjuti oleh lembaga pendidikan. Kualifikasi guru perlu ditingkatkan dalam melakukan inovasi dan implementasi model pembelajaran ini untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Integrated science teaching materials with local wisdom insights to improve students' critical thinking ability Yudha Irhasyuarna; Muhammad Kusasi; Fahmi Fahmi; Hery Fajeriadi; Wahyu Redha Aulia; Saidatun Nikmah; Zulfa Rahili
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 4, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v4i3.14148

Abstract

Critical thinking in science learning emphasizes students' knowledge and understanding of scientific concepts and processes needed to make decisions in real conditions. Students who have the ability to think critically are expected to be able to face problems and make decisions intelligently and based on information to live a better life. This study aims to improve students' critical thinking skills by developing teaching materials based on local wisdom. The results showed that the learning carried out significantly affected the level of critical thinking of students, both viewed as a whole (z=-4.731; p-value=0.000<0.05) or based on three aspects of critical thinking separately (p-value=0.000<0.05). The results of this study recommend that the use of teaching materials with local wisdom in science learning materials, especially materials that make up the ecosystem, must be optimized, both at the school and university levels.Abstrak Berpikir kritis dalam pembelajaran sains menekankan pada pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep ilmiah dan proses yang diperlukan untuk mengambil keputusan dalam kondisi nyata. Mahasiswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis diharapkan mampu menghadapi masalah serta mengambil keputusan secara cerdas dan berbasis informasi agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa dengan mengembangkan bahan ajar berwawasan kearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan mempengaruhi tingkat berpikir kritis mahasiswa secara signifikan, baik dilihat secara keseluruhan (z=-4,731; p-value=0,000<0,05), maupun berdasarkan tiga aspek berpikir kritis secara terpisah (p-value=0,000<0,05). Hasil penelitian ini merekomendasikan agar penggunaan bahan ajar berwawasan kearifan lokal dalam materi pembelajaran sains khususnya materi yang membentuk ekosistem perlu dioptimalkan, baik dalam level sekolah maupun pada tingkat perguruan tinggi.
Development of HOTS-based LKPD on student learning outcomes in cell biology material at SMAN 2 Percut Sei Tuan Rara Soraya; Efrida Pima Sari Tambunan
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 4, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v4i3.13990

Abstract

The Student Worksheet (LKPD) is a learning tool that teachers can use to increase the activities of students in the teaching and learning process. SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan is one of the schools that has not used HOTS-based LKPD to improve student learning outcomes. This research produces a HOTS-based LKPD on cell material which aims to determine the feasibility of LKPD products, determine the practicality of LKPD products, and determine student learning outcomes. This study uses a 4D development model by Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, and Melvyn I, Semmel with the stages of definition, design, development, and disseminate. The results of material expert validation obtained 93% results, and media expert validation got results of 80% with appropriate criteria so that LKPD was feasible to use. The results of practicality by teachers obtained results of 65.625%, and students got results of 76.16% with practical criteria, so LKPD were practically used as teaching materials. Student learning outcomes got results of 0.72 with very effective criteria, so LKPD is very effectively used to improve student learning outcomes. With the HOTS-based LKPD, teachers can help improve high-level thinking skills so that student learning outcomes are effective.AbstrakLembar Kerja Siswa (LKPD) merupakan salah satu sarana pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan merupakan salah satu sekolah yang belum menggunakan LKPD berbasis HOTS untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menghasilkan LKPD berbasis HOTS pada materi sel yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk LKPD, mengetahui kepraktisan produk LKPD, dan mengetahui hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D oleh Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I, Semmel dengan tahapan pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Hasil validasi ahli materi memperoleh hasil sebesar 93%, validasi ahli media memperoleh hasil sebesar 80% dengan kriteria sesuai sehingga LKPD layak digunakan. Hasil kepraktisan guru memperoleh hasil 65,625% dan siswa memperoleh hasil 76,16% dengan kriteria praktis sehingga LKPD praktis digunakan sebagai bahan ajar. Hasil belajar siswa diperoleh hasil sebesar 0,72 dengan kriteria sangat efektif sehingga LKPD sangat efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan adanya LKPD berbasis HOTS, guru dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi sehingga hasil belajar siswa efektif.
How is the concept analysis ability of high school students in Ilir Barat 1 Palembang? Safira Permata Dewi; Siti Huzaifah; Djunaidah Zen
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 4, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v4i3.13709

Abstract

This study used the survey method to overview the concept analysis skills of high school students in Palembang City. This research was limited by the concept of the respiratory system and the circulatory system. The research sample (n=412) was a high school student from a school in Ilir Barat I District, Palembang City. The data was collected by using concept analysis questions, totalling 25 questions. The results showed that the concept analysis skills of high school students in Palembang City is “enough” (44,24%). The results of this study also showed that the analysis of the concept of high school students in Palembang City on the material of the respiratory system is better than the material of the circulatory system. The highest and lowest achievements per item can be seen in the respiratory system material (the highest achievement on item number 9 and the lowest achievement on item number 5). The results of this study indicated the importance of learning and assessment that train students' higher order thinking skills, so that concept analysis skills can also be increased.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kemampuan analisis konsep pada siswa SMA di Kecamatan Ilir Barat 1 Kota Palembang dengan menggunakan metode survei. Penelitian ini dibatasi oleh konsep sistem respirasi dan sistem peredaran darah. Sampel penelitian (n=412) merupakan siswa SMA yang berasal dari sekolah di Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang. Data dijaring dengan menggunakan soal analisis konsep yang berjumlah 25 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan analisis konsep siswa SMA di Kecamatan Ilir Barat 1 Kota Palembang terkategori cukup (44,24%). Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa analisis konsep siswa SMA di Kota Palembang pada materi sistem respirasi lebih baik jika dibandingkan dengan materi sistem peredaran darah. Capaian tertinggi dan terendah per item soal terlihat pada materi sistem respirasi (capaian tertinggi soal nomor 9 dan capaian terendah pada soal nomor 5). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya pembelajaran dan penilaian yang melatihkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, sehingga kemampuan analisis konsep pun dapat meningkat.
Practicality of popular scientific books on herbs of Tabanio coastal forest, Tanah Laut Regency, Indonesia Rakhmani Mulkan; Mochamad Arief Soendjoto; Dharmono Dharmono
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 4, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v4i3.13789

Abstract

A Popular Scientific Book (PSB), which mainly contains 12 species of herbs that grow in the Tabanio Coastal Forest, Tanah Laut Regency, has been compiled, but its practicality has not been determined. The research aims to determine the practicality of the book. The determination is based on the results of the readability test, implementation, and response to the PSB. The subject is a student who has taken a course in Higher Plant Botany (Phanerogamae). Readability was tested one on one by three subjects. Implementation was observed by 5 observers who assessed implementation by small groups (5 subjects) and also by field groups (10 subjects). The instrument is a questionnaire with 9 statements. Responses to PSB were also obtained from small groups consisting of 5 subjects and field groups with 10 subjects. The questionnaire instrument consists of 15 statements. The readability value is 94.23% or categorized as Very Good. The value of the implementation of expectations originating from the small group is 91.11% and the actual implementation of the field group is 92.22%. These two values are categorized as Very Good and seem steady. Expected response values and actual responses are 87.20% and 88.40%, respectively. Both of these response values are categorized as Strongly Agree and also steady. Based on the test results, overall this PSB is practically used with the consideration that any deficiencies found are always revised.Abstrak Buku Ilmiah Popular (BIP) yang konten utamanya 12 spesies herba yang tumbuh di Hutan Pantai Tabanio, Kabupaten Tanah Laut sudah disusun, tetapi kepraktisannya belum ditentukan. Penelitian bertujuan untuk menentukan kepraktisan buku tersebut. Penentuannya berdasarkan pada hasil uji keterbacaan, keterlaksanaan, dan respons terhadap BIP. Subjeknya adalah mahasiswa yang pernah mengambil mata kuliah Botani Tumbuhan Tinggi (Phanerogamae). Keterbacaan diuji satu lawan satu oleh tiga subjek. Keterlaksanaan diamati oleh 5 pengamat yang menilai pelaksanaan oleh kelompok kecil (5 subjek) dan juga oleh kelompok lapangan (10 subjek). Instrumennya berupa angket dengan 9 pernyataan. Respons terhadap BIP diperoleh juga dari kelompok kecil yang terdiri atas 5 subjek dan kelompok lapangan dengan 10 subjek. Instrumen angketnya terdiri atas 15 pernyataan. Nilai keterbacaan adalah 94,23% atau terkategori Sangat Baik. Nilai keterlaksanaan harapan yang bersumber dari kelompok kecil adalah 91,11% dan keterlaksanaan aktual dari kelompok lapangan 92,22%. Kedua nilai ini dikategorikan Sangat Baik dan terkesan ajeg. Nilai respons harapan dan respons aktual berturut-turut adalah 87,20% dan 88,40%. Kedua nilai respons ini terkategori Sangat Setuju dan juga bersifat ajeg. Berdasarkan pada hasil uji itu, secara keseluruhan BIP ini praktis digunakan dengan pertimbangan bahwa segala kekurangan yang ditemukan selalu direvisi.
Identification and remediation of science misconceptions in elementary school teachers using the P2OC2R model Muslimin Ibrahim; Sunanto Sunanto
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 4, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v4i3.14359

Abstract

This study aims to identify the conceptions of elementary school science teachers on 40 science concepts that were found to have misconceptions in the field. Identification of the teacher's conception using the three tiers instrument that had been developed previously, then remediation was carried out using the P2OC2R learning model. Forty science concepts were then tested on eleven teachers. Initially the three tiers instrument was launched to the participants, then the test results were mapped in the form of a conception profile describing the distribution of respondents who understood the concept, did not understand the concept and misconceptions. The next stage, the teachers were carried out learning using P2OC2R learning with the stages of exploring the teacher's initial conception using probing questions, testing the teacher's initial conception through observation of concept examples, negotiating and confirming the conception and reflection for 40 concepts. Furthermore, respondents were tested again using three tiers instruments. The results showed that there had been a change in conception from not understanding the concept and misconceptions to understanding the concept reaching 75.5%. The implication of this research is the action to remediate misconceptions because this research has been able to find the reliability and effectiveness of P2OC2R.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsepsi guru IPA SD pada 40 konsep IPA yang ditemukan miskonsepsi di lapangan. Identifikasi konsepsi guru menggunakan instrumen three tiers yang telah dikembangkan sebelumnya, kemudian dilakukan remediasi dengan menggunakan model pembelajaran P2OC2R. Empat puluh konsep IPA kemudian diujicobakan pada sebelas guru. Awalnya instrumen three tiers diluncurkan kepada peserta, kemudian hasil tes dipetakan dalam bentuk profil konsepsi yang menggambarkan sebaran responden yang paham konsep, tidak paham konsep dan miskonsepsi. Tahap selanjutnya guru melaksanakan pembelajaran menggunakan pembelajaran P2OC2R dengan tahapan menggali konsepsi awal guru menggunakan pertanyaan probing, menguji konsepsi awal guru melalui observasi contoh konsep, negosiasi dan konfirmasi konsepsi serta refleksi untuk 40 konsep. Selanjutnya responden diuji kembali dengan menggunakan instrumen three tiers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan konsepsi dari tidak memahami konsep dan miskonsepsi menjadi memahami konsep mencapai 75,5%. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah adanya kemudahan dalam melakukan remediasi miskonsepsi dengan adanya model remediasi yang disebut Model P2OC2R.
Problem based Learning: Its effect on problem solving skills of Islamic Boarding School student Teuku Rizki; Miza Nina Adlini
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 4, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v4i3.13905

Abstract

Increasing problem-solving competence is fundamental for students to learn in the future. The application of problem-based learning (PBL) has not been optimal, especially in Islamic boarding schools. This study aims to know the effect of PBL learning model on problem-solving skills of students in Islamic boarding schools. The type of research used is quasi-experimental research. The populations in this study were 4 classes with a total of 108 students. The sample consisted of 2 classes, namely class X IPA A as the experimental class and class X IPA B as the control class, 26 students each. The sampling technique used cluster random sampling. Data collection techniques using test instruments in the form of multiple choice with 25 questions. The data analysis technique used in this study was the normality test, homogeneity test, and hypothesis testing. The results were tested using a paired sample test (t test) on the PBL learning model on problem-solving skills, the significant value was 0.000 (sig. <0.05) then H0 is rejected and Ha is accepted. These results indicate a significant difference using the PBL model compared to conventional learning. PBL is an alternative learning model that encourages student-oriented biological learning and improves students' ability to solve problems, especially in Islamic boarding schools.Abstrak Peningkatan kompetensi pemecahan masalah menjadi hal mendasar bagi siswa untuk belajar di masa depan. Penerapan pembelajaran berbasis masalah (PBL) belum optimal khususnya di Pesantren.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL terhadap kemampuan memecahkan masalah pada siswa di pesantren. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah 4 kelas dengan jumlah 108 siswa. Sampel terdiri atas 2 kelas yaitu kelas X IPA A sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA B sebagai kelas kontrol, masing-masing kelas terdiri atas 26 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes berupa 25 soal pilihan berganda. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan uji normalitas,uji homogenitas, dan uji hipotesis.Hasil penelitian diuji menggunakan  paired sample test (uji t) pada model pembelajaran PBL terhadap kemampuan memecahkan masalah, diperoleh nilai signifikan 0,000 (sig.<0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan signifikan dengan menggunakan model pembelajaran PBL dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.  PBL sebagai alternatif model pembelajaran yang mendorong pembelajaran biologi berorientasi siswa serta meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah khususnya pada siswa Pesantren.
The effect of digital booklets “Crustaceae diversity at mangrove Sangiang Island” on students' conservation attitude using problem-based learning Indria Wahyuni; Dwi Ratnasari; Mahrawi Mahrawi; Inayah Inayah
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 4, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v4i3.14451

Abstract

The rapid advancement of technology causes educators to be ready to use digital-based learning media. This study aims to determine the effect of the digital booklet on the diversity of mangrove crabs on Sangiang Island in the Problem Based Learning (PBL) model on students' conservation attitudes. This research method uses a quasi-experimental design with a post-test-only control group design. The research sample was taken using a purposive sampling technique. This study used two sample groups, namely the control and experimental groups. Data collection uses a questionnaire which is accessed via a Google form. The questionnaire contains questions about the conservation attitudes character of as many as 50 items; with a value scale from 1-4. The results showed an effect of using digital booklets on the conservation attitude of students at SMA Negeri 4 Serang City. The average conservation attitude in the experimental class got a fairly high score of 55, while the control class got a score of 54. This value is the result of the accumulation of five characteristics of attainment of conservation attitudes, namely knowledge, concern, skills, attitudes, and participation. Based on these results, using digital media, one of which is a booklet, can be a solution for achieving the competence of students' conservation attitudes.Abstrak Pesatnya kemajuan teknologi menyebabkan para pendidik harus siap memanfaatkan media pembelajaran berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh booklet digital keanekaragaman kepiting bakau di pulau Sangiang dengan model Problem Based Learning (PBL) terhadap sikap konservasi siswa. Metode penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan post-test only control group design. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan dua kelompok sampel yaitu kelompok kontrol dan eksperimen. Pengumpulan data menggunakan angket yang diakses melalui Google form. Angket berisi pertanyaan tentang karakter sikap konservasi sebanyak 50 butir soal, dan dilengkapi dengan skala nilai dari 1-4. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penggunaan booklet digital terhadap sikap konservasi siswa di SMA Negeri 4 Kota Serang. Rata-rata sikap konservasi di kelas eksperimen mendapatkan nilai yang cukup tinggi yaitu sebesar 55 sedangkan untuk kelas kontrol memperoleh nilai 54. Nilai tersebut adalah hasil akumulasi dari lima karakter ketercapaian sikap konservasi yaitu pengetahuan, kepedulian, keterampilan, sikap, dan partisipasi. Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan media digital salah satunya berbentuk booklet dapat menjadi solusi untuk ketercapaian kompetensi sikap konservasi peserta didik.
The use of multimedia in biology learning: MAS Subulussalam Sumberjo student responses Cici Julianti; Risma Delima Harahap; Islamiani Safitri
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 4, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v4i3.13812

Abstract

The use of the lecture method in learning biology in the classroom does not provide opportunities for students to develop skills and express their opinions. Multimedia learning media is needed to increase the interest and quality of student learning. This study uses a qualitative method. The subjects of this study were 44 students of MAS Subulussalam Sumberjo, Torgamba District, South Labuhanbatu. The focus of this research is on students of class X MIPA-A and X MIPA-B, and the results obtained are in the form of observation data, interviews and questionnaires to determine student responses to the use of multimedia in learning biology. Indicators that are used as a reference to see student responses to the use of multimedia are learning with the lecture method, the implementation of multimedia learning in the form of animated videos, the quality of multimedia presentation, and the effect of using multimedia in the form of animated videos. In conclusion, the learning indicator using animated video media has a large percentage value compared to the number of other indicators, namely 90%, so that student reactions can be interpreted as follows: The use of multimedia is very good, because the use of multimedia makes students more active and enthusiastic in learning biology.Abstrak Penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran biologi di kelas tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan dan mengemukakan pendapatnya. Media pembelajaran multimedia dibutuhkan untuk meningkatkan minat dan kualitas belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 44 siswa MAS Subulussalam Sumberjo Kecamatan Torgamba Labuhanbatu Selatan. Fokus penelitian ini pada siswa kelas X MIPA-A dan X MIPA-B, dan hasil yang diperoleh berupa data observasi, wawancara dan angket untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan multimedia dalam pembelajaran biologi. Indikator yang dijadikan acuan untuk melihat tanggapan siswa terhadap penggunaan multimedia adalah pembelajaran dengan metode ceramah, pelaksanaan pembelajaran multimedia dalam bentuk video animasi, kualitas penyajian multimedia, dan pengaruh penggunaan multimedia dalam bentuk video Animasi. Kesimpulannya, indikator pembelajaran dengan media video animasi memiliki nilai persentase yang besar dibandingkan dengan jumlah indikator lainnya yaitu 90%, sehingga reaksi siswa dapat diartikan sebagai berikut: Penggunaan multimedia sangat baik, karena penggunaan multimedia membuat siswa lebih aktif dan bersemangat dalam pembelajaran biologi.

Page 1 of 2 | Total Record : 17