cover
Contact Name
Muhammad Subchan
Contact Email
-
Phone
+6285266237892
Journal Mail Official
daurling.unbari@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik, Universitas Batanghari Jambi Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kodepos: 36122
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Daur Lingkungan
ISSN : -     EISSN : 26151626     DOI : http://dx.doi.org/10.33087/daurling
Core Subject : Engineering,
Jurnal Daur Lingkungan is a scientific journal published regularly twice a year in February and August by Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Batanghari (Department of Environmental Engineering, Univesity of Batanghari). Jurnal Daur Lingkungan is published media for research results of environmental engineering field focusing on environmental management and pollution controll such as latest idea, concept and technology. These results are published in such an original scientific articel and a review. Submitted manuscript must be original, no plagiat and unpublished. Manuscript is submitted online via Open Journal System (OJS), must follow author guideline and writting template. All submission will be blind reviewed by qualified reviewers in their field.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2024): Februari" : 8 Documents clear
Aplikasi Penggunaan Feses Kambing Terhadap Produksi Vigna Sinensis L Guna Pengurangan Pupuk Anorganik Wartono, Wartono; Bimasri, John; Wati, Dewi Gislia
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i1.280

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian pupuk kotoran kambing pada tanaman kacang panjang untuk mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan pupuk kimia. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dua perlakuan dan tiga kelompok. Perlakuan yang dicoba adalah sebagai berikut: Faktor 1 Dosis Kotoran Kambing (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: K1 = 20 ton/ha setara dengan 8 kg gram per petak, K2 = 30 ton/ha setara dengan 12 kg gram per petak, K3 = 40 ton/ha setara dengan 16 kg gram per petak. Faktor 2 Ragam (V) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu : V1 = Katrina, V2 = Sabrina, V3 = Kanton Tavi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran kambing dengan dosis 40 ton/ha atau setara 16 kg per petak (K3) memberikan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang yang terbaik. Varietas Canton Tavi (V3) mampu tumbuh dan berproduksi lebih baik dibandingkan varietas lainnya. dan Interaksi antara pemberian pupuk kotoran kambing dengan varietas kacang panjang Kanton Tavi yang diberi pupuk kotoran kambing sebanyak 40 ton/ha setara 16 kg per petak (K3V3) menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang lebih baik dibandingkan interaksi perlakuan lainnya.Kata kunci : Dosis, Ragam, Kotoran Kambing, Anorganik, LingkunganABSTRACTThis research aims to determine the effectiveness of applying goat manure fertilizer to long bean plants to reduce the environmental impact of using chemical fertilizers. This research used an experimental method with a factorial randomized block design (RAK) arranged with two treatments and three groups. The treatments tried were as follows: Factor 1 Goat Manure Dosage (K) consisting of 3 levels, namely: K1 = 20 tonnes/ha equivalent to 8 kg grams per plot, K2 = 30 tonnes/ha equivalent to 12 kg grams per plot, K3 = 40 tons/ha, equivalent to 16 kg grams per plot. Factor 2 Variety (V) consists of 3 levels of treatment, namely: V1 = Katrina, V2 = Sabrina, V3 = Canton Tavi. The research results showed that the application of goat manure fertilizer at a dose of 40 tons/ha or the equivalent of 16 kg per plot (K3) provided the best growth and production of long bean plants. The Canton Tavi variety (V3) was able to grow and produce better than other varieties. and The interaction between the application of goat manure fertilizer and the Kanton Tavi long bean variety which was given goat manure fertilizer of 40 tonnes/ha equivalent to 16 kg per plot (K3V3) resulted in better growth and production compared to other treatment interactions.
Mitigasi Waste Material Konstruksi Gedung Kampus Universitas Jambi Nur, Hanif Fauzi
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i1.285

Abstract

Mitigasi Waste material konstruksi menjadi isu penting dalam pembangunan gedung kampus Universitas Jambi. Pertumbuhan pesat infrastruktur memicu peningkatan produksi waste material konstruksi, yang dapat berdampak negatif pada lingkungan dan keseimbangan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jesnis, faktor penyebab waste material, dan menerapkan strategi mitigasi yang efektif dalam mengelola waste material konstruksi di lingkungan kampus serta menyajikan landasan bagi pengambilan keputusan berkelanjutan dalam pengelolaan waste material konstruksi di lingkungan kampus Universitas Jambi. Metode penelitian melibatkan analisis data melalui observasi lapangan dalam menentukan jenis waste material konstruksi yang dihasilkan selama proyek pembangunan dan penyebaran kuisioner terhadap 65 responden untuk mengidentifikasi sumber penyebab waste material. Selanjutnya  menerapkan analisis SWOT sebagai alat evaluasi dalam merancang strategi mitigasi. Studi ini mengidentifikasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) yang berkaitan dengan pengelolaan limbah material konstruksi, dengan tujuan mengoptimalkan praktik berkelanjutan. Hasil studi menunjukan bahwa jenis waste material yang dominan adalah Hebel/Bata Ringan (4,78). Sedangkan Faktor penyebab yang dominan adalah Tempat material yang tidak tepat (4,32). Selanjutnya dengan memanfaatkan hasil analisis SWOT strategi mitigasi waste material konstruksi yang efektif dapat dihasilkan. Yakni  dengan menerapkan pendekatan terintegrasi, hal ini melibatkan penguatan kerjasama lintas-sektor, serta pengembangan kebijakan internal untuk mendukung prinsip-prinsip berkelanjutan. Penelitian ini menyajikan pandangan komprehensif tentang faktor internal dan eksternal yang memengaruhi mitigasi waste material konstruksi, memberikan dasar bagi kebijakan dan tindakan yang berkelanjutan di lingkungan kampus Universitas Jambi.
Strategi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Taman Nasional Alas Purwo Hidayatullah, Rifqi Rahmat; Hidayatullah, Mohammad Faizal Kusuma Negara Nur
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i1.284

Abstract

Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) yang terletak di Kabupaten Banyuwangi merupakan kawasan konservasi dengan ekosistem unik. Taman nasional ini memiliki tipe ekosistem yang beragam dengan segala tipe habitat dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Selain potensi yang ada, TNAP juga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dapat membahayakan dari segi ekologi, sosial, dan ekonomi masyarakat sekitar taman nasional. Tujuan dari studi ini antara lain mengidentifikasi faktor penyebab dan dampak dari Karhutla di TNAP, mengidentifikasi daerah rawan Karhutla di TNAP, dan mengidentifikasi bentuk pengendalian Karhutla di TNAP. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam, observasi lapangan dan studi literatur  sertadianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Selain itu, dilakukan pula analisis spasial terhadap wilayah rawan Karhutla. Hasil studi ini menunjukkan bahwa faktor terjadinya kebakaran hutan di TNAP seringkali disebabkan oleh faktor manusia dan didukung oleh faktor alam seperti cuaca. Dampak dari kebakaran hutan cukup signifikan mulai dari luka-luka bakar pada pangkal pohon, mengubah tutupan lahan, rusaknya habitat satwa, dan terputusnya wilayah jelajah satwa. Strategi pengendalian yang dilakukan oleh pihak TNAP dilakukan berdasarkan status siaga yang telah ditetapkan. Status siaga tersebut dibagi menjadi tiga yaitu mulai dari siaga III, siaga II, dan siaga I. Dalam mendukung strategi tersebut, pihak TNAP melakukan manajemen pengendalian kebakaran hutan meliputi pencegahan kebakaran hutan (pembuatan dan pemeliharaan sekat bakar, pengecekan dan pengisian bak air, patroli pencegahan, dan deteksi dini), pemadaman kebakaran (pemadaman secara langsung, secara tidak langsung, dan mop up), serta penanganan pasca kebakaran (monitoring dan pengumpulan data areal bekas kebakaran serta evaluasi).
Analisis Perbandingan Pengelolaan Sanitasi Swakelola dan Kontraktual Terhadap Pembangunan Kontruksi MCK Dan Septitank Individual Kharismajianti, Vanny; Chalid, Abdul; Namara, Idi
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i1.229

Abstract

 ABSTRAKPemilihan pelaksanaan kegiatan fisik (proyek) pengelolaan sanitasi swakelola (Pemberdayaan Masyarakat) dan kontraktual diharapkan mempertimbangkan berbagai kriteria, sub kriteria dan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Sedangkan kriteria yang dipertimbangkan dalam pelaksanaan proyek konstruksi antara lain adalah waktu, biaya, mutu, partisipasi masyarakat, operasional dan administrasi. Permasalahan penelitian ini adalah pemilihan pelaksanaan kegiatan fisik (proyek) konstruksi yang tepat dengan harapan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mengidentifikasi kelemahan dan keunggulan kontruksi swakelola dan kontraktual terhadap pembangunan MCK dan septiktank individual Sanitasi Desa (Sandes) di Kabupaten Cianjur, 2) mengevaluasi penilaian infrastruktur sanitasi terbangun secara swakelola dan kontraktual terhadap pembangunan MCK dan septiktank individual Sanitasi Desa (Sandes) di Kabupaten Cianjur, 3) mengembangkan sistem manajemen kegiatan kontruksi secara swakelola dan sistem manajeman kegiatan kontruksi secara kontraktual. Data primer yang diambil dalam penelitian ini adalah hasil kuesioner yang diambil dengan metode wawancara dan kuisioner yang kemudian diolah dengan metode SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). SPSS dilakukan untuk seluruh responden dari tiap kriteria, sub kriteria dan alternatif yang menjadi pilihan pelaksanaan proyek konstruksi. Dari hasil analisis yang diperoleh kemudian dilakukan validasi hasil analisis SPSS dengan metode wawancara dari perwakilan responden. Penelitian ini menunjukkan adanya berbagai kriteria yang dipertimbangkan antara lain adalah waktu, biaya, mutu, partisipasi masyarakat, operasional dan adminstrasi. Dari hasil analisis terhadap kriteria tersebut, diketahui bobot kriteria yang menjadi pertimbangan pemilihan pelaksanaan konstruksi yaitu Swakelola dengan pendampingan dan pengawasan yang ketat. Validasi hasil analisis menunjukkan rekomendasi model pelaksanaan proyek konstruksi lebih baik dilakukan dengan cara swakelola atau dengan kontraktual. Walaupun antara swakelola dan kontraktual sama – sama melakukan kontrak.Kata Kunci: Analisis Perbandingan Pengelolaan, MCK, Septiktank Individual Swakelola, KontraktualABSTRACTThe selection of the implementation of physical activities (projects) for self-managed (Community Empowerment) and contractual sanitation management is expected to consider various criteria, sub-criteria and can be implemented effectively and efficiently. While the criteria considered in the implementation of construction projects include time, cost, quality, community participation, operations and administration. The problem of this research is the selection of the suitable construction physical activity (project) mitigating future problems. This study aims to 1) identify the weaknesses and advantages of self-managed and contractual construction for the construction of individual MCK and septic tanks for Village Sanitation (Sandes) in Cianjur Regency, 2) evaluate the assessment of self-managed and contractual built sanitation infrastructure for the construction of individual MCK and septic tanks for the Village, and 3) develop a self-managed construction activity management system and a contractual construction activity management system. The primary data are questionnaire results collected by interviews and questionnaires and then processed by the SPSS (Statistical Package for The Social Sciences). SPSS is carried out for all respondents from each criterion, sub-criteria and alternatives that are the choice of construction project implementation. From the results of the analysis obtained, then validation of the results of the SPSS analysis was carried out with the interview method from respondents' representatives. This study shows that there are various criteria considered, including time, cost, quality, community participation, operations and administration. From the results of the analysis of the existing criteria, it is known that the weight of the criteria is considered for the selection of construction implementation is self-management with strict assistance and supervision. Validation of the results of the analysis shows that the recommendation of a construction project implementation model is better carried out by means of self-management or contractual. Even though self-management and contractual are both contracting.Keywords: Analysis Management Comparison, Contractual, Individual Septic Tank, MCK, Self-management 
Gap Analysis Implementasi Kebijakan Indonesian Sustainaible Palm Oil Terkait Pengelolaan Lingkungan Pada Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit Komarudin, Nurul Amri
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i1.275

Abstract

Provinsi Sumatera Selatan merupakan  produsen terbesar ke-6 produk perkebunan kelapa sawit di Indonesia dengan luas area 1.2 juta hektar. Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat masalah lingkungan di provinsi Sumatera Selatan yang disebabkan oleh kurangnya pengelolaan lingkungan pada perkebunan kelapa sawit dan kejadian kebakaran hutan yang menyebabkan dampak negatif pada lingkungan di sekitar perkebunan tersebut. Berdasarkan indikasi ini, diperlukan analisis gap terkait kebijakan lingkungan dan implementasinya di perkebunan kelapa sawit yang dilakukan oleh 6 perusahaan di Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja perusahaan dalam melakukan pengelolaan lingkungan berdasarkan kriteria yang terdapat di dalam prinsip ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) dan menganalisis implementasi kebijakan lingkungan pada perusahaan perkebunan kelapa sawit. Analisis gap dilakukan dengan menggunakan regualatory gap analysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 105 indikator dari 126 indikator pada kriteria ISPO yang terkait dengan lingkungan telah dipenuhi oleh perusahaan  perkebunan kelapa sawit. Secara keseluruhan, skor implementasi kebijakan lingkungan yang telah terpenuhi memiliki persentase 85%, dan kesenjangan memiliki nilai 0.15 yang berarti kesenjangan tersebut rendah, sehingga dapat dikatakan bahwa kebijakan lingkungan telah berhasil diimplementasikan oleh perusahaan sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).
PENGGUNAAN LIMBAH MASKER SEBAGAI CAMPURAN BAHAN PEMBUATAN PAVING BLOCK Yudistira, Farhan Dwi; Annisa, Annisa; Ilham, Ilham
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i1.287

Abstract

Penelitian ini menyoroti masalah yang berkaitan dengan peningkatan jumlah limbah masker akibat pandemi COVID-19 yang memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan. Limbah masker mengandung serat plastik yang memerlukan waktu sangat lama untuk terurai, dan bahkan dalam kondisi pasca-pandemi, jumlah limbah masker terus meningkat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemungkinan pemanfaatan limbah masker sebagai bahan campuran dalam pembuatan paving block, dengan fokus pada aspek kualitas dan kategori berdasarkan standar SNI 03-06910-1996. Metode penelitian melibatkan sterilisasi limbah masker, pengeringan, pemotongan, pencampuran dengan semen dan pasir, serta pencetakan paving block. Variasi campuran limbah masker yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, dan 15% dari volume paving block. Pengujian dilakukan dengan metode eksperimen, termasuk uji non-destructive dan destructive setelah perawatan selama 28 hari. Hasil pengujian destructive menunjukkan bahwa penambahan limbah masker pada paving block berdampak signifikan terhadap penurunan kuat tekan, dengan nilai rata-rata menurun seiring dengan peningkatan persentase campuran masker. Pengujian non-destructive mengungkap bahwa campuran masker memengaruhi kerataan permukaan dan densitas paving block, serta meningkatkan penyerapan air. Selain itu, pengujian infiltrasi menunjukkan kegagalan karena hambatan mencapai 100%. Berdasarkan standar SNI 03-0691-1996, campuran P1 memenuhi kriteria kualitas kategori A yang cocok untuk perkerasan jalan. Sementara itu, varian P2, P3, dan P4 termasuk dalam kategori kualitas B yang lebih cocok untuk penggunaan pada area parkir mobil. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga mengenai potensi pemanfaatan limbah masker dalam konstruksi paving block, dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap kualitas dan kategori sesuai standar. Hal ini dapat menjadi alternatif yang berkelanjutan untuk mengelola limbah masker dan mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkannya.
The Analysis of Air Pollution Levels at Pancor Shopping Center (PTC) East Lombok Based on Caline-4 Kurniati, Eti
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i1.277

Abstract

ABSTRAKKepadatan lalu lintas sering dijumpai pada beberapa titik pada suatu wilayah misalnya pusat pertokoan atau pasar tradisional, tidak terkecuali pada Pusat Pertokoan Pancor (PTC) Lombok Timur. Kepadatan disebabkan olehlokasi yang berdekatan dengan perempatan jalan yang tidak bersinyal. Akibat dari kepadatan ini yaitu terjadinya pencemaran udara dari gas buang kendaraan bermotor dengan kualitas bahan bakar minyak yang digunakan tidak baik. Penelitian ini menganalisis penyebaran konsentrasi emisi pencemaran di udara ambien salah satunya dengan menggunakan software Caline-4 yang merupakan model kualitas udara line source yang dikembangkan oleh California Department of Transportation (Caltrans), pada tiga waktu yaitu pukul 07.00, 12.00, dan 17.00 WITA, untuk mewakili waktu pagi, siang dan sore hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat polutan karbon tertinggi terjadi pada pagi hari sebesar 11.5 ppm, sedangkan pada siang dan sore hari tingkat polutan mulai menurun berturut-turut sebesar 3,1 ppm dan 1,2 ppm. Sementara untuk pola sebaran konsentarasi pencemar CO pagi hari yaitu berwarna kuning-hijau dengan arah angin utara daya sebesar 0° dan berwarna kuning hijau dengan arah angin selatan pada siang dan sore hari sebesar 192°. Emisi sumber bergerak pada simpang PTC Pasar Pancor Lombok Timur tidak melebihi baku mutu udara menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.41 Tahun 1999.Kata kunci : Caline-4; polutan CO; pusat pertokoan; simpang tak bersinyalABSTRACTTraffic density is often found at some public areas like shopping center or a traditional market, one of which is Pancor Shopping Center (PTC) of the eastern corner in East Lombok. The PTC area is near the non-signal road, which potentially increase air pollution. The air pollution mainly associate with emission from motorized vehicles using poor fuel quality and traffic behavior on the road. Estimating the spread of air pollution in terms of emissions concentrations in the air, the caline-4 software is used as an air quality line source model developed by the California Department of Transportation (CALTRANS). This study shows that the highest carbon pollutant levels occur in the morning at 07.00 am by 11.5 ppm and then the pollution decreases on 12.00 and 17.00 pm (respectively by 3.1 ppm and 1.2 ppm). The distribution pattern of concentration of CO pollutant in the morning is the green yellow with the southwest wind as a big as 0° and at the 12.00 pm and 15.00 pm as a big as 192° with the green yellow colours and south wind direction. Emission of CO from moving source at junction of PTC Pasar Pancor Lombok Timur does not exceed the quality of the governmental regulation of Republic Indonesia No.41 Tahun 1999Keywords : Caline-4; CO Pollutant; shopping Centre; unsignalized intersection
Sustainable Transportation in the Context of Indonesia Emas 2045: Facilitating the Transition Towards an Environmentally Friendly Future Annisa, Annisa; Sutanto, Sutanto; Arief, Budi; Wiradinata, Irvan
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i1.286

Abstract

Sustainable transportation plays a crucial role in realizing Indonesia's long-term vision for the year 2045, known as "Indonesia Emas 2045". The rapid economic growth experienced by Indonesia has led to urbanization and an increased demand for transportation services. However, this development has also brought adverse environmental impacts such as air pollution, traffic congestion, and greenhouse gas emissions. This study emphasizes the importance of public awareness and education in successfully achieving the sustainable transportation goals set for 2045. The methodology employed in this literature review aims to gain a comprehensive understanding of the impacts and solutions of sustainable transportation. Literature research findings indicate that public awareness and education play a crucial role in advocating for sustainable transportation alternatives. Increasing public awareness of the environmental, economic, and social benefits of sustainable transportation has the potential to drive the use of public transportation, non-motorized vehicles, and electric vehicles. The research confirms that public awareness efforts have been successful in reducing the use of private cars, promoting public transportation use, and fostering interest in non-motorized transportation. Additionally, these efforts have proven to increase support for sustainable transportation policies. Therefore, it is crucial to implement effective communication campaigns and education programs to assist individuals in making environmentally conscious transportation choices. In the context of "Indonesia Emas 2045," it is essential to enhance public awareness and ensure adequate education regarding sustainable transportation. Collective support from the community can significantly contribute to achieving sustainable development goals, propelling Indonesia towards a greener and more prosperous future.

Page 1 of 1 | Total Record : 8