cover
Contact Name
Erda Fitriani
Contact Email
erdafitriani@fis.unp.ac.id
Phone
+6285278103477
Journal Mail Official
culture@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang (Integrated Classroom B UNP Air Tawar Padang) Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research
ISSN : 26863421     EISSN : 2686343X     DOI : https://doi.org/10.24036/culture
Culture & Society: Journal of Anthropological Research was published to develop and enrich scientific discussion for scholars who put interest on socio-cultural issues in Indonesia. Editors welcome theoretical or research based article submission. Author’s argument doesn’t need to be in line with editors. The criteria of the submitted article covers the following types of article: first, the article presents the results of an ethnographic/qualitative research in certain topic and is related with ethnic/social groups in Indonesia; second, the article is an elaborated discussion of applied and collaborative research with strong engagement between the author and the collaborator’s subject in implementing intervention program or any other development initiative that put emphasizes on social, political, education and cultural issues; last, a theoretical writing that elaborates social and cultural theory linked with the theoretical discourse of anthropology, especially in Indonesia.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2022): Culture " : 6 Documents clear
African Cultural Values and Corruption in Nigeria: New Insights Terngu Sylvanus Nomishan; Oryina Joel Andzenge; Alegbejo Noah Kolawole; Peter Luke Oyigebe
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 1 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i1.99

Abstract

African cultural values connote core principles and ideals that maintains good, right, fair and just in African societies. This culture is developed over a long period of time, preserved and promoted by all members of a given group or society. Corruption as a phenomenon on the other hand has been variously described as a societal vice. Though research shows that some levels of corruption exist in almost every human society, it is over accommodated in some societies or nations and as such it has notoriously continued to destroy such societies/nations. This is particular to a number of African nations, with Nigeria being among (if not) the worse corrupt nation(s) in the continent. It is not difficult to understand that the value placed on corruption in Nigeria is synonymous to the way cultural values are cherished by people in some nations of the world. In view of this, there is a serious and immediate need to educate the Nigerian public about the consequences of developing a culture of corruption in the country. It seems that some Nigerians take corruption to be a normal way of life, thereby, equating the vice to acceptable cultural values. Today, many Nigerians are not interested in developing and/or preserving amiable cultural values for the nation. Rather, more attention is focus on the promotion of corrupt practices that enables the destruction of even the good cultural values of the nation that were left behind by our forefathers. Therefore, this paper seeks to unmask the importance of developing and preserving good African cultural values that will guarantee unity, patriotism, social cohesion and sustainable development in Nigeria.
Orang Minangkabau dalam Tradisi Rewang dan Nyumbang Ratih Purwati Ningsih; Wirdanengsih Wirdanengsih
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 1 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i1.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti modal sosial tradisi rewang pada masyarakat Jawa di Desa Penelitian ini menjelaskan mengenai orang Minang dalam tradisi rewang dan nyumbang di Jorong Pujorahayu Nagari Koto Baru Kabupaten Pasaman Barat. Tradisi rewang dan nyumbang di Jorong Pujorahayu tidak hanya dilakukan oleh orang Jawa saja, tetapi juga dilaksanakan oleh orang Minang yang tinggal di daerah tersebut. Hal ini menjadi menarik karena tradisi rewang dan nyumbang sejatinya adalah tradisi yang dimiliki masyarakat Jawa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori pemberian dari Marcel Mauss. Marcel Mauss berpendapat bahwa, tidak ada pemberian secara gratis atau cuma-cuma namun segala bentuk pemberian haruslah dibarengi dengan imbalan atau pemberian kembali. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode etnografi. informan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang, diantaranya : 10 orang orang Jawa dan 5 orang Minangkabau. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menjelaskan partisipasi orang Minangkabau dalam tradisi rewang dan nyumbang, seperti bekerja sama atau melakukan gotong royong untuk membantu terselenggaranya sebuah hajatan dan turut serta me-nyumbang dalam acara hajatan yang ada di Jorong Pujorahayu
Modal Sosial Tradisi Rewang pada Masyarakat Jawa Desa Beringin Talang Muandau Riau Artia Siska Dewi; Erda Fitriani; Lia Amelia
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 1 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i1.102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti modal sosial tradisi rewang pada masyarakat Jawa di Desa Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Rewang menarik untuk diteliti karena masih eksis di tengah masyarakat Jawa yang merantau di Desa Beringin. Penelitian ini dianalisis dengan teori modal sosial Robert Putnam serta pendekatan kualitatif tipe studi kasus. Jumlah informan keseluruhan sebanyak 22 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Untuk mendapatkan data yang valid dilakukan triangulasi data. Analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tradisi rewang merupakan suatu tradisi yang menjadi modal sosial bagi masyarakat Jawa di Desa Beringin. Wujud dari modal sosial tersebut adalah ketika orang-orang yang terlibat dalam tradisi rewang mengembangkan sumber daya yang dimilikinya. Sumber daya tersebut adalah: (1) jejaring sosial, peserta rewang merupakan bagian dari jaringan sosial yaitu karena adanya hubungan kekerabatan, tetangga dan hubungan pekerjaan, (2) kepercayaan atau trust, yang ditandai adanya pembagian kerja berdasarkan pada pengalaman dari anggota rewang sehingga si tuan rumah percaya bahwa hajatan akan lancar apabila setiap tugas dipegang oleh orang-orang yang dianggap sudah punya pengalaman di bidangnya, (3) nilai-nilai sosial, dalam tradisi rewang terdapat nilai sosial untuk mengikat hubungan antar masyarakat, nilai tersebut adalah nilai timbal-balik, nilai tolong-menolong dan nilai sosialisasi.
Kearifan Lokal Maras Taun Dusun Aik Ruak Mangifera Indica Juarsyah; Erda Fitriani; Adri Febrianto
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 1 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i1.103

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan kearifan lokalupacara maras taun di Dusun Aik Ruak, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur. Upacara maras taun merupakan upacara yang sangat penting bagi masyarakat Belitong, yang dilaksanakan satu kali dalam satu tahun ketika panen padi. Serta adanya kepercayaan yang masih kental oleh masyarakat Dusun Aik Ruak terhadap berbagai macam tradisi, adat, mitos, dan salah satunya masih percaya akan pentingnya pelaksanaan upacara maras taun di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Fenomena ini dianalisis dengan teori budaya sebagai sistem kognitif oleh Ward Goodenough. Menggunakan pendekatan kualitatif dan tipepenelitian etnografi.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi partisipasi, wawancara mendalam kepada 14 orang informan, dan studi dokumen. Teknik triangualasi yang dipakai yaitu triangulasi sumber, dan model analisis data menurut J.P Spradley.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa: upacara maras taun memiliki kearifan lokal yakni, 1). Menjaga hubungan sosial seperti, menjalin silahturahmi antar sesama masyarakat, kerja sama yang baik dalam upacara maras taun, dan mampu menghargai perbedaan. 2). Kearifan lokal maras taun dalam konservasi alam seperti, adanya pantangan dan larangan hutan yang tidak boleh dibuka menjadi ladang, kerena sebagai tempat flora/fauna serta adanya pembukaan dan pengelolaan ladang yang mampu meminimalisir terjadinya kerusakan ekosistem.
Laghauk: Ramalan Nasib Calon Pengantin Melati Melati; Erda Fitriani; Muhammad Hidayat
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 1 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i1.106

Abstract

Penelitian bertujuan menjelaskan sistem pengetahuan masyarakat pada ramalan laghauk yang masih eksis sampai sekarang. Ramalan laghauk adalah ramalan nasib baik dan buruk calon pengantin selama masa perkawinan. Keberadaan ramalan laghauk ini masih dilaksanakan oleh masyarakat yang sudah mengalami perubahan dan pendidikan ke arah yang lebih baik. Penelitian ini dianalisis dengan teori etnosains oleh Spradley. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe etnografi. Teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling dengan jumlah informan 20 orang. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipasi dan studi dokumen. Dalam mendapatkan keabsahan data dipilih teknik triangulasi sumber dan analisis data menggunakan alur penelitian maju bertahap Spradley. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa sistem pengetahuan masyarakat pada ramalan laghauk berangkat dari pengalaman-pengalaman yang diperoleh baik dari keluarga maupun kerabat ketika nasib mereka diramal. Pengetahuan masyarakat mengenai ramalan laghauk dapat dikelompokkan atas tiga yaitu adalah percaya, tidak percaya dan percaya tidak percaya. Masyarakat yang percaya akan ramalan disebabkan karena seringnya ditemui kebenaran dari ramalan kehidupan pasangan, sedangkan mereka yang tidak percaya karena tidak terbukti dari isi ramalan laghauk, sedangkan mereka yang percaya dan tidak percaya dikarenakan masih meragukan ramalan laghauk, atau karena kebetulan saja, apalagi adanya keyakinan dalam Islam yang tidak boleh mempercayai ramalan.
Identititas Muslim Priangan Sebagai Landasan Promosi Global Tika Tazkya Nurdyawati
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 1 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i1.107

Abstract

Pararelitas falsafah Sunda dan agama Islam di Jawa Barat merumuskan terminologi “Muslim Priangan”. Tidak hanya merujuk secara historis, identitas ini dapat dimanfaatkan menjadi realisasi fungsi diplomasi yaitu promosi/branding daerah. Di era globalisasi dan masifnya keterlibatan aktor lokal ke ranah-ranah internasional telah memberi ruang proaktif bagi daerah untuk berpegang teguh pada kearifan lokal. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi akulturasi Islam-Sunda Muslim Priangan terhadap rekognisi Jawa Barat di panggung internasional. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan merujuk pada studi dan literatur terdahulu. Temuan artikel ini memetakan bahwa dengan perspektif Diplomasi kontemporer dalam dinamika Hubungan Internasional, Identitas Muslim Priangan Jawa Barat dapat dimanfaatkan sebagai instrumen promosi terlebih dengan ikhtiar proaktif pemerintah dalam menjalin kooperasi dengan entitas luar negeri berlandaskan visi Islamik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 7 No 2 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2025) Vol 7 No 1 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2025) Vol 6 No 2 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2024) Vol 6 No 1 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2024) Vol 5 No 2 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2023) Vol 5 No 1 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2023) Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022) Vol 4 No 1 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2022) Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021) Vol 3 No 1 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2021) Vol 2 No 4 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2021) Vol 2 No 3 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2021) Vol 2 No 2 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2020) Vol 2 No 1 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2020) Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020) Vol 1 No 3 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2020) Vol 1 No 2 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2019) Vol 1 No 1 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2019) More Issue