cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
+6285891495357
Journal Mail Official
jipt@untirta.ac.id
Editorial Address
Prodi Ilmu Pertanian Pascasarjana UNTIRTA Alamat Kontak : Jl.Raya Jakarta Km.4 Kota Serang Banten 42124
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa
ISSN : -     EISSN : 27153657     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa merupakan publikasi ilmiah berkala yang diterbitkan Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Artikel yang dimuat merupakan hasil penelitian terhadap teori dan praktek penerapan ilmu pertanian dalam arti luas, meliputi Ilmu Tanaman, Agronomi, Agro-teknologi, AgroEkosistem dan Lingkungan, Ilmu Pangan, Teknologi Pangan, Agribisnis, Sosial-Ekonomi Pertanian, dan Informasi Pertanian.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2024)" : 5 Documents clear
PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEMBANG TELANG (Clitoria ternatea L.) Nuraida, Fajrin; Rusmana, Rusmana; Millah, Zahratul
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v6i1.25368

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik dan frekuensi pemberian pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kembang telang pada media tanam tanah pasca galian pasir. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yang dilakukan di Green House dan Laboratorium Teknologi Pangan Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kegiatan penelitian tersebut berlangsung pada bulan Juli – November 2023. Metode penelitian menggunakan RAK rganicl yang terdiri dari Faktor pertama yaitu dosis pupuk rganic (k) yaitu: k0: Kontrol (tanpa pupuk rganic) k1: 1 kg Pupuk rganic/polybag, k2: 2 kg Pupuk rganic/polybag dan Faktor Kedua yaitu frekuensi pemberian pupuk hayati (p) yaitu: p0: Kontrol (tanpa Pupuk Hayati), p1: Diberi pupuk hayati per minggu (5 ml) /polybag, p2: Diberi pupuk hayati per dua minggu (5 ml)/polybag. Data yang diperoleh dianalisis, kemudian apabila hasil sidik ragam menunjukkan pengaruh nyata sampai sangat nyata maka dilakukan uji lanjut dengan metode Uji Lanjut Fisher’s LSD/BNT. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan pada parameter tinggi tanaman. Terdapat respon yang nyata pada faktor p yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman dan bobot kering tanaman kemudian faktor k memberikan pengaruh pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, jumlah bunga, bobot bunga basah, dan bobot bunga kering.Kata kunci: pertumbuhan dan hasil, kembang telang, pupuk hayati, pupuk organik.AbstractThis research aims to determine the effect of the dose of organic fertilizer and the frequency of application of biological fertilizer on the growth and yield of butterfly pea in the soil planting media after sand excavation. The type of research used was experimental research conducted at the Green House and Food Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Sultan Ageng Tirtayasa University. This research activity will take place in July - November 2023. The research method uses factorial RAK which consists of the first factor, namely the dose of organic fertilizer (k), namely: k0: Control (without organic fertilizer) k1: 1 kg Organic fertilizer/polybag, k2: 2 kg organic fertilizer/polybag and the second factor is the frequency of giving biological fertilizer (p), namely: p0: Control (without biological fertilizer), p1: given biological fertilizer per week (5 ml) /polybag, p2: given biological fertilizer every two weeks (5 ml)/polybag. The data obtained were analyzed and tested further with LSD/BNT. Based on the research results, it can be concluded that there is an interaction between treatments on plant height parameters, there is a real response to the p factor, namely plant height, number of branches, plant wet weight, plant dry weight and plant dry weight, then the k factor has an influence on plant height, number of leaves, leaf area, number of branches, number of flowers, wet flower weight, and dry flower weight.Key words: growth and yield, butterfly pea, biological fertilizer, organic fertilizer
ANALISIS PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP MINAT BELI BERAS PORANG “FUKUMI” (STUDI KASUS DI KOTA TANGERANG) Samarra, Khalishah; Suherman, Suherman; Gunawan, Gugun; Aulina, Dias Bernita
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v6i1.26304

Abstract

AbstrakMeningkatnya permintaan beras dalam negeri, membuat pemerintah kewalahan karena pasokan beras dalam negeri tidak bisa memenuhi permintaan. Maka pemerintah mencari solusi dengan menggunakan beras analog sebagai pengganti beras. Salah satu bahan baku non beras yang telah digunakan dalam pembuatan beras analog adalah umbi porang sebagai bahan pembuatan beras porang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh atribut produk (seperti harga, kualitas produk dan kemasan) terhadap niat konsumen membeli beras porang. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Sampel penelitian ini adalah 100 konsumen beras Fukumi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling melalui sosial media blasting (melalui Instagram dan Twitter). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga, kualitas produk dan kemasan berpengaruh  positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap minat beli beras porang.Kata kunci : minat beli, harga, kualitas produk, kemasan dan beras porang. AbstarctThe increasing demand for domestic rice, makes government overwhelmed because supply of domestic rice can't fulfill the demand. So the government found a solution by using analog rice instead of rice. One of the non-rice raw materials that has been used in making analog rice is porang tubers as a porang rice. The aims of this research is to examine the effect of product attributes (such as price, product quality and packaging) on consumer intention of purchasing porang rice. The data analysis used multiple linear regression and used the SPSS 21 version as tools. The sample of this research was 100 consumen of Fukumi rice. The technique that being used in sampling was purposive sampling technique through social media blasting (e.g. Instagram and Twitter). The results of this study show that price, product quality and packaging have a positive and significant effect both partially and simultaneously on intention of purchasing porang rice.Keywords: purchasing intention, price, quality product, packaging and porang rice.
ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) PADA USAHA DURIAN JATOHAN AJID Safira, Annisa Dian Ayu; Mulyaningsih, Asih; Pancawati, Juwarin
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v6i1.26388

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi struktur rantai pasok pada usaha Durian Jatohan Ajid (DJA), melakukan evaluasi kinerja dari rantai pasok saat ini pada usaha DJA, dan merancang skenario alternatif manajemen rantai pasok Durian yang efektif pada usaha DJA. Penelitian ini menggunakan 2 macam data, yaitu data primer dan data sekunder. Pemilihan sampel menggunakan teknik judgement sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2024 hingga Juni 2024. Metode analisis data yang digunakan adalah metode AHP. Untuk menentukan dan menilai metrik kinerja rantai pasok menggunakan model SCOR dimana AHP digunakan untuk menghitung bobot dari matriks kinerja model tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengadaan (0,28), mutu yang baik terhadap produk durian (0,54) dan biaya (0,36) memiliki bobot prioritas tertinggi dari evaluasi kinerja rantai pasok DJA saat ini dan fleksibilitas pasokan (0,14), komitmen (0,20), kemampuan teknis Sumber Daya Manusia (0,33) serta kerjasama anggota rantai pasok (0,28) memiliki bobot prioritas tertinggi dari faktor yang harus dipenuhi oleh tiap anggota rantai pasok DJA dalam rangka membentuk Manajemen Rantai Pasok DJA yang efektif.Kata Kunci: AHP, durian, kinerja, manajemen rantai pasok, SCOR,  AbstractThis research was conducted to identify the supply chain structure in the Durian Jatohan Ajid (DJA) business, evaluate the performance of the current supply chain in the DJA business, and design alternative scenarios for effective Durian supply chain management in the DJA business. This research uses 2 types of data, namely primary data and secondary data. Sample selection used judgment sampling techniques. The sample objects studied were 3 people, namely the DJA outlet owner, the DJA Production Manager and the Horticulture Sub-coordinator of the Banten Province Agricultural Service. This research was carried out from April 2024 to June 2024. The data analysis method used was the AHP method. To determine and assess supply chain performance metrics using the SCOR model where AHP is used to calculate the weights of the model performance matrix. The results of the analysis show that procurement (0.28), good quality of durian products (0.54) and cost (0.36) have the highest priority weight in evaluating DJA's current supply chain performance and supply flexibility (0.14), commitment (0.20), technical capability of Human Resources (0.33) and cooperation of supply chain members (0.28) have the highest priority weight of the factors that must be fulfilled by each member of the DJA supply chain in order to form DJA Supply Chain Management that effective.Keywords:  AHP, durian performance, SCOR, supply chain management
DAMPAK EL-NINO PADA PRODUKSI PADI (Oryza sativa) DI KOTA SERANG Sitaningtyas, Hyankasu Adeca Pandyambika Fatista
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v6i1.24511

Abstract

AbstrakEl Nino berdampak pada penurunan curah hujan sehingga memicu kekeringan di wilayah Kota Serang.  Kondisi kekeringan ini diikuti dengan penurunan produksi padi pada beberapa wilayah yang berpengaruh terhadap penurunan produksi padi Kota Serang tahun 2023. Kasemen dan Taktakan menjadi 2 (dua) wilayah dengan dampak kekeringan paling luas, namun Kecamatan Taktakan dan Walantaka justru menjadi penyumbang penurunan produksi Kota Serang yang cukup tinggi. Penurunan yang besar di Kecamatan Taktakan dan Walantaka dipengaruhi jenis lahan. Hampir 95,3 % wilayah Kecamatan Taktakan merupakan lahan tadah hujan, sementara Kecamatan Walantaka mengandalkan irigasi setengah teknis dan tadah hujan. Tahun 2023 merupakan tahun dengan produksi terendah dalam 4 (empat) tahun terakhir.Kata Kunci: el nino, kekeringan, pertanian, produksi padi AbstractEl Nino has an impact on decreasing rainfall, thereby triggering drought in the Serang City area.  This drought condition was followed by a decline in rice production in several areas which influenced the decline in overall rice production at The Serang City in 2023. Kasemen and Taktakan were the 2 (two) regions with the most widespread impact of the drought. However, Taktakan Tahun 2023, menjadi tahun dengan produksi padi terendah selama kurun waktu 4 (empat) tahun and Walantaka Districts actually contributed to the quit hight decline in Serang City's production. The large decline in Taktakan and Walantaka Districts affected land types. Almost 95.3% of the Taktakan District area is rain-fed land, while Walantaka District relies on semi-technical and rain-fed irrigation. The year 2023 was the lowest rice production in past 4 (four) years.Keywords: el nino, drought, agriculture, rice production
ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN PETANI CABAI RAWIT SEBELUM DAN SESUDAH PROGRAM BERTANI UNTUK NEGERI BATCH 7 Annisa, Mutiara; Anggraeni, Dian; Pancawati, Juwarin
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v6i1.26806

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk membandingkan pendapatan petani cabai rawit sebelum dan sesudah Program Bertani Untuk Negeri Batch 7. Penelitian ini dilakukan di Desa Sukalaksana, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur pada bulan Oktober hingga Desember 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara langsung. Untuk membandingkan pendapatan sebelum dan sesudah Program Bertani Untuk Negeri (BUN) digunakan analisis komparatif dengan menggunakan uji t berpasangan yang diolah menggunakan software SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan sebelum adanya Program Bertani Untuk Negeri Batch 7 sebesar Rp 87.643.543,00/ha dan Sesudah adanya program BUN 7 sebesar Rp 92.409.337,00/ha. Terjadi peningkatan rata-rata hasil produksi cabai rawit Sesudah dilaksanakannya program sebesar 6% yang berdampak pada peningkatan rata-rata pendapatan petani dampingan sebesar 8% yang sebelumnya Rp 26.225.144,00 menjadi Rp 28.357.330,00. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan uji t berpasangan diperoleh nilai Sig. 0,836 > 0,05 sehingga H0 atau tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan petaniKata Kunci: cabai rawit, pendapatan, perbandingan, Program Bertani Untuk Negeri AbstractThis research was conducted to compare the income of cayenne pepper farmers before and after the intervention of the Bertani Untuk Negeri Batch 7 Program. This research was conducted in Sukalaksana Village, Sukanagara District, Cianjur Regency from October to December 2023. The research method used was a comparative descriptive method with a quantitative approach. The data collection methods used in this study were direct observation and interviews. The results showed that the average production cost incurred before the Farming For the Country Batch 7 program was Rp 87.643.543,00/ha and after the Batch 7 program was Rp 92.409.337,00/ha. There was an increase in the average yield of cayenne pepper production after the implementation of the program intervention by 6% which had an impact on increasing the average income of assisted farmers by 8% which was previously Rp 26.225.144,00 to Rp 28.357.330,00. Based on the test results using the paired t test, the Sig value is obtained. 0.836> 0.05 so that H0 or there is no significant difference in the increase in income of assisted cayenne pepper farmers in Sukalaksana Village.Keywords: Bertani Untuk Negeri Program, cayenne pepper, comparative, income

Page 1 of 1 | Total Record : 5