Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

THE EFFECT OF INTERNAL COST MANAGEMENT, INTEGRATION OF EXTERNAL AND INTERNAL INFORMATION SYSTEMS, AND FIBER CAPACITY ON INTER-ORGANIZATIONAL COST MANAGEMENT IN SUPPLY CHAINS (Empirical Studies in Manufacturing Companies in The Province of Banten) Gunawan, Gugun
JURNAL RISET AKUNTANSI TIRTAYASA Vol 5, No 1 (2020): April
Publisher : Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48181/jratirtayasa.v5i1.8444

Abstract

Inter-organizational cost management is a strategic cost management approach to managing costs that span organizational boundaries in supply chains. Drawing on the resourcebased view of the firm, we develop a model to predict which inter-related resources might enable companies to manage inter-organizational costs. We test this model using a survey of managerial accountants whose organizations are part of a supply chain. Using structural equation modeling, we conclude that the resources of internal electronic integration, external electronic integration, internal cost management, and absorptive capacity play significant direct and indirect roles in the development of an inter-organizational cost management (IOCM) resource. We find that these resources are inter-related and together are useful in enabling companies to ultimately benefit from managing inter-organizational costs. We find in particular the importance of relational resources associated with absorptive capacity in the development of an IOCM resource. Our research contributes to theory and practice by explaining how specific resources can be combined in allowing companies to better manage inter-organizational costs. Data were analyzed using SEM with the aid SmartPLS software version 3.0
ANALISIS PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP MINAT BELI BERAS PORANG “FUKUMI” (STUDI KASUS DI KOTA TANGERANG) Samarra, Khalishah; Suherman, Suherman; Gunawan, Gugun; Aulina, Dias Bernita
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v6i1.26304

Abstract

AbstrakMeningkatnya permintaan beras dalam negeri, membuat pemerintah kewalahan karena pasokan beras dalam negeri tidak bisa memenuhi permintaan. Maka pemerintah mencari solusi dengan menggunakan beras analog sebagai pengganti beras. Salah satu bahan baku non beras yang telah digunakan dalam pembuatan beras analog adalah umbi porang sebagai bahan pembuatan beras porang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh atribut produk (seperti harga, kualitas produk dan kemasan) terhadap niat konsumen membeli beras porang. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Sampel penelitian ini adalah 100 konsumen beras Fukumi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling melalui sosial media blasting (melalui Instagram dan Twitter). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga, kualitas produk dan kemasan berpengaruh  positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap minat beli beras porang.Kata kunci : minat beli, harga, kualitas produk, kemasan dan beras porang. AbstarctThe increasing demand for domestic rice, makes government overwhelmed because supply of domestic rice can't fulfill the demand. So the government found a solution by using analog rice instead of rice. One of the non-rice raw materials that has been used in making analog rice is porang tubers as a porang rice. The aims of this research is to examine the effect of product attributes (such as price, product quality and packaging) on consumer intention of purchasing porang rice. The data analysis used multiple linear regression and used the SPSS 21 version as tools. The sample of this research was 100 consumen of Fukumi rice. The technique that being used in sampling was purposive sampling technique through social media blasting (e.g. Instagram and Twitter). The results of this study show that price, product quality and packaging have a positive and significant effect both partially and simultaneously on intention of purchasing porang rice.Keywords: purchasing intention, price, quality product, packaging and porang rice.
PERSEPSI GENERASI Z TERHADAP PROFESI PETANI (STUDI KASUS MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA) Mardiyanti, Een; Gunawan, Gugun; Hafizh, Rifqy
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v5i2.23152

Abstract

AbstrakGlobalisasi adalah proses transfer pengetahuan dan teknologi dari satu negara ke negara lain di seluruh dunia. Pengaruh globalisasi dapat menciptakan struktur sosial baru dalam masyarakat. Perubahan di berbagai bidang kehidupan menuntut seseorang untuk menerima informasi yang akurat dan terkini. Model sosial yang ada bergerak ke arah digitalisasi, masyarakat dapat menggunakan perangkat digital untuk mendapatkan informasi tentang segala macam peristiwa dan perubahan di seluruh dunia. Generasi Z adalah mereka yang telah terpapar teknologi yang ada seperti penggunaan ponsel pintar, jam tangan pintar, dan komputer sejak awal. Dalam kehidupan, kemampuan Gen Z untuk menerima informasi melalui media sosial memang lebih cepat. Pengaruh globalisasi juga telah mengubah pandangan generasi muda dalam memilih pekerjaan. Akibatnya, pekerjaan konvensional seperti petani dan nelayan menunjukkan angka negatif sebagai pilihan profesi para remaja. Motode penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan deskpriptif kualitatif. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah 42,4% responden setuju bahwa adanya media informasi digital menyebabkan profesi petani menjadi tidak diminati di kalangan remaja. Empat puluh delapan persen responden menyatakan tidak mau berprofesi sebagai petani. Alasan-alasan Gen Z tidak memilih profesi petani adalah rendahnya pendapatan petani, profesi yang petani masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat, sehingga memanggap profesi petani terkesan kumuh  tidak sekeren profesi lainnya, serta tida didukung oleh keluarga.Kata Kunci: digitalisasi, Gen Z, persepsi, profesi petani   AbstractGlobalization is the process of transferring knowledge and technology from one country to another throughout the world. The influence of globalization can create new social structures in society. Changes in various areas of life require a person to receive accurate and up-to-date information. The existing social model is moving towards digitalization, people can use digital devices to get information about all kinds of events and changes around the world. Generation Z are those who have been exposed to existing technology such as the use of smartphones, smartwatches, and computers from the beginning. In life, Gen Z's ability to receive information via social media is indeed faster. The influence of globalization has also changed the views of the younger generation in choosing work. As a result, conventional jobs such as farmers and fishermen show negative numbers as profession choices for teenagers. The research method used is a qualitative descriptive approach. The conclusion obtained from this research was that 42.4% of respondents agreed that the existence of digital information media had caused the farming profession to become unpopular among teenagers. Fourthy eight point five percent of respondents do not want to work as farmers. The reasons they don't choose the farming profession are because of the low income of farmers, the farming profession seems dirty and considered an uncool profession, and not supported by family.Keywords: digitalization, farmer profession, Gen Z, perception
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Kopi Arabika di Kabupaten Humbang Hasundutan Rahman, Pinkan Aulia; Wibowo, Aris Supriyo; Gunawan, Gugun
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 17, No 1 (2024): Jurnal Agribisnis Terpadu
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jat.v17i1.27108

Abstract

Desa Purba Dolok merupakan salah satu lokasi program Bertani untuk Negeri batch 7. Desa ini berada di Kecamatan Dolok Sanggul yang memiliki produktivitas Kopi Arabika yang cukup fluktuatif karena hampir setiap tahun luas lahan dan hasil produksinya mengalami fluktuasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara parsial dan simultan pengaruh faktor luas lahan, jumlah tanaman, tenaga kerja, pupuk NPK, dan pemangkasan terhadap produksi usahatani Kopi Arabika petani dampingan program Bertani Untuk Negeri Batch 7 di Desa Purba Dolok.Penelitian ini dilakukan antara Oktober 2023 hingga Maret 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode sensus. Berdasarkan hasil penelitian secara parsial dapat disimpulkan bahwa sebagian faktor produksi lahan dan jumlah tanaman berpengaruh nyata pada produksi Kopi Arabika dalam kasus petani dampingan program Bertani Untuk Negeri batch 7 di Desa Purba Dolok. Sedangkan secara simultan, faktor luas lahan, jumlah tanaman, tenaga kerja, pupuk NPK, dan pemangkasan berpengaruh nyata pada produksi Kopi Arabika dalam kasus petani dampingan program Bertani Untuk Negeri batch 7 di Desa Purba Dolok.
Persepsi Konsumen terhadap Sop Durian di Cafe Durian Woke Serang Fernanda, Ghea Aisyah; Gunawan, Gugun; Sulaeni, Sulaeni; Wibowo, Aris Supriyo; Sumantri, Ari Tresna
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 17, No 2 (2024): Jurnal Agribisnis Terpadu
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jat.v17i2.29233

Abstract

Terjadi penurunan penjualan produk sop durian di Cafe Durian Woke. Penurunan ini mengindikasikan adanya persaingan yang ketat dan perbedaan persepsi konsumen terhadap produk sop durian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen dan menganalisis persepsi konsumen terhadap sop durian di Cafe Durian Woke Serang. Atribut produk yang digunakan adalah harga, rasa, aroma, porsi, dan merek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan analisis data yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA). Berdasarkan hasil penelitian, karakteristik responden dalam persepsi konsumen terhadap sop durian di Cafe Durian Woke adalah sebagian besar konsumen membeli dan mengkonsumsi sop durian di cafe durian woke berdasarkan jenis kelamin perempuan dengan persentase sebesar 86%, berdasarkan usia yaitu 17-26 tahun dengan persentase sebesar 38%, berdasarkan tingkat pendidikan terakhir yaitu sma dengan persentase sebesar 72%, berdasarkan status pekerjaan yaitu ibu rumah tangga dengan persentase sebesar 44%, dan berdasarkan pendapatan yaitu <rp 1 juta dengan persentase sebesar 54%. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode ipa, persepsi konsumen terhadap sop durian berdasarkan atribut produk yang terdapat pada kuadran I (prioritas utama) yaitu porsi. Atribut selanjutnya yang termasuk dalam kuadran II (pertahankan prestasi) yaitu harga dan rasa. Atribut yang termasuk dalam kuadran III (prioritas rendah) adalah merek dan aroma. Pada kuadran IV (berlebihan) tidak terdapat atribut sop durian.
Analisis Pemetaan Pemasaran Alpukat (Persea americana Mill.) Di Kecamatan Beji Kota Depok Fajriyanti, Putri Nur; Gunawan, Gugun; Bukhari, Ahmad
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v6i2.30163

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan di Kecamatan Beji, Kota Depok yang bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran alpukat dan pemetaan pemasaran alpukat (pemetaan kuantitatif, pemetaan harga, pemetaan wilayah pasar, dan pemetaan lalu lintas). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode sensus untuk pengambilan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemetaan kuantitatif alpukat di Kecamatan Beji menghasilkan 95.680 Kg/tahun. Wilayah yang paling banyak menghasilkan alpukat adalah Kelurahan Kukusan dengan 55.130 Kg dan wilayah yang menghasilkan paling sedikit adalah Kelurahan Tanah Baru dengan 2.700 Kg. 2) Harga alpukat di Kecamatan Beji di tingkat petani langsung ke konsumen sebesar Rp 35.000/Kg, harga jual ke tengkulak sebesar Rp 30.000/Kg, dan harga jual ke pedagang pengecer sebesar Rp 35.000 - Rp 40.000/Kg. 3) Pemetaan wilayah pemasaran alpukat di Kecamatan Beji mencakup Pasar Induk Depok, Pasar Baru Depok Jaya, Pasar Kemiri Muka, Happyfresh Depok, Happyfresh Jakarta Selatan, Pasar Induk Cikema Bogor, dan Pulau Sumatera. 4) Pemetaan lalu lintas menunjukkan distribusi alpukat di Kecamatan Beji dilakukan dengan menggunakan sepeda motor, mobil, pick-up, dan kargo.Kata kunci: alpukat, beji depok, pemetaan pemasaran, saluran pemasaran.AbstractThis study was conducted in Beji Subdistrict, Depok City, aiming to understand the marketing channels and mapping of avocado marketing (quantitative mapping, price mapping, market area mapping, and traffic mapping). The research method used was descriptive qualitative, using a census method for sampling. Data collection was conducted through observation, interviews, and questionnaires. The results showed that: 1) Quantitative mapping of avocados in Beji Subdistrict produced 95,680 Kg/year. The area with the highest avocado production was Kukusan Village with 55,130 Kg, and the area with the lowest production was Tanah Baru Village with 2,700 Kg. 2) The price of avocados in Beji Subdistrict at the farmer level directly to consumers was Rp 35,000/Kg, the selling price to middlemen was Rp 30,000/Kg, and the selling price to retailers was Rp 35,000 - Rp 40,000/Kg. 3) Mapping of avocado marketing areas in Beji Subdistrict covered Depok Central Market, Depok Jaya New Market, Kemiri Muka Market, Happyfresh Depok, Happyfresh South Jakarta, Cikema Bogor Central Market, and Sumatra Island. 4) Traffic mapping showed that the distribution of avocados in Beji Subdistrict was carried out using motorcycles, cars, pick-ups, and cargo.Key words: avocado, beji depok, marketing channel, marketing mapping