cover
Contact Name
Rizki Hamdani
Contact Email
rizki.hamdani@uii.ac.id
Phone
+6285275875524
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta Gedung Ace Partadiredja, Ring Road Utara, Condongcatur, Sleman, Yogyakarta, Indonesia 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance
ISSN : -     EISSN : 27150992     DOI : -
Core Subject : Economy,
National Conference on Accounting & Finance (NCAF) is an annual conference held by Master Program in Accounting, Faculty of Economics Universitas Islam Indonesia. It is aimed to facilitate all researchers and academicians to present and publish their research paper as well as to built networking among Accounting and Finance scholars nationally and internationally.
Articles 243 Documents
Deteksi suap di lembaga sektor publik Indonesia: analisis multigrup Bambang Moertono Setiawan; Briyan Efflin Syahputra; Anggit Esti Irawati
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 8, 2026
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada lembaga sektor publik, suap masih menjadi sebuah fenomena yang masih sulit untuk dikendalikan. Bahkan, dalam 10 tahun terakhir saja, suap yang terjadi di lembaga sektor publik (utamanya di Indonesia), masih tergolong sebagai salah satu jenis tindakan korupsi yang paling banyak terjadi, apabila dibandingkan dengan jenis tindakan korupsi lainnya. Maka dari itu, penelitian yang berfokus untuk mengeksplorasi berbagai faktor yang dapat meningkatkan kualitas proses pendeteksian fraud, utamanya tindakan suap, masih sangat dibutuhkan hingga saat ini. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan utama, untuk menganalisis secara empiris pengaruh dari faktor pengalaman, sebagai variabel yang diyakini dapat memoderasi hubungan antara audit forensik, dan audit investigasi terhadap proses pendeteksian suap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Survei dipilih sebagai metode, dengan kuesioner yang turut digunakan dalam rangka untuk memperoleh data utama pada penelitian ini. Adapun sebanyak 199 responden, yaitu auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia, diketahui telah mengisi secara lengkap setiap item pertanyaan kuesioner pada penelitian ini. Sementara itu, efek moderasi atas faktor pengalaman pada penelitian in, akan diuji dengan menggunakan smith-satterthwaite test. Hasil dari penelitian ini, membuktikan secara empiris bahwa faktor pengalaman ternyata belum terbukti sebagai variabel moderasi dalam proses pendeteksian suap. Hal ini menegaskan bahwa, kualitas pendeteksian suap melalui audit forensik/investigasi tidak terlalu dipengaruhi faktor pengalaman. Melainkan oleh faktor lainnya.
Analisis pengaruh kinerja ESG terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan moderasi kekuatan CEO: Bukti empiris dari pasar Indonesia Noor Endah Cahyawati; Nayaka Zaqy Hafidz Hidayat
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 8, 2026
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap kinerja keuangan perusahaan, dengan mempertimbangkan kekuatan Chief Executive Officer (CEO Power) sebagai variabel moderasi berdasarkan perspektif Stakeholder Theory dan Legitimacy Theory. Kinerja ESG diukur melalui skor lingkungan (ENS), sosial (SOS), dan tata kelola (GS) dari Refinitiv ESG database, sementara CEO Power diproksikan melalui masa jabatan CEO. Kinerja keuangan diproksikan menggunakan Tobin’s Q dan dianalisis menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model pada 85 observasi perusahaan publik di Indonesia selama 2015–2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja tata kelola dan skor ESG agregat berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan kinerja lingkungan dan sosial tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Selain itu, CEO Power tidak terbukti memoderasi hubungan antara ESG dan kinerja keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa tata kelola merupakan pilar ESG yang paling responsif terhadap penilaian pasar, sementara implementasi lingkungan dan sosial masih belum terintegrasi secara strategis. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam memperkuat pemahaman mengenai efektivitas ESG di pasar negara berkembang serta menegaskan bahwa kualitas governance memiliki peran dominan dalam membentuk persepsi investor terhadap nilai perusahaan.
Model konseptual: determinan efektivitas pajak pada emiten non-keuangan Di BEI Amita Mastura
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 8, 2026
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini berfokus pada identifikasi faktor yang mempengaruhi efektivitas pajak perusahaan, di mana akan di lihat dari sektor perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini secara khusus mengulas peranan teknologi blockchain, koneksi politik, serta struktur kepemilikan institusional dan manajerial dalam menentukan tingkat efektivitas pajak perusahaan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu model konseptual yang mampu menjelaskan bagaimana penerapan teknologi blockchain berpotensi meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perpajakan, sementara koneksi politik serta struktur kepemilikan dipandang dapat mempengaruhi kebijakan dan keputusan pajak yang diambil oleh perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan konseptual, dengan tahapan meliputi pengumpulan literatur yang relevan, identifikasi variabel-variabel utama, serta penyusunan model berdasarkan landasan teori agensi dan teori ketergantungan sumber daya. Melalui pendekatan ini, akan menghasilkan bahwa blockchain dapat meningkatkan transparansi, kualitas pelaporan, dan efektivitas pajak. Koneksi politik mampu mempengaruhi kebijakan dan dapat melemahkan kepatuhan pajak. Sementara, kepemilikan institusional bisa memperkuat monitoring dan meningkatkan kepatuhan pajak, dan kepemilikan manajerial akan berdampak dua arah (positif dan negatif). Sehingga, model akhir akan menjadi efektivitas pajak ditentukan oleh interaksi teknologi, politik, dan struktur kepemilikan.