Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sekolah Dasar merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi dosen, mahasiswa dan pemerhati kependidikan untuk menyebarluaskan hasil kajian, pemikiran dan penelitian yang relevan dalam bidang pendidikan Biologi dan tebit 2 kali dalam setahun (Maret dan September).
Articles
395 Documents
PENERAPAN MODEL INQUIRY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN) DI KELAS VI SD NEGERI 040527 TIGAPANAH SEMESTER II T.P 2019/2020
Rahmad Br Perangin-angin
Jurnal Binagogik Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (574.572 KB)
|
DOI: 10.61290/pgsd.v8i2.234
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan modelinquiry learning selama kegiatan belajar mengajar dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Kelas VI SD Negeri 040527 Tigapanah. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VI SD Negeri 040527 Tigapanah dengan jumlah siswa sebanyak 24 orang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Hasil belajar kognitif siswa melalui model pembelajaran inquiry dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berhasil mencapai ketuntasan. Pada siklus I siswa tuntas 9 orang dengan dengan rata-rata 63,33. Pada siklus II siswa tuntas 21 orang dengan rata-rata mencapai 83,33 dan kelas tuntas. Ketuntasan hasil belajar kognitif ini terjadi karena dalam melakukan diskusi kelompok, siswa sudah mampu bekerja sama dengan baik; 2) Afektifsiswa melalui model pembelajaran inquiry dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) mengalami perubahan menjadi lebih baik pada setiap indikatornya. Perubahan ini terjadi karena guru memberikan motivasi yang agar siswa memperbaiki sikapnya selama pembelajaran; 3) Psikomotorik siswa melalui model pembelajaran inquiry dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) mengalami perubahan menjadi lebih baik pada setiap indikatornya. Perubahan ini terjadi karena siswa sudah berani menyampaikan pendapat dan mempertahankan argumentasinya
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN) DI KELAS VI SD NEGERI 047166 SUKADAME SEMESTER II T.P. 2019/2020
Suranta Br Tarigan
Jurnal Binagogik Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (387.777 KB)
|
DOI: 10.61290/pgsd.v8i2.235
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 047166 Sukadame Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa sebanyak 32 siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian model Kemis dan Mc Taggart yang terdiri atas dua siklus. Di setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan dan setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan 1) Hasil belajar kognitif siswa dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah telah mencapai ketuntasan. Pada siklus I menunjukkan 13 siswa tuntas secara individu dengan nilai rata-rata 66,25 dan tidak tuntas secara kelas. Pada siklus II, tuntas secara individu sebanyak 28 siswa dengan nilai rata-rata 81,88 dan tuntas secara kelas. Hasil belajar kognitif siswa berhasil mencapai ketuntasan karena selama pembelajaran siswa lebih aktif dan mampu bekerja sama dalam menyelesaikan LKS; 2) Afektif belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah telah mencapai indikator keberhasilan yang ditandai dengan terjadinya peningkatan di setiap indikatornya. Afektif siswa meningkat karena siswa sudah memiliki tanggung jawabmasing-masing sehingga pembelajaran berjalan sesuai yang diharapkan; 3) Keterampilan siswa dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah telah mencapai indikator keberhasilan yang ditandai dengan terjadinya peningkatan di setiap indikatornya. Keterampilan siswa meningkat karena siswa sudah saling bekerjasama dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS V SD SWASTA PANGERAN ANTASARI MEDAN
Sri Ramadhani;
Eva Pasaribu
Jurnal Binagogik Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (400.466 KB)
|
DOI: 10.61290/pgsd.v8i2.236
Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran sinektik terhadap kemampuan menulis siswa dan (2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran sinektik dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan menulis siswa di kelas V SD Swasta Pangeran Antasari Medan. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Swasta Pangeran Antasari Medan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dan jenis penelitiannya adalah quasi experimental. Populasinya adalah siswa kelas V SD Swasta Pangeran Antasari Medan. Adapun teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah (1) observasi, (2) kuesioner (angket), (3) tes, dan (4) dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data statistik uji ANOVA. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap pengolahan, dan (4) tahap pelaporan. Dari hasil penelitian ini diperoleh rerata hasil kemampuan menulis puisi siswa yang diajarkan model pembelajaran sinektik yaitu 81,67sedangkan rerata kemampuan menulis puisi siswa yang diajarkan metode pembelajaran konvensional yaitu 71,25. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis puisi siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran sinektik lebih tinggi daripada kemampuan menulisi puisi siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA DI KELAS IV SDN 067775 MEDAN
Siti Rahmadhani Siregar;
Sri Ramadhani
Jurnal Binagogik Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (409.12 KB)
|
DOI: 10.61290/pgsd.v8i2.237
Adapun tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mendapatkan data: (1)Perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa yang diajar dengan model pembelajaran blended learning dibandingkan dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa yang diajar dengan model pembelajaran koperatif learning tipe TGT; (2) Perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa yang memiliki gaya belajar visualdibandingkan dengan siswa yang memiliki gaya belajar auditori; dan (3) Interaksi antara Model Pembelajarandengan gaya belajar terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri067775 Medan. Populasinya adalah seluruh siswa kelas IV sebanyak 60 siswa. Sampel dalam penelitianini adalah semua siswa yaitu sebanyak 30 siswa pada kelas IV/A dan sebanyak 30 siswa pada kelas IV/B. Instrumen yang digunakan untuk mengumpul data adalah tes hasil belajar Bahasa Indonesia dan angket gayabelajar. Metode penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian faktorial 2x2.Teknik analisis data menggunakan ANAVA pada taraf signifikan α =0,05. Berdasarkan pengolahan data yang diperoleh terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Blended Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)dimana nilai rata-rata hasil belajar Bahasa Indonesia siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Blended Learning lebih tinggi yaitu 80,667 dengan rata-rata gain skor sebesar 0,69 sedangkan nilai rata-rata kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) yaitu 63,667 dengan rata-rata gain skor sebesar 0,44. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Blended Learning lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS V SDN 060821 MEDAN
Saut Mardame Simamora;
Siti Rahmadhani Siregar
Jurnal Binagogik Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (459.99 KB)
|
DOI: 10.61290/pgsd.v8i2.238
Memasuki tatanan kehidupan New Normal di masa Pandemi Covid-19 pendidik maupun siswa juga dituntut untuk mempunyai kemampuan belajar dan mengajar baik soft skillmaupun hard skill. Maka salah satu model pembelajaran yang tepat untuk tetap terlaksananya proses pembelajaran dan memperoleh hasil yang maksimal yaitu dengan penerapan model pembelajaran Flipped Classroom. Penerapan model pembelajaran Flipped Classroom siswa dapat belajar dimana saja dan kapan saja. Kemudian pada saat siswa datang kesekolah siswa dan guru hanya mengembangkan diskusi dan praktik pada saat disekolah.Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran Flipped Classroom terhadap kemampuan berpikir kreatif dan (2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran Flipped Classroom dan motivasi belajar siswa terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa di kelas V SDN 060821. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 060821. Populasinya adalah seluruh siswa kelas V sebanyak 50 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah semua siswa yaitu sebanyak 25 siswa pada kelas V-A dan sebanyak 25 siswa pada kelas V-B. Instrumen yang digunakan untuk mengumpul data adalah tes kemampuan berpikir kreatif dan angket motivasi belajar. Metode penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian faktorial 2x2. Teknik analisis data menggunakan ANAVA pada taraf signifikan α =0,05.Berdasarkan pengolahan data yang diperoleh terdapat perbedaan hasil kemampuan berpikir kreatif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Flipped Classroom dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Ditinjau dari nilai rata-rata kemampuan berpikir kreatif kelas Flipped Classrom (80,4) dan konvensional (63,4). Hasil ini menunjukkan perbedaan rata-rata hasil belajar sebesar 17,00. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil kemampuan berpikir kreatif siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Flipped Classroom lebih tinggi daripada hasil kemampuan berpikir kreatif siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Konvensional.
PENERAPAN MIND MAPPING SEBAGAI MEDIA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI FATUKMETAN, KECAMATAN KAKULUK MESAK
Karolus Belmo
Jurnal Binagogik Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (408.271 KB)
|
DOI: 10.61290/pgsd.v10i1.244
SD Negeri Fatukmetan, merupakan satuan pendidikan yang terletak di Jalan Raya Mota’ain, Fatukmetan, Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Sekolah ini berada dekat wilayah perbatasan dengan Negara Timor Leste dan masih tergolong sekolah di pedesaan. Pembelajaran yang dilaksanakan Sebagian besar masih menganut pembelajaran konvensional karena keterbatasan sarana teknologi yang dimiliki. Dapat diidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut: (a) perlengkapan yang ada dalam satuan pendidikan belum memadai untuk menggunakan media pembelajaran berbasis computer; (b) guru belum menggunakan media pembelajaran; dan (c) media Mind Mapping belum dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian adalah (a) untuk meningkatkan kemampuan belajar IPA melalui penerapan Mind Mapping sebagai media belajar pada siswa kelas VI SDN Fatukmetan Kecamatan Kakuluk Mesak; (b) untuk meningkatkan kreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran IPA dengan menerapkan media Mind Mapping sebagai media belajar kelas VI SDN Fatukmetan Kecamatan Kakuluk Mesak; dan (c) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa terhadap mata pelajaran IPA melalui penerapan Mind Mapping pada siswa kelas VI SDN Fatukmetan Kecamatan Kakuluk Mesak. Analisis data adalah suatu cara menganalisis data yang diperoleh selama peneliti mengadakan penelititan. Dalam penelitian ini, data yang perlu dianalisis adalah data berupa hasil tes evaluasi belajar siswa baik ketuntasan belajar individu ataupun ketuntasan belajar klasikal serta tingkat keaktifan siswa yang diperoleh dari setiap siklus dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Penerapan Mind Mapping sebagai media pembelajaran terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan belajar IPA pada siswa Kelas VI SD Negeri Fatukmetan Kecamatan Kakuluk Mesak tahun pelajaran 2021/2022.
ANALISIS PENGELOLAAN SAMPAH BERKELANJUTAN PADA WILAYAH PERKOTAAN DI INDONESIA
Ade Fia Rahmawati;
Amin;
Rasminto;
Fetro Dola Syamsu
Jurnal Binagogik Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.137 KB)
|
DOI: 10.61290/pgsd.v8i1.289
This study aims to determine the municipal solid waste management system in Indonesia and to determine the extent to which the sustainable concept is applied in municipal solid waste management. The research method used is a literature study, with descriptive writing techniques and making books, encyclopedias, and data from previous studies that have relevance as research analysis materials. The results of the analysis show that urban area produces 70% of waste generation and as much as 32% of unmanaged waste. This is because the level of public concern for the environment is low, only 0.72. The average monthly expenditure figure as a form of meeting food and non-food needs increases to a minimum value of Rp. 400,000 and a maximum of Rp. 1,200,000. Humans cannot be separated from activities that produce waste so that the form of reduction and management is the key to solving the waste problem.that the activities of urban communities have resulted in quite high waste generation. The implementation of the waste management system still refers to the conventional method with the form of collect-transport-waste habits and burdens the burden of waste management at the final stage with a reactive approach so that it can be said that the implementation of municipal solid waste management is still low. Efforts to achieve the goals in the SDGs and fulfill the existing aspects of sustainable municipal waste management that have not been implemented properly, it is necessary to increase environmental awareness by emphasizing socialization and education for the community in seeing the waste itself so as to form behavior patterns that support the reduction 1and processing of municipal waste.
HUBUNGAN NILAI-NILAI BUDAYA DENGAN MOTIVASI HIDUP SEHAT DI LINGKUNGAN SEKOLAH
Khausar;
Riska Riani
Jurnal Binagogik Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (293.051 KB)
|
DOI: 10.61290/pgsd.v8i1.293
Motivasi hidup sehat merupakan suatu kebutuhan individu yang tidak bisa pisah dalam kehidupan sehari-hari. Motivasi merupakan proses yang menjelaskan mengenai kekuatan, arah dan ketekunan seseorang dalam upaya untuk berperilaku menjadikan individu yang mempunyai motivasi hidup sehat. Oleh sebab itu motivasi hidup sehat merupakan tujuan setiap individu. Nilai-nilai budaya adalah suatu keinginan dan tujuan yang diinginkan atau perilaku yang mempuyai nila-nilai budaya. Nilai-nilai budaya dapat mempengaruhi ciri-ciri dari perkembangan kepribadian seseorang siswa dapat di tampikan dalam kehidupan sehari-hari.
PENGGUNAAN APLIKASI ZOOM MEETING DAN XLC (XAVERIUS LEARNING CENTER) SELAMA STUDY FROM HOME PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SD KATOLIK XAVERIUS SURABAYA
Desi Eka Pratiwi
Jurnal Binagogik Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (460.61 KB)
|
DOI: 10.61290/pgsd.v8i1.295
Tujuan dari dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon siswa dan nilai ulangan harian terhadap penggunan aplikasi zoom meeting dan XLC (Xaverius Learning Center) selama belajar di rumah pada masa pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode campuran (Mixed Method). Dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan menggunakan lembar angket respon siswa dan nilai tes ulangan harian ke-1,2, dan 3 pada KD 3.4 mata pelajaran Bhs Indonesia, Matematika, PKN, SBdP. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis data sebagai berikut: (1) hasil respon siswa menyatakan sebesar 83.33 % siswa menyatakan sangat setuju dan menyambut positif, sebesar 13.66 % siswa menyatakan setuju, dan sebesar 4.66 % siswa menyatakan tidak setuju. (2) Data nilai ulangan harian siswa kelas 3A pada mata pelajaran Bahasa Indonesia memeroleh rata-rata skor nilai dalam satu kelas 81,75 dan presentase ketuntasan klasikal sebesar 95 %; (2) Pada mata pelajaran Matematika meemroleh rata-rata skor nilai dalam satu kelas 93,2 dan presentase ketuntasan klasikal sebesar 90 %; (3) Pada mata pelajaran PKN presentase ketuntasan klasikal sebesar 100 %; (4) Pada mata pelajaran SBdP memeroleh rata-rata skor nilai dalam satu kelas 91,75 dan ketuntasan klasikal dengan presentase sebesar 95,75 %. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahawa penggunaan aplikasi zoom dan XLC dapat membantu siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran selama masa pandemi covid-19 terbukti berdasarkan respon dan nilai siswa yang menunjukkan hasil yang memuaskan.
PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI SDN 015 SUNGAI PINANG
Eka Selvi Handayani;
Julia Fingky Octaviani
Jurnal Binagogik Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (298.063 KB)
|
DOI: 10.61290/pgsd.v8i1.296
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Penggunaan Smartphone Terhadap Hasil Belajar Siswa di SDN 015 Sungai Pinang. Jenis pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah guru kelas VA serta orang tua siswa dan siswa sebagai informant. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis Penggunaan Smartphone Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V di SDN 015 Sungai Pinang sudah cukup efektif. Tetapi banyak kendala yang dialami yaitu dimana pada pembelajaran ini ada 5 orang siswa yang tidak memiliki smartphone sehingga menghambat proses pembelajaran karena guru harus melakukan kunjungan terlebih dahulu. Kendala dalam menyampaikan materi dan keterbatasan dalam menggunakan smartphone. Tetapi orang tua ikut serta mendampingi dan membimbing anak agar dapat menyelesaikan tugas dengan mudah sehingga nilai hasil belajar siswa meningkat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penggunaan Smartphone Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V di SDN 015 Sungai Pinang sudah cukup efektif.