cover
Contact Name
Ike Sylvia, S.IP., M.Si.
Contact Email
-
Phone
+6281363630789
Journal Mail Official
sikola@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang (Integrated Classroom B UNP Air Tawar Padang) Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 26863413     EISSN : 27151735     DOI : https://doi.org/10.24036/sikola
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan pengajaran adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang. Jurnal ini memfasilitasi diskusi berkaitan dengan Dinamika Institusi pendidikan, Kebijakan Pendidikan, Kurikulum, Model-model Pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah. Dengan kajian yang mendalam diharapkan artikel dalam jurnal ini memberikan pemikiran baru berkaitan dengan pengembangan konsep dan teori yang ada dalam ilmu pendidikan.
Articles 107 Documents
Peranan Orang Tua Dalam Mengembangkan Potensi Anak Berbakat (Gifted) Nora Susilawati
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (December 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v2i2.102

Abstract

Anak berbakat merupakan anak yang memiliki kemampuan atau potensi unggul dan dapat memberikan prestasi yang tinggi, memiliki kecerdasan di atas rata-rata, kreativitas dan perkembangan kemampuannya di atas rata-rata. Abak berbakat ini memiliki kebutuhan khusus agar dapat menunjang potensi mereka bisa berkembang. Ada beberapa istilah tentang anak berbakat ini yaitu gifted, talented, bright, bahkan ada juga istilah superior dan genius. Kesemuanya harus dipahami karena memiliki kesamaan dan perbedaan secara konsep dan realitanya. Tulisan ini menggunakan istilah anak berbakat (gifted), karena anak gifted memiliki perfeksionisme dan faalangst negatif yang menyebakan munculnya masalah bagi dirinya dan orang lain dalam mengembangkan potensi diri. Perfeksionisme menuntut adanya perilaku ideal yang diharapkan dan faalangst negatif menimbulkan ketidakpercayaan diri dan kecemasan yang berlebihan. Tentu saja hal ini dapat menjadi penghambat dalam pengembangan potensi anak berbakat. Karena anak berbakat memiliki kebutuhan khusus yang harus diperhatikan, maka orang tua sebagai agen utama harus berperan penting dalam menentukan apa yang dilakukan. Orang tua harus cerdas, cermat dan aktif untuk mengatasi permasalahan yang muncul akibat kelebihan yang sekaligus juga menjadi kelemahan anak berbakat. Dengan demikian, orang tua dapat memperoleh alternatif cara bagaimana mengembangkan potensi anaknya. Selanjutnya, orang tua dapat berperan sebagai pendidik (educator), fasilitator, motivator, supporter dan role model bagi anaknya agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki anak berbakat. Peran yang dijalankan oleh orang tua tersebut sangat relevan dengan teori pendidikan humanistik yang melihat anak sebagai pusat, perhatian pada pengembangan potensi anak, orang tua sebagai fasilitator, motivator dan supporter dalam mengembangkan potensi anaknya.
Motif Guru Memilih Metode Ceramah dalam Pembelajaran Sosiologi di SMAN 13 Padang Janatul Aini; Junaidi Junaidi
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 3 (2021): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v2i3.105

Abstract

Pembelajaran sosiologi mengharuskan guru menerapkan pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa, namun guru lebih sering memilih metode ceramah dalam pembelajaran sosiologi di SMA N 13 Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motif guru dalam proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah SMAN 13 Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, pengamatan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan yang pertama, bahwa metode ceramah tidak perlu memerlukan banyak waktu Kedua, guru bisa berinteraksi dengan siswa. Ketiga, guru bisa melihat secara langsung sejauh mana siswa memahami materi yang disampaikan guru.
Rancangan Soal Open-Ended untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Peserta Didik dalam Pembelajaran Sosiologi di SMA N 1 Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat Panji Reski; Ike Sylvia
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 3 (2021): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v2i3.107

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya soal ujian semester sosiologi SMA N 1 Sungai Aur yang berada pada rentang C1 – C3 sehingga belum dapat mendorong munculnya kemampuan penalaran peserta didik, maka perlu adanya soal open-ended yang dapat digunakan pada pembelajaran sosiologi di kelas XI IPS. Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan soal open ended yang yang valid. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori konstruktivisme, dengan asumsi kemampuan peserta didik memberikan alasan dan solusi dalam menjawab soal open ended akan membantu peserta didik mengkonstruksi konsep dari fenomena sosial yang dipelajarinya. Penelitian ini berjenis research dan development dengan model pengembangan yang dikemukakan oleh Tessmert (Formative Evaluation). Teknik pengumpulan data berupa tes dan angket. Uji validitas yang dilakukan adalah validitas konten dan konstruk. Peneliti memberikan soal yang telah dirancang kepada 3 orang ahli kemudian diujicobakan secara one to one dan small group pada 11 orang peserta didik di kelas XI IPS 2. Selanjutnya soal tersebut juga diuji analisis butirnya sehingga menghasilkan rancangan soal open ended untuk materi struktur sosial, diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial dengan bentuk soal adalah 20 pilihan ganda dan 5 soal essay yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal open-ended ini sangat valid dengan nilai 85,71%. Sementara dari angket praktikalitas diperoleh 4,52 kategori sangat praktis. Artinya bahwa soal open-ended valid dan dapat digunakan untuk mengukur kemampuan penalaran peserta didik pada skala yang lebih luas.
Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka Dalam Pandangan Filsafat Pendidikan Humanisme Nora Susilawati
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 3 (2021): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v2i3.108

Abstract

Merdeka Belajar-Kampus Merdeka adalah kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan mendorong mahasiswa agar menguasai berbagai keilmuan untuk memasuki dunia kerja. Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Dalam pandangan humanisme, merdeka belajar memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara otonomi atau mandiri serta bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Mahasiswa berhak mengikuti pembelajaran di luar prodi dalam kampus dan luar kampus dalam berbagai kegiatan seperti pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, dan membangun desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT). Terlibatnya mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman belajar (experience learning) sebagai bekal menghadapi hidup dan kehidupan di masa depan. Untuk mewujudkan pengalaman belajar tersebut perguruan tinggi harus membangun kerjasama dengan dunia usaha/industri dan pemerintah. Kerjasama didasari dalam kerangka meningkatkan profesionalitas civitas akademika. Kerangka ini akan mempengaruhi perumusan kurikulum dalam penentuan capaian pembelajaran (learning outcomes) dan penempatan kuliah di luar perguruan tinggi. Kualitas belajar dan kebermaknaan belajar dapat dicapai dengan menerapkan prinsip belajar humanistik yaitu belajar bagaimana belajar (learning how to learn), pembelajaran mandiri, memotivasi diri, dan pendidikan afektif. Dengan demikian, tujuan pendidikan MBKM yang diharapkan untuk mengembangkan hard skills dan soft skills, menyiapkan mahasiswa lebih siap dan relevan dengan kebutuhan perkembangan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian dapat dicapai secara optimal.
Pengaruh Penggunaan Webquiz Quizizz Terhadap Hasil Belajar Sosiologi Siswa di SMA N 16 Padang Genta Cristiyanda; Ike Sylvia
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 3 (2021): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v2i3.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan webquiz quizizz terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI di SMA Negeri 16 Padang, khususnya pada aspek pemahaman konsep siswa pada materi masalah sosial dalam masyarakat. Penelitian ini berjenis eksperimen dengan formula control group pretes-postes design. Teknik pengumpulan data melalui soal yang diberikan pada saat pretest dan posttets menggunakan aplikasi webquiz quizizz. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI yang berjumlah 183 orang dengan teknik pengambilan sampel melalui random kelompok. Penelitian ini dianalisis dengan teori konstruktivistik yang dikemukakan oleh Piaget. Temuan penelitian terdapat pengaruh penggunaan web quizizz terhadap hasil belajar siswa khususnya pada materi masalah sosial pada pembelajaran sosiologi di kelas XI IPS 1 SMA N 16 Padang untuk materi pengertian masalah sosial, faktor pendorong masalah sosial, contoh masalah sosial dalam masyarakat, dampak masalah sosial dan pemecahan masalah sosial dalam masyarakat, hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung = 6,34 dengan taraf nyata 0,05 sedangkan tabel = 2,00. Oleh karena t hitung besar dari t tabel maka hipotesis penelitian diterima.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Sosiologi Melalui Model Discovery Learning Berbantuan Media Teka Teki Silang-Puzzle Discovery Education Pada Siswa XI IIS SMA Nia Novita Sari; Junaidi Junaidi
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 4 (2021): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (June 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v2i4.117

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasilAbelajar siswa dalam pembelajaran sosiologi. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh tidak tepatnya strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru, akibatnya siswa tidak fokus dalam belajar. Untuk mengatasi masalah rendah hasil belajar siswa guru menerapkan model discovery learning berbasis media teka-teki silang puzzle discovery education. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model discovery learning berbasis media teka teki silang puzzle discovery education dalam pembelajaean sosiologi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan 2 siklus. Penelitian ini dilakukan di kelas XI IIS 4 SMAN 1 Nan Sabaris Padang Pariaman dilakukan secara daring melalui aplikasi whatsapp. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi, dan catatan lapangan. Untuk melihat peningkatan setiap siklus diolah dengan menggunakan rumus Percentages Correction S=R/Nx 100 pada siklus I naik sebanyak 17% sedangkan pada siklus II naik sebanyak 23%. KUntuk melihat keberhasilan belajar siswa hasil belajar diolah menggunakan rumus (P=F/N) X 100%. Adanya peningkatan hasil belajar siswa, dari pra tindakan 37%, siklus I 54%, siklus II 77%.
Teori Belajar Menurut Aliran Psikologi Humanistik Serta Implikasinya Dalam Proses Belajar dan Pembelajaran Sulaiman Sulaiman; Neviyarni S
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 3 (2021): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v2i3.118

Abstract

Psikologi humanistik memberi perhatian atas guru sebagai fasilitator untuk memberi kemudahan belajar dan berbagai kualitas fasilitator. Implikasi kecerdasan ganda sebagai bagian dari teori humanistik adalah sebagai berikut: Pendidikan harus memerhatikan semua kemampuan intelektual, pendidikan harusnya individual, memotivasi siswa, sekolah memfasilitasi siswa mengembangkan inteligensi ganda, evaluasi proses harus lebih kontekstual, proses pembelajaran dapat terjadi dimana dan kapan saja. Psikologi humanistik sangat relevan dengan dunia pendidikan, karena aliran ini selalu mendorong peningkatan kualitas diri manusia melalui penghargaannya terhadap potensi-potensi positif yang ada pada setiap insan. Seiring dengan perubahan dan tuntutan zaman, proses pendidikan pun senantiasa berubah. Dengan adanya perubahan dalam strategi pendidikan dari waktu ke waktu, humanistik memberikan arahan yang signifikan dalam pencapaian tujuan pendidikan. Teori belajar humanistik merupakan proses belajar yang harus berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri. Dalam teori belajar humanistik, belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya.
Efektivitas Instrumen Penilaian Kinerja Siswa Berbasis Masalah dalam Mata Pelajaran Sosiologi Widia Rahmi; Ike Sylvia
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 4 (2021): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (June 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v2i4.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan instrumen penilaian kinerja pada mata pelajaran sosiologi kelas XI IPS SMA N 2 Lubuk Sikaping untuk mengukur keterampilan peserta didik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain one shot cased study. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penilaian kinerja yang telah dikembangkan dan dinyatakan layak untuk diujicobakan oleh ahli. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 30 orang siswa. Teknik analisa data mengganakan analisis persentase dan membandingkan skor penilaian kinerja siswa dengan acuan penilaian keterampilan sesuai panduan penilaian kurikulum 2013. Instrumen penilaian kinerja yang telah dikembangkan meliputi aspek pengumpulan data, analisis data dan komunikasi. Hasil uji efektifitas memperlihatkan 2 orang siswa memperoleh skor penilaian keterampilan dengan predikat A (5 %), 23 orang dengan predikat B (77%) dan 5 orang (17%) dengan predikat C. Hasil ini memperlihatkan instrumen penilaian kinerja efektif mengukur keteampilan siswa khusunya dalam melakukan penelitian dan mempresentasikan penelitian pada materi konflik sosial.
Pengembangan Instrumen Penilaian Diri (Self Assesment) Untuk Menilai Karakter Spritual Pada Pembelajaran Sosiologi Kelas XI SMA Aulia Putri Wandia; Ike Sylvia
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 4 (2021): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (June 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v2i4.121

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis research and development, yang bertuajuan untuk mengembangkan instrumen penilaian diri untuk mengukur sikap religius peserta didik pada pembelajaran sosiologi SMA. Model pengembangan yang digunakan adalah 4 D yaitu: tahap pendefinisian (Define), tahap perencanaan (Design), tahap pengembangan (Develop), dan tahap Diseminasi (Disseminate). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen pelaksanaan pembelajaran, instrumen validasi ahli, angket praktikalitas dan soal untuk menguji efektifitas. Teknik analisis data menggunakan analisis r product moment untuk menganalisa hasil validasi ahli, persentase untuk mengukur praktikalitas, dan uji t untuk mengukur efektifitas. Penelitian ini diujicobakan pada pembelajaran sosiologi kelas XI IPS 1 SMAN 1 Linggosari Baganti Pesisir Selatan, memperoleh hasil validitas produk (instrument penilaian diri, RPP dan Soal) dalam kategori sangat tinggi, hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa produk penelitian ini efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan instrumen penilaian diri yang dihasilkan dapat mengukur ranah afektif peserta didik khususnya sikap spiritual.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Sosiologi Berbasis Weblog Pada PembeIajaran SosioIogi Kelas X SMA Sintya Ulfa Dilla; Ike Sylvia
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 4 (2021): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (June 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v2i4.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji praktikalitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis weblog untuk mengakodomodasi kemampuan peserta didik menguasai materi (domain kognitif). Penelitian ini menggunakan model 4 D (define, design, develop, disseminate). Pada tahap uji praktek dilakukan dalam dua tahap yaitu uji satu banding satu (1 orang pengguna) dan uji kelompok lapangan (40 pengguna). Adapun indikator yang digunakan pada angket praktikalitas LKPD berbasis weblog ini adalah minat pengguna terhadap tampilan LKPD, proses penggunaan, pemahaman konsep dan materi, waktu yang disediakan serta evaluasi dalam LKPD. Hasil uji coba tahap pertama, guru sosioIogi menilai sangat praktis dengan niIai akhir 3,84. dan pada uji coba kedua memperoleh hasil bahwa LKPD berbasis web blog ini sangat praktis diterapkan kepada pengguna yaitu peserta didik di kelas X IPS 3 SMAN 1 Batusangkar dengan nilai uji praktikalitas sebesar 3,7. Berdasarkan hasil tersebut LKPD Sosiologi berbasis weblog untuk peserta didik kelas XI IPS yang diujicobakan di SMAN 1 Batusangkar sangat praktis untuk digunakan dan dapat dimanfaatkan oleh pengguna lain yang mempelajarkan materi yang sama karena LKPD ini tersedia dalam bentuk digital pada weblog.

Page 6 of 11 | Total Record : 107