cover
Contact Name
Andi Mushawwir
Contact Email
mushawwir@unpad.ac.id
Phone
+6281211211811
Journal Mail Official
jnttip.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan
ISSN : -     EISSN : 27157636     DOI : https://doi.org/10.24198/jnttip
Jurnal NTTIP merupakan jurnal ilmiah, mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan riview berkaitan dengan ilmu nutrisi ternak tropis dan teknologi pakan. Meliputi seluruh aspek kimia, biokimia dan fisiologi sebagai dampak pemberian pakan, bioteknologi pakan dan hijauan bahan pakan, serta teknologi manufaktur pengolahan pakan, dalam lingkup kajian di daerah tropis.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2025)" : 5 Documents clear
PENGARUH DOSIS VERMIKOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI HIJAUAN Corchorus aestuans Darmayanti, Tris
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i3.57180

Abstract

Salah satu upaya mengurangi kerusakan ekosistem akibat limbah peternakan yaitu dengan cara pengelolaan limbah menjadi vermikompos. Vermikompos adalah pupuk organik yang kaya akan unsur hara yang dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi hijauan. Corchorus aestuans yang ditemukan di daerah Purwakarta dengan nama lokal Dengdek Poék, merupakan keluarga Tiliaceae. C. aestuans mengandung senyawa antiinflamasi yang digunakan sebagai obat alami untuk peradangan. Fokus penelitian adalah bagaimana dosis vermikompos mempengaruhi pertumbuhan dan produksi hijauan C. aestuans. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2024 di lahan penelitian Laboratorium Tanaman Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, sementara analisis tanah dan pupuk di Laboratorium Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat total 20 sampel. Perlakuan yang dilakukan adalah P1 = 0 t/ha, P2 = 7,5 t/ha, P3 = 15 t/ha, P4 = 22,5 t/ha, P5 = 30 t/ha. Data penelitian dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian memberikan pengaruh nyata terhadap berat segar dan berat kering hijauan C. aestuans, namun memberikan pengaruh tidak nyata terhadap tinggi dan jumlah daun C. aestuans. Dapat disimpulkan bahwa pemberian dosis vermikompos berpengaruh terhadap produksi hijauan C. aestuans.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina) DALAM RANSUM TERHADAP GAMBARAN HEMATOLOGIS PADA AYAM PETELUR FASE AFKIR Firdaus, Rizal Faturrohman
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i3.57239

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tepung daun Afrika dalam ransum pada ayam petelur terhadap hematologinya. 20 ekor ayam petelur strain Hy-line yang berumur 110 minggu ditempatkan di kandang baterai dan diberi pakan dengan kandungan protein kasar 16-18% sebanyak 120 gram per hari. Mereka juga diberi air minum adlibitum. Studi ini dilakukan menggunakan metode eksperimental yang dirancang dengan racangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yang diulang sebanyak lima kali. Perlakuan yang diberikan pada ransum adalah suplementasi tepung daun Afrika pada level P0: 0% (kontrol), P1: 1%, P2: 2%, dan P3: 3%. Variabel hematologis yang diukur termasuk eritrosit, hemoglobin, hematokrit, dan leukosit. Analisis Sidik Ragam kemudian digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eritrosit, hemoglobin, hematokrit, dan leukosit ayam petelur tidak berpengaruh secara nyata (P>0,05) oleh pemberian tepung daun Afrika dalam ransum sebesar 0%, 1%, 2%, dan 3%. Kesimpulannya, pemberian tepung daun Afrika sampai 3% tidak mempengaruhi profil hematologi ayam petelur.Kata Kunci: ayam petelur, tepung daun Afrika, hematologi, ransum
Populasi bakteri, Protozoa dan Produksi Gas Metana In Vitro dalam Ransum Kambing yang diberi Limbah Kulit Nanas Nur Ismayanti, Alya
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i3.61360

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh limbah kulit nanas (Ananas comosus) dalam ransum kambing terhadap populasi bakteri, populasi protozoa dan produksi gas metan. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan sehingga diperoleh 30 unit percobaan. Perlakuan terdiri dari R0 (40% konsentrat + 60% rumput),  R1 (40% konsentrat + 50% rumput +10% kulit nanas), R2 (40% konsentrat + 40% rumput + 20% kulit nanas), R3 (40% konsentrat + 30% rumput + 30% kulit nanas) dan R4 (40% konsentrat + 20% rumput + 40% kulit nanas).  Parameter yang diamati adalah populasi bakteri, protozoa dan produksi gas metana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kulit nanas dalam ransum kambing sampai taraf 40% memberikan pengaruh terhadap penurunan populasi bakteri dan meningkatkan populasi protozoa tetapi tidak  berpengaruh terhadap produksi gas metana.
PROFIL KECERNAAN (IN VITRO) DOMBA MUDA YANG DIBERI PAKAN LENGKAP BERBASIS FODDER SHORGUM Septian, Mohamad Haris
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i3.67164

Abstract

Fodder sorgum memiliki potensi sebagai pakan alternatif bagi domba muda. Penelitian  bertujuan untuk menghasilkan formulasi pakan berbasis fodder sorgum yang memiliki nilai kecernaan tinggi dan dapat menstimulasi pertumbuhan mikroba rumen. Penelitian dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Tidar menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dengan 6 kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini yaitu:P1: Konsentrat 30% + rumput gajah 70%; P2: konsentrat 30% + rumput gajah 35% + fodder sorgum 30%; 3: konsentrat 30% + fodder sorgum 70%. Parameter yang diamati adalah nilai KCBK dan KCBO, total bakteri rumen, dan total protozoa rumen (in vitro). Data dianalisis menggunakan ANOVA, nilai rata-rata yang berbeda diuji lanjut menggunakan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan perngaruh nyata pada nilai KCBO, namun tidak memberikan pengaruh nyata pada nilai KCBK, total bakteri, dan total protozoa. Penggunaan fodder sorgum sebagai pakan utama mampu meningkatkan nilai kecernaan ransum pada domba muda. 
KUALITAS FRAKSI SERAT PAKAN SILASE DAUN PELEPAH SAWIT DENGAN PENAMBAHAN AMPAS TAHU DAN TEPUNG JAGUNG Harahap, Anwar Efendi; Mucra, Dewi Ananda; Sepriadi, Sigit; Zumarni, Zumarni; Aulia, Wafa
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i3.66967

Abstract

Palm frond leaves can be used as ruminant feed with the addition of tofu dregs and corn flour in the form of complete silage. The aim of the research is to convey the quality of the fiber fraction of palm frond leaf silage by adding various sources of tofu dregs concentrate and corn flour. This research method used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 arranged replications, namely: P0 = 100% PFL (palm frond leaf); P1 = 100% PFL + 5% molasses; P2= 100% PFL + 5% tofu dregs (TD)+ 5% corn flour (CF) + 5% molasses; P3= 100% DPS + 10% tofu dregs (TD)+ 10% corn flour (CF) + 5% molasses and P4 = 100% DPS + 15% tofu dregs (TD)+ 15% corn flour (CF) + 5%.  The parameters measured were NDF, ADF, hemicellulose, lignin and cellulose (%). The research results showed that the treatment with the addition of tofu dregs concentrate and corn flour had a significant effect (P>0.05) on the NDF, ADF, cellulose and lignin content of palm frond silage. The use of silage treatment with a composition of 100% palm frond leaves + 15% tofu dregs + 15% corn flour is the best treatment because it is able to optimally reduce the content of NDF (57.15%), ADF (39.05%) and lignin (9.53%)

Page 1 of 1 | Total Record : 5