cover
Contact Name
Tri Cahyono
Contact Email
tricahyonoubt@gmail.com
Phone
+6282252730211
Journal Mail Official
jbkb.borneo@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan, Jl. Amal Lama, No 1, Tarakan
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo
ISSN : 26850753     EISSN : 26852039     DOI : -
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo (JBKB), mempublikasikan kajian dan hasil penelitian pada ruang lingkup Bimbingan dan Konseling serta pendidikan yang berkaitan dengan Bimbingan dan Konseling. Setiap naskah yang dikirimkan akan ditinjau menggunakan metode peninjauan ganda. Scope Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo (JBKB): Personal Guidance and Counseling Social Guidance and Counseling Career Guidance and Counseling Academic Guidance and Counseling Assessment in Guidance and Counseling Group Guidance Group Counseling Individual Counseling Multicultural Counseling Behavior Analysis and Modification Evaluation and Supervision in Guidance and Counseling Guidance and Counseling Management Mental Hygiene Media of Guidance and Counseling Information Technology in Guidance and Counseling.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2021)" : 10 Documents clear
ULAR TANGGA KARIER SEBAGAI MEDIA LAYANAN BIMBINGAN KARIER UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Putu Agus Indrawan; Suriata Suriata
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2347

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to create a simulation game Snakes and Ladders Career which is used by Guidance and Counseling teachers to develop insight and career readiness of elementary school students. The steps of this research development are (1) preparation, (2) preparation of the initial product, (3) expert test, (4) revision of the first product, 5) field test, and 6) revision of the final product. The product trial was conducted on 9 users and 2 experts. The resulting product specifications are in the form of a snake and ladder graphic media with a size of 3x3 m and dice size 20x20x20 cm as well as a guide book. The game media "career ladder snake" is declared to have very high validity based on the results of validation by media experts, material experts and users. So that the overall assessment of the validators stated that the "career ladder snake" game media was worthy of being used as a game medium for students in elementary school. Why is that the result? The game media that has been developed is feasible to use because the ratings from users and experts state that there is no need for significant improvements. This study can be used to produce game media that provide an understanding of the types of professions for elementary school students. Keywords : game media; career ladder snake, elementary school, career guidance AbstrakTujuan penelitian ini adalah menciptakan permainan simulasi Ular Tangga Karier yang digunakan oleh guru Bimbingan dan Konseling untuk mengembangkan wawasan dan kesiapan karier siswa Sekolah Dasar. Langkah-langkah penelitian pengembangan ini adalah (1) persiapan, (2) penyusunan produk awal, (3) uji ahli, (4) revisi produk pertama, 5) uji lapangan, dan 6) revisi produk akhir. Uji coba produk dilakukan pada 9 pengguna dan 2 ahli.  Spesifikasi produk yang dihasilkan berupa media grafis ular tangga dengan ukuran 3x3 m dan dadu ukuran 20x20x20 cm serta buku panduannya. Media permainan “ular tangga karier” dinyatakan memiliki validitas sangat tinggi berdasarkan hasil validasi oleh ahli media, ahli materi dan pengguna. Sehingga secara keseluruhan penilaian dari para validator menyatakan media permainan “ular tangga karier” layak digunakan sebagai media permainan kepada peserta didik di sekolah dasar. Kenapa hasilnya demikian? Media permainan yang dikembangkan telah layak digunakan karena penilaian dari pengguna dan ahli menyatakan tanpa perlu perbaikan yang signifikan. Studi ini dapat digunakan untuk menghasilkan media permainan yang memberikan pemahaman jenis-jenis profesi bagi siswa sekolah dasar.  Kata kunci: media permainan; ular tangga karier, sekolah dasar, bimbingan karier
MENINGKATKAN RASA EMPATI SISWA DENGAN LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL Putu Abda Ursula
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2342

Abstract

ABSTRACT In the world of education, student success in the learning process is not only influenced by intellectual factors but is also influenced by non-intellectual factors which are no less important to determine one's learning outcomes, one of which is the ability of a student to apply empathy in himself. Educational achievements achieved in the school environment are not solely in the form of an intellectual dimension, but the attitude dimension cannot be ignored, especially those that are reflected in a sense of empathy through educational or learning processes. The problem of student empathy becomes very meaningful for student progress. Students who have a sense of empathy will care more about others and the environment. On the other hand, students who lack empathy will have a much different condition. The actions that occur are considered normal things and to improve such a situation is not easy. This requires hard work from various parties to change it, so that various types of empathy need to be generated by students. The purpose of this research is to increase students' empathy through individual counseling services at the Undiksha Laboratory Junior High School and collect the necessary data to test the effectiveness of Individual counseling on empathy for Undiksha Laboratory Junior High School students. students' empathy for service participants, so they can understand the importance of caring for others, themselves, and the environment. The results showed that there was a change in the increase in empathy in students in the school environment. This means that individual counseling services can be used to increase students' empathy. The results of this study indicate that before getting individual counseling services, students' empathy for students in the first cycle was declared less successful and also quite successful, the first meeting reached 30%-40%, the second meeting reached 49%-74% in the second cycle stated it was quite successful and successful. with the third meeting reaching 60%-74% in the fourth meeting reaching 75%-80% in the third cycle it was declared successful with the results of the fifth meeting reaching 81%-86% in the sixth meeting reaching 87%-94%. Keywords : Empathy and Individual Counseling ABSTRAKPada dunia pendidikan keberhasilan siswa dalam proses belajar tidak hanya dipengaruhi oleh faktor intelektual tapi dipengaruhi pula oleh faktor-faktor non intelektual yang tidak kalah penting untuk menentukan hasil belajar seseorang, salah satunya adalah kemampuan seorang siswa dalam menerapkan rasa empati dalam dirinya. Prestasi pendidikan yang dicapai di lingkungan sekolah tidak semata-mata berupa dimensi intelektual, tetapi dimensi sikap juga tidak bisa diabaikan khususnya yang di refleksikan dalam rasa empati melalui proses-proses kependidikan atau pembelajaran. Masalah rasa empati siswa menjadi sangat berarti bagi kemajuan siswa. Pada siswa yang memiliki rasa empati kondisinya akan lebih perduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar. Sebaliknya, pada siswa yang kurang rasa empati kondisinya akan jauh berbeda. Perbuatan-perbuatan yang terjadi sudah dianggap barang biasa dan untuk memperbaiki keadaan yang demikian tidaklah mudah. Hal ini diperlukan kerja keras dari berbagai pihak untuk mengubahnya, sehingga berbagai jenis rasa empati yang perlu di timbulkan oleh siswa. Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk meningkatkan rasa empati siswa melalui layanan konseling individual di SMP Laboratorium Undiksha dan mengumpulkan sejumlah data yang diperlukan untuk menguji efektifitas konseling Individual terhadap rasa empati pada siswa SMP Laboratorium Undiksha.Dari hasil penelitian ini terbukti bahwa layanan konseling individual dapat meningkatkan rasa empati siswa kepada peserta layanan, sehingga mereka dapat memahami pentingnya untuk perduli terhadap orang lain, diri sendiri, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan peningkatan rasa empati pada siswa dilingkungan sekolah. Artinya layanan konseling individual dapat digunakan untuk meningkatkan rasa empati siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa sebelum mendapatkan layanan konseling individual rasa empati siswa berada pada siklus I dinyatakan kurang berhasil dan juga cukup berhasil pertemuan I mencapai 30%-40% pertemuan ke II mencapai 49%-74% pada siklus II menyatakan cukup berhasil dan berhasil dengan pertemuan III mencapai 60%-74% dalam pertemuan ke IV mencapai 75%-80% pada siklus ke III dinyatakan berhasil dengan hasil pertemuan ke V mencapai 81%-86% dalam pertemuan ke VI mencapai 87%- 94%. Kata Kunci : Empati dan Konseling Individual
META ANALISIS : HUBUNGAN KREATIVITAS DAN ACHIEVEMENT Diajeng Retno Kinanti Putri; Ahman Ahman; Eka Sakti Yudha
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2343

Abstract

ABSTRACTThis research is meta-analysis research that tries to collect several correlational studies related to Creativity and Achievement or academic achievement through several indexed international journals. The purpose of this study was to see how creative ability influences students' academic achievement at the level of education from elementary school to university level. This study used correlational statistical techniques and found an r-value of 0.305 and a p-value of p = . 001. From the results above that p-value 0.05, it can be concluded that the results of the meta-analysis failed to reject the null hypothesis (H0). However, with a value of r=0.305, it can be said that this has a weak correlation or it can be concluded that creativity and academic achievement are not significantly correlated. This is because there are several influencing factors, such as age, teaching methods, and assignments. Keywords : Meta Analysis, Creativity, Achievement ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian meta analisis yang mencoba untuk mengumpulkan beberapa penelitian korelasional yang berkaitan dengan Kreativitas dan Achievement atau prestasi akademik melalui beberapa jurnal internasional yang sudah terindeks. Tujuan penelitian ini adalah melihat seberapa pengaruh kemampuan kreatif terhadap prestasi akademik siswa pada tingkat pendidikan dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan teknik statistik korelasional dan menemukan nilai r sebesar 0,305 dan nilai p sebesar p = . 001. Dari hasil di atas bahwasannya p value 0,05 dapat disimpulkan bahwa hasil meta analisis gagal menolak hipotesis nol (H0). Namun dengan nilai r=0.305 dapat dikatakan bahwa ini memiliki korelasi yang lemah atau dapat disimpulkan bahwa kreativitas dan prestasi akademik tidak berkorelasi secara signifikan. Hal ini disebabkan karena ada beberapa faktor yang mempengatuhi, seperti usia, metode pengajaran dan penugasan. Kata Kunci : Meta Analisis, Kreativitas, Achievement
EFEKTIVITAS ECITE DALAM MENINGKATKAN KONSELING INDIVIDUAL VIA TELEGRAM Chandra Dewi; Nadya Citra Palmita; Afi Faturrohmah; Sri Maryati
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2338

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan karena adanya penurunan yang signifikan terkait terbatasnya interaksi interaksi antara konseli dan konselor dalam proses konseling tatap muka di tengah pandemi (Covid-19) yang masih melanda Indonesia dan dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model layanan konseling elektronik melalui ECITE (Electronic Counseling In Telegram) dan untuk menguji efektivitas dan solusi media dalam membantu pengguna sebagai solusi situasi konseling individu dalam membantu masalah yang mereka hadapi. Jenis penelitian dan pengembangan (RD) dari (Borg Gall, 1983) mengubah menjadi lima tahap, yaitu (1) pengumpulan data, (2) perencanaan awal aplikasi, (3) uji validasi, dan revisi awal, (4) uji lapangan terbatas dan (5) uji lapangan terbatas dan revisi akhir.hitung lebih besar dari rtabel , maka dinyatakan valid dan uji reliabilitas dengan cronbach's alpha diperoleh hasil sebesar 0,935 0,700 dan tergolong tinggi. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa instrumen pretest dan posttest dinyatakan layak. Uji coba media konseling mendapat rata-rata pretest 89,7 dan posttest 108,65, hal ini menunjukkan adanya peningkatan persepsi sebelum menggunakan media dan setelah menggunakan media saat konseling, dan dinyatakan berpengaruh (efektif). Kata Kunci : Strategi Adaptive Coping, Caregiver, Lansia AbstrakPenelitian ini dilakukan dikarenakan adanya penurunan yang signifikan terkait terbatasnya mobilitas interaksi antara konseli dan konselor dalam  proses konseling secara langsung bertatap muka  di tengah pandemic (Covid-19) yang masih melanda Indonesia maupun dunia. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah  mengembangkan model layanan konseling elektronik  melalui ECITE (Electronic Counseling In Telegram), serta menguji tingkat efektivitas dan kelayakan media dalam membantu para penggunanya sebagai solusi situasi konseling individual dalam mengentaskan permasalahan yang dihadapinya. Jenis penelitian Research and Development (RD) dari (Borg Gall, 1983) yang dimodifikasi menjadi lima tahapan yaitu (1) pengumpulan data, (2) perencanaan aplikasi awal, (3) uji validasi dan revisi awal, (4) uji lapangan terbatas dan (5) uji lapangan terbatas dan revisi akhir. Hasil penelitian diawali dengan pengolahan data untuk  uji validitas dengan rumus Korelasi Product Moment dengan hasil rhitung lebih besar dari rtabelmaka dinyatakan valid dan uji reliabilitas dengan alpha cronbach memperoleh hasil 0,9350,700 dan berklasifikasi tinggi. Maka, penelitian menunjukan instrumen pretest dan posttest dinyatakan layak. Uji coba media konseling mendapat rata-rata prettest sebesar 89,7 dan posttest sebesar 108,65 hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan persepsi sebelum menggunakan media dan sebelum menggunakan media saat berkonseling, dan dinyatakan memberi pengaruh (efektif). Kata Kunci : media layanan konseling, konseling elektronik di telegram
PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PROBLEM SOLVING TENTANG MANAJEMEN WAKTU BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 4 SEWON Lu’luun Nafisah; Ariadi Nugraha; Sri Hartini; Siti Muyana
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2344

Abstract

ABSTRACTThis study aims to develop a training module using problem solving techniques on study time management for class VII students at SMP Negeri 4 Sewon. The type of research used in this research is Research and Development (RnD) using a 4D model (Define, Design, Development and Dissemination). Based on the results of interviews that have been conducted by researcher, it can be seen that there are still many students who find the difficult to do assignments, students are not aware of the importance of learning and lack of awareness of students to do assignments. Thus, to assist students in learning time management, one of them is by using a training module. This research produces a product in the form of a training module on learning time management. The result of the material expert test obtained a score of 89.58 in the very good category, the media expert test obtained a score of 85 in the very good category and the expert test on guidance and counseling services obtained a score of 77 very good categories. Thus, the training module on study time management for grade VII students of SMP Negeri 4 Sewon is feasible to use. Keywords: learning time management, students, training module AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pelatihan dengan menggunakan teknik problem solving tentang manajemen waktu belajar untuk siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Sewon. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (RnD) dengan menggunakan model 4D (Define, Design, Development and Dissesmination). Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti, dapat diketahui bahwa masih banyak siswa yang merasa kesulitan untuk mengerjakan tugas, siswa belum sadar akan pentingnya belajar dan kurangnya kesadaran siswa untuk mengerjakan tugas. Dengan demikian, untuk membantu siswa dalam manajemen waktu belajar salah satunya dengan menggunakan modul pelatihan. Penelitian ini menghasilkan produk berupa modul pelatihan tentang manajemen waktu belajar. Hasil uji ahli materi diperoleh skor 89,58 kategori sangat baik, uji ahli media diperoleh skor 85 kategori sangat baik dan uji ahli layanan bimbingan dan konseling diperoleh skor 77 kategori sangat baik. Dengan demikian, modul pelatihan tentang manajemen waktu belajar untuk siswa kelas VII SMP Negeri 4 Sewon layak untuk digunakan.  Kata kunci: manajemen waktu pembelajaran, siswa, modul pelatihan
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN SOSIODRAMA DALAM MENGURANGI KECEMASAN BERKOMUNIKASI REMAJA DI NAGARI PANTI SELATAN KABUPATEN PASAMAN Rezy Widya Fatma; Alfi Rahmi
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2339

Abstract

ABSTRACTThis study departs from the phenomenon of the existence of teenagers who experience communication anxiety where teenagers are nervous when communicating with new people, shaking and hesitating when expressing opinions in front of a crowd and their facial color changes when asked to talk to a crowd. The aim of this study is to determine the effectiveness of group guidance services using sociodrama in reducing communication anxiety among adolescents in the southern village of the Pasaman Regency.This research is a pre-experimental research with One Group Pretest Posttest Design model. The population is several youths of the southern village village, while the research sample is teenagers who experience high communication anxiety based on the purposive sampling technique and the results of the pretest. The data collection instrument is a Liker scale. The data analysis technique uses the homogeneity test and the Wilcoxon test, while the data analysis requirements use the SPSS version 15 hypothesis test.The research results that have been known from the Wilcoxon test results show differences between the pretest and posttest scores. From the calculation results of the Wilcoxon test, a significant p-value of 0.005 was obtained. Based on the applicable provisions, it is known that the Wilcoxon Sig p-value test result is 0.005 (0.05) which means Ha is accepted and Ho is rejected. From the calculation results of the Wilcoxon test, it can be concluded that there is a decrease in adolescent communication anxiety for pretest and posttest through group guidance services using sociodrama. Keywords: Group Guidance Services Using Sociodrama, Communicating Anxiety ABSTRAK Penelitian ini beranjak dari fenomena terdapatnya remaja yang mengalami kecemasan berkomunikasi dimana remaja gugup ketika berkomunikasi dengan orang yang baru dikenal, gemetar dan ragu-ragu ketika menyampaikan pendapat dihadapan orang banyak serta adanya rona wajah yang berubah saat disuruh untuk berbicara dengan orang banyak. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas layanan bimbingan kelompok menggunakan sosiodrama dalam menggurangai kecemasan berkomunikasi remaja di nagari panti selatan kabupaten pasaman.Penelitian ini adalah penelitian Pre Ekperimen model One Group Pretest Posttest Design. Populasi adalah beberapa remaja nagari panti selatan, sedangkan sampel penelitian adalah remaja yang mengalami kecemasan berkomunikasi yang tinggi berdasarkan teknik pusposive sampling dan hasil dari pretest. Instrument pengumpulan data adalah skala liker. Teknik analisis data menggunakan uji homogenitas dan uji Wilcoxon, sedangkan persyaratan analisis data menggunakan uji hipotesis SPSS versi 15.Hasil penelitian yang telah diketahui dari hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan anatara nilai pretest dan posttest. Dari hasil perhitungan uji Wilcoxon di peroleh nilai signifikan p-value sebesar 0,005. Berdasarkan ketentuan yang berlaku diketahui hasil uji Wilcoxon Sig p-value sebesar 0,005 α (0,05) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil perhitungan uji Wilcoxon sapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan kecemasan berkomunikasi remaja untuk pretest dan posttest melalui layanan bimbingan kelompok menggunakan sosiodrama.Kata kunci: Layanan Bimbingan Kelompok Menggunakan Sosiodrama, Kecemasan Berkomunikasi
PROFIL SELF CONTROL MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI PROKRASTINASI AKADEMIK DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT Yogga Bristone; Zulfikar Zulfikar; Septya Suarja
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2345

Abstract

ABSTRACTThe problem of this research is motivated by the existence of students who are less able to control themselves in the lecture process, there are students who like to procrastinate in completing lecture assignments, and students who like to be late in attending lecture classes. The purpose of this study is to describe: student self-control in overcoming academic procrastination in terms of the ability to control behavior, the ability to control the stimulus, the ability to anticipate an event or events, the ability to interpret events or events, and the ability to make decisions. quantitative descriptive The research population was 280 students. The sampling technique used is simple random sampling. The number of samples in this study was 164 respondents. The instrument used is a questionnaire. Data analysis with interval scores. The results of this study revealed that in general students' self-control in overcoming academic procrastination was in the high category. Furthermore, it can be seen from the indicators: 1) ) Self control of students in overcoming academic procrastination based on indicators of ability to control behavior is in the high category, 2) Self control of students in overcoming academic procrastination based on indicators of ability to control stimulus is in the fairly high category, 3) Self control of students in overcoming academic procrastination based on indicators of the ability to anticipate an event or event is in the high category, 4) Self-control of students in overcoming academic procrastination based on indicators of ability to interpret events or events is in the high category, 5) Self-control of students in overcoming academic procrastination based on indicators of ability decision making is in the fairly high category. Based on the findings of this study, it is recommended for students to be able to further improve self-control so that they are able to overcome academic procrastination in lectures. Keywords : Self Control, Academic Procrastination ABSTRAKPermasalahan  penelitian ini dilatarbelakangi dengan masih adanya mahasiswa yang kurang dapat mengontrol dirinya dalam menjalani proses perkuliahan, adanya mahasiswa yang suka menunda dalam menyelesaikan tugas perkuliahan , dan mahasiswa yang suka terlambat dalam mengikuti kelas perkuliahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik dilihat dari aspek kemampuan mengontrol perilaku, kemampuan mengontrol stimulus, kemampuan mengantisipasi suatu peristiwa atu kejadian, kemampuan menafsikan peristiwa atau kejadian, dan kemampuan mengambil keputusan.Penelitian   ini   dilakukan   dengan   menggunakan   metode   deskriptif kuantitatif Populasi penelitian adalah 280 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini  164 orang responden. Instrumen yang digunakan berupa angket. Analisis data  dengan skor interval. Hasil penelitian ini mengungkapkan secara umum  self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berada pada kategori tinggi. Selanjutnya dilihat dari indikator:  1) ) Self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berdasarkan indikator kemampuan mengontrol perilaku berada pada kategori tinggi, 2) Self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berdasarkan indikator kemampuan mengontrol stimulus berada pada kategori cukup tinggi, 3) Self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berdasarkan indikator kemampuan mengantisipasi suatu peristiwa atau kejadian berada pada kategori tinggi, 4) Self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berdasarkan indikator kemampuan menafsirkan peristiwa atau kejadian berada pada kategori tinggi, 5) Self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berdasarkan indikator kemampuan mengambil keputusan berada pada kategori cukup tinggi. Berdasarkan temuan penelitian ini direkomendasikan kepada mahasiswa agar dapat lebih meningkatkan self control sehingga mampu untuk mengatasi prokrastinasi akademik dalam perkuliahan. Kata Kunci : Self Control, Prokrastinasi Akademik
KEMATANGAN KARIR MAHASISWA BK STKIP PGRI SUMBAR DAN PENERAPANNNYA DALAM LAYANAN KONSELING KARIR (STUDI TERHADAP MAHASISWA BK ANGKATAN 2018) Nada Ahrama; Yasrial Chandra; Besti Nora Dwi Putri
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2340

Abstract

ABSTRACT      This research is motivated by students of STKIP PGRI West Sumatra Counseling Guidance in their career maturity. The purpose of this study was to describe 1) Career maturity of Guidance Counseling students seen from their involvement in career planning activities. 2) The career maturity of Counseling Guidance students is seen from the desire to explore and obtain career information. 3) The career maturity of Counseling Guidance students is seen from the knowledge of making adequate decisions. 4) The career maturity of Counseling Guidance students is seen from the knowledge of some job information and the world of work. 5) The career maturity of Guidance Counseling students is seen from exploring the preferred job. 6) The career maturity of Counseling Guidance students is seen from the reality in making career decisions. This research was conducted using a quantitative descriptive method. The research population was 87 Guidance Counseling students class 2018, while the sampling of this study used a total sampling technique. The instrument used is a questionnaire. Analysis of the data used is interval data. Based on the results of research that has been carried out on each indicator classified as high criteria. Based on the results of the study, it can be recommended to Guidance Counseling students in order to maintain their career maturity. Keyword: Career Maturity, Student Guidance Counseling ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi mahasiswa Bimbingan Konseling STKIP PGRI Sumbar dalam kematangan karirnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan 1) Kematangan karir pada mahasiswa Bimbingan Konseling dilihat keterlibatannya dalam aktifitas-aktivitas rencana karir. 2) Kematangan karir mahasiswa Bimbingan Konseling dilihat dari adanya keinginan untuk menggali dan mendapatkan informasi karir. 3) Kematangan karir mahasiswa Bimbingan Konseling dilihat dari pengetahuan tentang membuat keputusan yang memadai. 4) Kematangan karir mahasiswa Bimbingan Konseling dilihat dari pengetahuan tentang beberapa informasi pekerjaan dan dunia kerja. 5) Kematangan karir mahasiswa Bimbingan Konseling dilihat dari mendalami pekerjaan yang lebih disukai. 6) Kematangan karir mahasiswa Bimbingan Konseling dilihat dari realitas dalam membuat keputusan karir. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian yaitu sebanyak 87 orang mahasiswa Bimbingan Konseling angkatan 2018, sedangkan pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Istrumen  yang digunakan adalah angket. Analisis data yang digunakan adalah data interval. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada setiap indikator tergolong dalam kriteria tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat direkomendasikan kepada mahasiswa Bimbingan Konseling agar dapat mempertahankan kematangan karir yang dimiliki. Kata Kunci: Kematangan Karir, Mahasiswa Bimbingan Konseling
SKALA EMOTIONAL WELL BEING (EWB) BAGI MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID 19 Rosalia Dewi Nawantara; Setya Adi Sancaya
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2346

Abstract

ABSTRACTEmotional Well Being (EWB) is an individual's positive feelings in living life including a sense of happiness and life satisfaction. The COVID-19 pandemic is an extraordinary event that has an impact on all lines of life. The education sector has not been spared the impact of the COVID-19 pandemic. The study from home appeal, which has been running for more than a year, continues to suppress the spread of Covid-19 cases. However, behind this policy, there are problems that arise regarding the emergence of several psychological problems experienced by students related to EWB. The purpose of this research is to develop an emotional well-being scale for students during the Covid 19 Pandemic. The approach and stages of research used in this study are Research Development. The EWB scale in this study has been tested by experts on guidance and counseling materials, as well as field tests to determine the acceptability of the scale in terms of scale validity and reliability. Keywords: Scale, Emotional Well Being, Students, Covid 19 Pandemic ABSTRAKEmotional Well Being (EWB) merupakan perasaan positif individu dalam menjalani kehidupan meliputi rasa bahagia dan kepuasan hidup. Pandemi covid 19 merupakan kejadian luar biasa yang berdampak bagi seluruh lini kehidupan. Pada bidang pendidikan juga tidak luput dari imbas pandemi Covid-19. Himbauan study from home yang sudah berjalan selama satu tahun lebih terus dilakukan demi menekan penyebaran kasus Covid-19. Akan tetapi, dibalik kebijakan tersebut terdapat permasalahan yang muncul tentang munculnya beberapa masalah psikologis yang dialami oleh peserta didik yang berkaitan dengan EWB. Tujuan penelitian ini adalah unuk mengembangkan skala emotional well being bagi mahasiswa di Masa Pandemi covid 19. Pendekatan dan tahapan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research Development. Skala EWB dalam penelitian ini telah dilakukan uji ahli materi bimbingan dan konseling, serta dilakukan uji lapangan untuk mengetahui keberterimaan skala dilihat dari segi validitas dan reliabilitas skala. Kata Kunci : Skala, Emotional Well Being, Mahasiswa, Pandemi Covid 19
KONSELING INDIVIDUAL DENGAN PENDEKATAN GESTALT BAGI WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN KASUS PEMBUNUHAN DI LAPAS KELAS II A YOGYAKARTA Risma Dina
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2341

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the application of individual counseling with a gestalt approach for inmates in a homicide case. This research was conducted on 1 inmates at the Class II A prison in Yogyakarta. This type of research is a qualitative research with a case study model. Data collection techniques in this study used interviews, observation, and documentation studies. Then the data obtained were then analyzed descriptively by reducing the data, presenting the data and drawing conclusions from the data. The results showed that the application of individual counseling with a gestalt approach to homicide cases carried out in this study was effective in helping the counselee make decisions about the problems he faced with a marked decrease in the counselee's anxiety, the counselee was able to accept the reality that occurred by being able to accept himself, the counselee was also able to planning a better life, and being able to adjust and adapt to other inmates in prison. Keywords : individual counseling, gestalt approach, homicides. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan konseling individual dengan pendekatan gestalt bagi warga binaan pemasyarakatan pada kasus pembunuhan. Penelitian ini dilakukan pada 1 orang warga binaan pemasyarakatan di Lapas Kelas II A Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan model studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi  Kemudian  data yang diperoleh lalu dianalisis secara deskriptif dengan cara mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dari data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling individual dengan pendekatan gestalt pada kasus pembunuhan yang dilakukan dalam penelitian ini efektif dalam membantu konseli mengambil keputusan terhadap permasalahan yang dihadapinya dengan ditandainya menurunnya kecemasan konseli, konseli mampu menerima kenyataan yang terjadi dengan mampu menerima diri sendiri, konseli juga sudah mampu merencanakan kehidupan yang lebih baik lagi, dan mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan warga binaan yang lain didalam lapas.  Kata Kunci : konseling individual, pendekatan gestalt, kasus pembunuhan

Page 1 of 1 | Total Record : 10