cover
Contact Name
Abd. Charis Fauzan
Contact Email
fauzancharis@gmail.com
Phone
+6287750503014
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Masjid Nomor 22 Kota Blitar, Jawa Timur
Location
Kab. blitar,
Jawa timur
INDONESIA
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics
ISSN : -     EISSN : 27152731     DOI : https://doi.org/10.28926/ilkomnika
ILKOMNIKA: Journal of Computer and Applied Informatics is is a peer reviewed open-access journal. The journal invites scientists and engineers throughout the world to exchange and disseminate theoretical and practice-oriented topics of computer science and applied informatics which covers five (5) majors areas of research that includes 1) Informatics Engineering and Its Application 2) Computer Science 3) Software Engineering 4) Computer Engineering 5) Information System. This journal is published 3 issues a year, in April, August, and December.
Articles 215 Documents
Implementasi Metode SAW dengan Pembobotan ROC dalam Menentukan Teknisi Terbaik pada PT. KAS Yur Andika Prasetyo; Harunur rosyid; Putri Aisyiyah Rakhma Devi
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 4 No 3 (2022): Volume 4, Nomor 3, Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/ilkomnika.v4i3.524

Abstract

Salah satu penunjang kelancaran kegiatan produksi perusahaan adalah kondisi mesin yang harus selalu siap pakai, oleh karena itu diperlukan perawatan dan perbaikan yang baik dari teknisi. Untuk meningkatkan kualitas serta kinerja dari teknisi, perusahaan memberikan apresiasi pada teknisi yang terbaik pada setiap bulan. Namun dalam proses penentuan teknisi terbaik masih belum terstruktur dan sistematis sehingga keputusan yang dihasilkan cenderung masih bersifat subjektif. Teknologi informasi, seperti SPK bisa digunakan untuk membantu perusahaan dalam proses penentuan sebuah keputusan. Metode yang dipakai yaitu metode SAW, metode ini dipilih karena bisa memilih nilai bobot menurut setiap atribut, lalu selanjutnya proses pemeringkatan alternatif. Penelitian ini memberikan perangkingan terhadap alternatif dimana nilai alternatif tertinggi berhak mendapatkan reward. Hasil pengujian akurasi penentuan teknisi terbaik dengan metode SAW adalah 100%. Dapat disimpulkan bahwa menggunakan metode SAW dalam menentukan teknisi terbaik dapat membantu dalam membuat keputusan secara objektif, dan akurat.
Sistem Pendukung Keputusan Untuk Memilih Supplier Menggunakan Metode MOORA Mohammad Malik Fajar; Aulia Ananda Salsabila; Maulida Dwi Ariani; Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 4 No 3 (2022): Volume 4, Nomor 3, Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/ilkomnika.v4i3.367

Abstract

Pemilihan supplier suatu perusahaan adalah hal yang harus dilakukan karena dapat berpengaruh terhadap kualitas barang yang akan diproduksi. Untuk meminimalisir hal tersebut, maka setiap perusahaan harus mengevaluasi supplier dengan teliti dan akurat dengan memerlukan beberapa aspek seperti kualitas supplier, resiko penolakan barang dan waktu pengiriman. Untuk membantu mempermudah pengambilan keputusan memilih supplier, maka akan dibuat Sistem pendukung keputusan dimaksudkan untuk berfungsi sebagai sarana membantu pengambil keputusan untuk memperluas kemampuan mereka untuk memilih supplier terpercaya agar setiap kriteria dapat terpenuhi oleh suatu perusahaan. Pada penelitian ini, proses pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap beberapa supplier. Dimana dalam penelitian ini terdapat 6 kriteria dalam penentuan supplier terbaik, 6 kriteria itu adalah hasil, kualitas, pelayanan, lokasi, kebijakan persediaan supplier, dan fleksibilitas. Multi-objective Optimization by Ratio Analysis (MOORA) adalah salah satu metode pengambilan keputusan dengan menggunakan perhitungan minimal dan sangat sederhana dengan tingkat selektivitas yang baik dalam pemilihan alternatif. Hasil dari penelitian ini berdasarkan perhitungan supplier terbaik adalah supplier 4 dengan nilai sebesar 47.02 dan pada perbandingan metode yang dilakukan, metode MOORA lebih efisien untuk diimplementasikan dalam sistem pendukung keputusan karena jumlah tahap pengolahan datanya lebih sederhana. Kesimpulan pada penelitian ini adalah metode MOORA bisa diimplementasikan pada sistem pendukung keputusan untuk memilih supplier.
Survei Metode Pengembangan Jadwal Menggunakan Metode Semantic Literature Review Berlian Fatimah Haryoko; Muchamad Farhanudin; Shafa Risqi Octaviary; Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 4 No 3 (2022): Volume 4, Nomor 3, Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/ilkomnika.v4i3.385

Abstract

Proses untuk membuat model jadwal proyek dengan menganalisis serangkaian aktivitas, durasi, kebutuhan sumber daya, dan kendala. Seringkali dalam penjadwalan terdapat kendala salah satunya waktu pengerjaan Penjadwalan adalah sebuah proses perencanaan baik dari segi sumber daya, pekerjaan, waktu, dan sebagainya. Pengembangan jadwal adalah serangkaian proyek molor dari waktu yang telah ditentukan sehingga terjadi keterlambatan. Hal tersebut mengakibatkan pihak perusahaan mengalami kerugian. Kecocokan antara metode penjadwalan dengan jenis pekerjaan sangatlah penting karena dari beberapa pekerjaan membutuhkan metode penjadwalan yang berbeda pula. Survei metode pengembangan jadwal perlu dilakukan bertujuan untuk mengetahui karakteristik tiap metode pengembangan jadwal agar dapat mencapai tujuan penjadwalan secara tepat waktu dan memenuhi target. Data survei diperoleh dari jurnal-jurnal publikasi yang berkaitan dengan metode pengembagan jadwal. Metode survei yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR). Hasil survei didapatkan metode pengembangan jadwal antara lain metode Critical Path Method (CPM), Critical Chain Method (CCM), Program Evaluation and Review Technique (PERT), Resource Leveling, dan Simulasi Monte Carlo. Karakteristik metode CPM yaitu memiliki waktu awal dan waktu akhir, kumpulan aktivitas berbentuk sebuah jaringan atau network, dan memiliki hubungan urutan waktu dari satu aktivitas ke aktivitas lain Karakteristik metode CCM yakni mengatasi ketidakpastian durasi dengan menggunakan penambahan waktu (buffer) dan menghilangkan permasalahan perilaku manusia. Karakteristik metode PERT yakni mengatasi ketidakpastian durasi dengan menggunakan tiga perkiraan waktu diantaranya optimis, kemungkinan besar dan pesimistis. Karakteristik metode Resource leveling yakni penjadwalan proyek disesuaikan berdasarkan kendala sumber daya. Karakteristik metode Simulasi Monte Carlo adalah perhitungan ketidakpastian menggunakan distribusi probabilitas.
Survei Metode Penilaian Resiko Proyek Menggunakan System Literature Review (SLR) Ghani Mutaqin; Fany Parama Admaja; Mauren Helvia Devi; Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 4 No 3 (2022): Volume 4, Nomor 3, Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/ilkomnika.v4i3.387

Abstract

Risiko merupakan suatu hal yang mungkin terjadi dan mengakibatkan terjadinya suatu kerugian terhadap suatu proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk melakukan survei terhadap metode - metode penilaian risiko proyek. Dalam penelitian ini bidang proyek dipersempit yaitu menjadi bidang konstruksi. Metode yang digunakan dalam melakukan survei adalah Systematic Literature Review (LSR). Alasan pemilihan metode ini agar bisa mensurvei metode penilaian risiko proyek secara deskriptif kualitatif berdasarkan literatur penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya. Hasil dari pencarian menggunakan metode ini, menghasilkan 13 jurnal, dengan metode yang paling banyak digunakan adalah Fuzzy, kemudian diikuti oleh metode HIRARC dan FMEA. Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa menjadi kontribusi dalam memberikan informasi terhadap Peneliti lain yang ingin melakukan penelitian tentang topik penilaian risiko proyek IT, dan penelitian tentang topik tersebut menjadi semakin banyak.
Analisis Model PIECES dalam Perancangan Sistem Informasi Meeting Proyek Menggunakan Metode FAST Maulida Khairunisa Argaputri; Nurma Romihim Fadlilah; Hanis Setyowati; Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 5 No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/ilkomnika.v5i1.418

Abstract

Perancangan sistem informasi meeting proyek dibangun berdasarkan permasalahan yang terjadi dalam kegiatan meeting proyek seperti jadwal rapat bentrok, sulitnya akses notulensi rapat, dsb. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk memudahkan para stakeholder dalam mengelola meeting suatu proyek. Penelitian ini menggunakan dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data dari PT Jatim Mustika Sarana Steel dengan PT Kereta Api Indonesia. Lalu untuk data sekunder digunakan sebagai data pembanding yang didapatkan dari jurnal terkait sistem informasi meeting proyek. Penelitian ini dikembangkan menggunakan metode pengembangan sistem FAST dan dengan model analisis masalah PIECES. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu rancangan sistem informasi meeting proyek yang akan mempermudah stakeholder dalam melaksanakan proyek. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penggunaaan metode FAST dengan model analisis masalah PIECES dapat membantu proses pengembangan dan perancangan sistem informasi meeting proyek dalam tahap analisis masalah dan pengembangan sistem.
Penerapan K-Means Clustering pada Imbalance Dataset Gejala Penyakit Jantung Meida Cahyo Untoro; Leonard Rizta; Anugerah Perdana; Nazla Andintya Wijaya; Nestiawan Ferdiyanto
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 5 No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/ilkomnika.v5i1.455

Abstract

Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi tubuh kita, namun ternyata penyakit jantung merupakan penyakit paling mematikan di dunia. Penyebab penyakit jantung beragam, seperti pola hidup yang tidak sehat, mengkonsumsi makan yang mengandung tinggi kolestrol, merokok, lingkungan serta faktor keturunan atau genetik. Penyakit jantung tidak mengenal jenis kelamin dan usia, baik perempuan, laki-laki, balita, anak-anak bahkan orang dewasa dapat menderita penyakit jantung. Gejala penyakit jantung antara lain sakit dada, tekanan darah tinggi, hasil tes EleKtrodioGram (EKG), denyut jantung, kadar gula dan kandungan kolesterol yang meningkat atau tidak normal. Minimnya data terkait penyakit jantung menyebabkan kesulitan untuk melakukan prediksi terhadap pasien yang menderita atau tidak. Data minim dapat diartikan sebagai data minoritas yang akan menyebabkan missclasifikation pada dataset utaman dan berdampak pada prediksi yang salah. Penelitian ini bertujuan memprediksi gejala penyakit jantung dengan menggunakan K-means clustering untuk mengelompokan kelas berpenyakit jantung atau minoritas dan kelas sehat atau kelas mayoritas. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa K-means memiliki nilai evaluasi clustering 0.5 dengan metode Elbow dan nilai akurasi 89%. Penerapan oversampling teknik pada dataset penyakit jantung memberikan peningkatan pada evaluasi elbow menjadi 0.8 dan 93% akurasi. Pada Penelitian ini dataset yang tidak seimbang memberikan nilai akurasi pada missclasification sebesar 4% dari dataset seimbang.
Metode Design Thinking dalam Pengembangan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru untuk Jenjang Madrasah Ibtidaiyah Ahmad Irfandi; Rahmat Izwan Heroza
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 5 No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/ilkomnika.v5i1.501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi penerimaan peserta didik baru dengan metode pengembangan sistem design thinking untuk jenjang madrasah ibtidaiyah. Objek madrasah ibtidaiyah yang menjadi studi kasus adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Istiqomah yang berlokasi di Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Sekolah ini merupakan madrasah swasta yang pengelolaannya berada di bawah kementrian agama. Setiap tahun, MI Istiqomah melakukan kegiatan penerimaan peserta didk baru yang tentunya mengikuti kebijakan dari kementrian agama. Namun dalam pelaksanaan kegiatannya ternyata ada beberapa masalah yang dialami oleh panitia seperti kuitansi yang hilang, data pesanan atribut siswa yang tertukar dan dokumen persyaratan pendaftaran yang lupa serta sengaja tidak dikumpul. Penelitian ini menggunakan metode design thinking yang terdiri dari 5 tahapan, yaitu emphatize, define, ideate, prototype dan testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap prototype dihasilkan prototype sistem informasi penerimaan peserta didik baru yang fitur dan fungsinya diperoleh dari tahap ideate. Tahap testing prototype sistem dilakukan dengan menggunakan instrumen system usability scale dengan skor akhir 81,03 masuk dalam kategori nilai Acceptable untuk skala Acceptability Range, lalu nilai B untuk skala Grade Scale serta “GOOD” untuk skala Adjective Ratings yang menunjukkan bahwa sistem ini dapat diterima dan menjadi solusi dari permasalahan yang dialami oleh pengguna.
Digitalisasi Konsep Numerology sebagai Alternatif Tools untuk Rekruitmen SDM di Bidang Konstruksi Nonot Wisnu Karyanto; Johan Paing Heru Waskito; Andaryati Andaryati
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 5 No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/ilkomnika.v5i1.511

Abstract

Pada era teknologi informasi ini, hampir semua bidang ilmu diimplementasikan dengan teknologi informasi, tanpa terkecuali dalam mempelajari ilmu numerologi. Salah satu penerapan dari ilmu numerologi adalah pada bidang manajemen sumber daya manusia, khususnya saat proses rekuitmen dan penempatan sumber daya manusia agar sesuai dengan prinsip right man on the right place. Numerologis mengenali angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 memiliki signifikansi spesifik mereka sendiri. Angka-angka tersebut mencerminkan ciri-ciri kepribadian yang berbeda, baik positif maupun negatif. Angka-angka yang berasal dari nama dan tanggal lahir dapat memberi tahu tentang apa kekuatan dan kelemahan, dan pada gilirannya sifat-sifat apa yang akan terus dikembangkan, dan sifat-sifat apa yang perlu diperhatikan. Untuk proses digitalisasi mempergunakan pemrograman Java dan MathLab serta dibantu dengan program aplikasi Excel. Untuk proses perancangan digunakan konsep Rapid Aplication Development (RAD). RAD ini adalah salah satu alternatif dari System Development Life Cycle (SDLC). System SDLC digunakan untuk mengatasi kendala keterlambatan ketika menggunakan metode konvensional. Metoda Perancangan Sistem meliputi tiga tahap, yaitu Rencana Kebutuhan, Disain Proses Kerja dan Disain Perancangan. Selanjutnya, dilakukan proses development. Hasil akhir aplikasi digunakan untuk penelusuran karakter dan dibandingkan dengan metoda standard yaitu Person Personality, MBTI dan MMPI. Sebagai uji aspek user friendly, dilakukan uji kepada 200 pegiat HRD. Pendapat dari para responden adalah tampilan aplikasi menarik (P1), materi dalam aplikasi mudah dipahami (P2), penggunaan Bahasa mudah dipahami (P3), ilustrasi / gambar memperjelas pemahaman (P4), keterangan dalam reference sangat membantu pemahaman (P5), aplikasi cukup interaktif (P6), tampilan menu tertata rapi (P7), aplikasi dapat berjalan lancar di handphone (P8), aplikasi mudah di gunakan/user friendly (P9) dan aplikasi ini sangat membantu dalam proses prediksi karakter dasar (P10).
Sistem Informasi Audit Gudang Distributor Berbasis Android Menggunakan Metode Waterfall: Studi Kasus PT. Motasa Indonesia Thoriq Harizul Ahsan; Muhammad Ainul Yaqin
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 5 No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/ilkomnika.v5i1.528

Abstract

PT. Motasa Indonesia merupakan sebuah perusahaan Manufacture yang mengelola rempah-rempah seperti merica, kunyit, ketumbar, dan berbagai bumbu masakan. Sistem audit yang telah diterapkan pada PT. Motasa Indonesia dilakukan secara konvensional. Dalam akumulasinya perhitungan poin dan proses pengecekan kuisioner didapatkan rata-rata waktu 6 hingga 8 jam untuk informasi tersebut dapat terkumpul dan terpusat. Metode yang digunakan dalam mengembangkan aplikasi ini adalah dengan menggunakan metode Waterfall. Model waterfall merupakan sebuah metode yang mengembangkan sebuah siklus yang dijalankan secara bertahap dan berurutan. Dari penelitian ini aplikasi Aplikasi Audit Gudang Distributor telah dibangun menggunakan metode waterfall dimana proses atau tahapan berjalan berurutan sesuai dengan alurnya yaitu dengan melewati 6 tahapan. Pengujian dilakukan sebanyak 3x dan menghasilkan waktu yang berbeda dalam proses melewati tahapannya. Total waktu yang didapat adalah 106 detik dengan rata-rata 15.14 detik. Maka dari keseluruhan pengujian didapat total waktu tercepat dalam melewati seluruh tahapan adalah pada pengujian ke tiga dengan total waktu 106 detik dan waktu terlama adalah 113 detik. Aplikasi ini dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan pada sistem sebelumnya. Namun perbedaan pada tahap kecepatan jauh berbeda dimana pengisian yang dilakukan sebelumnya agar data dapat terkumpul dan terpusat adalah 6-8 jam jika menggunakan aplikasi ini maka hanya memerlukan waktu 106 detik.
Identifikasi Divisi pada Struktur Organisasi Pondok Pesantren Berdasarkan Standar Sekolah Berasrama Menggunakan Metode Semantic Similarity Muhammad Ainul Yaqin; Munajatul Azizah; Syahiduz Zaman
ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics Vol 5 No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/ilkomnika.v5i1.536

Abstract

Sebagai salah satu lembaga pendidikan, pondok pesantren memerlukan adanya pedoman atau standar sebagai acuan dalam pengembangan proses bisnisnya. National Minimum Standards for Boarding Schools merupakan salah satu standar nasional yang diperuntukkan bagi sekolah berasrama atau pondok pesantren. Standar ini berisikan 52 poin yang akan mengatur proses bisnis pada sebuah pondok pesantren. Sebagai sebuah organisasi pondok pesantren memerlukan struktur organisasi agar proses bisnis pada pondok pesantren dapat berjalan. Karena perannya dalam mengatur interaksi antar unit kerja atau divisi, serta dalam pembagian dan koordinasi tanggung jawab dan wewenang yang lebih efektif, struktur organisasi menjadi sangat penting. Pada penelitian ini, untuk menentukan divisi pada struktur organisasi dilakukan dengan menggunakan metode semantic similarity. Dilakukan tahap text preprocessing pada data standar. Kemudian dilakukan pembobotan untuk menentukan kata kunci pada setiap standar, menggunakan Term Frequency - Inverse Document Frequency (TF-IDF). Kata kunci yang diperoleh dibandingkan tingkat kemiripannya antar standar menggunakan metode semantic similarity. Tahap selanjutnya adalah proses clustering terhadap data matrik hasil semantic similarity menggunakan algoritma k-means. Untuk mengetahui berapa cluster yang optimal, digunakan perhitungan SSE. Setelah data cluster diperoleh, dilakukan identifikasi divisi yang akan dibentuk. Penelitian ini menggunakan dua skenario, yakni clustering menggunakan data kemiripan semantik antar kata dan menggunakan data kemiripan semantik antar standar. Skenario pertama, diperoleh selisih nilai SSE tertinggi yaitu 0,4245 pada percobaan ke-2 dengan K=6. Sehingga diperoleh 6 cluster yang kemudian menjadi divisi kesantrian, divisi keamanan, divisi pendidikan, divisi sarana dan fasilitas, divisi kepegawaian, dan divisi kesejahteraan. Skenario kedua menghasilkan selisih nilai SSE tertinggi yaitu 0,0011 pada percobaan ke-3 dengan K=7. Sehingga diperoleh 7 cluster yang kemudian menjadi divisi kesantrian, divisi keamanan, divisi kepegawaian, divisi sarana dan fasilitas, divisi kesejahteraan, divisi asrama, dan divisi humas.

Page 11 of 22 | Total Record : 215