cover
Contact Name
Tanzir Masykar
Contact Email
tanzir@aknacehbarat.ac.id
Phone
+6285277752225
Journal Mail Official
vocatech@aknacehbarat.ac.id
Editorial Address
Komplek STTU, Jl. Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Meureubo, West Aceh Regency, Aceh 23681
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Vocatech : Vocational Education and Technology Journal
1. Vocational Studies 2. Civil Engineering 3. Electrical Engineering 4. Mechanical Engineering 5. Classroom Instruction in Vocational Context 6. English for Vocational Purposes 7. Innovation in Vocational Education
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2024): April" : 6 Documents clear
Pengaruh Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Vokasi di SMKN 2 Langsa Sari, Intan Wulan; Luthfi, Luthfi
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 5, No 2 (2024): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v5i2.177

Abstract

AbstractProcess science skills are essential abilities that students need to continue to thrive and survive in the 21st century. The purpose of vocational education, which is to prepare students to enter the world of work, so that in addition to practical skills, vocational students also need to develop science process skills which are an important basis in adapting to technological changes that occur in the modern era. Therefore, changes in teaching and learning patterns both in terms of approach or teaching methods need to be done. The study aims to answer the question of whether the application of the community science technology (STM) approach affects the science process skills of vocational students. This study used an experimental method of pretest postest control group design. The study was conducted in one of the vocational schools in Langsa City with a research subject of 50 students divided into two classes, experimental and control classes, each with 25 students. The parameter measured is the science process skills. A multiple-choice objective test with five answer options is used as an instrument. Data collection is carried out through pretest and post-test. To perform data analysis of science process skills, pretest result is compared with the n-Gain. In addition, significance was tested by a two-mean difference test using an independent sample t-test. The final ability results showed significantly different results, namely thit (3.95) ttab (2.00). Conclusion of this study is that the application of the STM approach affects the science process skills of vocational students.Keywords: Science process skills; science technology society;  vocational students. Abstrak Keterampilan proses sains merupakan kemampuan penting yang diperlukan siswa untuk terus berkembang dan bertahan hidup di abad ke-21. Sesuai dengan tujuan pendidikan vokasi yaitu untuk mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja, sehingga selain keterampilan praktis, siswa vokasi juga perlu mengembangkan keterampilan proses sains yang menjadi dasar penting dalam beradaptasi dengan perubahan teknologi yang terjadi di era modern. Oleh karena itu, perubahan pola belajar mengajar baik dari sisi pendekatan atau metode mengajar perlu dilakukan. Penelitian bertujuan untuk menjawab pertanyaan apakah penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa vokasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental desain pretest postest control group. Penelitian dilakukan di salah satu SMK di Kota Langsa dengan subjek penelitian 50 siswa yang dibagi menjadi dua kelas, kelas eksperimen dan kontrol, masing-masing dengan 25 siswa. Parameter yang diukur adalah keterampilan proses sains. Tes objektif bentuk pilihan ganda dengan lima opsi jawaban diguakan sebagai instrumen. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan post-test. Untuk melakukan analisis data keterampilan proses sains, kemampuan awal (hasil pretest) dibandingkn dengan kemampuan akhir (n-Gain). Selain itu, signifikansi diuji dengan uji beda dua rata-rata menggunakan independent sample t-test. Hasil kemampuan akhir menunjukkan perbedaan hasil yang berbeda signifikan yaitu thit (3,95) ttab (2,00). Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan pendekatan STM berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa vokasi.Kata Kunci:Keterampilan proses sains; sains teknologi masyarakat; siswa vokasi
Analisa Perbandingan Tegangan Pengelasan SMAW dan GTAW dengan Menggunakan Baja Ringan ST 37 Siswadi, Siswadi; Kholili, Navik; Miftach, Royan; Ritonga, Alven; Hariyanto, Krisnadhi
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 5, No 2 (2024): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v5i2.172

Abstract

AbstractWelding involves the process of heating and melting two parts of the object as well as the addition of additional material/electrodes to create a strong and durable connection. The method of welding, the type of material, the electrodes, and the model of the connection have an impact on the strength of the weld result. The purpose of the research is to determine the results of the traction strength of samples welded using the SMAW and GTAW welding methods, as well as to test the strength of the welding results and compare the strengths of welding SMAW, GTAW. The research method used for the test of traction is a universal test machine using the ASTM E8/E 8M-13a standard sample, a workpiece with a diameter of 0.6 cm, a length of 3 cm, fingers of 0,6 cm. The welding wire used is 0.26 cm and 0.2 cm in diameter, and a strong welding current of 90 ampere. GTAW welding was tested with pull and the result was a pull strength of 0.86 Kgf/mm2, a stretch strength of 19.24 Kgf/mm2, an extension rate of 100 percent with a strength of 2750 Kgf. The pull test on SMAW welding obtained the result of a pull force of 0,86 Kgf/mm2, the pull strength is 2.34 Kgf/mm2 and the length of extension reached 100 percent when tested at 2750 Kgf. Keywords :Traction, Welding Connections, Electric Welding, SMAW and GTAW Welding. ABSTRAKPengelasan melibatkan proses pemanasan dan peleburan dua bagian benda serta penambahan bahan / elektroda tambahan untuk menciptakan sambungan yang kuat dan tahan lama. Metode pengelasan, jenis material, elektroda, dan model sambungan memiliki dampak terhadap kekuatan hasil las. Riset ini bertujuan untuk mengetahui hasil kekuatan tarik sampel yang dilas dengan metode pengelasan SMAW dan GTAW, disamping itu juga untuk menguji kekuatan hasil pengelasan dan membandingkan kekuatan las SMAW dan GTAW. Metode penelitian yang digunakan untuk pengujian tarik adalah mesin uji universal dengan menggunakan sampel standar ASTM E8/E 8M-13a, benda kerja dengan diameter 0,6 cm, panjang 3 cm, jari-jari 0,6 cm. Kawat las yang digunakan berdiameter 0,26 cm dan 0,2 cm, serta kuat arus pengelasan 90 ampere. Pengelasan GTAW di uji tarik dan hasil yang diperoleh adalah kekuatan tarik 0,86 Kgf/mm2, kekuatan regangan 19,24 Kgf/mm2, tingkat pemanjangan mencapai 100 persen dengan kekuatan 2750 Kgf. Pengujian tarik pada pengelasan SMAW didapatkan hasil kekuatan tarik 0,86 Kgf/mm2, kekuatan regangan adalah 2,34 Kgf/mm2 dan tingkat pemanjangan mencapai 100 persen saat diuji tarik dengan kekuatan 2750 Kgf. Kesimpulan yang didapatkan dari pengujian ini adalah jenis sambungan yang digunakan dalam proses pengelasan memiliki kekuatan tarik 0,86 Kgf/mm2 dengan nilai tertinggi mencapai 53,43 Kgf/mm2 pada metode SMAW dan kekuatan tarik terendah 32,32 Kgf/mm2 dengan beban seberat 2750 Kgf. Kata Kunci :Kekuatan tarik, Sambungan las, Las listrik, Pengelasan SMAW dan GTAW
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode Analisis SWIFT Pada Pekerjaan Fondasi Bored Pile Arifatussaadah, Nenden; Rahayu, Sri; Agustian, Kusmira
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 5, No 2 (2024): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v5i2.168

Abstract

AbstractThe Occupational Health and Safety Management System (OHSMS) aims to create a health and safety management system in the workplace that considers aspects of labour, conditions, management, and the work environment. However, there are some companies that pay less attention to the implementation of SMK3. This research focuses on the risk analysis of occupational accidents in bored pile foundation work in the construction project of the Mother and Child Services Centre of Dr. Hasan Sadikin Hospital Bandung using the Structured What If Technique (SWIFT) analysis method. SWIFT analysis is a method of identifying potential hazards using a questioning approach with the keyword "what if" that can reduce the risk of high work accidents. This research was conducted using descriptive qualitative method using SWIFT analysis method. The research was carried out by conducting literature and field studies, formulating problems, collecting data, and conducting analyses using the SWIFT method and making recommendations for improvement. Based on the analysis of potential hazards in bored pile foundation work, 12 different potential hazards were found. Recommendations for improvement include the use of complete PPE, installing danger signs and conducting periodic checks on the tools used. In conclusion, the SWIFT analysis method is important to use in identifying potential work accidents in bored pile foundation work and can find out the potential hazards.Keywords:Bored pile foundations; work accidents; occupational health and safety; structured what if technique (SWIFT) AbstrakSistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) bertujuan untuk membuat suatu sistem manajemen kesehatan dan keselamatan di tempat kerja yang mempertimbangkan aspek tenaga kerja, kondisi, manajemen, dan lingkungan kerja. Meskipun demikian, terdapat beberapa perusahaan yang kurang memperhatikan implementasi SMK3. Penelitian ini berfokus pada analisis risiko kecelakaan kerja pada pekerjaan fondasi bored pile di proyek pembangunan Pusat Pelayanan Ibu dan Anak RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung menggunakan metode analisis Structured What If Technique (SWIFT). Analisis SWIFT merupakan suatu metode dalam mengidentifikasi potensi bahaya menggunakan pendekatan bertanya dengan kata kunci “bagaimana jika” yang dapat menurunkan risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif menggunakan metode analisis SWIFT. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan studi pustaka dan studi lapangan, perumusan masalah, pengumpulan data, serta melakukan analisis menggunakan metode SWIFT dan membuat rekomendasi perbaikan. Berdasarkan analisis potensi bahaya pada pekerjaan fondasi bored pile ditemukan 12 potensi bahaya yang berbeda. Rekomendasi perbaikan diantaranya seperti penggunaan APD yang lengkap, pemasangan rambu tanda bahaya dan melakukan pengecekan berkala pada alat yang digunakan. Kesimpulannya, metode analisis SWIFT penting untuk digunakan dalam mengidentifikasi potensi kecelakaan kerja dalam pekerjaan fondasi bored pile serta dapat mengetahui rekomendasi perbaikan apa saja yang perlu diterapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan di lingkungan kerja.Kata Kunci:Fondasi bored pile; kecelakaan kerja; keselamatan dan kesehatan kerja; structured what if technique (SWIFT) 
The Importance Of Critical Thinking Skill To Vocational Students: Strategies And Benefits Mardatillah, Oktariza; Prayudha.S, Joko
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 5, No 2 (2024): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v5i2.136

Abstract

AbstractCritical thinking is one of the skills that are emphasized in 21st-century learning. This ability aims to make students competent at finding solutions and innovations to every problem they face in everyday life. Critical thinking teaches students to be prepared to be tough individuals and to find solutions to challenges that occur in their surroundings. Therefore, this study aims to explain how to promote the critical thinking skills of vocational students through various strategies and activities that can develop critical thinking skills as well as benefit learning. This research was carried out using qualitative methods through a library approach. The data in this study were obtained by collecting information from various sources, such as articles, books, and journals related to the application of critical thinking in learning, as well as documentation. Data analysis was carried out in three stages: data reduction, data display, and conclusions. Teachers can develop students' critical thinking skills in a variety of fun ways, both individually and in groups. Through improving critical thinking skills, students can become tough individuals who are ready to become responsible problem solvers. Teachers need to improve students' thinking skills by providing activities that can solve problems so that students can be more courageous in providing ideas and innovation from the activities they carry out. Keywords:Critical thinking; vocational; strategies; benefits. AbstrakBerpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang ditekankan pada pembelajaran abad 21. Kemampuan ini bertujuan agar siswa memiliki kompetensi yang baik dalam mencari solusi dan inovasi dari setiap permasalahan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Berpikir kritis mengajarkan peserta didik untuk siap menjadi individu yang tangguh dan solutif terhadap tantangan yang terjadi dilingkungan sekitar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana mempromosi kemampuan berpikir kritis siswa vokasi melalui berbagai strategi dan kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta benefits dalam dalam pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan kepustakaan. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui pengumpulan informasi dari berbagai sumber seperti artikel, buku dan jurnal yang berkaitan dengan penerapan berpikir kritis dalam pembelajaran, serta dokumentasi. Analisa data dilakukan melalui tiga tahap yaitu data reduksi, data display, dan kesimpulan. Guru dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui berbagai cara yang menyenangkan baik secara individu maupun berkelompok. Melalui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa bisa menjadi individu yang tangguh dan siap menjadi problem solver yang bertanggung jawab. Guru perlu untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa secara baik melalui pemberian aktivtas yang dapat memecahkan masalah sehingga siswa dapat lebih berani dalam memberikan ide dan inovasi dari kegiatan yang mereka lakukan.Kata Kunci: Berpikir kritis; vokasi; strategi; manfaat.
Penggunaan ChatGPT Sebagai Sumber Pembelajaran Adaptif Untuk Menanggapi Kebutuhan Individu Siswa A., Hermila; Bau, Rahmat Taufik R.L; Bouty, Abd. Aziz
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 5, No 2 (2024): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v5i2.170

Abstract

The existence of ChatGPT opens new opportunities to improve the effectiveness of the learning process, especially in the interaction between teachers and students. This research seeks to reveal the benefits of using ChatGPT in the environment of high school students. As previously stated, students mostly feel the positive impact of using ChatGPT. Thus, this study proposes to examine the use of technology in learning more deeply from the perspective of high school students. This research uses quantitative and qualitative approaches. We aim to see how ChatGPT technology is utilized in learning, specifically in the scope of high school. The sample of this study was 41 class XII students randomly selected as representatives of each class XII at SMA Negeri 1 Kabila. Data collection techniques include physical and online questionnaires (Google Forms) and interviews. The analysis used is quantitative descriptive analysis to see student response to using ChatGPT in learning, then qualitative descriptive to find out students' positive and negative reactions after using ChatGPT. The analysis results show the % of pleasant and helpful learning experiences using ChatGPT is 83%. Then, 76% of students said the content provided by ChatGPT followed learning needs. This follows the students' opinion that the use of ChatGPT in learning is 73%. The student's interest in continuing to use ChatGPT is 68%. Finally, 41% of students said they understood the use of ChatGPT. Conclusion The utilization of ChatGPT in learning positively impacts student engagement and improves the quality of interaction in independent learning and in class. This research provides a basis for further development in optimizing the use of this technology in an educational context.Keberadaan ChatGPT membuka peluang baru untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, khususnya dalam interaksi antara guru dan siswa. Penelitian ini berusahan mengungkap bagaimana kebermanfaatan dari penggunaan ChatGPT dalam lingkungan peserta didik khusus sekolah menengah, seperti yang telah diungkapkan sebelumnya bahwa dampak positif penggunaan ChatGPT kebanyakan  dirasakan oleh mahasiswa. Sehingga, penelitian ini diusung mengkaji lebih dalam mengenai penggunaan teknologi dalam pembelajaran dalam perspektif peserta didik lingkup sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Bertujuan untuk melihat bagaimana pemanfaatan teknologi ChatGPT dalam pembelajaran khusus dalam lingkup sekolah menegah. Sampel penelitian ini sebanyak 41 orang siswa kelas XII yang dipilih secara random perwakilan dari setiap kelas XII di SMA Negeri 1 Kabila. Teknik pengumpulan data melaui kuesioner fisik dan online (google form) serta wawancara. Analisis yang digunakan yaitu analaisis deskriptif kuantitatif untuk melihat tingkat respon siswa terhadap penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran, kemudian deskriptif kualitatif untuk mengetahui respon positif dan negative siswa setelah menggunakan ChatGPT. Hasil analisis menunjukkan persentase pada pengalaman belajar yang menyenangkan serta membantu menngunakan chat GPT yaitu sebesar 83%. Kemudian 76% siswa mengatakan konten yang diberikan ChatGPT sesuai dengan kebutuhan belajar. Hal ini sesuai dengan pendapat siswa bahwa penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran sebesar 73%. Minat siswa unuk terus menggunakan ChatGPT sebesar 68%. Dan terakhir pemahaman siswa menggunakan ChatGPT sebesar 41 % siswa mengatakan paham. Kesimpulan Pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran membawa dampak positif dalam keterlibatan siswa dan meningkatkan kualitas interaksi dalam pembelajaran mandiri maupun dikelas. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengembangan lebih lanjut dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi ini dalam konteks pendidikan.
Simulasi dan Analisis Unjuk Kerja Plts Atap Off-Grid Terinstal Supercapacitor Taneza, Erlan; Nrartha, I Made Ari; Nababan, Sabar; Hasibuan, Arnawan
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 5, No 2 (2024): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v5i2.173

Abstract

AbstractThe reliability of off-grid solar power systems (PLTS) is highly dependent on battery performance. However, the battery shows limited response in supplying the load due to unstable voltage fluctuations, which causes the battery to heat up quickly. So there is a need for additional components in the system such as supercapacitors. Supercapacitors are energy storage devices with high power and energy density, short charging duration, long service life, and low risk of heat. This research aims to determine the effect of supercapacitors on the performance of off-grid PLTS systems. The research uses data from the specifications of the off-grid rooftop PLTS system at SMKN 1 Lingsar. Temperature and irradiation data are obtained from the data logger installed in the system. The research is a simulation in Simulink MATLAB. Several supercapacitor capacities were selected to determine changes in system performance. The simulation results show that the supercapacitor capacity has a significant effect on the current and voltage in the battery. Supercapacitors show the ability to absorb and release large currents in a relatively short time, thereby speeding up the battery charging process. Supercapacitors with a capacity equivalent to battery capacity have the best contribution to system performance. Keywords:Batteries; Off-grid Rooftop PV System; Supercapacitor. AbstrakKeandalan sistem tenaga surya (PLTS) off-grid sangat bergantung pada kinerja baterai. Namun, baterai menunjukkan respons yang terbatas dalam menyuplai beban karena fluktuasi tegangan yang tidak stabil, yang menyebabkan baterai menjadi cepat panas. Sehingga perlu adanya komponen tambahan pada sistem seperti superkapasitor. Superkapasitor adalah perangkat penyimpanan energi dengan daya dan kepadatan energi tinggi, durasi pengisian daya yang singkat, masa pakai yang lama, serta risiko panas yang rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh supercapasitor pada kinerja sistem PLTS off-grid. Penelitian menggunakan data dari spesifikasi sistem PLTS atap off-grid di SMKN 1 Lingsar. Data suhu dan iradiasi diperoleh dari data logger yang terpasang pada sistem. Penelitian merupakan simulasi pada Simulink MATLAB. Beberapa kapasitas supercapasitor dipilih untuk mengetahui perubahan kinerja sistem. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kapasitas superkapasitor berpengaruh signifikan terhadap arus dan tegangan pada baterai. Superkapasitor menunjukkan kemampuan menyerap dan melepaskan arus besar dalam waktu relatif singkat sehingga mempercepat proses pengisian baterai. Superkapasitor berkapasitas setara kapasitas baterai mempunyai konstribusi terbaik pada kinerja sistem.  Kata Kunci:             Baterai, Sistem PV Atap Off-grid, Superkapasitor.

Page 1 of 1 | Total Record : 6