cover
Contact Name
Eswanto
Contact Email
eswanto@itm.ac.id
Phone
+6281396223345
Journal Mail Official
mekanikjtm@itm.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Medan Jl. Gedung Arca No. 52 Medan Sumatera Utara 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin "MEKANIK"
ISSN : 24431184     EISSN : 25810235     DOI : -
MEKANIK adalah Jurnal Ilmiah Teknik Mesin yang terkait dengan bidang teknik mesin atau bidang lain yang digunakan untuk mendukung kegiatan usaha, pendidikan, pelatihan, dan penelitian dalam bidang teknik mesin dalam bentuk karya ilmiah.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2021): Mei 2021" : 7 Documents clear
ANALISA KEBUTUHAN KALOR PADA PROSES PELEBURAN LIMBAH PLASTIK POLYETHILENE TERPHTALATE (PET) MENJADI BATA PLASTIK KAPASITAS 12 KG Bambang Setiawan; Djunaedi, Thomas; Robiansyah, Muhammad; Setyawan, Joko
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan kalor, waktu yang dibutuhkan pada masing-masing komposisi yang selanjutnya dilakukan pengujian kemampuan daya serap air pada bata plastik yang dihasilkan berbentuk balok dengan ukuran panjang 215 mm, lebar 105 mm dan tinggi 80 mm. Komposisi bahan yang digunakan masing-masing yaitu 90:10 ; 80:20; 70:30; 60:40; 50:50 dengan perbandingan limbah plastik jenis PET, pasir dan semen. Pada penelitian ini kebutuhan kalor terbanyak terdapat pada komposisi 90:10 sebesar 1696 J, sedangkan terendah ada pada komposisi 50:50 sebesar 942 J. Waktu yang diperlukan selama proses paling lama pada komposisi 90:10 128 menit, sedangkan yang paling sedikit membutuhkan waktu 92 menit pada komposisi 50:50. Pada pengujian kemampuan daya serap air semua komposisi mempunyai hasil nilai < 3% sehingga masuk dalam kategori mutu A ( berdasarkan SNI 03-0691-1996 ). Kata kunci: konversi energi, pengolahan material, kalor.
ANALISIS LAJU KEAUSAN RING BALL BEARING HASIL PERLAKUAN QUENCHING Salahudin, Xander; Aziz , Syahrul Fatchul; Mulyaningsih, Nani; Widodo, Sri
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ball bearing merupakan komponen yang sering mengalami kerusakan ketika beroperasi. Salah satu penyebab kerusakan adalah beban yang menyebabkan keausan pada bagian outer ring ball bearing, sehingga umur pakai menjadi tidak lama. Peningkatan ketahanan aus dapat diperoleh melalui perlakuan quenching, dengan proses hingga mencapai temperatur austenit 800°C. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh quenching menggunakan media pendingin oli SAE 10, SAE 20 dan SAE 30. Metode pengujian yang dilakukan adalah uji keausan spesifik menggunakan uji keausan ogoshi dengan pembebanan 6,36 kg dengan waktu proses pengausan selama 60 detik. Hasil pengujian keausan spesifik pada raw material diperoleh nilai sebesar 0,88x10-8 mm2/kg. Nilai keausan spesifik terendah diperoleh pada proses quenching menggunakan media pendingin oli SAE 10 dengan nilai sebesar 0,51x10-8 mm2/kg. Dari hasil yang diperoleh, dapat diketahui bahwa proses quenching menggunakan media pendingin oli SAE 10 dibandingkan dengan raw material menunjukkan nilai keausan spesifik turun sebesar 42 %.
RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN TURBIN PELTON BERSKALA LABORATORIUM DENGAN MODEL VARIASI SUDUT BUCKET Tamba, Octo Goldwin; Supriatno, Supriatno; Eswanto, Eswanto
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbin pelton banyak digunakan untuk pembangkit listrik skala mikro. Penelitian ini dilakukan dengan variasi sudut bucket turbin Pelton. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari unjuk kerja turbin Pelton dengan variasi sudut bucket 55°, 60°, dan 65°. Untuk mengetahui daya, putaran, dan efisiensi.Sudu dari bahan stainless yang digunakan untuk turbin pelton.Peralatan yang digunakan adalah sebuah turbin Pelton. Sudu turbin dibuat dari bahan stainless sudut bucket 55° dengan lebar sudu 90 mm, dan tinggi 20 mm. Sudut bucket 60° dengan lebar sudu 85 mm dan tinggi 15 mm. Dan sudut bucket 65° dengan lebar 80 mm dan tinggi 10 mm. Diameter runner adalah 250 mm dengan jumlah sudu pada runner 12 buah. Untuk menghasilkan listrik, turbin dihubungkan dengan generator. Pengukuran daya yang dihasilkan turbin dilakukan dengan mengukur tegangan dan arus yang dihasilkan generator. Putaran turbin diukur dengan tachometer.Turbin pelton dengan variasi sudut bucket dari bahan stainless dan jumlah sudu 12, variasi sudut bucket 55° mampu menghasilkan daya sebesar 14,7 watt dan efisiensi sebesar 20,84 %. Sudut bucket 60° mampu menghasilkan daya sebesar 14,84 watt dan efisiensi sebesar 21,04 %. Dan sudut bucket 65° mampu menghasilkan daya sebesar 16,35 watt dan efisiensi sebesar 23,18 %. Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini, direkomendasikan : perlu dilakukan penggantian pada generator untuk mengetahui daya yang lebih maksimal yang dihasilkan turbin Pelton. Kata kunci : Turbin Pelton, Variasi sudut bucket, sudut
PENGARUH VARIASI PUTARAN BATU GILING PADA PROSES PENGGILING SEKAM PADI Sitepu , Frans Sinatra; Iswandi, Iswandi; Siagian, Tony; Eswanto, Eswanto
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin penggiling sekam padi adalah mesin yang digunakan untuk proses penggiling sekam padi. Dengan menggunakan batu gerinda yang terpasang pada poros digerakkan oleh motor. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi putaran batu giling terhadap produktivitas. Mesin yang diuji berkapasitas 30 kg/jam. Dengan menyiapkan mesin penggiling sekam padi dan alat uji yang digunakan kemudian bahan baku yang digunakan adalah sekam padi kering dengan density 0,902 kg/liter dengan ukuran rata-rata panjang 3 mm dan diameter 1-1,5 mm. Dari hasil pengujian ini ternyata diperoleh kapasitas 23,4 kg/jam yang bekerja pada putaran 992 rpm, sedangkan pada kapasitas 24,6 kg/jam yang bekerja pada putaran 1097 rpm, kapasitas 34,2 kg/jam yang bekerja pada putaran 1457 rpm. Kualitas yang didapat pada putaran 992 rpm yaitu 59% sekam halus dan 41% tidak halus, sedangkan pada putaran 1097 rpm yaitu 63,4% sekam halus dan 36,6 tidak halus dan pada putaran 1457 rpm yaitu 60% sekam halus dan 40% tidak halus. Effisiensi daya dan daya produksi yang dihasilkan pada putaran 992 rpm, besarnya effisiensi mesin 34,6% dengan daya 1733 Watt didapat daya produksi 74,05 Watt/kg, sedangkan pada putaran 1097 rpm besarnya effisiensi 33,3% dengan daya 1800 Watt didapat daya produksi 73,17 Watt/kg dan pada putaran 1457 rpm, besarnya effisiensi mesin 30% dengan daya 2000 Watt didapat daya produksi 58,47 Watt/kg. Kata kunci : sekam padi, putaran, batu giling, efesiensi
PROSES PEMBUATANKOMPOSIT BERMATRIKS ALUMUNIUM ADC12 BERPENGUAT SILIKA ABU SEKAM Elsyami, Jihad; Syahbuddin, Syahbuddin
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Composite merupakan suatu jenis material yang secara struktur terdiri dari dua atau lebih fasa penyusun, yaitu filler dan matriks. Gabungan antara material ADC 12 dengan silika SiO2 tergolong dalam jenis material komposit logam, yaitu Metal Matriks Composit (MMC). Pada proses perekayasaan material MMC dapat digunakan logam alumunium ADC12 sebagai matriks dan keramik silika SiO2 sebagai bahan penguat (filler). Pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan komposit bermatriks alumunium alloy atau ADC12 dan silika SiO2 dari abu sekam sebagai penguat (filler) melalui teknik metalurgi serbuk (powder metallurgy) atau fasa padat. Kemudian dilakukan proses uji kekerasan dan uji struktur mikro untuk dapat dilihat bagaimana pengaruh silica abu sekam SiO2 terhadap matriks alumunium ADC12. Pembuatan komposit ini diharapkan dapat membawa pengaruh besar dan menjadi solusi terhadap industri penerbangan dan otomotif seperti velg, blok mesin, piston dan lain lainnya.
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TEMPERING DAN WAKTU TAHAN PADA PROSES PENGELASAN GMAW TERHADAP KEKERASAN DAN KETANGGUHAN BAJA AISI 1045 Wardani, Rizky Ari; Carsoni, Carsoni; Ma’mun, Hisyam
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan merupakan proses penyambungan logam atau logam paduan yang dilaksanakan dengan jalan mencairkannya melalui pemanasan. Proses pengelasan mengalami pemanasan yang menyebabkan terjadinya perubahan struktur atau sifat fisis bahan. Proses pengelasan logam yang dibutuhkan oleh industri manufaktur salah satunya adalah GMAW (Gas Metal Arc Welding). GMAW memiliki keuntungan diantaranya efisiensi yang tinggi, tidak menghasilkan slug/terak dan hasil lasan memiliki ketangguhan dan elastisitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variansi temperatur tempering pada sambungan pengelasan GMAW terhadap kekerasan dan ketangguhan baja AISI 1045 dengan variansi temperatur 300°C selama 30 menit, 450°C selama 60 menit, dan 600°C selama 90 menit. Diperoleh rata-rata data masing-masing 36.9 HRC, 47.2 HRC, dan 56.4 HRC. Nilai kekerasan rata-rata tertinggi ialah pada variansi temperatur 600°C selama 90 menit dengan nilai kekerasan rata-rata 56.4 HRC. Kemudian pada pengujian impak, nilai uji impak pada variansi temperatur 300°C selama 30 menit, 450°C selama 60 menit, dan 600°C selama 90 menit. Diperoleh rata-rata data masing-masing 2.06 joule/mm², 2.18 joule/mm², dan 2.30 joule/mm². Nilai ketangguhan impak tertinggi ialah pada variansi temperatur 600°C selama 90 menit dengan nilai ketangguhan impak 2.30 joule/mm². Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa semakin besar temperatur dan waktu tahan yang digunakan, maka semakin tinggi nilai kekerasan dan ketangguhan impak baja AISI 1045.
PENGARUH VARIASI WEIGHT ROLLER CVT TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN TORSI MESIN HONDA K18 DI JALAN PEGUNUNGAN Setyawan, Reinaldi Teguh
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepeda motor dipilih karena murah dan fleksibel dalam pemakaiannya. Ada beberapa macam tipe kendaraan roda dua yang sering kita jumpai di Indonesia diantarnya adalah tipe sport, bebek dan matic. Diantara ketiga tipe sepeda motor terebut yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah sepeda motor Matic. Tujuan penelitian yang pertama adalah mengetahui perbandingan nilai weight roller dengan ukuran 9 gram, 10 gram, 11 gram, 12 gram, 13 gram terhadap torsi mesin dan konsumsi bahan bakar. Tujuan yang kedua adalah mengetahui weight roller mana yang paling efektif dipakai di jalan pegunungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ekserimental. Alat yang digunakan adalah Dynotest dan Aplikasi Android GPS. Bahan yang digunakan adalah Sepeda Motor Honda Tipe K18 tahun 2020 yang terpasang weight roller ukuran 9 gram, 10 gram, 11 gram, 12 gram dan 13 gram, jaraka yang akan diukur adalah 15km dengan kecepatan rata-rata 20-40 km/jam. Dari pengujian untuk mengetahui Torsi Mesin didapat hasil penggunaan weight roller 13 gr menghasilkan torsi mesin sebesar 6.88 Nm pada rpm 6000 terdapat peningkatan Torsi mesin sebesar 11.96 Nm pada weight roller 9 gr pada pada rpm 5000 weight roller 10 gr di rpm 5000 weight roller 11 gr di rpm 5500 weight roller 12 gr di rpm 5500. Torsi tertinggi ada di weight roller ukuran 9 gr yaitu 11.96 di rpm 5000. Hasil pengujian konsumsi bahan bakar spesifik (SFC) terjadi penghematan yang signifikan putaran menengah ke bawah pada weight roller ukuran 11 gr yaitu sebesar 0.899 kg/kWh di rpm 6000. Sedangkan untuk putaran mesin yang tinggi penghematan akan terlihat pada weight roller ukuran 9 gr. Weight roller yang efisien di gunakan di jalan pegunungan adalah 10 gr dengan kecepatan rata-rata 21 km/jam ketinggian 17-330 mdpl jarak tempuh 20 km waktu 23 menit hasil grafik konstan terhadap kontrol pengendara. Tidak menunjukan penurunan grafik yang menonjol, menandakan antara putaran mesin dan kontrol pengendara seimbang.

Page 1 of 1 | Total Record : 7