cover
Contact Name
Pandu Prabowo W
Contact Email
panduprabowo@fkip.uisu.ac.id
Phone
+6281271579499
Journal Mail Official
best@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)
ISSN : 26148064     EISSN : 26544652     DOI : https://doi.org/10.30743/best
Jurnal BEST (Journal of Biology Education, Science & Technology) memuat tentang artikel hasil penelitian dan Kajian Konseptual Bidang Pendidikan, Sains Biologi, Pendidikan Biologi, dan Teknologi Pendidikan ataupun Teknologi Sains di bidang Biologi. Terbit 2 kali setahun pada bulan Januari s/d Juni dan Juli s/d Desember.
Articles 2,344 Documents
Pengaruh Edukasi Homecare Terhadap Self Efficacy Caregiver Melakukan Perawatan Luka Sederhana Ulkus Diabetik Daniel Suranta Ginting; Syahdiva Andira Panjaitan
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8598

Abstract

Menurut Kementerian Kesehatan RI (2018) dalam perbandingan RISKESDAS tahun 2013 dan 2018 prevalensi Diabetes Mellitus di Sumatera Utara merupakan provinsi dengan prevalensi terbesar ketiga di Pulau Sumatera setelah Bangka Belitung dan Aceh. Prevalensi DM di Provinsi Sumatera Utara sebesar 2,3%, prevalensi tertinggi di Deli Serdang mengalami peningkatan sebesar 2,9%. DM di RSUD Deli Serdang meningkat sebesar 42,65% dari tahun 2013 hingga tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh home care education terhadap efikasi diri caregiver dalam menangani luka ulkus diabetik sederhana di Puskesmas Deli Tua Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian Quasy eksperimen one group pre post test design. Metode pengukuran menggunakan kuesioner yang dianalisis secara univariat dan bivariat dengan analisis uji T berpasangan. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh homecare education terhadap efikasi diri caregiver dalam menangani luka ulkus diabetik sederhana dengan nilai p-value 0,0000,05. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata sebelum dan sesudah diberikan pendidikan sebesar 4,80. Dan hasil uji pairet diperoleh nilai p : 0,000 artinya p 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan pemberian homecare education terhadap Self Efficacy Caregiver yang melakukan perawatan luka sederhana tukak diabetic.
The Effect Of Using Smart Technical English And Quizlet Applications On Enhancing Learning Interest For Students Of Anastasia Private Elementary School In Academic Year 2024/2025 Roikestina Silaban; Tulus Januardi Tua Panjaitan; Faija Sihombing
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11490

Abstract

Increasing students' learning interest is one of the main challenges in education during the digital era. This study aims to analyze the influence of using the Smart Technical English and Quizlet applications on the learning interest of students at Anastasia Private Elementary School in the 2024/2025 academic year. The research employed a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 60 students divided into experimental and control groups. Data were collected through learning interest questionnaires, interviews, and observations, and analyzed using descriptive and inferential statistical tests. The results showed that the use of Smart Technical English and Quizlet significantly improved students' learning interest compared to conventional methods. Factors such as interactivity, ease of access, and adaptive learning features in both applications contributed to creating an engaging and effective learning environment. These findings highlight the importance of integrating technology in education to enhance students' motivation at the elementary school level.
Faktor Yang Memengaruhi Kesediaan Ibu Nifas Menerima Totok Wajah Sebagai Terapi Komplementer Pencegahan Baby Blues Di Klinik Pratama Bertha Tahun 2026 Helena Fransysca; Rahmawani Fauza
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i2.14106

Abstract

Periode setelah melahirkan merupakan periode yang ditandai dengan perubahan peran, perubahan fisik dan psikologis bagi seorang ibu. Sangat sulit bagi seorang ibu untuk menyesuaikan diri secara fisiologis dan psikologis. Salah satu masalah psikologis yang dialami ibu yang baru melahirkan adalah baby blues. Masa nifas merupakan masa yang penting, karena risiko kesakitan dan kematian ibu dan bayi meningkat pada masa ini. Perdarahan merupakan penyebab utama kematian ibu di dunia dan sebagian besar terjadi sebelum 24 jam pasca persalinan. Masa nifas merupakan masa yang penting, karena risiko kesakitan dan kematian ibu dan bayi meningkat pada masa ini. Perdarahan merupakan penyebab utama kematian ibu di dunia dan sebagian besar terjadi sebelum 24 jam pasca persalinan. Totok wajah merupakan salah satu terapi komplementer untuk mengurangi tingkat stress dan kejadian baby blues. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pengetahuan, budaya, akses informasi, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan (khususnya bidan) terhadap kesediaan ibu nifas menerima totok wajah sebagai terapi komplementer pencegahan baby blues. Jenis penelitian cross sectional, metode sampel secara total sampling dengan populasi keseluruhan ibu nifas di Klinik Pratama Bertha Medan selama waktu penelitian berlangsung yaitu berjumlah 32 responden, penelitian dilakukan selama 4 bulan dari bulan 01 April sampai 31 Juli 2026. Hasil penelitian bahwa didapatkan nilai rata -rata tingkat baby blues ibu nifas sebelum dilakukan totok wajah adalah 21,10. Nilai rata – rata tingkat baby blues ibu nifas setelah dilakukan totok wajah adalah 9,35. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat penurunan baby blues pada ibu nifas Hasil uji statistik dengan uji T-Dependen P-value 0,0001 < 0,05, yang artinya ada pengaruh pemberian totok wajah sebagai terapi komplementer dalam pencegahan baby blues pada ibu nifas. Dengan demikian diharapkan ibu nifas lebih banyak mengakses info tentang manfaat totok wajah sebagai salah satu terapi komplementer
Analisis Vegetasi Gulma Pada Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) Di Kelurahan Lambanapu Ambu Elu; Lusia Danga Lewu; Suryani K.K.L Kapoe
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10640

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) merupakan tanaman pangan serelia yang sangat mudah beradaptasi. Tanaman ini lebih tahan kekeringan bila dibandingkan dengan tanaman serelia lainnya serta dapat tumbuh hampir disemua jenis tanah dan relatif tahan terhadap hama dan penyakit. Oleh karena itu, sorgum memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu tanaman alternatif guna memenuhi kebutuhan pangan, pakan, dan produk industri. Gulma merupakan salah satu OPT (organisme pengganggu tanaman) yang sering ditemui di lapangan yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis vegetasi pada tanaman sorgum di Kelurahan Lambanapu. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2024. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling sebanyak 15 titik dengan ukuran plot 1x1 meter. Hasil penelitian diperoleh 30 jenis gulma dengan vegetasi gulma yang dinilai berdasarkan nilai penting yaitu gulma dengan nilai tertinggi adalah Digera Muricata L dengan nilai 40,86 dan gulma dengan nilai terendah adalah gulma Plumbago Zeylanica, Manihot Esculenta dan Jatropha Gossypifolia dengan nilai 1,75 sedangkan gulma dengan nilai SDR tertinggi adalah gulma Digera Muricata L dengan nilai 13,62 dan gulma yang paling rendah adalah Plumbago Zeylanica, Manihot Esculenta dan Jatropha Gossypifolia dengan nilai 0,58%
INNOVATION IN EDUCATIONAL DEVELOPMENT: INTERFACE DESIGN AND USER EXPERIENCE AS THE KEY TO THE SUCCESS OF VIRTUAL LABORATORIES IN MODERN EDUCATION Dewi Rulia Sitepu; Khairina Afni; Inggrid Puji Astri Purba; Ika Febriana; A Akrim; Amiruddin Amiruddin
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.14148

Abstract

Virtual laboratories (VL) have emerged as innovative solutions to overcome the limitations of traditional practical work in modern education. This research examines the critical role of user interface (UI) and user experience (UX) design in determining the success of virtual laboratory implementation. Through a systematic literature review of publications from 2020-2025, we analyze how user-centered design principles contribute to increased student engagement, learning outcomes, and technology acceptance. Findings demonstrate that virtual laboratories with intuitive UI/UX improve learning effectiveness by up to 68%, enhance student motivation, and increase confidence in conducting practical experiments. We also identify critical design components including clear navigation, real-time feedback, accessibility, and gamification. Our recommendations emphasize the importance of user-centered design approaches in virtual laboratory development to ensure sustainable technology adoption and optimal learning outcomes
PENATALAKSANAAN KARSINOMA NASOFARING DENGAN BANTUAN ALDH1 A1 SEBAGAI BIOMARKER DALAM PENENTUAN STADIUM Armansyah Maulana Harahap
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7474

Abstract

ALDH tersebar di seluruh tubuh, mengkatalisis oksidasi aldehida dan berfungsi dalam detoksifikasi seluler, metabolisme dan pensinyalan asam retinoat / retinoic acid (RA) dan perlindungan dari spesies oksigen reaktif / reactive oxygen species (ROS). ALDH diregulasi oleh senyawa asam retinoat termasuk retinoid dan jalur potensial onkogenik seperti WNT/β-catenin dan MUC1-C/ERK. ALDH kemudian mengoksidasi aldehida yang berpartisipasi dalam mekanisme pensinyalan atau menginduksi kerusakan seluler atau DNA, meminimalkan produksi ROS dan pensinyalan asam retinoat. Mekanisme regulasi ini bergabung untuk menghasilkan efek yang dimediasi ALDH pada diferensiasi dan proliferasi sel, tumorigenesis, stemness dan resistensi terhadap terapi. Metode Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif terstruktur dengan kajian telaah literatur. Data artikel baik original article, research article, Review article maupun case report dikumpulkan untuk dianalisa sesuai dengan tujuan dari judul dan penulisan artikel ini. ALDH1 dianggap sebagai penanda / marker CSC, yang dapat menginduksi kanker dengan mempertahankan karakteristik CSC dan memodifikasi metabolisme. Tingkat ekspresi ALDH1 merupakan marker yang membedakan sel punca normal dari sel punca kanker. Studi penelitian klinis telah menemukan bahwa rasio prognostik dari famili gen ALDH1 dapat digunakan sebagai prediktor kuat yang buruk dari berbagai kanker solid. Sebagai prediktor kuat, ALDH1 juga terlibat dalam menurunkan resistensi obat pada kanker padat. Meski masih kontroversial, tidak dapat dipungkiri bahwa sel kanker dengan aktivitas ALDH tinggi dan karakteristik mirip sel punca lainnya terkait erat dengan resistensi obat dan rekurensi tumor. Keseimpulan menyatakan bahwa kadar ALDH1A1 yang tinggi memiliki korelasi terhadap kenaikan stadium pada kejadian karsinoma nasofaring, dimana semakin tinggi ALDH1A1 maka polanya menuju ke stadium IV.  
Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Hasil Belajar IPA Hardikupatu Gulo; Toroziduhu Waruwu
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10837

Abstract

Model pembelajaran Treffinger adalah pembelajaran aktif yang mampu memberikan kesempatan kepada Peserta Didik untuk memahami konsep yang mendorong Peserta Didik untuk berfikir kreatif dalam memecahkan suatu masalah dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh yang signifikan model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar Peserta Didik pada mata pelajaran IPA. Sampel penelitian yaitu kelas VIII-1 dengan jumlah Peserta Didik 18 orang sebagai kelas Eksperimen dan kelas VIII-3 dengan jumlah Peserta Didik 17 orang sebagai kelas Kontrol. Desain penelitian yaitu Quasy Experimen. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa “ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar Peserta Didik pada mata pelajaran sesuai dengan uji hipotesis hasil belajar diperoleh nilai t-hitung = 4,489 dan ttabel = 2,035, karena nilai t-hitung tidak terletak pada interval -2,035 ≤ thitung ≤ 2,035 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh penerapan model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar Peserta Didik pada mata pelajaran IPA ”.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Buku Etnobiologi Irda Wahidah Nasution; Nurul Hidayah Nasution
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11909

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di abad ke-21 ini harus dikuasai oleh setiap orang. Di abad ini, teknologi sangat penting untuk setiap aspek kehidupan. Teknologi itu sendiri tidak muncul secara otomatis, teknologi membutuhkan ilmu pengetahuan sebagai fondasinya. Sumber daya manusia yang berkualitas dengan kemampuan bertindak cepat, tepat, kreatif, dan inovatif diperlukan untuk penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mata kuliah etnobiologi merupakan mata kuliah tambahan ditempuh oleh mahasiswa semester delapan pada program studi pendidikan biologi. Mata kuliah ini berisi tentang segala hal yang berkaitan dengan etnis dan budaya. Bahan ajar yang selama ini digunakan dalam kegiatan pembelajaran merupakan bahan ajar sederhana yang dibuat oleh dosen dengan mengggunakan referensi artikel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahan ajar yang perlu dikembangkan untuk mata kuliah etnobiologi. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan biologi. Sampel dipilih secara acak sebanyak 50 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi kegiatan perkuliahan dan angket terbuka untuk mahasiswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi pada pembelajaran mata kuliah etnobiologi adalah belum adanya bahan ajar yang bisa dijadikan sebagai pegangan dalam proses pembelajaran. Hasil analisis angket kebutuhan mahasiswa menunjukkan bahwa 1) bahan ajar diperlukan oleh mahasiswa adalah berupa buku ajar, 2) materi di dalam buku ajar berisi tentang: sejarah etnobiologi, ruang lingkup etnobiologi, etnozoologi, etnobotani, etnofermentasi, etnoekologi. Studi ini merupakan bagian dari studi awal pengembangan buku ajar sebagai bahan ajar mata kuliah etnobiologi
PENGEMBANGAN E-MODUL PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI UNTUK SISWA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS Fadilah Emiliana
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7674

Abstract

This research was carried out with the aim of developing valid and practical e-modules on reproductive system material for class XI in high school (SMA). The research conducted is a type of research that aims to develop using the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation. At the analysis stage, an analysis of the needs of the e-module, an analysis of the characteristics of the students, an analysis of the material, and an analysis of the availability of infrastructure were carried out. The design stage involves designing the appearance and material structure of the e-module. The development stage involves the development of design results in the form of e-modules. The implementation stage is the practicality test stage of the e-module for 98 students of class XI SMA and 9 biology teachers in SMA districts Banyumas, Cilacap, and Purbalingga. The evaluation stage is carried out to test the validity of the e-module by material and media experts. how to distribute a questionnaire and use a closed questionnaire instrument with a Likert scale. The data were analyzed using quantitative descriptive data analysis techniques. The results showed that the e-module validity test for reproductive system material for class XI high school, according to the material experts, achieved a score of 3.72 (in the category suitable for use), and the media experts obtained a score of 3.72 (in the category very suitable for use). The results of the e-module practicality test by the biology teacher obtained an average result of 3.50 (very feasible to use), and the students obtained an average result of 3.37 (very good). The conclusion in this study is that the development of e-modules on reproductive system material is valid and practical, so it is suitable for use in biology learning on reproductive system material. Therefore, it is necessary to carry out further research to determine the effectiveness of the e-module in the implementation of biology learning in the reproductive system material for senior high schools.
Potensi Antibakteri Fraksi n-Heksan Daun Sembung (Blumea balsamifera L.) Terhadap Bakteri Eschericia coli, Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes dengan Metode Welling Diffusion Erika Rizky; Saddam Husein; Nur Aini Khairunnisa; Yurike Elanda
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11049

Abstract

Tanaman daun sembung (Blumea balsamifera L.) adalah obat tradisional yang digunakan untuk mengobati batu ginjal, diare, masalah perut, dan sebagai rempah-rempah sauna tradisional. Dikenal juga sifat antibakterinya yang alami dan dapat menahan perkembangan kanker dan tumor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai karakteristik simplisia, golongan kimia tumbuhan, fraksi n-heksana daun sembung dan aktivitasnya dalam menahan perkembangan biakan bakteri S.aureus, P.acnes dan E.coli. Penelitian dilaksanakan meliputi seperti pengumpulan bahan baku daun sembung, pengujian karakteristik, maserasi serbuk simplisia daun sembung menggunakan pelarut etanol 96%, uji skrining fitokimia, fraksinasi ekstrak etanol B. balsamifera menggunakan pelarut n-heksana yang kemudian diuji aktivitas antibakterinya pada fraksi n-heksana daun sembung (FHDS) terhadap bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli dengan konsentrasi 100, 200, 300, 400 dan 500 mg/ml menggunakan metode difusi agar sumuran dengan mengamati zona hambat maksimum. Berdasarkan hasil pemeriksaan golongan senyawa pada FHDS, terdapat golongan senyawa kimia tumbuhan, yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Investigasi aktivitas antibakteri FHDS menunjukkan aktivitasnya pada FHDS (500 mg/ml, 400 mg/ml, 300 mg/ml, 200 mg/ml, dan 100 mg/ml) dalam menahan perkembang biakan bakteri E. coli, S. aureus, dan P. acnes. Aktivitas antibakteri terkuat ditunjukkan pada FHDS dengan konsentrasi 500 mg/ml (16.5 mm). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa FHDS mempunyai efikasi sebagai antibakteri yang dikategorikan kuat dan mampu menghambat perkembang biakan bakteri E. coli, S. aureus, dan P. acnes