cover
Contact Name
Triwiyanto
Contact Email
triwiyanto123@gmail.com
Phone
+628155126883
Journal Mail Official
editorial.teknokes@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pucang Jajar Timur No. 10
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknokes
ISSN : 19077904     EISSN : 24078964     DOI : https://doi.org/10.35882/teknokes
The JURNAL TEKNOKES is a peer-reviewed periodical scientific journal aimed at publishing research results of the medical engineering areas. The Journal is published by the Department of Medical Electronics Technology, Health Polytechnic of Surabaya, Ministry of Health Indonesia. The role of the Journal is to facilitate contacts between research centers and the industry. The aspiration of the Editors is to publish high-quality scientific professional papers presenting works of significant scientific teams, experienced and well-established authors as well as postgraduate students and beginning researchers. All articles are subject to anonymous review processes by at least two independent expert reviewers prior to publishing on the Jurnal Teknokes website. This journal focuses on the development of the: (1) Medical Electronics Technology and Biomedical Engineering; (2) Medical Laboratory Technology; (3) Environmental Health, Engineering and Technology; (4) Health Information System and Technology.
Articles 101 Documents
Electrocardiograph Simulator Berbasis Mikrokontroler I Dewa Gede Budi Whinangun; Andjar Pudji; M. Ridha Makruf; Bedjo Utomo; Sari Luthfiyah
Jurnal Teknokes Vol 12 No 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.508 KB)

Abstract

Electrocardiograph (ECG) menjadi salah satu ilmu diagnostik yang sering dipelajari dalam mendiagnosis dan untuk terapi penyakit jantung. Mengingat pentingnya alat ECG recorder, maka diperlukan pengecekan fungsi alat ECG recorder yaitu dengan cara melakukan prosedur kalibrasi alat menggunakan Phantom ECG. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat ECG Simulator untuk alat ECG 12 channel yang meliputi lead I, lead II, lead III, aVR, aVF, aVL, V1, V2, V3, V4, V5, dan V6 dan melengkapinya dengan selektor pemilihan sensitivitas serta menggunakan. Metode pembentukan sinyal jantung menggunakan DAC tipe MCP 4921 dengan mikrokontroler Atmega2560 dan untuk tampilan pengaturanya menggunakan LCD Karakter 2x16. Berdasarkan hasil pengukuran didapat nilai tingkat kesalahan sebesar 0.187% sensitivitas 0.5mV dan 0.327% sensitivitas 1.0mV pada setting BPM 30, didapat nilai tingkat kesalahan sebesar 1.173% sensitivitas 0.5mV dan 1.060% sensitivitas 1.0mV pada setting BPM 60, didapat nilai tingkat kesalahan sebesar 0.797% sensitivitas 0.5mV dan 0.739% sensitivita 1.0mV pada setting BPM 120, didapat nilai tingkat kesalahan sebesar 0.269% sensitivitas 0.5mV dan 0.381% sensitivitas 1.0mV pada setting BPM 180 dan 0.010% sensitivitas 0.5mV dan 0.616% sensitivitas 1.0mV pada setting BPM 240. Modul ECG Simulator dilengkapi dengan fitur charge baterai dan biaya pembuatan yang lebih murah dibandingkan dengan alat pabrikan.
Incubator Analyzer Menggunakan Aplikasi Android Hidayah Nur Annisa Samputri; Syaifudin Syaifudin; Dyah Titisari
Jurnal Teknokes Vol 12 No 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.753 KB)

Abstract

Incubator analyzer merupakan perangkat yang dirancang untuk mengukur kondisi-kondisi yang ada di dalam alat incubator seperti suhu, kelembaban, kebisingan, dan aliran udara. Inkubator bayi berfungsi untuk menjaga temperatur di sekitar bayi supaya tetap stabil, atau dengan kata lain dapat mempertahankan suhu bayi dalam batas tubuh normal. “Incubator Analyzer Menggunakan Bluetooth Tampil Android” ini memiliki parameter suhu menggunakan sensor DS18B20 untuk pembacaan T1, T2, T3, T4, dan T5, menggunakan sensor Thermocouple K-type untuk pembacaan Tmatras dengan range suhu yang dapat diukur 30-50°C, kebisingan menggunakan Analog sound sensor V2 dengan range 40-60 dB, kelembaban dengan range 50-90 %RH, dan air flow meter dengan range 0-0,35 m/s yang kemudian diolah oleh Arduino Atmega 328 kemudian ditampilkan pada Android, dan disimpan pada memori internal Android. Berdasarkan dari hasil pengujian pada Baby Incubator dengan suhu setting 340C dan 360C, didapatkan nilai error terbesar 7,3138% untuk pembacaan sensor suhu dan nilai error terbesar 8,8403% untuk pembacaan sensor kebisingan. Setelah melakukan proses studi literature, perencanaan, percobaan, pembuatan modul, pengujian alat, dan pendataan, secara umum dapat disimpulkan bahwa alat ‘Incubator Analyzer menggunakan Bluetooth Tampil Android’ dapat digunakan dan sesuai dengan perencanaan.
Alat Ukur Konsentrasi Dan Flow Oksigen Pada Ventilator Yunaifi Niswatul Firdaus; Syaifudin Syaifudin; M.Prastawa Assalim Tetra Putra
Jurnal Teknokes Vol 12 No 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.683 KB)

Abstract

Oxygen Analyzer merupakan alat ukur kadar oxygen dalam suatu gas yang berperan penting dalam berbagai bidang industri maupun bidang kesehatan. Dalam bidang kesehatan oxygen analyzer difungsikan untuk mengukur kadar gas oksigen pada tabung oksigen, alat terapi oksigen, outlet gas medis, ventilator, Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) serta Baby Incubator yang dilengkapi dengan pemberian oxygen di dalamnya. Alat ini menggunakan sensor KE-25 untuk mendeteksi kadar oksigen dan sensor OCS 03F untuk aliran oksigen, kemudian di tampilkan pada LCD karakter 2X16. penelitian ini menggunakan metode pre eksperimental dengan jenis peneltian after only design. Berdasarkan hasil pengukuran pada alat ventilator di rumah sakit maka diperoleh tingkat rata - rata kesalahan pembacaan (error(%)) pada kadar oksigen yaitu 0,421504%, sedangkan pada aliran oksigen yaitu 0,49285%.
Infant Incubator Berbasis Proportional Integral dan Derivative (PID) Dilengkapi Dengan Mode Kanguru Anggraeni Dara Pratiwi; Endro Yulianto; Abd Kholiq
Jurnal Teknokes Vol 12 No 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.785 KB)

Abstract

Infant Incubator merupakan salah satu peralatan elektromedik yang digunakan untuk memberikan perawataan kepada bayi baru lahir berat rendah dengan cara memberikan suhu ruang yang stabil dan pemantauan suhu tubuh bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sistem kontrol suhu ruang Infant Incubator sehingga didapatkan hasil suhu yang stabil. Penelitian dan pembuatan alat menggunakan sensor thermistor untuk suhu kulit bayi dan sensor LM35 untuk suhu ruang Infant Incubator dengan sistem kontrol PID yang dilakukan dengan metode trial and error sampai mendapatkan respon suhu yang optimal pada konstanta proportional (Kp) sebesar 57, konstanta integrator (Ki) sebesar 8 dan konstanta differential (Kd) sebesar 3.2. Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan dengan INCU Analyzer didapatkan rata – rata error terbesar pada pengaturan suhu 350C sebesar 0.689% dan rata – rata error terkecil pada pengaturan suhu 370C sebesar 0.139%. Pada pengukuran suhu skin terdapat rata – rata pengukuran sebesar 35 0C dengan error sebesar 0.12% terhadap alat pembandingnya. Infant Incubator memiliki kestabilan suhu yang optimal dan pemantauan suhu tubuh bayi yang bermanfaat agar bayi tidak mengalami hipotermi maupun hipertermi.
Perancangan Stetoskop Elektronik Portable Gadang Hendra Prabowo; Muhammad Ridha Mak’ruf; Sumber Sumber; Liliek Soetjiatie; Bedjo Utomo
Jurnal Teknokes Vol 12 No 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.306 KB)

Abstract

Stetoskop merupakan alat medis akustik sederhana yang berfungsi untuk mendiagnosa suara dalam tubuh manusia. Tenaga medis sering menggunakan stetoskop akuistik ini untuk memeriksa suara jantung. Hasil pendengaran suara juga sangat subyektif, sehingga masing-masing orang bisa mengartikan berbeda. Dalam penelitian ini dibangun sebuah stetoskop elektronik untuk auskultasi jantung dengan tampilan TFT serta di rancang secara portable sehingga dapat mempermudah penggunaan alat. Stetoskop ini mampu mengambil data suara jantung pasien serta menampilkan data plot hasil pemeriksaan. Hasil data akan ditampilkan pada TFT serta ditampilkan juga nilai BPM dari pasien tersebut. Berdasarkan dari penelitian yang telah penulis lakukan, maka dapat diperoleh data plot suara jantung dengan menggunakan filter pada frekuensi cut off 56,679 Hz – 88,646 Hz dan diperoleh nilai BPM dengan error terbesar ±0,72%. Nilai error alat masih dalam batas toleransi yaitu <1% berdasar ketetapan Balai Pengaman Fasilitas Kesehatan (BPFK). Desain Stetoskop Elektronik ini bersifat portable sehingga tidak memerlukan pc saat melihat tampilan plot sinyal jantung dan nilai bpm.
Pemantauan Respiratory Secara Wireless Berbasis Komputer Siti Fathul Jannah; I Dewa Gede Hari Wisana; Priyambada C. Nugraha
Jurnal Teknokes Vol 14 No 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/teknokes.v14i1.1

Abstract

Pernapasan merupakan bagian terpenting manusia untuk hidup. Perubahan nilai oksigen dan laju pernapasan secara mendadak dapat berdampak negatif dan dapat membahayakan jiwa. Respiration Rate<12 yang mengarah ke bradypnea sementara obstruksi jalan nafas seperti asma, emfisema dan COPD akan meningkatkan Respiration Rate, Respiration Rate > 30 menyebabkan takipnea. Oleh karena itu, pengukuran Respiration Rate menjadi sangat penting secara klinis. Tujuan penelitian adalah dibuatnya alat Wireless Respiratory Monitoring untuk memudahkan pemantaun kondisi pernapasan manusia. Metode penelitian menggunakan perubahan tekanan sensor piezoelectric dari pergerakan mengembang dan mengempisnya perut pada saat bernafas. Perubahan tekanan tersebut mengakibatkan perubahan nilai tegangan yang dihasilkan oleh sensor piezoelectric. Hasil pembacaan nilai tegangan tersebut akan di olah pada arduino untuk dihitung nilai laju pernapasan dan akan dikirimkan secara wireless dengan Bluetooth HC-05 pada PC. Pengiriman tersebut dilakukan setiap satu menit dan ditampilkan pada Excel. Tampilan pada PC berupa kolom nilai laju pernapasan dan kolom waktu serta plotting grafik nilai respirasi terhadapt waktu secara otomatis. Berdasarkan hasil pengukuran dan pengujian modul dapat menampilkan nilai respirasi dan plotting grafik otomatis setiap satu menit pada PC melalui pengiriman Bluetooth tanpa adanya kehilangan data. Ketika pengukuran dilakukan dalam rangkaian Filter LPF frekuensi yang dihasilkan adalah frekuensi pernapasan yaitu 1Hz yang menunjukkan bahwa rangkaian filter telah berfungsi dengan baik. Pengukuran nilai respirasi dilakukan langsung pada tubuh manusia dan didapatkan hasil rata-rata nilai respirasi 14-17 kali permenit pada pembacaan modul alat dan respirasi normal manusia yaitu dari range 12-20 kali permenit. Pengujian dilakukan pada Bluetooth, Bluetooth dapat melakukan pengiriman pada jarak 1-5 meter tanpa adanya kehilangan data. Breathing is the most important part of human life. Changes in oxygen values ​​and the rate of breathing suddenly can have a negative impact and can be life-threatening. Respiration Rate <12 which leads to bradycardia while airway obstruction such as asthma, emphysema and COPD will increase the Respiration Rate, Respiration Rate> 30 causing tachypnea. Therefore, measurement of Respiration Rate is very important clinically. The purpose of this study was to create a Wireless Respiratory Monitoring tool to facilitate monitoring of human respiratory conditions. The research method uses changes in the piezoelectric sensor pressure of the expanding and deflating movements of the stomach during breathing. The change in pressure results in a change in the value of the voltage produced by the piezoelectric sensor. The results of reading the voltage value will be processed on Arduino to calculate the respiratory rate and will be sent wirelessly with Bluetooth HC-05 on a PC. The sending is done every minute and displayed in Excel. The display on the PC is a column of respiratory rate and time column and plotting graph of respiration value with time automatically. Based on the measurement and testing results the module can display respiration values ​​and automatic graph plotting every one minute on a PC via Bluetooth sending without any loss of data. When the measurements are made in the LPF Filter circuit the resulting frequency is a respiratory frequency of 1Hz which indicates that the filter circuit is functioning properly. Measurement of respiration value is carried out directly on the human body and the results obtained an average respiration value of 14-17 times per minute on the reading of the instrument module and normal human respiration that is from a range of 12-20 times per minute. Testing is done on Bluetooth, Bluetooth can send at a distance of 1-5 meters without data loss.
Perancangan Media Air pada Kalibrator Termometer Digital Badan Rifika Dwi Saptania; Dyah Titisari; Syaifudin Syaifudin
Jurnal Teknokes Vol 14 No 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/teknokes.v14i1.2

Abstract

Termometer digital dikalibrasi menggunakan media. Ada beragam media untuk mengkalibrasi termometer. Dua diantaranya adalah dry block dan media air. Dry block merupakan suatu media kalibrasi suhu pada keadaan kering atau pada lubang yang berudara. Media air adalah media kalibrasi suhu pada keadaan basah atau menggunakan media yang berisi air. Setiap media menghasilkan tingkat kesalahan, koreksi dan ketidakpastian yang berbeda-beda. Begitu pula pada sensor yang digunakan oleh termometer digital. Cara kerja alat ini yaitu dengan memasukkan termometer untuk dikalibrasi ke dalam lubang yang telah disediakan dan akan dibandingkan dengan pembacaan suhu LM35 yang sudah muncul pada display LCD sehingga akan terlihat perbedaan antara pembacaan suhu dari termometer digital dan dari display LCD. Modul suhu ini telah dibandingkan dengan termometer yang telah dikalibrasi di BPFK Surabaya, dan mendapatkan kesalahan terbesar 1,5% dan kesalahan terkecil 0,3%. Dari hasil yang didapat dapat disimpulkan bahwa perbedaan kesalahan pembacaan suhu karena peletakkan sensor dapat mempengaruh terhadap selisih error yang di dapat. Digital thermometers are calibrated using media. There are various media to calibrate the thermometer. Two responses are dry block and water media. Dry block is a temperature calibration medium on a dry surface or in a hollow hole. Air media is a temperature calibration media in wet conditions or uses media that contains air. Each media produces different levels of errors, corrections and resolutions. Similarly, the sensors used by digital thermometers. The workings of this tool by inserting a thermometer to be calibrated into the holes provided and will be compared with LM35 temperature readings that have appeared on the LCD screen so that it will look different between the temperature readings from the digital thermometer and from the LCD display. This temperature module has been compared with a thermometer that has been calibrated at BPFK Surabaya, and gets the largest error of 1.5% and a smallest error of 0.3%. From the results obtained can conclude the difference in readings because the laying sensor can affect the difference in errors that can be done.
Pemantauan Tanda Vital Suhu dan BPM pada Bayi Secara Wireless Hanifa Septa Gisella; Priyambada Cahya Nugraha; Muhammad Ridha Mak’ruf
Jurnal Teknokes Vol 14 No 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/teknokes.v14i1.3

Abstract

Monitoring status kesehatan bayi merupakan hal yang sangat penting untuk mendeteksi adanya masalah kesehatan khususnya pada bayi lahir prematur yang dirawat didalam baby incubator. Akibat terlahir dini, kondisi tubuh bayi seperti paru-paru, kulit, sistem pernafasan, dan sistem pencernaan belum berkembang sempurna, maka perlu pemantauan secara terus menerus. Pembuatan alat ini bertujuan untuk pemantauan suhu tubuh bayi dan denyut jantung bayi yang berada dalam baby incubator. Kontribusi dalam penelitian ini adalah sistem yang dapat secara terus menerus memantau kondisi vital pada baya baru lahir. Agar alat monitoring lebih efisien untuk digunakan, maka dibuatnya alat dengan pemantauan secara real time dan dilakukan penyentralan monitor. Perancangan alat ini menggunakan sensor LM35 untuk suhu tubuh bayi dan sensor SEN11574 untuk denyut jantung bayi, kemudian pemrosesan data hasil dari sensor dilakukan dengan Arduino, dan hasil data dari Arduino akan ditampilkan secara wireless oleh HC-05 pada PC. Pengukuran nilai suhu menggunakan termometer, dan nilai denyut jantung menggunakan Pulse Oximeter. Setelah melakukan pengukuran terhadap suhu dan BPM pada responden didapatkan hasil selisih nilai sebesar 2 – 5 untuk BPM dan 0.3 oC – 1 oC untuk suhu. Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan pada bayi baru lahir yang perlu secara terus menerus untuk dipantau dengan sistem jarak jauh. Monitoring the health status of babies is very important to detect any health problems, especially in premature babies who are treated in a baby incubator. As a result of being born early, the condition of the baby's body such as the lungs, skin, respiratory system, and digestive system is not yet fully developed, it needs continuous monitoring. The making of this tool aims to monitor the baby's body temperature and baby's heart rate which is in the baby incubator. The contribution in this research is a system that can continuously monitor vital conditions in newborn middle-aged. In order to make the monitoring tool more practical and efficient for use, a monitoring tool was made in real time and monitoring was made. The design of this tool uses an LM35 sensor for the baby's body temperature and a SEN11574 sensor for the baby's heart rate, then the data processing results from the sensor are done with Arduino, and the results of the data from Arduino will be displayed wirelessly by HC-05 on the PC. Measurement of the temperature value using a thermometer, and the value of the heart rate using a Pulse Oximeter. After measuring the temperature and BPM in the respondents, the difference in value is 2 - 5 for BPM and 0.3℃ - 1℃ for temperature. The results of this study can be implemented in newborns who need to be continuously monitored by a remote system.
Monitoring SpO2 Secara Wireless Berbasis Computer Firda Ryan Nur Fadhilah; I Dewa Gede Hari Wisana; Priyambada C. Nugraha
Jurnal Teknokes Vol 14 No 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/teknokes.v14i1.4

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) sangat kurang dikenal di masyarakat, WHO menyebutkan PPOK merupakan penyebab kematian ke-4 di dunia. Penyakit ini dapat menyebabkan kesakitan kronik dan kematian individu di seluruh dunia setiap 10 detik. Gejala PPOK yaitu meningkatnya frekuensi pernapasan (RR) dan penurunan kadar saturasi oksigen (SpO2) dalam darah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendisain sebuah alat yang dapat memantau kondisi saturasi oksigen dalam darah manusia secara real time. Kontribusi dalam penelitian ini adalah sistem yang menunjukkan data hasil pengukuran yang terus ter-update dalam bentuk nilai dan grafik SpO2 yang menunjukkan kestabilan nilai SpO2 terhadap waktu. Agar alat monitoring ini lebih mudah digunakan maka dibuatlah alat dengan pemantauan secara real time dengan dilengkapi penyimpanan data selama proses pemantauan saturasi oksigen pada pasien. Perancangan alat ini menggunakan finger sensor untuk mendeteksi kadar saturasi oksigen dalam darah yang memiliki keluaran berupa analog kemudian dikondisikan di rangkaian PSA (Pengkondisian Sinyal Analog). Output PSA kemudian diolah di ATmega328P dan dikirimkan via Bluetooth HC-05 ke PC (tampilan Excel). Hasil pengukuran yang diperoleh adalah persentase SpO2 normal pada setiap responden dengan dilakukan masing-masing 5 kali pengukuran secara wireless. Penelitian ini dapat diimplementasikan pada pasien dengan PPOK sehingga kondisi pasien dapat terus terpantau melalui nilai dan grafik yang disimpan dan ditampilkan pada PC. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is very little known in the community, WHO says COPD is the 4th leading cause of death in the world. This disease can cause chronic pain and death of individuals around the world every 10 seconds. Symptoms of COPD include increased respiratory frequency (RR) and decreased oxygen saturation (SpO2) levels in the blood. The purpose of this study is to design a device that can monitor oxygen saturation conditions in human blood in real time. The contribution in this study is a system that shows measurement data that is constantly updated in the form of SpO2 values ​​and graphs showing the stability of the SpO2 values ​​over time. In order to make this monitoring tool easier to use, a real-time monitoring tool has been made, equipped with data storage during the process of monitoring oxygen saturation in patients. The design of this tool uses a finger sensor to detect the level of oxygen saturation in the blood which has an analog output then is conditioned in the PSA (Analog Signal Conditioning) circuit. The PSA output is then processed in ATmega328P and sent via Bluetooth HC-05 to a PC (Excel display). The measurement results obtained are the percentage of normal SpO2 on each respondent by each of the 5 measurements done wirelessly. This research can be implemented in patients with COPD so that the patient's condition can continue to be monitored through values ​​and graphs that are stored and displayed on a PC.
Kalibrator Suhu dengan Thermocouple Dilengkapi dengan Tampilan Grafik Olivia Ratna; Dyah Titisari; Torib Hamzah
Jurnal Teknokes Vol 14 No 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/teknokes.v14i1.5

Abstract

Alat kalibrator suhu diperlukan untuk mengetahui pemerataan suhu didalam ruangan sterilisator kering karena proses sterilisasi menggunakan panas kering memerlukan waktu yang cukup lama dan suhu tinggi untuk mendistribusikan panas secara merata. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengembangkan alat kalibrator suhu sebagai penyempurnaan alat yang dibuat sebelumnya dengan dilengkapi tampilan grafik secara realtime pada komputer. Kontribusi penelitian ini sistem dapat melakukan pemantauan beberapa sensor yang melakukan pengukuran suhu secara bersamaan dengan menggunakan tampilan grafik secara realtime. Alat yang peneliti buat menggunakan sensor thermocouple tipe-K untuk membaca suhu kemudian data diproses dengan minimum system ATMega328 untuk ditampilkan pada LCD karakter 4x20 dan dikirim ke komputer secara wireless melalui bluetooth HC-05. Data yang diterima akan diintegrasikan ke spreadsheet Excel dengan aplikasi PLQ-DAQ untuk diolah menjadi grafik secara realtime. Pembandingan sementara pada suhu ruangan antara modul alat dengan multimeter berparameter suhu menghasilkan error terkecil sebesar 10.9% dan error terbesar sebesar 14.9%.

Page 2 of 11 | Total Record : 101