Jurnal Teknokes
The JURNAL TEKNOKES is a peer-reviewed periodical scientific journal aimed at publishing research results of the medical engineering areas. The Journal is published by the Department of Medical Electronics Technology, Health Polytechnic of Surabaya, Ministry of Health Indonesia. The role of the Journal is to facilitate contacts between research centers and the industry. The aspiration of the Editors is to publish high-quality scientific professional papers presenting works of significant scientific teams, experienced and well-established authors as well as postgraduate students and beginning researchers. All articles are subject to anonymous review processes by at least two independent expert reviewers prior to publishing on the Jurnal Teknokes website. This journal focuses on the development of the: (1) Medical Electronics Technology and Biomedical Engineering; (2) Medical Laboratory Technology; (3) Environmental Health, Engineering and Technology; (4) Health Information System and Technology.
Articles
101 Documents
Kalibrator Suhu dengan Thermocouple Dilengkapi dengan Tampilan Grafik
Olivia Ratna Yunita;
Dyah Titisari;
Torib Hamzah
Jurnal Teknokes Vol 13 No 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sterilisator yang sering dioperasikan maupun pada penggunaan sterilisator yang tidak sesuai dengan prosedur dikhawatirkan akan menyebabkan penurunan kinerja alat yang nantinya akan berpengaruh dalam pendistribusian suhu dan menyebabkan gangguan siklus suhu saat proses sterilisasi berlangsung. Untuk itu perlu dilakukan pemantauan proses sterilisasi dengan dilakukan kalibrasi suhu menggunakan thermocouple. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat kalibrator suhu dilengkapi tampilan grafik secara realtime pada komputer untuk memudahkan pemantauan siklus suhu. Kontribusi penelitian ini adalah saat dilakukan pengukuran suhu dengan sensor thermocouple sistem dapat melakukan plotting data pembacaan secara reatime dalam bentuk grafik. Agar dapat mengetahui keseragaman pendistribusian suhu sensor thermocouple diletakkan pada titik yang ditentukan dan dilakukan pemantauan secara grafik pada komputer untuk memantau siklus suhu secara realtime. Alat yang peneliti buat menggunakan sensor thermocouple tipe-K untuk membaca suhu, kemudian data diproses dengan minimum system ATMega328 untuk ditampilkan pada LCD karakter 4x20 dan dikirim ke komputer secara wireless melalui Bluetooth HC-05. Data yang diterima akan diintegrasikan ke spreadsheet Excel dengan aplikasi PLX-DAQ untuk diolah menjadi grafik secara realtime. Berdasarkan hasil pembandingan pengukuran suhu antara modul dengan multimeter berparameter suhu didapatkan nilai error terkecil 0.1% pada T4 saat pengukuran suhu uap air (100°C) dan error terbesar 4% pada T2 dan T3 saat pengukuran suhu ruang (30°C). Hasil penelitian ini modul dapat tampilkan grafik secara realtime pada Microsoft Excel. Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan pada kalibrator suhu untuk memudahkan pemantauan siklus suhu sehingga dapat mengevaluasi kinerja alat. Sterilizers that are often operated or in the use of sterilizers that are not in accordance with the procedure are feared will cause a decrease in the performance of the tool that will be influential in the distribution of temperature and cause interference with temperature cycles during the sterilization process. Therefore, it is necessary to monitor the sterilization process with temperature calibration using a thermocouple. This research aims to develop a temperature calibrator tool featuring a real-time graphical display on the computer for easy monitoring of temperature cycles. The contribution of this research is when a temperature measurement with a thermocouple sensor system can do plotting data that real-time in graphical form. To be aware of the uniformity of the temperature distribution of thermocouple sensors is placed at the specified point and monitoring the graph on the computer to monitor the temperature cycle in realtime. The tool that researchers created uses the type-K thermocouple sensor to read the temperature, then the data is processed with a minimum of the ATMega328 system to be displayed on a 4x20 character LCD and sent to a computer wirelessly via Bluetooth HC-05. The Data received will be integrated into an Excel spreadsheet with the PLX-DAQ application to be processed into graphs in realtime. Based on the result of comparing the temperature measurement between modules with the temperature-parameter multimeter obtained the smallest error value 0.1% in T4 when measuring the temperature of water vapor (100 °c) and the largest error 4% in T2 and T3 when measuring room temperature (30 ° C). The results of this study module can show graphs in realtime at Microsoft Excel. The results of this research can be implemented on a temperature calibrator for easy monitoring of the cycle of temperature so as to evaluate the tool performance.
Alat Ukur Tinggi untuk Pengujian Status Gizi Balita dengan Metode Anthropometry
Lisa choirunnanda;
Triana Rahmawati;
Lamidi Lamidi
Jurnal Teknokes Vol 13 No 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masalah gizi pada balita dapat menghambat perkembangan anak. Balita termasuk ke dalam kelompok usia berisiko tinggi terhadap penyakit. Kekurangan maupun kelebihan asupan zat gizi pada balita dapat memengaruhi status gizi dan status kesehatannya. Tujuan penelitian ini adalah merancang alat ukur berat dan tinggi badan dilengkapi penilaian status gizi balita. Penilaian status gizi diperlukan apabila terjadi penyimpangan status gizi pada balita dapat segera diberi tindakan agar kondisi balita tidak memburuk. Kontribusi penelitian ini adalah mengukur berat dan tinggi badan balita. Dari data berat dan tinggi badan dapat diketahui penilaian status gizi balita. Dasar utama dalam penelitian status gizi balita menggunakan metode antropometri. Pembuatan modul ini dirancang dengan menggunakan arduino sebagai pengontrol utama. Sensor berat badan menggunakan sensor load cell. Output load cell akan dikuatkan oleh modul HX711 lalu diolah oleh arduino, kemudian akan ditampilkan dalam bentuk penilaian status gizi. Berdasarlan hasil pengukuran berat badan pada 5 balita menggunakan sensor loadcell diperoleh error maksimal 0.32% dengan rata rata error sebesar 0.132%. Alat ini dapat diimplementasikan pada pemantauan pertumbuhan berat dan tinggi balita.
Alat Ukur Berat untuk Pengujian Status Gizi Balita dengan Metode Anthropometry
Kinanti Elok Putri;
Triwiyanto Triwiyanto;
Triana Rahmawati;
Lamidi Lamidi
Jurnal Teknokes Vol 13 No 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masa anak balita merupakan kelompok yang rentan mengalami kurang gizi salah satunya adalah stunting. Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Masalah gizi terutama stunting pada balita dapat menghambat perkembangan anak. Tujuan penelitian ini adalah merancang alat ukur berat dan tinggi badan dilengkapi penilaian status gizi balita, tujuan menentukan penilaian status gizi adalah apabila terjadi penyimpangan status gizi pada balita dapat segera diberi tindakan agar kondisi balita tidak memburuk. Kontribusi penelitian ini adalah mengukur berat dan tinggi badan balita, dari data berat dan tinggi badan tersebut dapat diketahui status gizi pada balita. Agar dapat mengetahui penilaian status gizi balita, dasar utama dalam penelitian ini menggunakan metode Antropometri. Penulis ingin membuat sebuah modul yang digunakan untuk melakukan pengukuran pada balita dengan parameter tinggi badan. Dalam perancangannya, modul ini menggunakan Arduino sebagai pengontrol utama. Sensor yang digunakan adalah variabel resistor (potensiometer) yang berfungsi untuk mendeteksi tinggi badan balita lalu dikirim oleh modul bluetooth HC-05 ke PC untuk dilakukan pembacaan dan hasilnya ditampilan dalam bentuk penilaian status gizi. Berdasarkan hasil pengukuran tinggi badan balita pada modul diperoleh error maksimal sebesar 0.35 % dan rata-rata errornya sebesar 0.093%. Alat ini dapat diimplementasikan pada pemantauan pertumbuhan berat dan tinggi balita.
Pengukuran Arus dan Frekuensi pada Alat Elektrostimulator
Caesar Febri Nugroho;
Endro Yulianto;
sumber sumber
Jurnal Teknokes Vol 13 No 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan. Alat ukur tens ini digunakan untuk mengukur tingkat frekuensi keluaran, arus keluaran dan menampilkan bentuk sinyal pada suatu alat tens yang mempunyai standart tertentu untuk bisa digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain sebuah alat pengukuran arus dan frekuensi pada TENS yang memiliki nilai standart tertentu agar dapat digunakan untuk melakukan terapi kejut listrik yang memiliki tingkat frkuensi rendah ataupun frekuensi tinggi agar keluaran sesuai dengan standart yang digunakan. Keuntungan dari penelitian ini adalah sistem pengukuran frekuensi dan arus dapat langsung dilakukan tanpa memerlukan instalasi kelistrikan agar dapat segera melakukan pengukuran, karena alat yang dibuat penelitian ini bersifat portable atau tidak memerlukan instalasi listrik 220v. Penelitian ini menggunakan sensor arus berjenis ACS712 untuk mendeteksi arus keluaran dari alat TENS. Komponen yang digunakan pada penelitian ini antara seperti mikrokontroler ATmega328 sebagai pusat kendali dari pemberian perintah pada alat agar dapat bekerja, LCD TFT Nextion 3,2 inch sebagai sebagai penampilan arus dan frekuensi keluaran TENS dalam bentuk angkan serta penampilan bentuk sinyal dan modul charger sebagai pengisian baterai ketika baterai habis. Penelitian ini merupakan eksperimen murni dan belum ada peneliti yang membuat alat ini sebelumnya. Untuk penelitian lebih lanjut dapat menambahkan parameter lain dan mengembangkan bentuk sinyal menjadi 2 bentuk sinyal, menambahkan indikator tegangan sebagai indikator pengaman dan penambahan indikator daya baterai agar mengetahui presentase baterai yang tersisa.
Otomasi pada Sistem Flow Meter
Rizqi Zainur Ridho;
Muhammad Ridha Mak’ruf;
Moch Prastawa Assalim Tetra Putra
Jurnal Teknokes Vol 13 No 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemberian oxygen terapi pada pasien yang beresiko mengalami hipoxsemia atau sudah mengalami hepoxemia haruslah selalu dipantau oleh perawat pada waktu ke waktu, hal ini dilakukan untuk memastikan apakah pembukaan katup oxygen flow meter sudah sesuai dengan dosis yang mengacu pada Spo2 pasien. Tujuan dari penelitian untuk mempemudah tugas perawat melakukan pemantauan kadar Spo2 pasien dan secara otomatis mengatur pembukaan katup oxygen flow meter. Kontribusi penelitian ini adalah sistem yang dapat memantau kadar oxygen pasien dan mengatur otomatis mengatur pemberian oxygen theraphy. Agar dapat mengatur pembukaan oxygen flow meter sesuai dengan kadar SPO2 pasien peneliti membuat sistem mekanik pembukaan flow meter oxygen yang tersambung langsung dengan Spo2. Sensor fingertip yang terpasang pada jari pasien akan mendeteksi kadar Spo2 pasien. Lalu diolah pada mikrokontroler untuk mengatur pembukaan katup flow meter oxygen. Pada pembacaan kadar Spo2 89 – 91 % pembukaan katup berada pada titik 2 LPM, pada pembacaa kadar Spo 2 dibawah 88% pembukaan katup berada pada titik 6 LPM dan pada pembacaan Spo2 di atas 92% maka katup oxygen flow meter akan menutup secara berkala. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembukan katup flow meter oxygen pada titik 92% - 88% mempunyai error rata rata 1 – 2 % .
Rancang Bangun Phantom Sebagai Pengganti Jaringan Tubuh Untuk Mendeteksi Pola Perubahan Suhu Terapi Infra Merah
Lamidi Lamidi;
Abd Kholiq
Jurnal Teknokes Vol 12 No 2 (2019): September
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Termoterapi merupakan perawatan terapeutik berdasarkan transfer energi panas ke dalam tubuh. Tujuan utama pada bidang klinis terapi ini adalah untuk mencapai hasil pengobatan pada pasien tanpa merusak jaringan tubuh. Pemberian dosis panas terapi infra merah dikaitkan dengan parameter jarak dan waktu penyinaran, untuk menghasilkan dosis panas yang optimal terhadap permukaan kulit belum banyak diungkap secara detail. Sehingga disini pembuatan phantom untuk melakukan penelitian tentang dosis panas pada permukaan kulit tanpa harus melibatkan mahluk hidup secara langsung penting untuk dilakukan.Penelitian ini dapat memberikan gambaran akan paparan panas yang diterima oleh phantom, yang nantinya dapat digunakan sebagai pertimbangan penentuan dosis terkait keselamatan klinis apabila diaplikasikan pada tubuh pasien. Pada penelitian ini menggunakan 2 sensor lm 35 dan Arduino sebagai mikrokontrollernya. Menggunakan delphi sebagai monitoring penyebaran suhu pad 2 sensor ini. Pada delphi juga tersedia fitur untuk save data sehingga mempermudah melakukan pengolahan data hasil monitoring kedua sensor suhu tersebut. Setelah melakukan penelitian diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa jarak sangat berpengaruh terhadap peningkatan suhu pada phantom dimana semakin jauh jarak penyinaran maka peningkatan suhu pada phantom semakin kecil.
Rancang Bangun Stetoscope Elektronik Berbasis Mikrokontroller Atmega328
Sumber Sumber;
Endang Dian S.
Jurnal Teknokes Vol 12 No 2 (2019): September
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada April 2011, kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner yang tidak menular telah mencapai 37% dari total jumlah kematian di Indonesia. Selain itu, dalam laporan WHO lain menyatakan bahwa pada tahun 2020, diperkirakan bahwa penyakit jantung koroner akan menjadi penyakit pembunuh utama di negara-negara di seluruh Asia-Pasifik. Tujuan dari penelitian adalah merancang deteksi sinyal jantung menggunakan stetoskop elektronik dengan sensor mic condensor untuk membandingkan nilai S1 (suara lub), S2 (suara dub), suara S3 yang disebabkan oleh osilasi darah antara dinding aorta dan ventrikular serta S4 yang disebabkan oleh turbulensi injeksi darah. Rancang bangun utama terdiri dari rangkaian pre-amp, filter jantung, mikrokontroller atmega 328p yang ditampilkan pada pc menggunakan delphi. Responden terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan, rentan usia berkisar antara 20 hingga 25 tahun, sedangkan untuk berat badan responden antara 50 hingga 76 Kg. Posisi perekaman suara jantung yang digunakan berbeda-beda untuk setiap respondennya, pada responden laki-laki didapatkan nilai amplitudo S1 dan S2 maksimal pada posisi perekaman Right Ventricel (RM), sedangkan untuk responden perempuan nilai amplitudo S1 dan S2 maksimal pada posisi perekaman Aortic (AO) dan Pulmonary Artery (PM). Untuk responden laki-laki maupun perempuan Ada banyak faktor yang mempengaruhi amplitudo S1 dan S2 setiap pasien sedangkan untuk nilai S3 dan S4 tidak terlihat dengan jelas. Jika berat badan responden diatas berat badan idealnya maka amplitudo S1 dan S2 akan cenderung lebih kecil dan sebaliknya, jika berat badan responden kurang dari berat badan idealnya maka amplitudo S1 dan S2 akan cenderung lebih besar. Selain itu juga, seberapa kuat stetoskop ditekan ketika melakukan perekaman juga dapat mempengaruhi amplitudo S1 dan S2. Terdapat kendala pada proses pengambilan data dimana responden perempuan cenderung lebih sulit untuk menemukan titik rekaman suara jantung di bandingkan laki-laki dan hanya pada titl-titik sadapan tertentu yang dapat terlihat nilai S1 dan S2 dengan jelas. Hal tersebut dapat diakibatkan oleh frekuensi cut off yang lebar, berkisar antara 10 – 1000Hz sehingga terdapat noise terutama suara paru-paru.
Penurunan Angka Kuman Air Minum Dengan Metode Maserasi Daun Ipomoea carnea
Sri Poerwati
Jurnal Teknokes Vol 14 No 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35882/10.35882/teknokes.v14i1.7
Drinking water is a basic necessity of living. It will be a problem if it contains microorganisms. Drinking water Standard based on WHO and the Republic of Indonesia Regulation No. 492 / Menkes / Per / IV / 2010 where microorganisms must be zero and must be processed. The society has not done drinking water treatment either chemically or by other methods. As a natural alternative, Ipomoea carnea contains active ingredients such as alkaloids and flavonoids which can be used as antibacterial subtances. The study aims to prove the extract of leaves of Ipomoea carnea in reducing the bacteriological content of drinking water source ofs springs. This research is an experimental research in the laboratory and the field. Samples in the from of sources of drinking water from springs that do not quality bacteriological with purposive sampling. Maserasi methods the extract of leaves of Ipomoea carnea with MPN Coliform test with one way anova analysis. The results obtained revealed that The results obtained revealed that consentration 0,15g/100mL samples water drinking source springs extract of leaves of Ipomoea carnea can reduce bacteriological content 80,33%.
Smartphone Based Respiratory Signal monitoring and Apnea detection Via Bluetooth Comunication
Ulil Albhi Ramadhani;
I Dewa Gede Hari Wisana;
Priyambada Cahya Nugraha
Jurnal Teknokes Vol 14 No 2 (2021): September
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35882/teknokes.v14i2.1
Patients with sleep apnea (sleep apnea) are increasing, almost more than 80% of people with this disorder are undiagnosed. Symptoms of sleep apnea are stopping breathing for more than 10 seconds. The purpose of this study was to design an apnea monitor device in order to detect symptoms of sleep apnea. The contribution in this study is a monitoring system or remote monitoring so that other people can monitor the patient's condition even though they are not accompanying him. In order to facilitate the process of monitoring and diagnosing patients, a Apnea Monitor Based on Bluetooth with Signal Display in Android with a delivery system via a bluetooth network that displays respiratory signals on Android so that patients can be treated quickly when breathing stops (apnea) . The design of this device uses a piezoelectric sensor to detect breathing which is placed on the patient's abdomen. The sensor output in the form of voltage is then conditioned on the PSA circuit. Using the ESP32 microcontroller as a signal processing which is formed by the PSA circuit and processed into a signal and respiration value. The respiration signal and value are then sent to the android device using the Bluetooth network. When a respiratory arrest is detected for more than 10 seconds, the device will turn on the indicator and buzzeer on the device and also send a warning to the Android or Roboremo application in the form of a notification "Apnea!" and a beep sound as a reminder when there is apnea in the patient so that the user can immediately take action on the patient. The test in this study there are 5 respondents who have been tested on this module by comparing the respiration rate per minute with the Patient Monitor, and the test results in this study obtained the measurement and calculation results, the lowest error value was 1.58% and the highest error value was 2.9%, the module can also transmit data well and without data loss with a distance of 10 meters in the room and 5 meters in different rooms. This module can be implemented in the patient monitoring process so that it can reduce sufferers of sleep apnea disorders. the module can also transmit data well and without data loss with a distance of 10 meters in the room and 5 meters in different rooms. This module can be implemented in the patient monitoring process so that it can reduce sufferers of sleep apnea disorders. the module can also transmit data well and without data loss with a distance of 10 meters in the room and 5 meters in different rooms. This module can be implemented in the patient monitoring process so that it can reduce sufferers of sleep apnea disorders.
A Digital Pressure Meter Equipped with Pressure Leak Detection
Septian Nur Wahyu Erdyansyah;
Torib Hamzah;
Dyah Titisari
Jurnal Teknokes Vol 14 No 2 (2021): September
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35882/teknokes.v14i2.2
A manual sphygmomanometer is an instrument used to measure blood pressure, and consists of an inflatable cuff, a mercury manometer (or aneroid gauge) and an inflation ball and gauge. To assess the condition, accuracy and safety of mercury and anaeroid sphygmomanometers in use in general practice and to pilot a scheme for sphyg- momanometer maintenance within the district. Therefore, it must be calibrated periodically. Using the MPX 5050GP sensor as a positive pressure sensor. Requires a maximum pressure of 300 mmHg. This tool is also equipped with a SD Card as external storage. The display used in this module is TFT Nextion 2.8”. After conductings measurements of the three comparisons consisting of Multifunction, DPM and mercury tensimeter to 6 times, the smallest result 0 mmHg and the largest results 251.52 mmHg. While the error in mercury tensimeter’s of leak test to module and rigel is 0.56% and 0.404%.