cover
Contact Name
Ns. Made Ermayani, M.Kep
Contact Email
ermayani.made@gmail.com
Phone
+6281392200104
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Pasundan No. 21
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD)
ISSN : -     EISSN : 26853086     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
The Focus and scope of Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) is contains scientific articles related to nursing research that covers particular issues on education and practice.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2024): October" : 8 Documents clear
Kesiapan Perawat Dalam Mengikuti Asesmen Kompetensi Di Rumah Sakit : Studi Deskriptif PURNOMO, DWI PURNOMO; Damanik, Chrisyen Damanik
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 2 (2024): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i2.430

Abstract

Latar Belakang : Penyelenggaran asesmen kompetensi perawat berdasarkan jenis dan kualifikasi perawat klinis, dengan informasi bagaimana kesiapan perawat dalam mengikuti asesmen kompetensi. Kompetensi seorang perawat memberikan peranan penting untuk meningkatkan kualitas mutu asuhan keperawatan. Tujuan : Terdeskripsikan kesiapan perawat dalam mengikuti asesmen kompetensi di RSUD Malinau tahun 2023 serta karakteristik responden. Objek responden penelitian adalah perawat klinis I-III. Metode : Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Dalam proses pengumpulan data menggunakan pendekatan secara cross sectional dimana objek penelitian diukur secara bersamaan dalam waktu yang sama. Penelitian dilakukan pada bulan januari 2024 dengan melibatkan 90 responden dengan metode total sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner kesiapan perawat dalam mengikuti asesmen kompetensi dengan mengembangkan kalimat modifikasi dari penelitian sebelumnya yang hasil analisis berupa data deskriptif yang dilengkapi dengan tabel. Hasil : Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin perempuan dengan jumlah 63 perawat (70,0%), usia perawat terbanyak yaitu 31–40 tahun sebanyak 58 responden (64,4%), pendidikan terakhir responden sebanyak 63 perawat (70,0%), dan lama bekerja di RSUD Malinau terbanyak 10 tahun sebanyak 52 perawat (57,8%). Kesiapan dikategori berdasarkan jenis kelamin proporsi perempuan paling besar adalah tidak siap dengan (35,6%), usia paling besar adalah tidak siap pada usia 31-40 tahun dengan (36,7%), pendidikan terakhir paling besar adalah siap pada D3 Keperawatan dengan (36,7%), lama bekerja >10 tahun paling besar adalah berbanding sama antara siap dan tidak siap yaitu 26 responden (28,9%). Kesimpulan : Sebagaian besar responden memiliki kategori siap dalam mengikuti asesmen kompetensi, kesiapan ini berjumlah 46 responden dengan persentase 51,1%.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN PERSIAPAN COLONOSCOPY PADA PERAWAT RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X TANGERANG SELATAN prabawati, dewi; Apriyanto, Ade
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 2 (2024): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i2.436

Abstract

Colonoscopy berfungsi sebagai deteksi dini adanya keganasan kolorektal atau gangguan sistem pencernaan lain. Kegagalan dalam pelaksanaan tindakan colonoscopy salah satunya karena persiapan yang tidak dilakukan dengan benar sehingga pembersihan usus tidak maksimal dan berakibat pada penundaan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan persiapan colonoscopy pada perawat rawat inap di RS X Tangerang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kuasi eksperimen. Responden penelitian berjumlah 122 orang yang dibagi 61 orang sebagai kelompok intervensi dan 61 orang sebagai kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan tehnik simple random sampling. Kelompok intervensi diberikan edukasi terkait persiapan colonoscopy dalam 2x pertemuan selama 5 hari. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan persiapan tindakan colonoscopy. Hasil statistic Wilcoxon menunjukkan terdapat pengaruh bermakna pada pengetahuan persiapan colonoscopy setelah diberikan intervensi edukasi (p-value =0,008); hasil statistic Mann Whitney menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada post kelompok kontrol dan intervensi (p-value 0,000). Disarankan agar pihak RS dapat memfasilitasi pemberian edukasi terkait persiapan colonoscopy bagi perawat karena terbukti dapat meningkatkan pengetahuan sehingga kegagalan persiapan colonoscopy dapat diminamilisir
Video Animasi Sebagai Media Edukasi Menurunkan Stigma Gangguan Jiwa Remaja Kurniati, Safra Ria; Khariroh, Shamilatul; Ernawati, Ernawati; Nurlis, Putri Apricilia
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 2 (2024): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i2.444

Abstract

Gangguan jiwa merupakan salah satu isu kesehatan mental yang menjadi perhatian utama dunia saat ini. Perkembangan teknologi memungkinkan arus informasi yang diterima menjadi tidak terbendung, salah satunya tentang isu gangguan jiwa. Akan tetapi stigma gangguan jiwa masih dirasakan tinggi, termasuk pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendidikan kesehatan melalui media video animasi berpengaruh terhadap stigma gangguan jiwa pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah 82 siswa dan siswi SMP dengan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Social Distance Scale untuk mengukur stigma mengenai gangguan jiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai mean pretest adalah 26,23 dengan SD ±3,72 dan nilai mean posttest sebesar 22, 54 dengan SD ±4,86. Uji paired t-test menunjukkan bahwa p value sebesar 0,001. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan video animasi secara signifikan bisa berpengaruh terhadap stigma gangguan jiwa pada remaja. Perawat jiwa dalam hal ini dapat menggunakan media yang lebih menarik seperti media video animasi dalam memberikan pemdidikan kesehatan pada remaja untuk mengurangi stigma gangguan jiwa
Hubungan Dukungan Keluarga Emosional dan Penghargaan dengan Kualitas Hidup Lansia Pasca Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Kapih fitri, sela fitri
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 2 (2024): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i2.448

Abstract

Jika Lansia pasca Stroke tidak mendapat perawatan dan pengobatan yang tepat, maka kualitas hidupnya akan berdampak negatif. Keluarga mempunyai tugas untuk merawat dan memberi dukungan moral serta kebutuhan rohani kepada lansia. Tujuan studi ini adalah untuk memahami hubungan antara dukungan keluarga Emosional dan Penghargaan dengan kualitas hidup para lanjut usia setelah mengalami Stroke di wilayah kerja puskesmas Sungai Kapih Samarinda. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan studi potong lintang. Wilayah kerja Puskesmas Sungai Kapih berjumlah 87 orang lansia yang menjadi populasi penelitian. Terdapat 87 lansia pasca Stroke yang tinggal bersama keluarganya di daerah kerja Puskesmas Sungai Kapih dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode Total Sampling. Alat pengumpulan informasi dalam bentuk kuesioner mengenai dukungan emosional dan penghargaan keluarga serta kehidupan bersama. Metode statistik yang digunakan adalah Spearman Rank. Kesimpulan: mayoritas lansia mendapat dukungan keluarga Emosional yang tinggi dengan kualitas hidup yang baik yaitu sebanyak 51 responden (81,0%), dan dukungan penghargaan yang tinggi dengan kualitas hidup baik yaitu sebanyak 43 responden (95,6%). Kebanyakan lansia juga memiliki kualitas hidup yang baik, yaitu 54 responden (62,1%). Hubungan dukungan emosional dan penghargaan keluarga dengan kualitas hidup lansia pasca Stroke adalah signifikan (p = 0,000).
HUBUNGAN KADAR GULA DARAH DENGAN KELELAHAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Hidayat, Bayu Febriandhika; Kristina
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 2 (2024): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i2.456

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan menjadi salah satu gejala yang sering dikeluhkan oleh penderita diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2, yang dikenal dengan istilah Diabetes Fatigue Syndrome (DFS). Kelelahan terkait diabetes dapat terjadi pada penderita diabetes tanpa melakukan aktivitas saat di rumah, namun penderita diabetes cenderung untuk mengabaikan kelelahan yang dirasakan untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaannya. Kadar gula darah yang tinggi sering diasumsikan sebagai salah satu penyebab penderita diabetes melitus mengalami kelelahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gula darah dengan kelelahan pada penderita diabetes. Metode: penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Secara keseluruhan jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 50 responden. Data di analisis menggunakan uji koefisien korelasi di microsoft excel. Hasil: gula darah responden <126 mg/dL berjumlah 13 orang, 126 – 200 mg/dL berjumlah 25 orang dan >200 mg/dL berjumlah 12 orang. Responden yang mengeluhkan kelelahan berjumlah 39 orang (78%) sedangkan 11 orang responden tidak mengeluhkan kelelahan (22%). Penelitian ini menunjukan hubungan yang lemah antara gula darah dan kelelahan pada penderita diabetes dengan nilai koefisien korelasi 0.2677. Kesimpulan: Hubungan antara gula darah dengan kelelahan pada penderita diabetes memiliki korelasi lemah, hal ini bisa disebabkan karena kelelahan pada diabetes bersifat multifaktorial. Saran: peneliti selanjutnya bisa mengaitkan lebih banyak variabel dalam penelitian yang berhubungan dengan kelelahan pada diabetes. Kata kunci: Kelelahan, Gula Darah, Diabetes
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MANAJEMEN DIRI PASIEN DIABETES MELITUS TIP 2 DI POLI RAWAT JALAN SATU RS SWASTA PALANGKA RAYA AMK, Apir; Titin, Rolina
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 2 (2024): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i2.457

Abstract

Manajemen diri pada penderita diabetes mellitus tipe 2 merupakan suatu tindakan yang bertujuan untuk melindungi pasien terhadap penyakitnya dan sebagai upaya mencegah terjadinya komplikasi. Selain manajemen diri, penderita diabetes melitus juga perlu memiliki pengetahuan yang baik agar mampu mengelola masalah kesehatannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan manajemen diri pasien diabetes melitus tipe 2 di poliklinik rawat jalan salah satu rumah sakit swasta di Palangka Raya. Metode menggunakan metode korelasional dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tingkat pengetahuan tentang diabetes melitus (DKQ 24) dan angket manajemen diri diabetes melitus (DSMQ) yang bersifat tertutup karena telah mempunyai 40 pilihan jawaban dan dibagikan kepada responden pada bulan Februari-Maret 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan manajemen diri pasien diabetes melitus tipe 2 di poliklinik rawat jalan tunggal RS Swasta Palangka Raya, dengan p value = 0,05 dengan Sperman’s rank correlation sebesar 0,006. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan manajemen diri pasien diabetes melitus tipe 2 di poliklinik rawat jalan salah satu rumah sakit swasta di Palangka Raya. Peran tenaga kesehatan diperlukan dalam dalam memberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan pasien diabetes melitus tipe 2 agar manajemen diri dapat tercapai optimal.
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DAN GAYA HIDUP TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN HIPERTENSI Siregar, Maya Ardilla; Muthia Deliana; Dedi; Putri Purnama Sari
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 2 (2024): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i2.464

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam kurun waktu yang lama) yang dapat menyebabkan kesakitan pada seseorang dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Seseorang dapat disebut menderita hipertensi jika didapatkan tekanan darah sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stress dan gaya hidup terhadap Kualitas Tidur Pada Pasien Hipertensi Di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia Medan 2023. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Survei Analitik dengan pendekatan Cross Sectional, menggunakan uji chi- square. Populasi dalam penelitian ini adalah Pasien penderita hipertensi dirawat di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia, dengan jumlah populasi 514 orang , sedangkan sampel yang digunakan adalah Purvosive Sampling dengan rumus Slovin yaitu sebanyak 83 responden. Berdasarkan hasil peneliti analisa dengan menggunkan uji chi-square memperlihatkan bahwa terdapat hubungan faktor gaya hidup terhadap kualitas tidur (p value=0,00). Dan terdapat hubungan faktor tingkat stres terhadap kualitas tidur (p value=0,01). Kesimpulan: ada hubungan antara tingkat stress dan gaya hidup terhadap kualitas tidur pada pasien dengan hipertensi
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA Literature Review Pratama, Tirta Arya
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 2 (2024): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i2.465

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan seseorang yang sudah memiliki umur 60 tahun. Resiko terjadinya gangguan psikologis terjadi dua kali lipat lebih tinggi pada kalangan lansia daripada dewasa. Depresi merupakan gangguan emosional yang sifatnya berupa perasaan tertekan, tidak merasa bahagia, sedih, tidak berharga dan tidak mempunyai semangat. WHO memperkirakan 3,8% dari populasi mengalami depresi, termasuk 5% orang dewasa (4% pada pria dan 6% pada wanita), dan 5,7% orang dewasa yang berusia lebih dari 60 tahun. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok yang di lakukan oleh peneliti sebelumnya terhadap tingkat depresi pada lansia. Metode Penelitian: Systematic literature review (SLR) yang berfokus pada pengaruh terapi aktivitas kelompok terhadap tingkat depresi pada lansia, Teknik pengumpulan data menggunakan tiga database yaitu google scholar, pubmed dan science direct. Hasil Penelitian: Terapi aktivitas kelompok yang di lakukan oleh peneliti sebelumnya sangat efektif untuk menurunkan tingkat depresi pada lansia terlihat pada metode yang dilakuan berbeda-beda di Indonesia. Kesimpulan: Kondisi depresi sesudah diberikan terapi aktivitas kelompok lansia mengalami perbaikan dan perlu dukungan oleh pemerintah.

Page 1 of 1 | Total Record : 8