cover
Contact Name
Fitriani
Contact Email
fitrianihuni@uho.ac.id
Phone
+6285298243005
Journal Mail Official
jurnal_jagat@uho.ac.id
Editorial Address
Jurusan Geografi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Jl. H.E.A. Mokodompit, Kampus Hijau Bumi Tridharma, Universitas Halu Oleo
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25499181     EISSN : 26846705     DOI : -
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) merupakan majalah Ilmiyah yang membaha teori dan praktik geografi serta kajian geografi fisik, pengindraan jauh, perencanaan dan pengembangan wilayah yang relevan dengan Negara Indonesia. Terbit pertama kali tahun 2017. Frekuensi terbit sebanyak dua kali dalam setahun, yang diterbirkan oleh Jurusan Geografi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 116 Documents
Pola Spasial Persebaran Tingkat Kerentanan Wilayah Terhadap Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara Mizan, Rahmat azul; Widayati, Weka; Harimudin, Jamal
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 1, No 1 (2017): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1334.95 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v1i1.6338

Abstract

Kota Baubau merupakan enam Kabupaten/Kota yang menjadi daerah dengan tingkat kasus demam berdarah tertinggi salama periode 2010 sampai 2014.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola kejadian demam berdarah dengue dan sebaran tingkat kerentanan wilayah terhadap penyakit demam berdarah dengue di Kota Baubau. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif yang berbasis penginderaan jarak jauh dan sistem informasi geografi berdasarkan proses observasi, interpretasi citra satelit dan pemberian skor terhadap variabel penelitian yang terdiri dari penggunaaan lahan, kepadatan permukiman, pola permukiman, kepadatan penduduk, jangkauan terbang nyamuk infektif, curah hujan, suhu udara dan kelembaban udara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tetangga terdekat (analysis nearest neighbor) dan analis tumpang susun (overlay). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola kejadian demam berdarah dengue di Kota Baubau terjadi secara mengelompok (clustered) dengan nilai indeks 0,371705. Pengelompokan kasus demam berdarah terjadi di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Wolio, Murhum, Betoambari dan Kecamatan Batu Puaro.  Secara umum Kota Baubau dikategorikan rentan terhadap penyakit demam berdarah dengue dengan persentase luas wilayah rentan dan sangan rentan sebesar 22,91% dan 15,61%. Sebaran kerentanan wilayah terhadap penyakit demam berdarah dengue dengan kategori tinggi ditemukan pada Kecamatan Wolio, Kecamatan Murhum, Kecamatan Betoambari dan Kecamatan Batu Puaro.Kata Kunci:Pola Spasial, Persebaran, Tingkat Kerentanan, DBDDOI : 10.5281/zenodo.2658155
Kajian Risiko Bencana Banjir di Kota Baubau Harimudin, Jamal; Salihin, Iradat; Fitriani, Fitriani
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 1, No 2 (2017): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.073 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v1i2.6343

Abstract

Kota Baubau merupakan daerah yang rawan terhadap bencana dengan kelas risiko tinggi, sehingga perlu dilakukan penelitian yang berhubungan dengan indeks dan identifikasi bencana banjir, indeks kerentanan dan indeks kapasitas. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis penentuan penentuan indeks dan identifikasi ancaman bencana banjir, analisis indeks kerentanan dan analisis indeks kapasitas. Hasil penelitian yaitu hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah Kota Baubau masuk kategori kelas indeks ancaman bencana banjir rendah hingga tinggi. Hasil analisis menunjukan bahwa wilayah di Kota Baubau memiliki kelas indeks penduduk terpapar bencana konflik sosial rata-rata sedang dengan skor antara 0.47 – 0.58 dan luas wilayah 31,652.69 ha. Tingkat Ancaman Bencana Banjir di Kota Baubau berada pada ringkat rencah sedang dan sedang sedang. Hasil Analisis Indeks Kapasitas semua Bencana, termaksud banjir berada pada kelas indeks rendah.Kata Kunci: Bencana Banjir, Risiko, Kota BaubauDOI : 10.5281/zenodo.2658808 
Analisis Tinggi Gelombang Laut Di Perairan Sulawesi Tenggara Dan Laut Banda Ditinjau Dari Perspektif Dinamika Meteorologi Istiyono, Adi; Muliddin, Muliddin; Iskandar, Ahmad
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 1, No 2 (2017): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.261 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v1i2.6348

Abstract

Informasi tinggi gelombang dan angin sangat diperlukan masyarakat, khusus yang selalu menggunakan transportasi laut, pembangunan infrastruktur laut dan para nelayan tangkap di Perairan Sulawesi Tenggara dan Laut Banda.Gelombang laut yang sering terjadi, penyebabnya didominasi oleh faktor angin sebagai salah satu unsur cuaca akibat adanya dinamika meteorologi di atmosfer.Matahari sebagai penggerak dinamika meteorologi yang menyebab perubahan angin setiap musim barat dan musim timur.Interaksi laut dan atmosfer berupa tranfer energi angin dengan permukaan laut yang menyebabkan gelombang laut terjadi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola karakteristik tinggi gelombang pada saat musim barat dan musim timur serta mengetahui pola karakteristik arah kecepatan angin pada musim barat dan musim timur. Metode dalam  menganalisis penelitian ini dengan menggunakan aplikasi wind wave05 untuk mengkonversi data angin pemodelan dalam format grib menjadi data tinggi gelombang. Hasil penelitian menujukan bahwa tinggi gelombang maksimum dan kecepatan angin maksimum terjadi pada saat musim timuran dengan arah angin dari tenggara serta tinggi gelombang minimum dan kecepatan angin minimum terjadi pada saat musim baratan dengan arah angin dari barat sampai barat laut.Kata Kunci : Tinggi Gelombang, Dinamika Meteorologi, Wind Wave05DOI : 10.5281/zenodo.2658824
Deteksi Perubahan Tutupan Lahan Menggunakan Metode Linear Spectral Mixture Analysis (LSMA) Pada Citra Landsat (Studi Kasus: Kota Raha dan Sekitarnya) Yuyun, Yuyun; Usman, Ida; Sawaludin, Sawaludin
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 2, No 1 (2018): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.737 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v2i1.6353

Abstract

Kehetterogenan daerah perkotaan, serta keterbatasan kemampuan sensor pada resolusi spasialnya membutuhkan analisis pada level sub-piksel. Piksel campuran dalam data penginderaan jauh merupakan salah satu sumber kesalahan dalam penilaian akurasi hasil klasifikasi dalam menggunakan metode Klasifikasi konvesional. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis perubahan tutupan lahan antara Tahun 2002-2014. (2) Untuk mengetahui perubahan tutupan lahan berdasarkan metode LSMA. (3) Menganalisis akurasi hasil klasifikasi tutupan lahan yang diperoleh dengan menggunakan metode LSMA pada Tahun 2002 dan Tahun 2014. Linear spectral Mixture Analysis merupakan suatu metode pendekatan dengan menggunakan analisa sub-piksel yang dapat member informasi fraksi yang ada dalam satu piksel, sehingga dapat menjadi solusi yang potensial untuk mengklaskan satu piksel. Beberapa tahap pemrosesan juga diterapkan dalam penelitian ini untuk meningkatkan hasil akurasi, yaitu Minimum Noise Fraction dan Pixel Purity Index (PPI). Nilai fraksi endmember untuk tahun 2002 diperoleh RMS Error rata-rata sebesar 0,591477 dan untuk tahun 2014 diperoleh RMS Error sebesar 1,255820, dengan uji akurasi rata-rata sebesar 94,11%. Hasil deteksi perubahan melalui metode LSMA mampu menunjukkan perubahan pada setiap piksel atau pada setiap luasan 30 m x 30 m.Kata Kunci : Liner Spectral Mixture Analysis, Minimum Noise Fraction, Pixel Purity IndexDOI : 10.5281/zenodo.2667847
Aplikasi Sistem Informasi Geografi Untuk Pemodelan Tiga Dimensi Daerah Ancaman Banjir Di Kecamatan Kambu Kota Kendari Apdal, Muhammad; Saleh, Fitra; Mey, Djafar
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 2, No 2 (2018): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.031 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v2i2.6359

Abstract

Sistem informasi geografi mampu menyajikan bentuk pemodelan dari satu fenomena hidrologi seperti banjir perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab banjir dan Melihat distribusi nya serta memvisualisasikan dalam bentuk pemodelan tiga dimensi area ancaman banjir yang terjadi di Kecamatan Kambu Kota Kendari. Proses pembuatan peta ancaman banjir dilakukan dengan mengguanakan metode pembobotan berjenjang. Pembobotan dilakukan pada setiap parameter penyebab banjir yakni penggunaan lahan, curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, kualitas kawasan terbangun,pola kawasan terbangun dan jarak sungai. Hasil overlay parameter-parameter tersebut menghasilkan peta ancaman banjir dengan luas tingakta ancaman tinggi seluas 338.51 Ha, untuk tingkatan sedang seluas 834.33 Ha dan untuk tingkatan sedang seluas 117.51 Ha. Data tersebut kemudian di visualisasikan dalam bentuk pemodelan 3 dimensi yang di hasilkan dari data DEM yang di ubah menjadi data TIN (Triangulated Irregular Network).Kata Kunci: Sistem Informasi Geografi, Banjir, Pemodelan Tiga DimensiDOI : 10.5281/zenodo.3354730
Kajian Kinerja Layanan Dan Proyeksi Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Pdam Pada Pelanggan Domestik Di Kecamatan Mandonga Ido, Irfan; Iskandar, Indica; Karim, Jufri
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 3, No 1 (2019): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.234 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v3i1.6365

Abstract

PDAM merupakan perusahaan daerah sebagai penyedia air bersih yang diawasi dan dimonitor oleh eksekutif maupun legislatif. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui kinerja layanan air bersih pada PDAM di Kecamatan Mandonga Kota Kendari (2) Untuk mengetahui kondisi eksisting pemenuhan kebutuhan air bersih PDAM pada Domestik di Kecamatan Mandonga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pada kategori padat variabel yang perlu diperbaiki terdapat pada variabel 1 dan 2 yaitu penyaluran air ke tempat tinggal dan kebersihan serta kejernihan air, untuk kategori cukup padat variabel yang perlu diperbaiki terdapat pada variabel 2 yaitu kebersihan serta kejernihan air, dan kategori tidak padat variabel yang perlu diperbaiki terdapat pada variabel 1 dan 2 yaitu penyaluran air ke tempat tinggal dan kebersihan serta kejernihan air. Sehingga dapat dikatakan  kategori padat dan tidak padat perlu adanya perbaikan yang lebih dibandingkan kategori cukup padat, (2) Kondisi eksisting pemenuhan kebutuhan air bersih PDAM pada Domestik di Kecamatan Mandonga dilihat dari persebaran pipa sambungan rumah tangga namun untuk kondisi esksisting di Kecamatan mandonga mengalami kendala seperti kebocoran pipa air, kerusakan pipa SSRt, banyaknya sambungan SSRt yang menumpuk disatu saluran, Kurangnya pemeliharaan pada pipa-pipa utama, dan tidak adanya penggantian pada pipa-pipa lama yang mengakibatkan kurang lancarnya pendistribusia air bersih. Yang artinya tidak terpenuhinya kebutuhan air bersih di Kecamatan Mandonga.Kata Kunci : Kajian Kinerja Layanan, PDAM, Pelanggan DosmetikDOI : 10.5281/zenodo.3354859
Analisis Daya Tampung Persampahan di Kota Kendari (Studi Kasus Kecamatan Poasia) Tohari, Amin; Usman, Ida; Indriasary, Anita; Muhtar, Deriyanto
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 3, No 2 (2019): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.716 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v3i2.9265

Abstract

Masalah persampahan merupakan masalah penting seiring dengan perkembangan jumlah penduduk. Peningkatan volume sampah yang tidak diikuti dengan perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, mengakibatkan permasalahan sampah menjadi kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk : (1)  mengukur volume timbulan sampah ; (2) untuk mengetahui kondisi eksisting tempat sampah yang ada di Kecamatan Poasia. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini untuk tujuan (1) metode Analisis deskriptif kuantitatif; untuk tujuan (2) digunakan metode statistik menghitung laju volume timbulan sampah serta membuat rancangan alat pengukur volume timbulan sampah. Pengambilan contoh timbulan sampah dilakukan berdasarkan SNI 19-3964-1994.. Hasil  penelitian ini antara lain: (1) Kondisi perwadahan sampah di Kecamatan Poasia kurang baik terutama di pemukiman baru yang belum mempunyai bak sampah, selain itu jumlah bak sampah masih perlu di tambahkan di kelurahan Rahandouna, Kelurahan Anduonuhu dan Kelurahan Anggoeya Kondisi persampah Kecamatan Poasia saat ini yakni 60% warga tidak memiliki wadah sampah, sistem pengumpulan sampah dominan tidak ada karena jumlah TPS yang ada sangat minim; (2) Penyumbang sampah terbanyak di Kecamatan Poasia yakni pertama Kelurahan Rahandouna dengan volume sampah 33.887,4 m³, selanjutnya Kelurahan Anduonuhu 33.976,8 m³, kemudian Kelurahan Anggoeya 16.801,29 m³dan Kelurahan Matabubu 4.285,71 m³. Kata Kunci: Analisis Daya Tampung PersampahanDOI: 10.5281/zenodo.3607201
Aplikasi Teknologi Penginderaan Jauh Untuk Kajian Densifikasi Bangunan di Kota Kendari Fitriani, Sani; Usman, Ida; Sawaludin, Sawaludin
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 3, No 2 (2019): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.056 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v3i2.9451

Abstract

Pesatnya perkembangan kota berdampak pada peningkatan jumlah bangunan di Kota Kendari. Pemanfaatan informasi dari penginderaan jauh merupakan salah satu  solusi untuk memantau pemadatan bangunan. Metode yang digunakan untuk identifikasi kepadatan bangunan  dalam penelitian ini adalah interpretasi hibrida yakni penggabungan antara interpretasi visual dan digital (Transformasi Urban Index). Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui kondisi densifikasi bangunan di Kota Kendari; (2) mengetahui kecepatan dan arah densifikasi bangunan di Kota Kendari. Hasil dari penelitian ini adalah  (1) terjadi peningkatan luasan bangunan pada tahun 1998-2018. Pada tahun 1998 luas total bangunan adalah 3.008,64 ha meningkat menjadi 4.006,74 ha pada tahun 2008, dan meningkat lagi pada tahun 2018 menjadi 4.709,49 ha; (2) rata-rata kecepatan perubahan kepadatan bangunan pada tahun 1998-2018 seluas 84,52 ha/tahun. Perubahan densifikasi bangunan  dari Timur ke arah Barat, Barat Daya dan Selatan, yang banyak terjadi di daerah pusat kota, sepanjang jalan utama, dan daerah pinggiran kota.Kata kunci: Interpretasi Hibrida, Densifikasi Bangunan, Penginderaan Jauh, Kota KendariDOI: 10.5281/zenodo.3607293
Pemetaan Risiko Kerentanan Wilayah Terhadap Banjir Di PesisirTeluk Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Bahir, Nitrawati; Yunus, Lukman; Sawaludin, Sawaludin
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 1, No 1 (2017): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.444 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v1i1.6339

Abstract

Risk Mapping Vulnerability towards Flooding at the Gulf Coast Kendari, Southeast Sulawesi Province. Thesis, Kendari: Faculty of Earth Science and Technology, Halu Oleo University, July 2016.The study area in this study includes the entire Gulf coast of Kendari which consist of six sub-districts and 45 villages. The technique of collecting data is through the data used is the method ofGeographical Information Systems (GIS) towards skoring, weighting and overlay each parameter. The parameters that used are elevation, land use, soils, rivers, rainfall, spatial pattern an conditions of the shoreline.The result of this study is: (I) the very low risk is at an altitude of 51-100 masl for the district of Poasia and Abeli, in the district of Poasia also contained the risk level at a height of 0-25 masl which also scattered in the district of Kambu. From the district Mandonga, West Kendari and the District of Kendari, spead at an altitude of51 to more than 400 masl. (II) The low risk is at an altitude of 26-51 masl Mandonga at a height of 0-26 masl, West Kendari and contained at an altitude of 51-100 masl. The higher risk (III) are distributed unevenly across the district and be at the certain height in each district. 0-50 masl and contained in all districts with a scale which not widely. (IV) A very high of vulnerabilities is at an altitude of 0-25 masl at the entire coastal region of the location of research.Keywords: Risk, Vulnerability, Flood, bay GISDOI : 10.5281/zenodo.2658186
Identifikasi Trend Perubahan Daerah Rawan Banjir (Studi Kasus : Kabupaten Kolaka Utara) Ulfa, Ulfianti; Mey, Djafar; Kurniawan, Surya
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 1, No 2 (2017): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.318 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v1i2.6344

Abstract

Terdapat 11 banjir yang tercatat yang telah terjadi di Kabupaten Kolaka Utara sejak 2013 hingga 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab banjir, tren perubahan banjir, mengetahui distribusi lahan rawan banjir. Penelitian ini menerapkan analisis atribut dengan penilaian dan pembobotan serta analisis spasial dengan overlay analysis. Penilaian dan pembobotan dilakukan dengan skor dan parameter yang berpengaruh. Analisis spasial dilakukan dengan overlay terhadap peta tematik satu dengan yang lain. Hasil analisis menunjukkan beberapa penyebab banjir di Kabupaten Kolaka Utara, terdiri dari Penggunaan Lahan, Curah Hujan, Lereng, Tekstur Tanah, Surfer Drainase dan Buffer Sungai. Pola distribusi banjir digolongkan ke dalam 5 kelas yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan tidak ada risiko , yang tersebar di daerah pegunungan dengan kemiringan 0% -15%, tekstur tanah sangat halus dan halus, penggunaan lahan tambak, permukiman dan kebun campur, dan pemukiman berkembang di sepanjang tepi sungai. Tren perubahan di daerah rawan banjir dari tahun 2013 hingga 2016 meningkat di Kodeoha 11.420,9 Ha, Kecamatan Lambai 1.239,3 Ha, Kecamatan Pakue 26.200,6 Ha, Kecamatan Tengah Pakue 70.821,3 Ha, Kabupaten Pakue Utara 85.993,3 Ha dan Kecamatan Porehu 42.117,2 Ha dan Kecamatan Ranteangin 18.230,6 Ha. Perubahan di daerah rawan banjir juga menurun di wilayah Kabupaten Lasusua 6.251,7 Ha, Kecamatan Batu Putih 10.129,1 Ha, Kecamatan Ngapa 5.530,5 Ha dan Kecamatan Wawo 9.093,6 Ha. Kata Kunci : Banjir, Pembobotan, Overlay, Tren, Pola DistribusiDOI : 10.5281/zenodo.2658816

Page 4 of 12 | Total Record : 116