cover
Contact Name
Fitriani
Contact Email
fitrianihuni@uho.ac.id
Phone
+6285298243005
Journal Mail Official
jurnal_jagat@uho.ac.id
Editorial Address
Jurusan Geografi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Jl. H.E.A. Mokodompit, Kampus Hijau Bumi Tridharma, Universitas Halu Oleo
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25499181     EISSN : 26846705     DOI : -
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) merupakan majalah Ilmiyah yang membaha teori dan praktik geografi serta kajian geografi fisik, pengindraan jauh, perencanaan dan pengembangan wilayah yang relevan dengan Negara Indonesia. Terbit pertama kali tahun 2017. Frekuensi terbit sebanyak dua kali dalam setahun, yang diterbirkan oleh Jurusan Geografi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 116 Documents
Analisis Spasio Temporal Sebaran Permukiman di Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe Nurvyana, Lola; Widayati, Weka; Harimudin, Jamal
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 3, No 2 (2019): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.453 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v3i2.9263

Abstract

Terdapat keterkaitan erat antara aktivitas penduduk dengan lahan permukiman, sehingga lahan permukiman  bersifat sangat dinamis. Pertumbuhan penduduk secara umum membutuhkan ketersediaan lahan, baik untuk tempat tinggal maupun fasilitas untuk usaha.Tujuan dari penelitian ini antara lain: (1) untuk mengetahui pola sebaran permukiman didaerah Kecamatan Unaaha dari tahun 2014-2018;  (2) untuk mengetahui faktor fisik dan faktor non fisik  yang mempengaruhi pola sebaran permukiman di Kecamatan Unaaha. Metode penelitian ini yaitu, metode kuantitatif. Hasil penelitian antara lain: (1) pola sebaran permukiman di Kecamatan Unaaha yaitu mengelompok (Kel. Wawonggole, Kel. Tuoy, Kel. Latoma, Kel. Tumpas, Kel. Puunaha, Kel.Asambu dan Kel.Unaaha) dan acak (Kel.Asinua, Kel. Ambekaeri, Kel. Tobeu, Kel. Arombu, Kel. Inolobunggadue); (2) faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangan permukiman di Kecamatan Unaaha, yaitu faktor fisik berupa kemiringan lereng. Kata Kunci: Pola, Permukiman, Spasio TemporalDOI : 10.5281/zenodo.3607172
Pemetaan Sebaran Total Suspended Solid (TSS) Dan Khlorofil-a (Chl-a) Pada Perairan Sungai Wanggu Menggunakan Citra Sentinel-2 Sartika, Marwa; Jaya, Laode M. Golok; Nurgiantoro, Nurgiantoro
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 3, No 2 (2019): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.449 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v3i2.9268

Abstract

Total Suspended Solid (TSS) dan Khlorofil-a (Chl-a) merupakan beberapa parameter penentu kualitas badan air. Penelitian ini bertujuan untuk : Mengetahui konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) dan kandungan Khlorofil-a (Chl-a) di sepanjang Sungai Wanggu berdasarkan data survey lapangan serta untuk memetakan pola sebaran spasial konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) dan Khlorofil-a (Chl-a) pada perairan Sungai  Wanggu. Metode yang digunakan untuk menganalisis konsentrasi TSS dan Chl-a untuk data lapangan menggunakan metode gravimetrik dan metode spektrofotometri sedangkan analisis konsentrasi TSS dan Chl-a data citra menggunakan algoritma model  yang dibangun melalui korelasi (R2) antara panjang gelombang kanal pada citra SENTINEL-2B dengan jumlah konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) dan Khlorofil-a (Chl-a). Hasil pemodelan algoritma baru TSS diperoleh persamaan korelasi (R2) sebesar 0,6605 dengan NMAE memenuhi syarat <30% yaitu sebesar 11.77 %, sedangkan untuk pemodelan algoritma baru Chl-a diperoleh persamaan baru dengan korelasi (R2) sebesar 0,6117 dengan NMAE memenuhi syarat <30% yaitu sebesar 15.93 %. Sebaran spasial untuk Total Suspended Solid (TSS) menunjukkan penurunan konsentasi kearah hilir sungai dan meningkat kearah hulu sungai, sedangkan pada Khlorofil-a (Chl-a) terjadi peningkatan kearah hilir sungai dan menurun kearah hulu sungai.Kata Kunci : Perairan Sungai Wanggu, Total Suspended Solid, Khlorofil-a, Citra SENTINEL 2B,   NMAEDOI: 10.5281/zenodo.3607250
Pemetaan Kawasan Permukiman Kumuh di Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari Aprilia, Nuning; Ido, Irfan; Sawaludin, Sawaludin
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 1, No 1 (2017): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.006 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v1i1.6337

Abstract

Research in Kendari Barat District of Kendari City is done to identify neighborhood slums, to map the regional distribution of the slums and to determine the total area of the slums. This study was conducted in May-June, 2016. Identification of a slum area done by considering several criteria such as the density of buildings, the feasibility of building, environmental accessibility, environmental drainage, water services, waste water management and waste management. Results from this study showed that the level of untidiness in the district of Kendari Barat consists of three classes of seedy mild, moderate seedy and rundown weight. For a rundown light scattered at several village ie village Kemaraya, Watu-watu, Tipulu, Punggaloba and Dapu-dapura, which also consists of several neighborhoods, with an area of slums by 25.343 ha. While mild slums spread almost in each village that is located in the Village Kemaraya, Lahundape, Watu-watu, Benu-benua, Sodohoa, Sanua and Dapu-dapura with an area 30.675 ha, slums in the region are also scattered in several neighborhoods. And for heavy slums contained in four villages, namely the village Tipulu, Punggaloba, Sodohoa and Sanua with an area of 11.53 ha.Keywords : Slum Area, Slum criteria, Settlement ClassDOI :  10.5281/zenodo.2658161
Kajian Perubahan Penutupan Lahan Menggunakan Citra Satelit Multi Temporal Di Kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Provinsi Sulawesi Tenggara Hacrawati, Hacrawati; Mey, Djafar; Saleh, Fitra
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 1, No 1 (2017): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.113 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v1i1.6342

Abstract

Perubahan penutupan lahan merupakan proses berubahnya luasan area pada suatu tutupan dan guna lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui perubahan tutupan lahan di kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai National Park dengan menggunakan citra LANDSAT 7 tahun 2006 dan citra LANDSAT 8 tahun 2015. Metode yang digunakan dengan melakukan klasifikasi terbimbing berdasarkan kemiripan maksimum (maximum likelihood). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2000, tahun 2006 dan tahun 2015 menunjukkan adanya perubahan vegetasi pada lahan antara lain alang-alang, hutan primer, hutan rawa, hutan sekunder, lahan terbuka, hutan mangrove, lading, rawa dan semak belukar. Rata-rata perubahan luasan pada periode tahun 2000-2006 sebesar 51.953,38 ha dan pada periode tahun 2006-2015 sebesar 42.633,71 ha. Perubahan penutupan lahan di kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) terjadi karena alih fungsi lahan hutan dan alang-alang menjadi penggunaan lahan berupa perladangan.Kata Kunci : Perubahan Penutupan Lahan, Citra Multi Temporal, Klasifikasi Terbimbing DOI : 10.5281/zenodo.2658804
Analisis Kesesuaian Lahan Pariwisata Pantai Di Pulau Kapota Kabupaten Wakatobi Wati, Wa Ode Sunyia; Mey, Djafar; Harimudin, Jamal
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 1, No 2 (2017): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.065 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v1i2.6347

Abstract

Kesesuain Lahan Pariwisata Pantai sangat penting dalam pengembangan kegiatan wisata, salah satunya pantai di Pulau Kapota yang merupakan salah satu pulau kecil yang berada dalam lingkaran pulau Wangi-Wangi, memiliki potensi wisata pantai yang di prioritaskan sebagai pengembangan pariwisata, mengingat hal yang diperoleh dari kegiatan wisata tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengindetifikasi lokasi pantai di Pulau Kapota yang memiliki potensi pengembangan pariwisata pantai di Pulau Kapota Kabupaten Wakatobi, (2) mengetahui wilayah yang sesuai digunakan sebagai lahan pariwisata pantai di Pulau Kapota Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan metode pembobotan dan skoring tujuannya untuk memberikan skor  (nilai) terhadap masing-masing parameter lahan untuk menentukan tingkat kemampuan lahannya, metode analisis kesesuain kawasan pantai yang bertujuan untuk mengetahui kecocokan atau kemampuan kawasan wisata pantai yang di kategorikan dalam 3 (tiga) kelas yaitu S1 (Sangat Sesuai), S2 (Sesuai bersyarat) dan N (Tidak Sesuai). Selain itu digunakan metode survei lapangan untuk mengetahui kondisi Pantai di Pulau Kapota. Hasil penelitian menunjukkan kawasan pantai di Pulau Kapota yaitu Pantai Awolio, Pantai Bata, Pantai Kampa dan Pantai Onomeha sangat sesuai (S1), sehingga dapat di kategorikan sesuai untuk kegiatan wisata pantai dan sebagai pengembangan pariwisata pantai.Kata Kunci : Pariwisata Pantai, Pulau Kapota, Analisis Spasial  DOI : 10.5281/zenodo.2658822
Pemetaan Komponen Ekosistem Untuk Pengembangan Edu-Ekowisata (Studi Kasus : Kebun Raya Universitas Halu Oleo) Rahayu, Sry; Widayati, Weka; Indriasary, Anita
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 2, No 1 (2018): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.613 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v2i1.6352

Abstract

Pemetaan Komponen Ekosistem untuk pengembangan Edu-ekowisata di Kebun Raya UHO merupakan kegiatan pemetaan komponen ekosistem yang dapat dilakukan dengan menggunakan survey topografi, teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis, Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam menganalisis data untuk pengembangan Edu-Ekowisata. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai dengan Januari 2018, dengan lokasi di Kebun Raya UHO, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Pada penelitian ini komponen ekosistem yang akan di identifikasi (dipetakan) antara lain: peta sebaran flora dan peta koleksi tumbuhan dikebun raya UHO. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, Hasil topografi diperoleh menggunakan data pengukuran theodolit untuk peta kontur. Identifikasi jenis flora menggunakan Sistem Informasi Geografis dengan memanfaatkan data hasil pengukuruan lapangan. Komponen ekosistem yang potensial untuk dikembangkan di kebun raya UHO yaitu wisata flora dan wisata alam.  Wisata flora meliputi tumbuhan endemik Sulawesi yang berada di beberapa di daerah  Sulawesi Tenggara. Wisata Alam meliputi kenampakan alamiah bentang lahan di Kebun raya UHO yang berpotensi dikembangkan menjadi tracking flora Kata Kunci : Edu-Ekowisata, Kebun Raya UHO, Komponen Ekosistem, PemetaanDOI : 10.5281/zenodo.2667845
Pemetaan Sumber Air Baku Kawasan Karst Di Desa Wawotimu Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi Edisman, Edisman; Widayati, Weka
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 2, No 2 (2018): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.663 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v2i2.6358

Abstract

Pemetaan Sumber Air Baku khususnya Wilayah Desa Wawotimu Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi sangat penting mengingat manfaat yang diperoleh dari keberadaan Sumber Air Baku Kawasan Karst tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Memetakan sumber air baku yang terdapat di Desa Wawotimu, (2) Mengetahui karakteristik dan potensi fisik-nonfisik sumber air baku di kawasan karst yang terdapat di Desa Wawotimu, (3) Bagaimana pertimbangan masyarakat Desa Wawotimu dalam menggunakan sumber air baku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Adapun metode pengambilan data meliputi observasi lapangan untuk mengetahui keberadaan sumber air baku serta mendeskripsikan karakteristik dan potensi fisik-nonfisik sumber air baku di kawasan karst Desa Wawotimu Kecamatan Tomia Timur, yang bertujuan untuk menggambarkan pemetaan sumber air baku berdasarkan potensi fisik-nonfisik, selain itu digunakan metode wawancara mengenai pertimbangan masyarakat Desa Wawotimu dalam menggunakan sumber air baku. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemetaan sumber air baku kawasan karst di Desa Wawotimu Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi memiliki lima sumber air baku dan yang paling luas yaitu sumber air baku hendaopa sekitar 13.938m2, dari kelima sumber air baku yang terdapat di Desa Wawotimu Kecamatan Tomia Timur bisa dikonsumsi oleh warga setempat dan masyarakat Desa Wawotimu menggunakan sumber air baku dhondo karena sumber airnya yang jernih dan bersih dan aksebilitasnya yang mudah dijangkau oleh warga Desa Wawotimu.Kata Kunci : Air Baku, Kawasan KarstDOI : 10.5281/zenodo.3354732
Analisis Tingkat Mobilitas Penduduk Melalui Pelabuhan Nusantara Kota Kendari Sudirmanto, Sudirmanto; Restele, La Ode; Indriasary, Anita
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 3, No 1 (2019): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.142 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v3i1.6364

Abstract

Pelabuhan Nusantara Kota Kendari merupakan pelabuhan memiliki kaitan yang erat dengan kondisi perekonomian daerah, karena melalui pelabuhan ini kebutuhan mobilitas penduduk, dan bahan baku dalam jumlah besar. Penelitian  ini  bertujuan  untuk : (1) Untuk mengetahui tingkat mobilitas penduduk di pelabuhan Nusantara Kendari yang ditinjau dari  turun - naik penumpang Kendari – Raha, dan Raha – Kendari dari tahun 2012 sampai tahun 2017. (2) Untuk mengetahui faktor pendorong, dan faktor penarik  yang dominan mempengaruhi tingkat mobilitas penduduk di pelabuhan Nusantara Kendari. Penelitian  ini  menggunakan  metode  analisis pengukuran dan perhitungan angka mobilitas penduduk, dan analisis kuantitatif statistik regresi  liear  berganda. Hasil  penelitian  menunjukkan, Kondisi  tingkat mobilitas penduduk yang melalui pelabuhan nusantara kota kendari dengan menggunakan kapal cepat yang di kelola oleh PT. Dharma Indah, mulai  dari  tahun  2012 sampai tahun 2017 berdasarkan rasio turun - naik penumpang dimana diagram persentase tingkat mobilitas yang paling  tinggi dalam rasio turun/keluar adalah pada tahun 2016 mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 22 %, sementara di rasio naik/masuk terdapat pada tahun 2014, 2015, 2016, dan 2017, tingkat mobilitas yang signifikan dan tertinggi yaitu 17 %. Hasil  analisis  regresi  linear  berganda, yang dominan mempengaruhi tingkat mobilitas penduduk di pelabuhan Nusantara Kendari. (a) Kendari – Raha (Turun) variabel (X1) faktor pendorong yaitu Variabel X1.1 Struktur Pekerjaan dengan nilai 0.773, sedangkan variabel (X2) faktor penarik adalah Variabel X2.1 lapangan pekerjaan dengan nilai tertinggi 0.839. (b) Kendari – Raha (Naik) variabel (X1) faktor pendorong yaitu Variabel X1.4 Situasi Politik dengan nilai tertinggi 1.377, sedangkan variabel (X2) faktor penarik adalah Variabel X2.2 Merubah Pendapatan dengan nilai 0.554.Kata Kunci : Tingkat Mobilitas, Pelabuhan Nusantara, Faktor Faktor Mobilitas.DOI : 10.5281/zenodo.3354832
Analisis Kelayakan Pelabuhan Pengumpan Lokal Berbasis Sistem Informasi Geografis Di Pelabuhan Bambaea Kabupaten Bombana Maryam, Maryam; Muliddin, Muliddin; Nurgiantoro, Nurgiantoro; Salihin, Laode Muh. Iradat
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 3, No 2 (2019): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.544 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v3i2.9264

Abstract

Pelabuhan merupakan salah satu jenis prasarana transportasi laut yang selayaknya perlu dikembangkan agar wilayah perairan nusantara menjadi poros maritim dunia melalui program pembangunan tol laut, yaitu konektivitas laut secara efektif melalui kapal yang berlayar secara terjadwal dari barat sampai ke timur Indonesia menggunakan penekanan biaya logistik sehingga roda perekonomian dapat bergerak secara efisien dan merata. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kelayakan Pelabuhan Pengumpan Lokal Bambaea yang telah terbangun menggunakan sistem informasi geografis. Kelayakan lokasi pelabuhan pengumpan lokal dapat diperoleh dari analisis secara spasial data topografi dan batimetri yang menghasilkan peta garis kontur. Metode yang digunakan untuk melihat kelyakan pelabuhan pengumpan lokal adalah survey lapangan dan interpretasi citra. Hasil analisis menunjukan kedalaman kolam pelabuhan dari bibir pantai hingga ujung dermaga berkisar antar 0 – (-2,5) m dalam keadaan air pasang, sedangkan pada saat air surut muka air laut kering hingga ujung dermaga dengan ketinggian daratan adalah 1,28 mdpl. Sehingga di perlukan rekomendasi penambahan panjang dermaga ± 111 mKata Kunci :Kelayakan Pelabuhan, Bambaea, Pengumpan LokalDOI : 10.5281/zenodo.3607180
Analisis Tingkat Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Permukiman Wilayah Pesisir Lingkar Tambang Desa Tapunggaya Pratama, Muhammad Arya; Ido, Irfan; Karim, Jufri
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 3, No 2 (2019): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.888 KB) | DOI: 10.33772/jagat.v3i2.9269

Abstract

Sarana dan prasarana yang ada di Desa Tapunggaya belum memadai sehingga dibutuhkan adanya penyediaan sarana dan prasarana untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Tapunggaya dan melihat kontribusi perusahaan pertambangan terhadap sarana dan prasarana permukiman. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan sarana dan prasarana dasar permukiman di wilayah pesisir lingkar tambang Desa Tapunggaya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yakni berupa analisis skoring dan analisis proyeksi penduduk. Hasil kebutuhan sarana Permukiman Pesisir di Desa Tapunggaya dalam kurun waktu 5 tahun kedepan dengan menggunakan analisis proyeksi penduduk di perlukan 1 unit posyandu untuk pelayanan kesehatan anak-anak usia belita dan 1 unit TPI agar para nelayan bisa memasarkan dan menjual hasil tangkapan mereka dan perlu adanya pembangunan dari setiap prasarana yang belum ada. Peningkatan dari beberapa sarana dan prasarana maka dibutuhkan pemeliharaan untuk pengoptimalan fungsi setiap sarana prasarana yang ada di Permukiman Pesisir Desa Tapunggaya. Melihat segi kontribusi adanya perusahaan tambang di Desa Tapunggaya Pihak perusahaan tambang hanya berkontribusi berupa pembangunan teras mesjid di Desa Tapunggaya, yang artinya bahwa pihak perusahaan pertambangan kurang berkontribusi terhadap saran dan prasrana yang ada di Desa Tapunggaya.Kata Kunci : Permukiman Pesisir, Sarana Prasaran, dan Lingkar Tambang DOI: 10.5281/zenodo.3607286

Page 3 of 12 | Total Record : 116