cover
Contact Name
Fitriani
Contact Email
fitrianihuni@uho.ac.id
Phone
+6285298243005
Journal Mail Official
jurnal_jagat@uho.ac.id
Editorial Address
Jurusan Geografi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Jl. H.E.A. Mokodompit, Kampus Hijau Bumi Tridharma, Universitas Halu Oleo
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25499181     EISSN : 26846705     DOI : -
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) merupakan majalah Ilmiyah yang membaha teori dan praktik geografi serta kajian geografi fisik, pengindraan jauh, perencanaan dan pengembangan wilayah yang relevan dengan Negara Indonesia. Terbit pertama kali tahun 2017. Frekuensi terbit sebanyak dua kali dalam setahun, yang diterbirkan oleh Jurusan Geografi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 116 Documents
Analisis Perbandingan Citra Landsat 8 dan Citra Sentinel 2-A untuk Mengidentifikasi Sebaran Mangrove Rafsenja, Ulfah; Golok Jaya, Laode Muh.; Sawaludin, Sawaludin; Rahim, Saban
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 4, No 1 (2020): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v4i1.11901

Abstract

Abstrak:Data citra saat ini telah banyak digunakan untuk mengidentifikasi sebaran mangrove diantaranya yaitu data citra Landsat 8 dan citra sentinel 2-A. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui sebaran mangrove di wilayah Kabupaten Buton Utara berdasarkan analisis citra Landsat 8 dan sentinel 2-A; (2) mengetahui nilai korelasi kerapatan mangrove berdasarkan analisis citra dan data lapangan; (3) mengetahui perbadingan citra berdasarkan analisis uji akurasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini:  (1) Algoritma NDVI untuk menghitung nilai kerapatan mangrove berdasarkan data citra dan sebaran mangrove digunakan kombinasi RGB pada citra; (2) analisis data lapangan menggunakan persamaan perhitungan kerapatan perplot danmenghitung nilai korelasi menggunakan aplikasi SPSS; (3) uji akurasi menggunakan matriks konfunsi. Hasil penelitian antara lain: (1) sebaran spasial mangrove pada Landsat 8 adalah 14.216,85 ha dan  citra sentinel 13.904,38 ha; (2)nilai koefisien korelasi (R) untuk citra Landsat sebesar 83%, sedangkan citra sentinel 2A, nilai koefisien korelasi (R) sebesar 70.6%; (3) Hasil uji akurasi pada citra Landsat 8 tingkatketelitian sebesar 75,51% sedangkan citra sentinel 2-A tingkat ketelitian sebesar  87,75%. Perbedaan luas sebaran mangrove pada hasil analisis citra dikarenakan faktor resolusi citra yang berbeda. Kata Kunci: Mangrove, NDVI, Citra Landast 8, Sentinel 2-ADOI : 10.5281/zenodo.3875970
Perbandingan Metode Berbasis Piksel Dan Objek Citra Sentinel 2A Untuk Klasifikasi Penggunaan Lahan Pratiwi, Aisyah Wahyu; Jaya, Laode Muh. Golok; Saleh, Fitra
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 4, No 1 (2020): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v4i1.11962

Abstract

Salah satu teknologi yang efektif untuk memperoleh informasi mengenai penggunaan lahan adalah teknologi penginderaan jauh. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra sentinel 2A yang tergolong dalam citra resolusi menengah. Penelitian ini bertujuan untuk: mengidentifikasi penggunaan lahan dengan metode berbasis piksel dan objek pada citra Sentinel 2A. Metode analisis data yang digunakan pada peneltian ini yaitu metode supervised dan unsupervised untuk klasifikasi berbasis piksel dan metode OBIA untuk klasifikasi berbasis objek, sedangkan untuk uji akurasi menggunakan metode matriks konfusi. Hasil dalam penelitian ini adalah: klasifikasi penggunaan lahan berbasis piksel menunjukkan klasifikasi 8 kelas didominasi oleh objek lahan terbangun seluas 2.061,03 Ha, sedangkan untuk klasifikasi berbasis objek menunjukkan klasifikasi 8 kelas didominasi oleh objek lahan terbangun seluas 3.569,77 Ha. Kata Kunci: Penggunaan Lahan, Klasifikasi Berbasis Piksel, Klasifikasi Berbasis ObjekDOI : 10.5281/zenodo.3876069
Analisis Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Lahan Gambut di Kabupaten Barito Kuala Khairisa, Noor Husna; Sartohadi, Junun; Setiawan, M.Anggri
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 5, No 1 (2021): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v5i1.17857

Abstract

Abstrak: Pertambahan jumlah penduduk, peningkatan kebutuhan, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan diikuti dengan perkembangan usaha peningkatan kesejahteraan penduduk mengakibatkan pemusatan perhatian lebih kepada fungsi sosial ekonomi dan pemanfaatan lahan gambut dibandingkan dengan fungsi ekologinya. Masyarakat lahan gambut pada umumnya bekerja sebagai petani yang merupakan pekerjaan yang diwariskan secara turun temurun sejak awal penggunaannya. Lahan gambut di Kabupaten Barito Kuala dominan digunakan sebagai lahan pertanian padi, perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit dengan jumlah penduduk yang bekerja pada sektor pertanian sebanyak 18.023 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sosial ekonomi petani yang menggunakan lahan gambut untuk pertanian di Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan Accidential Sampling. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menganalisis sosial ekonomi data petani yang dibagi menjadi 3 kelas data berdasarkan komoditas yang dominan diusahakan, yaitu padi, karet dan kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman usaha tani yang paling lama dimiliki oleh petani padi. Umur petani pada ketiga komoditas yang diusahakan adalah 45-59 tahun, anggota keluarga petani berkisar antara 2-6 orang. Petani memiliki tingkat pendidikan yang rendah, terutama petani padi, mereka dominan bahkan tidak lulus Sekolah Dasar (SD). Luas kepemilikan lahan adalah sedang (0,5 - 1 ha) dan luas (>1 ha). Semua petani memiliki pendapatan rendah (< 1.500.000 Rupiah), sehingga petani perlu memiliki pekerjaan tambahan entah yang masih dalam maupun diluar sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kontribusi pendapatan dari pekerjaan lain pada keseluruhan pendapatan petani adalah sebesar 70% - 91%. Kata kunci: Petani, Lahan Gambut, Sosial-Ekonomi, Pertanian
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pola Permukiman Sebagian Wilayah Kecamatan Kambu Kota Kendari Mucolifah, Maryatun; Ido, Irfan; Harimudin, jamal
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 4, No 2 (2020): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v4i2.15338

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun selalu bertambah. Kondisi ini akan membawa konsekuensi semakin bertambahnya kebutuhan ruang hidup yang berupa lahan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui dan memahami pola permukiman penduduk sebagian wilayah  Kecamatan Kambu Kota Kendari, dan (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pola permukiman penduduk sebagian wilayah  Kecamatan Kambu Kota Kendari. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah: (1) Nearest Neighbour Analysis dan (2) analisis scoring/pembobotan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa: (1) sebagian wilayah Kecamatan Kambu terdapat empat kelurahan, yaitu Kelurahan Kambu, memiliki pola mengelompok dan acak di beberapa RT, Kelurahan Lalolara, Padaleu, dan Mokoau memiliki pola mengelompok. Dan memiliki tiga kelas permukiman, yaitu kelas permukiman teratur, semi teratur, dan tidak teratur dari beberapa RT/RW nya; (2) faktor-faktor yang  berpengaruh pada pola permukiman, yaitu faktor aksessibilitas, pendapatan atau ekonomi, aspek sosial, dan aspek budaya. Kata kunci:   Permukiman, Pola Permukiman, Faktor-Faktor Pola Permukiman, Nearest    Neighbour Analysi
Analisis Tingkat Partisipasi Pedagang Dalam Pengelolaan Sampah Pasar Tradisional Kota Kendari anto, Ari; Mey, Djafar; Indriasary, Anita
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 4, No 2 (2020): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v4i2.12619

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat partisipasi pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Tradisional Kota Kendari dan bagaimana perbandingan tingkat partisipasi pedagang dalam pengelolaan sampah setiap pasar tradisional Kota Kendari serta untuk mengetahui bagaimana jaringan persampahan di Pasar Tradisional Kota Kendari. Penelitian ini  menggunakan metode deskriktif kualitatif. Hasil dari penelitian ini ialah untuk tingkat partisipasi pedagang dalam pengelolaan sampah dipasar tradisional Kota Kendari yang meliputi tingkatan informasi, perencanaan, pemberian masukan dan pelaksanaan. Pada perbandingan tingkatan partisipasi pedagang dalam pengelolaan sampah dipasar tradisional Kota Kendari dimana tingkatan partisipasi untuk penglibatan partisipasi pengelolaan sampah dipasar Lapulu sedang, Anduonohu sedang, Baruga Tinggi, untuk tingkatan pemberian  masukan partisipasi pedagang di pasar Lapulu Sedang, Anduonohu Tinggi, Baruga tinggi, untuk tingkatan partisipasi informasi terdapat perbedaan partisipasi pedagang di pasar Lapulu tinggi, Anduonohu sedang, Baruga tinggi, pelaksanaan tingkat partisinya dipasar Lapulu Sedang, Anduonohu Sedang, Baruga sedang. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor yaitu  membutuhkan kemauan pedagang tentang pentingnya pengelolaan sampah pasar. Untuk factor selanjutnya yaitu faktor penghambat partisipasi yaitu tentang faktor  waktu luang. Selain itu untuk hasil dari jaringan persampahan di pasar Tradisional Kota Kendari yaitu untuk pasar  Lapulu, pasar-TPA dengan muatan 3 - 35 ton , pasar anduonohu pasar-TPA dengan muatan 3,5 - 4ton dan untuk psara Baruga pasar-TPA 8,5 - 9 ton.Kata Kunci: Analisis Tingkat Partisipasi Pedagang, Pengelolaan Sampah, Pasar Tradisional
Analisis Daya Dukung Kawasan Wisata Pantai Di Kecamatan Nambo Kota Kendari (Studi Kasus: Pantai Nambo) Muliati, Muliati; Restele, La Ode; Saleh, Fitra
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 5, No 2 (2021): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v5i2.21511

Abstract

Abstrak: Pariwisata adalah segala hal yang berhubungan dengan perjalanan untuk rekreasi, pelancongan, dan hiburan yang dilakukan dengan sukarela dan bersifat sementara serta didukung oleh berbagai fasilitas dan layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, dan pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kondisi lingkungan kegiatan pariwisata di Kecamatan Nambo; (2) mengetahui daya dukung lingkungan pariwisata Di Kecamatan Nambo. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk menjawab tujuan penelitian yaitu mengetahui kondisi lingkungan kegiatan pariwisata dan menganalisis daya dukung lingkungan pariwisata pantai di Kecamatan Nambo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pantai Nambo merupakan Pantai yang terdiri dari pasir putih dengan topografi yang tidak curam,memiliki suasana yang tenang, udara yang dingin dan pemandangan yang indah. Pantai Nambo sendiri telah menyediakan fasilitas seperti tempat parkir, gazebo, tempat bilas mandi  dan tempat sampah. Namun masih terdapat pengunjung yang membuang sampah sembarangan sehinggah mengotori lingkungan  Pantai Nambo;  (2) Berdasarkan perhitungan daya dukung lingkungan objek wisata Pantai Nambo, maka diperoleh nilai daya dukung fisik (PCC) atau jumlah maksimum wisatawan yang dapat diterima di area wisata dengan luas 10,3 ha sebesar 3.961 wisatawan/hari dengan  nilai kapasitas manajemen (MC) sebesar 0,54 dan nilai daya dukung efektif (ECC) sebesar 2.138 wisatawan/hari dengan mempertimbangkan nilai PCC dan MC.Kata kunci: Analisis, Daya Dukung, Kawasan Wisata PantaiAbstract: Tourism is all things related to travel for recreation,travel, and entertainment which is carried out on a voluntary basis and is temporary andsupported by various facilities and services provided by the community,entrepreneurs, and local governments. This study aims to: (1) determine the conditionsthe environment of tourism activities in Nambo District, (2) know the carrying capacitytourism environment in Nambo district. The method in this research is quantitative research methods.Quantitative research method is  used to answer objectivesresearch, namely knowing environmental conditions of tourism activities and analyzing carrying capacity of the coastal tourism environment in Nambo District.The results showed that: (1) Nambo Beach is a beach consisting of white sand with a topography that is not steep, has a calm atmosphere, cold air and beautiful scenery. Nambo Beach itself has provided facilities such as parking, gazebo, shower and trash cans. But there are still visitors who throw garbage carelessly so that they pollute the neighborhood of Nambo;(2) Based on the calculation of the environmental carrying capacity of the Nambo Beach tourist attraction,then obtained the value of the physical carrying capacity (PCC), the maximum number of touristswhich can be accepted in the tourist area with an area of 10.3 acre for 3,961 tourists/daywith a value of management capacity (MC) of 0.54 and an effective carrying capacity (ECC) of 2,138 tourists/day by considering the value of PCC and MC.Keywords: Analysis, Carrying Capacity, Beach Tourism Area
Perbedaan Karakteristik Serta Tingkat Pelayanan Pejalan Kaki Pada Kawasan Pedestrian Di Kota Kendari (TPKPP) Rahayu, Sri Fera; Magribi, Muh.; Harimudin, Jamal; Fitriani, Fitriani; Hidayat, Ahmad
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 5, No 1 (2021): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v5i1.17259

Abstract

Abstrak: Penelitian di kawasan perdagangan (Mall Mandonga) dan pendidikan (Universitas Halu Oleo) Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli 2019 sampai Oktober 2019. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan 1) survey melalui kuisioner dan wawancara terhadap responden 2) observasi pengamatan kegiatan fisik di lapangan 3) dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis karakteristik pejalan kaki, tingkat pelayanan jalan kaki dan tingkat kepuasan pejalan kaki kemudian dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki pada kawasan pendidikan di Universitas Halu Oleo adalah C dengan pejalan kaki memiliki arus stabil tetapi pejalan kaki dibatasi dalam memilih kecepatan dan sedikit ada konflik dengan tingkat pelayanan. Sedangkan tingkat pelayanan pejalan kaki pada kawasan perdagangan di Mall Mandonga adalah D dengan pejalan kaki memiliki arus mendekati tidak stabil sedangkan kecepatan masih bisa dikendalikan dan konflik yang terjadi di trotoar tersebut masih dapat ditolerir.. Kata Kunci : Karakteristik, Pejalan Kaki, Tingkat Pelayanan, Kawasan Pedestrian Abstrack: Research in the trade area (Mandonga Mall) and education (Halu Oleo University) This research was conducted in July 2019 to October 2019. Data collection techniques were carried out by 1) surveying through questionnaires and interviews with respondents 2) observing physical activity observations in the field 3) documentation. The data analysis method used is the analysis of pedestrian characteristics, the level of walking services and the level of pedestrian satisfaction then described descriptively. The results showed that the level of service of pedestrian facilities in the education area at Halu Oleo University is C with pedestrians having a steady flow but pedestrians are limited in choosing speed and there is little conflict with service levels. While the level of pedestrian services in the trade area at Mandonga Mall is D with pedestrians having an unstable approaching flow while speed can still be controlled and conflicts occurring on the sidewalk are still tolerable. Keywords: Characteristics, Pedestrians, Service Level, Pedestrian Region.
Optimalisasi Nilai Parameter Segmentasi Untuk Pemetaan Tutupan Lahan Menggunakan Citra Sentinel 2-A Di Kabupaten Konawe Jusmianto, Jusmianto; Golok Jaya, Laode Muh.; Saleh, Fitra
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 4, No 2 (2020): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v4i2.13088

Abstract

Teknik klasifikasi berbasis objek sangat baik digunakan dalam mengidentifikasi objek tutupan lahan. Salah satu teknik klasifikasi yang banyak digunakan adalah Object-Based Image Analysis (OBIA) dengan menggunakan metode segmentasi. Metode segmentasi memiliki keunggulan yaitu sangat presisi dan akurat dalam memisahkan objek oleh karena itu metode ini sangat cocok untuk mengidentifikasi objek tutupan lahan di Kabupaten konawe yang beragam. Pada metode segmentasi terdapat tiga parameter yang menjadi penentu keakuratan dalam memisahkan objek yaitu parameter skala, bentuk dan kekompakan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kombinasi parameter segmentasi yang paling optimal untuk pemetaan penutup lahan di Kabupaten Konawe; (2) mengetahui sebaran penutup lahan di Kabupaten Konawe. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini: (1) simulasi parameter segmentasi untuk memperoleh kombinasi parameter segmentasi yang paling optimal; (2) klasifikasi OBIA dengan metode segmentasi untuk memperoleh sebaran penutup lahan di Kabupaten Konawe. Hasil penelitian ini antaralain:  (1) kombinasi nilai parameter yang paling optimal, yaitu kombinasi nilai skala 20 dan bentuk 0,8 dengan total akurasi tutupan lahan mencapai 92.20%; (2) tutupan lahan yang ada di Kabupaten Konawe didominasi oleh hutan primer yang berada di Kecamatan Amonggedo dengan luas 5.552,2 ha, lahan persawahan untuk Kecamatan Wonggeduku dengan luas 7.142,10 ha dan lahan kebun campuran untuk Kecamatan Pondidaha dengan luas 3.298,60 ha. Kata kunci: Tutupan Lahan, OBIA, Segmentasi
Analisis Tingkat Kekumuhan Permukiman Pesisir Di Kecamatan Abeli Asyfa, Sitti; Ido, Irfan; Nurgiantoro, Nurgiantoro
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 5, No 2 (2021): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v5i2.21625

Abstract

Abstrak: Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menentukan  indeks  kekumuhan  permukiman  pesisir  dan menganalisis kondisi eksisting permukiman di Kecamatan Abeli Kota Kendari dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode overlay dengan memberikan penilaian pada setiap indikator kekumuhan yang telah ditetapkan oleh Dirjen Perumahan dan Permukiman seperti: kepadatan bangunan, kelayakan bangunan, aksesibilitas lingkungan, drainase lingkungan,  pelayanan  air  bersih,  pengelolaan  air  limbah  dan  pengelolaan  persampahan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kekumuhan permukiman pesisir di Kecamatan Abeli terdiri dari dua kelas yaitu kumuh sedang dan kumuh berat. Kelas kumuh sedang dengan indeks kekumuhan 2,5-3,4 terdapat di Kelurahan Pudai RT 02, Kelurahan Lapulu RT 01 dan 02, Kelurahan Poasia RT 03 dan 05, Kelurahan Talia RT 01. Kelas kumuh berat dengan indeks kekumuhan 3,5- 4,4 terdapat pada Kelurahan Pudai RT 01, Kelurahan Lapulu RT 03 dan Kelurahan Talia RT 02, 03 dan 04. kondisi eksisting untuk tingkat permukiman kumuh sedang memiliki kondisi lingkungan umumnya cenderung menengah, dimana terdapat beberapa aspek yang memiliki kesamaan dengan permukiman kumuh ringan. Kondisi kumuh berat kondidsi lingkungannya buruk, terdapat kecenderungan bahwa semakin buruk tingkat kekumuhan permukiman, maka semakin buruk pula kondisinya dengan memilki kondisi sarana dan prasarana yang tidak memadai dan kondisi lingkungan yang kurang terjaga. Kata Kunci:  permukiman kumuh, tingkat kekumuhan, overlay parameter Abstract: This study aims to determine the slum index of coastal settlements and analyze the existing conditions of settlements in Kendari City Abeli District using quantitative descriptive analysis. This study uses the overlay method by giving an assessment of each slum indicator set by the Director General of Housing and Settlements such as: building density, building feasibility, environmental accessibility, environmental drainage, clean water services, waste water management and waste management. The results showed that the slum index of coastal settlements in Abeli  Subdistrict consisted of two classes namely medium slums and heavy slums. Where moderate slum with 2.5-3.4 slum index found in Pudai Village RT 02, Lapulu Village RT 01 and 02, Poasia Village RT 03 and 05, Talia Village RT 01. For heavy slum classes with 3.5- slum index 4.4 is found in Pudai RT 01 Village, Lapulu Village RT 03 and Talia RT 02, 03 and 04 Village. With the existing conditions for slum settlements having moderate environmental conditions generally tend to be medium, where there are several aspects that have similarities with light slum settlements . While the condition of heavy slum conditions is poor, there is a tendency that the worse the slum level of settlements, the worse the condition is by having inadequate conditions of facilities and infrastructure and adverse environmental conditions. Keywords: slum settlement, slum level, parameter overlay
Pengaruh Struktur Geologi Terhadap Endapan Nikel Laterit Di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara Hasria, Hasria; Anshari, Erwin; Restele, La Ode; Deniyatno, Deniyatno; Firdaus, Firdaus; Muliddin, Muliddin; Okto, Ali; Suparwi, Suparwi
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 5, No 1 (2021): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v5i1.17079

Abstract

Abstrak: Penelitian yang dilakukan di daerah Morombo, Kabupaten Konawe Utara  Sulawesi Tenggara, Indonesia  bertujuan untuk mengindentifikasi struktur geologi yang berkembang dan menganalisis hubungan struktur geologi dengan kadar nikel (Ni) dan besi (Fe) pada endapan nikel laterit daerah penelitian. Penelitian ini melakukan  pengamatan dan pengambilan sampel yang representatif secara langsung di lapangan pada bulan Juli-Desember tahun 2019.  Sampel dianalisis menggunakan analisis X-Ray Fluoresence (XRF), untuk mengetahui sebaran kadar nikel (Ni) dan (Fe) dan pengaruh struktur terhadap endapan nikel laterit. Hasil analisis  menunjukkan bahwa sebaran kadar  Ni dan Fe sangat bervariasi dengan kadar rata-rata sebesar 15.42 %.  Struktur geologi yang berkembang  adalah kekar berupa kekar gerus dan kekar tarik. Hasil analisis tegasan umum struktur geologi dengan kadar Ni dan  Fe menunjukkan bahwa kadar  Ni  meningkat  pada daerah yang memiliki struktur dengan mengikuti orientasi struktur geologi karena unsur ini memiliki tingkat daya larut yang tinggi sehingga mudah bergerak ke arah sepanjang struktur geologi. Sebaliknya, kadar Fe tidak terlalu berpengaruh terhadap orientasi struktur geologi karena unsur ini bersifat immobile dan tidak mudah larut karena memiliki kestabilan yang lebih tinggi. Kata Kunci : Struktur geologi, nikel, besi, nikel laterit, X-Ray Fluoresence.

Page 6 of 12 | Total Record : 116