cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
lppm@stikeskendal.ac.id
Editorial Address
Jl. Laut No. 31A Kendal Jawa Tengah 51311
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal
ISSN : 20890834     EISSN : 25498134     DOI : https://doi.org/10.32583/pskm
Core Subject : Health, Education,
Jurnal ilmiah permas: jurnal ilmiah stikes kendal (JIPJISK) merupakan bagian integral dari jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Kendal. JIPJISK merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi. JIPJISK menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu yang berfokus pada delapan (8) pilar kesehatan masyarakat, meliputi Biostatiska dan Kependudukan, Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan Reproduksi. JIPJISK mulai Januari 2019 akan terbit 4x dalam setahun, yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2013): Oktober" : 10 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN TERTUSUK JARUM SUNTIK PADA PERAWAT Muslim, Abdul; Widjaksena, Baju; Musyarofah, Siti
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 3 No 2 (2013): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.418 KB) | DOI: 10.32583/pskm.3.2.2013.36-44

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Tertusuk jarum suntik merupakan kecelakaan kerja yang dialami perawat saat melakukan tindakan penyuntikan . Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian tertusuk jarum suntik adalah Pengawasan,Standar Operasional Prosedur,Kontainer dan Pemakaian Alat Pelindung Diri handscoon.Metode: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian tertusuk jarum suntik pada perawat. Variabel dependen adalah tertusuk jarum suntik dan variabel independen adalah pengawasan, Standar Operasional Prosedur (SOP), Kontainer dan pemakaian APD handscoon. Jenis penelitian ini adalah suevey analitik dengan menggunakan pendekatan Cross-Sectional . Populasi dalam penelitian ini 251 perawat dan total sampel 68 responden dari 12 ruang perawatan .Teknik sampling menggunakan proportional random sampling. Untuk mendapatkan data, angket disebar ke 12 ruangan sesuai proporsi responden yang telah ditentukan. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil: Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian tertusuk jarum suntik pada perawat yaitu pengawasan (p value 0,003 )PR 95%CI  2,061 (1,2-3,639), SOP (p value  0,004) PR 95%CI 2,092 (1,176-3,722) dan faktor yang tidak mempengaruhi kejadian tertusuk jarum pada perawat suntik adalah kontainer (p value 0,4), pemakaian APD handscoon (p value 0,952). Diskusi: Saran bagi perawat agar memasukan langsung jarum suntik ke dalam kontainer setelah melakukan tindakan penyuntikan.   Kata kunci: Tertusuk Jarum Suntik, Pengawasan, SOP, Kontainer dan Pemakaian APD Handscoon.   ABSTRACT Introduction: Needlestick injury constitute occupational accident experienced nurse while doing the injection.Factors that influence the incidence of needlestick injuries is surveillance, standard operating procedures (SOP), the container and the use of personal protective equipment (handscoon). Methods: The purpose of this study to determine the factors that influence the incidence of needlestick injuries to nursein. The dependent variable is the needlestick and independent variables are surveilance, standard operating procedures, Containers, and use Handscoon. This type of research is analytic survey with approach using Cross-Sectional. The population in this study a total sample of 251 nurses and 68 respondents from 12 treatment rooms.The sampling technique used proportional random sampling. To get the data, a questionnaire distributed to 12 rooms corresponding proportion of respondents who have been determined. In this study used the statistical test Chi Square. Results: The results of this study can be seen that the factors that influence the incidence of needlestick injuries to nurses on monitoring (p value 0.003) PR 95%CI  2,061 (1,2-3,639), standard operating procedures (p value 0.004) PR 95%CI 2,092 (1,176-3,722) and the factors that do not affect the incidence of needlestick nurses are containers (p value 0 , 4), the use of personal protective equipment (handscoon) (p value 0.952). Discussion: Suggestion for the nurse to insert the syringe into the container Directly after the injection action.   Keywords: Needlestick Injury, Supervisor, Standard of Operating Procedures (SOP), Containers and use of personal protective equipment (handscoon).
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG INISIASI MENYUSU DINI (IMD) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL Triyanti, Triyanti; Nurmalia, Devi; Arisdiani, Triana
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 3 No 2 (2013): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.385 KB) | DOI: 10.32583/pskm.3.2.2013.45-58

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan program yang sedang gencar dianjurkan oleh pemerintah dan dinyatakan bahwa salah satu tujuannya adalah untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Banyak penelitian tentang IMD yang sudah dilakukan, namun masih banyak masyarakat yang tidak tahu tentang IMD khususnya para ibu hamil.Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang IMD terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil. Penelitian ini bersifat Pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest postest desain. Sampel sebanyak 53 responden yakni ibu hamil. Pengambilan sampel secara simple random sampling. Hasil: Hasil penelitian diperoleh nilai p value adalah 0,001 (p < 0,1) dan 0,000 (p < 0,1). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan antara pendidikan kesehatan tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil. Diskusi: Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan kepada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas mampu mengakses berbagai informasi tentang IMD baik itu dari petugas kesehatan atau dari media lain. Bagi puskesmas meningkatkan upaya penyuluhan kesehatan tentang IMD kepada masyarakat khususnya ibu hamil.   Kata kunci: Pendidikan kesehatan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Pengetahuan dan Sikap.   ABSTRACT Introduction: Early Initiation of Breastfeeding is a program that being intensively recommended by governments and stated that one of its goals is to reduce the maternal and infant mortality rates. Many research have been done, however many people do not know about Early Initiation of Breastfeeding specially for pregnant women. Methods: This research is to know the influence of health education for  pregnant women?s  knowledge and attitudes. This research is a Pre experimentally approach with one group pretest posttest design. Sample of 53 respondents of pregnant women. Samples were taken by simple random sampling. Results: The results of the bivariate analysis used mc nemar test and acquired p value was 0,001 (p < 0,1) and 0,000 (p < 0,1). In this research it can be concluded that there was significant impact between health education about Early Initiation of Breastfeeding toward  pregnant women?s knowledge and attitude in the working area of Community Health Centers of Doro 02 Pekalongan Regent.  Discussion: Based on these results, it is recommended to pregnant women attitude in the working area of Community Health Centers of Doro 02 Pekalongan Regent to access a variety of Early Initiation of Breastfeeding information on health workers and other information media. And for  Community Health Centers is hoped to improve health education about Early Initiation of Breastfeeding to the public, especially pregnant women.   Keywords: Health Education, Early Initiation of Breastfeeding, Knowledge and Attitudes.
HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA FISIK KARYAWAN Rifqi, M Shunta; Kawi, Kawi
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 3 No 2 (2013): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.97 KB) | DOI: 10.32583/pskm.3.2.2013.59-64

Abstract

  ABSTRAK Pendahuluan: Umumnya karyawan yang memiliki tingkat stres kerja yang rendah biasanya akan menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik dengan sekaligus mengekspresikan diri mereka secara bebas dan tanpa beban, begitu sebaliknya. Perusahaan diharapkan untuk dapat menciptakan lingkungan kerja yang baik dan kondusif sehingga tidak menciptakan suasana dimana karyawan memiliki tingkat stres yang tinggi. Pentingnya kenyamanan dan kesejahteraan karyawan adalah faktor terpenting di dalam perusahaan. Dukungan dari perusahaan dapat mempengaruhi produktivitas kerja karyawan yang berada di dalam perusahaan tersebut Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan produktivitas kerja fisik karyawandi PT. Sumber Tirta Windu wonosari Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Metode: studi korelatif dengan desain penelitiancross  sectional. Populasi yang diambil adalah seluruh karyawan PT Sumber Tirta Windu Wonosari Patebon Kendal dengan jumlah sampel 65 orang, penentuan sampel dengan teknik Total Sampling. Hasil: Berdasarkan uji normalitas didapatkan data tidak normal untuk variabel stress kerja dan produktivitas kerja sehingga hasil ukur menggunakan median. Data diperoleh melalui kuisioner yang telah disiapkan. Dalam penelitian ini menggunakan analisis uji statistik Chi Square dan didapatkan nilai p = 0,001< ? = 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan produktivitas kerja fisik karyawan. Diskusi: Diharapkan agar karyawan mempunyai strategi sebagai upaya untuk mengatasi atau mencegah stres sehingga pekerjaan Kata kunci: Stres Kerja, Produktivitas, Karyawan.   ABSTRACT Introduction: Employees who have a low level of work stress will usually complete his duties well with and express themselves freely and without load, so otherwise. The company expected to be able to create a good working environment and is conducive to creating an atmosphere in which employees do not have high levels of stress. The importance of comfort and well-being of employees is the most important factor in the company. The support of the company can affect the productivity of employees who are working in the company. The purpose of this research was to find out the correlation between work stress with physical labor productivity of employees at PT. Sumber Tirta Windu Wonosari Village In Patebon Kendal. Methods: Method of this research performed the correlative study with the cross sectional research design. The population is all employees ofPT. Sumber Tirta Windu Wonosari with a sample of 65 people, determined by total sampling technique. The data obtained through the questionnaire that has been prepared.Results: A correlation was found between work stress with physical labor productivity as the result of Chi Square analysis showed p value = 0.001<? = 0.05. Whereas there was a correlation between work stress with physical labor productivity of employees Discussion: It is expected that employees have a strategy as an effort to overcome or prevent stress so that the work.   Keywords: Work stress, productivity, employees
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA UNIT SPINNING Lukitasari, Septiani; Suraji, Cahyo; Sumini, Sri
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 3 No 2 (2013): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.889 KB) | DOI: 10.32583/pskm.3.2.2013.65-78

Abstract

  ABSTRAK Pendahuluan: Kelelahan kerja merupakan menurunnya proses efisiensi, performa kerja, dan berkurangnya kekuatan/ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan kegiatan yang dilakukan. Dilihat dari hasil studi pendahuluan dimana 10 pekerja mengalami kelelahan sedang dan 2 pekerja mengalami kelelahan ringan, artinya bahwa tingkat kelelahan di unit spinning termasuk tinggi karena 80% pekerjanya mengalami kelelahan. Metode: Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional, guna melihat hubungan antara variabel kelelahan kerja yang diambil dengan Reaction Timer Simple For Android sedangkan variabel status gizi yang menggunakan timbangan dan mikrotoise, umur, status perkawinan, jenis kelamin, shift kerja, masa kerja yang diambil menggunakan kuesioner dan kebisingan yang diambil menggunakan Sound Level Meter. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah random sampling dengan jumlah responden 74 orang dari populasi sebanyak 304 orang. Uji statistik menggunakan uji fisher exact. Hasil: frekuensi kelelahan kerja pada pekerja unit spinning cukup tinggi yaitu 90,5%. Berdasarkan analisis bivariat diketahui ada hubungan antara kelelahan kerja dengan umur(0,017), status perkawinan(0,004), shift kerja(0,005), masa kerja(0,002) dan kebisingan(0,0001). Tidak ada hubungan antara kelelahan kerja dengan jenis kelamin(0,410) dan status gizi(0,397).Diskusi: Pekerja disarankan untuk melakukan peregangan otot seperti menggerakkan kepala, tangan, dan kaki disela-sela pekerjaan ataupun saat istirahat, dengan tujuan supaya tubuh tidak terlalu lama dalam keadaan statis yang dapat mengakibatkan tenaga kerja menjadi cepat lelah.   Kata kunci: Kelelahan kerja, Faktor Kelelahan, Pekerja Unit Spinning   ABSTRACT Introduction: Worker fatigue is downgrade indicator of effcient process, workability, and power slender of physical endurance in work-routinity. By preliminary studies, 10 labors got medium fatigue and 2 labors got light fatigue. That was mean in spinning unit have maximum fatigue, showed 80% by worker fatigue. Methods: This study was an analytical survey by the research design used cross sectional approach, in order to see the relationship between the variables of job burnout taken by Reaction Timer Simple For Android while variable nutritional status using scales and mikrotoise, age, marital status, sex, shift work, working lives are taken using a questionnaire and noise are taken using a Sound Level Meter. Techniques used in sampling is random sampling by the number of respondents 74 people out of a population of 304 people. Statistical testing used fisher exact. Results: Based on researchment, frequency of worker fatigue in spinning unit has maximum enough in point 90.5%. based on bivariant analyze, known that connection between worker fatigue And age(0,017), marriage(0,004), work shifting(0,005), work length(0,002) and noise(0,0001). There was no relevance of worker fatigue with gender (0,410) and nutrient status (0,397). Discussion: The employee was suggested to warming up like as move-head, arm, and leg in break-time, has aimed for the body not in static potition, cause woody effect, also can make fatigue more faster than before.   Keywords: Work fatigue, fatigue factor, spinning unit worker.  
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI ANJURAN Maulida, Ulfa; Hastuti, Yuni Dwi; Arisdiani, Triana
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 3 No 2 (2013): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.159 KB) | DOI: 10.32583/pskm.3.2.2013.79-90

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Pemberian imunisasi lengkap berguna untuk memberikan perlindungan menyeluruh terhadap penyakit-penyakit yang berbahaya. Dengan memberikan imunisasi lengkap sesuai jadwal, tubuh bayi akan dirangsang untuk memiliki kekebalan sehingga tubuh mampu bertahan melawan serangan penyakit berbahaya. Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang imunisasi anjuran di Desa Sumur Kecamatan Brangsong Kendal. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif survey. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 0-3 tahun di Desa Sumur Kecamatan Brangsong Kendal sebanyak 114 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total samplingjadi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 114 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang mempunyai anak usia 0-3 tahun di Desa Sumur Kecamatan Brangsong mempunyai pengetahuan yang cukup tentang imunisasi anjuran,dan mempunyai sikap yang negatif terhadap Imunisasi Anjuran. Diskusi: Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan masyarakat lebih aktif dalam mencari informasi tentang program-program imunisasi yang ada, karena selain imunisasi dasar ada pula imunisasi yang dianjurkan dan dibutuhkan oleh anak anak dalam mencegah berbagai penyakit.   Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Imunisasi Anjuran   ABSTRACT Introduction: Sickening Complete immunizationis useful to provide complete protection against dangerous diseases. By providing a complete immunization schedule, the baby's body will be stimulated to have immunity so that the body is able to defend against the attacks of dangerous diseases. Methods: The purpose of this study is to describe themother's knowledge and attitudes about recommended immunization in the Sumur village Brangsong Kendal. In this study, researchers used a quantitative research method using descriptive survey research design. Subjects in this study were mothers with children aged 0-3 years in the  Sumur village Brangsong Kendal is 114 respondents. Sampling techniques in this study using the total sampling so the sample size in this study was114 respondents. Results: The results showed that the majority of mothers with children aged 0-3 years in the Sumur village Brangsong have sufficient knowledge about the recommended immunizations, and has a negative attitude to ward simmunization suggestion. Discussion: Based on the research results, it is suggested the community more active in seeking information about immunization programs that exist, because in addition to the basic immunization some immunizations are recommended and needed by children in preventing various diseases.   Keywords : Knowledge, Attitude, Recommended Immunization
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN TERTUSUK JARUM SUNTIK PADA PERAWAT Abdul Muslim; Baju Widjaksena; Siti Musyarofah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 3 No 2 (2013): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.3.2.2013.36-44

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Tertusuk jarum suntik merupakan kecelakaan kerja yang dialami perawat saat melakukan tindakan penyuntikan . Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian tertusuk jarum suntik adalah Pengawasan,Standar Operasional Prosedur,Kontainer dan Pemakaian Alat Pelindung Diri handscoon.Metode: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian tertusuk jarum suntik pada perawat. Variabel dependen adalah tertusuk jarum suntik dan variabel independen adalah pengawasan, Standar Operasional Prosedur (SOP), Kontainer dan pemakaian APD handscoon. Jenis penelitian ini adalah suevey analitik dengan menggunakan pendekatan Cross-Sectional . Populasi dalam penelitian ini 251 perawat dan total sampel 68 responden dari 12 ruang perawatan .Teknik sampling menggunakan proportional random sampling. Untuk mendapatkan data, angket disebar ke 12 ruangan sesuai proporsi responden yang telah ditentukan. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil: Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian tertusuk jarum suntik pada perawat yaitu pengawasan (p value 0,003 )PR 95%CI 2,061 (1,2-3,639), SOP (p value 0,004) PR 95%CI 2,092 (1,176-3,722) dan faktor yang tidak mempengaruhi kejadian tertusuk jarum pada perawat suntik adalah kontainer (p value 0,4), pemakaian APD handscoon (p value 0,952). Diskusi: Saran bagi perawat agar memasukan langsung jarum suntik ke dalam kontainer setelah melakukan tindakan penyuntikan. Kata kunci: Tertusuk Jarum Suntik, Pengawasan, SOP, Kontainer dan Pemakaian APD Handscoon. ABSTRACT Introduction: Needlestick injury constitute occupational accident experienced nurse while doing the injection.Factors that influence the incidence of needlestick injuries is surveillance, standard operating procedures (SOP), the container and the use of personal protective equipment (handscoon). Methods: The purpose of this study to determine the factors that influence the incidence of needlestick injuries to nursein. The dependent variable is the needlestick and independent variables are surveilance, standard operating procedures, Containers, and use Handscoon. This type of research is analytic survey with approach using Cross-Sectional. The population in this study a total sample of 251 nurses and 68 respondents from 12 treatment rooms.The sampling technique used proportional random sampling. To get the data, a questionnaire distributed to 12 rooms corresponding proportion of respondents who have been determined. In this study used the statistical test Chi Square. Results: The results of this study can be seen that the factors that influence the incidence of needlestick injuries to nurses on monitoring (p value 0.003) PR 95%CI 2,061 (1,2-3,639), standard operating procedures (p value 0.004) PR 95%CI 2,092 (1,176-3,722) and the factors that do not affect the incidence of needlestick nurses are containers (p value 0 , 4), the use of personal protective equipment (handscoon) (p value 0.952). Discussion: Suggestion for the nurse to insert the syringe into the container Directly after the injection action. Keywords: Needlestick Injury, Supervisor, Standard of Operating Procedures (SOP), Containers and use of personal protective equipment (handscoon).
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG INISIASI MENYUSU DINI (IMD) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL Triyanti Triyanti; Devi Nurmalia; Triana Arisdiani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 3 No 2 (2013): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.3.2.2013.45-58

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan program yang sedang gencar dianjurkan oleh pemerintah dan dinyatakan bahwa salah satu tujuannya adalah untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Banyak penelitian tentang IMD yang sudah dilakukan, namun masih banyak masyarakat yang tidak tahu tentang IMD khususnya para ibu hamil.Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang IMD terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil. Penelitian ini bersifat Pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest postest desain. Sampel sebanyak 53 responden yakni ibu hamil. Pengambilan sampel secara simple random sampling. Hasil: Hasil penelitian diperoleh nilai p value adalah 0,001 (p < 0,1) dan 0,000 (p < 0,1). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan antara pendidikan kesehatan tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil. Diskusi: Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan kepada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas mampu mengakses berbagai informasi tentang IMD baik itu dari petugas kesehatan atau dari media lain. Bagi puskesmas meningkatkan upaya penyuluhan kesehatan tentang IMD kepada masyarakat khususnya ibu hamil. Kata kunci: Pendidikan kesehatan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Pengetahuan dan Sikap. ABSTRACT Introduction: Early Initiation of Breastfeeding is a program that being intensively recommended by governments and stated that one of its goals is to reduce the maternal and infant mortality rates. Many research have been done, however many people do not know about Early Initiation of Breastfeeding specially for pregnant women. Methods: This research is to know the influence of health education for pregnant women’s knowledge and attitudes. This research is a Pre experimentally approach with one group pretest posttest design. Sample of 53 respondents of pregnant women. Samples were taken by simple random sampling. Results: The results of the bivariate analysis used mc nemar test and acquired p value was 0,001 (p < 0,1) and 0,000 (p < 0,1). In this research it can be concluded that there was significant impact between health education about Early Initiation of Breastfeeding toward pregnant women’s knowledge and attitude in the working area of Community Health Centers of Doro 02 Pekalongan Regent. Discussion: Based on these results, it is recommended to pregnant women attitude in the working area of Community Health Centers of Doro 02 Pekalongan Regent to access a variety of Early Initiation of Breastfeeding information on health workers and other information media. And for Community Health Centers is hoped to improve health education about Early Initiation of Breastfeeding to the public, especially pregnant women. Keywords: Health Education, Early Initiation of Breastfeeding, Knowledge and Attitudes.
HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA FISIK KARYAWAN M Shunta Rifqi; Kawi Kawi
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 3 No 2 (2013): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.3.2.2013.59-64

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Umumnya karyawan yang memiliki tingkat stres kerja yang rendah biasanya akan menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik dengan sekaligus mengekspresikan diri mereka secara bebas dan tanpa beban, begitu sebaliknya. Perusahaan diharapkan untuk dapat menciptakan lingkungan kerja yang baik dan kondusif sehingga tidak menciptakan suasana dimana karyawan memiliki tingkat stres yang tinggi. Pentingnya kenyamanan dan kesejahteraan karyawan adalah faktor terpenting di dalam perusahaan. Dukungan dari perusahaan dapat mempengaruhi produktivitas kerja karyawan yang berada di dalam perusahaan tersebut Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan produktivitas kerja fisik karyawandi PT. Sumber Tirta Windu wonosari Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Metode: studi korelatif dengan desain penelitiancross sectional. Populasi yang diambil adalah seluruh karyawan PT Sumber Tirta Windu Wonosari Patebon Kendal dengan jumlah sampel 65 orang, penentuan sampel dengan teknik Total Sampling. Hasil: Berdasarkan uji normalitas didapatkan data tidak normal untuk variabel stress kerja dan produktivitas kerja sehingga hasil ukur menggunakan median. Data diperoleh melalui kuisioner yang telah disiapkan. Dalam penelitian ini menggunakan analisis uji statistik Chi Square dan didapatkan nilai p = 0,001< α = 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan produktivitas kerja fisik karyawan. Diskusi: Diharapkan agar karyawan mempunyai strategi sebagai upaya untuk mengatasi atau mencegah stres sehingga pekerjaan Kata kunci: Stres Kerja, Produktivitas, Karyawan. ABSTRACT Introduction: Employees who have a low level of work stress will usually complete his duties well with and express themselves freely and without load, so otherwise. The company expected to be able to create a good working environment and is conducive to creating an atmosphere in which employees do not have high levels of stress. The importance of comfort and well-being of employees is the most important factor in the company. The support of the company can affect the productivity of employees who are working in the company. The purpose of this research was to find out the correlation between work stress with physical labor productivity of employees at PT. Sumber Tirta Windu Wonosari Village In Patebon Kendal. Methods: Method of this research performed the correlative study with the cross sectional research design. The population is all employees ofPT. Sumber Tirta Windu Wonosari with a sample of 65 people, determined by total sampling technique. The data obtained through the questionnaire that has been prepared.Results: A correlation was found between work stress with physical labor productivity as the result of Chi Square analysis showed p value = 0.001<α = 0.05. Whereas there was a correlation between work stress with physical labor productivity of employees Discussion: It is expected that employees have a strategy as an effort to overcome or prevent stress so that the work. Keywords: Work stress, productivity, employees
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA UNIT SPINNING Septiani Lukitasari; Cahyo Suraji; Sri Sumini
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 3 No 2 (2013): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.3.2.2013.65-78

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kelelahan kerja merupakan menurunnya proses efisiensi, performa kerja, dan berkurangnya kekuatan/ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan kegiatan yang dilakukan. Dilihat dari hasil studi pendahuluan dimana 10 pekerja mengalami kelelahan sedang dan 2 pekerja mengalami kelelahan ringan, artinya bahwa tingkat kelelahan di unit spinning termasuk tinggi karena 80% pekerjanya mengalami kelelahan. Metode: Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional, guna melihat hubungan antara variabel kelelahan kerja yang diambil dengan Reaction Timer Simple For Android sedangkan variabel status gizi yang menggunakan timbangan dan mikrotoise, umur, status perkawinan, jenis kelamin, shift kerja, masa kerja yang diambil menggunakan kuesioner dan kebisingan yang diambil menggunakan Sound Level Meter. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah random sampling dengan jumlah responden 74 orang dari populasi sebanyak 304 orang. Uji statistik menggunakan uji fisher exact. Hasil: frekuensi kelelahan kerja pada pekerja unit spinning cukup tinggi yaitu 90,5%. Berdasarkan analisis bivariat diketahui ada hubungan antara kelelahan kerja dengan umur(0,017), status perkawinan(0,004), shift kerja(0,005), masa kerja(0,002) dan kebisingan(0,0001). Tidak ada hubungan antara kelelahan kerja dengan jenis kelamin(0,410) dan status gizi(0,397).Diskusi: Pekerja disarankan untuk melakukan peregangan otot seperti menggerakkan kepala, tangan, dan kaki disela-sela pekerjaan ataupun saat istirahat, dengan tujuan supaya tubuh tidak terlalu lama dalam keadaan statis yang dapat mengakibatkan tenaga kerja menjadi cepat lelah. Kata kunci: Kelelahan kerja, Faktor Kelelahan, Pekerja Unit Spinning ABSTRACT Introduction: Worker fatigue is downgrade indicator of effcient process, workability, and power slender of physical endurance in work-routinity. By preliminary studies, 10 labors got medium fatigue and 2 labors got light fatigue. That was mean in spinning unit have maximum fatigue, showed 80% by worker fatigue. Methods: This study was an analytical survey by the research design used cross sectional approach, in order to see the relationship between the variables of job burnout taken by Reaction Timer Simple For Android while variable nutritional status using scales and mikrotoise, age, marital status, sex, shift work, working lives are taken using a questionnaire and noise are taken using a Sound Level Meter. Techniques used in sampling is random sampling by the number of respondents 74 people out of a population of 304 people. Statistical testing used fisher exact. Results: Based on researchment, frequency of worker fatigue in spinning unit has maximum enough in point 90.5%. based on bivariant analyze, known that connection between worker fatigue And age(0,017), marriage(0,004), work shifting(0,005), work length(0,002) and noise(0,0001). There was no relevance of worker fatigue with gender (0,410) and nutrient status (0,397). Discussion: The employee was suggested to warming up like as move-head, arm, and leg in break-time, has aimed for the body not in static potition, cause woody effect, also can make fatigue more faster than before. Keywords: Work fatigue, fatigue factor, spinning unit worker.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI ANJURAN Ulfa Maulida; Yuni Dwi Hastuti; Triana Arisdiani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 3 No 2 (2013): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.3.2.2013.79-90

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Pemberian imunisasi lengkap berguna untuk memberikan perlindungan menyeluruh terhadap penyakit-penyakit yang berbahaya. Dengan memberikan imunisasi lengkap sesuai jadwal, tubuh bayi akan dirangsang untuk memiliki kekebalan sehingga tubuh mampu bertahan melawan serangan penyakit berbahaya. Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang imunisasi anjuran di Desa Sumur Kecamatan Brangsong Kendal. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif survey. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 0-3 tahun di Desa Sumur Kecamatan Brangsong Kendal sebanyak 114 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total samplingjadi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 114 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang mempunyai anak usia 0-3 tahun di Desa Sumur Kecamatan Brangsong mempunyai pengetahuan yang cukup tentang imunisasi anjuran,dan mempunyai sikap yang negatif terhadap Imunisasi Anjuran. Diskusi: Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan masyarakat lebih aktif dalam mencari informasi tentang program-program imunisasi yang ada, karena selain imunisasi dasar ada pula imunisasi yang dianjurkan dan dibutuhkan oleh anak anak dalam mencegah berbagai penyakit. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Imunisasi Anjuran ABSTRACT Introduction: Sickening Complete immunizationis useful to provide complete protection against dangerous diseases. By providing a complete immunization schedule, the baby's body will be stimulated to have immunity so that the body is able to defend against the attacks of dangerous diseases. Methods: The purpose of this study is to describe themother's knowledge and attitudes about recommended immunization in the Sumur village Brangsong Kendal. In this study, researchers used a quantitative research method using descriptive survey research design. Subjects in this study were mothers with children aged 0-3 years in the Sumur village Brangsong Kendal is 114 respondents. Sampling techniques in this study using the total sampling so the sample size in this study was114 respondents. Results: The results showed that the majority of mothers with children aged 0-3 years in the Sumur village Brangsong have sufficient knowledge about the recommended immunizations, and has a negative attitude to ward simmunization suggestion. Discussion: Based on the research results, it is suggested the community more active in seeking information about immunization programs that exist, because in addition to the basic immunization some immunizations are recommended and needed by children in preventing various diseases. Keywords : Knowledge, Attitude, Recommended Immunization

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2013 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2025 Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025 Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2025 Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2025 Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2024 Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2024 Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2024 Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024 Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023 Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023 Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2023 Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2023 Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2022 Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Oktober 2022 Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2022 Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Juli 2022 Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2022 Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp April 2022 Vol 12 No 1 (2022): Januari 2022 Vol 12 No 1 (2022): Supp Januari 2022 Vol 11 No 4 (2021): Supp Oktober 2021 Vol 11 No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 11 No 3 (2021): Juli 2021 Vol 11 No 2 (2021): April 2021 Vol 11 No 2 (2021): Supp April 2021 Vol 11 No 1 (2021): Supp Januari 2021 Vol 11 No 1 (2021): Januari 2021 Vol 10 No 4 (2020): Oktober 2020 Vol 10 No 3 (2020): Juli 2020 Vol 10 No 2 (2020): April 2020 Vol 10 No 1 (2020): Januari 2020 Vol 9 No 4 (2019): Oktober Vol 9 No 3 (2019): Juli Vol 9 No 2 (2019): April Vol 9 No 1 (2019): Januari Vol 8 No 2 (2018): Oktober Vol 8 No 1 (2018): April Vol 7 No 2 (2017): Oktober Vol 7 No 1 (2017): April Vol 6 No 2 (2016): Oktober Vol 6 No 1 (2016): April Vol 5 No 2 (2015): Oktober Vol 5 No 1 (2015): April Vol 4 No 2 (2014): Oktober Vol 4 No 1 (2014): April Vol 3 No 2 (2013): Oktober More Issue