cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
lppm@stikeskendal.ac.id
Editorial Address
Jl. Laut No. 31A Kendal Jawa Tengah 51311
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal
ISSN : 20890834     EISSN : 25498134     DOI : https://doi.org/10.32583/pskm
Core Subject : Health, Education,
Jurnal ilmiah permas: jurnal ilmiah stikes kendal (JIPJISK) merupakan bagian integral dari jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Kendal. JIPJISK merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi. JIPJISK menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu yang berfokus pada delapan (8) pilar kesehatan masyarakat, meliputi Biostatiska dan Kependudukan, Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan Reproduksi. JIPJISK mulai Januari 2019 akan terbit 4x dalam setahun, yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2018): Oktober" : 20 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN BUDAYA DENGAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA Syarifah, Anita
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.369 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.92-98

Abstract

        Arthritis gout (Asam Urat) merupakan penyakit radang sendi akibat terakumulasinya kristal mikroskopik asam urat dalam persendian, yang menimbulkan peradangan. Angka kejadian asam urat pada lansia di wilayah kerja puskesmas Muara Lembu terdapat 94 kasus enam bulan terakhir. Asam urat banyak menyerang lansia karena asam urat ini akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan budaya dengan kadar asam urat pada lansia di Puskesmas Muara Lembu Kabupaten Kuansing. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik menggunakan desain cross sectional. Populasi berjumlah 94 orang lansia asam urat.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 orang.Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat, alat ukur yang digunakan adalah kuesioner, dan pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan  terdapathubungan pengetahuan dengan kadar asam urat (p value 0,008), dan ada hubungan budaya dengan kadar asam urat (P value 0,002). Adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, dan budaya dengan kadar asam urat pada lansia di Puskesmas Muara Lembu Kabupaten Kuansing, disarankan bagi tenaga kesehatan untuk memberikan informasi dan perhatian kepada lansia terhadap kadar asam urat.  Kata kunci : Budaya (konsumsi makanan), Kadar Asam Urat, Pengetahuan            KNOWLEDGE AND CULTURE RELATIONSHIP WITH URIC ACID LEVEL ON ELDERLY ABSTRACT Arthritis gout (Uric Acid) is a disease of arthritis due to the accumulation of microscopic crystals of uric acid in the joints, which cause inflammation. The incidence of uric acid in the elderly in the work area of ??Muara Lembu clinic is 94 cases in the last six months. Uric acid attack many elderly because uric acid will increase with age. The purpose of this research is to know knowledge and culture relationship with uric acid level on elderly at Muara Lembu Health Center of Kuansing Regency. The type of this research is descriptive analytical using cross sectional design. Population amounted to 94 elderly people uric acid. The sample in this study amounted to 48 people. Sampling technique using purposive sampling. The analysis used is univariate and bivariate analysis, measuring instrument used is questionnaire, and data processing using computerized by using chi-square test. The results showed that there was a correlation of knowledge with uric acid level (p value 0,008), and there was cultural relation with uric acid level (P value 0,002). There is a significant relationship between knowledge, and culture with uric acid levels in elderly people at Muara Lembu Health Center of Kuansing Regency. it is advisable for health workers to provide information and attention to the elderly against uric acid levels.   Keywords: Culture (food consumption), Knowledge, Uric Acid Levels.
HUBUNGAN UMUR, TINGKAT PENDIDIKAN DAN LAMA KERJA PERAWAT PELAKSANA DENGAN PELAKSANAAN KETEPATAN IDENTIFIKASI PASIEN DI RUANG RAWAT INAP Swastikarini, Sunarti
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.806 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.75-81

Abstract

Keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman.Laporan insiden keselamatan pasien rumah sakit di Indonesia tahun 2015 berdasarkan akibat insiden didapatkan 390 kasus tidak cidera, 112 kasus cidera ringan, 97 kasus cidera sedang, 7 kasus cidera berat, dan 19 kasus berujung pada kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan umur, tingkat pendidikan dan lama kerja perawat pelaksana dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien. Penelitian ini merupakan kuantitatif menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di 12 ruang rawat inap. penelitian dilaksanakan dari tanggal 8 Agustus ? 3 September 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat  di Ruangan Rawat Inap berjumlah 284 orang.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan probability sampling yaitu proportional simple random sampling.Jumlah sampel dalam  penelitan ini adalah  166 orang.Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner yang diisi oleh perawat pelaksana di ruang rawat inap. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara umur (p value 0,001), tingkat pendidikan (p value 0,001) dan lama kerja (p value 0,007) perawat pelaksana dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien di ruang rawat inap. Diharapkan hasil penelitian memiliki konstribusi terhadap pengembangan keilmuan manajemen dalam keperawatan terutama berkaitan dengan mutu pelayanan keperawatan dan keselamatan pasien.   Kata kunci : umur; tingkat pendidikan; lama kerja; identifikasi; keselamatan pasien   THE RELATIONSHIP BETWEEN AGE, EDUCATION LEVEL AND LENGTH OF WORK OF NURSE EXECUTOR WITH THE IMPLEMENTATION OF PATIENT IDENTIFICATION ACCURACY   ABSTRACT Hospital patient safety is a system whereby hospitals make patient care more secure. The report on the patient's hospital patient safety incident in 2015 based on incidents was 390 cases of non-injury, 112 minor injuries, 97 moderate injuries, severe injuries, and 19 cases resulting in deaths. This study aims to examine the relationship between age, education level and length of work of nurse executor with the implementation of patient identification accuracy. This research is a quantitative research using descriptive method with cross sectional approach. The study was conducted in 12 inpatient rooms. the study was conducted from August 8 - September 3, 2016. The population in this study was all nurses in the inpatient room amounted to 284 people. Sampling technique in this research use probability sampling that is proportional simple random sampling. The number of samples in this study is 166 people. The measuring instrument used is a questionnaire filled by the nurses in the inpatient ward. The result of the research shows that there is correlation between age (p value 0,001), education level (p value 0,001) and length of work (p value 0,007) nurse implementing with accurate identification of patient in hospital ward. It is expected that the research results have a contribution to the development of management science in nursing, especially related to the quality of nursing service and patient safety.   Keywords: age; level of education; length of working; identification; patient safety
PEMBERIAN PERSEA AMERICANA MILL PADA PASIEN HIPERTENSI Awaluddin, Awaluddin; Gusri, Aminah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.715 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.99-106

Abstract

Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor resiko penyebab kematian. Tekanan darah tinggi dianggap sebagai faktor resiko utama bagi berkembangnya penyakit jantung dan berbagai penyakit vaskuler pada orang-orang yang telah lanjut usia, hal ini disebabkan ketegangan yang lebih tinggi dalam arteri sehingga menyebabkan hipertensi. Zat yang terkandung didalam alpukat seperti flavonoid dan polifenol sebagai antioksidan bagi tubuh yang dapat menangkal radikal bebas, querstin yang terdapat dalam daun alpukat bermanfaat untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan sebelum dan sesudah pemberian rebusan daun alpukat (persea americana mill) pada lansia hipertensi. Desain penelitian ini adalah pra-eksperimen design dengan rancangan one group pretest-postest, jumlah sampel 20 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh p value sistol: 0,002 dan value diastol: 0,000<0,05. Kesimpulannya ialah air rebusan daun alpukat efektif untuk menurunkan hipertensi. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah pemberian rebusan daun alpukat (persea americana mill) dianjurkan untuk menurunkan hipertensi.   Kata kunci : Hipertensi, lansia, rebusan daun alpukat         PERSEA AMERICANA MILL ADMINISTERED TO HYPERTENSIVE PATIENTS   ABSTRACT Hypertension or commonly known as high blood pressure is one of high risk factors causing death. High blood pressure is considered a major risk factor for developing heart disease and a variety of vascular disease in people who are elderly, this is due to higher tension in the arteries, causing hypertension. Substances contained in the avocado, such as flavonoids and polyphenols as antioxidants for the body to counteract free radicals, querstin contained in avocado leaves helpful to protect the body from various diseases. This study aimed to investigate the effect before and after administration of decoction of leaves of avocado (Persea Americana mill) in elderly hypertensive. This study design is a pre-experimental design with the design of one group pretest-posttest, the sample size of 20 respondents using purposive sampling technique. The results of the study was systole obtained p value: 0.002 and diastolic : 0.000 <0.05. The conclusion is effective avocado leaves boiled water to reduce hypertension. Recommendations from this research was the decoction of leaves of avocado (Persea americana mill) is recommended to reduce hypertension.   Keywords: Hypertension, elderly, stew of leaf avocado
ANALISIS BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA ANTARA SHIFT PAGI DAN SHIFT SIANG PADA PEKERJA DI BAGIAN OPERASIONAL Hidayah, Nurul; Musyarofah, Siti; Widjasena, Baju
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.343 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.107-115

Abstract

Kelelahan kerja merupakan menurunnya proses efisiensi, performa kerja, dan berkurangnya kekuatan/ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan kegiatan yang dilakukan. Pekerjaan yang menggunakan tenaga fisik dan mental seperti quality control, penerimaan, penimbunan, dan penyaluran avtur ke pesawat, sehingga sangat berkaitan dengan beban kerja fisik dan mental yang dapat menimbulkan kelelahan kerja. Tujuan penelitian yaitu menganalisis perbedaan beban kerja terhadap kelelahan kerja antara shift pagi dan shift siang. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan Cross sectional. Sampel berjumlah 9 pekerja bagian operasional Depot Pengisian Pesawat Udara Ahmad Yani Semarang yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Pengukuran kelelahan kerja menggunakan uji ketuk jari (finger taping test) pada aplikasi android, untuk pengukuran beban kerja fisik menggunakan uji denyut nadi dan pengukuran beban kerja mental menggunakan kuesioner NASA-TLX yang diambil pada saat bekerja. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Paired t-test menunjukkan bahwa 95% terdapat perbedaan yang signifikan kelelahan kerja(p=0,027), beban kerja fisik(p=0,003), dan beban kerja mental(p=0,040) antara shift pagi dan shift siang pada pekerja bagian operasional. Pekerja disarankan untuk melakukan peregangan otot seperti menggerakkan kepala, tangan, dan kaki disela-sela pekerjaan ataupun saat istirahat, dengan tujuan supaya tubuh tidak terlalu lama dalam keadaan statis yang dapat mengakibatkan tenaga kerja menjadi cepat lelah.   Kata kunci : Kelelahan kerja, beban kerja, shift kerja, Pekerja bagian Operasional ANALYSIS OF WORK LOADS ON WORKING FAILURE BETWEEN MORNING SHIFT AND LONG SHIFT ON WORKERS IN OPERATIONAL PARTS   ABSTRACT Job fatigue is a decrease in the process of efficiency, work performance, and reduced strength / physical endurance of the body to continue the activities carried out. Work that uses physical and mental energy such as quality control, acceptance, stockpiling and distribution of aviation fuel to the aircraft, so that it is closely related to physical and mental workloads that can cause work exhaustion. The purpose of the study is to analyze the difference in work load to work fatigue between morning shift and afternoon shift. This type of analytic descriptive research uses a cross sectional approach. The sample consisted of 9 workers in the operational section of Ahmad Yani Aircraft Filling Depot Semarang taken by using total sampling technique. Measurement of work fatigue using finger taping test on android application, for measuring physical workload using pulse test and measurement of mental workload using NASA-TLX questionnaire taken at work. The results of the study using the Paired t-test showed that 95% there were significant differences in work fatigue (p = 0.027), physical workload (p = 0.003), and mental workload (p = 0.040) between morning shift and afternoon shift on operational part workers. Workers are advised to stretch the muscles such as moving the head, hands and feet on the sidelines of work or at rest, with the aim that the body is not too long in a static state that can cause labor to become tired quickly.   Keywords: Job fatigue, workload, work shift, Operational worker
PENGETAHUAN KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN ISPA PADA BALITA Lidia, Annisa Fitri; Rahmadiyah, Dwi Cahya
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.028 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.67-75

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau yang biasa disebut dengan ISPA merupakan penyakit yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia maupun di Indonesia. ISPA paling banyak terjadi pada usia anak-anak dan balita merupakan kelompok usia yang paling rentan terhadap penyakit ini. Pengetahuan dan perilaku pencegahan yang kurang baik dari keluarga akan menimbulkan risiko terhadap balita untuk terkena penyakit ISPA. Tujuan penelitian kuantitatif ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan yang dimiliki oleh keluarga mengenai penyakit ISPA terhadap tindakan pencegahan ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Ciawi Bogor.Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 93 sampel yang diambil menggunakan teknik Accidental sampling.Sampel penelitian adalah Ibu yang membawa balitanya berobat ke Poli MTBS Puskesmas Kecamatan Ciawi. Hasil penelitian dianalisa dengan Chi-square yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan ISPA yang dilakukan oleh keluarga (p value = 0,000, p < ? = 0,05) dimana keluarga dengan pengetahuan baik memiliki kecenderungan 8,3 kali lebih besar untuk melakukan pencegahan yang baik terhadap penyakit ISPA.Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk melakukan studi mengenai pengaruh pemberian pendidikan kesehatan di Puskesmas dengan pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap penyakit ISPA.   Kata kunci : ISPA, pengetahuan, perilaku pencegahan   FAMILY KNOWLEDGE RELATED TO PREVENTION BEHAVIOR OF ACUTE RESIRATORY INFECTIONS (ARI) FOR TODDLER   ABSTRACT ARI is a disease that is a major cause of infectious morbidity and mortality in the world as well as in Indonesia. Acute respiratory infections occur most at the age of children, and toddlers are the age group most susceptible to this disease. Poor knowledge and prevention behavior of the family will cause the risk of toddlers to get ARI disease. The purpose of this quantitative study is to determine the relationship between knowledge owned by the family about ARI disease against prevention behavior of ARI in infants in the work area of ??Puskesmas Kecamatan Ciawi Bogor. This study used cross-sectional design with 93 samples taken using Accidental sampling technique. The sample of this research is mother who bring her toddler to visit Poli MTBS Puskesmas Kecamatan Ciawi. The results were analyzed by Chi-square which showed a significant correlation between knowledge with prevention behavior of ARI in family (p value = 0,000, p <? = 0,05). In this research, family with good knowledge have tendency 8.3 times better for doing good behavior in preventing ARI disease. Subsequent research is recommended to conduct a study on the influence of providing health education in Puskesmas with knowledge and behavior of people against ARI disease.   Keywords: Acute Resiratory Infections (ARI), knowledge, preventionbehavior.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN NEFROPATI DIABETIKA STADIUM 3-5 Roesipin, Sri Wahyuningsih; Seno, Heri Nugroho Hario; Suhartono, Suhartono; Hadisaputro, Suharyo; Sakundarno, Mateus
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.347 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.135-143

Abstract

Nefropati diabetika merupakan penyebab utama kejadian gagal ginjal. Prevalensi di negara-negara Asia sangat tinggi. Sebanyak 20%-40% penderita diabetes akan berkembang menjadi nefropati diabetika, jika tidak dilakukan pencegahan dengan pengelolaan faktor risikonya. Namun penelitian tentang faktor risiko nefropati diabetika di Indonesia masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko tersebut. Desain penelitian  ini adalah studi kasus kontrol dengan jumlah sampel 43 kasus dan 43 kontrol. Kasus adalah penderita diabetes dengan komplikasi nefropati diabetika stadium 3-5 dan kontrol adalah  penderita diabetes dengan nilai eGFR>60ml/menit/1,73m2 dengan proteinuria negatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling pada pasien diabetes yang dirawat inap. Variabel bebas meliputi riwayat keluarga menderita penyakit vaskuler, lama menderita diabetes, riwayat obesitas, kadar gula darah puasa, kadar kolesterol total, status hipertensi, kebiasaan merokok, status hiperurisemia, kualitas tidur, pola konsumsi obat dan aktifitas fisik. Data diolah secara univariat, bivariat dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil analisis regresi logistik berganda menunjukkan bahwa yang terbukti merupakan faktor risiko kejadian nefropati diabetika stadium 3-5 adalah hiperurisemia (OR 9,36; 95%CI: 3,035-28,863) dan hipertensi (OR 3,75; 95%CI:1,090-12,934. Hipertensi dan hiperurisemia merupakan faktor yang dapat diperbaiki, sehingga penderita diabetes disarankan untuk  mengendalikan tekanan darah dan kadar asam uratnya sedini mungkin utnuk mencegah komplikasi nefropati diabetika.   Kata kunci: Nefropati diabetika, Faktor risiko   THE RISK FACTORS OF DIABETIC NEPHROPATHY IN STAGE 3-5   ABSTRACT Diabetic nephropathy is a major cause of kidney failure. The prevalence in Asian countries is very high. As many as 20% -40% of diabetics will develop into diabetic nephropathy, if not prevented by managing risk factors. However, research on the risk factors for diabetic nephropathy in Indonesia is still rare. This study aimed to determined the risk factors for diabetic nephropathy. The study design was a case control study with a total sample of 43 cases and 43 controls. The cases were diabetics with stage 3-5 of diabetic nephropathy and the controls were diabetics with eGFR> 60ml / minute / 1.73m2 with negative proteinuria. Sampling used consecutive sampling technique in hospitalized diabetic patients. Independent variables were family history of vascular disease, duration of diabetes, history of obesity, fasting blood sugar levels, total cholesterol levels, hypertension status, smoking habits, hyperuricemia status, sleep quality, medicines consumption patterns and physical activity. Data was processed in univariate, bivariate and multivariate using multiple logistic regression. The results of multiple logistic regression analysis showed that the significant risk factors for stage 3-5 of diabetic nephropathy were hyperuricemia (OR 9.36; 95% CI: 3.035-28.863) and hypertension (OR 3.75; 95% CI: 1.090-12.934). Hypertension and hyperuricemia are modifiable risk factors, so that diabetic patients are advised to control their blood pressure and uric acid levels as soon as possible to prevented the diabetic nephropathy.   Keywords: Diabetic nephropathy, risk factors.
PENERIMAAN DIRI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS Rohmah, Alfiatur; Wakhid, Abdul; Mawati, Tri
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.669 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.131-134

Abstract

Penerimaan diri mempengaruhi tingkat stres pada pasien gagal ginjal kronikyang menjalani hemodialisis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Kabupaten Semarang. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian ini adalah pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Kabupaten Semarang sejumlah 78 pasien diambil menggunakan teknik total sampling. Alat pengambilan data penerimaan diri diukur dengan kuesioner yang disusun sendiri oleh peneliti. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami penerimaan diri kurang baik (73,1%). Diharapkan pasien gagal ginjal kronikyang menjalani hemodialisis untuk bisa menerima dan menjalani hidupnya dengan ikhlas, menerima kondisinya yang saat ini.   Kata kunci : Hemodialisis, penerimaan diri SELF-ACCEPTANCE IN CHRONIC KIDNEY FAILURE PATIENTS WHO HAVE HEMODIALYSIS ABSTRACTSelf-acceptance affects stress levels in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis. The study aimed to determine the description of self-acceptance in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis in Semarang District Hospital. The design of this study is descriptive with a survey approach. The population of this study were 78 patients who underwent hemodialysis in Semarang District Hospital, with 78 patients taken using total sampling technique. Self-acceptance data retrieval tools are measured by questionnaires prepared by the researcher. Data analysis using univariate analysis. The results showed that most respondents experienced poor self-acceptance (73.1%). It is expected that patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis to be able to accept and live their lives sincerely, accept their current condition.   Keywords: Hemodialysis, self-acceptance
GAMBARAN DISTRIBUSI KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS PADA PENGENDARA SEPEDA MOTOR Ibrahim, Mochammad Malik; Adi, Mateus Sakundarno; Suhartono, Suhartono
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.846 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.82-91

Abstract

Angka insidensi kecelakaan sepeda motor di Kota Semarang meningkat setiap tahun dalam kurun waktu 2014-2016.Data sekunder faktor penyebab dan kecelakaan lalu lintas sepeda motor di Kota Semarang belum dikaji secara epidemiologi oleh kepolisian dan peneliti terdahulu. Sehingga tujuan penelitian ini untuk menggambarkan distribusi kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor di Kota Semarang. Studi deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel studi sebanyak 3.009 sampel kasus yang memenuhi kriteria tercatat lengkap identitas subjek dan lokasi. Pengumpulan data menggunakan catatan laporan kasus kecelakaan lalu lintas Kepolisian Kota Semarang tahun 2014-2016. Analisis data dengan distribusi frekuensi dan analisis spasial. Pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan lalu lintas mayoritas berjenis kelamin laki-laki (77,4%), umur 26-59 tahun (51,7%), pekerjaan swasta (69,3%), kecelakaan ganda (90,9%), tabrakan depan (52,8%), kecelakaan sedang (65%), kurang waspada (51,5%), jalan lurus (74,5%), jam 06.01-12.00 (33%), terdapat 80 lokasi kecelakaan lalu lintas dengan pola sebaran yang berkelompok ?5 kasusdan terjadi peningkatan kasus dibanding periode sebelumnya dalam kurun waktu bulan April, Agustus, dan Oktober tahun 2014-2016. Simpulan,sebagian besar kurang waspada, jenis jalan lurus dan pengelompokan kasus menyebar hampir kesemua jenis jalan dan peningkatan kasus pada bulan April, Agustus, dan Oktober dengan kecenderungan kasus terjadi pada jam 06.01-12.00 WIB.   Kata kunci : Distribusi, kecelakaan lalu lintas, sepeda motor   THE DESCRIPTION OF TRAFFIC ACCIDENT DISTRIBUTION OF MOTORCYCLE RIDERS   ABSTRACT The incidence rate of motorcycle accidents in Semarang City increases every year in the period 2014-2016. Secondary data of causal factors and motorcycle traffic accidents in Semarang City have not been studied epidemiologically by police and previous researchers. So the purpose of this study to describe the distribution of traffic accident incidents on motorcycle riders in Semarang City. Descriptive study with cross sectional design. Samples of the study were 3,009 sample cases that fulfilled the criteria of complete identification of subject and location. Data collection using traffic accident report case of Semarang City Police in 2014-2016. Data analysis with frequency distribution and spatial analysis. The majority of motorcycle riders were male (77.4%), 26-59 years old (51.7%), private employment (69.3%), double accidents (90.9%), front crash (52.8%), moderate accident (65%), less alert (51.5%), straight road (74.5%), 06.01-12.00 hours (33%), there are 80 locations of traffic accidents with a spreading pattern of ?5 cases and increase in cases over previous periods in April, August, and October 2014-2016. Conclusions, mostly less alert, type of straight road and clustering of cases spread almost all types of roads and increased cases in April, August, and October with the tendency of cases occurred at 06.01-12.00 AM.   Keywords: Distribution, traffic accident, motorcycle
GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN EMOSIONAL, PSIKOLOGI DAN SOSIAL PADA KESEHATAN JIWA REMAJA Sulistiowati, Ni Made Dian; Keliat, Budi Anna; Besral, Besral; Wakhid, Abdul
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.506 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.116-122

Abstract

  Masa remaja terjadi perubahan yang dapat menimbulkan masalah jika tidak adanya koping yang adaptif yang dimiliki remaja. Hal ini tentunya perlu diikuti dengan dukungan sistem yang baik pada remaja sehingga remaja mampu tetap memiliki kesehatan jiwa yang baik dan mampu menggunakan koping yang sesuai dalam menyelesaikan masalah yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif korelatif dengan desaincross-sectional untuk mengetahui sejauh mana hubungan dukungan sosial terhadap kesehatan jiwa remaja melalui kesejahteraan emosional, psikologis dan sosial. Sampel sebanyak 135 siswa kelas 7 dan 8 yang berada di SMP swasta dan negeri di Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Responden mengisi kuesioner tentang dukungan sosial (CASSS) dan kesehatan jiwa (MHC-SF). Hasil yang didapatkan diolah secara statistik menggunakan uji chi square. Didapatkan kesejahteraan psikologi remaja sebagian besar dipengaruhi oleh dukungan sosial teman sekelas dan sekolah, sedangkan kesejahteraan sosial remaja dipengaruhi oleh dukungan sosial orang tua, guru, teman sekelas dan sekolah (p<0.005). Adapun faktor yang paling berkontribusi dalam kesehatan jiwa remaja adalah dukungan sosial orang tua (OR : 5,2; p<0.005).Diperlukan peran serta antara orangtua, guru, teman sebaya dalam membantu remaja memahami perubahan yang terjadi pada dirinya sehingga mampu menggunakan koping adaptif ketika masalah terjadi.   Kata kunci :Kesehatan jiwa, remaja, dukungan sosial DESCRIPTION OF SOCIAL SUPPORT TOWARD EMOTIONAL, PSYCHOLOGY AND SOCIAL WELLBEINGAMONG ADOLESCENT?S MENTAL HEALTH   ABSTRACT Adolescents with low adaptive coping are potentially having difficulties facing changes in teenage years. These adolescents are needed solid support systems to maintain mental health well-being during their difficult time. The supports  help them using adaptive coping properly to deal with the problems.  This study is a descriptive study using cross sectional design aimed to explore social support system effect on mental health status on emotional, psychological and social well-being.  There were 135 students of  grade 7th and 8th at junior high schools in Denpasar participated in this study. The participants filled up Social Support Questionnaire (CASSS) and Mental Health Questionnaire (MHC-SF). Data was analysed using Chi Square. The result shows that adolescents? phychological well-being is influenced by social supports from friends and school, while their social well-being is affected by social supports fulfilled from their parents, teachers, friends, and school (p<0.005). The strongest contributing factor of adolescent mental health status is parental support socially (OR : 5,2; p<0.005). It is concluded that the role of parents, teachers, and peers is significant in supporting adolecents on choosing adaptive coping to deal with potential difficulties in teenage years.  Keywords: mental health, adolescence, social support 
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONTROL ASMA PADA PASIEN ASMA RAWAT JALAN Anggraini, Truly Dian; Susilowati, Susilowati; Pamungkas, Aminudin
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.012 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.123-130

Abstract

Asma merupakan sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia. Faktor resiko asma yang berasal dari pasien yang meliputi usia, jenis kelamin, genetik dan obesitas, namun masih belum diketahui pengaruhnya terhadap kontrol asma. Faktor di luar pasien yang mungkin juga mempengaruhi adalah ketepatan penggunaan alat inhalasi, dimana penggunaan alat inhalasi seharusnya dapat mengontrol dan mengurangi serangan asma. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kontrol asma pada pasien asma rawat jalan. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 109 pasien asma rawat jalan di RSUD Kota Surakarta yang diambil dengan tekhnik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan dari empat faktor yang dianalisis, faktor yang mempengaruhi kontrol asma adalah usia dan ketepatan penggunaan alat inhalasi. Hasil uji Chi-Square hubungan usia dengan kontrol asma p = 0,042 dan OR (Odd Ratio) = 3,277dan hubungan ketepatan penggunaan alat inhalasi dengan kontrol asma p = 0,000 dan OR (Odd Ratio) = 14,400. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia dan ketepatan cara penggunaan alat inhalasi dengan kontrol asma pasien rawat jalan.diharapkan adanya peningkatan pengetaan  mengenai penggunaan alat inhalasi yang benar.   Kata kunci : Asma, Usia, Ketepatan Alat Inhalasi, Kontrol Asma.   ABSTRACT Asthma is the top ten causes of illness and death in Indonesia. Risk factors for asthma from patients including age, sex, genetic and obesity, but still not known to influence asthma control. Factors outside the patient that might also affect the accuracy of the use of inhalation devices, where the use of inhalation equipment should be able to control and reduce asthma attacks. The study aimed to analyze factors related to asthma control in outpatient asthma patients. This study uses an observational analytic design with a cross sectional approach. The sample of 109 outpatient asthma patients in Surakarta City Hospital was taken by purposive sampling technique. Data analysis using Chi-Square statistical test. The results showed that of the four factors analyzed, the factors that influence asthma control are age and accuracy of use of inhalers. Chi-Square test results of the relationship of age with asthma control p = 0.042 and OR (Odd Ratio) = 3.277 and the relationship of the accuracy of the use of inhalation devices with asthma control p = 0.000 and OR (Odd Ratio) = 14,400. These results indicate a significant relationship between age and accuracy of how to use inhalation devices with outpatient asthma control. It is hoped that there will be an increase in mapping regarding the use of correct inhalation devices.   Keywords: Asthma, Age, accuracy of the use of inhalation devices, asthma control

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2025 Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025 Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2025 Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2025 Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2024 Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2024 Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2024 Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024 Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023 Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023 Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2023 Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2023 Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2022 Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Oktober 2022 Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2022 Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Juli 2022 Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp April 2022 Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2022 Vol 12 No 1 (2022): Januari 2022 Vol 12 No 1 (2022): Supp Januari 2022 Vol 11 No 4 (2021): Supp Oktober 2021 Vol 11 No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 11 No 3 (2021): Juli 2021 Vol 11 No 2 (2021): April 2021 Vol 11 No 2 (2021): Supp April 2021 Vol 11 No 1 (2021): Supp Januari 2021 Vol 11 No 1 (2021): Januari 2021 Vol 10 No 4 (2020): Oktober 2020 Vol 10 No 3 (2020): Juli 2020 Vol 10 No 2 (2020): April 2020 Vol 10 No 1 (2020): Januari 2020 Vol 9 No 4 (2019): Oktober Vol 9 No 3 (2019): Juli Vol 9 No 2 (2019): April Vol 9 No 1 (2019): Januari Vol 8 No 2 (2018): Oktober Vol 8 No 1 (2018): April Vol 7 No 2 (2017): Oktober Vol 7 No 1 (2017): April Vol 6 No 2 (2016): Oktober Vol 6 No 1 (2016): April Vol 5 No 2 (2015): Oktober Vol 5 No 1 (2015): April Vol 4 No 2 (2014): Oktober Vol 4 No 1 (2014): April Vol 3 No 2 (2013): Oktober More Issue