Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

GAMBARAN DISTRIBUSI KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS PADA PENGENDARA SEPEDA MOTOR Ibrahim, Mochammad Malik; Adi, Mateus Sakundarno; Suhartono, Suhartono
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.846 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.82-91

Abstract

Angka insidensi kecelakaan sepeda motor di Kota Semarang meningkat setiap tahun dalam kurun waktu 2014-2016.Data sekunder faktor penyebab dan kecelakaan lalu lintas sepeda motor di Kota Semarang belum dikaji secara epidemiologi oleh kepolisian dan peneliti terdahulu. Sehingga tujuan penelitian ini untuk menggambarkan distribusi kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor di Kota Semarang. Studi deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel studi sebanyak 3.009 sampel kasus yang memenuhi kriteria tercatat lengkap identitas subjek dan lokasi. Pengumpulan data menggunakan catatan laporan kasus kecelakaan lalu lintas Kepolisian Kota Semarang tahun 2014-2016. Analisis data dengan distribusi frekuensi dan analisis spasial. Pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan lalu lintas mayoritas berjenis kelamin laki-laki (77,4%), umur 26-59 tahun (51,7%), pekerjaan swasta (69,3%), kecelakaan ganda (90,9%), tabrakan depan (52,8%), kecelakaan sedang (65%), kurang waspada (51,5%), jalan lurus (74,5%), jam 06.01-12.00 (33%), terdapat 80 lokasi kecelakaan lalu lintas dengan pola sebaran yang berkelompok ?5 kasusdan terjadi peningkatan kasus dibanding periode sebelumnya dalam kurun waktu bulan April, Agustus, dan Oktober tahun 2014-2016. Simpulan,sebagian besar kurang waspada, jenis jalan lurus dan pengelompokan kasus menyebar hampir kesemua jenis jalan dan peningkatan kasus pada bulan April, Agustus, dan Oktober dengan kecenderungan kasus terjadi pada jam 06.01-12.00 WIB.   Kata kunci : Distribusi, kecelakaan lalu lintas, sepeda motor   THE DESCRIPTION OF TRAFFIC ACCIDENT DISTRIBUTION OF MOTORCYCLE RIDERS   ABSTRACT The incidence rate of motorcycle accidents in Semarang City increases every year in the period 2014-2016. Secondary data of causal factors and motorcycle traffic accidents in Semarang City have not been studied epidemiologically by police and previous researchers. So the purpose of this study to describe the distribution of traffic accident incidents on motorcycle riders in Semarang City. Descriptive study with cross sectional design. Samples of the study were 3,009 sample cases that fulfilled the criteria of complete identification of subject and location. Data collection using traffic accident report case of Semarang City Police in 2014-2016. Data analysis with frequency distribution and spatial analysis. The majority of motorcycle riders were male (77.4%), 26-59 years old (51.7%), private employment (69.3%), double accidents (90.9%), front crash (52.8%), moderate accident (65%), less alert (51.5%), straight road (74.5%), 06.01-12.00 hours (33%), there are 80 locations of traffic accidents with a spreading pattern of ?5 cases and increase in cases over previous periods in April, August, and October 2014-2016. Conclusions, mostly less alert, type of straight road and clustering of cases spread almost all types of roads and increased cases in April, August, and October with the tendency of cases occurred at 06.01-12.00 AM.   Keywords: Distribution, traffic accident, motorcycle
EFFECT OF NONI LEAF (Morinda Citrifolia Lignosae) EXTRACT LARVACIDE TO THE MORTALITY OF Aedes sp. INSTAR III-IV LARVAE Mochammad Malik Ibrahim
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 17, No 01 (2018): APRIL 2018
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.938 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v17i01.1850

Abstract

ABSTRACTThe eradication of DHF is through the control of Aedes sp. Vector using larvacide. However, the use of synthetic larvacide causes new problems, such as an environmental pollution and toxicity to human beings therefore safe botanical larvacide should be used compound originated from such as mengkudu leaves extract which contains active compunds, i.e. flavonoida, alkaloida, saponin causing mortality to larva. However the research of mengkudu leaves extract effect to larva isn’t yet examined with Aedes sp larva sample in Indonesia specially larva sample in west village Krapyak.To proof that noni leaf extract 50% (LC50) and 90% (LC90) could lethal Aedes sp. Instar III-IV larva.Mortality of Aedes sp. larva at noni leaf extract 100 ppm was (0%), 200 ppm (1%), 300 ppm (4%), 400 ppm (6%), 500 ppm (11%) and the result of correlation test showed p=0.006 < α = 0.05, thus there was correlation between concentrate of noni leaf extract to with percentage of death of percentage Aedes sp. Instar III-IV larva with linear regression γ = -3.7 + 0.027 used as estimation LC50 and LC90.Concentrate of noni leaf extract could not lethal Aedes sp. instar III-IV larva as much as 50% (LC50) and 90% (LC90) but based on linear regression equivalent it was estimated LC50 was 2.000 ppm and LC90 was 3.475 ppm.Keywords: Larvacide, noni leaf extract, Aedes sp.ABSTRAKPengendalian DBD menggunakan larvasida sintetik menimbulkan masalah baru, diantaranya adalah pencemaran lingkungan dan keracunan pada manusia sehingga perlu larvasida botanis yang lebih aman seperti senyawa yang berasal dari daun mengkudu seperti flavonoida, alkaloida, saponin yang dapat mengakibatkan kematian larva. Namun penelitian terkait efek larvasida ekstrak daun mengkudu terhadap larva ini belum dilakukan uji menggunakan sampel larva nyamuk Aedes sp. di Indonesia terutama sampel larva di Dusun Krapyak Kulon.Tujuan penelitian untuk membuktikan ekstrak daun mengkudu dapat mematikan larva instar III-IV Aedes sp. sebesar 50% (LC50) dan 90% (LC90).Metode penelitian menggunakan Penelitian eksperimental dengan rancangan posttest-only control group design. Analisis data menggunakan korelasi dan regresi linier.Hasil penelitian yaitu jumlah kematian larva Aedes sp. pada pemaparan ekstrak daun mengkudu kosentrasi 100 ppm (0%), 200 ppm (1%), 300 ppm (4%), 400 ppm (6%), 500 ppm (11%) dan hasil uji korelasi menunjukkan p=0,006 < α = 0,05, sehingga dinyatakan ada hubungan antara konsentrasi ekstrak daun mengkudu terhadap persentase kematian larva instar III-IV Aedes sp. dengan persamaan regresi linier γ = -3,7 + 0,027 yang digunakan sebagai prediksi LC50 dan LC90.Konsentrasi ekstrak daun mengkudu yang digunakan tidak dapat mematikan larva instar III-IV Aedes sp. sebesar 50% (LC50) dan 90% (LC90) namun berdasarkan persamaan regresi linier didapatkan bahwa prediksi LC50 sebesar 2.000 ppm dan LC90 sebesar 3.475 ppm.Kata Kunci : Larvasida, ekstrak daun mengkudu, Aedes sp.
The Risk Factors of Motorcycle Riders Traffic Accidents in Semarang City 2017 Mochammad Malik Ibrahim; Mateus Sakundarno Adi; Suhartono Suhartono
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2011.76 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v8i3.3742

Abstract

The incidence rate of motorcycle accidents in Semarang city increased every year in the period 2014–2016. The research related to the risk factor of traffic accident incidents on motorcycle riders in Semarang city is still scarce. This study aims to analyze the risk factors of traffic accidents on motorcycle riders in Semarang city. The type of research is an analytic observational study with a case-control design. The number of samples was 50 cases and 50 controls. The case is a motorcycle rider who had a traffic accident in Semarang city from July to November 2017. Control is a motorcycle rider who did not have a traffic accident. Data was analyzed bivariate and multivariate using logistic regression test backward LR method. Factors proven to be a risk factor for traffic accidents on motorcyclists are less alert (p=0.005, OR=4.255, 95% CI=1.540–11.759), non-distance habits (p=0.001, OR=5.209, 95% CI=1.997–13.584), and hasty behavior (p=0.029, OR=2.950, 95% CI=1.116–7.800). Conclusions, alertness, not keeping distance, and impulsive behavior are risk factors for traffic accident incidents on Semarang city motorcyclists. FAKTOR RISIKO KECELAKAAN LALU LINTAS PENGENDARA SEPEDA MOTOR DI KOTA SEMARANG TAHUN 2017Angka insidensi kecelakaan sepeda motor di Kota Semarang meningkat setiap tahun dalam kurun waktu 2014–2016. Penelitian terkait faktor risiko kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor di Kota Semarang masih sangat jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor di Kota Semarang. Jenis penelitian adalah studi observasional analitik dengan desain case control. Jumlah sampel 50 kasus dan 50 kontrol. Kasus adalah pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Kota Semarang terhitung dari Juli hingga November 2017. Kontrol adalah pengendara sepeda motor yang tidak mengalami kecelakaan lalu lintas. Data dianalisis secara bivariat dan multivariat menggunakan uji logistic regression metode backward LR. Faktor yang terbukti sebagai faktor risiko kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor adalah kurang waspada (p=0,005; OR=4,255; IK 95%=1,540–11,759), kebiasaan tidak menjaga jarak (p=0,001; OR=5,209; IK 95%=1,997–13,584), dan perilaku terburu-buru (p=0,029; OR=2,950; IK 95%=1,116–7,800). Simpulan, kurang waspada, kebiasaan tidak menjaga jarak, dan perilaku terburu-buru merupakan faktor risiko kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor di Kota Semarang.
GAMBARAN DISTRIBUSI KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS PADA PENGENDARA SEPEDA MOTOR Mochammad Malik Ibrahim; Mateus Sakundarno Adi; Suhartono Suhartono
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.848 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.82-91

Abstract

Angka insidensi kecelakaan sepeda motor di Kota Semarang meningkat setiap tahun dalam kurun waktu 2014-2016.Data sekunder faktor penyebab dan kecelakaan lalu lintas sepeda motor di Kota Semarang belum dikaji secara epidemiologi oleh kepolisian dan peneliti terdahulu. Sehingga tujuan penelitian ini untuk menggambarkan distribusi kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor di Kota Semarang. Studi deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel studi sebanyak 3.009 sampel kasus yang memenuhi kriteria tercatat lengkap identitas subjek dan lokasi. Pengumpulan data menggunakan catatan laporan kasus kecelakaan lalu lintas Kepolisian Kota Semarang tahun 2014-2016. Analisis data dengan distribusi frekuensi dan analisis spasial. Pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan lalu lintas mayoritas berjenis kelamin laki-laki (77,4%), umur 26-59 tahun (51,7%), pekerjaan swasta (69,3%), kecelakaan ganda (90,9%), tabrakan depan (52,8%), kecelakaan sedang (65%), kurang waspada (51,5%), jalan lurus (74,5%), jam 06.01-12.00 (33%), terdapat 80 lokasi kecelakaan lalu lintas dengan pola sebaran yang berkelompok ≥5 kasusdan terjadi peningkatan kasus dibanding periode sebelumnya dalam kurun waktu bulan April, Agustus, dan Oktober tahun 2014-2016. Simpulan,sebagian besar kurang waspada, jenis jalan lurus dan pengelompokan kasus menyebar hampir kesemua jenis jalan dan peningkatan kasus pada bulan April, Agustus, dan Oktober dengan kecenderungan kasus terjadi pada jam 06.01-12.00 WIB. Kata kunci : Distribusi, kecelakaan lalu lintas, sepeda motor THE DESCRIPTION OF TRAFFIC ACCIDENT DISTRIBUTION OF MOTORCYCLE RIDERS ABSTRACT The incidence rate of motorcycle accidents in Semarang City increases every year in the period 2014-2016. Secondary data of causal factors and motorcycle traffic accidents in Semarang City have not been studied epidemiologically by police and previous researchers. So the purpose of this study to describe the distribution of traffic accident incidents on motorcycle riders in Semarang City. Descriptive study with cross sectional design. Samples of the study were 3,009 sample cases that fulfilled the criteria of complete identification of subject and location. Data collection using traffic accident report case of Semarang City Police in 2014-2016. Data analysis with frequency distribution and spatial analysis. The majority of motorcycle riders were male (77.4%), 26-59 years old (51.7%), private employment (69.3%), double accidents (90.9%), front crash (52.8%), moderate accident (65%), less alert (51.5%), straight road (74.5%), 06.01-12.00 hours (33%), there are 80 locations of traffic accidents with a spreading pattern of ≥5 cases and increase in cases over previous periods in April, August, and October 2014-2016. Conclusions, mostly less alert, type of straight road and clustering of cases spread almost all types of roads and increased cases in April, August, and October with the tendency of cases occurred at 06.01-12.00 AM. Keywords: Distribution, traffic accident, motorcycle
The Effect of Health Center Facilities on Patient Satisfaction in Ambulantory Installations mochammad Malik Ibrahim; Sagita Candra Puspitasari
Consilium Sanitatis: Journal of Health Science and Policy Vol. 1 No. 3 (2023): July
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jhsp.v1i3.419

Abstract

Objective: This study aims to analyze the effect of facilities on patient satisfaction at the Pandaan Health Center. Methods: This type of research is a quantitative analytic cross-sectional design. The population numbered around 1,568 patients with a total sample of 94 patients in ambulantory installations. Sampling technique with accidental sampling. The instrument measurement scale uses a Likert scale. Primary data collection methods using questionnaires and data analysis kolmogorov smirnov data normality test, linearity test, spearman correlation and logistic regression enter method. Results: The results showed that the variable of facilities proved to have an effect on patient satisfaction with a significant value (p=0.016, POR=3). Conclusion: The health center facilities are one of the factors that influence patient satisfaction at the Pandaan Health Center.
The Effect of Completeness of Filling Out Important Reports on Delay in Return of Medical Record Files Mochammad Malik Ibrahim
Consilium Sanitatis: Journal of Health Science and Policy Vol. 1 No. 3 (2023): July
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jhsp.v1i3.634

Abstract

Objective: The purpose of this study was to analyze the effect of the completeness of filling out important reports on several forms on the occurrence of delays in returning inpatient medical record files at the hospital. Methods: This type of research is quantitative analytic cross-sectional design. The population numbered around 643 with a total sample of 161 inpatient medical record files. Sampling technique with quota sampling. The primary data collection method was observation using a checklist sheet and data analysis using SPSS 24 for univariate analysis with frequency distribution, bivariate using the chi-square test and multivariate using logistic regression using the forward LR method. Results: The completeness of filling in important reporting on all forms studied has not reached 100% and the return of patient medical record files is still a lot of medical record files whose returns are late by 55.9% and the factors that have been proven to be factors that influence the occurrence of delays in returning medical record files are forms incomplete initial nursing assessment (p=0.034 and OR=9.438), incomplete filling of patient education forms (p=0.039 and OR=3.078). Conclusion: Factors that are proven to have an effect on the occurrence of delays in returning medical record files are incomplete filling of initial nursing assessment forms and incomplete patient education forms.
Faktor Resiko Ergonomi pada Ruang Penyimpanan Rekam Medis di Rumah Sakit ‘Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Sidoarjo Tahun 2023 Siti Silfyana; Fitria Rakhmawati; M. Malik Ibrahim
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 01 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i01.67

Abstract

Faktor-faktor risiko kerja di ruang penyimpanan berkas rekam medis masih sering terjadi di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya di Rumah Sakit. Banyak faktor risiko pekerjaan yang belum diperhatikan salah satunya dalam penyelenggaraan rekam medis di ruang penyimpanan berkas rekam medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor risiko ergonomi di ruang penyimpanan berkas rekam medis di RS 'Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Desain penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan study kasus. Hasil penelitian didapatkan Faktor ergonomi untuk tata letak ruang penyimpanan lantai 2 belum sesuai. karena letaknya cukup jauh dari pendaftaran.  Untuk jarak antar rak ada beberapa yang belum sesuai karena jaraknya berbeda-beda, dan untuk kursi kerja belum sesuai. Masukan bagi Rumah Sakit ‘Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Sidoarjo agar dibagian menejemen mengajukan perbaikan fasilitas yang ada untuk menunjang kenyamanan dan kinerja petugas rekam medis dan agar pada bagian rekam medis ikut memberikan perubahan dengan  melakukan penataan ulang pada tempat penyimpanan berkas rekam medis pasien untuk meminimalkan resiko yang terjadi saat bekerja.
FAKTOR PENYEBAB PENDING KLAIM BPJS KESEHATAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT Ibrahim, Mochammad Malik; MAULANA, AGUNG FIRMAN; ANWAR, HIDAYATUS SYARIFAH; BILQIS, IFTITA; NURJAYANTI, TITIK PUTRI; MUNAWAROH, WASILAH; MILADIYAH, ZUHROTUL
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 11 No 2 (2024): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59300/mjrm.v11i2.124

Abstract

Penelitian ini menyajikan temuan dari beberapa dokumen yang menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kasus BPJS Kesehatan di berbagai rumah sakit di Indonesia. Analisis kualitatif dan kuantitatif menunjukkan bahwa permohonan yang tidak lengkap, resume yang tidak lengkap, dan permohonan pinjaman yang tidak lengkap berdampak pada status tunggakan klaim BPJS rawat inap. Faktor tambahan seperti rendahnya sosialisasi, pengetahuan baru, dan perubahan peraturan terkait kode etik BPJS juga berperan dalam permasalahan ini. Rekomendasi studi tersebut antara lain membatasi pelatihan tentang pemotongan kode, berinteraksi dengan DPJP dalam penulisan resume medis, pelaporan internal mengenai klaim BPJS yang belum dibayar, berkolaborasi dengan IT, serta melacak dan menilai klaim yang diajukan ke BPJS. Penerapan rekomendasi ini diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah klaim yang belum terselesaikan dan meningkatkan efektivitas proses klaim kesehatan nasional di Indonesia.
Sosialisasi dan Problem Solving Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis dengan Diagram Fishbone Ibrahim, Mochammad Malik; Yusmanisari, Eka; P, Ria Irmanda; Anafiah, Fitri
Jurnal Abdimas Jatibara Vol 2, No 2 (2024): Jatibara Vol.2 No.2 Februari 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jaj.v2i2.1887

Abstract

The problem of delays in returning inpatient medical record files in the Ashoka Room in December was the highest with a return time of 18 days. This service aims to provide an understanding of the flow of returning medical records and solving the problem of delays in returning medical record files. This service activity is carried out in several stages. The results obtained by participants were able to understand the flow of returning inpatient medical record files which had been socialized and became a poster output product in this service and were also presented in the socialization regarding problem solving for delays in returning inpatient medical record files at Bangil Regional Hospital using a Fishbone diagram. Suggestion: It is necessary to make efforts to monitor and evaluate the implementation of the SOP for returning medical record files, resocialize the SOP to remind health workers about the time to return medical record files, provide motivation or praise in the form of a certificate of appreciation to health workers who are responsible for returning medical record files on time.
KORELASI ANTARA PELAYANAN ADMINISTRASI DAN LOYALITAS PASIEN BPJS DI POLI THT Ibrahim, Mochammad Malik; Huda, Muhammad Nurul; Azmi, Ulul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33720

Abstract

Rendahnya tingkat loyalitas pasien rumah sakit di Indonesia menjadi isu kritis yang mememerlukan pemahaman dan penanganan yang mendalam. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya Jumlah kunjungan rutin mempengaruhi profitabilitas dan stabilitas rumah sakit. Pelayanan administrasi sangat berpengaruh besar terhadap kenyamanan pasien rumah sakit hal ini juga mengakibatkan loyaloitas pasien meningkat jika pelayanan administrasi di rumah sakit semakin membaik. Kesetiaan pasien terhadap suatu rumah sakit bergantung pada komitmen pasien terhadap pelayanan yang diberikan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara pelayanan administrasi dengan loyalitas pasien BPJS. Metode digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 139 responden dengan purposive sampling. Pengumpulan data dengan cara zoho forms kepada pasien. Hasil penelitian membuktikan bahwa pelayanan administrasi kurang dengan loyalitas pasien yang tidak loyal sebanyak 14 responden (73.7%) lebih besar dibandingkan pelayanan administrasi kurang dengan loyalitas pasien loyal sebanyak 5 responden (26.3%), pelayanan administrasi cukup dengan loyalitas pasien yang tidak loyal sebanyak 21 responden (56.8%) lebih besar dibandingkan pelayanan administrasi cukup dengan loyalitas pasien loyal sebanyak 16 responden (43.2%), pelayanan administrasi baik dengan loyalitas pasien yang  loyal sebanyak 59 responden (71.1%) lebih besar dibandingkan pelayanan administrasi yang baik dengan tidak loyal sebesar (28.9%). Hasil yang diperoleh memiliki nilai Chi-square 0,000<0,05 yang menunjukan terdapat korelasi antar variabel yang diteliti baik independent dan dependent. Simpulan, terdapat korelasi antara pelayanan administrasi dengan loyalitas pasien BPJS rawat jalan di poli THT.