cover
Contact Name
Afifah Nurul Izzati
Contact Email
-
Phone
+6285336847606
Journal Mail Official
jurnal.tecnoscienza@kahuripan.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No.1 Pelem Pare Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tecnoscienza
ISSN : 25413295     EISSN : 26153319     DOI : -
TECNOSCIENZA is an academic journal on the issued related to engineering, earth science, and technology. Published actually in April and October. It is open to all scientist, researchers, education practitioners, and other scholar. Therefore this journal welcomes to various topics that have recieved by Proffesors and Doctors specifying on related studies, and they come from reputable universities all over Indonesia and universities abroad.
Articles 414 Documents
PEMAHAMAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO TERHADAP BENTUK UMUM GELOMBANG SINUS YANG MERAMBAT KE ARAH TERTENTU Kartika Kusumaningtyas
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 1 No. 2 (2017): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan tentang pemahaman mahasiswa terhadap materi gelombang mekanik dalam menentukan bentuk umum gelombang sinus yang merambat ke arah tertentu. Subjek penelitian terdiri dari tujuh orang mahasiswa teknik elektro, angkatan 2015/2016, semester genap, Universitas Kahuripan Kediri, yang mengikuti perkuliahan fisika II. Pembelajaran menggunakan multirepresentasi diantaranya pengamatan simulasi gelombang, visualisasi gelombang dan tugas mandiri. Instrumen penelitian menggunakan tes diagnostik Wave Conceptual Survey (WCS) berbentuk tes konseptual berbentuk pilihan ganda beralasan, yang disertai alasan yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif penelitian berupa skor pretes dan skor postes. Data kualitatif berupa paparan penjelasan mahasiswa. Pemahaman mahasiswa terhadap materi gelombang mekanik dalam menentukan bentuk umum gelombang sinus yang merambat ke arah tertentu diakses tes diagnostik dari WCS pada nomor tiga. Peningkatan pembelajaran ditunjukkan oleh tiga orang mahasiswa yang bergeser memilih jawaban benar saat postes Kata Kunci: Pemahaman, gelombang mekanik, gelombang sinus
STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS CV. TIRTA BENING SUMBER ALAMI TRENGGALEK Muhammad Zuhdi Sasongko*1; Edy Djoko Suprayitno*2
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 1 No. 2 (2017): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan internal dan eksternal yang sedang terjadi pada bisnis CV. Tirta Bening Sumber Alami (TBSA) Kabupaten Trenggalek Propinsi Jawa Timur serta menyusun strategi pengembangan bisnis. Analisa lingkungan internal akan menganalisa tiap aspek di dalam lingkungan internal bisnis yaitu pemasaran, keuangan, produksi, dan sumber daya manusia. Sedangkan analisa lingkungan ekternal menggunakan analisa PEST yang berfokus pada faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi, dan Porter’s Five Forces Analysis. Penelitian yang dilakukan dengan metode kualitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data primer berupa wawancara kepada beberap informan perusahan dan juga data sekunder yang berupa studi dokumen. Selanjutnya akan dilakukan analisa SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threat). Dari analisa SWOT akan dibentuk matriks SWOT yang nantinya dapat merumuskan beberapa alternatif strategi bagi perusahaan.Hasil penelitian disimpulkan bahwa strategi pengembangan bisnis yang paling tepat bagi perusahaan adalah strategi intensif, yaitu pengembangan pasar, penetrasi pasar, dan pengembangan produk. Kata Kunci: SWOT, TBSA, Trenggalek
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PROBLEM SOLVINGPADA MATA KULIAH ELEKTRONIKA Dwi Sari Ida Aflaha
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui prosedur pengembangan modul berbasis problem solvingyang layak digunakan pada materi elektronika. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang mengacu pada model yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Kelayakan media divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, dan teman sejawat. Subjek Uji coba penelitian ini adalah mahasiswa semester III tahun akademik 2015/2016. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan: (1) langkah-langkah prosedur pengembangan yang dilakukan menggunakan model 4-D yang diawali tahap 1 defineyaitu melakukan studi literatur yang meliputi analisis, kurikulum dan materi, tahap 2 design yaitu pemilihan format modul, tahap 3 developyaitu desain awal modul, validasi produk, uji coba terbatas, perbaikan, uji coba luas. Pada uji coba terbatas mahasiswa tidak hanya membaca modul, tetapi juga melakukan kegiatan pembelajaran dalam modul, dan tahap 4 disseminateyaitu penyebaran modul paada mahasiswa. (2) penilaian modul fisika berbasis problem solvingdinyatakan layak dengan kategori sangat baik yaitu dengan nilai hasil validasi ahli 458, nilai hasil validasi teman sejawat 461. Respon mahasiswa pada uji coba kecil memperoleh 84% dengan kategori sangat baik. respon mahasiswa setelah uji besar 86% kategori sangat baik dan respon dosen serta teman sejawat sebesar 94% kategori sangat baik. (3) Modul berbasis problem solvingefektif untuk meningkatkan hasil belajar ditinjau dari skor rata-rata pretest 65,75 dan posttest 71,50. Sehingga modul berbasis problem solving mendapat respon positif dalam pembelajaran dan dapat memberikan motivasi belajar mahasiswa. Kata Kunci: Fisika, Problem Solving, Elastisitas
PENGEMBANGAN PRODUK GENDONGAN BAYI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ASPEK ADDITIONAL FEATURESDAN KONSEP ANTROPOMETRI Lisa Ranuatur Rohmah*1; Suhartini *2
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong masyarakat untuk lebih pandai dalam memilih produk inovatif yang mampu memberikan kemudahan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai pengembangan produk gendongan bayi melalui konsep antropometri dan pertimbangan pada aspek additional features. Tahap pertama yang dilakukan yaitu mengidentifikasi atribut produk yang menjadi keinginan konsumen berdasarkan hasil kuesioner. Kemudian mengintegrasikan hasil kuantitatif kuesioner berdasarkan skala likert ke dalam metode Quality Function Deployment (QFD). Pengukuran 8 data antropometri anak dilakukan agar diperoleh data untuk ukuran produk gendongan bayi yang sesuai dengan perhitungan persentil. Tahap terakhir yaitu membuat rancangan ulang produk gendongan bayi berdasarkan pengolahan data QFD dan antropometri. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh 13 atribut yang menjadi dasar pengembangan produk, diantaranya 6 atribut fitur tambahan yaitu fitur penyangga kepala dengan nilai normal raw weightsebesar 10,73%, fitur bantal, fitur pengunci, fitur topi, fitur kantong, fitur aksesoris mainan musik, dan juga atribut model gendongan modern, kekuatan, harga murah dan terjangkau, bahan yang nyaman bagi kulit bayi, praktis dan tidak pegal, motif lucu dan bervariasi serta mudah diperbaiki dan dibersihkan dengan nilai normal raw weightsebesar 4,83%. Sedangkan untuk aspek ergonomi berkaitan dengan fleksibilitas pada fitur maupun bagian dari produk gendongan bayi. Kata Kunci: additional features, antropometri, pengembangan produk, quality function deployment (QFD).
KESULITAN PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Retnaning Tyas
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis hambatan guru dalam penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah guru matematika MTs Negeri Batu. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan yang dialami guru pada tahap perencanaan adalah sulitnya menentukan masalah yang tepat sehingga mampu menstimulus suasana diskusi yang baik dan mampu menstimulus perkembangan intelektual siswa. Hambatan waktu yang lama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran disebabkan karena guru belum terbiasa dengan pembelajaran PBL. Secara khusus pada pelaksanaan, hambatan yang dialami guru dalam implementasi setiap tahap PBL terletak pada tahap ketiga, ketika membantu investigasi mandiri dan kelompok. Guru tidak mudah dalam memposisikan diri sebagai fasilitator, membimbing, menggali pemahaman yang lebih dalam, mendukung inisiatif siswa. Faktor kemampuan awal siswa, tingkat dan kecepatan berpikir dan aspek-aspek lain yang heterogen membuat guru perlu terus melatih kepekaan agar mampu menempatkan dirinya pada posisi yang tepat agar proses inkuiri berjalan dengan baik. Kata Kunci: problem based learning, matematika
PENGARUH PRODUKTIVITAS KERJA TERHADAP KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN Soepardi Harris*1; Bambang Perkasa Alam*2; Arief Nugroho Wibowo*3
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan dalam sebuah proyek konstruksi tergantung dari produktivitas banyak hal, antara lain : 1). Masalah sumber daya manusia, 2) metodologi kerja yang kurang tepat, 3) keuangan, 4) keterbatasan teknologi, 5) permainan politik. Dari segi sumber daya manusia, beberapa factor menjadi perhatian dalam tingkat produktivitas antara lain segi pendidikan, keahlian, usia, waktu kerja serta lokasi proyek. Produktivitas merupakan istilah dalam kegiatan produksi sebagai perbandingan antara luaran (output) dengan masukan (input). Semakin tinggi produktivitas diharapkan semakin tinggi tingkat ketepatan selesainya suatu proyek atau semakin kecil tingkat keterlambatannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data primer menggunakan metode Purposive Sampling. Temuan yang hendak dicapai disini adalah hubungan antara factor-faktor diatas dengan tingkat produktivitas dari sumber daya manusia yang terlibat dalam hal ini adalah pekerja. Sehingga dengan ditemukan hubungan ini dapat dijelaskan dalammenentukan tingkat produktivitas yang diharapkan dari pekerja yang bisa membuat proyek selesai tepat pada waktunya. Kata Kunci: produktivitas kerja, keterlambatan, pelaksanaan proyek
ANALISIS FAKTOR MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK DAN EKONOMI UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI DENGAN MELIHAT TINGKAT VARIABEL Trinil Muktiningrum*1; Cahyo Purnomo Prasetyo*2
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Minat Berwirausaha Mahasiswa Universitas Kahuripan Kediri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey eksplanatory. Sebagai Objek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Kahuripan Kediri, dengan variabel independen yaitu lingkungan keluarga, motivasi mahasiswa berwirausaha, dan ilmu pengetahuan (knowledge). Sedangkan variabel minat berwirausaha sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Manajemen dan Prodi Teknik Elektro dengan sampel sebanyak 76 mahasiswa yang diambil secara proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan teknik regresi berganda dengan menggunakan program SPSS for windows 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi mahasiswa berwirausaha mempunyai pengaruh positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa Universitas Kahuripan Kediri. Kata Kunci: Minat berwirausaha, motivasi, lingkungan keluarga, ilmu pengetahuan
EVALUASI KESIAPAN IMPLEMENTASI PROGRAM SMART CITY DI PEMERINTAH KABUPATEN MALANG DENGAN MENGGUNAKAN E-READINESS Admaja Dwi Herlambang; Widhy Hayuhardhika Nugraha Putra; Mochamad Chandra Saputra
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 2 No. 2 (2018): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah organisasi harus memiliki kesiapan teknologi untuk mengakuisisi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mendukung misi-misinya. Apabila Pemerintah Kabupaten Malang dikonsepkan sebagai sebuah organisasi yang terdiri dari beberapa sistem, maka kesiapan setiap sistem harus dipastikan terlebih dahulu apakah siap untuk mendukung akuisisi TIK atau tidak.Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sudah terlebih dahulu memiliki kegiatan operasional yang didukung TIK akan memudahkan dalam pengelolaan TIK yang yang lebih baik dalam rangka menuju tatakelola yang baik (good governance) dan eksekusi program Smart City. Hasil penelitian yang dilakukan dengan kerangka e-Readiness menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang memiliki kesiapan teknologi berkategori tinggi sehingga dapat disimpulkan pemerintahan tersebut dapat mengimplementasikan program Smart City. Rekomendasi yang dapat dirumuskan agar implementasi program Smart City berjalan dengan baik adalah Pemerintah Kabupaten Malang perlu merumuskan perencanaan strategisbagaimana cara memantau kondisi operasional implementasi TIK pada masing-masing OPD secara rutin. Kata kunci: e-readiness, evaluasi, kesiapan teknologi, pemerintah, smart city
ANALISA PERSEPSI KONSUMEN PEROKOK TERHADAP ROKOK BERKADAR NIKOTIN RENDAH GUNA PENYUSUNAN STRATEGI PEMASARAN Misbahul Munir
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 2 No. 2 (2018): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi konsumen merupakan suatu proses dimana seseorang individu memilih, mengorganisasikan dan menafsirkan masukan-masukan informasi dengan selektif yang akan mendorong mereka untuk mengevaluasi merek yang ada. Konsumen dapat muncul dengan persepsi yang berbeda terhadap obyek rangsangan yang sama. Penelitian yang telah dilakukan ini berusaha menggambarkan susunan pasar dan produk rokok berkadar nikotin rendah yang dianalisa dengan analisa segmentasi dan analisa posisioning. Selain itu juga diberikan penafsiran dari analisa untuk penyusunan strategi pemasaran. Produk rokok bermerek tidak terkenal dianalisa dengan analisa segmentasi yaitu merek dan rasa, dimana penamaan segmen tersebut berdasarkan atribut yang menjadi prioritas utama pada tiap segmen. Pada peta persepsi yang dibentuk berdasarkan rating atribut, menunjukkan posisi tiap merek relatif terhadap merek lain. Prediksi pasar menunjukkan bahwa rokok dengan kadar nikotin rendah yaitu A Mild memiliki pangsa pasar terbesar dengaan perolehan 72%. Kata Kunci: merek, nikotin, persepsi, posisioning, target, segmen
ANALISIS TINGKAT PENCAHAYAAN DI AKADEMI KOMUNITAS SEMEN INDONESIA – GRESIK Rizkiyah Nur Putri; M. Trifiananto
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 2 No. 2 (2018): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan merupakan salah satu faktor pendukung produktifitas bekerja baik untuk pekerja maupun mahasiswa. Oleh karenanya pencahayaan alami dengan cahaya matahari saja tidaklah cukup dalam mendukung tingkat pencahayaan. Kondisi penerangan yang kurang memenuhi ketentuan/standar maka akan mengakibatkan penyakit akibat kerja yakni kelelahan mata dan jangka panjangnya akan mengakibatkan mata minus bahkan penyakit mata lainnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesesuaian tingkat pencahayaan pada kampus AKSI-Gresik dengan membandingkan pada standar SNI yang berlaku dan memberikan rekomendasi atas kebutuhan lampu yang sesuai. Pengukuran dilakukan pada siang hari saat proses pembelajaran dan jam kerja aktif yakni pad ajam 10.00-14.00 WIB dan menghasilkan 8 dari 10 ruangan tidak sesuai dengan kebutuhan pencahayaan. Hal tersebut dikarenakan jumlah lampu yang ada pada ruangan-ruangan tersebut kurang hari 15 watt/m2. Sehingga keluhan pada mata banyak didapatkan pada populasi yakni 6 % pada populasi kelas dan 78% populasi ruang kerja yang terdiri dari ruangan BAAK, ruang dosen, ruang kaprodi dan ruang direktur. Sehingga berdasarkan analisa yang telah diberikan tersebut diperlukan penggantian dan penambahan kebutuhan lampu. Rekomendasi perbaikan adalah mengganti dengan lampu 46 watt FL. Kata kunci: tingkat pencahayaan, produktifitas, standar SNI