cover
Contact Name
Dwi Widarna Lita Putri
Contact Email
ibnukhalilulloh@gmail.com
Phone
+6287864745600
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Pendidikan No 35 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Al-Tazkiah : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
ISSN : 2337747X     EISSN : 25412663     DOI : https://doi.org/10.20414/altazkiah
Al-Tazkiah : Jurnal Ilmiah dalam Kajian Bimbingan dan Konseling Islam, Al-Tazkiah invites manuscripts on various topics including, but not limited to, the functional areas of Guidance, Counseling, Psychology, Crisis Counseling, Islamic Spiritual Guidance, Management of Individual Counseling services, Peer Counseling services, Development of Counseling Guidance Service Programs, Group Counseling, Cross Counseling Culture, Cultural Psychology, Islamic Psychotherapy, and Mental Health. Al-Tazkiah Collaborates with various partners such as the Association of Psychological in Indonesian (HIMPSI) and the Association Guidance and Counseling of Indonesian (ABKIN).
Articles 137 Documents
PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PELAKU BULLYING SISWA KELAS IX DI SMPN 2 PRAYA TIMUR Ahmad Salman Alparizi
Al-Tazkiah : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.363 KB) | DOI: 10.20414/altazkiah.v6i1.108

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena melihat banyak anak yang sering melakukan tindakan kekerasan atau bullying kepada teman-teman sekolahnya di SMPN 2 Praya Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah lingkungan keluarga berpengaruh terhadap pelaku bullying siswa kelas IX di SMPN 2 Praya Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan mengambil SMPN 2 Praya Timur sebagai latar penelitian. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 53 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, dokumentasi dan Penyebaran Angket. Analisis data yang dgunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik dengan program SPSS 22. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui nilai sebesar 0,301 sedangkan batas angka penerimaan hipotesis Ho pada taraf signifikansi 10% dengan N=53 pada tabel product moment adalah sebesar 0,279. Kenyataan ini menunjukkan bahwa r hitung lebih besar dari r tabel product moment atau 0,301 > 0,279 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. artinya bahwa ada pengaruh lingkungan keluarga terhadap pelaku bullyingsiswa kelas IX di SMPN 2 Praya Timur. Dengan demikian dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang berbunyi “Ada pengaruh lingkungan keluarga terhadap pelaku bullying siswa kelas IX di SMPN 2 Praya Timur” dapat diterima
MODEL BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM PSIKOANALISIS BERBASIS ISLAM UNTUK MENGURANGI KECEMASAN MORAL PADA REMAJA Auliyatun Nisa'
Al-Tazkiah : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.89 KB) | DOI: 10.20414/altazkiah.v6i1.109

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang Bimbingan dan Konseling Psikoanalisis Berbasis Islam untuk mengurangi kecemasan moral pada remaja. Bimbingan dan Konseling Psikoanalisis Berbasis Islam ini lahir sebagai wujud modifikasi dari pendekatan Psikoanalisis Sigmund Frued. Konsep yang dimaksud adalah konsep tentang struktur kepribadian manusia, yang mencangkup pada Id, Ego dan Superego dan konsep Unconscious.Praktek terapi psikoanalisis yang dilakukan adalah teknik untuk membuka alam ketidaksadaran, meliputi Asosiasi Bebas (Free Association), Analisis Kepribadian (Analysis of Histories), Analisis Resistensi (Analysis of Resistance), Analisis Tranferensi (Analysis of Tranference) dan Interpretasi (Interpretation). Konsep Islam yang ditambahkan dalam bimbingan dan konseling psikoanalisis ini adalah konsep tentang Fitrah manusia. Yakni kesadaran bahwa potensi dasar manusia adalah makhluk beragama. Sebagai makhluk yang beragama dan mengakui tentang Allah SWT, individu dituntut untuk menjadi makhluk yang selalu mengingat bahwa ia diciptakan oleh Allah SWT. Selain itu, konsep fitrah juga akan menggiring individu untuk lebih optomis dalam mengembangkan kemampuan dasarnya dengan rasa tanggung jawab dan niat ibadah kepada Allah SWT.Praktik bimbingan dan konseling psikoanalisis berbasis islam menggunakan metode small grup dengan bimbingan kelompok dan konseling individu. Bimbingan kelompok diberikan di awal proses dengan metode Mirror, yaitu metode yang menggali pemahaman diri dengan beberapa perspektif. Metode tersebut dihadirkan dengan cara menjawab beberapa pertanyaan yaitu 1) dari mana aku berasal ? 2) mengapa aku dilahirkan dan 3) siapa aku. Pertanyaan ketiga adalah kesimpulan bahwa individu tersebut adalah makhluk Allah dengan fitrah Tauhidnya. Tujuan dari bimbingan dan konseling psikoanalisis berbasis islam ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran tentang fitrah dirinya. Dan akan mengembalikan beberapa kenangan atau pengetahuan yang selama ini terpendam dalam alam bawah sadar. Manusia yang sehat menurut bimbingan dan konseling ini adalah manusia yang mampu untuk menyelesaikan masalahnya dan mampu mengembangkan potensinya dengan kreatif sesuai dengan ajaran dan norma-norma agama.
MOTIVASI BELAJAR SISWA VERSUS KEBUTUHAN BERTINGKAT ORANG TUA “STUDI KASUS DI SDN 1 JEMBATAN KEMBAR TIMUR” Fathur Yadi
Al-Tazkiah : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.139 KB) | DOI: 10.20414/altazkiah.v6i1.110

Abstract

Hadirnya globalisasi dalam segala aspek kehidupan berdampak pada rapuhnya garis pembatas antara desa dan kota. Hal demikian terlihat dari aspek pendidikan yang hadir di desa-desa menyebabkan akses pendidikan mudah diraih semua kalangan. Di samping itu juga, hadirnya pendidikan di tengah masyarakat pedesaan menjadi pekerjaan rumah yang masih belum dapat terselesaikan hingga hari ini. Hal demikian tentu karena dukungan orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka masih setengah hati. Ketidak fahaman orang tua terhadap pendidikan bagi anak-anak akhirnya para orang tua melepas anak-anak mereka di sekolah hanya sekedarnya saja. Aktivitas mereka tersita dengan hanya bergelut untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti mencari uang untuk makan satu hari disebabkan oleh kebutuhan yang semakin tinggi, belum lagi orang tua yang tidak punya pekerjaan menjadi soal tersendiri. Oleh karenanya, dalam kajian psikologi, kita akan menemukan motivasi manusia untuk bertindak yang disasarkan oleh kebutuhan-kebutuhan akan pemenuhannya, inilah yang disebut dengan kebutuhan bertingkat. Abraham Maslow membagi kebutuhan-kebutuhan menjadi lima kebutuhan secara hirarkis. Pertama, kebutuhan dasar fisiologis. Kedua, kebutuhan rasa aman. Ketiga kebutuhan rasa cinta dan rasa memiliki. Keempat, kebutuhan rasa harga diri. Kelima, kebutuhan akan aktualisasi diri.
JADAL DALAM PANDANGAN PENDIDIKAN DAN KONSELING Himsonadi Himsonadi; Rudi Darmawan
Al-Tazkiah : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.579 KB) | DOI: 10.20414/altazkiah.v6i1.111

Abstract

Al-qur’an merupakan kitab Suci yang berisi kebenaran yang jelas dan terperinci yang menjangkau segala aspek kahidupan. Eksistensinya tidak akan pernah mengalami perubahan. AlQur’an merupakan pedoman normatif-teoritis bagi pelaksanaan pendidikan Islam yang memerlukan penafsiran lebih lanjut bagi operasional pendidikan Islam lebih lanjut. Isi Al-Qur’an mencakup seluruh dimensi manusia dan mampu menyentuh seluruh potensi manusia, baik itu dalam bidang bimbingan dan konseling yang diberikan kepada manusia untuk memecahkan masalah yang dihadapi di dalam kehidupan ini. Dalam membuktikan kebenarannya serta mematahkan argumen orang yang menantangnya, Al-Qur’an menggunakan apa yang disebut jadal. Dalam pemakaian bahasa Indonesia diartikan dengan debat. Debat merupaka sebuah dialog, diskusi, dan tanya jawab dalam memecahkan permasalahan, metode debat dapat digunakan dalam dunia pendidikan khusunya pendidikkan Islam dan bimbingan konseling khususnya dalam penerapan konseling. Jadal adalah saling bertukar pikiran atau pendapat dengan jalan masing-masing berusaha berargumen dalam rangka untuk memenangkan pikiran atau pendapatnya dalam suatu perdebatan. Berbagai batasan pengertian tentang Jadal dirumuskan para ulama’ namun pada dasarnya mengacu pada perdebatan serta usaha menunjukkan kebenaran atau membela kebenaran yang ditujunya dengan berbagai macam argumentasi.
PENYESUAIAN SOSIAL ANAK PENYANDANG TUNANETRA (STUDI KASUS MAHASISWI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA) Samsul Hadi; Yayuk Hidayati
Al-Tazkiah : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.598 KB) | DOI: 10.20414/altazkiah.v6i1.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan sosial penyandang tuna netra dengan lingkungan dan melihat penerapan dari kategori penyesuaian sosial menurut Hurlock pada anak penyandang tunanetra yang ada di Yogyakarta. Responden penelitian terdiri dari dua orang penyandang tunanetra yang ada di Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Hubungan sosial penyandang tunanetra dengan lingkungan kurang baik, terutama pada aitem kepercayaan diri dalam menjalani kehidupan sebagai penyandang tunanetra. Teori Hurlock tantang penyesuaian sosial tidak secara keseluruhan aitem yang menjadi kebutuhan bagi anak penyandang tunanetra karena setiap individu memiliki aitem dalam penyesuaian sosial yang lebih diprioritaskan dibandingkan dengan aitem penyesuaian sosial yang lainnya.
IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI SERAYU YOGYAKARTA Maliki Maliki
Al-Tazkiah : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1624.583 KB) | DOI: 10.20414/altazkiah.v4i1.114

Abstract

SD Negeri Serayu Yogyakarta merupakan salah satu sekolah unggulan. Hal itu dapat dilihat dari beberapa prestasi siswa, seperti penghargaan dalam berbagai bidang, baik dalam tingkat kota, provinsi ataupun nasional. Meskipun SD Negeri Serayu merupakan sekolah unggulan, tetapi hasil observasi yang ditemukan oleh peneliti terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan belajar. Pertanyaan penelitian ini adalah: Apa faktorfaktor penyebab kesulitan belajar siswa kelas V SD Negeri Serayu, dan bagaimanan implementasi layanan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas V SD Negeri Serayu Yogyakarta. Hasil penelitian menyatakan bahwa; faktor-faktor penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa kelas V SD Negeri Serayu berasal dari diri anak dan luar anak, dengan bentuk kesulitan seperti gangguan dalam belajar, pencapaian rendah dan siswa lambat. Dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar kelas V SD Negeri Serayu dilakukan dengan memberikan layanan konseling individual, layanan konseling teman sebaya dan kolaborasi orang tua murid.
KEBERSYUKURAN PADA PENYANDANG CACAT DI YOGYAKARTA Dwi Widarna Lita Putri; Ika Rosiana
Al-Tazkiah : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.73 KB) | DOI: 10.20414/altazkiah.v6i2.115

Abstract

Penelitian bertujuan untuk melihat kebersyukuran pada penyandang cacat yang ada di Yogyakarta. Responden penelitian terdiri dari tiga orang cacat yang ada di Yogyakarta. Responden penelitian diambil dengan teknik snowball sampling. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat dinamika psikologis yang berbeda pada penyandang cacat yang usianya bebrbeda.
“KONSELING INDIVIDUAL DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA” DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 YOGYAKARTA Firad Wijaya
Al-Tazkiah : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.112 KB) | DOI: 10.20414/altazkiah.v6i2.117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegaskan bagaimana bentukbentuk kenakalan siswa di Madrasah Tsanawiah Negeri 1 Yogyakarta melalui layanan konseling individual dan bagaimana tahapan pelaksanaan layanan konseling individual sebagai bahan pelayanan dalam mengatasi kenakalan siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Yogyakarta. Data ini bersumber dari konselor sekolah (Guru BK) yang bersangkutan menangani anak kelas IX dan siswa yang pernah di berikan layanan konseling individual dikarenakan bahawa ada beberapa siswa sering melakukan pelanggaran tata tertib sekolah. Objek dalam penelitian ini adalah peroses layanan konseling individual dalam mengatasi kenakalan siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Yogyakarta, seperti pelanggaran; membolos, merokok, perkelahian antar siswa, dan alpha. Metode pengumpulan data ini menggunakan dengan Observasi, Wawancara. Analisis adata ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara menginterprestasikan data-data yang di peroleh dengan baik guna untuk mendapatkan keabsahaan data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa bentuk-bentuk kenakalan siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Yogyakarta yang di tangani langsung oleh guru BK dengan layanan konseling individual yaitu jenis atau bentuk kenakalan yang di lakukan oleh sebagian siswa yang bersifat amoral dan asosial yang peneyelesaiannya tidak bisa di atur oleh UU Negara indonesia yakni 1) Bolos sekolah, 2) tauran antar siswa, 3) merokok, 4) sering tidak masuk sekolah (Alpha). Dan upaya pelaksanaan layanan konseling individual di sekolah tersebut yaitu: 1) Tahap perencanaan, melalui indentifikasi masalah siswa, menentukan waktu pelaksanaan, menyiapkan tempat dan perangkat layanan, menetapkan fasilitas layanan, dan menyiapkan kelengkapan administrasi, 2) pelaksnaan layanan, hal yang di lakuakan oleh seorang guru BK pada tahap pelaksanaan yaitu membahas masalah klien, pengentasan masalah, memantapkan dan membantu klien dalam menyelesaikan masalah, 3) Evaluasi, 4) Laporan, dan 5) tindak lanjut.
PENGARUH PSIKOLOGI TRANSPERSONAL TERHADAP KREATIVITAS Muhammad Ali Syahbana
Al-Tazkiah : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.513 KB) | DOI: 10.20414/altazkiah.v6i2.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikologi transpersonal terhadap kreativitas dari pandangan para tokoh psikologi transpersonal. Psikologi transpersonal yang merupakan aliran psikologi baru ke empat setelah aliran humanistik yang merupakan pengembangan dari aliran humanistik yang membantu manusia melaksanakan hal-hal yang diinginkan serta mewujudkan segala yang dimiliki serta spiritual manusia itu sendiri. Transpersonal menekankan tidak hanya bagian kebutuhan manusia dalam hal perkembangan manusia secara positif akan tetapi transpersonal menambahkan aspek yang lebih penting dalam hal spiritual yang membuat lebih baik dan merupakan sebuah kreatifitas.
BIMBINGAN KONSELING BERBASIS QUR’ANI DALAM MENGENTASKAN PROBLEMATIKA STRESS Maliki Maliki; Muhammad Lutfhi
Al-Tazkiah : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.482 KB) | DOI: 10.20414/altazkiah.v6i2.123

Abstract

Stress merupakan salah satu penyakit internal seseorang yang menyebabkan terganggunya psikis dan fisik individu dan seringkali tidak disadari menjalar di sela-sela kehidupan manusia. Faktorfaktor yang mempengaruhi stress seperti: masalah perkawinan, problematika orang tua, hubungan interpersonal, pekerjaan, lingkungan hidup, keuangan, hukum, perkembangan, penyakit fisik dan keluarga. Adapun cara untuk menanggulangi stress yaitu mendirikan shalat, membaca al-Qur’an dan diluar shalat seperti berdo’a dan meminta pertolongan

Page 2 of 14 | Total Record : 137