cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
jpds.journal@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jpds.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial
ISSN : -     EISSN : 26552469     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) is a journal focused on articles of research and community service in the field of social science (Ideology, Citizenship, Human Geography, History, Social Studies, Sociology, Politics, Education and Humaniora).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2024)" : 15 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONCEPTUAL UNDERSTANDING PROCEDURES (CUPS) TERHADAP KEMAMPUAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DAN METACOGNITIVE SKILL PESERTA DIDIK Nurhidayati, Eka; Sumarmi, Sumarmi; Sahrina, Alfi; Wiwoho, Bagus Setiabudi; Wijayanto, Bayu
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i2p251-264

Abstract

THE EFFECT OF THE CONCEPTUAL UNDERSTANDING PROCESS (CUP) LEARNING MODEL ON STUDENTS' CREATIVE PROBLEM SOLVING AND METACOGNITIVE SKILLS The current curriculum changes anticipate that students will possess problem-solving skills, metacognitive skills, and critical and creative thinking. One of the principal challenges currently facing educators is the lack of comprehension of the concepts being taught and the methods for solving problems. It is, therefore, necessary to adopt a learning approach that emphasises deeper conceptual understanding. The research was conducted at MAN Kota Mojokerto to determine the impact of the CUPs learning model on students' creative problem-solving abilities and metacognitive skills. This research employs a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The sampling technique employed was purposive sampling, whereby class XI F7 was selected as the experimental class and class XI F8 was designated as the control class for comparison purposes. The research instruments comprised a description question for creative problem-solving ability, an inventory questionnaire for the measurement of metacognitive ability, and an observation sheet. The results of the MANOVA test indicate a significance value of 0.000, which is less than 0.05. Consequently, the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (H1) is accepted. The results demonstrate that the implementation of the CUPs learning model has a notable impact on enhancing creative problem-solving abilities and metacognitive skills in students from class XI F7 of MAN Kota Mojokerto. The considerable effect can be substantiated by the improvement in test outcomes, indicating that the CUPs model effectively activates indicators on both dependent variables. Perubahan kurikulum saat ini mengharapkan kemampuan memecahkan masalah, keterampilan metakognitif, dan berpikir secara kritis serta kreatif dapat dimiliki oleh peserta didik. Salah satu hambatan utama sekarang ini adalah kurangnya pemahaman terhadap konsep yang diajarkan dan cara mengatasi permasalahan. Oleh karena itu, model CUPs dipilih sebab menekankan pemahaman konseptual yang lebih mendalam. Penelitian dilakukan di MAN Kota Mojokerto dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CUPs terhadap kemampuan creative problem solving dan metacognitive skill peserta didik. Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperimen pretest posttest control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, di mana kelas XI F7 dipilih sebagai kelas eksperimen, dan kelas XI F8 menjadi kelas kontrol untuk perbandingan. Instrumen penelitian melibatkan soal uraian untuk kemampuan pemecahan masalah secara kreatif, angket inventori untuk mengukur kemampuan metakognitif, dan lembar observasi. Hasil uji MANOVA menunjukkan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran CUPs secara bersamaan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan creative problem solving dan keterampilan metakognitif pada peserta didik dari kelas XI F7 MAN Kota Mojokerto. Pengaruh signifikan tersebut dapat dibuktikan melalui peningkatan hasil pengujian, menunjukkan bahwa model CUPs berhasil mengaktifkan indikator-indikator pada kedua variabel dependen.
LITERASI DIGITAL PENCEGAHAN CYBERBULLYING DI LINGKUNGAN SISWA SMP Prihandini, Puji; Rachmaniar, Rachmaniar; Anisa, Renata
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i2p149-156

Abstract

LITERACY DIGITAL CYBERBULLYING PREVENTION IN THE STUDENT ENVIRONMENT JUNIOR HIGH SCHOOL The synergy report on the women's violence database, compiled by the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection, indicates that the highest number of victims of violence, categorised by age, is within the teenage range, specifically 13-17 years old. One of the most prevalent forms of violence is cyber violence, which is commonly referred to as cyberbullying. Cyberbullying can be defined as the intimidation of an individual or group through digital technology. The relatively low digital literacy index in Indonesia may be a contributing factor to the continued prevalence of cyber violence in the country. One potential strategy for the prevention of cyberbullying is the promotion of digital literacy and its role in the prevention of such behaviour. A programme of counselling on digital literacy in the context of cyberbullying prevention was conducted at YPKP Middle School in Bandung City. The educational materials provided covered the development of social media, its characteristics, benefits, and impacts of using social media, as well as knowledge of cyberbullying, its impact, prevention, and how to deal with it. The results of these activities demonstrated that the majority of students already own mobile phones and that all students have access to social media. While the majority of students have heard the term cyberbullying, few are equipped with the necessary knowledge to respond effectively when they encounter or experience cyberbullying. Laporan sinergi database kekerasan terhadap perempuan yang disusun oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjukkan bahwa jumlah korban kekerasan tertinggi, yang dikategorikan berdasarkan usia, berada dalam rentang usia remaja, khususnya 13-17 tahun. Salah satu bentuk kekerasan yang paling banyak terjadi adalah kekerasan di dunia maya, yang biasa disebut dengan cyberbullying. Cyberbullying dapat didefinisikan sebagai intimidasi terhadap individu atau kelompok melalui teknologi digital. Indeks literasi digital yang relatif rendah di Indonesia dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap prevalensi kekerasan siber yang terus meningkat di negara ini. Salah satu strategi potensial untuk pencegahan cyberbullying adalah dengan mempromosikan literasi digital dan perannya dalam pencegahan perilaku tersebut. Sebuah program penyuluhan tentang literasi digital dalam konteks pencegahan cyberbullying dilakukan di Sekolah Menengah Pertama YPKP di Kota Bandung. Materi penyuluhan yang diberikan meliputi perkembangan media sosial, karakteristik, manfaat, dan dampak dari penggunaan media sosial, serta pengetahuan tentang cyberbullying, dampak, pencegahan, dan cara mengatasinya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa telah memiliki telepon genggam dan semua siswa memiliki akses ke media sosial. Meskipun mayoritas siswa pernah mendengar istilah cyberbullying, hanya sedikit yang memiliki pengetahuan yang cukup untuk merespon secara efektif ketika mereka menemukan atau mengalami cyberbullying.
IMPLEMENTASI MACHINE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS OPERASIONAL SERVICE KENDARAAN DENGAN METODE RANDOM FOREST DAN LOGISTIC REGRESSION Mandenni, Ni Made Ika Marini; Wiratama, I Putu Bayu Adhya; Setiawan, Ariyono; Putri, Gusti Agung Ayu; Dana, I Putu Ngurah Krisna
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i2p206-213

Abstract

IMPLEMENTATION OF MACHINE LEARNING TO IMPROVE THE QUALITY OF VEHICLE SERVICE OPERATIONS WITH RANDOM FOREST AND LOGISTIC REGRESSION METHODS Vehicle motor repairs (service) are an important aspect for motor vehicle owners to undertake. This activity is carried out by automotive workshops to ensure that the customer's vehicle is in prime condition. To boost sales, some automotive workshops offer various promotional packages to attract customer interest. However, in practice, this is done manually by workshop staff, resulting in suboptimal performance in offer presentations (customer calls). This research aims to build a recommendation system for package deals and offer dates to enhance the quality of customer calls in the operations of automotive workshops using Random Forest and Logistic Regression. The dataset used is operational data from customer calls at one automotive workshop in Bali. The Random Forest model achieves 91 percent accuracy, while Logistic Regression achieves 72 percent accuracy. The system developed can be used to recommend good package deals and offer dates to customers. Perbaikan kendaraan bermotor (service) merupakan hal penting untuk dilakukan bagi pemilik kendaraan bermotor. Kegiatan ini dilakukan oleh bengkel otomotif untuk memastikan kondisi kendaraan customer dalam kondisi prima. Untuk meningkatkan penjualan, beberapa bengkel otomotif menawarkan berbagai paket promo untuk menarik minat customer. Namun dalam pelaksanaannya, hal ini dilakukan secara manual oleh staff bengkel yang mengakibatkan performa penawaran (customer call) kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem rekomendasi paket dan tanggal penawaran untuk meningkatkan kualitas customer call pada operasional bengkel otomotif menggunakan Random Forest dan Logistic Regression. Dataset yang digunakan adalah data operasional customer call salah satu bengkel otomotif di Bali. Model Random Forest mencapai akurasi 91 persen dan Logistic Regression mencapai akurasi 72 persen. Sistem yang dibangun dapat digunakan untuk merekomendasikan paket dan tanggal penawaran yang baik untuk ditawarkan kepada customer.
STUDI ETNOGRAFI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA SUKU BUGIS DI DESA KURAU, BANGKA TENGAH Rikhansa, Nadhifa; Sjoraida, Diah Fatma; Budiana, Heru Ryanto
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i2p265-277

Abstract

AN ETHNOGRAPHIC STUDY OF BUGIS INTERCULTURAL COMMUNICATION IN KURAU VILLAGE, CENTRAL BANGKA Desa Kurau, located in Bangka Tengah Regency, Bangka Belitung Islands Province, has been inhabited by the Bugis community since the 1960s. As the second largest ethnic group after the Malays, the Bugis community coexists with the majority Malay population, adapting their cultural practices accordingly. This study aims to analyze communication patterns between Bugis and Malay communities in Desa Kurau using a qualitative approach through communication ethnography. The research findings indicate that transactional communication dominates interactions in Desa Kurau. This includes transcendent communication in religious rituals, interpersonal communication in marriages, and group communication during communal activities. The communication patterns of Bugis communities in Desa Kurau are heavily influenced by their cultural values and history. Bugis Bone and Wajo communities exhibit communication patterns emphasizing cooperation and equality within their groups, using distinct cultural language and symbols. Meanwhile, communication between Bugis and Bangka Malay communities shows dynamic cultural and linguistic adaptations to maintain harmonious relationships. To enhance harmony and cooperation, it is recommended that local government and educational institutions develop intercultural communication education programs and strengthen community discussion forums involving community leaders from both ethnic groups. Desa Kurau, yang terletak di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah dihuni oleh Suku Bugis sejak tahun 1960-an. Sebagai kelompok etnis terbesar kedua setelah Suku Melayu, komunitas Bugis hidup berdampingan dengan mayoritas penduduk Melayu dan menyesuaikan praktik budaya mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi antara masyarakat Bugis dan Melayu di Desa Kurau tersebut menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode etnografi komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi transaksional mendominasi interaksi di Desa Kurau. Bentuk komunikasi ini meliputi komunikasi transendental dalam ritual keagamaan, komunikasi antarpribadi dalam pernikahan, dan komunikasi kelompok dalam gotong royong. Pola komunikasi masyarakat Bugis di Desa Kurau sangat dipengaruhi oleh nilai budaya dan sejarah mereka. Masyarakat Bugis Bone dan Wajo menunjukkan pola komunikasi yang menekankan kerjasama dan kesetaraan dalam kelompok, menggunakan bahasa dan simbol budaya yang khas. Sementara itu, komunikasi antara masyarakat Bugis dan Melayu Bangka menunjukkan adanya adaptasi budaya dan bahasa yang dinamis untuk mempertahankan hubungan harmonis. Untuk meningkatkan harmoni dan kerjasama, disarankan agar pemerintah daerah dan lembaga pendidikan setempat mengembangkan program pendidikan komunikasi antarbudaya, serta menguatkan forum-forum diskusi komunitas yang melibatkan tokoh masyarakat dari kedua kelompok etnis.
PENGEMBANGAN E-MODUL TOKOH PEJUANG PROVINSI RIAU BERBASIS ANDROID SEBAGAI SUMBER BELAJAR DIGITAL SEJARAH LOKAL Fikri, Asyrul; Isjoni, Isjoni; Hasibuan, Rizki Ananda; Barkara, Refli Surya
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i2p278-291

Abstract

DEVELOPMENT OF ANDROID-BASED RIAU PROVINCIAL WARRIOR FIGURE E-MODULE AS A DIGITAL LEARNING RESOURCE FOR LOCAL HISTORY Traditionally, teachers have often developed teaching materials using conventional module approaches. Conventional modules are teaching materials presented in print format, which are frequently unappealing and inflexible, leading to a lack of interest from students. Therefore, E-Modules development is highly suitable because they offer numerous benefits, particularly regarding accessibility. This research aims to develop an Android-based E-Module about the heroic figures from Riau Province. The objectives of this design are (1) to create an E-Module that is easily accessible anytime and anywhere and (2) to introduce heroic figures and local history of Riau Province through an Android-based technological approach. This study employs the Research and Development (R&D) method to design and evaluate the effectiveness of the developed product. The development model used is the 4D (Four D) model, which includes Define, Design, Develop, and Disseminate. This research indicates that the designed E-Module meets adequacy standards and can be used as a learning media. Additionally, student feedback on the E-Module has been very positive. Selama ini guru sering mengembangkan bahan ajar dengan pendekatan modul konvensional. Modul konvensional adalah bahan ajar yang disampaikan dalam format cetak yang seringkali tidak aktraktif dan tidak fleksibel sehingga membuat siswa tidak tertarik untuk membacanya. Untuk itu, pengembangan E-Modul sangat cocok diterapkan karena memiliki manfaat yang banyak sekali terutama terkait aksesibilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-Modul mengenai cerita tokoh pejuang dari Provinsi Riau yang berbasis android. Tujuan dari perancangan ini yaitu untuk (1) menciptakan E-Modul yang mudah diakses kapan saja dan dimana saja serta (2) mengenalkan tokoh pejuang dan sejarah lokal Provinsi Riau dengan pendekatan teknologi berbasis android. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) untuk merancang dan mengevaluasi efektivitas produk yang dirancang. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D (Four D) yang meliputi define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa E-Modul yang dirancang memenuhi standar kecukupan dan dapat diterapkan sebagai media pembelajaran. Selain itu, tanggapan siswa terhadap E-Modul tersebut menunjukan reaksi yang sangat positif.

Page 2 of 2 | Total Record : 15