cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
jpds.journal@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jpds.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial
ISSN : -     EISSN : 26552469     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) is a journal focused on articles of research and community service in the field of social science (Ideology, Citizenship, Human Geography, History, Social Studies, Sociology, Politics, Education and Humaniora).
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2021)" : 7 Documents clear
PENINGKATAN KEGIATAN EKONOMI KREATIF DI MASA PANDEMI DENGAN PELATIHAN SABLON BAGI PEMUDA DI DUSUN BRONGKOL ARGODADI SEDAYU BANTUL Harmanto, Margaretha Dharmayanti; Farahsani, Yashinta
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakatnya ini tentang pemberdayaan masyarakat, terutama di masa pandemic Covid-19, agar bisa mempunyai kemampuan yang dapat memberikan manfaat yang bernilai secara ekonomi. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberdayaan masyarakat dengan meningkatkan kegiatan ekonomi kreatif terutama bagi kelompok pemuda di Dusun Brongkol dengan pelatihan sablon, terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Dusun Brongkol, Kelurahan Argodadi, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Permasalahan utama dari kelompok pemuda dusun Brongkol adalah perlunya peningkatan kegiatan ekonomi kreatif untuk para pemudapemudi, agar dapat mengembangkan kegiatan organisasi yang lebih bermanfaat secara ekonomi. Ada tiga hal pokok terkait permasalahan tersebut, yaitu inisiasi ekonomi kreatif, perlunya pelatihanpelatihan, dan desain edukatif. Metode kegiatan ini terdiri dari pembentukan tim, perumusan tujuan, identifikasi stakeholder, pengumpulan dan analisis kebutuhan, penentuan prioritas solusi masalah, persiapan, implementasi, pendampingan, review dan evaluasi, dan menentukan kebutuhan dan sasaran baru, dan penyelesaian kegiatan. Kegiatan yang dilakukan mengatasi permasalahan tersebut adalah terdiri dari pertama pelatihan sablon dengan media kaos/ kain, kedua pelatihan bahasa Inggris untuk alternatif pemakaian Bahasa Inggris (broken English) untuk desain kaos, dan ketiga pemasaran secara online. Pelatihan ini dipilih karena mitra pengabdian adalah para generasi muda yang mempunyai ide and kreatifitas yang tinggi. Diharapkan dengan pelatihan ini akan menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan ide mereka yang membuahkan hasil ekonomi yang bermanfaat bagi mereka secara khusus dan masyarakat desa secara umum, sekaligus sebagai sarana edukasi.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN WIRAUSAHA BAGI PEMUDA DI KECAMATAN WONODADI KABUPATEN BLITAR Wirahayu, Yuswanti Ariani; Insani , Nailul
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peluang usaha kecil yang sedang dikembangkan pembangunan pertanian dalam kerangka sistem agribisnis merupakan suatu rangkaian dan keterkaitan dari sub agribisnis hulu, sub agribisnis usaha tani (pertanian) dan sub agribisnis hilir. Terkait dengan peluang usaha agribisnis, khususnya sub agribisnis hilir, Kabupaten Blitar memiliki produk pertanian primer yang besar. Hal tersebut perlu dicarikan terobosan inovasi agar produksi pertanian primer tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Untuk itu diperlukan simulai pengolahan sehingga dapat mengisi kekosongan ruang usaha antara produksi dengan pemasaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan: 1) memberikan bekal wirausaha dan ketrampilan; 2) melatih ketrampilan melalui praktek produksi; dan 3) menciptakan wirausaha baru melalui pelatihan. Pelaksanaan dilakukan dengan langkah: 1) identifikasi potensi; 2) dilakukan secara partisipatif bersama antara tim dan kelompok sasaran bertujuan untuk menemu kenali potensi yang ada; 3) identifikasi peluang usaha berdasarkan hasil identifikasi potensi; 4) menentukan peluang yang potensinya paling besar dan berkelanjutan; 5) menentukan kebutuhan pelatihan; 6) menyusun jadwal pelatihan, 7) melakukan pelatihan; serta 8) Praktek/simulasi produksi. Hasil kegiatan ini adalah terbekali 30 pemuda penganggur dengan ketrampilan usaha, keberanian untuk memulai usaha berdasar potensi lokal yang dimiliki, dan kemampuan melakukan praktik produksi. Hal ini nampak pada 100 persen peserta mengikuti simulasi produksi secara sungguh-sungguh, dan memerlukan pendampingan untuk mengembangkan wirausaha baru.
UPAYA PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN MELALUI KEGIATAN PELATIHAN PEMUDA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Al Hakim, Athok Lutfi; Indrawati , Lucia Rita
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu upaya pemerintah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melalui BPO DIY untuk memfasilitasi para pemuda untuk menjadi wirausahawan muda yang baik dan lebih kompetitif. Dalam pelatihan kewirausahaan ini menekankan pada pelatihan e-commerce dan ekonomi kreatif berbabasis budaya. Pelathan ini bertujuan untuk mengasah potensi dan kreatif pemuda dalam berwirausaha sehingga dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi baik di regional maupun nasional.
PENGOLAHAN LIMBAH SERABUT KELAPA MENJADI MEDIA TANAM COCOPEAT DAN COCOFIBER DI DUSUN PEPEN Ayu, Dwi Putri; Putri, Evie Rahmadhani; Izza, Prisma Rohmanniatul; Nurkhamamah, Zerina
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sosial yang terjadi di Dusun Pepen, Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang adalah penumpukan limbah serabut kelapa. Solusi untuk mengatasi permasalahan sosial yang terjadi yaitu melakukan sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah serabut kelapa untuk dijadikan barang bernilai jual dan memiliki kebermanfaatan. Serabut kelapa adalah salah satu limbah organik yang dapat terurai dengan mudah melalui proses yang alami. Serabut kelapa merupakan serat alam yang dapat dijadikan berbagai macam barang yang bermanfaat dan bernilai jual. Salah satunya dapat diolah menjadi media tanam berupa cocopeat dan cocofiber. Cocopeat dan cocofiber merupakan media tanam yang murah, ramah lingkungan, dan memiliki banyak manfaat. Manfaat dari cocopeat dan cocofiber yaitu dapat digunakan sebagai media tanam yang tahan terhadap jamur, tahan lama, mampu menyimpan banyak air, dan dapat menyuburkan tanah. Metode pelaksanaan proses pengolahan limbah serabut kelapa yang dilakukan terdiri dari: (1) pengamatan lapangan atau observasi; (2) pengumpulan sampel data berupa limbah serabut kelapa; (3) pengambilan data berupa persiapan dan pelaksanaan kegiatan; dan (4) evaluasi. Pengumpulan data diambil dari data primer dan data sekunder, serta teknis analisis data dilakukan dengan menggunakan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Pengolahan limbah serabut kelapa menjadi media tanam cocopeat dan cocofiber dilakukan dengan harapan dapat menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di Dusun Pepen, menambah wawasan masyarakat mengenai media tanam cocopeat dan cocofiber, membuka peluang usaha rumahan yang baru di masa pandemi covid-19, serta lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat. Luaran dari program ini berupa produk cocopeat dan cocofiber yang siap pakai dan sudah dikemas rapi, untuk kemudian dapat digunakan sendiri atau diperjualbelikan di pasaran.
PENYULUHAN DARING: ETIKA KOMUNIKASI MENGGUNAKAN EMAIL UNTUK MENUNJANG EFEKTIVITAS KOMUNIKASI DALAM BISNIS Ridaryanthi, Melly; Priyono, Bambang Joko
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak badan usaha baik itu usaha besar, menengah maupun kecil yang memanfaatkan internet sebagai sarana untuk menjalankan usahanya. Penggunaan email dipilih sebagai salah satu medium komunikasi dalam konteks bisnis maupun pemasaran. Email dapat digunakan untuk berkomunikasi antara pemilik usaha dengan konsumen atau calon konsumen, atau bahkan sesama pemilik usaha untuk berkomunikasi terkait bidang usahanya. Komunikasi menggunakan email ini dapat digunakan dalam konteks komunikasi bisnis dalam interaksi antarpribadi maupun dalam kelompok. Email dapat mengakomodir kebutuhan pengiriman dokumen, gambar, maupun video yang diperlukan dalam menjalani bisnis maupun pemasaran. Seperti komunikasi dalam konteks antarpribadi maupun kelompok, diperhatikan tata cara dan etika komunikasi yangdilakukan melalui pengunaan email. Komunikasi yang dilakukan secara langsung akan terikat dengan budaya dan aturan, termasuk juga etika. Begitu pula ketka komunikasi yang dilakukan dimediasi menggunakan media, dalam hal ini adalah email. Memahami email dan penggunaan fitur-fitur yang dimilikinya sebagai satu alat komunikasi perlu dipelajari sebelum seseorang menggunakannya. Selain itu, etika dalam berkomunikasi ketika menggunakan email juga menjadi satu hal penting yang perlu diperhatikan. Remaja sebagai pengguna aktif media elektronik dan digital dilihat perlu mendapatkan bekal literasi penggunaan email sesuai dengan etika yang berlaku. Berdasarkan dasar pemikiran tersebut, maka literasi etika komunikasi dalam menggunakan email untuk menunjang efektivitas komunikasi dalam bisnis perlu diberikan kepada siswa sekolah menengah sebagai bekal literasi dan kemahiran berkomunikasi mereka dalam dunia profesional. Literasi media digital terkait etika komunikasi menggunakan email untuk menunjang efektivitas komunikasi bisnis akan diberikan kepada siswa SMKN 1 Kota Tangerang khususnya siswa dengan peminatan Bisnis Daring dan Pemasaran sebagai bekal ketrampilan berkomunikasi mereka.
INTERPRETASI KAWASAN ADAT KARAMPUANG KABUPATEN SINJAI SEBAGAI SUPLEMEN AJAR MATA KULIAH RAGAM BUDAYA LOKAL Amirullah, Amirullah; Ridwan, Masri
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trend Pariwisata saat ini adalah eksplorasi potensi lokal yang unik. Jenis dan model diarahkan berupa pengalaman otentik dengan pembelajaran partisifatif melalui budaya, seni dan kuliner. “Karampuang” sebagai cerminan sosial dari budaya masyarakat Kabupaten Sinjai memadukan pengaruh agama Islam yang khas serata selaras dengan lingkungan. Orang Bugis adalah suku yang tergolong ke dalam suku-suku Melayu Deutero. Selain itu, menerapkan sistem proto-demokrasi sejak pra-Hindu dengan kepadatan adat untuk menentukan hal-hal penting dan legal. Kawasan adat Karampuang melalui penelitian ini digunakan sebagai daya tarik wisata sehingga dapat mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Strategi yang dilakukan adalah dengan internalisasi nilai-nilai “Karampuang”melalui mata kuliah Ragam Budaya Lokal di Politeknik Pariwisata Makassar. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif, dengan melakukan survei dan Focused Group Diskusi (FGD) untuk mendokumentasikan, merekam, memvisualisasikan dan menyebar untuk mengungkap sebagai keunikan. Diharapkan penelitian ini berkontribusi mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan, kearifan lokal “karampuang”diterjemahkan ke dalam suplemen sebagai bahan ajar sehingga menjadi preseden untuk mendukung pariwisata berkelanjutan yang mengusung kearifan lokal.
PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK REYOG BULKIYO DALAM MENDUKUNG DESA WISATA KEMLOKO, KECAMATAN NGLEGOK, KABUPATEN BLITAR Ratnawati, Nurul; Ruja, I Nyoman; Wahyuningtyas, Neni; Adi, Khofifatu Rohmah
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kemloko merupakan daerah dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah. Potensi inilah yang kemudian dieksplor dan dijadikan sebagai aset pengembangan Desa Wisata Kemloko. Potensipotensi tersebut kemudian diklasifikasikan menjadi beberapa program wisata Desa Kemloko yang ditawarkan pada masyarakat umum. Saat ini Desa Kemloko sedang gencar mengembangkan desa wisata tersebut. Oleh sebab itu dukungan komoditi oleh-oleh khas atau cinderamata yang mampu memikat wisatawan sangat diperlukan. Salah satu karya seni khas yang telah ada di Desa Kemloko dan berpotensi untuk dijadikan oleh-oleh adalah kain batik reyog bulkiyo. Kain batik reyog bulkiyo ini telah mendapatkan hak paten yang diajukan oleh Pokdarwis Desa Kemloko. Namun, jika dilihat dari desainnya, motif batik reyog bulkiyo masih tradisional, warna-warna yang kurang bervariasi sehingga kesannya monoton, cepat membosankan, kuno, dan tua. Ironis, ketika masyarakat memiliki potensi lokal yang bernilai ekonomis tetapi tidak dikembangkan. Berdasar permasalahan di atas, fokus kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang seputar batik, teknik membatik, dan bagaimana pengembangan motif batik kepada kelompok sasaran yaitu pokdarwis. Metode pelaksanaan untuk merealisasikan pemecahan masalah dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan tiga tahapan yaitu: 1) tahap persiapan meliputi penyusunan jadwal, peserta, tempat, bahanbahan; 2) tahap pelaksanaan meliputi pelatihan dan pendampingan membatik; dan 3) tahap tindak lanjut meliputi perencanaan batik & pengembangan produk unggulan. Hasil dari kegiatan ini berupa inovasi kain batik reyog bulkiyo baru dengan motif-motif baru. Kain batik pertama terdiri dari kombinasi 3 motif yaitu penari reyog bulkiyo, slompret, dan sinar rembulan. Sedangkan kain batik kedua terdiri dari dua motif yaitu motif penari reyog bulkiyo dan barong.

Page 1 of 1 | Total Record : 7