cover
Contact Name
Abdul Jalil
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
+6281553182768
Journal Mail Official
penelitian.ipteks@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS
ISSN : 25275216     EISSN : 2528116X     DOI : -
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS adalah publikasi dari Lembaga Penelitian dan pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jember berupa tulisan yang diterbitkan secara berkala, jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Mei dan Desember. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat. Jurnal Sains dan Teknologi Pengabdian Masyarakat, terutama berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang layanan masyarakat sebagai berikut: Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan. Layanan Masyarakat, Masyarakat, Ketahanan Pangan Lokal; Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain; Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial; Layanan Komunitas Mahasiswa; Wilayah Perbatasan, Wilayah Kurang Maju.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
PENERAPAN KONSEP ANDERSON DALAM MEMILIH MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK GURU SMA MUHAMMADIYAH 4 SONGGON BANYUWANGI Susetyo, Agus Milu
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 4, No 2 (2018): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.659 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v4i2.1845

Abstract

Semakin lama media pembelajaran yang digunakan oleh pendidikan berkembanga dengan cepat. Perantara informasi pembelajaran ini, sekarang memiliki beragam jenis serta macam-macamnya. Dahulu kita masih mengenal atau menggunakan buku cetak, radio, rekaman kaset untuk menunjang pembelajaran. akan tatapi, sekarang ini media tersebut sudah banyak ditinggalkan. Media cetak, kaset, dan radio sudah jarang digunakan. Semua media sekarang ini sudah dalam bentuk digital yang mudah dibawa, digandakan dan dioperasikan. Kenyataan ini mengakibatkan banyak penulis buku media pembelajaran memiliki beragam pendapat dalam membedakan jenis atau macam media. Tidak cukup sampai situ, tiap-tiap penulis buku tersebut menawarkan kepada pendidik dalam cara memilih media yang tepat dan yang sesuai dengan tujuan pembelajara. Hal ini akan memusingkan pendidik jika tiap penulis buku media memiliki cara sendiri-sendiri yang berbeda. Kebingungan memilih media ternyata dialami oleh guru-guru yang ada di SMA Muhammadiyah 4 Songgon Banyuwangi. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi pelaksana PKM menemukan beberapa fakta. (a) sekolah ini tergolong masih baru, terlihat dari jumlah guru, keadaan gedung, jumlah siswa dan sarana yang dimiliki. (b) pendidik di sana masih merasa kesulitan dalam menentukan media yang cocok, karena terpaku dalam media cetak yang dimiliki sekolah yang kenyataannya justru kurang memenuhi asas kebermanfaatan. (c) kurangnya minat siswa dalam belajar ketika media yang digunakan kurang variatif. Fakta-fakta inilah yang mendorong adanya PKM. Adapun metode atau upaya dari pelaksana PKM untuk mengatasi masalah ini. Caranya adalah melaksanakan PKM dengan konsep pelatihan memilih media yang tepat dengan menggunakan diagram alur (flowchart) milik Anderson. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahap. (a) Memperkenalkan konsep dasar tentang media pembelajaran. (b) Memperkenalkan teori pemiliihan media menurut Anderson. (c) Memberikan penugasan singkat untuk memilih media sesuai dengan tujuan pembelajaran. kegiatan ini dilakukan dengan 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi/monitoring. Pelaksana telah melaksanakan kegiatan pada tanggal 22 November 2017 selama durasi 3 jam dengan lancara. Hasil dari kegiata ini (1) pihak sekolah SMA 4 Muhammadiyah Songon menyambut baik  acara ini dan mengharapkan akan ada lagi kegiatan serupa atau beda yang tentunya dengan topik yang beragam, (2) pengetahuan guru di sekolah dan pemahaman cara memilih media pembelajaran, (3) adanya itikan baik untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mengajar.Kata kunci: pelatihan, media, pembelajaran, pendidik, pesert didik, diagram
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Laili, Uliyatul; Andriani, Ratna Ariesta Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.265 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2154

Abstract

Pada tahun 2017 pemerintah telah meluncurkan program Rencana Aksi Nasional Penanganan stunting pada tingkat nasional, daerah terutama desa. Salah satu bagian dari program tersebut adalah pemcegahan stunting yang terjadi di masyarakat. Karena sebagian besar masyarakat belum paham dengan benar menganai stunting, dan beranggapan bahwa stunting atau kerdil sebutan yang biasa digunakan di masyarakat adalah faktor keturunan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta peran serta masyarakat dalam program pencegahan dan deteksi dini stunting pada balita yang diharapkan secara langsung dapat memotivasi masyarakat untuk ikut serta memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan pada anaknya sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat optimal. Metode yang dialakukan adalah menilai pengetahuan masyarakat serta permasalahan yang dihadapi tentang pencegahan dan cara menilai/ deteksi dini stunting pada balita di RW 2 Kelurahan Wonokromo Kecamatan Wonokromo Surabaya. Pengetahuan ibu diukur dengan menggunakan menggunakan pre test sebelum kegiatan dan post test setelah diberikan pengetahuan. Berdasarkan hasil pretest dan post test yang diikuti oleh 35 responden dapat dinyatakan bahwa hasil pre test tentang  tingkat pengetahuan responden mengenai propram pencegahan stunting sebesar 14 responden (40%) mengerti tentang program pencegahan stunting sedangkan berdasarkan hasil post test terdapat 27 responden (77,1%) yang mengerti  tentang program pencegahan stunting.Kata Kunci: stunting, balita, pemberdayaan
IbM KELOMPOK BURUH NELAYAN Drs. Rudi Kusubagio, MM, Anwar, M.Sc
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 1, No 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.562 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v1i1.171

Abstract

Pemilihan makanan yang bergizi dan higienis akan menentukan tingkat kesehatan keluarga.Sehingga diperlukan pemahamam yang tepat bagi masyarakan tentang makanan yang bergizi.Pemahaman makanan bergizimerupakan wujud dari Gerakan Pembangunan BerwawasanKesehatan. Bentukpemilihan makanan bergiziyang mempunyai kontribusi dalam GerakanPembangunan Berwawasan Kesehatan adalahproses pembuatan makanan secara higienis danbergizi.Pemahaman masyarakatkitatentang pemilihan makanan bergizidapat dikatakan masihjauh dari sehat. Artinya, masyarakat kita masih banyakbelum memahami tentang makananbergizi. Fenomena tingginyakurangnya pemahaman tersebutdipicu oleh karena masih rendahnyatingkat pengetahuan masyarakat tentangpemilihan makan bergizi,.Hasil penggalian data tingkatpengetahuan di kedua mitra sebelum dilakukan penyuluhan tentang pemilihan makanan bergiziadalah pengetahuannya kurang baik.Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan IbMKelompok Buruh Nelayanadalah meningkatkanpengetahuan dan pemahaman mitra tentang pemelihan yang tepat jenis?jenis makanan bergizi;terwujudnya masyarakat yang mandiri dengan cara mampu mengolah dan memanfaatkan hasiltangkapan ikan yang diperoleh, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat buruhnelayan.Metode yang digunakan pada kegiatan IbMini berdasarkan tahapan-tahapan, mulai dari tahappersiapan sampai dengan tahap evaluasi. Tahap persiapan yang dilakukan oleh pengusul adalahmengurus perijinan danmelakukan koordinasi dengan mitra; tahap pelaksanaannya adalahmelakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan abon ikan tongkol, sedangkan tahapevaluasi yang dilakukan adalah melakukan evaluasi proses, evaluasi akhir dan evaluasi dampak.Kegiatan IbM yangdilakukan adalah1) persiapan kegiatan yang terdiri dari pengurusan ijin dankooordinasi; 2) pelaksanaaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan abon ikan tongkol;3)pembuatanabon ikan tongkol; dan 4)evaluasi terhadap proses kegiatan dan hasil kegiatan.Hasil kegiatan IbM, setelah dilakukan penyuluhantentang pemilihan makanan yang bergizi,pengetahuanMitra 1 meningkat rata-rata sebesar 33,275 poin poin sedangkan Mitra 2 meningkatsebesar 36,75 poin, Kegiatan IbM juga membuatabon ikan tongkoldikedua mitra. Selama masaevaluasi, ada perubahankeahlian dan keterampilandikedua mitra.Masing?masing ibu rumahtangga yang mengikuti pelatihan mampu membuat abon ikan tongkol sesuai dengan intruksi yangtelah diberikan.Saran, melihat kenyataan ini,warga harusmempunyai kemauan untuk berubah perilakunyamenjadi lebih baik dengan lebih mengerti tentang pemilihan makan yang bergizi dan bisamengembangkan usaha pembuatan abon ikan tongkol.Kata kunci:Makanan bergizi, Abon ikantongkol
Memajukan Koperasi As-Sakinah Balung Melalui Pengembangan Industri Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Dan Kewirausahaan Fatimah, Feti; Rhamadanita, Mega Wahyu; Sofianto, Mohammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.122 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2159

Abstract

Koperasi As Sakinah adalah koperasi milik Aisyiyah. Koperasi As Sakinah Balung adalah cabang dari koperasi As Sakinah Jember. Koperasi As Sakinah Balung didirikan pada tahun 2016 di kelola oleh para anggota Aisyiyah cabang Balung. Terletak di lingkungan masjid Al Falah Balung. Perkembangannya kurang memuaskan dan cenderung stagnan, serta masyarakat sekitar belum banyak yang mengetahui dan mengenal koperasi As Sakinah Balung. Untuk mengembangkan koperasi ini, diperlukan pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal dan kewirausahaan. Misalnya dengan cara menjual hasil-hasil karya para anggota koperasi dan penduduk sekitar serta meningkatkan semangat kewirausahaan para anggota koperasi. Dalam kegiatan ini melibatkan dua mahasiswa prodi manajemen. Dengan tujuan agar mereka dapat belajar secara langsung mengaplikasikan ilmunya di masyakarat. Kata Kunci : Koperasi, Potensi Lokal, Kewirausahaan
IbM PEMBUATAN WEBSITE PIMPINAN DAERAH ‘AISYIYAH (PDA) KABUPATEN JEMBER BERBASIS GEOGR APHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) Adhitya Surya Manggala, ST, MT, Ir. Suhartinah , M T Lutfi Ali Muharom, S.Si., M.Si
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 1, No 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.296 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v1i1.176

Abstract

Dengan semakin besarnya anggota di tingkat cabang dan ranting serta banyaknya amal usahayang dikelola, PDA belum mempunyai pangkalan data yang valid dan akurat yang bisa dikeloladengan cepat dan tepat untukmembuatmodel pembinaan dan pengembangan sumber dayamanusianya (SDM). Pada era globalisasi seperti sekarang ini dunia yang luas dan jarak yangjauh sudah bukan penghalang lagi untuk mendapatkan informasi yang cepat , tepat, akurat danmurah. Maka keberadaan pangkalan data yang (database) menjadi keniscayaan bagikeberlanjutan dari sebuah organisasi. Selanjutnya untuk meningkatkan layanan data baik kepadainternal ?Aisyiyah maupun pihak eksternal maka pembuatan Website yang berbasis internetdiharapkan bisa menjadi solusi dalam permasalahan ini. Tidak hanya itu karena luasnya wilayahkerja website ini akan dilengkapi dengan data spasial (geografis) untuk memudahkanpenggunanya.Kata kunci:Website,Pimpinan Daerah ?Aisyiyah,Geographic Information System
Peningkatan Produktifitas Penjualan Tempe Pada Kampung Tempe Panjaitan, Thyophoida W. S.; Sabailaket, Ani Susanti; Berisigep, Mira Junita
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.084 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2164

Abstract

Tempe merupakan salah satu makanan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. oleh karena itu banyak terdapat produsen tempe dan salah satu produsen tempe yang ada di Surabaya terletak pada Kampung Tempe. Dalam melaksanakan kegiatan usahanya tidak terlepas dari permasalahan yang akan dihadapi. Adapun permasalahan yang dihadapi oleh para produsen tempe yang ada pada kampung tempe adalah 1) pemasaran tempe tidak dapat berjalan secara optimal, 2) permasalahan dalam melakukan promosi sehingga memerlukan desain banner dan label produk, 3) permasalahan dalam penentuan biaya produksi dan penyusunan laporan keuangan. Adapun tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini adalah dapat membantu meningkatkan penjualan tempe, sehingga dilakukan 1) desain ulang terhadap banner dan label produk sehingga dapat dikenal oleh konsumen, 2). didesain sistem promosi pada sosial media, serta 3). dapat menghitung biaya produksi dan membuat laporan keuangan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan penjualan dan banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan dan dapat menghitung biaya produksi dan menyusun laporan keuangan. Kata Kunci: Produktivitas, Tempe, produktifitas
IbM TERAPI PRAKTIS BAGI KELUARGA ANAK TUNARUNGU Dra. Siti Rodliyah, Dra. Khoiriyah, M.Pd
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 1, No 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.865 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v1i1.181

Abstract

ABK tunarungu memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan, seperti anak-anak normal. SLB Bmerupakan lembaga yang khusus menangani pembelajaran denganmengedepankan keterampilanhingga bisa memberikan pembelajaran yang baik bagi ABK tunarungu. Untuk memenuhikebutuhan ABK tunarungu, diperlukan tindakan terapis. Namun, kendalanya adalahketidakmampuan orang tua dalam menjangkau biaya terapis. Berdasarkankendala tersebut, makadiperlukan sebuah upaya untuk membantu pemenuhan kebutuhan ABK tunarungu. Upaya tersebutadalah melakukan pendampingan orang tua dalam melakukan pembelajaran ABK tunarungu.Namun pada kenyataannya orang tua ABK Tunarungu tidak mampuuntuk menangani masalah inikarena tidak punya kemampuan atau informasi yang memadai bagaimana menangani ABKTunarungu.Faktor kendala tersebut akan bisa teratasi kalau seandanyan para wali murid memilikikemampuan dalam menangani ABK Tunarungu, untuk itudibutuhkan pelatihan dan modul metodepraktis untuk menangani ABK Tunarungu. Tujuan Pengabdian ini adalah membantu masyarakatuntuk mendapat informasi bagaimana menangani anak tunarungu secara dini denganmenggunakan metode praktis dasar berbasis keluargayang terkoordinasi dan berkelanjutandengan mengoptimalkan komunitas wali murid ABK Tunarungu. Berdasarkan tujuan tersebut,maka target pengabdian adalah: (1) Tersusunnya panduan metode praktis Terapi dasar ABKTunarungu, (2) Wali murid bisa melakukan terapi dasar pada ABK tunarungu, (3) Terciptanyakomunitas wali murid ABK Tunarungu yang terkoordinasi (4) Meningkatnya ABK Tunarungu yangtertangani secara tepat.Metode yang digunakan adalah menggerakkan partisipasi keluarga atau masyarakat membentukkomunitas untuk peduli dan menangani ABK tunarungu. Adapun rencana kegiatanya antara lain:(1) menyusun rencana kegiatan, jadwal pelaksanaan, petunjuk teknis, sarana dan mediapenunjang, (2) mengadakan pelatihan penanganan bagi wali murid ABK Tunarungu, (3)Pendampingan bagi komunitas wali murid ABK Tunarungu dalam menangani putranya.Kata kunci: Terapi praktis, Keluarga anak tunarungu
URGENSI PAYUNG HUKUM BAGI SANGGAR SENI TARI DI KABUPATEN LUMAJANG Purbadiri, Anies Marsudiati; Srimurni, Titis
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 1, No 2 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.796 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v1i2.266

Abstract

Sanggar Tari ?Nindya Laksita? dan Sanggar Tari ?Ayu Langgeng? adalah dua dari beberapa sanggar yang diketahui beroperasi di Kabupaten Lumajang. Secara produksi keduanya telah memiliki beberapa karya tari hasil garapannya sendiri, yang seringkali ditampilkan atas permintaan Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang. Namun secara yuridis masing-masing masih mempunyai kekurangan payung hukum untuk dapatnya bertindak sebagai subyek hukum privat, oleh karenanya perlu segera dilengkapi berbagai dokumen legalitasnya dimaksud. Tujuan melengkapi dokumen yuridis tersebut antara lain agar Sanggar dapat memperoleh hak-hak dasarnya sbg subyek hukum, semisal mendapatkan pembinaan, perlindungan bahkan mendapatkan fasilitasi dana hibah dari Pemerintah Daerah dan/atau Pusat, dalam upaya menjaga kelangsungan operasionalnya. Adapun metode yang diterapkan untuk memnuhi dokumen yuridis tersebut adalah dengan berdasar pada konsepsi yuridis sosiologis, yang teknisnya diterapkan dalam bentuk : 1) Pendidikan/Pelatihan, diarahkan pada pengurus sanggar agar paham hak dan kewajibannya, 2) Pendampingan, dilakukan terhadap pengurus sanggar ketika mengurus dokumen yuridis yang diperlukan, dan 3) Penyadaran, lebih ditekankan pada pengurus maupun anggota sanggar supaya menyadari keberadaannya sebagai organisasi sosial dan sebagai subyek hukum privat bahwa dirinya mempunyai hak-hak dasar yang harus dipenuhi sebagaimana amanah yang tersurat pada Pasal 28 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
PERAN TERNAK PADA USAHATANI DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI Herrianto, Elfien; Eureka, Novi
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 2, No 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.764 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v2i1.372

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran ternak dalam usahatani dan kontribusi ternak yang dipelihara dalam rumah tangga petani terhadap pendapatan petani.  Penelitian menggunakan metode survey dengan responden adalah rumah tangga petani yang memelihara ternak di Kecamatan Pakem dan Kecamatan Taman Krocok Kabupaten Bondowoso. Hasil penelitian menunjukkan usahatani yang paling dominan berdasarkan pendapatan bersihnya adalah usahatani ternak, usahatani padi, usahatani hortikultura. Rerata pendapatan usahatani adalah Rp 2.730.000 di   Kecamatan Taman Krocok dan Rp.1.50.000 di Kecamatan Pakem, usaha ternak dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan usahatani masing-masing sebesar 56 dan 48%. Kondisi ini menunjukkan bahwa dengan tingkat pemilikan ternak 8 ekor per petani di Kecamatan Taman Krocok dan 6 ekor per petani di Pakem maka usaha beternak bukan lagi merupakan usaha  sambilan merupakan cabang usaha. Peran ternak terhadap usahatani adalah sebagai penghasil pupuk kandang dan penghasil susu.. Ternak berfungsi sebagai sumber tenaga kerja 33 dan 27%, sebagai sumber pendapatan 30% dan 36%,  sebagai tabungan keluarga 17% dan 20% sebagai sumber pupuk 7% dan 6%, sebagai status sosial  10% dan  10%  serta  sebagai kesenangan 3%.
KELOMPOK KADER PENANGANAN GANGGUAN JIWA Komarudin, Komarudin; Hidayat, Cahya Tribagus
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 2, No 2 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.921 KB) | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v2i2.984

Abstract

Selama ini masyarakat menganggap bahwa masalah kesehatan jiwa merupakan masalah orang-orang yang memiliki gangguan jiwa saja atau yang kerap disebut orang awam sebagai orang gila. Padahal kesehatan jiwa merupakan bagian yang integral dari kesehatan. Selama ini penderita gangguan jiwa kerap mendapatkan perlakuan diskriminatif dari masyarakat,baik berupa isolasi sosial, pembatasan memperoleh akses kesehatan, hingga pemasungan fisik. Hal ini disebabkan adanya stigma yang berkembang di masyarakat yang menganggap penderita gangguan jiwa adalah orang aneh, berbahaya dan tidak dapat disembuhkan. Hal tersebut mengakibatkan penderita dan keluarga merasa malu dan terhina, sehingga mereka cenderung untuk menutupi penyakitnya dan menghindari pengobatan. Padahal gangguan jiwa merupakan tanggung jawab masyarakat dan pemerintah untuk mengobatinya, bukan untuk disembunyikan. Sehingga diperlukan pemahamam yang tepat bagi masyarakan pengenalan deteksi dini gangguan jiwa. Kader serta tokoh masyarakat yang merupakan pelaku utama dalam program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di desa binaan, perlu dibekali dengan prinsip penggerakan dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan IbM Kelompok Kader adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mitra tentang cara deteksi dini pada keluarga dengan kasus gangguan jiwa. Sehingga mitra dapat mendata dan melaporkan apabila ada kasus gangguan jiwa yang ada di keluarga. Metode yang digunakan pada kegiatan IbM ini berdasarkan tahapan-tahapan, mulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap evaluasi. Tahap persiapan yang dilakukan oleh pengusul adalah mengurus perijinan dan melakukan koordinasi dengan mitra; tahap pelaksanaannya adalah melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pada kelompok kader jiwa, sedangkan tahap evaluasi yang dilakukan adalah melakukan evaluasi proses, evaluasi akhir dan evaluasi dampak. Kegiatan IbM yang dilakukan adalah 1) persiapan kegiatan yang terdiri dari pengurusan ijin dan kooordinasi; 2) pelaksanaaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan kelompok kader jiwa; dan 3) evaluasi terhadap proses kegiatan dan hasil kegiatan. Hasil kegiatan IbM, setelah dilakukan penyuluhan tentang peran dan fungsi keluarga mengenal gangguan jiwa, pengetahuan Mitra 1 meningkat rata-rata sebesar 33,275 poin  sedangkan Mitra 2 meningkat sebesar 36,75 poin, Kegiatan IbM juga memberikan pelatihan kepada kader jiwa. Selama masa evaluasi, ada perubahan keahlian dan keterampilan dikedua mitra. Masing ? masing mitra yang mengikuti pelatihan mampu mengenal cara deteksi secara dini keluarga dengan gangguan jiwa sesuai dengan materi yang telah diberikan.Kata Kunci: pelatihan, gangguan jiwa, peran masyarakat

Page 3 of 28 | Total Record : 274