cover
Contact Name
Jamiludin Usman
Contact Email
jamielsoedin@gmail.com
Phone
+6285336521427
Journal Mail Official
perdikan@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Panglegur km. 4 Pamekasan, Jawa Timur, Indonesia.
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Perdikan: Journal of Community Engagement
ISSN : -     EISSN : 26849615     DOI : http://dx.doi.org/10.19105/pjce
PERDIKAN journal focuses on community engagement program and the manuscript is about applied knowledge or science in community to advance theories, research and practices related to all forms of outreach and engagement. Community engagement means services to society, applying of knowledge or science and technology based on their field, increasing the capacity of society and community empowerment. The PERDIKAN journal draws on existing issues from those varieties of field. This includes highlighting innovation of community empowerment, and reporting on engaged research, community-based research, action research, and community services, as well as improving the knowledge and practice in the field of purposive community engagement. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. PERDIKAN particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows:1) Community Services, People/Society, and Local Food; 2) Less Developed Region; 3) Student Community Services; 4) Training for Sustainable Development; 5) Community Empowerment, Social Access possiblity, including Environmental Issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2022)" : 5 Documents clear
Pengembangan pakan ternak melalui fermentasi sampah organik sebagai swadaya masyarakat pada sektor peternakan di desa Pulosari kecamatan Jambon Ponorogo Luluk Fuadah; Yuli Salis Hijriyani
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v4i2.6256

Abstract

The livestock sector is one of the potential livelihoods in Pulosari village, Jambon district, Ponorogo regency. Almost all family in Pulosari village has at least one kind of livestock. On average, the livestock kept are goats. Goats have a pretty promising selling value in the market and can be a long-term investment. However, the problem the feed readiness which became the main requirement in pursuing the field of animal husbandry. There was no harmony between the number of livestock and the availability of feed, which raises concerns for farmers. Fermented feed made from organic waste is an effective alternative in providing abundant feed as a non-governmental organization. The existence of fermented organic waste feed is intended to support the availability of the amount of feed so that raising livestock becomes more profitable in terms of cost, time, energy, and quality of the livestock itself. This community engagement aimed to develop fermented animal feed from organic waste that is more effective and efficient so as to improve the quality of the livestock sector in addition to utilizing waste into a marketable product. Through the Asset Based Community Development (ABCD) method focusing on livestock assets, the community could optimize existing opportunities. The results of the study stated that the manufacture of this feed was a new breakthrough in the Pulosari village which could increase community self-reliance and build partnerships between farmers and university students (Sektor peternakan merupakan salah satu mata pencaharian yang potensial di desa Pulosari, Kecamatan Jambon, Ponorogo. Hampir setiap keluarga di desa Pulosari memiliki setidaknya satu macam hewan ternak. Rata-rata ternak yang dipelihara adalah kambing. Kambing memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan di pasaran dan dapat menjadi investasi jangka panjang. Namun, yang menjadi masalah adalah kesiapan pakan yang menjadi syarat utama dalam menekuni bidang peternakan. Banyaknya ternak dan ketersediaan pakan belum memiliki keselarasan sehingga memunculkan kekhawatiran bagi para peternak. Dalam hal ini, pakan fermentasi berbahan sampah organic bisa menjadi alternatif yang efektif dalam menyediakan pakan yang melimpah sebagai swadaya masyarakat. Adanya pakan fermentasi sampah organik ini dimaksudkan untuk menunjang ketersediaan jumlah pakan sehingga beternak menjadi lebih menguntungkan dari segi biaya, waktu, tenaga, dan kualitas ternak itu sendiri. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan pakan ternak fermentasi dari sampah organik yang lebih efektif dan efisien sehingga meningkatkan mutu sektor peternakan di samping memanfaatkan sampah menjadi produk berdaya jual. Dengan menggunakan metode Aset Based Community Development (ABCD) dengan fokus utama pada aset peternakan masyarakat, masyarakat bisa mengoptimalkan peluang yang ada. Hasil penelitian menyatakan pembuatan pakan ternak fermentasi ini menjadi terobosan baru desa Pulosari dan dapat meningkatkan swadaya masyarakat serta membangun kemitraan antara peternak dengan mahasiswa.)
Pengembangan gerakan Gubuk Literasi untuk meningkatkan minat baca tulis anak di desa Pademawu Timur Pamekasan Madura Kharisma Septiawati Yunita Sari; Sahrul Romadhon
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v4i2.6261

Abstract

The Covid-19 pandemic outbreak has made children in the Pademawu Timur area play a lot, be lazy, and forget the purpose of learning from home. One of the activities that can develop reading and writing skills is village children's work. This article discusses the development of a village literacy movement to increase interest in reading and writing. This research was compiled based on data collected while the researcher was carrying out the KPM MDR (Kuliah Pengabdi Masyarakat Mandiri) program. One of the activities that the author does is holding literacy activities (Gubuk Literasi) which are carried out at a Village Hall located in the Malangan Hamlet area, Pademawu Timur Village, Pademawu District, Pamekasan Regency. This activity focuses more on writing and reading activities. To develop students' creativity in making scientific papers in the form of poetry, narration, and short stories. In addition to the work of village children, the profile of East Pademawu Village is also included which will be made into a book. With this village literacy activity, it is hoped that it can provide a platform for village children to consistently develop their creativity.(Wabah pandemi Covid-19 membuat anak-anak di wilayah Pademawu Timur banyak bermain-main, bermalas-malasan, dan lupa akan tujuan kegiatan belajar dari rumah. Salah satu kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan membaca dan menulis sebuah karya anak-anak desa. Artikel ini membahas mengenai pengembangan gerakan literasi desa untuk meningkatkan minat membaca dan menulis. Penelitian ini disusun berdasarkan data yang dikumpulkan selama peneliti melaksanakan program KPM MDR (Kuliah Pengabdi Masyarakat Mandiri). Salah satu kegiatan yang penulis lakukan adalah mengadakan kegiatan literasi (Gubuk Literasi) yang dilaksanakan di sebuah Balai Desa yang terletak dikawasan Dusun Malangan, Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Pada kegiatan ini lebih berfokus pada kegiatan menulis dan membaca. Untuk mengembangkan kekreatifitasan siswa dalam membuat sebuah karya tulis ilmiah yang berupa Puisi, Narasi, dan Cerpen. Selain karya dari anak desa juga disertakan mengenai profil Desa Pademawu Timur yang akan dijadikan sebuah buku. Dengan adanya kegiatan literasi desa ini diharapkan dapat memberi wadah kepada anak-anak desa untuk selalu mengembangkan kekreatifitasan mereka).
Pemanfaatan potensi bambu sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis Asset Based Community Development di Desa Bringsang Giligenting Nabila Yuli Firdaus; Nasidatul Usriyah; Najwa Muqoddas; Nurul Huda Farisya; Orisa Sativa Nathifah; Muhammad Reza Ali Syah; Mujiburrohman Mujiburrohman; Noer Moh Bahrul Fauzi; Ria Astuti
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v4i2.6868

Abstract

Bamboo is a very useful plant for the community's economic life. Traditionally, generally, bamboo can be used for various purposes, such as household utensils, handicrafts, and foodstuffs. Currently, the potential in the form of bamboo is abundant but still needs to be utilized by the community in Bringsang Village. Giligenting District, Sumenep Regency. This service-based research aims to carry out training and mentoring programs for the community regarding the utilization of bamboo assets as souvenirs with high economic value. The approach in this study uses the Aset Based Community Development (ABCD) method, which focuses on local assets, potential and domestic strengths. This research starts with production training, product branding training, and online and offline Marketing Training. This service-based research succeeded in creating souvenirs from bamboo in the form of key chains, decorative lights, figures, food plates, and drinking bottles with the branding "BAMBRING" Souvenirs typical of Bringsang. Through the role of Karang Taruna as a local group, this production process has the full support of the village government and other stakeholders. This product can be an alternative livelihood for the local community so that it can create products that have an impact on increasing mutual welfare.(Bambu merupakan tanaman yang sangat bermanfaat bagi kehidupan ekonomi masyarakat. Secara tradisional, umumnya bambu dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti peralatan rumah tangga, kerajinan tangan, dan bahan makanan. Saat ini, Potensi berupa bambu jumlahnya sangat melimpah namun masih belum dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Bringsang. Kec. Giligenting, Kab. Sumenep. Penelitian berbasis pengabdian ini bertujuan untuk melaksanakan program pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan aset bambu menjadi kerajinan souvenir bernilai ekonomi tinggi. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan metode Aset Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada aset, potensi dan kekuatan lokal domestik. Penelitian ini dimulai dari pelatihan produksi, pelatihan branding produk, dan Pelatihan Pemasaran secara online dan offline. Penelitian berbasis pengabdian ini berhasil menciptakan souvenir dari bambu berupa gantungan kunci, lampu hias, figura, tepak makan, dan botol minum dengan branding “BAMBRING” Souvenir khas Bringsang. Melalui peran Karang Taruna sebagai local group, proses produksi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan stakeholders lainnya. Produk ini dapat menjadi alternatif mata pencaharian masyarakat setempat sehingga dapat menciptakan produktifitas yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan bersama).
MENJAMU: pelatihan branding dan packaging produk unggulan desa Karangwungu sebagai penguat ekonomi masyarakat Anisa Ulfah; Selma Yusniah; Alfi Nur Lailatul Muthoharoh; Muhammad Akbar; Muhammad Rozaq
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v4i2.7310

Abstract

Karangwungu Village, Karanggeneng District, Lamongan Regency, is one of the villages with great potential in developing Small and Medium Enterprises (Usaha Mikro Kecil Menengah). 18 household heads run a cottage industry by producing herbal medicine as well as tempeh and tofu as the village's main products. The cottage industry is quite promising as a support for the community's economy, but it is still carried out traditionally. This is because they do not know how to use information technology. For this reason, through the Kuliah Kerja Nyata (KKN) in 2021, training was carried out to increase their insight so that they can market and package products more attractively. This needs to be done so that the products can reach a wider range of consumers. The methods used are observation, training, and reflection. The training resulted in the branding name 'Menjamu' as a brand of herbal medicine, and the packaging design was made. The results of the reflection showed that the community felt enthusiastic and was greatly helped by the training because it could increase their insight regarding product branding and packaging. This is expected to increase the results of product marketing that can strengthen the community's economy.(Desa Karangwungu, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Terdapat 18 kepala keluarga yang menjalankan industri rumahan dengan memproduksi jamu herbal serta tempe dan tahu sebagai produk unggulan desa. Industri rumahan tersebut cukup menjanjikan sebagai penopang ekonomi masyarat, tetapi masih dijalankan dengan cara tradisional. Hal tersebut disebabkan pelakunya belum memiliki pemahaman terkait teknologi informasi. Untuk itu, melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada 2021, dilakukan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan mereka agar dapat mem-branding dan mengemas produk dengan lebih menarik. Hal tersebut perlu dilakukan agar produk yang dihasilkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas. Metode yang digunakan ialah observasi, pelatihan, dan refleksi. Pelatihan menghasilkan nama branding ‘menjamu’ sebagai merek jamu herbal sekaligus pembuatan desain kemasannya. Hasil refleksi menunjukkan bahwa masyarakat merasa antusias dan sangat terbantu dengan diadakannya pelatihan karena dapat meningkatkan wawasan mereka terkait branding dan packaging produk. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil pemasaran produk yang dapat menguatkan ekonomi masyarakat).
DPR (Dengar Pahami Rangkul): community-based intervention untuk meningkatkan kesehatan mental mahasiswa generasi Z di kelurahan Lawangan Daya kecamatan Pademawu kabupaten Pamekasan Ishlakhatus Sa'idah; Anna Aisa; Diana Vidya Fakhriyani; Sri Rizqi Wahyuningrum
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v4i2.7705

Abstract

This community service activity aimed to provide an understanding of the importance of maintaining mental health and knowing mental health conditions regularly to Z-generation students in the Lawangan Daya sub-district, Pademawu Pamekasan. The method used in this community service activity was the DPR (Dengar, Pahami, Rangkul) method, which means Listen, Understand, and Embrace. This model was developed from the basic concept of Community-Based Intervention, which in its realization, was carried out through interactive dialogue activities, persuasive expository, group discussions, games, assignments, and mentoring. The results of this dedication received a positive response and impact on the participants. They became aware of the importance of maintaining mental health. In addition, the participants also recognized their strengths as one of the main factors in maintaining mental health. The recommendation for this activity is that it is necessary to hold similar activities with different participants and places. (Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan mengetahui kondisi kesehatan mental secara berkala kepada mahasiswa generasi z di kelurahan Lawangan Daya kecamatan Pademawu Pamekasan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode DPR (Dengar Pahami rangkul). Model ini dikembangkan dari konsep dasar Community-Based Intervention dimana dalam realisasinya dilakukan melalui aktivitas dialog interaktif, ekspositori persuasif, diskusi kelompok, permainan, penugasan dan pendampingan. Hasil pengabdian ini mendapat respon yang positif dan memberikan dampak yang signifikan bagi peserta. Mereka menjadi sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental. Selain itu, peserta juga mengetahui kekuatan diri masing-masing sebagai salah satu faktor utama dalam menjaga kesehatan mental. Rekomendasi kegiatan ini yaitu perlu diadakan kegiatan sejenis dengan peserta dan tempat yang berbeda.)

Page 1 of 1 | Total Record : 5