cover
Contact Name
Tetep
Contact Email
tevs_gaya@yahoo.co.id
Phone
+628973170949
Journal Mail Official
jurnalcss@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jalan Pahlawan Sukagalih no.32 Tarogong Kidul, Garut
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Journal Civics and Social Studies
ISSN : 26557304     EISSN : 26558963     DOI : https://doi.org/10.31980
Core Subject :
Jurnal Civicos (Civics and Social Studies) memiliki Scope dan Fokusnya antara lain pada bidang : 1. Pendidikan dan Pembelajaran 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3. Pendidikan Politik, Hukum dan Kenegaraan 4. Pendidikan IPS – Social Studies 5. Social Science 6. Humaniora 7. Ilmu Sosial Serumpun 8. Inovasi Pembelajaran 9. Pedagogik 10. Pendidikan Karakter 11. Multicultural Issues 12. Kajian Gender 13. Multimedia Pembelajaran IPS 14. Kajian Budaya
Arjuna Subject : -
Articles 306 Documents
KONSEP FILSAFAT HUKUM DALAM PENYUSUNAN DISERTASI BIDANG HUKUM Hermansyah Hermansyah
Journal Civics and Social Studies Vol 2, No 1 (2018): Journal CSS Vol 2 No 1 Tahun 2018
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.628 KB) | DOI: 10.31980/2655-7304.v2i1.396

Abstract

Dalam perkembangannya kajian terhadap filsafat ini dibagi kedalam pembagian secara klasik yang meliputi filsafat teoritis dengan tujuan untuk mengetahui kebenaran yang mencakup matematika, ilmu-ilmu alam dan teologi dan filsafat praktis yang tujuannya untuk aplikasi praktis khususnya pada bidang etika, politik keluarga dan politik negara.Proses menarik kesimpulan ini tidak bisa dilepaskan dengan kajian ilmu yang lainnya yaitu dengan menggunakan teori, yang berfungsi untuk memprediksi dan mengontrol fakta khususnya dalam kajian ilmu hukum dengan menggunakan teori hukum. Teori hukum berfungsi memberikan argumentasi yang meyakinkan bahwa hal-hal yang dijelaskan itu adalah ilmiah, atau paling tidak memberikan gambaran bahwa hal-hal yang dijelaskan itu memenuhi standar teoritis. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep filsafat hukum dalam penyusunan disertasi bidang hukum. Peranan filsafat hukum, teori hukum dan logika dalam penyusunan disertasi, sangatlah berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya, artinya satu sama lain saling mendukung. Dengan  filsafat hukum kita bisa menjelaskan dan  menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab oleh ilmu hukum, yang menyangkut objek hukum akan menjadi landasan ontologi hukum.
Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Konsep Bilangan Loncat Dengan Menerapkan Garis Bilangan Mulyani - -
Journal Civics and Social Studies Vol 3, No 1 (2019): vol 3 nomor 1 tahun 2019
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.371 KB) | DOI: 10.31980/2655-7304.v3i1.586

Abstract

Abstract—Bilangan loncat adalah salah satu bagian dari pembelajaran matematika tentang bilangan. Siswa kelas 1 SD Negeri Manggarai 17 Pagi Kecamatan  Tebet Jakarta Selatan mengalami  kesulitan  dalam mengurutkan bilangan  loncat  tersebut  baik  secara  berurut maju maupun  secara  berurut mundur  apalagi  dalam menentukan angka di posisi-posisi tertentu, hal  ini terlihat dari contoh salah satu hasil ulangan siswa yang memperoleh nilai kurang memuaskan, sehingga perlu adanya penelitian untuk mengetahui  latarbelakang masalahnya dan mencari strategi  atau  cara untuk mencari  solusi yang terbaik agar konsep bilangan  loncat mudah dipahami oleh siswa. Tujuan  diadakan  penelitian  ini  adalah  pertama, untuk  mengetahui  aktivitas  siswa  dalam  meningkatkan pemahaman mengurutkan bilangan secara loncat dengan menggunakan garis bilangan, kedua untuk mengetahui penerapan  garis  bilangan  dapat  meningkatkan  pemahaman  siswa  tentang  konsep  bilangan  loncat. Metode penelitian ini menggunakan. model Penelitian Tindakan Kelas yang menggunakan sistem spiral yang terdiri dari dua  siklus. Tiap  siklus  dimulai  dari  rencana (planning), kemudian  tindakan (acting), dilanjutkan  dengan observasi (observing) dari  tindakan yang telah dilakukan, dan yang terakhir adalah  refleksi (reflecting). Setiap tahapan  tersebut  berfungsi  saling  menguraikan  karena pada masing-masing  tahapan  meliputi proses penyempurnaan yang harus  dilaksanakan  secara  terus menerus  sehingga mendapatkan  hasil yang diinginkan. Ternyata penerapan garis bilangan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam memahami bilangan loncat, hal ini terlihat  dari  peningkatan  nilai rata-rata kelas  ataupun  nilai rata-rata kelompok  dalam menyelesaikan  evaluasi pada setiap akhir  siklus  dan penerapan garis bilangan dapat direkomendasikan untuk bahasan lain yang masih relevan dan efektif sekalipun dalam situasi dan kondisi yang berbeda.  Kata Kunci— Pemahaman, BilanganLoncat, dan GarisBilangan.
Keterlibatan Manusia dalam Pembelajaran Berbasis Inovasi Pendidikan Sar Joni Herri
Journal Civics and Social Studies Vol 1, No 1 (2017): Journal CSS VOL 1 NO 1 2017
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.675 KB) | DOI: 10.31980/2655-7304.v1i1.80

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana lembaga pendidikan, termasuk di dalamnyapemimpin lembaga, guru/dosen, staf Tata Usaha, dan pihak terkait lainnya,seharusnya menggunakan teknologi dalam menyelenggarakan proses pendidikan yanginovatif dan meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri. Dalam hal ini, diperlukanpemahaman yang mendalam dari para inovator pendidikan dalam memikirkanteknologi sebagai fenomena sosial yang secara radikal mempengaruhi perilakumanusia
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Konsep Perubahan Benda Dengan Menggunakan Metode Penemuan Terbimbing Jasmi Jasmi
Journal Civics and Social Studies Vol 2, No 2 (2018): Journal CSS Vol 2 No 2 Tahun 2018
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.248 KB) | DOI: 10.31980/2655-7304.v2i2.486

Abstract

Penelitian penggunaan metode penemuan terbimbing adalah untukmeningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnyakemampuan siswa kelas VI SD Negeri Lenteng Agung 11 Kecamatan JagakarsaJakarta Selatan pada konsep Faktor Penyebab Perubahan Benda yang rata-ratadi bawah 6, rendahnya hasil belajar tersebut karena siswa sulit memahami materiFaktor Penyebab Perubahan Benda yang selama ini hanya menggunakan metodeceramah. Dengan metode penemuan terbimbing diharapkan dapat meningkatkanhasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakankelas dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian setelah dianalisis menunjukkanbahwa tes hasil belajar pada Siklus I dilanjutkan dengan Siklus II mengalamipeningkatan. Siklus I P1 yaitu 67,06%, siklus I P2 yaitu 70%, siklus II P1 77,06%dan siklus II P2 82,35%. Target yang ingin dicapai sebelumnya adalah 75%. Hasilyang dicapai pada siklus terakhir adalah 82,35%. Hal ini menunjukan bahwapembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing dapatmeningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PenerapanMetode Penemuan Terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada padaKonsep Faktor Penyebab Perubahan Benda di Kelas VI SD Negeri Lenteng Agung11 Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan
Konsep Pendidikan Tasawuf Amali menurut Syaikh Utsman ibn Hasan ibn Ahmad Syakir Al-Khaubawi dalam Kitab Durrah An-Nasihin dan Implementasinya dalam Pembelajaran PAI Rifyal Luthfi MR; Gunawan Anjar
Journal Civics and Social Studies Vol 3, No 2 (2019): vol 3 nomor 2 tahun 2019
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.923 KB) | DOI: 10.31980/2655-7304.v3i2.697

Abstract

Konsep pendidikan tasawuf amali yang sesuai dengan abad 21 karena kondisi sekarang manusia berada pada zaman materialisme dan mengendalikan diri diatas tuntunan dan norma islami sebagai akibat dari akibat pengaruh arus globalisasi dan modernisasi. Dari alasan diatas, penulis tertarik untuk menganalisis kitab Durrah An-Nasihin yang dikarang oleh syaikh Utsman ibn Hasan ibn Ahmad Syakir Al-Khaubawi untuk dijadikan rujukan dalam menemukan konsep pendidikan tasawuf amali juga kitab ini memiliki keunikan dan gagasan yang menjadi bacaan kaum pesantren (santri) sebagai landasan berfikir, bertindak, berperilaku dan berucap.  Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pendidikan tasawuf amali menurut kitab Durrah An-nasihin dan implementasinya dalam pembelajaran PAI.penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan kajian pustaka (library research). Sumber data primer yang digunakan ialah kitab Durrah An-Nasihin dan data sekundernya adalah Al-Qur’an, Hadits, artikel dan buku ilmu pengetahuan lainnya.adapun pengumpulan data dilakukan ialah dokumentasi yakni pengumpulan data seseorang baik berupa tulisan, gambar atau karya. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep pendidikan tasawuf amali menurut kitab Durrah An-nasihin mengandung empat hal pokok, yaitu wara’, menafkahkan harta di jalan Allah, mengikuti sunnah nabi saw dan berteman dengan fakir dan miskin.Implementasi konsep tasawuf amali dalam pembelajaran PAI terdapat pada mata pelajaran aqidah akhlak kelas XI semester genap. Kata Kunci: Tasawuf Amali. kitab Durrah An-Nasihin, Pembelajaran PAI 
Pengembangan Kebajikan Kewargaan (Civic Virtue) dalam Masyarakat Multikultural Indonesia: Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dikdik Baehaqi Arif
Journal Civics and Social Studies Vol 1, No 1 (2017): Journal CSS VOL 1 NO 1 2017
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.168 KB) | DOI: 10.31980/2655-7304.v1i1.75

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan di persekolahan (school civic education)berperan penting dalam mengembangkan budaya kewargaan (civic culture) yang diperlukandalam rangka membangun sistem politik demokrasi. Sebagai program kurikuler pada tingkatpendidikan dasar dan menengah, mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan berorientasiuntuk mempersiapkan warga negara muda agar memiliki kemampuan untuk terlibat danberpartisipasi aktif dalam masyarakat politik. Pada masyarakat Indonesia yang multikultural,budaya kewargaan perlu dibangun di atas fondasi kebajikan kewargaan dan komitmenkewargaan berdasarkan nilai dasar Pancasila. Tulisan ini membahas peran pendidikankewarganegaraan dalam mengembangkan kebajikan kewargaan sebagai komponen pentingbudaya kewargaan dalam masyarakat multikultural Indonesia
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Dan Keaktivan Siswa Pada Pembelajaran IPS Tentang Sumber Daya Alam Melalui Metode Pembelajaran Konstektual Suyanti Suyanti
Journal Civics and Social Studies Vol 2, No 1 (2018): Journal CSS Vol 2 No 1 Tahun 2018
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.304 KB) | DOI: 10.31980/2655-7304.v2i1.402

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari kesulitan dan hambatan yang muncul dari guru SDN Srengseng Sawah 04 Pagi mengenai pembelajaran IPS, yang mana siswa tidak dapat menghubungkan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapanya dengan kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Tindakan penelitian dilakukan dalam 2 siklus 4 pertemuan.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, diskusi dan tes.Untuk pengolahan data menggunakan analisis deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru dalam merancang RPP siklus 1 pertemuan 1 presentase55%,siklus I pertemuan 263%, siklus II pertemuan 170%, dan siklus II pertemuan 2 76%.Hasil kinerja guru dalam KBM siklus 1 pertemuan 1presentase58%,siklus 1 pertemuan 266%, siklus 2 pertemuan 1 73% dan siklus2 pertemuan 2 80%.Hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS pada konsep sumber daya alam terjadi peningkatan dari tiap-tiap siklus. siklus 1 pertemuan 1 rata-rata60,32, siklus 1 pertemuan 2 rata-rata 67,26, siklus 2 pertemuan 173,87 dan siklus 2 pertemuan 2 78,39. Dengan demikian, hasil penelitian ini telah menunjukkan bahwa metode pembelajaran kontekstual dapat meniingkatkan pemahaman dan keaktivan siswa pada pembelajaran IPS tentang sumber daya alam.
Implementasi Kepemimpinan Ketua Himpaudi Dalam Penguatan Kompetensi Guru PAUD Di Kota Sukabumi Asep Munajat; Ibnu Hurri
Journal Civics and Social Studies Vol 3, No 2 (2019): vol 3 nomor 2 tahun 2019
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.835 KB) | DOI: 10.31980/2655-7304.v3i2.691

Abstract

Artikel ini membahas mengenai peran kepemimpinan ketua HIMPAUDI, kepemimpinan yang transformasional dan karismatik tentang sifat kepemimpinan yang efektif dalam mengatasi rendahnya kompetensi yang dimiliki guru PAUD dengan tujuan untuk memperkuat kompetensi guru PAUD. HIMPAUDI merupakan organisasi yang mewadahi Pendidik nonformal yang salah satu kewajibannya untuk meningkatkan kompetensi pendidik PAUD. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan yang tidak mengandung angka-angka, melainkan berupa kata-kata, gambar, dan sebagainya Dalam penelitian ini, peneliti menekankan pada faktor peneliti sebagai alat penelitian utama, disamping memperhatikan metode yang digunakan, agar hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan. Hasil dari penelitian (1) Secara umum HIMPAUDI dibentuk untuk membantu pemerintah menangani tugas-tugas yang tidak mungkin dapat dilakukan karena keterbatasan sumber daya manusia. (2) Ketua Himpaudi kota Sukabumi membuat rencana kerja jangka pendek, menengah dan panjang yang berisikan peningkatan kompetensi guru diantaranya mengusulkan masuknya angaran beasiswa di RAPBD kota sukabumi sehinggan beberapa guru PAUD dapat meningkatkan kulaifikasi pendidikanya secara gratis. (3) Motode yang dilakukan ketua himpaudi untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD Blewat pelatihan, pelatihan dan workshop diantaranya diklat dasar dan menengah yang secara rutin dilaksanakan tiap tahun. Kata  kunci : Kepemimpinan, kompetensi guru,  Himpaudi.
Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual (CTL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pelajaran IPA Materi Jenis-Jenis Tanah Di Kelas V . Rusnadi
Journal Civics and Social Studies Vol 2, No 1 (2018): Journal CSS Vol 2 No 1 Tahun 2018
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.444 KB) | DOI: 10.31980/2655-7304.v2i1.397

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya nilai hasil belajar siswapelajaran IPA pada pokok bahasan jenis-jenis tanah di SDI Al Azhar 8Kembangan Jakarta Barat, hal ini ditunjukan dari hasil nilai ulangan harian yangdiperoleh siswa kelas V, dari 31 siswa hanya 40% siswa yang dapat mencapaiKKM yang ditentukan yaitu 50. Hal ini tidak sesuai dengan target yangdiharapkan yaitu 80. Hal ini terjadi karena guru hanya mengunakan metodeceramah dan pemberian tugas sehingga diperoleh pembelajaran yang kurangefektif. Untuk pemecahan masalah ini peneliti menerapkan pendekatanpembelajaran kontekstual (CTL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalampelajaran IPA materi jenis-jenis tanah di kelas V. Berdasarkan permasalahantersebut, maka tujuan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalampelajaran IPA materi jenis-jenis tanah dikelas V. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadaptasi modelKemmis & Mc. Taggart dengan 2 siklus 4 pertemuan, setiap siklusnya terdiri dariempat komponen yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan(observasi) dan refleksi. Hasil penelitian dengan menggunakan pendekatanpembelajaran kontekstual (CTL) pada pembelajaran IPA menunjukkan adanyapeningkatan hasil belajar siswa, terlihat dari hasil rata-rata yang meningkat untuksetiap siklusnya mulai dari siklus I pertemuan 1 diperoleh rata-rata pretes 23,87,postes 47,09 dan N-Gain 30,23 siklus I P2 rata-rata pretes mencapai 26.45, postes55.32 dan N-Gain 39.30, siklus II P1 rata-rata pretes mencapai 24.51, postes 67.41dan N-Gain mencapai rata-rata 56.41,dan siklus II P2 mencapai rata-rata pretes7.09, postes 82.9 dan rata-rata N-Gain mencapai 83.23. Berdasarkan hasilpenelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatanpembelajaran kontekstual (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa padapelajaran IPA materi jenis-jenis tanah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, adabeberapa saran yang hendak disampaikan, antara lain: (1) Dalam proses kegiatanbelajar mengajar guru mampu mengkondisikan kelas, (2) Dalam menyampaikanmateri pembelajaran seharusnya guru mampu mengatasinya dengan memilihmetode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran, dan (3) Untukmencapai hasil belajar yang maksimal sebaiknya guru dapat mengatasinya denganmenerapkan berbagai cara melalui pendekatan, metode, dan model pembelajarandalam memperbaiki proses pembelajaran.
Strategi Peningkatan Mutu Manajerial Kepala Sekolah Terhadap Peningkatan Mutu Pembelajaran Di TK PGRI Pamalayan Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis Nina - Nurnaeni
Journal Civics and Social Studies Vol 3, No 1 (2019): vol 3 nomor 1 tahun 2019
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.42 KB) | DOI: 10.31980/2655-7304.v3i1.587

Abstract

Abstract—Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  untuk mengetahui kompetensi  kepala sekolah, peningkatan kepemimpinan manajerial kepala sekolah, dan strategi peningkatan mutu manajerial kepala sekolah di TK PGRI Pamalayan Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Adapun permasalahan  dari penelitian ini adalah apakah upaya optimalisasi sarana dan  bagaimana  kompetensi, peningkatan, serta strategi peningkatan mutu manajerial kepala sekolah di TK PGRI Pamalayan Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis.Subjekyang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 orang guru dan 1 orang kepala sekolah, serta siswa TK PGRI Pamalayan Kecamatan Cijeungjing sebanyak 30 orang siswa. Berdasarkan hasil penelitiandanpelaksanaan  siklus1,dan  siklus2 maka diketahui bahwa pengamatan strategi peningkatan mutu pendidikan TK PGRI Pamalayan melalui analisis SWOT menunjukan hasil yang positif yaitu memiliki sudah memiliki sumber daya manusia yang baik dengan budaya kerja yang tinggi, sehingga dapat mendukung proses peningkatan mutu pembelajaran. selain itu pengembangan diri bagi siswa yang diberikan dalam bentuk bimbingan konseling dan club pengembangan diri sudah berjalan dengan aktif. Dalam  hal perangkat pembelajaran, sebagian besar guru sudah memiliki kemampuan membuat, mengelola dan memanfaatkan administrasi kegiatan belajar mengajar, sedangkan dalam pembelajaran guru sudah mulai terbiasa aktif menggunakan media pembelajaran, sehingga membantu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil supervisi kunjungan kelas peneliti nilai terdapat peningkatan, siklus I pertemuan 1 hasil supervisi sebesar63,35(cukup), siklus I pertemuan 2 78,09(baik), siklus II pertemuan 1 87,14 (baik), dan siklus II pertemuan 2 100 ( baik sekali). Sedangkan berdasarkan hasil pengamatan instrumen supervisi administrasi KBM maka diperoleh hasil di siklus I pertemuan 1 rata-rata keseluruhan guru mencapai 71,46 (baik), siklus I pertemuan 2 75 (baik), siklus II pertemuan 1 79,05 (baik), siklus II pertemuan 2 82,07 (baik sekali). Untuk hasil pengamatn pelaksanaan pembelajaran menunjukan adanya peningkatan yang signifikan, siklus I pertemuan 1 rata-rata keseluruhan guru mencapai 3,00 (kurang), siklus I pertemuan 2 3,75 (kurang), siklus II pertemuan 1 4,04 (baik), dan siklus II pertemuan 2 4,38 (baik). Sedangkan untuk hasil pengamatn pembelajaran guru menunjukan adanya peningkatan di setiap siklusnya, siklus I pertemuan 1 dalam proses pembelajaran mempunyai prosentase yang menyatakan ya sebesar 52,38%, siklus I pertemuan 2 63,10%, siklus II pertemuan 1 70,24%, dan siklus II pertemuan 2 89,29%.  Kata Kunci— Strategi Peningkatan, Mutu Manajerial, Kepala Sekolah.

Page 4 of 31 | Total Record : 306


Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2025): Vol 9 No 1 tahun 2025 Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Civicos Vol 8 No 2 Tahun 2024 Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Civicos Vol 8 No 1 Tahun 2024 Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Civicos Vol 7 No 2 Tahun 2023 Vol 7, No 1 (2023): Vol 7 no 1 Tahun 2023 Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Civicos Vol 7 No 1 Tahun 2023 Vol 6, No 2 (2022): Vol 6 No 2 Tahun 2022 Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Civicos Vol 6 No 2 Tahun 2022 Vol 6, No 1 (2022): Vol 6 no 1 Tahun 2022 Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Civicos Vol 6 No 1 Tahun 2022 Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Civicos Vol 5 No 2 Tahun 2021 Vol 5, No 2 (2021): Volume 5 No 2 Tahun 2021 Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Civicos Vol 5 No 1 Tahun 2021 Vol 5, No 1 (2021): Volume 5 no 1 Tahun 2021 Vol 4, No 2 (2020): Call Paper Vol 4 no 2 Desember 2020 Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Civicos Vol 4 No 2 Tahun 2020 Vol 4, No 1 (2020): Call Paper Vol 4 No 1 Juni 2020 Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Civicos Vol 4 No 1 Tahun 2020 Vol 3, No 2 (2019): vol 3 nomor 2 tahun 2019 Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Civicos Vol 3 No 2 Tahun 2019 Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Civicos Vol 3 No 1 Tahun 2019 Vol 3, No 1 (2019): vol 3 nomor 1 tahun 2019 Vol 2, No 2 (2018): Journal CSS Vol 2 No 2 Tahun 2018 Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Civicos Vol 2 No 2 Tahun 2018 Vol 2, No 1 (2018): Journal CSS Vol 2 No 1 Tahun 2018 Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Civicos Vol 2 No 1 Tahun 2018 Vol 1, No 1 (2017): Journal CSS VOL 1 NO 1 2017 Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Civicos Vol 1 No 1 Tahun 2017 More Issue