cover
Contact Name
Muhrisun Afandi
Contact Email
risonaf@yahoo.com
Phone
+6282242810017
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat
ISSN : 25983865     EISSN : 26143461     DOI : https://doi.org/10.14421/panangkaran
Jurnal Panangkaran merupakan jurnal Assosiasi Peneliti Agama-agama yang bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai media komunikasi hasil penelitian para peneliti, ilmuwan dan cendekiawan. Tujuannya adalah untuk mewadahi, menyebarluaskan dan mendialogkan wacana ilmiah di bidang penelitian sosial keagamaan. Naskah yang dimuat dalam jurnal berasal dari hasil-hasil penelitian maupun kajian-kajian kritis para peneliti agama atau akademisi yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan sosial keagamaan, kelekturan, pendidikan dan keagamaan, agama dan sains. Jurnal terbit setahun 2 kali pada bulan Juni dan Desember.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2024)" : 8 Documents clear
Eksistensi Masyarakat dan Pengaruh Agama Adi Saingo, Yakobus
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v8i1.3101

Abstract

The relationship between society and religion has experienced ups and downs, because there are members of the community who see religion as the foundation of moral and spiritual values, but there are also many people who perceive religion as a mistake that mankind believes in. But even so, the existence of society cannot be separated from religion and its influence. The existence of society is quite identical as religious beings. The purpose of this study is to find out and explain the existence of society and the influence of religion, including the existence of individuals as part of society which is quite influenced by religion, and the functions of religion, as well as the dynamics of religious theory which is quite influencing the existence of society. The research method used is literature research by collecting data from various literature such as journals published in the last 5 years. The results of the study and analysis of the data found that there were developing dynamics of religious theory that sufficiently influenced the existence of society, including: the theory of evolution, the theory of marxism, the theory of thermodynamics and the theory of liberalism. Religion also has an impact through its function for the existence of society, including: as a source of value in maintaining decency, a means of solving problems, a means of satisfying curiosity. Apart from that, in the context of the influence of religion in society, several forms of influence have been identified, namely: educative influence, giving awareness about safety, its effect as conciliation, its influence as social control, its influence in strengthening solidarity, its influence in transformative values, religious encouragement to be productive, motivation sublimative. [Hubungan masyarakat dengan agama mengalami pasang-surut, karena ada anggota masyarakat yang melihat agama sebagai pondasi nilai moral dan spiritual, namun banyak juga kalangan masyarakat yang menganggap agama sebagai suatu kesalahan yang dipercayai umat manusia. Namun sekalipun demikian, eksistensi masyarakat tidak dapat dipisahkan dari agama dan pengaruhnya. Eksistensi masyarakat cukup identik sebagai makhluk beragama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai eksistensi masyarakat dan pengaruh agama, di antaranya eksistensi individu sebagai bagian dari masyarakat yang cukup dipengaruhi agama, dan fungsinya agama, serta dinamika teori keagamaan yang cukup mempengaruhi keberadaan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan yaitu literature research dengan mengumpulkan data dari berbagai literatur seperti buku jurnal yang diterbitkan 5 tahun terakhir. Hasil kajian dan analisis data ditemukan bahwa terdapat dinamika teori keagamaan yang berkembang sehingga cukup mempengaruhi eksistensi masyarakat, antara lain: Teori evolusi, teori marxisme, teori thermodynamics dan teori liberalisme. Agama juga berdampak melalui fungsinya bagi eksistensi masyarakat, di antaranya: sebagai sumber nilai dalam menjaga kesusilaan, sarana mengatasi permasalahan, sarana memuaskan perasaan ingin tahu. Selain itu pada konteks pengaruh agama dalam Masyarakat maka telah diketahui beberapa bentuk pengaruh, yaitu: pengaruh edukatif, memberi kesadaran tentang keselamatan, pengaruhnya sebagai pendamaian, pengaruhnya sebagai kontrol sosial, pengaruh dalam memperkuat solidaritas, pengaruhnya dalam nilai transformatif, dorongan agama untuk produktif, motivasi yang sublimatif.]
Implementasi Kebijakan Menteri Agama dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Asrama Santri Bilqolam Nurul Miftachur Rodiyah
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v8i1.3225

Abstract

Sexual violence is an important issue to act upon. Public awareness of sexual violence and sexual education is still very minimal. Especially if sexual violence occurs in the dormitory environment, victims will feel hesitant and dare not report. The purpose of this study is to determine the form of PMA policy Number 73 of 2022 implemented in the Bilqolam student dormitory and how to implement it. The research method used is descriptive qualitative. Data was collected through a process of observation, interviews, and documentation. The results of this study show that (1) the form of Bilqolam student dormitory policy related to the prevention and handling of sexual violence is through discussions, credit studies, compiling materials and syllabi, collaborating with the Swara Rahima community, KUA, and psychologists, and having concerns about sexual violence cases. (2) prevention and handling efforts are accommodated with a Stop Sexual Violence (SKS) study which refers to the SKS syllabus. [ Kekerasan seksual adalah masalah yang penting untuk ditindaklanjuti. Kesadaran masyarakat terhadap kekerasan seksual dan pendidikan seksual masih sangat minim. Terlebih apabila kekerasan seksual terjadi di lingkungan pesantren, korban akan merasa sungkan dan tidak berani melaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kebijakan PMA Nomor 73 Tahun 2022 yang dilaksanakan di Asrama santri Bilqolam dan bagaimana cara pengimplementasiannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk kebijakan Asrama santri Bilqolam terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual adalah melalui diskusi, pengajian SKS, menyusun materi dan silabus, bekerja sama dengan komunitas Swara Rahima, KUA, dan ahli psikolog, serta memiliki kepedulian terhadap kasus kekerasan seksual (2) upaya pencegahan dan penanganan diwadahi dengan sebuah pengajian Stop Kekerasan Seksual (SKS) yang didukung dengan silabus SKS.]
Pengaruh Ekstrakurikuler Tahfidzul Qur'an terhadap Sikap Keagamaan Peserta Didik SMP Negeri 1 Maduran Tahun Pelajaran 2022/2023 Sholihah, Nikmatus
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v8i1.3271

Abstract

This study aims to determine whether there is an influence of extracurricular activities tahfidzul qur'an towards the religious attitudes of SMP Negeri 1 Maduran students for the 2022/2023 academic year. This is proven by examining the influence between extracurricular activities tahfidzul qur'an and religious attitudes of students. This research starts from the frame of mind that is extracurricular tahfidzul qur'an implemented in order to improve aspects of religious attitudes which include carrying out worship both obligatory and sunnah, tolerance between religious people and attitudes towards others and knowledge in worship. This study uses a quantitative correlation approach. Sampling using the method nonprobability sampling so that as many as 73 students were obtained with a significant level of 5% of the 88 population. Data collection techniques using questionnaires/questionnaire, observation and documentation. The process of data analysis using assistance SPSS Version 26. The results of this study indicate that (1) the results of distributing extracurricular questionnaires tahfidzul qur'an there were 64.4% female from class IX (71.2%). And extracurricular activities tahfidzul qur'an SMP Negeri 1 Maduran is in the good category with a percentage of 71%. (2) The religious attitudes obtained from the results of distributing the questionnaire were 64.4% male from class IX (71.2%). And the religious attitude of students SMP Negeri 1 Maduran is in the good category with a percentage of 63%. (3) based on the results of hypothesis testing obtained rcount = 0,893 > rtable = 0, 227. Thus it can be said that there is a significant extracurricular influence tahfidzul qur'an to the students' religious attitudes with a confidence level of 95%. [Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh kegiatan ekstrakurikuler tahfidzul qur’an terhadap sikap keagamaan peserta didik SMP Negeri 1 Maduran tahun pelajaran 2022/2023. Hal ini dibuktikan dengan cara menguji pengaruh antara kegiatan ekstrakurikuler tahfidzul qur’an dan sikap keagamaan peserta didik. Penelitian ini bertitik tolak dari kerangka berpikir bahwa ekstrakurikuler tahfidzul qur’an diimplementasikan supaya dapat meningkatkan aspek – aspek sikap keagamaan yang meliputi menjalankan ibadah, baik itu yang wajib maupun yang sunnah, toleransi antar umat beragama dan sikap pada sesama dan pengetahuan dalam beribadah. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif korelasi. Pengambilan sampelnya menggunakan metode nonprobability sampling sehingga diperoleh sebanyak 73 peserta didik dengan taraf signifikan 5% dari 88 populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan Angket/kuesioner, observasi dan dokumentasi. Proses analisis data menggunakan bantuan SPSS Version 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) hasil penyebaran angket ekstrakurikuler tahfidzul qur’an terdapat 64, 4% berjenis kelamin Perempuan dari kelas IX (71, 2%). Dan kegiatan ekstrakurikuler tahfidzul qur’an SMP Negeri 1 Maduran dalam kategori baik dengan persentase 71%. (2) Sikap keagamaan yang diperoleh dari hasil penyebaran angket terdapat 64, 4% berjenis kelamin laki – laki dari kelas IX (71, 2%). Dan sikap keagamaan peserta didik SMP Negeri 1 Maduran dalam kategori baik dengan persentase 63%. (3) Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh rhitung = 0,893 > rtabel = 0, 227. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan ekstrakurikuler tahfidzul qur’an terhadap sikap keagamaan peserta didik dengan taraf kepercayaan 95%.]
Tradisi Jamasan Pusaka Pada Bulan Suro: Penggabungan Nilai Budaya Jawa dan Ajaran Agama Islam Arisky, Leariska; Agus M. Fauzi
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v8i1.3407

Abstract

The jamasan heirloom tradition or what is usually called the keris washing tradition is a growing tradition and is found in many areas, especially the island of Java. Jamasan heirloom is a tradition or ritual carried out on the night of the month of Suro, the aim of which is none other than to obtain safety, avoid disaster, ask for forgiveness and other religious matters. This research aims to find out what meaning is actually contained in this jamasan heirloom tradition, and the relationship between the keris and religion. This research uses a qualitative research method with Murray Edelman's framing analysis approach. The theory used in this research is the theory of the soul. The theory of the soul has an important role and is closely related to human beliefs regarding spiritual values. The results of the framing analysis of the content that discusses the heirloom jamasan tradition in the month of Suro is the tradition of washing or bathing heirloom objects using lime juice which is done every Suro month solely to clean the keris or heirloom objects from dirt. In the current era, people still carry out this tradition only to preserve a culture, there are no mystical or other religious elements. But apparently, there are still some people today who carry out this tradition for reasons of belief and an effort to leave behind the bad things from the previous year. [Tradisi Jamasan pusaka atau biasa disebut tradisi mencuci keris merupakan tradisi yang berkembang dan banyak ditemukan di daerah khususnya pulau Jawa. Jamasan pusaka merupakan tradisi atau ritual yang dilakukan pada malam bulan Suro, tujuannya tidak lain adalah untuk mendapatkan keselamatan, menghindarkan malapetaka, meminta ampun dan hal-hal berbau agamis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna apa yang sebenarnya terkandung dalam tradisi jamasan pusaka ini dan kaitannya keris dengan agama. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis framing milik Murray Edelman. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori jiwa. Teori jiwa memiliki peranan yang penting dan memiliki hubungan yang erat dengan keyakinan-keyakinan manusia mengenai nilai spiritual. Hasil analisis framing pada konten yang membahas tradisi jamasan pusaka pada bulan Suro ini adalah tradisi mencuci atau memandikan benda pusaka menggunakan perasan air jeruk nipis yang dilakukan setiap bulan Suro semata-mata hanya untuk membersihkan keris atau benda pusaka dari kotoran. Pada era saat ini, masyarakat yang masih melakukan tradisi ini hanya untuk melestarikan sebuah budaya, tidak ada unsur hal-hal mistis atau religius lainnya. Namun, masih terdapat juga beberapa masyarakat zaman sekarang melakukan tradisi ini sebab alasan kepercayaan dan upaya untuk meninggalkan hal buruk dari tahun sebelumnya.]
Ekspresi Kebahasaan terhadap Liyan pada Portal Hidayatullah.com: Critical Discourse Analysis Hatta, Juparno; Sofia, Adib
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v8i1.3595

Abstract

Discourse in the media is always interesting to observe because it is produced by members of society, contains people's lives, and is enjoyed by society. This paper sees discourse not just as an arrangement of ideas in letters, phrases, sentences and paragraphs, but as a form of linguistic expression of writers or media managers who have backgrounds and perspectives. The Hidayatullah.com portal is the discourse observed in this paper, especially in linguistic expressions regarding parties or figures that are considered the other. This paper, which is library research with an interpretative descriptive mechanism, uses critical discourse analysis conceptualized by Norman Fairclough. This paper sees that Hidayatullah.com contains linguistic expressions that form demarcations through certain stereotypes of the other. Judging from linguistic expression, this portal builds social categories in the form of in-group-love and out-group-hate and in the context of talking about others and constructing other's identities in the second category. Furthermore, this paper reveals the background and perspective built through discourse in the media. [Wacana dalam media selalu menarik untuk diamati karena diproduksi oleh anggota masyarakat, memuat kehidupan masyarakat, serta dinikmati oleh masyarakat. Tulisan ini melihat wacana bukan sekadar susunan ide dalam huruf, frasa, kalimat dan paragraf, melainkan sebagai wujud ekspresi kebahasaan penulis atau pengelola media yang memiliki latar belakang dan perspektif. Portal Hidayatullah.com merupakan wacana yang diamati dalam tulisan ini, khususnya dalam ekspresi kebahasaan mengenai pihak atau figur yang dianggap the other atau liyan. Tulisan yang bersifat library research dengan mekanisme deskriptif interpretatif ini menggunakan critical discourse analysis atau analisis wacana kritis yang dikonsep oleh Norman Fairclough. Tulisan ini melihat Hidayatullah.com memuat ekspresi kebahasaan yang membentuk demarkasi melalui stereotipe tertentu kepada liyan. Dilihat dari ekspresi kebahasaan, portal ini membangun kategori sosial dalam bentuk in group-love dan out group-hate dan dalam konteks pembicaraan tentang liyan serta mengkonstruksi identitas liyan dalam kategori yang kedua. Selanjutnya, tulisan ini mengungkap latar belakang dan perspektif yang dibangun melalui wacana dalam media tersebut.]
Eksplorasi Nilai Moderasi Beragama Melalui Kearifan Lokal di Desa Kandangtepus Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Agustiningsih, Maulida Dwi; Salsabila, Audy Nauristmaeda Naftalena; Kamila, Faizzatul; Dahlan, Shafira Munawwaroh; Hikam, Ach. Nabilul; Mufidah, Naili Alvi
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v8i1.3608

Abstract

The dynamics of social change and globalization present challenges for heterogeneous communities to maintain harmony and respect religious differences. Religious pluralism is a solid foundation in shaping local identity and character. Religious moderation is relevant in the context of a plural and multicultural society. Religious moderation emphasizes a middle, balanced, and tolerant attitude. One area in Indonesia that reflects diversity is Kandangtepus village, Senduro, Lumajang, East Java. Kandangtepus Village is home to various religious communities living in harmony and practicing tolerance and respect for diversity. This research aims to describe and explore the local wisdom of the Kandangtepus community in maintaining religious harmony and analyzing the values ​​of moderation. The method used is qualitative research of the phenomenological type or research that discusses a phenomenon in a living environment. The research results show that the value of religious moderation in local wisdom in Kandangtepus consists of tawasuth, tasamuh, i'tidal, muwathohah and anti-violence. Tawassuth means taking the middle path, tasamuh implies an attitude of tolerance towards differences, i'tidal means being objective, and muwathohah is defined as love of one's country. Some of the local wisdom in Kandangtepus village includes: ater-ater, village alms, village salvation and ruwatan. Based on evidence of the phenomenon of local wisdom practices in Kandangtepus village, the value of religious moderation in Kandangtepus village is declining. Even though the community has begun not to contribute to existing local wisdom, the form of tasamuh or tolerance of the Kandangtepus village community is still maintained, as evidenced by several local wisdoms that still exist, such as: ater-ater, ruwatan and village alms.[Dinamika perubahan sosial dan arus globalisasi memunculkan tantangan bagi komunitas heterogen untuk menjaga harmoni dan menghargai perbedaan agama. Pluralisme agama menjadi landasan yang kokoh dalam membentuk identitas dan karakter lokal. Moderasi beragama relevan dalam konteks masyarakat yang plural dan multikultural. Moderasi beragama menekankan pada sikap tengah, seimbang dan toleran. Salah satu daerah di Indonesia yang mencerminkan keberagaman adalah desa Kandangtepus, Senduro, Lumajang, Jawa Timur. Desa Kandangtepus menjadi rumah bagi beragam komunitas agama yang hidup berdampingan dalam harmoni dan mengamalkan prinsip toleransi serta menghargai keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengeksplorasi kearifan lokal masyarakat Kandangtepus dalam memelihara kerukunan beragama serta menganalisis nilai-nilai moderasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif jenis fenomenologi atau penelitian yang membahas sebuah fenomena dalam suatu lingkungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai moderasi beragama dalam kearifan lokal di Kandangtepus terdiri dari tawasuth, tasamuh,  i'tidal, muwathohah dan anti kekerasan. Tawassuth artinya mengambil jalan tengah, tasamuh berarti sikap toleransi terhadap perbedaan, i’tidal artinya bersikap objektif dan muwathohah diartikan sebagai cinta tanah air. Beberapa kearifan lokal di desa Kandangtepus antara lain: ater-ater, sedekah desa, selamatan desa dan ruwatan. Selain itu, berdasarkan bukti fenomena praktik kearifan lokal di desa Kandangtepus, nilai moderasi beragama di desa Kandangtepus  mulai menurun. Meskipun masyarakat sudah mulai tidak turut andil pada kearifan lokal yang ada, namun bentuk tasamuh atau toleransi masyarakat desa Kandangtepus masih terjaga, terbukti dari beberapa kearifan lokal yang masih eksis seperti: ater-ater, ruwatan dan sedekah bumi desa.]
Implementing Personal Hygiene Practices in a Pesantren: The Contribution of Pesantren Bina Insani Mohammad Fattahul Alim; M. Akiyasul Azkiya; Ridwan
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v8i1.3646

Abstract

Personal Hygiene is a step taken by a person or group of people to maintain their personal hygiene to avoid various diseases. The implementation of personal hygiene can help prevent disease-causing germs or viruses that can harm the health of the body. This is the background of the importance of implementing personal hygiene in everyday life, especially for individuals living together, such as in a pondok pesantren.  The community stigma about the pondok pesantren is often identified with a slum, dirty and poorly maintained environment. The participation of institutional administrators and individual students is the main key that must be held firmly. Institutional administrators oversee making and supervising policy regulations related to cleanliness and health in the pondok pesantren. Meanwhile, santri plays a role in maintaining personal hygiene.  This study aims to determine the role and steps of Pondok Pesantren Bina Insani in implementing Personal Hygiene pesantren and to find out how the Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mechanism for students to prevent infectious diseases. The research method used is descriptive qualitative. Data sources were obtained from literature review, observation, in-depth interviews, open questionnaires, and documentation. The results of this study indicate that Pondok Pesantren Bina Insani already has a structured system and rules related to the implementation of personal hygiene in the pesantren environment, Pondok Pesantren Bina Insani students generally understand well what personal hygiene is and have tried to implement it in their daily lives.[Kebersihan diri merupakan suatu langkah yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang untuk menjaga kebersihan diri agar terhindar dari berbagai penyakit. Penerapan kebersihan diri dapat membantu mencegah kuman atau virus penyebab penyakit yang dapat membahayakan kesehatan tubuh. Hal inilah yang melatarbelakangi pentingnya penerapan Personal Hygiene sadalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan tempat tinggal individu, seperti di Pondok Pesantren. Stigma masyarakat terhadap lingkungan Pondok Pesantren sering diidentikkan dengan lingkungan yang kumuh, kotor dan kurang terawat. Partisipasi pengurus lembaga dan individu mahasiswa menjadi kunci utama yang harus dipegang teguh. Pengurus lembaga mengawasi pembuatan dan pengawasan peraturan kebijakan terkait kebersihan dan kesehatan di lingkungan Pondok Pesantren. Sedangkan santri berperan dalam menjaga kebersihan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan langkah Pondok Pesantren Bina Insani dalam melaksanakan Personal Hygiene Lingkungan Pesantren dan mengetahui bagaimana mekanisme Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) santri dalam mencegah penyakit menular. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari kajian pustaka, observasi, wawancara mendalam, angket terbuka, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Bina Insani sudah mempunyai sistem dan aturan yang terstruktur terkait dengan penerapan Personal Hygiene di lingkungan pesantren, santri Pondok Pesantren Bina Insani secara umum sudah memahami dengan baik apa itu Personal Hygiene dan sudah mencoba menerapkannya di lingkungan pesantren mereka. kehidupan sehari-hari.]
Potensi Pendidikan Interreligius Meminimalkan Hate Speech di Media Sosial Nole, Otniel Aurelius; Lauterboom, Mariska
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v8i1.3786

Abstract

Social media provides benefits for users to express language, but it can also be misused to express hatred, or what is called hate speech. It turns out that certain social media users also carry out hate speech regarding political campaigns in Indonesia. To prevent competitors from winning, certain supporters carry out strategies in the form of hate speech. Of course, hate speech is part of what disrupts the order of human life in the Indonesian context. Therefore, hate speech should be minimized based on the role of education, specifically interreligious education. This is religious education with an interreligious approach from collaborative efforts of religions that emphasize ethics. This research aims to analyze the potential of interreligious education in minimizing hate speech on social media. This research used a qualitative method by utilizing previous research and observing user’s behavior in social media content. We discovered that interreligious education has the potential as a collaborative approach in minimizing hate speech and maximizing love speech, as well as rethinking the function of social media. Essentially, interreligious education with its many settings, including in school and virtual space, supports the implementation of religious moderation. Social media users and religious communities are given the education to prioritize virtues and communicate in an informative, persuasive, and charitable way. [Media sosial memang menyediakan manfaat bagi para pengguna untuk mengekspresikan bahasa, tetapi juga bisa disalahgunakan dengan maksud mengujarkan kebencian atau yang disebut dengan hate speech. Ternyata, para pengguna media sosial tertentu turut melakukan hate speech terkait kampanye politik di Indonesia. Untuk mencegah pesaing dapat menang, pendukung tertentu melakukan strategi dalam bentuk hate speech. Tentu saja, hate speech merupakan bagian yang mengganggu tatanan kehidupan manusia dalam konteks Indonesia. Maka dari itu, hate speech seyogianya diminimalkan berdasarkan peran pendidikan, secara khusus pendidikan interreligius. Ini adalah pendidikan agama dengan pendekatan interreligius dari usaha kolaborasi  agama-agama yang menekankan etika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pendidikan interreligius dalam meminimalkan hate speech di media sosial. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan memanfaatkan penelitian terdahulu dan observasi terhadap perilaku pengguna dalam konten media sosial. Peneliti menemukan bahwa pendidikan interreligius memiliki potensi sebagai pendekatan kolaboratif yang berperan meminimalkan hate speech dan memaksimalkan love speech, serta memikirkan kembali fungsi media sosial. Secara esensial, pendidikan interreligius dengan setting yang bervariasi, seperti di sekolah dan dunia virtual, mendukung pelaksanaan moderasi beragama. Para pengguna media sosial dan umat beragama diberi edukasi untuk mengedepankan kebajikan dan berkomunikasi yang informatif, persuasif, dan karitatif.]

Page 1 of 1 | Total Record : 8