cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
+6285257756064
Journal Mail Official
alfikrah.stamidiya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sen - Asen 74 Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Sen-Asen Konang Bangkalan
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman
ISSN : 26204207     EISSN : 26204304     DOI : -
Core Subject : Education,
Al-Fikrah : Merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hamidiyah Bangkalan yang memuat tentang Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan berbagai kajian ilmu keislaman baik pendidikan, pemikiran, syariah, dan kajian Islam lainnya. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan yang berupa hasil penelitian atau penelitian terapan. Jurnal ini diterbitkan setiap enam bulan satu kali yakni bulan Juni dan Desember.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2019)" : 6 Documents clear
Peran Lingkungan Sosial Terhadap Kontrol Diri Kaum Milenial Asmuni, Hadiqoh
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v2i2.48

Abstract

The social environment is a place where every individual can carry out daily activities, both within the family environment, school environment, and community environment. The role of the environment as a place of daily interaction in society as a determinant of one's personal development in a society full of diversity and the factors that underlie interaction for millennials. With a good environment it will print a good generation too. One way is through education and collecting positive information. This is a solution for millennials in controlling themselves so they can control themselves so that they will act positively in thinking. Millennials must be able to control themselves by sorting and choosing useful values ??through the use of technology and extracting information from the internet and social media and finding good partners in socializing in the surrounding environment. So that millennials are more flexible in adapting to any changes that occur.
PENDEKATAN METODE DAN TEKNIK DIKLAT BAGI PENDIDIK DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0. Arifin, Zainal; Nurhadi, Ali
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v2i2.56

Abstract

Masalah yang kerap terjadi di dunia pendidikan kita terletak pada pemilihan metode dan teknik baik itu dalam pelatihan maupun dalam pendidikan formal. Beberapa metode dan teknik seringkali tidak sesuai dengan kondisi psikis peserta didik, hasilnya pendidikan atau pelatihan membuahkan hasil yang kurang maksimal sehingga out put nya tidak bisa langsung masuk dalam dunia praktis. Untuk menciptakan nuansa edukatif yang humanis maka dibutuhkan pengertian dan pemahaman terhadap kondisi psikologis peserta didik. Penelitian ini akan fokus pada metode dan teknik pelatihan dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengungkap teknik mana yang sesuai dengan pelatihan dan pendidikan. Penelitian ini akan fokus pada metode diklat dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode partisipatif andragogik merupakan metode yang tepat dalam diklat, didukung dengan metode ice breaking untuk membuat suasana diklat lebih menyenangkan. Penelitian ini juga menghasilkan metode dan teknik diklat baru yakni TeH-Learning atau pembelajaran berbasis manusia dan teknologi sebagai jawaban atas perkembangan jaman yang ditandai dengan lahirnya era revolusi industri 4.0.
PSIKOMANAJERIAL PERSONALIA PENDIDIKAN; MENGKONSTRUKSI PRODUKTIFITAS KERJA PERSPREKTIF IDENTIFIKASI KEMATANGAN PERSONAL Mubah, Hilmi Qosim
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v2i2.57

Abstract

Manajemen pendidikan Islam dalam kaitannya dengan psikologi, mencoba untuk memandang mengatur manusia bukan hanya dari satu sisi fisik saja, namun juga dipandang perlu untuk mengetahui sisi psikis bawahan. Melalui kepribadian seseorang, pemimpin akan mampu memetakan keputusan yang harus diberikan. Hal yang dapat dilakukan oleh pemimpin adalah dengan melihat, mengamati, mengidentifikasi serta mengelompokkan kematangan seseorang. Kematangan perlu diketahui dalam rangka mengefektifkan serta menciptakan efisiensi dan efektifitas kerja untuk menghemat waktu dan mempercepat kerja. Dalam berkomunikasi, berhubungan serta memberikan tugas kepada pendidik dan tenaga kependidikan tidak selamanya bisa dengan mudah menggunakan kekuasaan, adakalanya harus dengan memahami kematangan orang yang kita hadapi agar mereka tidak terjebak dalam statisme karena salah pendekatan. Kematangan bawahan dapat diklasifikasikan ke dalam 4 bagian dengan pendekatan berbeda, yaitu rendah pendekatan telling, menengah bawah dengan selling, menengah atas pendekatan participating, serta tinggi pendekatan delegating. Ciri orang dengan kematangan rendah adalah tidak mampu dan tidak mau, menegah bawah adalah tidak mampu tapi mau, menengah atas cirinya mampu namun tidak mau, dan tinggi bisa dilihat dari kemampuan yang baik serta kemauan yang kuat. Diharapkan dengan pengetahuan ini pemimpin bisa membangun produktifitas kerja pendidik dan tenaga pendidikan di sekolah.
Gambaran Ca’oca’an yang Melegalisasi Pernikahan Dini Studi Analisis Wacana Kritis dan Analisis Gender Muniri; Biati, Lilit; Mahsun
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v2i2.60

Abstract

Penelitian ini, mengambil sampel desa Batokorogan dan desa Kokop Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan. Dilakukan untuk mengetahui pendapat masyarakat setempat, tentang tiga ca’oca’an yang bernuansa legalisasi pernikahan dini, antara lain: (1) “oreng bhini’ mon omor eyattas 12 taon, mon gita’ andhi’ bhekal eyanggep ta’ pajuh (Perempuan yang berumur di atas 12 tahun, jika belum mempunyai tunangan dianggap tidak laku)”, (2) “Andhi’ ana’ bhini’ bhedeh neng kennengan kala, mon bedeh se mentah dulih beghi” (Mempunyai anak perempuan berada di posisi kalah, kalau ada yang meminang segera terima), (3) “Je’ pasakolah ana’eh mon lo’ deddiyeh prabhen toah” (Jangan disekolahkan anakmu, agar tidak menjadi perawan tua). Tiga ca’oca’an ini, sengaja dilestarikan melalui mekanisme klasifikasi, negasi, dan hasrat kekuasaan kaum laki-laki, untuk menciptakan rasa takut pada perempuan menjadi ta’ pajuh lakeh dan menjadi prabhen toah. Penciptaan rasa takut dengan mekanisme tersebut masuk kategori kekerasan psikis, yang menyebabkan kaum perempuan merasa tidak percaya diri, tidak mampu membuat keputusan mandiri, dan tidak berdaya melakukan penolakan atas keputusan lingkungan sosialnya untuk tidak melakukan pernikahan dini.
PANDANGAN ALQURAN TERHADAP BELAJAR BERSAMA ALAM Ahmadi
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan yang semakin berkembang dari berbagai aspek, menuntut para insan pendidikan untuk turut serta berperan dan terlibat di dalam perkembangan tersebut. Untuk mengimbanginya, perlu adanya pembaharuan dalam pelaksanaan proses pendidikan. Pada perkembangannya, muncul berbagai teori pendidikan sebagai bentuk respon terhadap kompleksnya dunia pendidikan saat ini. Salah satu yang dapat diambil adalah teori ?belajar bersama alam?. Teori ini merupakan salah satu teori yang tidak hanya dicetuskan oleh para tokoh pendidikan, tetapi juga tersirat di dalam Alquran. Teori ini juga dinilai mampu untuk menjembatani perkembangan yang terjadi dengan proses pendidikan yang tepat, karena pada pelaksanaannya ia menerapkan teori humanism yang bersifat Islami dengan mengedepankan teori brain-based learning dan multiple intelligences. Kedua teori tersebut dipandang mampu mewujudkan pendidikan yang komprehensif  dan sejalan dengan koridor-koridor yang digariskan Alquran. Teori belajar bersama alam kemudian menjadi dasar munculnya sekolah-sekolah alam yang memiliki karakteristik tersendiri; yaitu memadukan pendidikan dengan karakter alam, sehingga belajar menjadi lebih menyenangkan dan berlangsung dengan maksimal dan dengan hasil yang maksimal pula.
KONSEP BELAJAR BERSAMA ALAM DALAM PENDIDIKAN FORMAL PERSPEKTIF AL-QUR'AN Ahmadi
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v2i2.66

Abstract

Pendidikan yang semakin berkembang dari berbagai aspek, menuntut para insan pendidikan untuk turut serta berperan dan terlibat di dalam perkembangan tersebut. Untuk mengimbanginya, perlu adanya pembaharuan dalam pelaksanaan proses pendidikan. Pada perkembangannya, muncul berbagai teori pendidikan sebagai bentuk respon terhadap kompleksnya dunia pendidikan saat ini. Salah satu yang dapat diambil adalah teori “belajar bersama alam”. Teori ini merupakan salah satu teori yang tidak hanya dicetuskan oleh para tokoh pendidikan, tetapi juga tersirat di dalam Alquran. Teori ini juga dinilai mampu untuk menjembatani perkembangan yang terjadi dengan proses pendidikan yang tepat, karena pada pelaksanaannya ia menerapkan teori humanism yang bersifat Islami dengan mengedepankan teori brain-based learning dan multiple intelligences. Kedua teori tersebut dipandang mampu mewujudkan pendidikan yang komprehensif dan sejalan dengan koridor-koridor yang digariskan Alquran. Teori belajar bersama alam kemudian menjadi dasar munculnya sekolah-sekolah alam yang memiliki karakteristik tersendiri; yaitu memadukan pendidikan dengan karakter alam, sehingga belajar menjadi lebih menyenangkan dan berlangsung dengan maksimal dan dengan hasil yang maksimal pula. Katakunci:

Page 1 of 1 | Total Record : 6