cover
Contact Name
Wiwit Suryanto
Contact Email
ws@ugm.ac.id
Phone
+6281578600075
Journal Mail Official
jfi.mipa@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Fisika, Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Sekip Utara PO BOX BLS 21, 55281, Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Fisika Indonesia
ISSN : 14102994     EISSN : 25798820     DOI : https://doi.org/10.22146/jfi.v23i3.41404
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Fisika Indonesia (JFI) Is an open access scientific peer-reviewed journal published by Department of Physics Universitas Gadjah Mada that publishes researches on Physics, covering both theory, experiments, computation and applied physics including geophysics. We have a mission to build scientific research foundations in theoretical and applied physics to support education, research and community service in Indonesia. A manuscript can be written in English or in Bahasa Indonesia, but Abstracts are required to be written in English. All submitted manuscripts will be reviewed thoroughly by the committee of editors and reviewers. Publication in this journal is free of charge and is periodically done three times a year (April, August, and December).
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 52 (2014)" : 8 Documents clear
Sintesis Nanopartikel Manganese Ferrite (MnFe2O4) dengan Metode Kopresipitasi dan Karakterisasi Sifat Kemagnetannya (Halaman 1 s.d. 7) Rosita Dewi Tawainella; Yuni Riana; Rusliana Fatayati; Amelliya -; Takeshi Kato; Satoshi Iwata; Edi Suharyadi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 18, No 52 (2014)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.433 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24395

Abstract

Telah disintesis nanopartikel magnetit dengan berbagai ukuran butir yang berbeda yang berasal dari bahan MnSO4H2O dan FeCl3.6H2O  dengan metode kopresipitasi dengan memvariasi parameter suhu dan konsentrasi NaOH. Struktur dan ukuran partikel hasil analisa X-Ray Diffraction (XRD) dan Transmission Electron Microscopy (TEM) menunjukkan bahwa nanopartikel mengkristal dengan baik dan ada ketergantungan ukuran butir nanopartikel terhadap dua variasi parameter sintesis tersebut. Ukuran butir yang dihitung menggunakan persamaan Scherrer menunjukkan bahwa ukuran butir meningkat seiring peninggkatan suhu dan berkurangnya konsentrasi NaOH. Sifat kemagnetan MnFe2O4 hasil analisa Vibrating Sample Magnetometer (VSM). Sampel dengan variasi konsentrasi NaOH, semakin kecil ukuran butir nanopartikel, medan koersivitasnya semakin rendah. Sementara untuk sampel dengan variasi suhu, semakin kecil ukuran butir, medan koersivitasnya semakin tinggi. Hasil VSM juga menunjukkan bahwa semakin tinggi kristalinitas sampel, nilai magnetisasi saturasinya semakin tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ukuran butir dan kehadiran fasa pengotor hematit (α-Fe2O3) mempengaruhi sifat kemagnetan nanopartikel MnFe2O4. 
Pengaruh Model Pembelajaran Anchored Instruction terhadap Penguasaan Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Siswa Kelas X (Halaman 8 s.d. 12) Ellyna Hafizah; Arif Hidayat; Muhardjito -
Jurnal Fisika Indonesia Vol 18, No 52 (2014)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.665 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran anchored instruction terhadap penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah Fisika. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas X MAN 2 Martapura semester genap tahun ajaran 2013/2014. Sampel terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih secara acak. Kelas eksperimen belajar menggunakan anchored instruction dan kelas kontrol belajar menggunakan inkuiri terbimbing. Pembelajaran dilakukan pada materi suhu dan kalor. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan multivariate of anova. Pengaruh pembelajaran diuji dengan uji Tukey. Hasil analisis menunjukkan penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah Fisika kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol.
Karakterisasi Kekristalan dan Konstanta Dielektrik Ba0,9Sr0,1TiO3 yang Dibuat dengan Metode Solid State Reaction (Halaman 13 s.d. 15) R. Maharsi; A. Jamaludin; Y. Iriani
Jurnal Fisika Indonesia Vol 18, No 52 (2014)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.291 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24397

Abstract

Ba0,9Sr0,1TiO3 (BST)  telah dibuat dengan metode solid state reaction. Sampel disintering pada suhu 800 °C dan 900 °C selama 4 jam. Uji kekristalan dilakukan dengan instrumen X-Ray Diffractometer (XRD). Nilai konstanta dielektrik diperoleh melalui pengujian dengan RLC meter. Berdasarkan analisa dengan software GSAS, parameter kisi BST dengan suhu sintering 800 °C adalah a=b=3,981 nm dan c=3,999 nm. Parameter kisi a =b=3,986 nm dan c=3,988 nm untuk sampel BST dengan suhu sintering 900 °C. Sudut α=β =γ=90° untuk kedua sampel sehingga struktur kristalnya adalah tetragonal. Ukuran kristal sampel dengan suhu sintering 800 °C dan 900 °C adalah 45,31 nm dan 61,62 nm. Pengukuran konstanta dielektrik (K) dilakukan pada rentang frekuensi 0,01 hingga 10 kHz dimana nilainya maksimum pada nilai frekuensi minimum. Nilai K sampel dengan suhu sintering 800 °C dan 900 °C masing-masing sebesar 1920 dan 3650 pada frekuensi minimum.  
Studi Penurunan Kadar Logam Fe dan Co pada Limbah Cair dengan Sistem Purifikasi Berbasis Adsorben Nanopartikel Magnetik Fe3O4 (Halaman 16 s.d. 19) Dewi Sartika; Fitri Puji A.; Edi Suharyadi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 18, No 52 (2014)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.918 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24398

Abstract

Proses purifikasi limbah cair mengandung logam Fe dan Co dengan menggunakan adsorben nanopartikel magnetik Fe3O4 berukuran 14,5 nm telah dilakukan. Pada konsentrasi Fe3O4 0,01 g/ml,  kadar logam Co dan Fe mengalami penurunan lebih besar daripada konsentrasi Fe3O4 0,008 g/ml, yaitu  masing-masing sebesar 71% dan 99%. Penurunan kadar logam Co dan Fe juga terserap secara efektif oleh adsorben dengan ukuran partikel 11,5 nm daripada yang berukuran 14,5 nm yaitu masing-masing Co dan Fe sebesar 99,855% dan 100%. Pada proses adsorpsi kedua (amplifikasi) kadar logam Co dan Fe mengalami penurunan secara maksimal yaitu sebesar 100%.
Pengembangan Media Pembelajaran Laboratorium Virtual untuk Mengatasi Miskonsepsi Pada Materi Fisika Inti di SMAN 1 Binamu, Jeneponto (Halaman 20 s.d. 24) Ahmad Swandi; Siti Nurul Hidayah; L. J. Irsan
Jurnal Fisika Indonesia Vol 18, No 52 (2014)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.446 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24399

Abstract

Telah dilakukan penelitian dan pengembangan media pembelajaran laboratorium virtual yang bertujuan untuk mengatasi miskonsepsi peserta didik materi fisika inti dan radioaktivitas Subjek uji coba adalah peserta didik kelas XII IPA SMA Binamu berjumlah 30 orang. Prosedur pengembangannya menggunakan model Four-D terdiri dari tahap pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan (1) media laboratorium virtual model presentasi dan tutorial pada materi aktivitas zat radioaktif dan daya tembus sinar radioaktif diperoleh hasil valid dan reliabel. Setiap tampilan dilengkapi navigasi, petunjuk, hyperlink,dan fasilitas lainnya untuk memudahkan penggunaan program, (2) perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Buku Bacaan, dan Lembar Kerja Peserta Didik selain dibuat dalam bentuk hardcopy, juga softcopy autorun CD. Penilaian menunjukkan valid dan reliabel, (3) aktivitas peserta didik di atas 85%, menunjukkan pembelajaran yang dilakukan mampu mengaktifkan peserta didik. Persentase persepsi peserta didik adalah 93,05% menunjukkan sangat setuju terhadap pembelajaran fisika berbasis media laboratorium virtual, (4) berdasarkan tes akhir, terjadi peningkatan pemahaman konsep yang baik peserta didik dibandingkan sebelum diberi media laboratorium virtual.
Optimasi Kinerja Primitive Root Diffuser (PRD) dengan Teknik Sisipan Resonator Jamak (Halaman 25 s.d. 29) Fahrudin Ahmad; Harjana -; Suparmi -; Iwan Yahya
Jurnal Fisika Indonesia Vol 18, No 52 (2014)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.661 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24400

Abstract

Telah  dilakukan kajian untuk meningkatkan kinerja primitive roots diffuser (PRD) dengan model standar berbentuk Skyline dengan jumlah elemen 5x8. Teknik modifikasi yang telah diterapkan adalah penyisipan rangkaian resonator seperempat panjang gelombang dengan kedalaman yang bersesuaian dengan masing-masing elemen PRD. Pengujian dilaksanakan dengan metode interrupted noise mengacu kepada prosedur standar ISO 3382 untuk mendapatkan nilai waktu dengung T30 dan T20. Adapun respon spasial dari PRD yang dikembangkan disimulasikan dengan perangkat lunak AFMG Reflex. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan rangkaian resonator jamak berhasil mengurangi nilai waktu dengung rerata sebesar 0,78 dan 1,83 sekon berturut-turut untuk T30 dan T20 pada bentang frekuensi rendah. Di samping itu pemakaian resonator memperbaiki respon spasial omnidireksional PRD. 
Pemanfaatan Alat Standar Primer untuk Peningkatan Kualitas Nilai Kalibrasi Alat Ukur Radioaktivitas di Bidang Kedokteran Nuklir (halaman 30 s.d. 34) Gatot Wurdiyanto; Pujadi -
Jurnal Fisika Indonesia Vol 18, No 52 (2014)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1281.852 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24401

Abstract

Pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kesehatan yang menggunakan teknologi Positron Emission Tomography (PET) telah berkembang dengan pesat di Indonesia.  Teknologi PET tersebut memanfaatkan sumber radioaktif 18F sebagai perunut yang digunakan untuk mendiagnosis berbagai penyakit.  Laboratorium Metrologi Radiasi pada PTKMR - BATAN, yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai laboratorium acuan nasional di bidang radiasi pengion berperan dalam melakukan tugas untuk melakukan standardisasi radionuklida dan mengkalibrasi alat ukur aktivitas.  Pada mulanya, kalibrasi alat ukur aktivitas “dose calibrator” di rumah sakit menggunakan alat standar sekunder yang tertelusur ke laboratorium primer LMRI (Laboratoire Metrologie Ranyonnements Ionisants), melalui standardisasi 18F dilakukan menggunakan metode spektrometri-g.  Dengan cara seperti ini didapatkan hasil kalibrasi dengan nilai ketidakpastian bentangan  6,3 %.  Untuk meningkatkan kualitas hasil pengukuran, dilakukan standardisasi 18F menggunakan alat standar primer dengan metode absolut koinsidensi 4pb(LS)-g.   Dengan metode ini didapatkan nilai ketidakpastian bentangan  2,9 % dengan faktor cakupan, k=2, dan tingkat kepercayaan 95%.  Dengan berhasilnya penelitian ini diharapkan Laboratorium Standardisasi Radionuklida PTKMR-BATAN dapat berperan dalam kalibrasi alat ukur aktivitas secara kontinu agar pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kesehatan dapat terlaksana dengan aman dan selamat baik bagi pekerja, masyarakat maupun lingkungannya.  
Pengembangan Sistem Deteksi Gas CO pada Gas Hembus Manusia Berbasis Spektroskopi ICOS (Halaman 35 s.d. 38) Restu Widiatmono; Julien Mandon; Frans J. M. Harren; Kusminarto -; M. A. Joko Wasono; Mitrayana -
Jurnal Fisika Indonesia Vol 18, No 52 (2014)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.445 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24402

Abstract

Pengembangan sistem deteksi gas hembus pernapasan manusia yang memiliki kepekaan tinggi telah dilakukan dalam penelitian ini. Laser QCL (Quantum Cascade Laser) kontinyu dengan panjang gelombang 4610 nm sebagai sumber radiasi yang dikombinasikan dengan teknik spektroskopi off-axis ICOS (integrated cavity output spectroscopy) digunakan untuk medeteksi gas Karbon Monoksida (CO) bertekanan rendah. Sel sampel gas dengan panjang 15 cm yang dilengkapi dengan cermin high-finesse sekaligus berfungsi sebagai rongga resonator laser dengan lintasan optik efektif mencapai 400 m. Batas deteksi sebesar 1 ppbv dalam waktu akuisisi kurang dari 2 detik telah berhasil dicapai. Pendeteksian kasar pada gas hembus pernapasan manusia telah berhasil mendeteksi gas CO sebesar 0,7 ppmv.  

Page 1 of 1 | Total Record : 8