cover
Contact Name
Wiwit Suryanto
Contact Email
ws@ugm.ac.id
Phone
+6281578600075
Journal Mail Official
jfi.mipa@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Fisika, Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Sekip Utara PO BOX BLS 21, 55281, Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Fisika Indonesia
ISSN : 14102994     EISSN : 25798820     DOI : https://doi.org/10.22146/jfi.v23i3.41404
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Fisika Indonesia (JFI) Is an open access scientific peer-reviewed journal published by Department of Physics Universitas Gadjah Mada that publishes researches on Physics, covering both theory, experiments, computation and applied physics including geophysics. We have a mission to build scientific research foundations in theoretical and applied physics to support education, research and community service in Indonesia. A manuscript can be written in English or in Bahasa Indonesia, but Abstracts are required to be written in English. All submitted manuscripts will be reviewed thoroughly by the committee of editors and reviewers. Publication in this journal is free of charge and is periodically done three times a year (April, August, and December).
Articles 203 Documents
Perancangan Kendali Kecepatan Mesin Arus Searah Tanpa Sikat dengan Menggunakan PID – Algoritma Genetika (Halaman 1 s.d. 4) Richardus Dhimas Krisnawan Agustika; Sasongko P. H.; Suharyanto -
Jurnal Fisika Indonesia Vol 19, No 56 (2015)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.988 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24349

Abstract

Mesin arus searah tanpa sikat (MASTS) sebenarnya merupakan mesin sinkron dengan magnet permanen. Keunggulannya yaitu perawatannya lebih mudah, umur pemakaian lebih lama, tidak menimbulkan electrical noise, konsumsi energi yang kecil dan memiliki range kecepatan yang lebih besar. Pengendalian kecepatan MASTS perlu dilakukan agar respon kecepatan yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam pengendalian MASTS, salah satunya yaitu dengan penggunaan kendali Proporsional-Integral-Derivatif (PID). Kendali PID merupakan  kendali yang banyak digunakan dalam proses kontrol di industri, karena kendali PID sangat efektif, implementasinya sederhana, dan luas penggunaannya. Namun, kendali PID memerlukan penalaan yang akurat untuk menentukan nilai konstanta yang digunakan. Ada berbagai cara untuk melakukan penalaan konstanta PID, contohnya metoda Ziegler-Nichols dan  metoda algoritma genetika. Dalam makalah ini, respon terbaik dihasilkan dengan metoda algoritma genetika dengan objective function MSE yang menghasilkan konstanta proporsional (Kp) 15,5032,  konstanta integral (Ki) 22,1152, dan konstanta derivatif (Kd) 17,3529. 
Evaluasi Pengaruh Kecepatan Rotasi Rotor terhadap Efektifitas Rotary Air Preheater Menggunakan Metode ε-NTU (Halaman 5 s.d. 8) Dewo Sakarum; Teguh Hady Ariwibowo
Jurnal Fisika Indonesia Vol 19, No 56 (2015)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.372 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24350

Abstract

Air Preheater (APH) merupakan komponen pendukung dalam PLTU yang berfungsi sebagai pemanasan awal (preheater) pada saat pembakaran di dalam ruang bakar. Salah satu parameter yang mempengaruhi besarnya efektivitas pada rotary air preheater adalah kecepatan rotasi rotor. Untuk mengetahui pengaruh besarnya kecepatan rotasi rotor terhadap performansi rotary air preheater digunakan metode ε-NTU. Variasi dilakukan pada kecepatan rotasi 6 RPM, 9 RPM, 12 RPM, 15 RPM, 18 RPM dan pada C* 0,64 ; 0,78 ; 0,84. Dari lima variasi yang dilakukan menunjukkan bahwa kecepatan rotasi rotor mempengaruhi besarnya efektifitas. Kecepatan tersebut juga mempengaruhi besarnya NTU sehingga efektifitasnya ikut berubah. Efektifitas tertinggi yaitu pada kecepatan 18 RPM  dan C* 0,64 sebesar 0,8750. Pada kecepatan rotasi yang sama efektifitas pada C* 0,64 mempunyai nilai yang lebih besar dari pada C* 0,78 dan 0,84.
Analisa Tegangan Pada Pipa Baja Karbon API 5L-GradeB Terhadap Laju Korosi Dalam Larutan NaCl dan Asam Asetat (Halaman 9 s.d. 12) Nendi Suhendi Syafei; Sri Suyaningsih; Otong Nurhilal; Febi Luthfiani
Jurnal Fisika Indonesia Vol 19, No 56 (2015)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2751.201 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24351

Abstract

Efisiensi pemakaian energi untuk suatu kebutuhan harus dilakukan agar pemborosan energi dapat dihindarkan dengan melakukan pemilihan dan pemeliharaan peralatan logam. Korosi menjadi permasalahan utama pada industri minyak bumi dan gas karena dapat menghambat proses produksi. Korosi retak tegang (SCC, Stress Corrosion Cracking) adalah peristiwa pembentukan dan perambatan retak dalam logam yang terjadi secara simultan antara tegangan yang bekerja pada bahan dengan lingkungan yang korosif. Dalam penelitian ini digunakan rumah sampel dengan spesimen tiga titik pembebanan untuk melihat perilaku korosi retak tegang pada pipa baja karbon di lingkungan gas H2S kondisi jenuh CO2 dalam larutan NaCl dan Asam Asetat . Dalam larutan NaCl  tidak terjadi korosi retak tegang (crack) pada baja karbon dengan laju korosi minimum 0,071 mmpy dan laju korosi maksimum 0,092 mmpy. Dalam larutan asam asetat terjadi korosi retak tegang (crack) pada baja karbon dengan laju korosi 0,25 mmpy dan 0,29 mmpy.
Kajian Magnetoresistansi pada Nanopartikel Magnetite (Fe3o4) yang Dienkapsulasi dengan Polyethylene Glycole (PEG) dan Biomaterial dengan Sensor Lapisan Tipis Co/Cu Multilayer Berbasis Giant Magnetoresistance (GMR) (Halaman 13 s.d. 19) Ferawati Artauli Hasibuan1; Indra Pardede; Edi Suharyadi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 19, No 56 (2015)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1661.025 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24352

Abstract

Telah dilakukan kajian magnetoresistansi (MR) pada nanopartikel magnetit (Fe3O4) yang dienkapsulasi dengan poliethilen glikol (PEG)-4000 dan biomolekul menggunakan sensor lapisan tipis berbasis giant magnetoresistance (GMR). Lapisan tipis yang digunakan adalah Si/Cr(5nm)/[Co(1,5nm)/Cu(x)]20/Cr(5nm) multilayer (x = 0,8; 0,9; dan 1,0 nm).  Fenomena GMR dipengaruhi oleh variasi ketebalan lapisan tipis dan pelapisan nanopartikel Fe3O4 yang dienkapsulasi dengan PEG dan penambahan biomolekul yang mengganggu mobilitas momen magnetik material. Resistansi pada ketebalan lapisan tipis Cu 0,8; 0,9; dan 1,0 nm ketika H=0  masing-masing 3,7; 3,5; dan 2,7 Ohm dan ketika H=599,7 G masing-masing 3,5; 3,2; dan 2,3 Ohm. Nilai MR ketika lapisan tipis dilapisi nanopartikel Fe3O4, Fe3O4 yang dienkapsulasi dengan PEG, dan Fe3O4 yang dienkapsulasi dengan PEG dan penambahan biomolekul masing-masing mengalami perubahan yang berbeda. Perubahan nilai MR pada lapisan tipis multilayer sebelum dan setelah pelapisan nanopartikel menunjukkan bahwa lapisan tipis Co/Cu multilayer dapat diaplikasikan sebagai sensor medan magnet dan potensial sebagai biosensor.
Sintesis Nanopartikel Nickel Ferrite (NiFe2O4) dengan Metode Kopresipitasi dan Karakterisasi Sifat Kemagnetannya (Halaman 20 s.d. 25) Muflihatun -; Siti Shofiah; Edi Suharyadi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 19, No 56 (2015)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.517 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24353

Abstract

Nanopartikel Nikel Ferit (NiFe2O4) telah disintesis dengan metode kopresipitasi dengan memvariasi konsentrasi NaOH dan suhu sintesis. Struktur kristal, ukuran partikel, dan morfologi dari sampel dianalisa menggunakan X-ray diffraction (XRD) dan transmission electron microscopy (TEM). Ukuran butir pada konsentrasi NaOH 3, 5, dan 10 M masing-masing adalah 5,7; 4,3; dan 4,2 nm, sedangkan pada suhu 60, 80, dan 150°C berturut-turut adalah 4,2; 4,9; dan 5,5 nm. Analisa fourier transform infrared (FTIR) menunjukkan dua puncak serapan pada rentang ~400-600 cm-1 yang terkait dengan site oktahedral dan tetrahedral pada struktur NiFe2O4. Sifat magnetik NiFe2O4 hasil analisa vibrating sample magnetometer (VSM) menunjukkan bahwa sampel berperilaku ferromagnetik dengan nilai koersivitasnya pada rentang 42-47 Oe. Sampel dengan variasi konsentrasi NaOH, koersivitasnya cenderung menurun dengan menurunnya ukuran partikel. Sementara sampel dengan variasi suhu, semakin kecil ukuran partikel, koersivitasnya cenderung meningkat. Pada 15 kOe, nilai magnetisasi terbesar (6,17 emu/g) diperoleh pada sampel dengan rasio fasa α-Fe2O3 paling rendah.
Kajian Pembuatan Oksida Grafit untuk Produksi Oksida Grafena dalam Jumlah Besar (Halaman 26 s.d. 29) Norman Syakir; Rhesti Nurlina; Syafiul Anam; Annisa Aprilia; Sahrul Hidayat; Fitrilawati -
Jurnal Fisika Indonesia Vol 19, No 56 (2015)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.608 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24354

Abstract

Oksida grafit (GO) telah berhasil disintesis menggunakan metode Hummers dari serbuk grafit dengan pelarut asam sulfat (H2SO4), natrium nitrat (NaNO3), kalium permanganat (KMnO4), dan hidrogen peroksida (H2O2).  Hasil sintesis berupa pasta dicuci dengan asam klorida (HCl) dan akuades berulang-ulang untuk mendapatkan GO yang relatif murni.  Pasta tersebut selanjutnya dikeringkan dan digerus untuk karakterisasi EDS (Energy Dispersive Spectroscopy), difraksi XRD (X-ray Difraction), dan spektroskopi FTIR (Fourier Transform Infrared).  Untuk mengupas lembaran GO menjadi lapisan lebih tipis, pasta yang dihasilkan tersebut didispersikan dalam akuades, kemudian disonikasi serta disentrifugasi.  Hasil yang didapat dikarakterisasi dengan menggunakan spektroskopi UV-Vis.  Hasil karakterisasi sampel serbuk menunjukkan telah terjadi perubahan struktur grafit dengan terbentuknya gugus-gugus fungsional oksigen.
Fabrikasi Lapisan Antirefleksi dengan Bahan Methyl Methacrylate (MMA) Menggunakan Metode Spin Coating (Halaman 30 s.d. 33) Sudarsono -; Gatut Yudoyono; Bachtera Indarto; Yono Hadi Pramono; Faridawati -
Jurnal Fisika Indonesia Vol 19, No 56 (2015)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.787 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24355

Abstract

Telah dilakukan fabrikasi lapisan antirefleksi dengan bahan  methyl methacrylate dengan metode spin coating. Lapisan  methyl methacrylate dilapiskan pada substrat kaca kemudian diputar dengan kecepatan 1000 rpm dengan metode spin coating. Untuk membuat lapisan anti refleksi dibutuhkan indeks bias substrat lebih besar dari pada lapisan film, sehingga salah satu bahan yang dipilih pada penelitian ini adalah methyl methacrylate dengan indeks bias 1,49. Dari hasil fabrikasi didapatkan nilai ketebalan lapisan adalah 10,816 µm. karakterisasi hasil fabrikasi dilakukan menggunakan spektrometer UV Vis dengan panjang gelombang (390- 450) nm dan menghasilkan  transmisi lebih dari 87,842% dan absorbsi kurang dari 0,056 %. Dari  hasil transmisi dan absorbsi bahan tersebut maka hasil refleksi  relatif kecil sehingga dapat digunakan sebagai lapisan antirefleksi.
Analisis Kesulitan Penguasaan Konsep Mahasiswa pada Topik Rotasi Benda Tegar Dan Momentum Sudut (halaman 34 s.d. 37) Lalu Amnirullah
Jurnal Fisika Indonesia Vol 19, No 56 (2015)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.657 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan  penguasaan konsep mahasiswa pada topik  rotasi benda tegar dan momentum sudut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  eksploratif  yaitu penggambaran keadaan suatu fenomena. Terdapat 8  indikator pembelajaran yang digunakan  untuk mendeskripsikan dan mengeksplorasi kesulitan-kesulitan mahasiswa terhadap penguasaan konsep rotasi benda tegar dan momentum sudut. Kesulitan tersebut diketahui melalui tes penguasaan konsep yang diberikan setelah pembelajaran berlangsung. Penelitian ini melibatkan mahasiswa pendidikan fisika semester 1 yang mengambil mata kuliah fisika dasar 1. hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal konsep yang diberikan yaitu kesulitan tertinggi mahasiswa didapatkan pada hubungan kecepatan sudut dan torsi sedangkan penguasaan konsep yang baik didapatkan pada pembahasan momen inersia.
Aplikasi Metode Very Low Frequency Electromagnetic (VLF-EM) untuk Karakteristik Bawah Permukaan di Daerah Kapur Desa Melirang Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik (Halaman 38 s.d. 41) Eko Hadi Purwanto; Eko Minarto; Ayi Syaeful Bahri
Jurnal Fisika Indonesia Vol 19, No 56 (2015)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.567 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24357

Abstract

Metode Very Low Frequency Electromagnetic (VLF-EM) merupakan metode geofisika yang cepat, ramah lingkungan dan metode elektromagnetik pasif yang bekerja pada pita frekuensi 15-30 kHz. Metode ini digunakan untuk mengkarakteristik bawah permukaan dan menentukan sebaran dolomit di daerah kapur Desa Melirang Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. Pengambilan data dilakukan pada enam lintasan dengan panjang 550 m dan spasi setiap lintasan sebesar 5 m. Hasil akuisisi data VLF-EM berupa nilai inphase, quadrature, tilt-angle, dan total field. Data tersebut diolah dengan filter NA-MEMD dan diinterpretasikan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisa kualitatif menggunakan filter fraser dan karous-Hjelt untuk menentukan bentuk, jalur, dan kedalaman dolomit dengan tepat (nilai resistivitas 100-104 Ωm), sedangkan analisa kuantitatif dihasilkan nilai resistivitas 2-D dari hasil inversi data tripper (inphase dan quadrature) dengan software Inv2DVLF. Analisa kuantitatif menghasilkan kedalaman dolomit antara 0 – 30 m dan 50 – 70 m dengan nilai resitivitas antara 110 – 600 Ωm. Hasil estimasi ini menunjukkan jalur dolomit dari arah timur laut-barat daya, timur-barat, dan barat laut-tenggara. 
Pemodelan Anomali Gaya Berat Akibat Curah Hujan dan Dinamika Air Tanah di Daerah Semarang (Halaman 42 s.d. 44) Yatti Pratyas Katrinavia; Agus Setyawan; Supriyadi -
Jurnal Fisika Indonesia Vol 19, No 56 (2015)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.607 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24358

Abstract

Pemodelan ke depan (forward modelling) anomali gaya berat  telah dilakukan dengan menggunakan software Grav2DC untuk mengetahui respon anomali gaya berat akibat curah hujan dan dinamika air tanah di kota Semarang. Pemodelan dilakukan dengan pendekatan model perlapisan tanah dengan parameter ketebalan dan densitas berdasarkan sayatan peta geologi. Anomali gaya berat didapatkan dari selisih g pada periode pertama dan periode kedua. Anomali gaya berat akibat curah hujan merupakan selisih besarnya presipitasi pada periode pertama dan kedua. Berdasarkan hasil pemodelan kedepan yang dibuat dapat disimpulkan bahwa akibat dinamika air tanah dapat menghasilkan perubahan gayaberat (Δg) yang bernilai positif (+) jika terdapat kenaikan air tanah dan respon anomali gaya berat bernilai negatif (-) jika terjadi penurunan air tanah. Hasil anomali gaya berat akibat perbedaan curah hujan tiap tahun menyebabkan penurunan air tanah (Δh) sebesar 0,93 sampai 1,4 mm/tahun dengan anomali gaya berat sebesar –1,17 sampai  –1,76  mGal.

Page 2 of 21 | Total Record : 203