cover
Contact Name
Wayan Ordiyasa
Contact Email
wayanordi@gmail.com
Phone
+628122721205
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Respati
ISSN : 19072430     EISSN : 25803891     DOI : -
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi RESPATI ialah Jurnal Nasional bidang Informatika, Telekomunikasi, dan Elektronik. Jurnal terbitan berkala ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Respati Yogyakarta. Tujuan diterbitkannya Jurnal RESPATI adalah untuk memfasilitasi publikasi ilmiah dari hasil penelitian-penelitian di Indonesia serta ikut mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian bagi akademisi dan peneliti dalam bidang komputer dan informatika.
Articles 283 Documents
IMPLEMENTASI ARTIFICIAL NEURAL NETWORK PADA FIELD PROGRAMMABLE GATE ARRAY (FPGA) DALAM SISTEM IDENTIFIKASI ODOR Sari, Dini Fakta; Rivai, Muhammad; Mujiono, Totok
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 10, No 28 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.625 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v10i28.139

Abstract

ABSTRAKPenggunaan Field Programmable Gate Array (FPGA) untuk implementasi artificial neural network memberikan fleksibilitas dalam sistem pemrograman. Implementasi digital pada artificial neural network menggunakan FPGA dan menggunakan fungsi aktivasi nonlinier. VHDL digunakan untuk mengimplementasikan artificial neural network pada FPGA Xilinx XC3S500E-FG320 dengan perangkat lunak Xilinx ISE Webpack 8.2i. Kecepatan operasi FPGA Xilinx XC3S500E-FG320 dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode lookup table (LUT). Jumlah LUT yang digunakan untuk perancangan artificial neural network dengan 3 neuron pada lapisan input, 4 neuron pada lapisan output dengan 1 neuron pada lapisan tersembunyi adalah sebesar 1407 LUT, untuk 5 neuron pada lapisan tersembunyi sebesar 4549 LUT, untuk 10 neuron pada lapisan tersembunyi sebesar 6378 LUT dan untuk 15 neuron pada lapisan tersembunyi sebesar 10084 LUT. Sistem dentifikasi odor, dilengkapi dengan sensor resonator kuarsa, pengkondisi sinyal, FPGA dan display. Model Multi Layer Perceptron (MLP) dengan metode pembelajaran Back Propagation (BP) yang digunakan untuk klasifikasi odor. Artificial neural network terdiri dari 3 neuron pada lapisan input, 10 neuron pada lapisan tersembunyi dan 4 neuron pada lapisan output yang diimplementasikan pada FPGA. Tingkat keberhasilan artificial neural network untuk identifikasi amoniak sebesar 93%, untuk pertamax sebesar 90%, untuk alkohol sebesar 92% dan untuk minyak tanah sebesar 85%.Kata kunci : Odor, sistem identifikasi odor, Artificial neural network, dan FPGA.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KOMANDO TANGGAP DARURAT BENCANA LETUSAN GUNUNG MERAPI Siswanto, Lindung
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 7, No 19 (2012)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.32 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v7i19.22

Abstract

Secara geografis Indonesia terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik, pada bagian selatan dan timur terdapat sabuk vulkanik yang memanjang dari pulau sumatra – jawa – nusa tenggara – sulawesi yang sisinya berupa pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi rawa-rawa. Kondisi ini sangat berpotensi sekaligus rawan terjadi bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Salah satu bencana yang terjadi di Indonesia khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah letusan Gunung Merapi yang terjadi sejak 26 Oktober 2010. Sampai dengan awal tahun 2012 dampak dari letusan Gunung Merapi berupa banjir lahar dingin masih terjadi di berbagai daerah di sepanjang daerah aliran sungai yang meliputi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Untuk menanggulangi dampak dari letusan ini diperlukan suatu manajemen penanggulangan bencana yang meliputi beberapa tahapan, yaitu: tahap tanggap darurat, tahap rekonstruksi dan rehabilitasi, tahap preventif dan mitigasi serta tahap kesiapsiagaan. Penanggulangan bencana harus didukung oleh sistem informasi manajemen bencana yang memadai untuk dapat memberikan dukungan secara optimal bagi proses pengelolaan manajemen bencana yang berjalan. Masalah yang dihadapi di komando darurat tanggap bencana yaitu meliputi masalah pengungsi yang berubah secara dinamis dari waktu ke waktu, bantuan yang datang sewaktu-waktu dengan variasi yang variatif, pihak donatur sebagai pihak pemberi bantuan memerlukan informasi yang akurat tentang jenis bantuan yang dibutuhkan. Dari permasalahan di atas maka penulis bermaksud mengembangkan prototipe sistem informasi manajemen komando tanggap darurat bencana letusan Gunung Merapi yang bertujuan untuk mengelola dan menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi pihak terkait untuk penanggulangan bencana pada masa tanggap darurat bencana letusan Gunung Merapi. Kata kunci : sistem informasi manajemen bencana, komando tanggap darurat bencana
Inovasi Peta Digital Lokasi Bengkel Tambal Ban Untuk Smartphone Slameto, Andika Agus; Pramono, Eko
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 12, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.743 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v12i3.184

Abstract

INTISARIAndroid merupakan salah satu sistem operasi untuk perangkat mobile yang mempunyai pengguna terbanyak pada saat ini. Berdasarkan data Statista.com pada rentang waktu antara bulan Januari 2012 sampai bulan Juli tahun 2017 sistem operasi Android telah mengalami perkembangan yang sangat pesat dimana saat ini sudah mengusai 73,39% pangsa pasar didunia[1]. Dari data International Data Corporation (IDC) pada semester 1 tahun 2017 sebanyak 292 juta perangkat Android didistribusikan ke seluruh dunia dimana dari jumlah itu sebanya 90% perangkat sudah dibekali dengan sistem GPS[2]. Dengan adanya GPS memudahkan pengguna smartphone untuk menjangkau lokasi-lokasi dimana informasi berada. Di Indonesia  berdasarkan data dari Technasia pengguna smartphone pada tahun 2018 diperkirakan sebanyak 100 juta pengguna aktif.[3]Informasi lokasi bengkel tambal ban merupakan informasi yang sangat penting bagi pengendara kendaraan beroda (baik itu sepeda, sepeda motor maupun mobil). Hal ini terkait dengan permasalahan ban bocor yang merupakan hal wajar karena bagian dari resiko. Pada umumnya apabila terjadi masalah ban bocor pengendara akan bertanya kepada lingkungan sekitar untuk mendapatkan informasi tersebut. Hasilnya ada dua kemungkinan, mendapat informasi lokasi tempat tambal ban atau tidak ada yang mengetahui. Apalagi jika hal itu terjadi daerah asing yang belum ketahui.Sebuah aplikasi untuk smartphone yang berbasiskan GPS untuk mencari lokasi bengkel tambal ban tentu saja akan menjadi solusi yang sangat tepat bagi para pengendara yang mempunyai smartphone. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi mobile yang bersifat interaktif yang dapat diinstall pada smarphone berbasiskan sistem operasi android dimana pengguna aplikasi nantinya dapat melihat lokasi tempat menambal terdekat dari posisinya berada dan dapat menambahkan lokasi tambal ban yang belum tercatat didalam aplikasi.Kata Kunci :  Location Based Service, Google API, Web Service, Android, Maps Google ABSTRACTAndroid is one of the operating system for mobile devices that have the most users at this time. Based on Statista.com data in the span of time between January 2012 to July 2017 Android operating system has experienced a very rapid growth which currently has 73.39% market share worldwide. Based on data from International Data Corporation (IDC) in the first half of 2017, 292 million Android devices are distributed worldwide, of which 90% of devices are equipped with GPS systems. With the GPS allows smartphone users to reach locations where information is located. In Indonesia based on data from Technasia smartphone users in 2018 is estimated as many as 100 million active users.Information on the location of the tire repair shop is very important information for wheeled motorists (be it bicycles, motorcycles or cars). This is related to the leak tire problem which is normal because part of the risk. In general, if there is a problem leaking tires rider will ask the surrounding environment to get the information. The result is two possibilities, get information about the location of the tire or no one knows. Especially if it happens unfamiliar areas.An app for a GPS-based smartphone to locate a tire repair workshop would certainly be the perfect solution for riders who have smartphones. The result of this research is an interactive mobile application that can be installed on smarphone based on android operating system where application users can see the location of the nearest patch from its position and can add the location of tire that has not been recorded in the application.Keywords : Location Based Service, Google API, Web Service, Android, Maps Google
ANALISIS SISTEM UJIAN ONLINE DI PROGRAM DIPLOMA III FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Purbayu, Agus
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 7, No 21 (2012)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.03 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v7i21.39

Abstract

Proses belajar mengajar dan menilai proses belajar tentunya memerlukan ketelitian dan media pembelajaran yang beragam. Kecepatan dan kemudahan memproses hasil belajar semakin diperlukan untuk semakin mempercepat dosen dan mahasiswa untuk melakukan evaluasi dari cara belajarnya. Faktor yang sering mengganggu proses belajar-mengajar adalah lambatnya hasil belajar dan faktor kecurangan pelaksanaan ujian oleh mahasiswa ataupun factor subjectifitas dosen. Biaya yang diperlukan untuk melaksanakan ujian juga tidak murah apalagi untuk instansi pendidikan yang sistem penilaiannya berbasis kompetensi seperti diploma III Teknik Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahauan Alam Universitas Sebelas Maret yang sering sekali melakukan ujian dan ujian remidial.  Ujian real time yang merupakan sistem yang di ciptakan untuk mempercepat terwujudnya hasil belajar sekaligus mengatasi masalah-masalah seperti kecurangan mahasiswa dan subjectifitas dosen.                 Sistem ujian online dianalisis menggunakan analisis PIECES dengan berdasarkan data-data yang diperoleh seperti data percobaan hasil berjalannya program, quisioner dan wawancara.                Dengan menggunakan sistem ujian real time mahasiswa dan dosen  mendapatkan hasil koreksi yang jauh lebih cepat, mengurangi subjektifitas dosen terhadap mahasiswanya, dan meningkatkan keamanan sistem ujian dari kecurangan ujian.Kata Kunci : ujian real time, analisis PIECES
Evaluasi Usability Website UNRIYO Menggunakan System Usability Scale (Studi Kasus: Website UNRIYO) Soejono, Ajie Wibowo; Setyanto, Arief; Sofyan, Amir Fatah
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.563 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v13i1.213

Abstract

INTISARIWebsite UNRIYO yang  saat ini digunakan sebagai media informasi dan komunikasi baik secara internal ataupun eksternal belum pernah dilakukan evaluasi, baik pada saat perancangan, pembuatan ataupun implementasi. Evaluasi secara global  terhadap Website UNRIYO merupakan langkah awal untuk menilai keberhasilan implementasi website. Banyak pendekatan yang bisa dilakukan dalam melakukan evaluasi, salah satunya adalah evaluasi usability. Penelitian yang dilakukan dengan judul “Evaluasi Usability Website UNRIYO Menggunakan System Usability Scale (Studi Kasus: Website UNRIYO)” bertujuan untuk melakukan evaluasi usability dan mengetahui tingkat kegunaan website UNRIYO. Penelitian ini menggunakan metode Alpha Cronbach sebagai alat uji validitas dan reliabilitas kuisioner, sebagai alat uji komparatif menggunakan One Way Anova.Penelitian dilakukan dengan cara memberikan 2 set kuisioner kepada dua kelompok responden. Kuisioner pertama menggunakan pernyataan asli dari metode SUS, sedangkan kuisioner kedua memberikan perlakuan pada metode SUS dengan menambah alasan yang didasarkan pada aspek usability Nielsen. Hasil uji pengguna yang diwakili oleh kedua kelompok memberikan hasil yang hampir sama, antara kelompok A dengan kelompok B. Hasil ini menggugurkan hipotesa yang dilakukan, yaitu perlakuan terhadap metode SUS akan memberikan hasil yang berbeda.Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian  ini adalah dari aspek usability, website UNRIYO masih belum dapat diterima oleh pengguna. Hal ini ditunjukkan oleh dua kelompok responden yang telah melakukan  uji pengguna dengan cara memberi tanggapan terhadap pernyataan yang ada di kuisioner. Kata kunci: website, usability, system usability scale, SUS.ABSTRACTUNRIYO website which in the present is used as the media of information and communication both externally and internally, has never been evaluated thoroughly, either in the planning, in the development, or in the implementation process. A global evaluation toward the UNRIYO website is a first step to decide the success of the website implementation. There are a lot of approaches that can be used to evaluate, one of them is usability evaluation. The research titled "UNRIYO website usability evaluation using System Usability Scale (A Case Study of UNRIYO website)" aims to conduct a thorough usability evaluation and to see the website's utility. This research uses Alpha Cronbach method as a tool to test the validity and the reliability of the questionnaire, which is a means to conduct a comparative test using One Way Anova.The research is conducted by giving out two sets of questionnaire to two groups of respondent. The first questionnaire uses the actual statements from the SUS method, while the second questionnaire gives a treatment toward the SUS method by adding reasons based on Nielsen's usability aspects. The user test results which are represented by  the two groups are almost the same, between the group A and the group B. This result has confounded the proposed hypothesis, that the treatment toward the SUS method will result in different outcomes.Thus, the conclusion that can be drawn from this research is that in terms of usability, UNRIYO website is still cannot be accepted by the users. This is shown by two groups of respondent that have done the user test by giving out responses to the questions in the questionnaire.  Keywords: website, usability, system usability scale, SUS.
ANALISIS INOVASI NILAI SEBAGAI PERANCANGAN STRATEGI PERUSAHAAN PADA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Sutanto, Yudi; Suyanto, M.; Al Fatta, Hanif
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 8, No 22 (2013)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.801 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v8i22.50

Abstract

Salah satu cara untuk membuat inovasi nilai dalam menghadapi persaingan di dunia pendidikan adalah dengan menggunakan Blue Ocean  Strategy (BOS),  yang ditulis  oleh W. Chan  Kim dan Renee Mauborgne (2006) sebagai bagian  dari proses strategi bisnis. Dari segi definisi BOS adalah strategi bisnis yang menerapkan penguasaan ruang pasar yang tidak diperebutkan  (uncontested market  space) sehingga membuat persaingan menjadi tidak relevan. Pendekatan BOS menekankan pada kesetaraan antara nilai dan inovasi.  Penelitian ini berfokus pada menghasilkan inovasi nilai sebagai strategi bisnis. Kreativitas dan solusi baru untuk mengetahui posisi perusahaan dalam persaingan adalah dengan menggunakan metode Blue Ocean Strategy dan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunitiy, Threat). Metode Blue Ocean Strategy  digunakan ntuk menciptakan nilai inovasi yang baru dalam menghadapi persaingan sedangkan analisis SWOT digunakan untuk mengevaluasi Strengths, Weakness, Opportunities, dan Threats yang terlibat dalam suatu proyek atau dalam suatu bisnis usaha. Hal ini melibatkan penentuan tujuan usaha bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang baik dan menguntungkan untuk mencapai tujuan itu.Hasil penelitian ini adalah berupa faktor-faktor yang akan dijadikan inovasi nilai dan rancangan strategi yang bisa digunakan dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Nilai inovasi baru tersebut menggunakan 8 variabel yaitu, harga/biaya, tenaga pengajar/dosen, pelayanan, brand and image, fasilitas, kurikulum, promosi, dan lokasi. Dari 8 variabel tersebut kemudian ditentukan 39 indikator yang menjadi faktor-faktor kompetisi yang terjadi saat ini. Adapun strategi-strategi yang digunakan adalah dengan strategi pengembangan pasar (market development), strategi pengembangan produk (product development) dan strategi penetrasi pasar.  Kata Kunci: Blue Ocean Strategy, Analisis SWOT, Inovasi Nilai, Perancangan Strategi Perusahaan, Teknologi Informasi
Seleksi Penerima Bantuan Sosial Berdasarkan Sistem Pendukung Keputusan Dalam Upaya Mengurangi Siswa Rawan Putus Sekolah Nurdiawan, Odi
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.064 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v13i2.230

Abstract

INTISARI Tingginya angka putus sekolah sebelum waktunya lulus disebabkan oleh banyaknya siswa yang orangtuanya kurang mampu dalam membiayai pendidikan sehingga siswa memilih untuk keluar. Pada SDNegeri Pegajahan 2 yang secara rutin memberikan beasiswa berupa bantuan sosial dari pemerintah. seleksi pemilihan siswa bantuan sosial merupakan hal yang tersulit bagi sekolah untuk menentukan penerima bantuan sosial, ada beberapa syarat dan kriteria yang harus dipenuhi sisiwa agar mendapatkan bantuan sosial tersebut.Metode topsis digunakan agar memudahkan pihak sekolah dalam pemilihan beasiswa. Hasil yang diperoleh dari perhitungan menggunakan topsis merupakan sebuah urutan dimana urutan itu terdiri dari urutan yang terbesar dan terkecil. Sistem ini dapat memberikan rekomendasi keputusan yang tepat dalam sebuah perhitungan.Sehingga dapat memberikan kemudahan bagi pihak sekolah dalam memilih dan menyeleksi siswa untuk menetukan siswa penerima bantuan sosial.Kata Kunci : Bantuan Sosial, Sistem Pendukung Keputusan, Topsis, Putus Sekolah.
PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI XYZ MENGGUNAKAN METODE SNOWFLAKE SCHEMA Dahlan, Akhmad; Utami, Emma; Luthfi, Emha Taufiq
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 8, No 24 (2013)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.435 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v8i24.67

Abstract

Keberadaan Perpustakaan sebagai sebuah unit pelayanan teknis dalam sebuah perguruan tinggi adalah sangat penting untuk memberikan layanan terhadap civitas akademika. Dengan semakin banyaknya koleksi pustaka maka sistem basis data yang dibangun harus bisa meningkatkan pelayanan yang berorinetasi pada penyediaan data warehouse. Terlebih pada tingkatan manajerial memerlukan informasi yang lengkap, cepat dan akurat untuk mendukung proses dan kegiatan perencanaan, evaluasi, dan pengambilan keputusan yang tepat. Perancangan data warehouse ditentukan oleh adanya deskripsi kebutuhan informasi yang tepat, pemilihan sumber data yang valid, perancangan data warehouse menggunakan perancangan snowflake schema, dan proses ETL untuk mengintegrasikan, mengekstraksi, membersihkan, mentransformasi serta mempopulasikannya ke dalam data warehouse. Perancangan dengan metode Snowflake schema digunakan karena untuk mengakomodasi lebih banyak tabel dimensi, karena akan memiliki sub-tabel dimensi lain sehingga bisa menghasilkan lebih banyak informasi yang akan dijadikan sebagai bahan untuk mengambil keputusan. Key word : data warehouse, perpustakaan, snowflake schema, ETL.
Analisa Perbandingan GPS Google Maps Dan GPS Google Earth Dalam Penentuan Titik Koordinat Breeding Place Sulistyo, Andhy; Yudhana, Anton; Sunardi, Sunardi; Aini, Resmi
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.491 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v13i3.255

Abstract

INTISARINyamuk  Aedes  Aegypti menularkan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) ke manusia dengan gigitannya. Breeding Place  merupakan berkembangbiaknya  jentik nyamuk di tempat penampungan air yang tidak beralaskan tanah  kurang  menjadi pantauan oleh masyarakat. GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan pemantauan posisi koordiinat bumi. Proses pengambilan lokasi Breeding Place tersebut akan diperoleh koordinat yang disebut waypoint (garis lintang dan bujur pada peta). Google Maps dan GoogleEarth saat ini telah tersedia untuk Android dan menawarkan keseluruhan layanan yang dimiliki Google. Salah satu fitur yang bermanfaat bagi banyak orang adalah informasi titik koordinat  GPS lintang dan bujurnya.Google Maps dirancang untuk memenuhi kebutuhan dari penggunanya. Seperti mencari bisnis lokal, melihat peta, mendapatkan petunjuk, informasi lalu lintas real-time, melihat jadwal keberangkatan masih banyak lagi.Sementara Google Earth dapat membawa  pada  virtual tempat-tempat indah yang berbeda di belahan bumi. Google Earth dapat diasumsikan sebagai bagian dari Google Maps. Tapi, lebih mengutamakan pengalaman daripada utilitas.Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat akurasi antara Gooogle Maps dan Google Earth dengan metoda linier jarak(phytagoras) untuk mengetahui titik koordinat Breeding Place di lingkungan penduduk. Hasil uji linier jarak data diolah menggunakan  standar deviasi untuk mengindikasikan ketelitian atau kedekatan setiap individual data terhadap data lainnya, pada suatu pengamatan terhadap objek tertentu. Dengan semakin besarnya nilai standar deviasi, maka tingkat ketelitian data hasil pengukuran dapat dikatakan burukKata kunci —GPS,Breeding Place,Gooogle Maps,Google Earth. ABSTRACTAedes Aegypti mosquitoes transmit DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) to humans with bites. Breeding Place is the breeding of mosquito larvae in water shelters that are not grounded and are not monitored by the community. GPS (Global Positioning System) is a navigation satellite system and monitoring the Earth's coordinating position. The process of taking the location of the Breeding Place will be obtained by the coordinates called waypoint (latitude and longitude on the map). Google Maps and Google Earth are now available for Android and offer all of Google's services. One feature that is useful for many people is information on the latitude and longitude GPS coordinates. Google Maps is designed to meet the needs of its users. Like looking for a local business, looking at maps, getting instructions, real-time traffic information, see more departure schedules. While Google Earth can bring to virtual different beautiful places in the hemisphere. Google Earth can be assumed as part of Google Maps. But, prioritizing experience rather than utility.This study aims to compare the level of accuracy between Gooogle Maps and Google Earth with the linear distance method(phytagoras) to find out the coordinates of Breeding Place in a population environment. The linear test distance of the data is processed using standard deviations to indicate the accuracy or proximity of each individual data to other data, in an observation of a particular object. With the increasing standard deviation value, the level of accuracy of the measurement data can be said to be badKeywords— GPS,Breeding Place,Gooogle Maps,Google Earth.INTISARINyamuk  Aedes  Aegypti menularkan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) ke manusia dengan gigitannya. Breeding Place  merupakan berkembangbiaknya  jentik nyamuk di tempat penampungan air yang tidak beralaskan tanah  kurang  menjadi pantauan oleh masyarakat. GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan pemantauan posisi koordiinat bumi. Proses pengambilan lokasi Breeding Place tersebut akan diperoleh koordinat yang disebut waypoint (garis lintang dan bujur pada peta). Google Maps dan GoogleEarth saat ini telah tersedia untuk Android dan menawarkan keseluruhan layanan yang dimiliki Google. Salah satu fitur yang bermanfaat bagi banyak orang adalah informasi titik koordinat  GPS lintang dan bujurnya.Google Maps dirancang untuk memenuhi kebutuhan dari penggunanya. Seperti mencari bisnis lokal, melihat peta, mendapatkan petunjuk, informasi lalu lintas real-time, melihat jadwal keberangkatan masih banyak lagi.Sementara Google Earth dapat membawa  pada  virtual tempat-tempat indah yang berbeda di belahan bumi. Google Earth dapat diasumsikan sebagai bagian dari Google Maps. Tapi, lebih mengutamakan pengalaman daripada utilitas.Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat akurasi antara Gooogle Maps dan Google Earth dengan metoda linier jarak(phytagoras) untuk mengetahui titik koordinat Breeding Place di lingkungan penduduk. Hasil uji linier jarak data diolah menggunakan  standar deviasi untuk mengindikasikan ketelitian atau kedekatan setiap individual data terhadap data lainnya, pada suatu pengamatan terhadap objek tertentu. Dengan semakin besarnya nilai standar deviasi, maka tingkat ketelitian data hasil pengukuran dapat dikatakan burukKata kunci —GPS,Breeding Place,Gooogle Maps,Google Earth. ABSTRACTAedes Aegypti mosquitoes transmit DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) to humans with bites. Breeding Place is the breeding of mosquito larvae in water shelters that are not grounded and are not monitored by the community. GPS (Global Positioning System) is a navigation satellite system and monitoring the Earth's coordinating position. The process of taking the location of the Breeding Place will be obtained by the coordinates called waypoint (latitude and longitude on the map). Google Maps and Google Earth are now available for Android and offer all of Google's services. One feature that is useful for many people is information on the latitude and longitude GPS coordinates. Google Maps is designed to meet the needs of its users. Like looking for a local business, looking at maps, getting instructions, real-time traffic information, see more departure schedules. While Google Earth can bring to virtual different beautiful places in the hemisphere. Google Earth can be assumed as part of Google Maps. But, prioritizing experience rather than utility.This study aims to compare the level of accuracy between Gooogle Maps and Google Earth with the linear distance method(phytagoras) to find out the coordinates of Breeding Place in a population environment. The linear test distance of the data is processed using standard deviations to indicate the accuracy or proximity of each individual data to other data, in an observation of a particular object. With the increasing standard deviation value, the level of accuracy of the measurement data can be said to be badKeywords— GPS,Breeding Place,Gooogle Maps,Google Earth.
SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT PADA BURUNG KENARI Sulaminah, Sulaminah
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 9, No 27 (2014)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.313 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v9i27.83

Abstract

Sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan para ahli. Dengan sistem pakar ini dapat membantu para peternak/ masyarakat awam dalam menyelesaikan masalah yang cukup rumit, yang sebenarnya hanya bisa diseleselaikan dengan bantuan para ahli. Penelitian dalam sistem pakar ini menggunakan pendekatan penalaran berbasis aturan (Rule-Base Reasoning) dengan metode inferensi yang digunakan adalah Forward Chaining. Sistem ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai databasenya. Sistem ini menerima masukan dari user berupa data-data gejala yang kemudian menghasilkan keluaran berupa kemungkinan penyakit. Fasilitas yang disediakan oleh sistem adalah fasilitas konsultasi untuk melakukan konsultasi penyakit. Hasil dari implementasi ini adalah sebuah sistem pakar diagnosa penyakit pada burung kenari yang mampu menghasilkan solusi melalui gejala-gejala yang dialami, sesuai dengan aturan yang digunakan. Kata kunci : Sistem Pakar Berbasis Web, Diagnosa Penyakit, Burung Kenari, PHP, HTML,MySQL.

Page 2 of 29 | Total Record : 283