cover
Contact Name
Ni Made Wangi Suryati
Contact Email
wangi.suryatimade@gmail.com
Phone
+6287861692266
Journal Mail Official
wangi.suryatimade@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tukad Balian No. 180 Renon, Denpasar Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Nasional
ISSN : 25806173     EISSN : 25486144     DOI : 10.37294
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Nasional (JRKN) is a journal published by the Bali Institute of Technology and Health (ITEKES) and registered without ISSN 2580-6173 (Print) ISSN 2548-6144 (Online). The National Journal of Health Research (JRKN) provides a special forum for researchers and lecturers to exchange ideas about theory, research and research on fundamental issues relating to the world of health in general. Each Manuscript in the National Journal of Health Research (JRKN) has a DOI that can be accessed at the bottom of each abstract.
Articles 139 Documents
HUBUNGAN PENGGUNAAN MASKER SUNGKUP SELAMA TERAPI NEBULIZER TERHADAP SATURASI PERIFER OKSIGEN PADA PASIEN PPOK DI IGD BRSU TABANAN TAHUN 2016 Gustiawan, Sastro Putre; Satriani, Adi; Kamaryati, Ni Putu; Agustini, Inca Buntari
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.453 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i1.34

Abstract

Background. In Standard Operating Procedure, the use of hood mask on COPD patients in nebulizer therapy is used when necessary, which means that the medical staff able to wear a mask or not, it is because of lack of firmness in the Standard Operating Procedures created.Aim. To determine the relationship of the use of hoods during therapy nebulizer mask to saturation of peripheral oxygen in COPD patients in the ER Agency Tabanan General Hospital. Method. This research used non-probability sampling design, the sampling technique used in this study was consecutive sampling technique.Results. The respondents who wore hood mask on during nebulizer therapy as many as 84 respondents (98.8 percent), respondents who woremask on for 10-15 minutes by 85 respondents (100 percent), respondents who installed the rubber on mask during nebulizer therapy was 81 respondents (95.3 percent), the majority of respondents whom masks do did not come loose during nebulizer therapy as many as 76 respondents (89.4 percent). The saturation of oxygen peripheral therapy on COPD patients with nebulizer has a normal outcome as many as 82 respondents (96.5 percent).Conclusion. There was a significant relations between the use of hood mask during nebulizer therapy with the saturation of oxygen peripheral on COPD patients with the results of Pearson’s Chi-square test in Asymp.Sig value. (2-sided) of 0.00 (p = 0:00), because the value of Asymp.Sig. (2 -sided) 0:00 <0:05 (Alpha 5%).Suggestion. In a nebulizer therapy on COPD patients, medical staff should wear a hood mask during the therapy and follow-up the result of this study for the changes of standard operating procedures.Keywords:COPD, Hood Mask, Oxygen Peripheral Saturation, Nebulizer
HUBUNGAN KOMPLIKASI INTRA HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) STAGE V YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUANG HEMODIALISA BRSU TABANAN TAHUN 2017 Pebriantari, Kadek G; Astuti Dewi, IGA Puja
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.558 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i1.95

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang. Hemodialisis aman dan bermanfaat untuk pasien, namun bukan berarti tanpa efek samping. Berbagai komplikasi dapat terjadi pada saat pasien menjalani hemodialisis. Komplikasi ini dapat mengakibatkan timbulnya masalah baru yang lebih kompleks, yaitu dapat mempengaruhi kualitas hidup bahkan menimbulkan kematianTujuan. Untuk mengetahui hubungan komplikasi intra hemodialisis dengan kualitas hidup  pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Stage V yang menjalani hemodialisis.Metode. Jenis penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 166 responden diambil dengan teknik non probability sampling yaitu total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi,dianalisa dengan uji non parametric (Chi Square).Hasil. Rata – rata jumlah komplikasi intra hemodialisis adalah kurang dari dua komplikasi (sedikit komplikasi). Hipertensi intra hemodialisis adalah komplikasi terbanyak yang ditemukan (52,3%). Kejang dan penurunan kesadaran merupakan komplikasi yang tidak pernah dialami oleh responden selama penelitian (0%).Kualitas hidup pasien CKD stage V yang menjalani HD di BRSU Tabanan masuk dalam kategori kualitas baik. Hasil uji statistik diperoleh nilai p < 0.001 bahwa ada hubungan yang signifikan antara komplikasi intra hemodialisis dengan  kualitas hidup pada pasien yang menjalani HD. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 0,005, artinya responden yang memiliki banyak komplikasi mempunyai peluang 0,005 kali memiliki kualitas hidup buruk dibanding responden yang memiliki sedikit komplikasi.Kesimpulan. Ada hubungan yang signifikan antara komplikasi intra hemodialisis dengan  kualitas hidup pada pasien yang menjalani hemodialisis.KataKunci: Komplikasi Intra Hemodialisis, Kualitas Hidup, Hemodialisis ABSTRACTBackground: Hemodialysis is safe and beneficial to the patient. However, there are various complications may occur when the patients undergo hemodialysis. These complications can lead to the emergence of new problems which are more complex and affect to the quality of life and even cause death.Aim: To determine the relationship of intra hemodialysis complications with quality of life in patients with Chronic Stage Kidney Disease (CKD) Stage V who undergo hemodialysis.Method:This study employed correlational analytic design with cross-sectional approach. To conduct this study, there were 166 respondents recruited as the sample by using probability sampling with total sampling technique. The data were collected by using questionnaire and observation sheet. Further, the data were analyzed by non-parametric test (Chi Square).Finding: The findings indicated that the average number of intra hemodialysis complications is less than two complications (few complications). There were found that 52.3% patients who had complication of hypertension intra hemodialysis. On the other hand, there was 0%of the respondents experienced seizures and decreased awareness complications during the study. The quality of life of CKD stage V patients underwenthemodialysis at BRSU Tabanan is categorized as good quality. The statistical test obtained p <0.001, it meant that there was a significant relationship between intra hemodialysis complications with quality of life in patients underwenthemodialysis. It also found that the analysis results of OR = 0.005, it meant that respondents who had many complications have a chance of 0.005 times experienced poor quality of life rather than the patients who had few complications.Conclusion: There is a significant relationship between intra hemodialysis complications and quality of life in patients undergo hemodialysis. Keywords: Complications of Intra Hemodialysis, Quality of Life, Hemodialysis
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERANAN ORANG TUA DALAM PENGEMBANGAN SIKAP TANGGUNG JAWAB PADA ANAK Kusuma Negara, I Gusti Ngurah Made; Rismawan, Md; Astawa, I Gd Satria
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.621 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i1.133

Abstract

Orang tua memiliki bertanggung jawab untuk menjamin keberlangsungan dan pembentukan pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Tanggung jawab tersebut dapat dicapai melalui peran orang tua yang berkualitas dalam mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak. Salah satu bentuk perkembangan anak yang harus dicapai dengan optimal adalah rasa tanggung jawab pada anak. Seorang anak perlu mengembangkan rasa tanggung jawab sebagai persiapan pada saat dewasa nanti. Peranan orang tua dalam mengajari rasa tanggung jawab dapat dilakukan pada saat masa anak dimulai. Permasalahannya adalah dalam menjalankan peranannya tersebut, orang tua sering menghadapi beberapa masalah atau hambatan yang berpengaruh dalam pembentukan tumbuh kembang anak yang optimal salah satunya pengembangan rasa tanggung jawab pada anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang berpengaruh terhadap peranan orang tua dalam pengembangan sikap tanggung jawab pada anak. Responden pada penelitian ini adalah orang tua di wilayah kerja Puskesmas II Mengwi. Pada penelitian ini variable akan diukur menggunakan kuesioner. Pengujian hipotesa dilakukan dengan analisis regresi logistik. Dari lima variable independent, menunjukkan bahwa hanya 3 independen variabel yang significant dan berkontribusi dalam model (jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan). Dari ketiga variable tersebut, factor pendidikan merupakan factor yang paling dominan (OR = 5,199).
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN MELALUI VIDEO VLOG TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA SISWA SISWI DI SMP STRADA MARGA MULIA JAKARTA SELATAN printina, agnes berlina
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.823 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i1.89

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah yang serius di berbagai negara bahkan di Indonesia. Keterbatasan informasi menjadi kendala kurangnya pengetahuan remaja tentang narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video vlog terhadap tingkat pengetahuan tentang penyalahgunaan narkoba pada siswa siswi di SMP Strada Jakarta Selatan. Metode: Penelitian ini merupakan quasi eksperiment dengan pre -post test control group design yang dilakukan pada Oktober 2017. Kelompok kontrol terdiri dari 52 responden dari SMP Asisi Jakarta Selatan dan 67 responden merupakan kelompok intervensi dari SMP Strada Marga Mulia Jakarta Selatan. Responden didapatkan dengan cara Total Sampling. Data dianalisa dengan Uji t-test independent dan paired sampel t-test. Hasil: Penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan dan kelompok intervensi yang diberikan promosi kesehatan melalui video vlog dengan p value 0,000. Penelitian ini juga menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan pada kelompok intervensi dengan video vlog  p value 0,000. Simpulan: Promosi kesehatan dengan video vlog bagi siswa dapat meningkatkan pengetahuan tentang penyalahgunaan narkoba sehingga dapat terhindar dari penyalahgunaan  narkoba. Kata Kunci: promosi kesehatan,  pengetahuan,  narkoba, vlog ABSTRACT Introduction: Drug abuse is a serious problem in many countries include Indonesia. The limitdness informations of knowledge for teenegers being obstacle. This purpose of this study was to determine the influence of health promotion through a vlog toward on the level knowledge about drug abuse at students in Strada Marga Mulia Junior High School. Method: this study is an quasi eksperiment with pre test post test control group design that alrady implemented on October 2017. The control group consist of 52 respondents in Asisi Jakarta Selatan Junior High School and 62 respondents of intervention group in Strada Marga Mulia Junior High School. The respondents obtained by total sampling. The data are analysed with independent t-test anda paired sampel t-test. Result: this study show that there is difference of knowledge’s level between control group that no treatment and intervention group that significant health promotion through vlog with p value 0,000. This study show the significant influence toward knowledge level in intervention group of vlog with p value 0,000. Conclution: health promotion with vlog for students can improve the knowledge about drug abuse, allowing can be escape by drug abuse. Keywords: health promotion, knowledge, narcotics, vlog 
GAMBARAN KECEMASAN WANITA MENOPAUSE BERDASARKAN JENIS KELAMIN ANAK DAN SUKU BANGSA DI DESA DAUH PURI KLOD teja, ayu teja raswati
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.781 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i2.174

Abstract

AbstraksLatar belakang: Masa menopause dapat menimbulkan gejala-gejala yang berbeda pada setiap orang, gejala-gejala yang dialami selama masa menopause disebut dengan sindrom menopause. Menopause dapat mengakibatkan wanita mengalami penurunan gairah seksual, kecemasan dan wanita menopause tidak mampu lagi memiliki anak Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kecemasan wanita menjelang menopause berdasarkan jenis kelamin anak dan suku bangsa di Desa Dauh Puri KlodMetode: penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh wanita umur 45-55 tahun di Desa Dauh Puri Klod. Respondents were selected with systematic random Pengambilan sampel dengan menggunakan systematic random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 87 orang. Alat pengumpul data yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalsis dengan menggunakan SPSS untuk melihat frekuensi dan presentase.Hasil Penelitian: Gambaran kecemasan pada wanita yang memiliki anak laki-laki dan perempuan mengalami kecemasan tinggi sebanyak 55,6% dan wanita yang memiliki anak laki-laki atau perempuan saja mengalami kecemasan tinggi sebanyak 48,4%, Gambaran kecemasan yang dialami pada wanita menjelang menopause dapat disebabkan oleh faktor lain, karena sebagian besar sampel adalah Suku Bali dan sudah memiliki anak laki-laki sesuai dengan adat dan istiadat suku Bali. Pada hasil penelitian ini wanita menjelang menopause yang mengalami kecemasan tinggi lebih banyak terjadi pada suku Jawa yaitu 53,6%. Pada suku Jawa terdapat filosofi yang melekat pada istri yaitu dapur, pupur, kasur dan sumurKata Kunci: Kecemasan, Jenis Kelamin Anak, Suku Bangsa
HUBUNGAN PIJAT BAYI DENGAN PERKEMBANGAN BAYI UMUR 3-6 BULAN The Relations between Baby Massage and 3-6 months’ old Baby Development Parwati, Ni Wayan Manik; Wulandari, Idah Ayu
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.256 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.53

Abstract

ABSTRAKPendahuluan. Pijat bayi merupakan salah satu terapi sentuhan sebagai stimulus untuk merangsang perkembangan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara pijat bayi dengan perkembangan bayi umur 3-6 bulan.Metodologi. Penelitian ini menggunakan pre eksperimen design dengan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Sampel dalam penelitian adalah bayi umur 3-6 bulan  yang memenuhi kriteria inklusi. Masing-masing kelompok berjumlah 10 responden. Pada kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa pijat bayi 2x sehari selama 1 bulan. Penilaian perkembangan bayi dengan menggunakan formulir DENVER II. Hasil.Pada kelompok kontrol persentase criteria N tertinggi adalah pada perkembangan motorik kasar (90%), sedangkan kriteria P paling tinggi adalah pada aspek personal social (30%) dan bahasa (30%). Pada kelompok eksperimen didapatkan hasil criteria L tertinggi pada aspek perkembangan Bahasa (30%) dan motorik halus (30%). Hasil  uji Mann-Whitney yaitu < 0,001 yang artinya ada hubungan pijat bayi dengan perkembangan bayi umur 3-6 bulan.Diskusi. Stimulasi berupa pijatan pada bayi berdampak positif terhadap perkembangan bayi. Pijat bayi yang dilakukan secara rutin 2x sehari menyebabkan perkembangan yang lebih optimalKata kunci : pijat bayi, perkembangan bayi, DENVER II ABSTRACTIntroduction. Baby massage is a touch therapy to stimulate the development of baby. This research aims was to determine the relationship of baby massage with development of baby aged 3-6 months old.Method.  This research uses a pre experimental design with a control group and experimental group. The samples of this research are babies that their age 3-6 months that affecting the inclusion criteria. They were 10 respondens in each group. The experimental group was given baby massage 2 times per day during 1 month.  The tool of this  development baby assessment use DENVER II form.Result.The data showed that in the control group the highest percentage of N criteria was gross motor aspects (90%),  while the highest percentage of P criteria weresocial personal(30%) and language progress (30%). In the experimental group, the higest percentageof L criteria were language progress (30%) and soft motor (30%). Mann Whitney test showed that p value < 0,001. It means that there are relationship between baby massage with baby development age 3 – 6 months old. Discussion: Stimulation as baby massagecan give good effect to baby development. Baby massage that do regulary 2 times per day can make optimally development into baby.Keyword. Baby massage ,baby development, DENVER II.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI PENTABIO LANJUTAN SETELAH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN DI PUSKESMAS LAMPASEH ACEH Aritonang, Juneris
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.418 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i2.125

Abstract

Pendahuluan : Beberapa daerah di Indonesia pada tahun 2017 dilanda Kejadian Luar Biasa. Penyakit difteri masih menjadi masalah di dunia, South-East Asia Region (SEARO) merupakan wilayah pembagian WHO dengan insiden difteri terbanyak di dunia setiap tahunnya. WHO menyatakan pada tahun 2011, Indonesia merupakan Negara tertinggi kedua setelah India yaitu 806 kasus sedangkan India mencapai 3485 kasus. Kasus tersebut terjadi karena adanya immunity gap di kalangan penduduk suatu daerah. Di Aceh, kasus difteri ditemukan pada tahun 2012 sebanyak 16 kasus dan 4 orang di antaranya meninggal. Pada tahun 2016 terdapat sebanyak 11 kasus, dimana 4 orang di antaranya , tahun 2017 berjumlah 112 kasus. Pemerintah melalui program nasional menargetkan pencapaian cakupan imunisasi dasar (DPT) dan lanjutan untuk mencegah kejadian Difteri. Tingginya kasus tersebut terjadi karena adanya immunity gap di kalangan penduduk suatu daerah, dan  Aceh merupakan provinsi dengan tingkat cakupan imunisasi rendah.Metodologi : Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kefektifitasan pendidikan kesehatan terhadap perilaku ibu dalm pemberian imunisasi lanjutan pada anaknya. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperiman dengan pendekatan case control.  Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 17-18 bulan, dengan metode pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling, berjumlah sebanyak 37 orang.Hasil : Hasil penelitian diperoleh hasil uji statistik menggunakan uji chi-square diperoleh hasil bahwa ada perbedaan pengetahuan (p=0,000) setelah dilakukan pendidikan kesehatanDiskusi : Pendidikan kesehatan tentang imnunisasi pentabio lanjutan dapat meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemberian imunisasi lanjutan pentabio pada balita usia 17-18 bulan, sehingga akan dapat meningkatkan cakupan imunisasi dan mengurangi faktor resiko klb difteri di Provinsi Aceh pada umumnya dan khususnya wilayah kerja Lampaseh. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Perilaku,  Imunisasi Pentabio Lanjutan     ABSTRACT Indonesia in 2017 was hit by an Extraordinary Event. Diphtheria is still a problem in the world, the South-East Asia Region (SEARO) is the WHO division area with the highest incidence of diphtheria in the world each year. WHO stated in 2011, Indonesia was the second highest country after India with 806 cases while India with 3485 cases. The case occurred because of the existence of an immunity gap among residents of a region. In Aceh, the case of diphtheria was discovered in 2012 as many as 16 cases and 4 of them died. In 2016 there were 11 cases, of which 4 of them, in 2017 totaled 112 cases. The government through the national program targets the achievement of basic and advanced Pentabio immunization (DPT-Hb-Hib) to prevent the occurrence of Diphtheria. The high cases occur because of the immunity gap among the population of a region, and Aceh is a province with a low level of immunization coverage. The purpose of this study was to determine the effectiveness of health education on maternal behavior in providing advanced immunization to their children. This study uses a quasi experimental design with a case control approach. The population in the study were all mothers who had toddlers aged 17-18 months, with sampling methods using accidental sampling techniques, totaling 37 mother. The results of the study obtained the results of statistical tests using chi-square test obtained results that there are differences in knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.003), and action (p = 0.023). Health education on advanced pentabio immunization can improve maternal behavior in the provision of advanced pentabio immunization in infants aged 17-18 months, so that it can increase immunization coverage and reduce risk factors for diphtheria clamps in Aceh Province in general and especially Lampaseh working areas. Keywords: Health Education, Behavior, Advanced Pentabio Immunization
THE CORRELATION BETWEEN MASS MEDIA ACCESS AND KNOWLEDGE ABOUT REPRODUCTIVE HEALTH IN ADOLESCENTS AT SMAN 1 DAWAN KLUNGKUNG Dewi, Erviana Puspita; Indriana, Riza Kurnia; Nurtini, Ni Made
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.873 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i2.157

Abstract

Background: Adolescence is a transition period of development from childhood to adulthood, between 10-24 years. The adolescence will experience changes during this period. The knowledge of health reproduction is very important for adolescence because the development of the adolescence is dynamic both biologically and psychologically as well as factors that influence knowledge of adolescence such as information received, parents, friends, closest people, mass media and frequent discussions so that the adolescence need to know about health reproduction in order to have right information about the process of reproduction and various factors that are around it. The purpose of this study was to analyze the correlation between mass media access and knowledge about reproductive health in adolescents at SMAN 1 Dawan Klungkung.Method: This study employed analytic study with cross sectional approach. There were 102 students of SMAN 1 Dawan recruited as sample of this study. The data were collected by using questionnaire and analyzed statistically by using Spearman Rank (rho) with p value < 0,05.Finding: The finding showed that 74 respondents (72.5%) had good level of knowledge. 95 respondents (93.1%) stated that access to mass media was reached. There is significant and positive correlation between mass media access and the level of knowledge about adolescent reproductive health (p value = 0.000) and (rs = 0.354).Suggestion: Health institutions and education are expected to provide more information about health reproduction in adolescents. For further research, the researchers are expected to add more research variable
TINGKAT PENGETAHUAN PENGUNJUNG DALAM HAND HYGIENE DI RUANG ICU RUMAH SAKIT BALI ROYAL Meryanti, Made Adi Sinta; Darmini, Anak Agung Ayu Yuliati; Rahayuni, I Gusti Ayu Rai
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.889 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.64

Abstract

ABSTRAK Infeksi nosokomial dapat dicegah dengan cara hand hygiene efektif namun belum sepenuhnya individu memahami hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pengunjung dalam melakukan Hand Hygiene .Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional ini  menggunakan teknik Consecutive Sampling pada 55 pengunjung Rumah Sakit di ruang Ruang ICU Rumah Sakit Bali Royal. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki 31 (56,45%), berpendidikan sebagian besar sarjana 24 (43,6%), bekerja sebagai wiraswasta sebanyak 24 (43,6%). Sebagian besar pengunjung memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 38 (69,1%), memiliki pengetahuan cukup sebanyak 13 (23,6%) dan pengetahuan kurang sebanyak 4 (7,3%) responden. Meskipun sebagian besar pengunjung memiliki pengetahuan baik tentang hand hygiene, masih ada sebagian yang perlu ditingkatkan pemahaman tentang hand hygiene pada saat membesuk pasien ke rumah sakit untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial. Kata Kunci : Hand Hygiene, Pengetahuan  ABSTRACTNosocomial infections can prevent by effective but not all individual know about this. Study aimed to describe the level of knowledge of visitors in conducting Hand Hygiene in ICU Bali Royal Hospital. Descriptive research design with cross-sectional approach was used consecutive Sampling technique with 55 hospital visitors in the Intensive Care Unit of Bali Royal Hospital. The result showed the majority respondents is male (31 respondents; 56.45%), most of them were scholars educated (24 respondents; 43.6%) and work as self-employed about (24 respondents; 43.6%). It could be seen most of the visitors had a good knowledge (38 repondents; 69.1%), had sufficient knowledge (13 respondents; 23.6%) and lack of knowledge (4 respondents; 7.3%). The study concluded that even though most of hospital’visitor have good knowledge about hand hygiene when visit the patient at the hospital, but still need to improve the knowledge about hand hygiene to prevent nosocomial infections.  Keywords: Hand Hygiene, Knowledge 
GAMBARAN SWAMEDIKASI ANALGESIK PADA LANSIA DENGAN NYERI SENDI DI PELAYANAN KOMUNITAS Sanjaya, Dwi Arymbhi; Damayanti, Ida Ayu Manik; Antari, Ni Wayan Sukma; Padmiswari, Anak Agung Istri Mas
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.576 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i2.112

Abstract

Pendahuluan: Analgesik merupakan salah satu obat yang paling banyak digunakan secara swamedikasi oleh pasien lansia. Keluhan yang mendorong pasien lansia menggunakan anlgesik secara swamedikasi adalah nyeri sendi. Mengingat pentingnya swamedikasi analgesik yang tepat pada nyeri sendi yang dialami oleh lansia, maka penelitian ini dilakukan sebagai penelitian pendahuluan untuk memperoleh profil penggunaan analgesik dan gambaran pasien lansia yang melakukan swamedikasi anlagesik pada nyeri sendi. Metode: Penelitian ini dilakukan di salah satu apotek swasta di Denpasar yang memiliki pelayanan khusus konsultasi, informasi dan edukasi obat bagi lansia selama bulan April-Juni 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional yang menggunakan lembar observasi untuk pengumpulan data. Penelitian ini melibatkan 87 sampel penelitian yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyeri sendi lebih sering terjadi pada pasien lansia yang berjenis kelamin laki-laki yaitu sebesar 63,2% dengan rata-rata frekuensi swamedikasi 13,31 kali per bulan. Pasien lansia yang tidak sekolah sebesar 35,5% melakukan swamedikasi analgesik dengan rata-rata frekuensi swamedikasi 15,87 kali per bulan Pasien lansia yang tinggal sendiri melakukan swamedikasi analgesik pada nyeri sendi sebesar 56,35% dengan rata-rata frekuensi swamedikasi 12,76 kali per bulan. Golongan analgesik yang digunakan adalah analgesik kombinasi non-steroid antiinflammantory drugs (NSAID) dan non-NSAID (58%) dengan jenis NSAID terbanyak yaitu natrium diklofenak (28,7%) dan non-NSAID terbanyak yaitu dexamethasone (31%) untuk mengatasi nyeri pada asam urat (72,4%). Kesimpulan: Penelitian ini memberikan gambaran swamedikasi analgesik pada lansia dengan nyeri sendi tanpa melihat dan menganalisa kekuatan hubungan yang mempengaruhi setiap parameter.

Page 2 of 14 | Total Record : 139