cover
Contact Name
Erwin Prayogi
Contact Email
magrobis@unikarta.ac.id
Phone
+6282242076446
Journal Mail Official
magrobis@unikarta.ac.id
Editorial Address
Jln. Gunung Kombeng No. 27, Tenggarong, Kalimantan TImur
Location
Kab. kutai kartanegara,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Magrobis
ISSN : 14120828     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Magrobis merupakan publikasi ilmiah yang memuat masalah dan problematika dalam ilmu-ilmu pertanian secara luas. Bidang utama yang terkait dengan ilmu-ilmu pertanian yaitu agribisnis dan agroteknologi. Topik publikasi ilmiah yang dapat diterima yaitu ekonomi pertanian, rantai pasar pertanian, penilaian sumberdaya pertanian, pengolahan hasil pertanian, social ekonomi pertanian, sistem produksi pertanian, nutrisi pangan pertanian, polusi dan manajemen pertanian, kewirausahaan, pembangunan dan perdesaan pertanian, komunikasi pertanian, generasi pertanian muda, gender. Manuskrip yang dapat diterima oleh jurnal Magrobis adalah naskah asli dan bukan naskah yang sudah diterbitkan atau dikirimkan ke beberapa tempat publikasi lain. Jurnal ini mencakup naskah penelitian asli, ulasan artikel dan artikel pendek yang memiliki topik berhubungan dengan agribisnis dan agroteknologi.
Articles 207 Documents
Pengaruh Pemberian Pupuk Kotoran Kelelawar (Guano) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L.) Erwin Arief Rochyat; Eka Rahmawati; Richorius Robby Lohim
Jurnal Magrobis Vol. 20 No. 2 (2020): Jurnal Magrobis
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kotoran kelelawar terhadap pertumbuhan dan hasil Kedelai (Glycine max L.). Penelitian dimulai pada bulan Agustus sampai November 2018, berlokasi di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan (tunggal) yang diulang sebanyak 3 kali, dengan pemberian pupuk kotoran kelelawar (K) sebagai perlakuan terdiri dari 9 taraf: terdiri k0 = kontrol, k1= 3 t ha-1 (0,6 kg petak-1), k2 = 6 t ha-1(1,2 kg petak-1), k3 = 9 t ha-1(1,8 kg petak-1), k4= 12 t ha-1 (2,4 kg petak-1), k5 = 15 t ha-1 (3 kg petak-1), k6 = 18 t ha-1 (3,6 kg petak-1), k7 = 21 t ha-1 (4,2 kg petak-1) dan k8 = 24 t ha-1 (4,8 kg petak-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengaruh Pemberian Pupuk Kotoran Kelelawar (Guano) ha-1 dan hasil terendah pada perlakuan k0 (kontrol) dengan rata-rata 2,15 t ha-1. Berdasarkan hasil analisis polinom ortogonal terhadap hasil biji kering per ha didapatkan kurva kuadratik dengan persamaan regresi dan koefisien determinasi, yaitu y = 2,1576 + 0,0011 x - 0,0001 x2 dan R² = 0,6974
Efektivitas Pupuk Organik Cair Keong Mas Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Varietas Ciherang Candra Catur Nugroho; Karno; Supriyono
Jurnal Magrobis Vol. 20 No. 2 (2020): Jurnal Magrobis
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas POC keong mas terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah varietas Ciherang. Pelaksanaan penelitian dimulai bulan April sampai dengan Agustus 2018, bertempat di Desa Sumber Sari, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Faktor perlakuan adalah POC keong mas (k) yang terdiri atas 7 taraf, yaitu tanpa POC keong mas (k0), POC keong mas dengan konsentrasi 7 ml L-1 air (k1), POC keong mas dengan konsentrasi 14 ml L-1 air (k2), POC keong mas dengan kosentrasi 21 ml L-1 air (k3), POC keong mas dengan konsentrasi 28 ml L-1 air (k4), POC keong mas dengan kosentrasi 35 ml L-1 air (k5), dan POC keong mas dengan konsentrasi 42 ml L-1 air (k6). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC keong mas berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 20 dan 40 hari setelah tanam (HST), jumlah anakan 42 HST, anakan produktif, umur berbunga 80 %, jumlah gabah per malai dan hasil gabah kering giling ha-1, tetapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 1 minggu sebelum panen. Perlakuan POC keong mas dengan konsentrasi 35 ml L-1 air (k5) memberikan hasil gabah kering giling terendah yaitu 5,22±0,98 t ha-1 dan rata-rata hasil tertinggi gabah kering giling diperoleh dari perlakuan POC keong mas dengan konsentrasi 42 ml L-1 air (k6) yaitu sebanyak 6,39±0,50 t ha-1.
Profil Budidaya Ikan Toman Di Kecamatan Penyinggahan Kabupaten Kutai Barat Arista Damayanti
Jurnal Magrobis Vol. 20 No. 2 (2020): Jurnal Magrobis
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil usaha budidaya ikan toman di Kecamatan Penyinggahan Kabupaten Kutai Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2019. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu penelitan dengan cara mendeskripsikan keadaan di lapangan dari sejumlah individu yang di wawancara secara langsung. yang dijadikan sampel dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan aspek teknis, aspek kelembagaan, aspek social, aspek pasar, dan aspek finansial usaha budidaya ikan Toman ini telah memberikan dampak positif dan memiliki peluang untuk terus dikembangkan karena telah menghasilkan keuntungan serta telah mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk Kecamatan Penyinggahan Kabupaten Kutai Barat. Namun demikian masih perlu dilakukan berbagai upaya peningkatan akses pasar, kemitraan, pengadaan saprodi dan pembinaan teknis budidaya dengan melibatkan semua komponen yang terkait termasuk pemerintah dan pihak swasta.
Analisis Total Plate Count (TPC) Dengan Penambahan Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) Pada Lahan Di Kutai Timur Anisum; Amprin
Jurnal Magrobis Vol. 20 No. 2 (2020): Jurnal Magrobis
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan bakteri petrofilik dan Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) pada sampel tanah yang diolah secara fitoremediasi dengan perlakuan kandungan konsentrasi hidrokarbon (oli bekas) atau TPH dalam contoh tanah yaitu 0.5 %, 1 %, 2 %, 3 % ,4 % dan 5 % termasuk contoh yang digunakan sebagai kontrol (0 %). Masing-masing tanah uji diberi perlakuan sama saat start up, yaitu dengan pemberian 0.5 gram pupuk NPK. Hasil analisis TPC pada masing-masing perlakuan diketahui bahwa semua contoh tanah mempunyai kelimpahan bakteri petrofilik. Sementara, hasil analisis pengamatan TPH berbanding lurus dengan aktifitas TPC yang membentuk pola seperti lintasan parabola, pola lintasan tersebut terkait dengan ketersediaan nutrisi dan kadar hidrokarbon dalam tanah sehingga nilai TPC dapat diketahui dari pengukuran nilai TPH tanah yang terkontaminasi hidrokarbon tersebut.
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai (Glycine Max L. Merill) Dari Pemberian Trichokompos Dan ZPT Ratu Biogen Sundari; Syahrani; Muhammad Saifudin
Jurnal Magrobis Vol. 20 No. 2 (2020): Jurnal Magrobis
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the response of trichocompost fertilizer and ZPT Ratu Biogen and its interactions on the growth and yield of soybeans (Glycine max L. Merill). This research was conducted from November 2019 to February 2020 in Bukit Biru Sub-District, Tenggarong District, Kutai Kartanegara District. The study was arranged in a Randomized Complate Block Design (RCBD) with a 3x3 factorial pattern with three replications. The first factor is trichocompost (T) which consists of 3 levels, namely t0 (control or no treatment) t1 (2.9 kg plot-1) t2 (5.8 kg plot-1) and the second factor is ZPT Ratu Biogen (Z) ie z0 (control or no treatment) z1 (2 ml L-1 Water) z2 (4 ml L-1 Water). The results showed that the effect of giving trichocompost had no significant effect on the parameters of observation of plant height, age of flowering plants, number of pods, weight of 100 dry seeds and yield of dry weight t ha-1. The highest average yields in treatment t2 (5.8 kg plot-1) with an average yield of 1.05 t ha-1 and the lowest yields in treatment t0 (control or no treatment) with an average yield of 0,92 years ha-1. The results showed that the effect of giving ZPT Ratu Biogen gave no significant effect on the parameters of observation of plant height, age of flowering plants, number of pods, weight of 100 dried seeds, and yields of dry weight t ha-1. In the treatment z1 (2 ml L-1 Water) gave the highest yield with an average yield of 1.08 t ha-1, while the lowest in the z0 treatment (control or no treatment) gave the lowest yields with an average yield 0.90 t ha-1. The interaction results between the effect of giving trichocompost and ZPT Ratu Biogen were not significantly different to the parameters of plant height, age of flowering plants, number of pods, weight of 100 dry seeds, and yield of dry weight t ha-1. The highest average yield was obtained for the treatment of t2z1 (5.8 kg-1 and 2 ml L-1 Water) with an average yield of 1.16 t ha-1. While the lowest yield was at t0z0 treatment (control or no treatment at all) with an average yield of 0.73 t ha-1.
Pengaruh Solid Terhadap Hasil Kubis Bunga (Brassica Oleracea Var Botrytis L.) Mohamad Fadli; Syahrani; Chevy Barlian
Jurnal Magrobis Vol. 20 No. 2 (2020): Jurnal Magrobis
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of solid on yield of flower cabbage (Brassica oleracea var botrytis L.). This research started from November 2019 to February 2020, located in Puan Cepak Village, Muara Kaman District, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province. The research was arranged in a Randomized Complete Block Design (RCBD) with a single factorial analysis with three replications. The first factor of treatment was solid administration (S) consisting of 7 levels of s0 (without fertilizer), s1 = 5 t ha-1 (1.8 kg plot-1), s2 = 10 t ha-1 (3.6 kg plots-1), s3 = 15 t ha-1 (5.4 kg plot-1), s4 = 20 t ha-1 (7.2 kg plot-1), s5 = 25 t ha-1 (9 kg plot-1), and s6 = 30 t ha-1 (10.8 kg plot-1). The results showed that solid treatment had a significant effect on five parameters, plant age at flowering, flower diameter, harvest age, flower weight on plants and crop yield per hectare (t ha-1). The highest yield per hectare was in s6 treatment with an average of 16.29 t ha-1.
Analisis Pemasaran Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Di Kabupaten Kutai Kartanegara (Studi Kasus Pada Petani Swadaya Kecamatan Muara Muntai) Agung Enggal Nugroho
Jurnal Magrobis Vol. 15 No. 2 (2015): 2015
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH KONSENTRASI DAN WAKTU APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH PASAR TERHADAP HASIL SELADA (Lactuca sativa L.) Syahrani Syahrani; Darmi Darmi; Muhammad Riscal
Jurnal Magrobis Vol. 15 No. 2 (2015): 2015
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the effect of the origin of the waste liquid organic fertilizer market and applicaton time on result lettuce. This research began in May to July 2013, located behind the office BP3K Muara Jawa Sub district, Kutai Kartanegara Regency, East Borneo Province.This research was arranged using a Randomized Complete Block Design (RCBD) 3 x 4 factorial with 3 (three) replication. As the first factor is the concentration of POC with 4 levels that are p0= without treatment (control), p1= 2,5 ml POC-1 liters of water, p2= 5,0 ml POC-1 liters of water, p3= 7,5 ml POC-1 liters of water. And the second factor is the treatment time of POC applications with 3 levels that are w1= fertilizer 3 days, w2= fertilizer 7 days, w1= fertilizer 10 days.Concentration and origin of the waste liquid organic fertilizer market is not a real effect on the average plant fresh weight. Results of plant fresh weight was highest at p3 concentration effect is 52,19 g.Liquid organic fertilizer application time origin does not affect the real market waste on average plant fresh weight. The results ofthe highest plant fresh weight at the time the application is w1 is 47,02 g.Interaction between the origin of the waste liquihd organic fertilizer market and application time did not significantly affect the average plant fresh weight. Fresh weight of the plants on the interaction effect of concentration and time of application is p3w3 that 57,09 g.Key word : result, lettuce, the waste liquid organic fertilizer market, applicaton time
Respon Cabai Besar (Capsicum annum l.) Terhadap Variasi Waktu Pengendalian Gulma Erwin Arief Rochyat
Jurnal Magrobis Vol. 15 No. 2 (2015): 2015
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui titik kritis dari pemberian perlakuan variasi pengendalian gulma terhadap respon cabai besar (Capsicum annum L.). Titik kritis ini diperoleh dengan menggabungkan 2 kurva linear dari dua perlakuan variasi pengendalian gulma yaitu pengendalian gulma pertama adalah bebas gulma mulai dari 0 hari sampai 105 hari. Kemudian perlakuan kedua adalah bergulma mulai 0 hari sampai 105 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan berdasarkan hasil Uji Beda Nyata Jujur taraf 5% didapatkan bobot buah segar tanaman paling tinggi berada pada taraf W5 75 hari bergulma dengan rata-rata 99,4 Mg ha-1, dan bobot buah segar tanaman paling rendah berada pada taraf W15 120 hari bergulma dengan rata-rata 5,84 Mg ha-1.Kata kunci : Cabai, Gulma, Pengendalian
Respons Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Merah (Capsicum annum L.) Terhadap Waktu Pemberian Dan Konsentrasi Herbafarm Eka Rahmawati; Karno Karno; Risqi Amalia Agustina
Jurnal Magrobis Vol. 15 No. 2 (2015): 2015
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pertumbuhan dan hasil cabai merah terhadap waktu pemberian dan konsentrasi herbafarm. Penelitian dilaksanakan di Jl. Jelawat No.37 Kelurahan Timbau Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur dari bulan September 2012 sampai Januari tahun 2013.Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) sebagai petak utama (main plot) adalah waktu pemberian pupuk Herbafarm dan sebagai anak petak (sub plot) adalah konsentrasi pupuk Herbafarm, masing-masing perlakuan dalam penelitian ini di ulang 3 kali. Faktor petak utama dalam penelitian yaitu waktu pemberian pupuk Herbafarm (W) yaitu w1 (5 hari sekali), w2 (10 hari sekali) dan w3 (15 hari sekali) sedangakan faktor anak petak penelitian adalah konsentrasi Herbafarm (K) yaitu k0 sebagai tanpa pupuk (Kontrol), k1 (4 cc L-1 air), k2 (6 cc L-1 air) dan k3 (8 cc L-1 air)Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons pertumbuhan dan hasil cabai merah terhadap waktu pemberian dan konsentrasi herbafarm berpengaruh sangat nyata terhadap umur tanaman saat berbunga, sedangkan berpengaruh nyata terhadap bobot buah per tanaman dan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah cabang. Hasil per tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan k3 (8 cc L-1 air) memberikan rata-rata bobot per buah 117,11 g. Hasil sidik ragam pengaruh pemberian herbafarm terhadap hasil bobot buah pertanaman (g) melalui persamaan linier maka didapatkan kurva kuadratik dengan persamaan ? = 104.962 + 0,028x dan r2 = 0,61. Pengaruh waktu pemberian pupuk herbafarm dengan dosis 8 cc L-1 air dan dengan waktu 15 hari sekali setelah tanam, dapat di anjurkan karena mampu memperoleh hasil yang tinggi.Kata Kunci : Respons, cabai merah, herbafarm

Page 10 of 21 | Total Record : 207